Anda di halaman 1dari 34

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kesehatan merupakan hal yang penting bagi setiap manusia dan karies

merupakan salah satu masalah kesehatan yang merusak struktur email dan dentin

dari gigi dan penanggulangannya adalah dengan menumpat gigi yang mengalami

kerusakan.

Konsep alam, cantik, dan menarik memiliki arti yang berbeda untuk setiap

pasien. Ini adalah tugas dari dokter untuk mengetahui apa yang pasien inginkan.

Dokter gigi harus mengetahui sejauh mana pasien mewujudkan tujuan yang ideal

untuk diri mereka sendiri. Aspek estetika tidak bisa kompromi dari fungsi gigi.

Perawatan gigi karena harus menyeimbangkan antara fungsi dan estetika gigi.

Untuk tujuan ini banyak faktor perlu dicermati sebelum tambalan akan

menonjolkan dalam penampilan estetika. Dokter gigi harus berkomunikasi dengan

pasien untuk menjelaskan aspek-aspek penting tentang tambalan yang

mempengaruhi penampilan estetika.

Ilmu bahan kedokteran gigi adalah ilmu yang mempelajari mengenai jenis

bahan, komposisi, sifat-sifat, kegunaan serta cara penggunaannya. Bahan

tumpatan berkembang di dunia kedokteran gigi, diantaranya tambalan resin

komposit. Resin komposit merupakan bahan tambalan yang banyak digunakan di

masyarakat, karena nilai estetiknya yang lebih bagus dibanding tambalan

amalgam, sedangkan dari segi kekuatanya hampir sama dengan tambalan

amalgam.

1
Dengan meningkatnya kebutuhan estetik di bidang kedokteran gigi, dan

pertimbangan mengenai sifat toksik merkuri saat tambalan amalgam distorsi

membuat penggunaan restorasi resin komposit meningkat. Keberhasilan dalam

suatu perawatan biasanya ditentukan oleh jenis bahan yang dipakai, oleh karena

itu seorang dokter gigi dituntut harus mempunyai pengetahuan yang cukup

tentang bahan-bahan kedokteran gigi yang digunakan.

B. Rumusan masalah

1. Apakah definisi penambalan gigi ?

2. Apa saja jenis-jenis penambalan gigi

3. Apa saja macam-macam penambalan gigi ?

4. Bagaimana teknik pengadukan bahan tambalan gigi?

C. Tujuan

1. Mengetahui definisi penambalan gigi

2. Mengetahuai jenis-jenis penambalan gigi

3. Mengetahui macam-macam penambalan gigi

4. Mengetahui teknik pengadukan bahan tambalan gigi

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi Penambalan Gigi

Penambalan gigi adalah suatu prosedur medis yang dilakukan oleh dokter

gigi untuk mengembalikan fungsi gigi akibat kerusakan gigi, seperti fraktur gigi,

pembusukan gigi (karies), atau akibat trauma lain pada permukaan gigi

(kebiasaan mengigit kuku, kebiasaan mengertakkan gigi).

Tumpatan gigi adalah pengembalian fungsi gigi dalam mulut dengan jalan

menghentikan proses karies dan menjaga pulpa agar tetap vital dan sehat.

Penumpatan gigi merupakan suatu tindakan restorasi gigi dengan cara membuang

jaringan karies dan meletakan bahan restorasi pada gigi yang mengalami

kerusakan. Tindakan perawatan menggunakan bahan restorasi lebih efektif

dibandingkan dengan pencabutan karena pertimbangan estetika dan fungsional.

Penumpatan gigi merupakan suatu tindakan restorasi gigi dengan cara

membuang jaringan karies dan meletakan bahan restorasi pada gigi yang

mengalami kerusakan.

