Anda di halaman 1dari 85

LATAR BELAKANG

Teh merupakan minuman berkafein yang diolah dengan cara menyeduh bagian
pucuk atau tangkai daun yang telah dikeringkan. Beberapa jenis teh yang beredar di
masyarakat adalah teh hitam, teh oolong, teh hijau, dan teh putih. Pada umumnya, teh
berasal dari tanaman teh (Camellia sinensis). Teh Camellia mengandung antioksidan
sehingga banyak dikonsumsi masyarakat sebagai minuman sehari-hari. Inovasi bahan
dasar teh mulai berkembang, seperti bahan teh dari kulit buah naga. Pada umumnya teh
disajikan dalam bentuk potongan daun kering, serbuk dan kantong celup.

Salah satu inovasi bahan dasar teh adalah kulit buah naga Kulit buah naga yang
selama ini sebagai limbah belum diolah secara optimal, bahkan hanya dijadikan limbah
oleh masyarakat, padahal kulit buah naga dapat diolah menjadi teh kulit buah naga.
Untuk meningkatkan fungsi dan citarasa, teh dapat dikombinasikan dengan bunga
rosella dan penambahan serbuk jahe. Buah naga merah merupakan salah satu buah yang
memiliki kulit bersisik dan tebal menyerupai kulit naga, berwarna merah mencolok dan
rasanya segar dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pada olahan makan dan
minuman. Kulit buah naga memiliki kandungan antioksidan, vitamin diharapkan dapat
meningkatkan kadar antioksidan, vitamin dan kalsium sehingga tercipta inovasi produk
teh yang baik bagi kesehatan.n. Kulit buah naga

BAB I

1
PENDAHULUAN

Buah naga merupakan salah satu buah yang memiliki keunggulan pada kulitnya.
Selama ini buah naga hanya dikonsumsi daging buahnya saja, sedangkan kulitnya
belum dimanfaatkan. Bagian dari buah naga 30-35% merupakan kulit buah, namun
seringkali hanya dibuang sebagai limbah (Nazzarudin et al., 2011). Darmawi (2011)
menyatakan bahwa kulit buah naga jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan daging
buahnya, karena pada kulit buah naga mengandung antioksidan yang bisa menangkal
radikal bebas. Hal ini juga sesuai dengan penelitian Nurliyana et al. (2010) yang
menyatakan bahwa aktivitas antioksidan yang terkandung di dalam kulit buah naga
merah lebih tinggi dibandingkan daging buahnya, dalam 1 mg/ml kulit buah naga
mampu menghambat radikal bebas sebesar 83,48 ± 1,02 % sedangkan pada daging buah
naga hanya mampu menghambat radikal bebas sebesar 27,45 ± 5,03 %.

Masyarakat belum banyak yang mengetahui bahwa kulit buah naga dapat diolah
menjadi berbagai macam produk, seperti salah satunya minuman teh herbal. Teh dari
kulit buah naga bisa dimanfaatkan sebagi minuman herbal karena kulit buah naga
mengandung antioksidan yang tinggi dan juga antibakteri, sehingga minuman herbal
dari kulit buah naga dapat dijadikan sebagai minuman alami yang dapat bermanfaat bagi
kesehatan (Cahyono, 2009). Salah satu masalah penanganan kulit buah naga adalah
singkatnya umur simpan karena tingginya kadar air pada kulit buah naga, kadar air kulit
buah naga yaitu sebesar 94,05%, (Prasetyo, 2013). Kadar air yang tinggi menyebabkan
kulit buah naga menjadi mudah terserang mikroorganisme, sehingga dapat merusak
komponen penyusun kulit buah naga. Untuk mengatasi hal tersebut, maka diperlukan
penanganan untuk mengurangi kandungan air dalam kulit buah naga, sehingga dapat
meningkatkan daya tahan produk terhadap serangan mikroorganisme yaitu dengan cara
pengeringan.

Dalam pembuatan teh kulit buah naga diperlukan penambahan rasa dan aroma
untuk menutupi flavor langu dari kulit buah naga yaitu dengan penambahan rempah-
rempah seperti jahe. Jahe memiliki komponen fenol yang terdapat pada oleoresin jahe.

2
Oleoresin jahe dapat mencegah proses oksidasi dengan menangkal radikal bebas,
sehingga jahe bisa berfungsi sebagai antioksidan (Hernani dan Winarti, 2014). Jahe
yang banyak digunakan untuk bahan campuran dalam pembuatan makanan dan
minuman yaitu jahe emprit (Prasetiyo, 2003). Jahe emprit memiliki kadar oleoresin
lebih tinggi daripada jenis jahe lainnya yaitu sebesar 6,9 % (Hernani dan Winarti, 2014).
Dan juga penambahan bunga rosela sebagai antioksidan

Kulit buah naga yang biasanya dibuang sebagai limbah dapat dimanfaatkan
sebagai minuman teh herbal karena memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi seperti
antioksidan, kadar fenol, dan betasianin yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

BAB II

3
TINJAUN PUSTAKA

1.1. Buah Naga


Buah naga merupakan tanaman buah yang masih dalam satu kelompok jenis
kaktus, yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika selatan hingga
menyebar luas hingga saat ini. Buah naga ini dapat tumbuh dengan baik dengan
suhu maksmimum 38 – 40 derajat celcius, dengan media tanah gembur dan subur
serta banyak mengadung bahan organik didalam tanah.
1.1.1. Klasifikasi Buah Naga
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Cactales
Famili : Cactaceae
Subfamili : Hylocereanea
Genus : Hylocereus
Spesies: Hylocereus undatus (berdaging putih), Hylocereus costaricensis
(berdaging merah)
1.1.2. Morfologi
Morfologi tanaman buah naga terdiri dari akar, batang, duri, bunga,
dan buah.Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang
dalam tanah pada batang atas sebagai akar gantung.Akar tumbuh di
sepanjang batang pada bagian punggung sirip di sudut batang. Pada
bagian duri, akan tumbuh bunga yang bentuknya mirip
bunga Wijayakusuma. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi
buah.Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan
buah alpukat.Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah
naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam, dan
berwarna kuning untuk buah naga kuning.Di sekujur kulit dipenuhi
dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik naga.Oleh sebab

4
itu, buah ini disebut buah naga.Batangnya berbentuk segitiga, durinya
sangat pendek dan tidak mencolok, sehingga sering dianggap "kaktus tak
berduri". Bunganya mekar pada awal senja jika kuncup bunga sudah
berukuran sekitar 30 cm. Mahkota bunga bagian luar yang berwarna
krem, mekar sekitar pukul sembilan malam, lalu disusul mahkota bagian
dalam yang putih bersih, meliputi sejumlah benang sari yang berwarna
kuning. Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh pada tengah
malam, karena itu buah naga dikenal sebagai night blooming cereus.Saat
mekar penuh, buah naga menyebar bau yang harum.Aroma ini untuk
memikat kelelawar, agar menyerbuki bunga buah naga.
1.1.3. Kandungan Kimia
Dalam 100 g buah naga, mengandung kalori 60 kkal, protein 0, 53 g,
karbohidrat 11, 5 g, serat 0,71 g, kalsium 134,5 mg, fosfor 87 mg, zat
besi 0,65 mg, vitamin C 9,4 mg, serta kandungan airnya sebanyak 90%.
Sumber vitamin E, sumber vitamin B1, kaya srat, kandungan antioksidan,
kandungan protein, kandungan mineral, menurunkan tekanan darah.

2.1. Bunga Rosella

Rosela atau Hisbiscus sabdariffa, adalah spesies bunga yang berasal dari
benua Afrika. Mulanya bunga yang juga cantik untuk dijadikan penghias halaman
rumah itu diseduh sebagai minuman hangat di musim dingin dan minuman dingin
di musim panas. Di negeri asalnya, Afrika, rosela dijadikan selai atau jeli. Itu
diperoleh dari serat yang terkandung dalam kelopak rosela, sementara di Jamaika,
dibuat salad buah yang dimakan mentah. Adakalanya juga dimakan dengan kacang
tumbuk atau direbus sebagai pengisi kue sesudah dimasak dengan gula. Di Mesir,
rosela diminum dingin pada musim panas dan diminum panas saat musim dingin.
Di Sudan, menjadi minuman keseharian dengan campuran garam, merica, dan tetes
tebu. Minuman itu juga menghilangkan efek mabuk dan mencegah batuk. Tak
jarang, rosela juga dimanfaatkan untuk diet, penderita batuk, atau diabetes gunakan

5
gula rendah kalori seperti gula jagung. Selain itu, bubuk biji bunga rosela juga
dapat dijadikan campuran minuman kopi.

2.1.1. klasifikasi bunga rosella

Kingdom : Plantae (tumbuhan)


Subkingdom : Tracheobionta (berpembuluh)
Superdivisio : Spermatophyta (menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub-kelas : Dilleniidae
Ordo : Malvales
Familia : Malvaceae (suku kapas-kapasan)
Genus : Hibiscus
Spesies : Hibiscus sabdariffa L

2.1.2. Morfologi

Batang dan DaunRosela merupakan herba tahunan yang bisa mencapai


ketinggian 0,5-3 m. Batangnya bulat, tegak, berkayu dan berwarna
merah. Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur, pertulangan menjari,
ujung tumpul, tepi bergerigi dan pangkal berlekuk. Panjang daun 6-15
cm dan lebarnya 5-8 cn. Tangkai daun bulat berwarna hijau dengan
panjang 4-7 cmBungaBunga rosela yang keluar dari ketiak daun
merupakan bunga tunggal. Bunga ini mempunyai 8-11 helai kelopak
yang berbulu, panjangnya 1 cm, pangkalnya saling berlekatan dan
berwarna merah. Kelopak bunga ini sering dianggap bunga oleh
masyarakat. Mahkota bunga berbentuk corong, terdiri dari 5 helaian,
panjangnya 3-5 cm. Tangkai sari yang merupakan tempat melekatnya
kumpulan benangsari berukuran pendek dan tebal, panjang dan lebarbya
sekitar 5 mm. Putiknya berbentuk tabung, berwarna kuning atau merah
Buah dan BijiBuahnya berbentuk kerucut, berambut, terbagi menjadi 5

6
ruang dan berwarna merah. Bentuk giji menyerupai ginjal, berbulu
dengan panjang 5 mm dan lebar 4 mm. Biji berwarna putih saat masih
muda dan berwarna abu-abu setelah tua.

2.1.3. Kandungan kimia

Pemanfaatan bunga rosella sebagai obat herbal sudah diketahui sejak


lama. Pada awalnya bunga rosella hanya dikonsumsi sebagai teh dengan
cara diseduh, tetapi kini beberapa negara seperti Thailand dan China
berlomba-lomba memproduksi obat-obatan yang berbahan baku bunga
rosela. Bunga rosela diketahu berkhasiat menurunkan kolesterol,
hipertensi, menurunkan berat badan, mencegah kanker, mencegah
jantung koroner dan lain sebagainya. Khasiat bunga rosela tersebut tidak
lepas dari kandungan beberapa senyawa dan vitamin yang terdapat pada
kelopak bunga rosela. Kandungan tersebut antara lain vitamin A, vitamin
C, protein esensial, kalsium dan 18 jenis asam amino,
termasuk arginina dan legnin. Dalam bunga rosela juga terdapat
senyawa antioksidan yang terdiri atas senyawa gossipetin, fenolik,
antosianin dan glukosida hibiscin.

BAB III
PEMBAHASAN

7
3.1. Metode dan Pembuatan
1. Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret 2019, tempat dilaksanakannya di
laboratorium farmasetik.
2. Bahan dan Alat
Bahan :
 Kulit buah naga
 Bunga rosella
 Serbuk Jahe
 Aquadesy
Alat :
 Pisau
 Baskom
 Timbangan
 Blender
 Oven
 Sendok
 Ayakan
 Kantong saringan teh
 Kompor
3. Pembuatan teh kulit buah naga
a. Pengeringan kulit buah naga
Kulit buah naga disortasi terlebih dahulu untuk menghilangkan sisik dan
tangkai, dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran.Kulit buah naga
dipotong dengan ukuran ± 2 cm. Kemudian kulit buah naga dikeringkan
dalam oven pada suhu (50⁰C, 60⁰C, 70⁰C) selama 23 jam.Setelah itu
dilakukan pengecilan ukuran dengan menggunakan blender kering.
Kemudian dilakukan pengayakan dengan ayakan 60 mesh untuk
memperoleh bubuk teh kulit buah naga kering.

