Anda di halaman 1dari 6

PERCOBAAN I

TITRASI POTENSIOMETRI
Oleh : Rian Ariandi/85AK18025/Rianariandi9@gmail.com
Program Studi D-III Analis Kesehatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Gorontalo
Alamat : Jl. Prof. Dr. Aloe saboe No. 173 Kelurahan Wongkaditi, Kota Gorontalo 96122
Gorontalo, Indonesia

A. Latar Belakang
Suatu eksperimen dapat diukur dengan menggunakan dua metode yaitu,
pertamma (potensiometri langsung) yaitu pengukuran tunggal terhdapa potensial dari
suatu aktivitas ion yang diamati, hal ini terutama diterapkan dalam pengukuran pH
larutan air. Kedua (titrasi langsung) ion dapat dititrasi dan potensialnya diukur sebagai
fungsi volume titran. Potensial sel, diukur sehingga dapat digunakan untuk
menentukan titik ekuivalen. Suatu pptensial sel galvani bergantung pada aktivitas
spesies ion tertentu dalam larutan sel, pengukuran potensial sel menjadi penting dalam
banyak analisis kimia (Sutriono, 2018)
Proses titrasi potensiometri dapat dilakukan dengan bantuan elektroda indikator
dan elektroda pembanding yang sesuai. Dengan demikian, kurva titrasi yang diperoleh
dengan menggambarkan grafik potensial terhadap volume pentiter yang ditambahkan,
mempunyai kenaikan yang tajam disekitar titik kesetaraan.dari grafik itu dapat
dioerkirakan titik akhir titrasi, misalnya dalam hal larutan keruh atau bila daerah
kesetaraan sangat pendek dan tidak cocok untuk penetapan titik akhir titrasi dengan
indikator (Sutriono, 2018)
Titik akhir titrasi potensiometri dapat dideteksi dengan menetapakan volume pada
mana terjadi perubahan potensial yang relatif besar ketika ditambahkan titran. Dalam
titrasi secara manual, potensial diukur setelah penambahan titran secara berurutan, dan
hasil pengamatan digambarkan pada suatu kertas grafik terhadap volume titran . dalam
banyak hal, suatu potensiometri sederhana dapat digunakan namun jika tersangkut
elektroda gelas, maka akan digunakan pH meter khusus (Sutriono, 2018)
B. Tujuan
Adapun Tujuan dari praktikum ini adakah untuk menentukan H3PO4 dalam
larutan denhgan menggunakan metode potensiometri.
C. Manfaat
Adapun manfaat dari praktikum ini agar mahasiswa dapat mengatahui dalam
menentukan H3PO4 dalam larutan dengan menggunakan metode potensiometri.
D. Teori
Potensiometri adalah suatu teknik analisis pengukuran konsentrasi sebagai fungsi
dari potensial dalam suatu sel elektrokimia. Metode ini sangat berguna untuk
menentukan titik ekuivalen suatu titrasi secara instrumen sebagai pengganti indikator
visual. Ketelitian titrasi potensiometri lebih tinggi dibandingkan dengan titrasi visual
yang menggunakan indikator. Titrasi potensiometri dapat diaplikasikan pada titrasi-
titrasi redoks, kompleksometri, asam basa, dan pengendapan.
Alat-alat yang diperlukan dalam titrasi potensiometri adalah electrode
pembanding, elektrode indikator dan alat pengukur potensial. Pengukuran potensial
dapat dilakukan secara langsung dengan alat potensiometer atau tidak langsung melalui
pengukuran pH dengan alat pH meter.
Pada penggunaan alat ukur potensiometer, pembacaan potensial dilakukan pada
setiap periode penambahan titran. Penambahan titran dihentikan bila nilai potensial
terukur relatif tidak berubah pada penambahan volume titran, setelah terjadi lompatan
potensial yang tajam.
Titik setara atau titik ekuivalen dapat ditentukan dengan membuat kurva
hubungan antara potensial (volt) terhadap mL titran. Volume di mana terjadi lompatan
tajam dari potensial dinyatakan sebagai volume titik setara.
Suatu eksperimen dapat diukur dengan menggunakan dua metode yaitu, pertama
(potensiometri langsung) yaitu pengukuran tunggal terhadap potensial dari suatu
aktivitas ion yang diamati, hal ini terutama diterapkan dalam pengukuran pH larutan
air. Kedua (titrasi langsung), ion dapat dititrasi dan potensialnya diukur sebagai fungsi
volume titran. Potensial sel, diukur sehingga dapat digunakan untuk menentukan titik
ekuivalen. Suatu petensial sel galvani bergantung pada aktifitas spesies ion tertentu
dalam larutan sel, pengukuran potensial sel menjadi penting dalam banyak analisis
kimia (Basset, 1994).
Proses titrasi potensiometri dapat dilakukan dengan bantuan elektroda indikator
dan elektroda pembanding yang sesuai. Dengan demikian, kurva titrasi yang diperoleh
dengan menggambarkan grafik potensial terhadap volume pentiter yang ditambahkan,