B. Jenis Bahan Penambalan Gigi

Jenis bahan tumpatan yang sering digunakan dalam bidang kedokteran

gigi ialah resin komposit, semen ionomer kaca (GIC) dan amalgam. Sebagai

bahan restorasi tentunya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan dari bahan tumpatan komposit dalam penggunaanya ialah dari

segi estetik paling baik dan sewarna dengan gigi, sifat mekanik dan fisik cukup

3
baik, dapat digunakan di gigi posterior, tidak mengandung merkuri, sementara itu

resin komposit memiliki kekurangan iritatif terhadap pulpa, dari segi biaya relatif

mahal, dapat terjadi karies sekunder dibawah tumpatan, dapat berubah warna

dalam pemakaian jangka panjang, keausan permukaan oklusal dan terjadi

pengerutan saat polimerisasi.

Sementara itu GIC memiliki beberapa keuntungan yaitu melekat secara

fisika kimia dengan jaringan gigi, mengandung fluor, melepaskan fluor, tidak

mengiritasi jaringan mulut dan gingiva, bersifat bakteriostatik, dan berfungsi

sebagai reservoir fluor selama tumpatan berada di mulut dan dalam keadaan baik.

Dibalik semua keuntungan GIC terdapat juga kekurangan yaitu tidak dapat

menerima tekanan kunyah yang besar, mudah abrasi dan erosi, dan translusent-

nya lebih rendah.

Amalgam memiliki kelebihan kuat dan tahan lama, tahan terhadap tekanan

kunyah, harganya paling murah diantara bahan resotrasi yang lain, resiko

terjadinya kebocoran sangat kecil, dapat digunakaan pada suasana lembab, dan

amalgam memiliki kekurangan menyebabkan perubahan warna pada gigi karena

bersifat korosi, membutuhkan banyak pengambilan jaringan gigi yang sehat,

menimbulkan alergi pada beberapa pasien berupa inflamasi dan gatal,

mengandung merkuri yang berbahaya.

C. Macam-Macam Bahan Tambalan Gigi

1. Tumpatan Sementara

Tumpatan sementara adalah tumpatan tidak tetap yang digunakan pada karies

profunda ketika karies sudah dekat sekali dengan atap pulpa. Sterilisasi

4
kavitas tidak hanya dilakukan secara mekanisme saja, tetapi juga secara kimia

dengan memakai obat-obatan. Kemudian kavitas atasnya ditutup dengan

tumpatan sementara yang nantinya akan dibongkar lagi.

Guna tumpatan sementara:

- Memberi kesempatan pada obat-obatan yang diletakkan di bawahnya

untuk bekerja (sterilisasi beberapa waktu pada kavitas yang disebut rust

therapy).

- Menunggu kemungkinan adanya reaksi pulpa.

- Memberi kesempatan pada obat di bawahnya untuk menstimulasikan

pembuatan dentin reparatif.

- Supaya penderita tidak terlalu lama di kursi atau membuka mulut bila di

dalam mulut terdapat beberapa karies.

- Untuk menutup kavitas selama tumpatan cor belum selesai.

Komposisi bahan tumpatan sementara:

a. Fletcher

Fletcher adalah bahan tumpatan sementara yang terdiri atas bubuk dan

cairan. Bubuk dan cairan kita campur di atas glassplate dengan spatel

semen menghasilkan suatu campuran berbentuk adonan yang lama

kelamaan akan mengeras. Fletcher terdiri atas:

Bubuk: Cairan:

- Zn sulfat 112 bagian - Alkohol 196 gram

- Zn oxide 100 bagian - Aquadest 65 gram

- Mastix 7,5 bagian - Gummie arabicum 25 gram

5
- Fenol 1 tetes

Kegunaan bahan fletcher:

- Sebagai campuran sementara yang termudah dan termurah namun

rapuh.

- Bebeuk fletcher (ZNO) sering digunakan sebagai bahan campuran

semen OSE.

- Untuk mencetak mahkota sementara.

b. Gutta percha

Gutta percha merupakan lateks koagulasi cairan getah murni yang dapat

mengeras dan berasal dari pohon jenis sapotacheae yang dapat dipadatkan,

terdapat di semenanjung Malaysia dan pulau-pulau sekitarnya pada daerah

tropis.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran gigi

membuktikan bahwa gutta percha point merupakan bahan yang paling

ideal dan sering digunakan sebagai bahan pengisian saluran akar.