8
b. Pengeringan bunga rosela
Pengeringan yang dapat dikerjakan, yakni dijemur dibawah cahaya
matahari..Sistem pengeringan ini memerlukan saat 3- 5 hari dibawah cahaya
matahari penuh tanpa ada diselingi mendung.
c. Pembuatan teh kulit buah naga
Teh kulit buah naga dibuat 10 sediaan :
Kulit buah naga : 100 gram
Bunga rosella : 100 gram
Serbuk jahe : 1 gram

Cara membuat :
1. Pastikan semua bahan sudah dikeringkan
2. Timbang kulit buah naga sebanyak 100 gram
3. Timbang bunga rosella sebanyak 100 gram
4. Timbang serbuk jahe sebanyak 1 gram
5. Masukkan kedalam saring kantong teh
6. Ulangi langkah diatas untuk mendapatkan 10 bungkus teh
7. Masukkan dalam wadah

Cara penyajian :

1. Siapkan air panas +/- 250 ml


2. Celupkan teh kemudian tambahkan gula sesuai selera
3. Bisa diminum 2 kali sehari

9
2 Hasil / Evaluasi

10
3.3 kesimpulan dan saran
Kesimpulan

Saran

11
DAFTAR PUSTAKA

http://www.jim.unsyiah.ac.id/JFP/article/view/4014
Cahyono, B. 2009. Buku Terlengkap Sukses Bertanam Buah Naga. Pustaka
Mina, Jakarta. Darmawi, A.W. 2011. Optimasi Proses Ekstraksi, Pengaruh
pH dan Jenis Cahaya pada Aktivitas Antioksidan dari Kulit Buah Naga
(Hylocereus Polyrhizus). Skripsi Jurusan Teknik Pangan, Fakultas Industri,
Universitas Pelita Harapan, Karawaci

12
LATAR BELAKANG

Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar
pada batang pohon lain. Sirih ini juga memiliki macam-macam jenis, seperti ada sirih
merah, dan sirih hijau. Masing-masing dari sirih ini memiliki banyak kegunaan. Di
samping itu, sirih adalah tanaman yang biasa digunakan untuk obat-obatan tradisional.
Sirih merupakan tanaman merambat yang mencapai ketinggian hingga 15 m dan
mempunyai batang berwarna coklat kehijauan yang beruas-ruas sebagai tempat
keluarnya akar. Tanaman ini panjangnya mampu mencapai puluhan meter. Bentuk daun
seperti jantung, tangkai daun panjang, tepi daun rata, ujung daun meruncing, pangkal
daun berlekuk, tulang daun menyirip, dan daging daun tipis. Daun sirih mempunyai
aroma yang khas karena mengandung minyak atsiri (merupkan bahan dasar dari wangi-
wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan)) alami 1-4,2%, air, protein, lemak,
karbohidrat, kalsium, fosfor, vitamin A, B, C yodium, gula dan pati. Dari berbagai
kandungan tersebut, dalam 1 2 minyak atsiri terdapat fenol alam (senyawa alami) yang
mempunyai daya fungisida (pestisida yang secara spesifik membunuh atau menghambat
cendawan penyebab penykit) yang sangat kuat tetapi tidak sporosid (salah satu bentuk
larva dalam siklus hidup parasit).

Daun sirih sangat kaya dengan zat-zat berkhasiat, diantaranya minyak atsiri,
hydroxychavicol, chavicol, chavibetol, allylpyrocatechol, cyneole, caryophyllene,
cadinene, estragol, terpennena, sesquiterpena, phenyl propana, tanin, diastase, gula, pati,
dan eugenol. Eugenol yang terkandung dalam daun sirih diduga mampu membasmi
Candida albicans, mencegah ejakulasi dini, dan bersifat analgetik (meredakan rasa
nyeri). Berkhasiat untuk mengobati keputihan dan pernah diuji secara klinis. Secara
tradisional, daun sirih juga sering digunakan sebagai tanaman obat, mengatasi bau
badan, bau mulut, sariawan dan mimisan.

13
BAB I

PENDAHULUAN

Penyakit kulit merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah
kesehatan masyarakat Indonesia. penyakit kulit dan jaringan subkutan berdasarkan
prevalensi 10 penyakit terbanyak pada masyarakat Indonesia menduduki peringkat
ketiga dengan jumlah 247.179 kasus dengan kasus baru sebesar 60,77%(1,2). Penyakit
kulit dapat disebabkan oleh adanya bakteri patogen diantaranya adalah Staphylococcus
aureus dan Escherichia coli. Pencegahan penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri
S.aureus dan E.coli dapat dicegah dengan penggunaan sabun mandi antibakteri. Sabun
merupakan pembersih yang dibuat dengan mereaksikan secara kimia antara basa
natrium atau basa kalium dan asam lemak yang berasal dari minyak nabati atau lemak
hewani yang umumnya ditambahkan zat pewangi atau antiseptik yang digunakan untuk
membersihkan tubuh manusia dan tidak membahayakan kesehatan. Saat ini hampir
semua produk sabun mandi yang beredar dipasaran mengandung bahan sintetik seperti
sodium lauril sulfat (SLS) dan triclosan yang apabila digunakan secara berlebih akan
bersifat kasrsinogenik dan dapat menimbulkan terjadinya iritasi epidermidis.

Terdapat dua jenis sabun yang dikenal diantaranya sabun padat (batangan) dan
sabun cair. Sabun cair seperti yang ditunjukkan adalah sediaan berbentuk cair yang
digunakan untuk membersihkan kotoran, dibuat dari bahan dasar sabun dengan
penambahan surfaktan, penstabil busa, pengawet, pewarna dan pewangi yang diizinkan
dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Sabun merupakan satu macam surfaktan
(surface active), senyawa yang menurunkan tegangan permukaan air. Sifat ini
menyebabkan larutan sabun dapat memasuki serat, menghilangkan dan mengusir
kotoran dan minyak. Sabun yang berkualitas baik harus memiliki daya detergensi yang
cukup tinggi, dapat diaplikasikan pada berbagai jenis bahan dan tetap efektif walaupun
digunakan pada suhu dan tingkat kesadahan air berbeda-beda.

14
Berdasarkan hal tersebut masih sangat perlu dilakukan pengembangan produk
sabun yang terbuat dari bahan alam . Salah satu bahan aktif alami yang memiliki efek
antibakteri adalah daun sirih. Ekstrak etanol daun sirih pada konsentrasi 2,5% mampu
melawan bakteri S.aureus sebesar 10,2 mm dan E. coli sebesar 14,3 mm. Minyak kelapa
sawit atau Crude palm oil (CPO) salah satu sumber minyak yang dapa digunakan dalam
pembuatan sabun. CPO mempunyai potensi yang cukup besar untuk industri kosmetik
dan farmasi karena mempunyai sifat sangat mudah untuk diabsorpsi oleh kulit,
membuat kulit menjadi lembut, lembab, tidak menimbulkan iritasi pada kulit serta dapat
menghasilkan busa. CPO bersifat lebih awet dan tidak mudah tengikDengan kandungan
bahan aktif di dalamnya, pemanfaatan jeruk nipis dalam formulasi sabun mandi
diperkirakan mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroba, karena sabun
mandi adalah salah satu media yang difungsikan sebagai penghantar antibakteri dan anti
mikroba pada kulit.

15
BAB II

TINJAUN PUSTAKA

1.1. Daun Sirih


Daun sirih merupakan salah jenis tanaman asli indonesia dengan batang
tumbuh menjalar atau merambat pada tanaman lain disekitar nya.
Diperkirakan tanaman ini berasal dari daerah wilayah asia yang menyebar ke
berbagai wilayah afrika, fuji hingga sampai ke wilayah asia lainnya. Manfaat
daun sirih ini sangat banyak salah satunya sebagai obat mengatasi sakit gigi,
membuat gigi kuat, menghentikan pendarahan dari hidung, mengatasi resiko
sakit batu ginjal, mengatasi penyakit diabetes dan banyak manfaat lainnya.
1.1.1. Klasifikasi daun sirih
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Kelas : Dikotiledonaea
Ordo : Piperales
Famili : Piperaceae
Genus : Piper
Spesies : Piper betle L.
1.1.2. Morfologi
Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Batang sirih
berwarna coklat kehijauan,berbentuk bulat, beruas dan
merupakan tempat keluarnya akar. Daunnya yang tunggal
berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling,
bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila
diremas.Panjangnya sekitar 5 – 8 cm dan lebar 2 – 5 cm.
Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung
± 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya

16
sekitar 1,5 – 3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek
sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5 – 6 cm dimana
terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan
hijau kekuningan. Buahnya buah buni berbentuk bulat berwarna
hijau keabu-abuan.Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat
kekuningan.
1.1.3. Kandungan kimia
Sirih merupakan tanaman yang berasal dari famili Piperaceae
yang memiliki ciri khas mengandung senyawa metabolit
sekunder yang biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri
agar tidak dimakan oleh hewan (hama) ataupun sebagai agen
untuk bersaing dengan tumbuhan lain dalam mempertahankan
ruang hidup. Senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan oleh
tanaman sirih berupa saponin, flavonoid, polifenol dan minyak
atsiri triterpenoid, minyak atsiri (yang terdiri atas khavikol,
chavibetol, karvakrol, eugenol, monoterpena, estragol),
seskuiterpen, gula, dan pati.10 Kandungan minyak atsiri yang
terdapat pada daun sirih juga berkhasiat sebagai insektisida
alami.Disamping itu, kandungan minyak atsiri yang terkandung
di dalam daun sirih juga terbukti efektif digunakan sebagai
antiseptik.

2.1 Jeruk Nipis

Jeruk Nipis (Lat Citrus aurantifolia; Famili: Rutaceae) merupakan


jenis tumbuhan yang masuk kedalam suku jeruk-jerukan, tersebar
di Asia Dan Amerika Tengah dikenal juga sebagai jeruk pecel.

2.1.1 Klasifikasi Jeruk Nipis

17
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Klas : Dicotyledonae
Bangsa : Rutales
Famili : Rutaceae
Genus : Citrus
Species : Citrus aurantiifolia (Cristm.) Swingle

2.1.2 Morfologi

Buah jeruk nipis diameternya berukuran 1,5 – 2,5 cm, daun


mahkotanya berwarna putih kuning. Kelopak berjumlah 4 – 5,
bersatu atau lepas. Mahkota berjumlah 4-5, berdaun lepas lepas.
Benang sari 4-5 atau 8-10, kepala ruang sari beruang 2. Tonjolan
dasar bunga beringgit atau berlekuk. Bunga beraturan, berkelamin
2, bentuk aak payung, tandan atau malai.

2.1.3 Kandungan Kimia

Jeruk nipis juga mengandung unsur-unsur senyawa kimia yang


bermanfaat, seperti asam sitrat, asam amino (triftopan, lisin),
minyak atsiri (sitral, limonen, flandren, lemon kamfer, kadinen,
gerani-asetat, linali-asetat, aktiladehid, nonildehid), damar,
glikosida, asam situn, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang
vitamin B1 dan C.

18
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Metode Dan Pembuatan
1. Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret 2019, tempat dilaksanakannya di
laboratorium farmasetik.
2. Bahan dan Alat
Bahan :
 Daun sirih hijau
 Jeruk nipis
 Aquadest
 Sabun transparan
 Minyak kelapa

Alat :

 Kompor
 Sendok
 Pisau
 Blender
 Baskom
 Saringan
 Cetakan sabun
 Timbangan
 Mangkok
3. Pembutan sabun sirih
Sabun sirih dibuat sebanyak 3 sediaan
Daun sirih 150 gram
Jeruk nipis 10 ml
Minyak kelapa 10 ml
Sabun transparan 2 batang

19
Aquadest 20 ml
Cara pembutan :
1. Pastikan semua bahan sudah dicuci dan bersih
2. Timbang daun sirih 150 gram masukkan kedalam belender +
aquadest 20 ml ad halus kemudian disaring dan masukkan kedalam
mangkok
3. Peres jeruk nipis sebanyak 10 ml, masukkan kedalam mangkok
4. Masukkan minyak kelapa sebanyak 10 ml, kedalam mangkok
5. Aduk bahan hingga merata
6. Iris tipis-tipis sabun transparant lalu cairkan diatas panci yg
dipanaskan tidak langsung dengan api tetapi melalui wajan berisi air
dibawahnya
7. Sesudah mencair campurkan dengan bahan yg dinomer 5
8. Pindahkan kedalam cetakan sabun, bekukan didalam freezer
9. Setelah sabun padat, masukkan kedalam wadah sabun

Cara penggunaan :
1. Gunakan pada daerah tubuh saja hindari daerah wajah
2. Gunakan 3 kali sehari untuk hasil yang maksimal

20
3.2 Hasil / Evaluasi

21
3.3 kesimpulan dan saran
Kesimpulan

Saran

22
DAFTAR PUSTAKA
http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jmfarmasi/article/view/16579

23
LATAR BELAKANG

Kunyit (Curcuma domestica Val) termasuk salah satu tanaman rempah dan obat,
habitat asli tanaman ini meliputi wilayah Asia khususnya Asia Tenggara. Tanaman ini
kemudian mengalami persebaran ke daerah Indo-Malaysia, Indonesia, Australia bahkan
Afrika. Hampir setiap orang Indonesia dan India serta bangsa Asia umumnya pernah
mengkonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap bumbu masakan, jamu atau
sirup untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.

