Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

TENTANG
HUBUNGAN NEGARA DAN WARGA NEGARA

DOSEN PEMBIMBING : SRI WAHYUNI, SH,MH

DI SUSUN OLEH :

KELOMPOK 2
TIKA REISA LESTARI (19160048)
SONIA YOLANDA (19160056)
RIZDA ZELIA (19160060)
NUR HALWIAH (19160076)
NADYA DWI APRILIA (19160081)

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


UNIVERSITAS DHARMA ANDALAS PADANG
TAHUN AJARAN 2019/2020

i
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami curahkan kepada Allah SWT karena limpahan
rahmat serta anugerah dari-Nya sehingga kami mampu untuk menyelesaikan
makalah Pancasila dan Kewarganegaraan dengan judul “Hubungan Negara dan
Warga Negara (Kewarganegaraan)” ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
Shalawat serta salam tidak lupa selalu kita ucapkan untuk junjungan kita, yaitu
Nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya, penulis ucapkan terimakasih kepada ibu yang telah


membimbing dan setiap pihak yang telah mendukung serta membantu penulis
selama proses penyelesaian makalah ini hingga rampungnya makalah ini. Penulis
menyadari bahwa terdapat banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini.
Untuk itu, apabila ada kesalahan dalam penulisan diharapkan kritik dan saran.

Demikianlah yang dapat penulis sampaikan, penulis berharap supaya


makalah yang telah penulis buat ini mampu memberikan manfaat kepada setiap
pembacanya.

Padang,12 Oktober 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI
HALAMAN LOGO................................................................................................ i

KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii

DAFTAR ISI......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ..................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ................................................................................ 2
1.3 Tujuan Penulisan .................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 3

2.1Pengertian Warga Negara dan Negara .................................................. 3

2.1.1 Pengertian Warga Negara ........................................................... 3

2.1.2 Pengertian Negara ....................................................................... 5

2.2 Unsur Negara ....................................................................................... 6

2.3 Bentuk Negara...................................................................................... 6

2.4 Sifat-Sifat Negara................................................................................. 7

2.5 Pengertian Hak dan Kewajiban ............................................................ 7


2.5.1 Pengertian Hak ...................................................................... 7

2.5.2 Pengertian Kewajiban ........................................................... 7

2.2 Hubungan Warga Negara dan Negara.................................................. 8

BAB III PENUTUP ............................................................................................ 10

3.1Kesimpulan ......................................................................................... 10

3.2Saran.................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 11

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Hubungan antara negara dan warga negara identik dengan adanya hak dan
kewajiban, antarawarga negara dengan negaranya ataupun sebaliknya. Negara
memiliki kewajiban untuk memberikan keamanan, kesejahteraan,
perlindungan terhadap warga negaranya serta memiliki hak untuk dipatuhi dan
dihormati. Sebaliknya warga negara wajib membela negara dan berhak
mendapatkan perlindungan dari negara.

Di Indonesia seringkali terjadi adanya kesenjangan antara peranan negara


dengan kehidupanwarga negara. Masalah-masalah politik, sosial, ekonomi,
dan budaya misalnya, seringkali terjadi karena adanya kesenjangan antara
peranan negara serta kehidupan warga negaranya.

Dalam deretan pasal-pasal beserta ayat-ayatnya, UUD 1945 secara jelas


mencantumkan hak serta kewajiban negara atas rakyatnya yang secara jelas
juga harus dipenuhi melalaui tangan-tangant trias politica ala Montesqeiu.
Melalui tangan legislatif suara rakyat tersampaikan, melalui tangan eksekutif
kewajiban negara, hak rakyat dipenuhi, dan di tangan yudikatif aturan-
aturan pelaksanaan hak dan kewajiban di jelaskan. Idealnya begitu, tapi apa
daya sampai sekarang boleh di hitung dengan sebelah tangan seberapa jauh
negara menjalankan kewajibannya.