Gutta percha point memiliki biokompatibilitas yang baik terhadap jaringan

peridekuler dengan semen saluran akar (siler) yang dapat menginduksi

pembentukan jaringan keras (respons osteogeik) dan dapat merangsang

penutupan apeks. Untuk mendapatkan kualitas bahan pengisi saluran akar

yang baik dan memiliki sifat plastis, gutta percha dalam pembuatannya

selalu dikombinasikan dengan wax, oksida seng, dan kalsium hidroksida.

6
Untuk mendapatkan bahan yang hermetis perlu diketahui sifat material

gutta percha point.

Pada perawatan saluran akar yang memakai gutta percha point bertujuan

untuk mempertahankan gigi selama mungkin dalam rongga mulut dan

dapat memadat dengan baik. Susunan gutta percha terdiri atas gutta

percha, kalsium karbonat, silika, dan beberapa bahan sulfat.

Sifat gutta percha:

- Tidak berbau.

- Tidak mempunyai rasa.

- Elastis.

- Tidak merupaka konduktor.

- Tidak mengiritasi atau merangsang jaringan lunak.

- Dalam mulut yang kurang bersih lama-lama akan menjadi porus dan

hancur.

- Larut dalam bahan karbon bisulfida, kloroform, benzene, yang

dididihkan, minyak terpentin, xylol, minyak eucalyptus.

- Tidak larut dalam asam lemak dan basa yang padat.

- Menjadi lunak bila dipanaskan dan keras kembali bila didinginkan.

- Tahan terhadap beban seberat 25 kg/cm.

Gutta percha tersedia dalam bentuk gutta percha point, gutta percha stick,

gutta percha plate dengan warna merah muda, putih dan putih keabu-

abuan. Menurut suhu pelunakannya, gutta percha dibagi menjadi:

7
- Low heat softening: Melunak di bawah suhu 200º F, dipakai sebagai

bahan tumpatan sementara dan mengandung 1 bagian gutta percha

dan 4 bagian oksida seng.

- Medium heat : Melunak pada suhu 200-212º F, mengandung

bagian gutta percha dan 6 bagian oksidasi seng.

- High heat : Melunak pada suhu 210-220º F.

Kelebihan gutta percha sebagai bahan tambalan:

- Tidak bersifat konduktor.

- Mudah pengerjaannya.

- Mempunyai warna yang harmonis.

- Mempunyai daya elastisitas yang baik.

- Bila perlu mudah dikeluarkan/diambil dari kavitas.

Kekurangan gutta percha sebagai bahan tambalan:

- Crussing resistensinya rendah.

- Dalam mulut bereaksi dengan sulfida. Oleh karena itu, dalam mulut

dengan higiene oral yang buruk, gutta percha dapat hancur.

- Pada pendinginan, aka mengalami kontraksi sehingga dapat lepas dari

dinding kavitas.

- Tidak dapat dipoles.

8
Kegunaan gutta percha:

- Sebagai bahan tumpatan sementara.

- Sebagai bahan untuk melakukan separasi lambat pada gigi.

- Sebagai bahan penutup sementara untuk obat-obatan pada perawatan

endodonitk.

- Sebagai bahan pengisi saluran akar hihi.

- Untuk mengukur kedalaman poket periodontium.

c. Semen seng fosfat

Semen ini digunakan sebagai tambalan sementara, bahan basis, dan

pelapik. Selain itu, juga digunakan untuk bahan perekat, yakni sebagai

perekat jembatan, mahkota, tuangan emas, inlay, band dan pasak inti serta

perawatan lesi karies dalam klinik.

d. Semen oksida seng eugenol

Semen oksida seng eugenol (OSE) adalah semen tipe sedatif yang lembut.

Biasanya disediakan dalam bentuk bubuk dan cairan, dan berguna sebagai

basif insulatif (penghambat). Bahan ini sering digunakan sebagai tumpatan

sementara.