Kunyit tumbuh dengan baik di tanah yang tata pengairannya baik, curah hujan
2.000 mm sampai 4.000 mm tiap tahun dan di tempat yang sedikit terlindung. Tapi
untuk menghasilkan rimpang yang lebih besar diperlukan tempat yang lebih terbuka.
Rimpang kunyit berwarna kuning sampai kuning jingga.

Beberapa kandungan kimia dari rimpang kunyit yang telah diketahui yaitu
minyak atsiri sebanyak 6% yang terdiri dari golongan senyawa monoterpen dan
sesquiterpen (meliputi zingiberen, alfa dan betaturmerone), zat warna kuning yang
disebut kurkuminoid sebanyak 5% meliputi kurkumin 5060%, protein, fosfor, kalium,
besi, dan vitamin C, dari ketiga senyawa kurkuminoid tersebut, kurkumin merupakan
komponen komponen terbesar. Sering kadar total kurkuminoid dihitung sebagai %
kurkumin, karena kandungan kurkumin paling besar dibanding komponen kurkuminoid
lainnya.

24
BAB I

PENDAHULUAN

Selain sebagai rempah dan bahan obat, kunyit dan asam merupakan bahan dasar
minuman tradisional yang sudah banyak dikenal penduduk di Indonesia. Dewasa ini
telah berkembang pangan dan minuman fungsional, dan minuman kunyit asam memiliki
peluang untuk hal tersebut. Senyawa bioaktif buah asam adalah 2-hidroksi-30,40-
dihidroksi aseto fenon, metil 3,4-dihidroksi bensoat, 3,4-dihidroksi fenil asetat, (-)-
epikatekin dan oligomerik proanthocianidin (Tsuda dkk., 1994) dan senyawa bioaktif
rimpang kunyit yaitu asam askorbat, -karoten, asam kafeik, kurkumin, eugenol, p-asam
kumarik. Warna kuning pada kunyit disebabkan oleh adanya 3 pigmen utama yaitu
curcumin 1,7-bis (4-hydroxy3-methoxyfenil)-1,6-heptadiene-3,5-dione. Senyawa
kurkumin ini diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang tinggi anti inflammatory,
anti kanker. Buah asam menunjukkan potensi sebagai antidiabetes dan anti
hiperlipidemik, antioksidan.

kunyit-asam mempunyai sinergisme antioksidan sangat kuat antioksidan dalam


minuman kunyit asam mempunyai aktivtas yang lebih besar dibandingkan antioksidan
sintetik BHT. Minuman kunyit asam dapat dengan mudah dijumpai di pasaran, tetapi
setelah dikaji dalam proses pembuatannya, kurang memperhatikan bagian kunyit dan
bagian asam yang digunakan serta formulasinya. perbedaan formula kunyit dan asam
mempengaruhi kandungan dan aktivitas antioksidan. kunyit bagian rimpang ternyata
mempunyai aktivitas antioksidan tertinggi dibanding bagian empu kunyitnya. Ekstrak
rimpang kunyit dengan waktu penghancuran 3,5 menit, nilai total fenolnya 1,76
GAE/100g ekstrak kunyit dan kapasitas antioksidannya 0,17% diuji dengan metode
DPPH. Bagian asam yang digunakan dalam pembuatan minuman kunyit asam, adalah

25
buah atau daun asamnya. Minuman kunyit asam yang menggunakan bagian pucuk daun
asam muda biasanya disebut sinom.

BAB II

TINJAUN PUSTAKA

1.1. Kunyit
Kunyit merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak memiliki manfaat
dan banyak ditemukan diwilayah Indonesia. Kunyit merupakan jenis rumput –
rumputan, tingginya sekitar 1 meter dan bunganya muncul dari puncuk batang semu
dengan panjang sekitar 10 – 15 cm dan berwarna putih. Umbi akarnya berwarna
kuning tua, berbau wangi aromatis dan rasanya sedikit manis. Bagian utamanya
dari tanaman kunyit adalah rimpangnya yang berada didalam tanah. Rimpangnya
memiliki banyak cabang dan tumbuh menjalar, rimpang induk biasanya berbentuk
elips dengan kulit luarnya berwarna jingga kekuning – kuningan.

1.1.1. Klasifikasi kunyit


Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledonae
Ordo : Zingiberales
Family : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma domestica Val
1.1.2. Morfologi
Batang Kunyit memiliki batang semu yang tersusun dari kelopak atau
pelepah daun yang saling menutupi. Batang kunyit bersifat basah karena
mampu menyimpan air dengan baik, berbentuk bulat dan berwarna hijau
keunguan. Tinggi batang kunyit mencapai 0,75 – 1m. Daun Daun kunyit

26
tersusun dari pelepah daun, gagang daun dan helai daun. Panjang helai
daun antara 31 – 83 cm. lebar daun antara 10 – 18 cm. daun kunyit
berbentuk bulat telur memanjang dengan permukaan agak kasar.
Pertulangan daun rata dan ujung meruncing atau melengkung
menyerupai ekor. Permukaan daun berwarna hijau muda. Satu tanaman
mempunyai 6 – 10 daun .Bunga Bunga kunyit berbentuk kerucut runcing
berwarna putih atau kuning muda dengan pangkal berwarna putih. Setiap
bunga mempunyai tiga lembar kelopak bunga, tig lembar tajuk bunga dan
empat helai benang sari. Salah satu dari keempat benang sari itu 6
berfungsi sebagai alat pembiakan. Sementara itu, ketiga benang sari
lainnya berubah bentuk menjadi heli mahkota bunga. Rimpang Rimpang
kunyit bercabang – cabang sehingga membentuk rimpun. Rimpang
berbentuk bulat panjang dan membentuk cabang rimpang berupa batang
yang berada didalam tanah. Rimpang kunyit terdiri dari rimpang induk
atau umbi kunyit dan tunas atau cabang rimpang. Rimpang utama ini
biasanya ditumbuhi tunas yang tumbuh kearah samping, mendatar, atau
melengkung. Tunas berbuku – buku pendek, lurus atau melengkung.
Jumlah tunas umunya banyak. Tinggi anakan mencapai 10,85 cm. Warna
kulit rimpang jingga kecoklatan atau berwarna terang agak kuning
kehitaman. Warna daging rimpangnya jingga kekuningan dilengkapi
dengan bau khas yang rasanya agak pahit dan pedas. Rimpang cabang
tanaman kunyit akan berkembang secara terus menerus membentuk
cabang – cabang baru dan batang semu, sehingga berbentuk sebuah
rumpun. Lebar rumpun mencapai 24,10 cm. panjang rimpang bias
mencapai 22,5 cm. tebal rimpang yang tua 4,06 cm dan rimpang muda
1,61 cm. rimpang kunyit yang sudah besar dan tua merupakan bagian
yang dominan sebagai obat.
1.1.3. Kandungan kimia
Senyawa kimia utama yang terkandung dalam kunyit adalah
kurkuminoid atau zat warna, yakni sebanyak 2,5 – 6%.Pigmen kurkumin

27
inilah yang memberi warna kuning orange pada rimpang. Salah satu
fraksi yang terdapat dalam kurkuminoid adalah kurkumin. Komponen
kimia yang terdapat didalam rimpang kunyit diantaranya minyak atsiri,
pati, zat pahit, resin, selulosa dan beberapa mineral. Kandungan minyak
7 atsiri kunyit sekitar 3 – 5%. Disamping itu, kunyit juga mengandung
zat warna lain, seperti monodesmetoksikurkumin dan
biodesmetoksikurkumin, setiap rimpang segar kunyit mengandung ketiga
senyawa ini sebesar 0,8%.

2.1. Asam Jawa


Asam jawa atau dalam bahasa ilimiahnya dikenal dengan nama
Tamarindus indica L. merupakan salah satu tanaman daerah tropis dan masuk
dalam jenis tanaman berbuah polong. Tanaman asam jawa memang sangat baik
pertumbuhannya didaerah yang memiliki iklim tropis, Tanaman ini di perkirakan
berasal dari wilayah afrika timur, penyebarannya hingga asia tropis, karibia dan
amerika latin. Di indonesia sendiri, tanaman ini berkembang secara liar dihutan-
hutan. Banyak pula sengaja ditanam untuk keperluan komoditi dan pohon
peneduh.
2.1.1. Klasifikasi asam jawa
Klasifikasi Asam Jawa Tamarindus indica L.
Regnum : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Classis : Dicotyledonane
Subclassis : Dialypetalae
Ordo : Rosales
Familia : Caesalpiniaceae
Genus : Tamarindus
Species : Tamarindus indica
2.1.2. Morfologi

28
Memiliki Batang pohon besar, ketinggian tumbuh bisa mencapai 30 m,
dengan diameter batang bagian pangkal hingga 2 m. Kulit batang beralur-
alur searah vertikal, warna batang coklat keabu-abuan, tekstur kasar dan
memecah. Daun majemuk menyirip, genap, tumbuh memanjang antara 5-
13 cm, posisi daun berselang seling, daun penumpu menyerupai pita
meruncing, anak daun lonjong menyempit dengan jumlah antara 8-16
pasang, ukuran sekitar 0,5-1 x 1-3,5 cm, tepi daun rata dengan bagian
pangkal miring dan membudar. Bunga tersusun dalam tandan renggang,
tumbuh diantara ketiak daun dan ujung ranting, panjang bunga sekitar 16
cm. kelopak bunga terdiri dari 4 buah dan daun mahkota 5 buah. Bunga
beraroma harum, Mahkota bunga berwarna kuning keputihan dengan
urat-urat merah coklat, tumbuh memanjang hingga 1,5 cm. Buah polong
menggelembung, bentuk buah hampir silindris, bengkok, ataupun lurus,
Dalam buah terdapat biji sampai 10 butir. Seiring adanya penyempitan
antara dua biji, kulit buah akan mengeras dan berubah warna kecoklatan /
kelabu bersisik, dengan urat-urat buah buah mengeras dan liat
menyerupai benang. Daging buah pada asem muda berwarna putih
kehijauan dan akan berubah warna menjadi merah kecoklatan sampai
kehitaman ketika buah masak, rasanyapun berubah dari asem menjadi
asem manis, biji buah berubah menjadi coklat kehitaman, bentuk agak
persegi dengan tekstur keras dan mengkilap.

2.1.3. Kandungan kimia


Penelitian fitokimia menunjukkan bahwa Tamarindus indica memiliki
berbagai kandungan sebagai berikut : senyawa fenol, glikosida, mallic
acid,tartaric acid, getah, pectin, arabinosa, xylosa, galaktosa, glukosa,
dan uronic acid.. Melalui ekstrak ethanol Tamarindus indica ditemukan
adanya asam lemak dan berbagai elemen esensial seperti arsenik,
calcium, cadmium, tembaga, besi, sodium, mangan, magnesium,
potassium, fosfor, zinc dan sedikit vitamin A

29
BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Metode dan Pembuatan


1. Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret 2019, tempat dilaksanakannya
di laboratorium farmasetik.
2. Alat dan Bahan
Bahan :
 Kunyit
 Asam jawa
 Daun asam jawa
 Gula
 Aquadest
Alat :

 Pisau
 Kompor
 Botol
 Timbangan
 Panci
 Baskom
 Saringan
 Blender
 Pengaduk
 Telenan
3. Pembutan sirup kunyit asem
Kunyit Asam 150 gram

30
Asam jawa 50 gram
Daun asam 20gram
Gula 250 gram
Air 350 ml
Cara pembuatan :

1. Kupas kunyit hingga bersih


2. Potong kecil kunyit untuk memudahkan penumbukan atau blender
3. Kunyit yang sudah dipotong dimasukkan dalam blender atau ditumbuk halus
4. Setelah diblender atau ditumbuk, kunyit diberi air lalu diperas untuk diambil
sarinya.
5. Hasil perasan didiamkan 30 menit – 2 jam
6. Pindahkan ke dalam panci lalu panaskan diatas kompor dengan api kecil
7. Masukkan asam jawa, dan daun asam jawa yg sudah dicuci bersih
8. Setelah mendidih masukkan gula pasir dan aduk hingga mengental
9. Setelah dingin masukkan kedalam wadah botol

Cara penyajian
1. Siapkan air +/_ 250ml
2. Masukkan sirup kunyit asam 3 sendok makan
3. Diminum 2 kali sehari

31
4.2 Hasil / Evaluasi

32
4.3 Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan

Saran

33
DAFTARPUSTAKA
https://www.google.com/books?hl=id&lr=&id=S5y6S-
sId9oC&oi=fnd&pg=PA1&dq=cara+pembuatan+kunyit+asam&ots=ce1kiUJYp1&sig=
K6XepNANXvxeH1j2WNdmojuw_Ng

34
BAB I

PENDAHULUAN

1. 1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara kedua terkaya di dunia dalam hal


keanekaragaman hayati. Terdapat berbagai spesies diantaranya diketahui memiliki
fungsi biofarmaka yaitu tumbuhan, hewan, maupun mikroba yang memiliki potensi
sebagai obat, makanan kesehatan, baik untuk manusia, hewan maupun tanaman.