mempunyai kenaikan yang tajam di sekitar titik kesetaraan. Dari grafik itu dapat
diperkirakan titik akhir titrasi. Cara potensiometri ini bermanfaat bila tidak ada
indikator yang cocok untuk menentukan titik akhir titrasi, misalnya dalam hal larutan
keruh atau bila daerah kesetaran sangat pendek dan tidak cocok untuk penetapan titik
akhir titrasi dengan indikator (Rivai, 1995).
Titik akhir dalam titrasi potensiometri dapat dideteksi dengan menetapkan
volume pada mana terjadi perubahan potensial yang relatif besar ketika ditambahkan
titran. Dalam titrasi secara manual, potensial diukur setelah penambahan titran secara
berurutan, dan hasil pengamatan digambarkan pada suatu kertas grafik terhadap volum
titran untuk diperoleh suatu kurva titrasi. Dalam banyak hal, suatu potensiometer
sederhana dapat digunakan, namun jika tersangkut elektroda gelas, maka akan
digunakan pH meter khusus. Karena pH meter ini telah menjadi demikian biasa, maka
pH meter ini dipergunakan untuk semua jenis titrasi, bahkan apabila penggunaannya
tidak diwajibkan (Basset, 1994).
Reaksi-reaksi yang berperan dalam pengukuran titrasi potensiometri yaitu
reaksi pembentukan kompleks reaksi netralisasi dan pengendapan dan reaksi redoks.
Pada reaksi pembentukan kompleks dan pengendapan, endapan yang terbentuk akan
membebaskan ion terhidrasi dari larutan. Umumnya digunakan elektroda Ag dan Hg,
sehingga berbagai logam dapat dititrasi dengan EDTA. Reaksi netralisasi terjadi pada
titrasi asam basa dapat diikuti dengan elektroda indikatornya elektroda gelas. Tetapan
ionisasi harus kurang dari 10-8. Sedangkan reaksi redoks dengan elektroda Pt atau
elektroda inert dapat digunakan pada titrasi redoks. Oksidator kuat (KMnO4, K2Cr2O7,
Co(NO3)3) membentuk lapisan logam-oksida yang harus dibebaskan dengan reduksi
secara katoda dalam larutan encer (Khopkar, 1990).
Persamaan Nernst memberikan hubungan antara potensial relatif suatu elektroda dan
konsentrasi spesies ioniknya yang sesuai dalam larutan. Potensiometri merupakan
aplikasi langsung dari persaman Nernst dengan cara pengukuran potensial dua
elektroda tidak terpolarisasi pada kondisi arus nol. Dengan pengukuran pengukuran
potensial reversibel suatu elektroda, maka perhitungan aktivitas atau konsentrasi suatu
komponen dapat dilakukan (Rivai, 1995).
Potensial dalam titrasi potensiometri dapat diukur sesudah penambahan sejumlah
kecil volume titran secara berturut-turut atau secara kontinu dengan perangkat
automatik. Presisi dapat dipertinggi dengan sel konsentrasi. Elektroda indikator yang
digunakan dalam titrasi potensiometri tentu saja akan bergantung pada macam reaksi
yang sedang diselidiki. Jadi untuk suatu titrasi asam basa, elektroda indikator dapat
berupa elektroda hidrogen atau sesuatu elektroda lain yang peka akan ion hidrogen,
untuk titrasi pengendapan halida dengan perak nitrat, atau perak dengan klorida akan
digunakan elektroda perak, dan untuk titrasi redoks (misalnya, besi(II)) dengan
dikromat digunakan kawat platinum semata-mata sebagai elektroda redoks (Khopkar,
1990).
E. Metode Percobaan
1) Alat dan Bahan
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum titrasi potensiometri ialah
Erlnemyer, Botol Semprot, Labu Ukur 100ml-, Pipet Volum 25 ml-, Buret 50 ml,
Baatang Pengaduk, Neraca Analitik, Gelas Kimia, Magnetik Stirer, Gelas Ukur 10
ml, dan Pipet Tetes. Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ialah NaOH,
H3PO4, dan Aquadest.
2) Prosedur Kerja
Dipipet 25 larutan H3PO4 kedalam gelas kimia 250 ml, diencerkan hingga
tanda batas, masukkan pengaduk magnet (magnetic stiorer) kedalam gelas kimia
dan ditempatkan gelas kimia diatas pengaduk magnet. Hubungkan pengaduk
magnetic dan pH meter dengan sumber arus, nyalakan alat dan menjakankan
pengadukan. Sebelumnya diatur kedudukan larutan didalam buret dan mulai
melakukan titrasi sampai NaOH sebanyak 5 ml. tambahkan larutan NaOH dalam
buret sebanyak 1 ml hingga total NaOH 30 ml dan ukur pH dengan menggunakan
pH meter.
Lanjutkan penambahan volume penitrasi sampai terkumpul jumlah titik
yang cucup untuk membuat kurva titrasi. Gambarkan kurva dan tentukan letak titik
ekuivalen menggunakan ketiga metode penentuan, serta hitung konsentrasi larutan
H3PO4.
F. Hasil
No VNaOH pH ∆V ∆pH ∆pH VRata- (∆V)2 ∆2pH ∆2pH VRata-rata 2
rata 1
∆V ∆V2