Eugenol memiliki efek paliatif terhadap pulpa gigi dan ini merupakan

salah satu kelebihan jenis semen tersebut, kelebihan lainnya adalah

kemampuan semen untuk meminimalkan kebocoran mikro, dan

9
memberikan perlindungan terhadap pulpa. Bahan ini paling sering

digunakan ketika merawatb lesi karies yang besar.

2. Tumpatan Semipermanen

Tumpatan silikat sering digunakan untuk penambalan gigi anterior, karena

warnanya menyerupai warna gigi. Tumpatan silikat dapat larut dalam cairan

mulut walaupun lebih kuat dari tumpatan sementara. Oleh karena itu,

tumpatan silikat disebut juga sebagai tumpatan semipermanen.

3. Tumpatan Permanen

Tumpatan permanen merupakan tumpatan tetap setelah dilakukan perawatan

terhadap gigi yang mengalami karies atau bahkan setelah dilakukan

perawatan saraf. Ada bermacam-macam tumpatan permanen, antara lain

amalgam, inlay logam, tumpatan gold foil,tumpatan resin, dan lain-lain.

a. Amalgam

Amalgam kedokteran gigi (dental amalgam) dibuat dengan cara

mencampurkan merkuri cair dengan zat-zat padat yang merupakan

perpaduan dari perak, timah, tembaha, dan kadang seng, paladium,

indium, dan selenium. Kombinasi dari logam padat tersebut disebut

dengan amalgam alloy. Sangat penting untuk dapat membedakan antara

amalgam kedokteran gigi dan amalgam alloy (Craig, R. G., & Powers, J.

M.2002).

Amalgam kedokteran gigi merupakan alloy yang terdiri dari merkuri,

perak, tembaga, dan timah,dan mungkin juga bisa mengandung

10
palladium, zinc, dan elemen-elemen lain untuk meningkatkan

karakteristik dan kinerja klinis amalgam itu sendiri. (Anusavice, Keneth

J. 2004)

Indikasi utama bahan restorasi amalgam adalah sebagai bahan tambal

posterior. Restorasi dental amalgam ini sangat baik karena secara teknik

tidak sensitif, dapat mempertahankan bentuk anatomi dari gigi, tidak

mudah fraktur, dan tahan lama.

Bahan tambal amalgam dipergunakan sejak awal abad 19 dibuat dari

campuran koin perak spanyol/meksiko degan air raksa. Standardisasi

amalgam merupakan standardisasi pertama yang dibuat American Dental

Association (ADA) tahun 1919, sehingga disebut ADA Spefications

No.1.

Komposisi dan Fungsi Masing-Masing Komponen:

a) Perak (Ag) 67-74%

• Elemen utama dalam reaksi

• Menaikkan setting expansion

• Menaikkan tarnish resistance dalam memproduksi amalgam

• Memperputih alloy

• Menaikkan strength

• Menurunkan creep

b) Timah (Sn) 25-28%

• Mengontrol reaksi antara silver&mercury

• Mengurangi strength & hardness

11
• Mengurangi resistance terhadap tarnish & korosi

c) Tembaga (Cu) 0-6%

• Menaikkan hardness & strength

• Menaikkan setting expansion

d) Seng (Zn) 0-2%

• Dalam jumlah kecil, tidak memengaruhi setting reaction &

sifat amalgam

• Zinc menyebabkan tertundanya ekspansi jika campuran

amalgam terkontaminasi oleh uap lembab selama

manipulasi

• Mencegah masuknya O2 ketika terjadi fusi logam paduan

e) Air raksa (Hg) 0-3%

Kadang-kadang ditambahkan untuk menciptakan kondisi pre-

amalgamisasi pada logam paduan.

b. Komposit

Komposit adalah suatu campuran dari dua material atau lebih, masing-

masing materialnya memberikan kontribusi pada sifat resin komposit. Ada

3 komponen utama pada resin komposit, yaitu: (Bakar, Abu.2015)

• Matriks resin organik

• Bahan pengisi anorganik (filler)

• Bahan pengikat (coupling agent)

12
Macam-macam resin komposit:(Bakar,2015)

a) Komposit Fowable:

• Komposit dengan viskositas rendah.