Negara sebagai sebuah identitas dimana meliputi sebuah kawasan yang


diakui kedaulatannya, mempunyai pemerintahan, serta mempunyai
rakyat.Rakyat kemudian memberikan sebagian hak-nya kepada negara sebagi
ganti negara akan melindunginya dari setiap mara bahaya, serta berkewajiban
untuk mengatur rakyatnya. Hak-hak rakyat tadi adalah kewajiban bagi sebuah
negara. Hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan kerja serta hak-hak untuk
mendapatkan pelayanan umum seperti kesehatan, rumah, dan tentunya hak

1
untuk mendapatkan pendidikan.Semuanya itu harus mampu dipenuhi oleh
negara, karena itulah tanggung jawab negara. Kalau hal itu tak bisa dipenuhi
oleh sebuah negara maka tidak bisa disebut sebuah negara.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan
permasalahannya, yaitu:
1. Bagaimana wujud hubungan warga negara dengan negara?
2. Bagaimana hak dan kewajiban warga negara indonesia?
3. Apa saja asas, sifat, wujud hubungan warga negara dengan negara?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Dapat mengetahui pengertian warga negara dan negara
2. Hubungan atau keterkaitan antara warga negara dan negara
3. Mengetahui hak-hak dan kewajiban warga negara dan negara

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Warga Negara dan Negara


2.1.1 Pengertian Warga Negara
Warga negara adalah orang yang terkait dengan sistem hukum
Negara dan mendapat perlindungan negara. Warga negara secara umum
ada Anggota suatu negara yang mempunyai keterikatan timbal balik
dengan negaranya. Warga negara adalah orang yang tinggal di dalam
sebuah negara dan mengakui semua peraturan yang terkandung di dalam
negara tersebut. Warga negara Indonesia menurut Pasal 26 UUD 1945
adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan bangsa lain yang disahkan
Undang-undang sebagai warga Negara. Kewarganegaraan Republik
Indonesia diatur dalam UU No. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan
Republik Indonesia.

Menurut UU ini, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia


(WNI) adalah:
1. Setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI.
2. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI.
3. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan
ibu warga negara asing (WNA), atau sebaliknya.
4. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan
ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal
sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.
5. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya
meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang
WNI.
6. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI.
7. Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui
oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan
sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin.

3
8. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu
lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
9. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah megara Republik
Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui.
10. Anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah
dan ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui
keberadaannya.
11. Anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah
dan ibu WNI, yang karena ketentuan dari Negara tempat anak tersebut
dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang
bersangkutan.
12. Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan
kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia
sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.

Selain itu, yang diakui pula sebagai WNI yaitu:


A. Anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18
tahun dan belum kawin, diakui secara sah oleh ayahnya yang
berkewarganegaraan asing.
B. Anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat secara sah
sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan.
C. Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan
bertempat tinggal di wilayah RI, yang ayah atau ibunya memperoleh
kewarganegaraan Indonesia.
D. Anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara
sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh WNI.

Kewarganegaraan Indonesia juga diperoleh bagi seseorang yang


termasuk dalam situasi sebagai berikut:
A. Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan
bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia, yang ayah atau
ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia.

4
B. Anak warga negara asing yang belum berusia lima tahun yang
diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak
oleh warga negara Indonesia.

Jadi, warga negara adalah orang yang tinggal di suatu negara dengan
keterkaitan hukum dan peraturan yang ada dalam negara tersebut serta
diakui oleh negara, baik warga asli negara tersebut atau pun warga asing
dan negara tersebut memiliki ketentuan kepada siapa yang akan menjadi
warga negaranya.

2.1.2 Pengertian Negara


Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok manusia yang
mendiami suatu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan
yang mengurus tata tertib dan keselamatan kelompok tersebut. Negara juga
diartikan sebagai suatu perserikatan yang melaksanakan satu pemerintahan
melalui hokum yang mengikat masyarakatnya demi ketertiban sosial.