Dengan kekayaan tersebut Indonesia berpeluang besar untuk menjadi salah satu
negara terbesar dalam industri obat tradisional dan kosmetika alami berbahan baku
tumbuh-tumbuhan yang peluang pasarnya pun cukup besar.

Sebagai salah satu alternatif pengembangan biofarmaka, fitofarmaka atau lebih


dikenal dengan tanaman obat, sangat berpotensi dalam pengembangan industri obat
tradisional dan kosmetika Indonesia. Selama ini, industri tersebut berkembang dengan
memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang diperoleh dari hutan alam dan sangat sedikit
yang telah dibudidayakan petani. Bila adapun, teknik budidaya dan pengolahan bahan
baku belum menerapkan persyaratan bahan baku yang diinginkan industri, yaitu bebas
bahan kimia dan tidak terkontaminasi jamur ataupun kotoran lainnya.

35
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak
dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik, dan radiasi.

Patofisologi
Luka bakar-> peningkatan permebilitas pembuluh darah -> air, klorida dan protein
tubuh akan keluar dari dalam sel -> Edema -> hipovolemia dan hemokonsentrasi.
1. Respon kardiovaskuiler Perpindahan cairan dari intravaskuler
ekstravaskuler melelui kebocoran kapiler mengakibatkan kehilangan Na, air dan protein
plasma serta edema jaringan yang diikuti dengan penurunan curah jantung
Hemokonsentrasi sel darah merah, penurunan perfusi pada organ mayor edema
menyeluruh.
2. Respon Renalis Menurunnya volume inravaskuler maka aliran ke ginjal dan GFR
menurun mengakibatkan keluaran urin menurun dan bisa berakibat gagal ginjal.
3. Respon Gastro Intestinal
Respon umum pada luka bakar > 20 % adalah penurunan aktivitas gastrointestina
kombinasi efek respon hipovolemik dan neurologik serta respon endokrin terhadap
adanya perlukan luas.
4. Respon Imonologi Terjadinya gangguan integritas kulit akan memungkinkan
mikroorganisme masuk kedalam luka.

2.1 Parem daun mengkudu dengan campuran beras, jahe dan kencur

Tumbuhan yang berperan penting dalam menyembuhkan luka bakar ini adalah
mengkudu (Morinda Citrifolia), yang digunakan untuk bahan parem yaitu bagian
daunnya. Adapun bahan lainnya digunakan untuk membuat sediaan parem yaitu beras,
jahe dan kencur. Beras itu khasiatnya untuk penghilang rasa panas di bagian luka yang
terbakar, jahe khasiatnya untuk mengurangi peradangan dikulit, kencur khasiatnya
untuk menghilangkan bekas luka bakar.

36
Parem Mengkudu yang bentuknya padat banyak khasiatnya untuk pengobatan
luar diantaranya mengatasi sakit badan, pasca melahirkan, keseleo, penghangat badan,
dan luka bakar. Tumbuhan yang berperan penting dalam menyembuhkan luka bakar ini
adalah mengkudu (Morinda Citrifolia), yang digunakan untuk bahan parem yaitu bagian
daunnya. Adapun bahan lainnya digunakan untuk membuat sediaan parem yaitu beras,
jahe dan kencur. Beras itu khasiatnya untuk penghilang rasa panas di bagian luka yang
terbakar, jahe khasiatnya untuk mengurangi peradangan dikulit, kencur khasiatnya
untuk menghilangkan bekas luka bakar.

Mengkudu (Morinda citrifolia),memiliki kegunaan tradisional maupun modern,


termasuk akar dan kulit batang (pewarna dan obat), batang (kayu api dan perkakas),
daun dan buah (makanan dan obat). Penggunaan sebagai obat baik tradisional maupun
modern, mencakup kondisi dan jenis penyakit, walaupun kebanyakan dari manfaat ini
belum didukung secara ilmiah .Secara tradisional daun segar mengkudu dipakai sebagai
obat untuk patah tulang, luka sayat atau luka potong yang dalam, luka bakar dan nyeri.

a. Definisi jerawat
Jerawat adalah reaksi dari penyumbatan pori-pori kulit disertai peradangan yang
bermuara pada saluran kelenjar minyak kulit. Sekresi minyak kulit menjadi tersumbat,
membesar dan akhirnya mengering menjadi jerawat Gangguan kulit yang berupa
peradangan dari folikel pilosebasea ini ditandai dengan adanya erupsi komedo, papul,
pustul, nodus dan kista pada tempat predileksinya (muka, leher, lengan atas, dada dan
punggung)
b. Klasifikasi jerawat
Berdasarkan jenisnya jerawat dapat dibedakan menjad i:
Acne punctata : Acne punctata merupakan blackhead comedo atau whitehead comedo
yang bisa menjadi cikal bakal tumbuhnya jerawat. Bila kuman masuk ke dalam
sumbatan pori-pori kulit, maka kedua komedo tersebut berganti rupa menjadi jerawat
dengan tingkatan yang lebih tinggi.
Acne papulosa : Acne papulosa merupakan jerawat dalam bentuk papul, yaitu
peradangan disekitar komedo yang berupa tonjolan kecil.

37
Acne pustulosa : Acne pustulosa merupakan jerawat dalam bentuk pustul, yaitu
jerawat papul dengan puncak berupa pus atau nanah. Biasanya usia pustul lebih pendek
dari pada papul.

D. Klasifikasi luka bakar

1.Berdasarkan penyebab

 Luka bakar karena api


 Luka bakar karena air panas
 Luka bakar karena bahan kimia
 Laka bakar karena listrik
 Luka bakar karena radiasi
 Luka bakar karena suhu rendah ( frost bite).

D. Klasifikasi luka bakar

2. Berdasarkan kedalaman luka bakar

a. Luka bakar derajat I

- Kerusakan terjadi pada lapisan epidermis - Kulit kering, hiperemi berupa eritema -
Tidak dijumpai bulae - Nyeri karena ujung-ujung saraf sensorik teriritasi -
Penyembuhan terjadi spontan dalam waktu 5- 10 hari

B.Etiologi

Disebabkan oleh perpindahan energi dari sumber panas ke tubuh melelui konduksi atau
radiasi elektromagnitik. Berdasarkan perjalanan penyakitnya luka bakar dibagi menjadi
3 fase, yaitu :

1. Fase akut Pada fase ini problema yang ada berkisar pada gangguan saluran napas
karena adanya cedera inhalasi dan gangguan sirkulasi. Pada fase ini terjadi gangguan
keseimbangan sirkulasi cairan dan elektrolit akibat cedera termis bersifat sistemik.

38
2. Fase sub akut Fase ini berlangsung setelah shock berakhir. Luka terbuka akibat
kerusakan jaringan (kulit dan jaringan dibawahnya) menimbulkan masalah inflamasi,
sepsis dan penguapan cairan tubuh disertai panas/energi. 3. Fase lanjut Fase ini
berlangsung setelah terjadi penutupan luka sampai terjadi maturasi. Masalah pada fase
ini adalah timbulnya penyulit dari luka bakar berupa parut hipertrofik, kontraktur, dan
deformitas lainnya.

3. Fase Lanjut

Fase ini berlangsung setelah terjadi penutup luka samai terjadi maturasi.
Masalah dan fase ini adalah timbulnya penyulit dari luka bakar berupa parut hipertrofik,
kontraktur, dan deformitas lainnya.

C. Patofisologi

• Luka bakar-> peningkatan permebilitas pembuluh darah -> air, klorida dan protein
tubuh akan keluar dari dalam sel -> Edema -> hipovolemia dan hemokonsentrasi.

1. Respon kardiovaskuiler Perpindahan cairan dari intravaskuler

ekstravaskuler melelui kebocoran kapiler mengakibatkan kehilangan Na, air dan protein
plasma serta edema jaringan yang diikuti dengan penurunan curah jantung
Hemokonsentrasi sel darah merah, penurunan perfusi pada organ mayor edema
menyeluruh.

2. Respon Renalis Menurunnya volume inravaskuler maka aliran ke ginjal dan GFR
menurun mengakibatkan keluaran urin menurun dan bisa berakibat gagal ginjal.

3. Respon Gastro Intestinal

Respon umum pada luka bakar > 20 % adalah penurunan aktivitas gastrointestina

kombinasi efek respon hipovolemik dan neurologik serta respon endokrin terhadap
adanya perlukan luas.

39
4. Respon Imonologi Terjadinya gangguan integritas kulit akan memungkinkan
mikroorganisme masuk kedalam luka.

a. Definisi jerawat

Jerawat adalah reaksi dari penyumbatan pori-pori kulit disertai peradangan yang
bermuara pada saluran kelenjar minyak kulit. Sekresi minyak kulit menjadi tersumbat,
membesar dan akhirnya mengering menjadi jerawat Gangguan kulit yang berupa
peradangan dari folikel pilosebasea ini ditandai dengan adanya erupsi komedo, papul,
pustul, nodus dan kista pada tempat predileksinya (muka, leher, lengan atas, dada dan
punggung)

b. Klasifikasi jerawat

Berdasarkan jenisnya jerawat dapat dibedakan menjad i:

Acne punctata : Acne punctata merupakan blackhead comedo atau whitehead comedo
yang bisa menjadi cikal bakal tumbuhnya jerawat. Bila kuman masuk ke dalam
sumbatan pori-pori kulit, maka kedua komedo tersebut berganti rupa menjadi jerawat
dengan tingkatan yang lebih tinggi.

Acne papulosa : Acne papulosa merupakan jerawat dalam bentuk papul, yaitu
peradangan disekitar komedo yang berupa tonjolan kecil.

Acne pustulosa : Acne pustulosa merupakan jerawat dalam bentuk pustul, yaitu
jerawat papul dengan puncak berupa pus atau nanah. Biasanya usia pustul lebih pendek
dari pada papul.

Epidemiologi jerawat

Gangguan kulit berupa jerawat sering dianggap sebagai gangguan kulit yang timbul
secara fisiologis, hal ini dikarenakan tidak ada seorang pun yang semasa hidupnya sama
sekali tidak pernah menderita gangguan kulit tersebut. Berdasarkan survei yang
dilakukan di kawasan Asia Tenggara, terdapat 40-80% kasus jerawat.

40
Di Indonesia, menurut catatan kelompok studi dermatologikosmetika Indonesia,
terdapat 60% penderita jerawat pada tahun 2006 dan 80%pada tahun 2007. Berdasarkan
kasus di tahun 2007, kebanyakan penderitanyaadalah remaja dan dewasa muda yang
berusia antara 11-30 tahun, sehingga beberapa tahun belakangan ini para ahli
dermatologi di Indonesia mempelajari patogenesis terjadinya penyakit tersebut
Meskipun demikian, jerawat dapat terjadi pada usia lebih tua ataupun lebih muda dari
usia tersebut

(Pada wanita jerawat dapat menetap sampai dekade umur 30-an tahun atau bahkan
lebih. Pada pria umumnya jerawat lebih cepat berkurang, tetapi gejala yang lebih berat
justru lebih sering terjadi pada pria. Diketahui pula bahwa ras Oriental (Jepang, Cina,
Korea) lebih jarang menderita jerawat dibandingkan dengan ras Kaukasia (Eropa,
Amerika) dan lebih sering terjadi nodul-kistik pada kulit putih daripada negro.

Etiologi jerawat

Faktor penyebab jerawat cukup banyak (multifaktorial), antara lain: Genetik. Jerawat
merupakan penyakit genetik akibat adanya peningkatan kepekaan unit pilosebasea
terhadap kadar androgen yang normal. Faktor genetik ini berperan dalam menentukan
bentuk, gambaran klinis, penyebaran lesi dan durasi penyakit. Pada lebih dari 80%
penderita mempunyai minimal seorang saudara kandung yang menderita jerawat dan
pada lebih dari 60% penderita mempunyai minimal salah satu orangtua dengan jerawat
juga. Apabila kedua orangtua pernah menderita jerawat berat, anak-anak mereka akan
memiliki kecenderungan serupa Hormonal, diantaranya:

1. Hormon Androgen

Hormon ini memegang peranan yang penting karena kelenjar palit sangat sensitif
terhadap hormon ini. Hormon androgen berasal dari testis dan kelenjar anak ginjal
(adrenal). Hormon ini menyebabkan kelenjar palit bertambah besar dan produksi sebum
meningkat.