• Perlu aktivasi sinar.

• Terutama untuk lesi servikal, restorasi untuk gigi decidiu, restorasi

kecil dan bebas dari tekanan pengunnyahan.

• Dimethacrylate resin & bahan pengisi anorganik dengan ukuran

0,4-3 µm. Volume bahan pengisi: 42-53%.

• Mempunyai modulus elastisitas rendah.

• Pengkerutan polimerisasi tinggi karena bahan pengisi sedikit.

• Aplikasinya langsung dari sryinge karena mempunyai viskositas

rendah.

b) Komposit Packable

• Diindikasikan: kabitas kelas I, II & VI (Mesial Oklusal Distal).

• Perlu aktivasi sinar.

• Dimethacrylate resin & bahan pengisi (volume 66-70%).

c. Glass Ionomer Cement

Semen ionomer kaca adalah bahan tambal sewarna gigi yang komponen

utamanya terdiri dari likuid yang merupakan gabungan air dengan

polyacid (Asam poliakrilat, maleat, itakonat, tartarat) dan bubuk berupa

fluoroaluminosilicate glass (Anang, Mariati.2015).

13
Bahan ini bersifat antikariogenik oleh karena mampu melepaskan flourida,

mempunyai thermal compatibility dengan enamel gigi, serta mempunyai

biokompatibilitas yang baik (Jurnal PDGI.2012).

Indikasi glass ionomer cement adalah: (Bakar, Abu.2015)

a) Restorasi pada lesi erosi/abrasi tanpa prevarasi kavitas.

b) Penutupan / penumpatan pit dan fisura oklusal.

c) Restorasi gigi decidiu.

d) Restorasi lesi karies kelas V.

e) Restorasi lesi karies kelas III, diutamakan yang pembukaannya dari

lingual atau palatinal belum melibatkan bagian labial

Glas ionomer cement memiliki beberapa tipe, yani: (Bakar, Abu.2015)

- Tipe 1: Luting - Tipe 6: Core build up

- Tipe 2: Restorasi - Tipe 7: Flouride release

- Tipe 3: Lining/base - Tipe 8: ART

- Tipe 4: Fissure sealent - Tipe 9: Decidiu restorastion

- Tipe 5: Orthodontic cement

D. Teknik Pengadukan Bahan Tambalan Gigi

1. Bahan Tumpatan Sementara

a. Fletcher

 Bahan tumpatan sementara terdiri atas bubuk dan cairan.

 Bubuk dan cairan kita campurkan

 kemudian diaduk di atas glassplate dengan spatel semen sampai

berbentuk adonan dan lama kelamaan akan mengeras.

14
b. Gutta Percha

 Gutta percha point terdiri dari 20% gutta percha dan 80% Zinc oxide

 Kemudian pewarna dan garam metal ditambahkan untuk warna dan

kontras radiografis

 Gutta percha dicairkan/dilarutkan dalam chloroform, eucalyptol,

halothane dan turpentine

 Penggunaan chloroform tidak boleh berlebihan, cukup setetes kecil

diletakkan di saluran akar

 Apabila terlalu lama terekspos udara dan cahaya dalam waktu yang

lama maka akan menjadi lebih rapuh

c. Semen seng fosfat

 Komposisi :

Bubuk : Konstitusi utama adalah Zinc Oksida, Magnesium oksida +

10 %, Oksida lain/garam logam (misal Fluorida) dalam jumlah kecil

Cairan : Berupa larutan asalmfosfor dalam air (sekitar 30%-40% air).