Negara merupakan alat masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk


mengatur hubungan antar manusia dalam masyarakat. Negara dapat
memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan.

Tugas utama Negara yaitu :


1. Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang
bertentangan satu sama lain.
2. Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk
menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan
negara.

5
2.2 Unsur Negara
a. Konstitutif
Negara meliputi wilayah udara, darat, perairan, rakyat, dan
pemerintahan yang berdaulat.
b. Wilayah
Batas wilayah suatu negara ditentukan dalam perjanjian dengan
negara lain. Perjanjian itu disebut Perjanjian Internasional, Perjanjian dua
negra disebut Perjanjian Bilateral, sedangkan apabila dilakukan oleh
banyak negara disebut Perjanjian Multilateral.

c. Rakyat
Harus ada orang yang berdiam di negara tersebut dan untuk menjalankan
pemerintahan.

d. Pemerintah
Negara harus mempunyai suatu badan yang berhak mengatur dan
berwenang merumuskan serta melaksanakan peraturan yang mengikat
rakyatnya.

2.3 Bentuk Negara


Terdapat tujuh bentuk-bentuk Negara di Indonesia, yaitu:
1. Negara Kesatuan (Unitarisme)
2. Negara yang merdeka dan berdaulat, dimana kekuasaannya atau
pemerintahannya berada di Pusat.
3. Bentuk Negara Kesatuan
4. Negara dengan sistem sentralisasi
5. Segala sesuatu dalam negara diatur langsung oleh pemerintah pusat
Dampak Positif:
6. Berlakunya peraturan yang sama di setiap wilayah Negara .
7. Penghasilan daerah dapat digunakan lagi untuk keperluan negara.

6
2.4 Sifat-Sifat Negara
Pada sifat-sifat negara ini terbagi menjadi tiga, yaitu:
1. Memaksa, negara mempunyai kekuasaan untuk menggunakan kekerasan
fisik secra legal agar tercapai ketertiban dan mencegah timbulnya anarki.
2. Monopoli, negara mempunyai hak kuasa tunggal dalam menetapkan tujuan
bersama dari masyarakat.
3. Sifat mencakup Semua peraturan perundang-undangan berlaku untuk setiap
orang tanpa kecuali.

2.5 Pengertian Hak dan Kewajiban


2.5.1 Pengertian Hak
Hak adalah Sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan
penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Contohnya: hak
mendapatkan pengajaran, hak mendapatkan nilai dari guru dan sebagainya.
Adapun Prof. Dr. Notonagoro mendefinisikannya sebagai berikut: “Hak
adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya
diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh
pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa
olehnya.

2.5.2 Pengertian Kewajiban


Kewajiban adalah beban untuk memberikan sesuatu yang
semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat
oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa
oleh yang berkepentingan (Prof. Dr. Notonagoro). Sedangkan Kewajiban
adalah Sesuatu yang harus dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab.
Contohnya: melaksanakan tata tertib di sekolah, membayar SPP atau
melaksanakan tugas yang diberikan guru dengan sebaik-baiknya dan
sebagainya.

Hak dan Kewajiban telah dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 26,
27, 28, dan 30, yaitu :

7
1. Pasal 26, ayat (1), yang menjadi warga negara adalah orang-orang
bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan
dengan undang-undang sebagai warga negara. Dan pada ayat (2),
syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-
undang.
2. Pasal 27, ayat (1), segala warga negara bersamaan dengan
kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahannya, wajib
menjunjung hukum dan pemerintahan itu. Pada ayat (2), tiap-tiap warga
negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan.
3. Pasal 28, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran
dengan lisan, dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
4. Pasal 30, ayat (1), hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta
dalam pembelaan negara. Dan ayat (2) menyatakan pengaturan lebih
lanjut diatur dengan undang-undang.