41
2. Hormon Estrogen

Pada keadaan fisiologi, estrogen tidak berpengaruh terhadap produksi sebum. Estrogen
dapat menurunkan kadar gonadotropin yang berasal dari kelenjar hipofisis.

3. Hormon Progesteron

Progesteron dalam jumlah fisiologis tidak mempunyai efek pada efektifitas terhadap
kelenjar lemak. Produksi sebum tetap selama siklus menstruasi, akan tetapi kadang-
kadang progesteron dapat menyebabkan jerawat premenstrual Makanan. Jenis makanan
yang sering dihubungkan dengan timbulnya jerawat adalah makanan yang tinggi lemak
(kacang, daging, susu dan es krim), tinggi

karbohidrat, beryodida tinggi (makanan asal laut) dan makanan yang pedas. Jenis
makanan diatas diyakini dapat merubah komposisi sebum dan menaikkan produksi
kelenjar sebasea Psikis. Stress emosi pada sebagian penderita dapat menyebabkan
kambuhnya jerawat, hal ini terjadi melalui mekanisme peningkatan produksi hormon
androgen dalam tubuh. Musim/Iklim. Suhu yang tinggi, kelembaban udara yang lebih
besar, serta sinar ultraviolet yang lebih banyak menyebabkan jerawat lebih sering timbul
pada musim panas dibandingkan dengan musim dingin. Faktor ini berhubungan dengan
laju ekskresi sebum. Kenaikan suhu udara 1ºC pada kulit mengakibatkan kenaikan laju
ekskresi sebum sebanyak 10%. Infeksi bakteri. Bakteri yang terlibat dalam proses
terbentuknya jerawat adalah Corynebacterium acnes, Staphylococcus epidermidis dan
Propionibacterium acnes. Peran bakteri ini adalah membentuk enzim lipase yang dapat
memecah trigliserida menjadi asam lemak bebas yang bersifat komedogenik Kosmetika.
Menggunakan alas bedak, blush on dan bedak padat bisa memicu munculnya jerawat,
hal ini dikarenakan partikel kosmetik tersebut bisa menyumbat pori-pori atau bersifat
comedogenic.

2.2 Masker tepung beras organik dan kayu manis

42
Masalah pada kulit dapat ditimbulkan oleh bakteri, jamur atau virus yang dapat
menyebabkan terjadinya infeksi kulit5. Dari lima jenis kulit wajah, masalah kulit paling
sering terjadi pada kulit wajah berminyak yang disebabkan oleh bakteri.

Aktivitas bakteri pada kulit mengakibatkan terjadinya infeksi, sehingga kulit


mengalami peradangan. Peradangan pada kulit berjerawat terjadi untuk melawan zat
asing berupa bakteri atau senyawa lainnya. Berdasarkan penyebab timbulnya masalah-
masalah pada kulit, jerawat merupakan masalah kulit wajah yang mudah muncul
sehingga perlu dilakukan perawatan untuk menyembuhkan jerawat.

Tepung beras dapat digunakan sebagai bahan dasar masker kulit wajah, karena
mengandung amilosa, amilopektin, hydralized amylum/dekstrin, gamma oryzanol dan
asam kojik yang dapat mencerahkan kulit sebagai hasil dari fermentasi amylum selama
perendaman.

Salah satu herbal yang diteliti memiliki aktivitas antibakteri adalah kayu manis
Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh para ahli, disebutkan bahwa herbal oil kayu
manis maupun ekstrak etanol (50%) kayu manis cinnamomum zeylanicum memiliki
aktivitas antibakteri terhadap 10 jenis bakteri. Penelitian lainnya menyebutkan bahwa
(E)- cinnamaldehyde (minyak atsiri) dan proanthocyanidins (folipenol) merupakan
kandungan yang terdapat dalam herbal oil kulit batang kayu manis cinnamomum
burmanii blume yang memberikan efek antibakteri, sedangkan herbal oil daun kayu
manis cinnamomum osmophloem mengandung cinnamaldehyde yang memiliki
aktivitas antibakteri. Kulit batang dan daun cinnamomum burmannii mengandung
minyak atsiri, saponin dan flavonoida. Disamping itu kulit batang juga mengandung
tannin, daunnya juga mengandung alkaloida dan polifenol.

2.3 Sabun Cair Lidah buaya

43
Secara umum, lidah buaya merupakan satu dari 10 jenis tanaman terlaris di
dunia yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai tanaman obat dan bahan
baku industri. Berdasarkan hasil penelitian, tanaman ini kaya akan kandungan zat-zat
seperti enzim, asam amino, mineral, vitamin, polisakarida dan komponen lain yang
sangat bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, menurut Wahyono E dan Kusnandar
(2002), lidah buaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan
membantu proses regenerasi sel. Di samping menurunkan kadar gula dalam darah bagi
penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap
serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung penyakit
kanker, penderita HIV/AIDS.

Salah satu zat yang terkandung dalam lidah buaya adalah aloe emodin, sebuah
senyawa organik dari golongan antrokuinon yang mengaktivasi jenjang sinyal insulin
seperti pencerap insulin-beta dan -substrat1, fosfatidil inositol-3 kinase dan
meningkatkan laju sintesis glikogen dengan menghambat glikogen sintase kinase 3beta,
sehingga sangat berguna untuk mengurangi rasio gula darah. Di negara-negara Amerika,
Australia, dan Eropa, saat ini lidah buaya juga telah dimanfaatkan sebagai bahan baku
industri makanan dan minuman kesehatan. Aloe vera / lidah buaya mengandung semua
jenis vitamin kecuali vitamin D, mineral yang diperlukan untuk fungsi enzim, saponin
yang berfungsi sebagai anti mikroba dan 20 dari 22 jenis asam amino. Dalam
penggunaannya untuk perawatan kulit, Aloe vera dapat menghilangkan jerawat,
melembabkan kulit, detoksifikasi kulit, penghapusan bekas luka dan tanda, mengurangi
peradangan serta perbaikan dan peremajaan kulit. Dengan beragam manfaat yang
terkandung dalam lidah buaya, pemanfaatannya kurang optimal oleh masyarakat yang
hanya memanfaatkannya sebagai penyubur rambut.

Dengan memanfaatkan lidah buaya sebagai bahan pembuatan sabun, tidak hanya
mampu membunuh bakteri, tetapi juga dapat melembutkan kulit. Hal ini disebabkan
karena adanya lignin yang berguna untuk menjaga kelembaban kulit serta menahan air

44
di dalam kulit, sehingga tidak terjadi penguapan yang berlebihan. Struktur daun lidah
buaya terdiri dari 3 bagian:

a. Kulit daun

Kulit daun adalah bagian terluar dari struktur daun lidah buaya yang berwarna
hijau.

b. Eksudat

Eksudat adalah getah yang keluar dari daun saat dilakukan pemotongan. Eksudat
berbentuk cair, berwarna kuning dan rasanya pahit. Zat-zat yang terkandung di dalam
eksudat adalah: 8- dihidroxianthraquinone (Aloe Emoedin) dan glikosida (Aloins), biasa
digunakan untuk pencahar.

c. Gel

Gel adalah bagian yang berlendir yang diperoleh dengan cara menyayat bagian
dalam daun setelah eksudat dikeluarkan. Ada beberapa zat terkandung di dalam gel
yaitu karbohidrat (glucomannan, accemannan), enzim, senyawa anorganik, protein,
sakarida, vitamin, dan saponin. Lidah buaya sebagian besar mengandung air sekitar
99,51% per 100 gramnya, sisanya mengandung bahan aktif (active ingredients) seperti:
minyak esensial, asam amino, mineral, vitamin, enzim, dan glikoprotein. Taksonomi
dari lidah buaya adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta

Kelas : Monocotyledoneae

Ordo : Liliflorae

Famili : Liliceae

Genus : Aloe

Spesies : Aloe vera

45
Senyawa Aktif Lidah Buaya

Dalam lidah buaya terdapat komponen aktif yaitu saponin yang mempunyai
kemampuan untuk membunuh mikroorganisme. Saponin larut dalam air dan etanol,
tetapi tidak larut dalam eter. Saponin dalam lidah buaya akan menghasilkan busa
apabila bercampur dengan air.

Zat ini berfungsi sebagai antiseptik. Saponin berfungsi sebagai pembersih dan memiliki
sifat-sifat antiseptik. Saponin memiliki karakteristik berupa buih. Sehingga ketika
direaksikan dengan air dan dikocok, maka akan terbentuk buih yang dapat bertahan
lama.

Minyak Kelapa

Minyak kelapa merupakan minyak yang diperoleh dari kopra (daging buah
kelapa yang dikeringkan) atau dari perasan santannya. Kandungan minyak pada daging
buah kelapa tua diperkirakan mencapai 30-35%, atau kandungan minyak dalam kopra
berkisar 63- 72%. Minyak kelapa sebagaimana minyak nabati lainnya merupakan
senyawa trigliserida yang tersusun atas berbagai asam lemak dan 90% di antaranya
merupakan asam lemak jenuh. Sabun yang dibuat dari minyak kelapa akan memiliki
struktur yang keras. Minyak kelapa memiliki daya pembersih yang bagus, namun jika
dalam sabun digunakan minyak kelapa yang terlalu banyak akan mengakibatkan kulit
menjadi kering.

BAB III

46
METODE DAN PEMBUATAN

3.1 Parem daun mengkudu

a. Bahan:

Bahan tambahan untuk pembuatan parem mengkudu diantaranya :

1. Daun mengkudu yang sudah tua ukurannya besar dan berwarna hijau pekat.

2. Beras putih

3. Jahe

4. Kencur

5. Air

b. Alat

1. Blender

2. Baskom / wadah

3.Sendok

4. Mortir, stamper / alu kayu

c. Pembuatan

1. Haluskan daun mengkudu dengan blender

2. Rendaman semalam tepung beras yang kemudian dihaluskan

3. Kupas jahe dan kencur kemudian cuci bersih.

4. Haluskan kencur, kemudian haluskan jahe secara terpisah, timbang masing seberat 5
gram,

5. Tepung beras yang sudah halus ditimbang seberat 250 g, timbang secara berkala,
kemudian sisihkan.

47
6. Daun mengkudu yang sudah halus ditimbang seberat 125 g, masukkah mortir
tambahkan tepung beras sedikit demi sedikit sambil diaduk, dilanjutkan dengan
penambahan jahe dan kencur yang sudah halus, tambahkan air kurang lebih 50 ml
perlahan lahan hingga campuran mudah dibentuk

7. Dari campuran no 6, buat campuran menjadi kepingan bulat pipih.

8. Keringkan selama kurang lebih 1 hari.

9. Setelah kering bungkus parem

3.2 Serbuk masker tepung beras dan serbuk kayu manis

a. Bahan

1. Beras

2. Kulit kayu manis

b. Alat

1. Wadah

2. pengaduk

3. Oven

4. Blender / penghalus lain

5. Pengayak

c. Pembuatan

1. Cuci bersih beras

2. Bersihkan kulit kayu manis dengan kain

3. Haluskan Beras dengan blender, ayak tepung beras, sisihkan

4. Kemudian haluskan kulit kayu manis, setelah itu ayak hingga halus , sisihkan

48
5. Timbang tepung beras seberat 10 gram

6. Timbang serbuk kayu manis 250 mg

7. Campurkan kedua serbuk tersebut aduk hingga rata.

8. Bungkus serbuk dengan plastik klip

9. *jika dilab telah tersedia sebuk kayu manis, lewati prosedur nomor 2 dan 4

3.3 Pembuatan Sabun cair lidah buaya

a. Bahan

1. Lidah buaya

2. Minyak kelapa

3. NaOH

b. Alat

1. Corong buchner

2. Gelas ukur

3. beker glass

4. Batang pengaduk

5.Pisau

6. Telanen

7. panci

8. Baskom

9. magnetic stirrer

49
C. Pembuatan

Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu

a) pengambilan gel lidah buaya,

1. Mula-mula kulit lidah buaya disayat, kemudian diambil daging dan gelnya untuk
dihancurkan dengan menggunakan blender.

2. Gel lidah buaya disterilisasi dengan cara pemanasan sampai suhu 45 C, lalu
didinginkan dan ditambahkan asam sitrat untuk stabilisasi gel lidah buaya.

b) pembuatan sabun.