1 0 2,10 0 0 0 0 0 0 0 0
2 5 2,64 5 0,54 0,108 2,5 25 0,29 0,011 2,5
3 5,5 2,83 0,5 0,19 0,38 5,25 0,25 0,036 0,14 3,87
4 6 3,08 0,5 0,25 0,5 5,75 0,25 0,062 2,48 5,5
5 6,7 3,65 0,5 0,57 1,14 6,25 0,25 0,32 1,28 6
6 7 5,43 0,5 1,78 3,56 6,75 0,25 3,16 0,64 6,5
7 7,5 6,07 0,5 0,64 1,28 7,25 0,25 0,40 1,6 7
8 8 6,25 0,5 0,18 0,36 7,75 0,25 0,03 0,12 7,5
9 8,5 6,56 0,5 0,31 0,62 8,25 0,25 0,09 0,36 8
10 9 6,87 0,5 0,31 0,62 8,75 0,25 0,09 0,36 8,5
11 9,5 7,0 0,5 0,13 0,26 9,25 0,25 0,01 0,04 9
12 10 7,21 0,5 0,21 0,42 9,75 0,25 0,04 0,16 9,5
13 10,5 7,44 0,5 0,23 0,46 10,25 0,25 0,05 0,2 10
14 11 7,60 0,5 0,16 0,32 10,75 0,25 0,02 0,08 10,5
15 11,5 7,85 0,5 0,25 0,5 11,25 0,25 0,06 0,24 11
16 12 8,06 0,5 0,21 0,42 11,75 0,25 0,04 0,16 11,5
17 12,5 8,23 0,5 0,17 0,34 12,25 0,25 0,02 0,08 12
18 13 8,54 0,5 0,31 0,62 12,75 0,25 0,09 0,36 12,5
19 13,5 9,72 0,5 1,18 2,36 13,25 0,25 1,39 5,56 13
20 14 10,10 0,5 0,38 0,76 13,75 0,25 0,14 0,56 13,5
21 14,5 10,66 0,5 0,56 1,12 14,25 0,25 0,31 1,24 14
22 15 10,82 0,5 0,16 0,32 14,75 0,25 0,02 0,08 14,5
23 15,5 10,99 0,5 0,17 0,34 15,25 0,25 0,02 0,08 15
24 16 11,10 0,5 0,11 0,22 15,75 0,25 0,01 0,04 15,5
25 16,5 11,26 0,5 0,16 0,32 16,25 0,25 0,02 0,08 16

G. Pembahasan
H. Kesimpulan
Potensiometri adalah suatu teknik analisis yang didasarkan dengan pengukuran
potensial suatu sensor atau elektroda.suatu membrane atau permukaan sensor berfungsi
sebagai setengah sel elekimia yang menimbulkan potensial sebanding dengan
logaritma dari aktivitas atau konsentrasi yang dianalisis.
I. Saran
J. Daftar Pustaka
Anna Permanasari, 2015. Journal Modol 1 Titrasi Potensiometri.
Cahya, Lestari dkk. 2017. Journal Potensiometri dan konduktometri. Departemen
Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian
Bogor.
Sutriono, Dede. 2019. Penuntun Praktikum Analytical Chemistry. Sulawesi Selatan:
Penerbit & Perc. Pustaka As Salam.
Torowati, Ngajito, L. Windyarti, dan B.S. Galuh. dkk. 2009. Analisis Kadar Uranium
Dalam Yellow Cake dengan Titrasi Secara Potensiometri. ISSN 1979-2409 No 03
Tahun II