2.6 Hubungan Warga Negara dan Negara


Hubungan antara negara dan warga negara identik dengan adanya hak dan
kewajiban, antara warga negara dengan negaranya ataupun sebaliknya. Negara
memiliki kewajiban untuk memberikan keamanan, kesejahteraan,
perlindungan terhadap warga negaranya serta memiliki hak untuk dipatuhi dan
dihormati. Sebaliknya warga negara wajib membela negara dan berhak
mendapatkan perlindungan dari negara.

Di Indonesia seringkali terjadi adanya kesenjangan antara peranan negara


dengan kehidupan warga negara. Masalah-masalah politik, sosial, ekonomi,
dan budaya misalnya, seringkali terjadi karena adanya kesenjangan antara
peranan negara serta kehidupan warga negaranya.

Dalam deretan pasal-pasal beserta ayat-ayatnya, UUD 1945 secara jelas


mencantumkan hak serta kewajiban negara atas rakyatnya yang secara jelas
juga harus dipenuhi melalaui tangan-tangan trias politica ala Monteqeiu.

8
Melalui tangan legislatif suara rakyat tersampaikan, melalui tangan eksekutif
kewajiban negara, hak rakyat dipenuhi, dan di tangan yudikatif aturan-aturan
pelaksanaan hak dan kewajiban di jelaskan. Idealnya begitu, tapi apa daya
sampai sekarang boleh di hitung dengan sebelah tangan seberapa jauh negara
menjalankan kewajibannya. Boleh dihitung juga berapa banyak negara
menuntut haknya.

Bukan hal yang aneh ketika sebagian rakyat menuntut kembali haknya
yang selama ini telah di berikan kepada negara sebagai jaminan negara akan
menjaga serta menjalankan kewajibannya. Negara sebagai sebuah entitas
dimana meliputi sebuah kawasan yang diakui (kedaulatan), mempunyai
pemerintahan, serta mempunyai rakyat. Rakyat kemudian memberikan
sebagian hak-nya kepada negara sebagi ganti negara akan melindunginya dari
setiap mara bahaya, serta berkewajiban untuk mengatur rakyatnya. Hak-hak
rakyat tadi adalah kewajiban bagi sebuah negara. Hak untuk hidup, hak untuk
mendapatkan kerja serta hak-hak untuk mendapatkan pelayanan umum seperti
kesehatan, rumah, dan tentunya hak untuk mendapatkan pendidikan.
Semuanya itu harus mampu dipenuhi oleh negara, karena itulah tanggung
jawab negara. Kalau hal itu tak bisa dipenuhi oleh sebuah negara maka tidak
bisa disebut sebuah negara.

9
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Warga Negara adalah sebuah rakyat yang mendiami sebuah wilayah dalam
sebuah komunitas atau bisa disebut dengan negara, negara adalah suatu
wilayah yang memiliki sistem atau aturan yang berlaku bagi semua Kelompok
atau individu di wilayah tersebut, warga negara dan negara saling bekaitan
terlihat dari sejarah terbentuknya suatu negara, hukum negara harus di patuhi
karena hukum negara bersifat mutlak.

3.2 Saran
Kita harus berhati-hati dalam bertindak karena setiap tindakan kita pasti
akan memiliki tanggung jawab, contohnya seperti kasus di berita di
atas,seorang gubernur menghabiskan uang rakyat,dan akhirnya gubernur
tersebut berhasil di cekal dengan pasal-pasal yang berlaku di
Indonesia,sekiranya itu saja saran dari semoga bermanfaat. Kurang lebihnya
mohon maaf.

10
DAFTAR PUSTAKA

Sulaiman,Asep.2012.PendidikanPancasiladanKewarganegaraan.Bandung:Padill
ahProduction.

Azra,Azyumardi.2008.PendidikanKewarganegaraan.Jakarta:PrenadaMediaGrou
p.

Junjungan,SBPSimanjuntak.FormatHubunganNegaradanMasyarakat.Fisip.USU.

Soetandyo,Wigjosoebroto.2012.HubunganAntaraNegaradanWargaNegara.PUSH
AM-UII.

11