1. NaOH dengan jumlah 8 gram kemudian dilarutkan dalam 20 mL likuid yang terdiri
dari akuades dan lidah buaya kemudian dipanaskan hingga 50 C

2. Setelah itu, 30 mL minyak yang telah dimurnikan dipanaskan hingga suhu 50 C.


Larutan NaOH selanjutnya ditambahkan ke dalam minyak dan diaduk hingga proses
saponifikasi berlangsung. Proses saponifikasi dijaga pada suhu 50 C, hingga larutan
mengental. Tambahkan sari lidah buaya 20 ml. Proses saponifikasi berjalan pada suhu
50°C karena lidah buaya tidak tahan terhadap pemanasan di atas suhu 50°C.

3. Setelah larutan mengental angkat dari pemanas diaduk dengan menggunakan


magnetic stirrer atau bisa juga menggunakan batang pengaduk dengan cara pengadukan
konstan dan kemudian didiamkan, hingga terbentuk dua lapisan. Lapisan atas
merupakan sabun dan lapisan bawah merupakan larutan NaCl dengan NaOH dan
gliserol yang terlarut di dalamnya.

4. Kemudian sabun dipisahkan dengan menggunakan corong Buchner.

5. Sabun dimasukkan dalam botol.

Catatan : jika tidak terdapat corong bucner gunakan corong biasa

50
BAB IV

HASIL ATAU EVALUASI

51
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

52
DAFTAR PUSTAKA

Rudi, Farah Sulistyaningtyas, Dewi Ratnasari.Pembuatan sediaan masker tepung beras


organik dan kayu manis (Cinnamomum burmanniiNees ex Bl) untuk mengobati kulit
pada wajah berjerawat.2017

Gusviputri Arwinda; Njoo Meliana P.Dkk. Pembuatan sabun dengan lidah buaya (aloe
vera) sebagai antiseptik alami .2013

Ayi Noer Afni Latifa,dkk Pembuatan sediaan parem dari daun mengkudu (morinda
citrifolia) dengan campuran beras, kencur, jahe untuk luka bakar.2017

Diakses pada selasa tangga 19-03-2019 pada jam 11.30

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/66640/Chapter%20II.pdf?seque
nce=4&isAllowed=y

Diakses pada selasa tangga 19-03-2019 pada jam 11.30

http://eprints.polsri.ac.id/843/4/BAB%20II%20laporan%20akhir%20muti.pdf

Dari sumarno.adi.2016. Diakses pada selasa tangga 19-03-2019 pada jam 11.30

https://www.academia.edu/8157342/LUKA_BAKAR

53
BAB 1

PENDAHULUAN

Paparan sinar matahari yang mengeluarkan radiasi ultraviolet (UV) dapat memicu
kemunculan keriput pada wajah. Keriput muncul karena adanya penurunan produksi
kolagen dan akumulasi elastin abnormal. Kolagen merupakan senyawa protein rantai
panjang yang tersusun atas asam amino yaitu alanin, arginin, lisin glisin, prolin, dan
hidroprolin (Medica, 2011). Kolagen berperan untuk mempertahankan struktur kulit.
Elastin berperan dalam elastisitas kulit dalam tubuh sehingga kulit memiliki
kemampuan untuk merengang dan mengendur (Weiss, 2011). Kulit kering (dry skin)
didefinisikan untuk menggambarkan hilangnya atau berkurangnya kadar kelembaban di
stratum corneum (SC). Pada proses penuaan terjadi kekeringan akibat kemampuan SC
mengikat air berkurang, sehingga kulit tampak mengkilat, berkerut dan keras (Partogi,
2008).

Kosmetik adalah bahan atau campuran bahan yang digunakan pada permukaan kulit
manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik dan
mengubah rupa dan tidak termasuk golongan obat. Salah satu contoh kosmetik adalah
masker wajah (Sriwidodo, 1986). Pemakaian masker wajah bermanfaat untuk
melembutkan kulit, membuka pori-pori yang tersumbat, dan membersihkan sisa
kosmetik yang tidak bisa dihilangkan menggunakan pembersih biasa (Dechacare, 2011).
Selain itu, pemakaian masker wajah yang teratur juga dapat membantu mencegah
penuaan dini dan mengurangi munculnya keriput dan garis-garis halus (Aloette, 2011).

Keunggulan pada masker wajah alami yang diformulasikan ini adalah terdiri dari
perpaduan bengkoang, minyak jintan hitam, cokelat, dan madu, sedangkan keunikannya
adalah masker alami ini berbentuk pasta sehingga dalam pemakaiannya efisien dan
tidak membutuhkan tambahan apapun sehingga bisa langsung dipakai. Penelitian 25 ini
bertujuan untuk mengangkat manfaat bahan alami sebagai bahan dasar masker wajah
yang aman untuk jenis kulit kering. Pentingnya penggunaan masker alami inilah yang

54
melatarbelakangi pembuatan formulasi masker alami berbahan dasar bengkoang dan
jintan hitam untuk mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya yang dapat merusak
kulit wajah

Tujuan penelitian

bertujuan untuk mengangkat manfaat bahan alami sebagai bahan dasar masker wajah
yang aman untuk jenis kulit kering

55
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. BENGKOANG

 1.Klarifikasi
Divisi ;magnoliophyta
Kingdom ;plamtae
Kelas ; magnoliopsida
Ordo ; febeles
Family ; fabeceae
Genus ; pacyhyrizus

2 morfologi bengkoang

Akar tanaman termasuk perakan serabut tungggal dan berumbi, berwarna


keputihan hingga kecoklatan, dengan kedalaman mencapai 10-20 cm bahkan lebih.
Perakaran ini bermanfaat untuk menyimpan cadangan makanan dan membantu
menyerap unsur air dari dalam tanah.Batang tanaman bengkoang pendek sekitar 1-2 m ,
batang menjalar, dan membelit, memiliki ruas – ruas halus, dan mengarah kebawah.
Batang tanaman ini pada umumnya berwarna kehijauan hingga kecoklatan, dan
memiliki tunas baru disekitarnya. Daun tanaman ini majemuk yang menyirip dengan
anakan 3 daun, bertangkai mencapai 8-16 cm, anakan daun berbentuk bulat melebar,
pangkal daun runcing dan bergerigi besar serta berambut kedua sisi membelah dari
sisinya, anak daun pangkal ujung membesar dan juga membelah hampir menyerupai
ketupat.Bunga tanaman ini tersusun dalam tandan yang tumbuh pada ketiak daun, bunga
ini memiliki panjang 60 cm, berambut coklat, dan berbentuk hampir menyerupai
lonceng. Selain itu, bunga memiliki mahkota berwarna kebiruan hingga keungguan,
gundul, dengan panjang 2 – 3 cm, tangkai sari pipih, dan pangkal bagian ujung
menggulung.Biji tanaman termasuk polong, berbentuk garis, pipih, dengan panjang 8-

56
13 cm, berambut, berbeiji 4-9 butir dan biji ini berwarna kecoklatan disertai dengan
serat halus

3 manfaat bengkoang

Mengatasi masalah pencernaan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, salah


satu kandungan pada bengkoang yaitu mengandung:

1. serat makanan.
2. Meningkatkan sistem imun tubuh.
3. Baik untuk kesehatan tulang.
4. Baik untuk diet diabetes.
5. Baik untuk kesehatan otak.
6. Dapat mencerahkan kulit.

A . Jintem hitam

 Kingdom : plante
 Divisi : magnoliophyta
 Kelas : magnoliopsida
 Ordo : ronunculales
 Family : ronunculaceae
 Genus ; nigella

B. morfologi tumbuhan

jintan hitam (N. sattiva) merupakan tanaman perdu, tumbuh dengan ketinggian
mencapai 35-50 cm, memiliki bunga berwarna biru pucat atau putih dengan jumlah
mahkota 5-10, buahnya keras dan besar, dalam buah tersebut berisi banyak biji. Biji
berwarna hitam pekat, tekstur keras dengan bentuk limas ganda yang meruncing pada
bagian ujung. Daun berbentuk bulat telur berujung lancip. Permukaan daun dipenuhi
bulu-bulu halus. Tanaman jintan hitam memiliki daun tunggal dan bisa juga majemuk
dengan posisi berhadapan dan tersebar

57
C. manfaat jinten hitam

1 Tanaman jintan hitam digunakan untuk menghangatkan badan


2 Tanaman jintan hitam berguna untuk pewangi (korigens).
3 Tanaman jintan hitam untuk mengobati sakit perut
4 Tanaman jintan hitam bekhasiat untuk menyembuhkan radang selaput lender
5 Tanaman jintan hitam bermanfaat sebagai obat keracunan.
6 Tanaman jintan hitam untuk menyembuhkan penyakit asam, bronkitis dan
penyakit pernapasan lainnya

58
BAB III

METODE PENELITIAN

Alat dan bahan

 Mortar
 Stemper
 Beker glas
 Oven
 Loyang
 Blender
 Piring
 Spatula
 Pot krim

CARA KERJA

1. Siapkan mortar dan stemper


2. Masukam 10 gram serbuk bengkoang ke dalam mortir
3. Masukan 10 gram coklat bubuk ke dalam mortir adukl sampai homogen
4. Tambahkan minyak jinten hitam 2 sendok makan aduk seampai homogen
5. Tambahkan madu 2 sendok makan aduk sampai homogen
6. Masukan dalam wadah

Bengkoang (Pachyrhizus erosus)

Umbi bengkoang diblender selama 1 menit sampai halus, kemudian diperas airnya
di atas saringan hingga dipastikan kadar air dalam umbi bengkoang habis. Dibuang
ampas dari umbi bengkoang yang tidak diperlukan, selanjutnya air hasil perasan dari
umbi bengkoang diendapkan dalam beaker glass 1000 ml dan 2000 ml semalaman

59
(overnight) pada suhu ruang. Supernatan dibuang setelah dipastikan sari bengkoang
mengendap dibagian bawah beaker glass. Sari bengkoang di tuang dalam loyang dan di
oven pada suhu 45ºC sampai kering selama 120 jam (5 hari). Setelah kering, sari
bengkoang dikeringanginkan pada suhu ruang selama 15 menit, kemudian di blender
selama 1 menit sampai halus dan di ayak sehingga di hasilkan sari umbi bengkoang
dalam bentuk serbuk halus.

Minyak Jintan Hitam, Cokelat Bubuk,dan Madu

Minyak jintan hitam (An-Naafi), cokelat bubuk (Van Houten), dan madu (nektar
bunga randu) yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari pemasok.

60
HASIL DAN PEMBAHASAN

61
PENUTUP KESIMPULAN

62
DAFTAR PUSTAKA

1. Achyar, L. Yul. 1986. Dasar-dasarkosmetologi kedokteran. Dalam Sriwidodo(ed).


Cermin Dunia Kedokteran. (Halaman 3-9). Jakarta: Pusat penelitian dan pengembangan
PT. Kalbe Farma.

2. Adsense. 2011. Rahasia Resep Cantik Ala Indonesia.


http://www.smartnewz.info.html. Diakses tangggal 3 November 2011.

3. Agnes. 2011. Efek Diet Terhadap Kulit. http://www.danes.co.id/artikel3b.ht ml.


Diakses tanggal 5 November 2011.

4. Aloette. 2011. Face Mask :Meminimalkan pori-pori, mencegahpenuaan dini.


http://www.aloette.com/Face_Mask _Benefits Diakses tanggal 9 Juni 2011

5. Bentley, Vicci. 2006. Siasat jitu awet muda. Jakarta: esensi. Halaman 25.

6. Dechacare. 2011. Masker WajAH


AlamidanFungsinya.http://www.dechacare.com/MaskerWajah-Alami-dari-Buah-
I203.html. Diakses tanggal 27 Mei 2011

7. Fountain. 2011. Cokelat nikmat bermanfaat. http://fountainchocolate.com . Diakses


tanggal 29 Mei 2011.

8. Harahap, Marwali. 2000. Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta: Hipokrates. Halaman 3.

9. Ianddcreative. 2010. Tip & Trik 02: Shading & Countouring. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama. Halaman 16-17.

10. Kusantati, H., Prihatin, P.T., & Wiana, Winwin. 2008. Tata Kecantikan Kulit Jilid I.
Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Halaman 59-67 dan 111-
117.

11. Moser, Katrin., Kriwet, Katrin., Naik, Aarti., Kalia, Yogeshvar N., & Guy, Richard
H. 2001. Passive skin penetration enhancement and its quantification in vitro. European
Journal of Pharmaceutics and Biopharmaceutics. 52(2): 103-112.

63
http://www.sciencedirect.com/scienc e/article/pii/S0939641101001667. diakses tanggal
25 April 2012.

12. Partogi, Donna. 2008. Kulit kering. http://repository.usu.ac.id/bitstream. pdf.txt.


Diakses tanggal 19 Oktober 2011.