Juga sering terdapat Zinc atau Alumunium Fosfat yang terbentuk

dari larutnya zinc oksida dan atau Alumunium hidroksida di dalam

cairan.2

 Manipulasi :

Ringkasnya, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam manipulasi :

1. Mungkin tidak perlu menggunakan alat ukur untuk membagi

jumlah bubuk dan cairan, karena kekentalan yang diinginkan

bisa bervariasi menurut kebutuhan klinisnya. Meskipun

15
demikian, dianjurkan penggunaan jumlah maksimal dari bubuk

(sejauh masih menghasilkan adukan yang bisa dikerjakan) untuk

meminimalkan daya larut dalam dan memaksimalkan kekuatan.

2. Sebaiknya digunakan alas aduk yang dingin. Alas aduk yang

dingin akan memperpanjang waktu kerja dan pengerasan serta

memungkinkan operator menggunakan bubuk dalam jumlah

yang maksimal sebelum pembentukan matriks berlanjut ke titik

dimana adukan menjadi kaku. Cairan tidak boleh dituang ke alas

aduk sampai pengadukan siap dimulai.

3. Pengadukan diawali dengan penambahan sejumlah kecil bubuk.

Pada mulanya sejumlah kecil bubuk dicampur dengan

pengadukan yang cepat. Harus digunakan area yang cukup luas

dari alas aduk. Sebuah aturan yang baik untukdiikuti adalah

mengaduk setiap penambahan bubuk selama 15 detik sebelum

dilakukan penambahan berikutnya. Dua menit setelah awal

pengadukan, pH semen zinc phospat berkisar 2 Kemudian pH

naik dengan cepat menjadi 5,5 pada jam ke – 24. Jika digunakan

adukan yang encer, pH akan lebih rendah dan tetap rendah untuk

jangka waktu lama.

4. Tuangan harus segera dipasang, jika mungkin dengan gerakan

getar, sebelum terjadi pembentukan matriks.

5. Semakin kental adonan semakin kuat hasil campuran. Maka

untuk keperluan cavity lining hendaknya digunakan adonan

16
yang kental. Untuk tujuan penyemenan dibutuhkan adonan yang

encer sehingga memungkinkan semen mengalir sewaktu

restorasi dipasangkan.

 Waktu setting bergantung pada :

1. Powder,

2. Cairan,

3. Cara manipulasi.

 4 faktor yang mempercepat reaksi setting :

1. Perbandingan cairan dan powder yang tinggi

2. Penambahan powder ke cairan secara cepat

3. Terdapat kontaminasi

4. Suhu yang lebih tinggi.

d. Semen oksida seng eugenol

 Komposisi :

Zinc Oxyde Eugenol (konvensional) terdiri dari bubuk Zinc Oxyde

dan cairannya berupa eugenol. Terkadang ada bahan tambahan

seperti polimer (metil akrilat), alumina, dan cairannya berupa EBA

dimana penambahannya berfungsi untuk meningkatkkan durabilitas

dan kekuatan, tetapi menyebabkan penurunan daya tensile dan daya

larut. Zinc Asetat dan Asam asetat dalam jumlah hingga 1%,

dipergunakan sebagai akselerator untuk reaksi setting.

17
 Manipulasi :

Semen ini dicampur dengan cara menambahkan sejumlah puder ke

dalam cairan hingga diperoleh konsistensi yang kental. Perbandingan

jumlah puder dan liquidnya berkisar 4 : 1 atau 6 : 1 akan

menghasilkan semen dengan sifat-sifat yang dikehendaki dan agar

didapat adonan berbentuk dempul. Pencampuran dapat dilakukan

pada glass slab tipis dan menggunakan spatula logam yang tahan

karat.

 Reaksi setting

1. Reaksi kimia, membentuk senyawa zinc eugenolate

2. Dapat terjadi adsorbsi eugenol oleh zinc oxyde

 Waktu settingnya bergantung pada:

1. Puder: yaitu ukuran partikelnya, dimana puder yang lebih halus

mempunyai permukaan terbuka yang lebih luas terhadap

eugenol sehingga akan bereaksi lebih cepat.

3. Perbandingan puder dengan cairan: adonan yang kental

menghasilkan bahan yang lebih cepat setting.