64
BAB I
PENDAHULUAN

Minyak angin Aromatherapy Jahe Gondopuro “JaGo” “Ben Fresh” merupakan


minyak kebutuhan setiap orang karena minyak aromatherapy ini mampu memberikan
sensasi dan penghayatan setiap penggunaanya. Minyak ini memiliki berbagai macam
manfaat seperti meredakan mual, sakit kepala, perut kembung, sebagai minyak urut,
encok, pegal linu dan dapat dibawa kemana-mana seperti perjalanan jauh. Oleh karena
itu, kami sebagai mahasiswa pertanian mencoba untuk melihat pasar, dengan ini kami
sebagai mahasiswa mencoba menggunakan bahan dari alam seperti jahe untuk membuat
dan beriinovasi dalam bentuk produk jadi, dengan perpaduan ini hasil dari percobaan
bahwa minyak atsiri jahe dan gondopura mampu memberikan kehangatan pada tubuh
jika menggunakan minyak ini, efek yang ditimbulkan jika menggunakannya yaitu
pusing hilang, sakit kepala minggat, perut kembung bablas, perjalan jadi mudah dan
tentunya memberi kesan kesegaran disetiap hari-hari kita

. Dalam era globalisasi sangat sulit untuk mencari kerja karena semakin meningkatnya
lulusan-lulusan yang bersaing untuk mendapatkan lapangan pekerjaan, oleh karena itu
tujuan usaha minyak angin aromatherapy ini adalah untuk menciptakan peluang usaha
bagi mahasiswa, ibu rumah tangga dan siapapun yang ingin menjalankannya. Dengan
proses pembuatan yang sangat mudah dan cepat membuat usaha ini tidak banyak
menyita waktu. Minyak aromatherapy JaGo Ben Fresh ini memiliki berbagai variasi
aroma antara lain citrus, lavender, melati.

Tujuan adanya variasi ini untuk meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap


minyak angin JaGo Ben Fresh. Sehingga dengan variasi aroma menjadi trobosan baru
untuk meningkatkan pangsa pasar produk ini. Pelaksanaan kegiatan usaha ini dilakukan
di rumah ataupun dikos untuk proses pembuatanya, dan untuk pemasaranya sangat
mudah tinggal kita titipkan di apotek-apotek sepanjang jalan, menawarkan secara
langsung dengan terjun kelapangan, car free day dengan membuka lapak, menawarkan
kepada pengguna jalan, menawarkan kepada tukang pijat, spa dan lain-lain.

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan adanya variasi ini untuk meningkatkan ketertarikan konsumen terhadap minyak
angin JaGo Ben Fresh. Sehingga dengan variasi aroma menjadi trobosan baru untuk
meningkatkan pangsa pasar produk inI

65
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. GANDOPURO
 Kingdom : plantae
 Divisi : Magnoliophyta
 Kelas : magnoliopsida
 Ordo : lamiales
 Familli ; acanthaceae
 Genus : justicia

B. MORFOLOGI TANAMAN
Tanaman gandarusa atau dengan nama latin Justicia gendarussa Burm. f.
termasuk familia Acanthaceae merupakan tumbuhan semak, yang pada umumnya
ditanam sebagai pasar hidup atau tumbuh liar di hutan, tanggul sungai atau dipelihara
sebagai tanaman obat yang bersifat herbal, dan tumbuh pada ketinggian 1 – 500 m di
atas permukaan laut. Tumbuh tegak, tinggi dapat mencapai 2 m, percabangan banyak,
dimulai dari dekat pangkal batang. Cabang-cabang yang masih muda berwarna ungu
gelap, dan bila sudah tua warnanya menjadi coklat mengkilat. Daun letak berhadapan,
berupa daun tunggal yang bentuknya lanset dengan panjang 5-20 cm, lebar 1 – 3,5 cm,
tepi rata, ujung daun meruncing, pangkal berbentuk biji bertangkai pendek antara 5 –
7,5 mm, warna daun hijau gelap.Bunga kecil berwama putih atau dadu yang tersusun
dalam rangkaian berupa malai/bulir yang menguncup, berambut menyebar dan keluar
dari ketiak daun atau ujung tangkai. Buahnya berbentuk bulat panjang. Selain yang
berbatang hitam (lebih populer) ada juga yang berbatang hijau.

MANFAT GANDARUSA

66
Tanaman ganda Rusa sebagai tanaman herbal yang dapat menyembuhkan
berbagai penyakit seperti Luka terpukul (memar), Tulang patah, Reumatik, Bisul;
Borok, Koreng;Sakit kepala dan Rematik. Kulit pohon dipakai untuk merangsang
muntah, daun dapat digunakan untuk membunuh serangga. Pada umumnya daun
tanaman gandarusa dapat digunakan sebagai bahan kosmetik dalam perawantan wajah.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan gandarusa dapat digunakan
sebagai biopestisida dalam Mengendalikan hama ulatgrayak dengan mortalitas larva
antara 75 -85 %

JAHE
 Kingdom : plante
 Ordo : zingiberales
 Family : zingiberaceae
 Genus : zingiber
 Spesies : zingiber officianale
Morfologi tanaman
jahe merupakan tumbuhan herba menahun yang tumbuh liar di ladang-ladang
berkadar tanah lembab dan memperoleh banyak sinar matahari. Batangnya tegak,
berakar serabut, dan berumbi dengan rimpang mendatar (Lukito, 2007).

Akar
Akar merupakan bagian terpenting dari tanaman jahe. Pada bagian ini tumbuh
tunas-tunas baru yang kelak akan menjadi tanaman. Akar tunggal (rimpang) itu
tertanam kuat didalam tanah dan makin membesar dengan pertambahan usia serta
membentuk rhizoma – rhizoma baru (Rukmana, 2000).

Batang
Jahe tumbuh merumpun, berupa tanaman terna tahunan berbatang semu. Tanaman
tumbuh tegak setinggi 30 – 75 cm. Seluruh batang semunya terbentuk dari seludang
daun yang memanjang, tertutup, dan melingkar. Bagian luar batang agak licin, agak

67
mengkilap, di berwarna hijau tua. Batangnya basah karena banyak mengandung air
sehingga digolongkan kedalam herba (Lukito, 2007).
Daun
Helaian daunnya bertangkai pendek sepanjang 0.75-1 cm. Bentuk helaian daun
lanset dengan ujung lancip. Panjang daun 15-23 cm dan lebar 0.8-2.5 cm. Tangkainya
berbulu atau gundul. Ketika daun mengering dan mati, pangkal tangkainya (rimpang)
tetap hidup dalam tanah. Rimpang tersebut kelak akan bertunas dan tumbuh menjadi
tanaman baru setelahterkenahujan(Santoso,1994).

Bunga
Bunga jahe berupa malai yang tersembul di permukaan tanah, berbentuk tongkat
atau bulat telur yang sempit. Aroma bunga sangat tajam, panjang malai bunga 3.5-5 cm
dan lebar 1.5-1.75 cm. Gagang bunga hampir tidak berbulu, panjang 25 cm. Sisik
digagang sebanyak 5-7 buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau rapat, hampir
tidak berbulu, dan panjangnya 3-5 cm. Daun pelindung bunga berbentuk bulat telur
terbalik, bundar pada ujungnya, tidak berbulu, berwarna hijau cerah, panjang 2.5 cm,
dan lebar 1-1.75 cm. Mahkota bunga berbentuk tabung sepanjang 2-2.5 cm. Helaian
mahkota bunga agak sempit, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan dengan
panjang 1.5-2.5 mm dan lebar 3-3.5 mm. Sementara bibit bunga berwarna ungu, gelap,
berbintik-bintik putih kekuningan, panjang 12-15 mm. Kepala sari berwarna ungu,
panjang 9 mm, dan tangkai putiknya ada dua

Rimpang
Rimpang jahe membentuk umbi, besar kecilnya umbi bergantung pada varietas
tanamannya. Rimpang agak pipih ke pinggir membentuk cabang (ranting) ke segala
arah yang saling tumpang tindih. Cabang rimpang yang berada di atas dapat tumbuh
membentuk batang baru, sedangkan yang berada di bagian bawah merupakan perakaran
baru Rimpang jahe berbuku – buku, gemuk, agak pipih, membentuk akar lateral (akar
serabut). Rimpang tersebut tertanam kuat dalam tanah dan semakin membesar sesuai
dengan bertambahnya usia dengan membentuk rimpang-rimpang baru. Kulit luar
rimpang mudah dikelupas. Rimpang berkulit agak tebal, membungkus daging rimpang
(jaringan parenchyma). Didalam sel-sel rimpang tersimpan minyak atsiri yang aromatis
dan oleoresin khas jahe (Harmono dan Andoko, 2005).

68
MANFAAT JAHE
 Meredakan sakit kepala
 Mengatasi vertigo
 Meredakan perut mual
 Mengurangi rasa nyeri menstruasi
 Meredakan batuk
 Membantu melancrkan pencerna an
 Melancarkan sirkulasi darah dll

69
BAB III
METODE PENELITIAN

Komposisi bahan baku penyajian


 Minyak jahe 500 ml
 Minyak gandarusa 1000 ml
 Mentol 50 gram
 Camfer crtistal 25 gram
 Aroma melati citrus lavender 60 ml
ALAT DAN BAHAN
Pembuatan citri
 Jeruk segar secukupnya
 Minyak zaitun
 Mangkuk \ gelas kaca
 Wadah kaca berwarna gelap
Cara pembuatan
 Parut jeruk dengan hati hati jangan sampai terkena bagian putihnyaparut hingga
mendapatkan beberapa sendok makan kulit jeruk
 Dalam mangkuk gelas kaca masukan bebarapa sendok makan jeruk
 Seabaiknya menggunakan jeruk powder yang terbuat dari kulit jeruk .FYI kulit
jeruk kering mengandung banyak minyak sehingga dapat berkerja secara efektif
 Tambahkan minyak zaitun secukpnya hingga seluruh kulit atau bubuk lemon
tenggelam dala minyak
 Tutup mangkuk atau jer dan jauhkan dari sinar matahri langsung selama
setidaknya dua minggu saring minyak buang residunya pindahkan ke botol kaca
berwarna gelap
 Minyak jeruk buatan rumah sudah siap
ALAT DAN BAHAN

70
Minyak jahe
 Rimpang jahe. Pilihlah yang memiliki kualitas unggul. Agar produksi lebih
banyak, gunakan rimpang jahe merah sebab mengandung minyak atsiri yang lebih
banyak dibandingkan jenis lainnya.
 Kertas saring dengan lapisan magnesium karbonat.
Sementara itu, peralatan yang digunakan adalah :
 Alat suling pengukus. Alat ini terdiri atas ketel suling, penampung hasil dan
pengembun uap atau biasa disebut kondesor.
 Botol berwarna gelap atau jerigen berkualitas tinggi.
Cara kerja:
1. Bilas satu cangkir jahe segar cincang (termasuk kulit) dan biarkan kering selama
beberapajam.
Tuangkan satu cangkir ½ 1 dari minyak zaitun dalam mangkuk oven-aman.
2. Rusak jahe cincang menggunakan parutan, keju bersih kering dan transfer ke
mangkuk. Aduk minyak zaitun dan jahe diparut.
3. Tempatkan adonan ke dalam oven dan biarkan mendidih di bawah panas rendah
(150 derajat Fahrenheit) selama sekitar dua jam.
4. Tutup mangkuk dengan kain keju tidak dikelantang. Tempatkan sebuah band
karet di sekitar mangkuk untuk memegang kain keju di tempat.
5. Tuangkan minyak jahe ke dalam mangkuk. Lepaskan karet gelang, kain tipis
memutar dan memeras sisa minyak dengan tangan kering bersih.
6. Transfer minyak jahe ke dalam botol atau botol. Gunakan corong untuk
mencegah tumpahan berantakan.
7. Label botol dengan tanggal yang tepat ketika Anda membuat campuran minyak
jahe penting. Kehidupan rak normal minyak esensial adalah sekitar enam bulan
Setelah waktu ini, bahan mulai membusuk. Simpan minyak jahe penting dalam
tempat yang sejuk dan gela
3. Proses Produksi
Penyajian minyak sebelum sampai ketangan konsumen dengan asumsi :

71
a. Menthol Kristal dan Camfer Kristal dimasukkan ke dalam gelas, kemudian
dihancurkan sampai mencair (alat yang dipergunakan untuk menghancurkan
adalah dengan sendok makan atau sendok teh - (a).
b. Minyak Permint dan Kleur Olie dilarutkan pada Minyak Jahe,
dangondopurokemudian diaduk-aduk sampai merata - (b).
c. Hasil (b) dimasukkan pada cairan (a) supaya bercampur - (c).
d. Akhirnya bibit Minyak Wangi dilarutkan pada hasil (c), kemudian diaduk lagi
sampai betul-betul merata. Agar tidak ada endapan (dari sisa-sisa menthol
Camfer, disaring dengan kain yang tipis

72
HASIL DAN PEMBAHASAN

73
PENUTUP KESIMPULAN

74
DAFTRA PUSTAKA

Ali,B.H.,G.Blunden,M.O.TaniradanA.Nemmar2008.SomePhytochemical
Pharmacological andToxicological Properties of Ginger (Zingiber
officinale Roscoe): A Review of Recent Research. Food and Chemical Toxicology. 46 :
409-420
Bartley, J dan A. Jacobs. 2000. Effects of Drying on Flavour
Compounds in
Australian-Grown Ginger (Zingiber officinale). Journal of The Science of Food and
Agriculture. 80 : 209-215.
Denyer, C.V., P. Jackson, D.M. Loakes, M.R. Ellis dan D.A.B. Yound.
1994.
Issolation of Antirhinovial Sesquiterpenes from Ginger (Zingiber officinale). J Nat
Product. 57 : 658-662
Hernani dan E. Handayani. 2001. Indetification of Chemical Component on
Red
Ginger (Zingiber officinale Var. Rubrum) By GC-MS. Proc. International Seminar on
Natural Products Chemistry and Utilization of Natural Resources. UI-Unesco, Jakarta :
501 – 505.
Hussain, J., A. Bahader, F. Ullah, N. Rehman, A. Khan, W. Ullah dan Z.
Shinwari. 2009. ProximateaNutrientAnalysisofTheLocallyManufactured Herbal
Medicines and Its Raw Material. J. Am. Sci. 5: 1 -5
Mustafa, T. dan K.C. Srivastava. 1990. Ginger (Zingiber officinale) in
Migraine
Headach J. Ethnopharmacol. 29 : 267-273.
Suratmo, Rinda Sulistyo dan Ruriri Retnowati. 2015. Sintesis Salisanida dari
Komponen Utama Minyak Gandapura. Kimia Student Journal, Vol.1, No.1, Pp. 805-
811, Universitas Brawijaya Malang.

75
BAB I

PENDAHULUAN

A . Latar Belakang

Masker wajah adalah makes ke cantikan yang berwujud sedian gel.pasta an serbuk yang
di oleskan untuk membersihkan dan mengencangkan sirkulasi aliran darah maupun
limpa . merangsan dan memperbaiki kulit melalui percepatan proses regenerasidan
memberikan nutrisi jaringan kulit . masker wajah juga berfugsi sebgai pembawa bahan
aktif yang berguna bagin kesehatan kulit seperti eksrak tumbuhan . minyak esensial atau
rumput laut yang dapat di serap oleh permuka an kulit untuk di bawa ke dal sirkulasi
darah [novita sari,2009]

Pemakaian kosmetika sangat di perlukan oleh seseorang sejak bayi sampai usia
lanjut . tidak terkecuali pria maupun wanita dengan tujuan untuk mendapatkan kulit
yang sehat wajah yang cantik penampilan pribadi yang baik dan kepercya an diri sendiri
.kosmetik di kenal olleh manusia sejak berabad abad yang lalu sehingga seiring
berkembangxnya ilmu dermatologi agar dapat mengetahui efek dari satu bhan kulit
.karena saat ini banyak kasus penyakit baru yang muncul karna pemeliharan bahan
kosmetik yang ternyata dapat mengiritasi kulit seperti bercak merah rasa panas dan
terbakar jika tetkena paparan sinar matahari langsung [Tranggono Retno Iwari]

Berbagi perusaha an masker komestika besar saat ini banyak mengeluarkan


produk yang berbahan alami atau ‘ back to nature’ masarakat saat ini banyak yang
beralih pada produk yang berbahn alami keistimewan masker dari bahan alami adalah
tidak menimbulkan iritasi dan efek samping karna produk yang terbuat dari bahn alami
lebih murah aman tidak menimbulkan efek samping membhayakan bagi kulit Jerawat
adalah penyakit kulit yang cukup besar penderitanya, terutama remaja. Hampir setiap
remaja mengeluhkan tentang jerawat. Sebagai solusinya, kebanyakan remaja
menggunakan kosmetik olahan pabrik yang mengandung banyak zat kimia, yang belum
tentu baik untuk kulit, padahal untuk mengatasi jerawat tidak harus menggunakan obat
modern hasil olahan pabrik, melainkan obat alami pun bisa digunakan.

76
Banyak obat alami yang bisa digunakan, salah satunya adalah temulawak. Herbal asli
Indonesia ini, selain untuk penambah nafsu makan juga dikatakan dapat mengatasi
jerawat dengan cara dibuat ramuan. Namun, umumnya remaja enggan untuk
mengonsumsi ramuan herbal yang umumnya berasa pahit dan memiliki bau yang
menyengat.

Hal inilah yang mendorong kami untuk mengalihkan cara penggunaan temulawak dari
ramuan yang diminum menjadi masker dengan harapan remaja tertarik untuk
menggunakannya.

77
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.Tanaman Temulawak

Temulawak banyak mengandung manfaat bagi kosmetika

1 . Klasifikasi ilmiah

Kingdom : plantae

Divisi : magnoliophyta

Subdivisi : angiosperma

Kelas : monocotyledonae

Ordo : zingiberales

Familli : zingiberaceae

Genus : curcuma

Spesies :curcuma domestica

2.nama umum dan nama daerah

Temulawak adalah tumbuhan obat yang tergolong dala suku temu temuan ia
berasal dari indonesia khususnya pulau jawa . kemudian menyebar ke bebrapa tempat di
kawasan asia tenggara dan juga eropa

Nama daerah di jawa temulawak di sunda koneng gede sedengkan di madura temu
labek tanam ini dapat tumbuh dengan baik pada dataraan rendah sampai ketingian1500
m di atas permukan laut da berhabitat dinhutan tropis rimpang temulawak dapt tumbuh
dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur

3.morfologi tanaman temulawak

78
Terna berbatang semu dengan tinggi hingga lebih dari 1m tetapi kurang dari 2m .batang
semu merupakan bagian dari pelepah daun yang tegak dengan sempurna dan bercabang
tindih warnanya hijau atau coklat gelap . rimpang terbentuk denagn sempurna dan
bercabang kuat berukuran besar bercabang cabang dan berwrna coklat kemerahan
kuning tua atau berwarna hijau gelap .tiga tunas dari rimpang berwarna hijau gelap .tiap
tunas dari rimpang berbentuk daun 2-9 helai dengan bnetuk bundar memanjang sampai
bangun lanset warna daun hijau atau coklat ke unguan terang sampai gelap panjang
daun 31 cm – 84 cm dan lebar 10 cm pada setiap helaian 43 cm – 80 cm pada setiap
helaian dinhuungkan dengan pelepah dan tangkai daun agak panjanag bunganya
berwaran kuning tua ; berbentuk unik dan bergrombol yakni perhubungan tangaki
ramping dan sisik berbentuk garis panjang tangki 9 cm – 23 cm dan lebar 4 cm -6
cmberdaun pelindung banyak yang panjangnya melebihi atau sebanding dengan
mahkota bunga berwarna putih berbulu. Panjang 8 cm 13 cm mahkota bungan
berbentuk tabung dengan panjang keseluruhan 4,5 cm helaian bunga berbentuk bundar
memanjang berwarna putih dengan ujung yang berwarn merah dadu atu merah panjamg
1.25 cm -2 cm dan lebar 1 cm sedangan daging rimpangnya berwarna jingga tua atau
kecoklatan beraroma tajam yang menyengat dan rasanya pahit

4.kandungan temulawak

Temulawak mengnadung kurkumin .mineral minyak atsiri serta minyak lemak. Tepung
merupakan kandungan terutama jumlnya berfariasi antara 48-54% tergantung dari ke
tinggian tempat tumbuhnya maka akan smakin rendah kadar tepungnyaselain tepung
temulawak juga mengandung protein dan lemak serta serat kasar mineral yaitu kalimum
, natrium magnesium ,zat besi , mangan , serta kadmiun

Kompone utama kandungan zat yang terdapat dalam temulawak merupakan zat
kuning di sebut istilah kurkumin selain ada juga kandungan protein pati serta zat zat
minyak atsiri

79
.

Jagung

a. Kekerabatan Tumbuhan jagung atau Zea mays L. termasuk dalam kingdom Plantae,
divisio Spermatophyta, subdivisio Angiospermae, kelas Monocotyledoneae, ordo
Poales, Famili Poaceae (Graminae), genus Zea, dan spesies Zea mays L.

b. Asal-usul dan Penyebaran Sumber genetik tanaman jagung berasal dari benua
Amerika. Konon, bentuk liar tanaman jagung yang disebut pod maize telah tumbuh
4.500 tahun yang lalu di pegunungan Andes, Amerika Selatan. Literatur lain
menyebutkan bahwa jagung tumbuh subur di kawasan Meksiko, kemudian menyebar ke
Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Di Indonesia, tanaman jagung sudah dikenal
sekitar 400 tahun yang lalu, dibawa oleh orang Portugis dan Spanyol. Daerah produksi
jagung di Indonesia pada mulanya terkonsentrasi di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur
dan Madura. Selanjutnya, tanaman jagung meluas di luar Pulau Jawa.

c. Ciri-ciri Morfologi Tanaman jagung termasuk jenis tumbuhan semusim. Susunan


tubuh tanaman jagung terdiri atas akar, batang, daun, bunga, dan buah. Sistem
perakaran tanaman jagung terdiri atas akar-akar seminal, koronal, dan akar udara. d.
Kandungan dan Senyawa Kimia Kandungan tanaman jagung, yaitu karbohidrat,
kalsium, serat, asamfolat, besi, magnesium, fosfor, vitamin B12, vitamin B5, kalium,
protein, dan vitamin A. Selain itu, jagung juga kaya akan antioksidan yaitu berupa
lycopene dan vitamin C

. e. Khasiat dan Manfaat Kandungan antioksidan yang berupa lycopene dan vitamin C
dapat merawat dan menjaga kesehatan, serta keindahan rambut dan kulit. Jagung muda
dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan bintik-bintik bekas jerawat.

80
4. Jerawat

Jerawat atau acne vulgaris sering terjadi pada kaum remaja, usia 15-19 tahun pada
wanita dan 17-21 tahun pada pria, tetapi kadang terjadi pada anak-anak dan wanita
dewasa dalam masa menstruasi. Faktor ras dan keturunan memegang peran penting
terjadinya jerawat. Hampir 80% penderita memiliki saudara kandung yang berjerawat,
dan 60% penderita memiliki satu orangtua berjerawat. Selain itu, ras kuning (oriental)
jarang berjerawat dibandingkan dengan orang kulit putih.

Jerawat terjadi akibat aktifnya kelenjar minyak di bawah kulit. Keaktifan ini dirangsang
oleh hormon androgen (hormon pertumbuhan) yang meningkat saat seseorang dalam
masa pubertas, sehingga produksi minyaknya pun meningkat tinggi. Minyak tersebut
kemudian mengental menutupi selubung rambut, mendesak keluar dan membentuk
lemak kental yang disebut jerawat. Produksi hormon androgen wanita meningkat pada
saat menjelang menstruasi dan pada wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal.
Pada wanita, jerawat terjadi seminggu menjelang menstruasi.

Selain masalah kepekaan kelenjar minyak terhadap androgen, jerawat bisa dipicu oleh
makanan berlemak, pemakaian kosmetika, polutan, faktor stres (emosional), dan sedikit
kasus akibat masalah iklim. Pengobatan jerawat ditujukan untuk mengontrol jerawat
dan membantu dalam penampilan yang lebih baik, serta menjaga terjadinya luka parut
akibat peradangan. Peradangan bisa terjadi jika seseorang senang dan rajin memencet-
mencet jerawatnya.

C. Alat dan Bahan


1. Alat
a. Pisau
b. Tambir
c. Telenan
d. Lumpang dan alu
e. Baskom

81
f. Sendok
g. Kemasan
2. Bahan
a. Temulawak
c. Jagung
3. Cara kerja
a. Cuci semua bahan, lalu potong
b. Keringkan bahan yang sudah dipotong
c. Tumbuk halus semua bahan
d. Kemudian, dikemas

82
HASIL DAN PEMBAHASAN

83
Kesimpulan
.

Saran

84
DAFTAR PUSTAKA
Afifah, Efi. 2003. Khasiat dan Manfaat Temulawak:rimpang penyembuh aneka
penyakit. Depok: Agromedia Pustaka. Dwikarya, Maria. 2002. Merawat Kulit dan
Wajah. Jakarta: Kawan Pustaka. Muhlisah, Fauziah. 2008. Tanaman Obat Keluarga
(Toga). Jakarta: Penebar Swadaya Wisma Hijau. Putriyanti, Dian, dkk. 2009. 100%
Cantik. Yogyakarta: Best Publisher. Redaksi Agromedia. 2008. Buku Pintar Tanaman
Obat. Jakarta: Agromedia Pustaka.

85