4. Peningkatan suhu juga menyebabkan waktu setting semakin

cepat.

2. Tumpatan Semipermanent

a. Semen Silikat

 Komposisi

18
1. Powder : Bubuk semenya adalah kaca yang terdiri dari silica

(SiO2); alumina (Al2O3); senyawa flourida, seperti NaF, dan

Na3AlF6; dan beberapa garam kalsium, seperti Ca(H2PO4)H2O

dan CaO. Bahan-bahan ini dipanaskan sampai suhu 1400’C

sampai terbentuk kaca. Tujuan senyawa flourida adalah untuk

menrunkan temperature pencampuran dari kaca.

2. Cairan : Cairannya adalah larutan dari asam fosfor dengan

garam-garam dapur. Ketika bubuk dan cairan dicampur ,

permukaan partikel bubuk terpajan asam, dan melepaskan ion-

ion Ca2+, Al3+, dan F-. ion-ion logam berpresipitasi sebagai

fosfat yang membentuk matriks semen dengan sisipan garam-

garam fluoride.

Secara estetis awalnya restorasi silikat mempunyai estetis sangat

baik dan dapat menyamai warna gigi apabila pemilihan bahan

dilakukan dengan tepat. Setelah beberapa lama silikat dapat

mengalami staining terutama bila permukaan telah menjadi kasar

oleh karena aberasi atau erosi.

1. Sifat fisik

a. Kuat dalam menahan kompresi (180MPa)

b. Lemah dalam menahan tekanan tarik (3.5MPa)

c. koefisiens ekspansi termis rendah

d. konduktifitas termis rendah

e. tjd kontraksi

19
f. sulit dipoles

2. Sifat biologi

a. Ph = <3 saat dimasukkn kedalam rongga mulut, <7 setelah

pemakaian satu bulan

b. Mempunyai efek kariostatis, dikarenakan terdapat

kandungan fluoride

c. terjadi reaksi pulpa

3. Erosi dalam saliva

4. Estetis kurang, dikarenakan warnanya yang agak buram

5. Tidak terjadi ikatan antara semen silikat dengan enamel dentin

b. Manipulasi

Ada beberapa tahapan manipulasi dari jenis semen silikat, diantaranya

adalah :

Pencampuran

- harus dicampur dengan cepat

- dibuat sekental mungkin

- glass slab yg dingin & spatula logam dan plastic, dengan tujuan

dapat memperlambat waktu setting

- ratio 1,6g/0,4 ml

- puder dimasukkan kecairan dalam waktu 1 menit,diaduk sampai

konseistensinya seperti dempul

20
c. Reaksi setting

- terbentuk gel siliko hidrat

- terjadi reaksi asam basa, pengerasan 24 jam

d. Waktu setting

- tergantung komposisi bahan, untuk partikel puder, partikel yang

lebih halus maka setting timenya lebih cepat.

- waktu pencampuran yang lama, suhu rendah, hilangnya air dari

cairan, dan ratio p/c rendah, maka akan terjadi setting yang lambat.

3. Tumpatan Permanent

a. Amalgam

 Manipulasi

 Pemanipulasian amalgam dilakukan dengan cara

mencampurkan alloy amalgam dengan merkuri. Rasio

powder alloy amalgam dengan merkuri yang biasa digunakan

adalah 1:1.

 1-3 Pada alloy spherical, rasio powder : liquid biasanya lebih

kecil, dengan kandungan merkuri sekitar 45%.

 Proses selanjutnya adalah triturasi, yaitu pengadukan powder

dengan liquid yang dapat dilakukan secara manual

menggunakan mortar dan pastel maupun secara mekanis

menggunakan amalgamator dan kapsul.

 Hasil dari proses triturasi adalah didapatnya suatu massa

plastis yang disebut amalgam.

21
 Setelah triturasi, amalgam dimasukkan ke dalam kavitas

menggunakan amalgam carrier dan dilanjutkan dengan

kondensasi yaitu memberikan tekanan yang besar

menggunakan amalgam stopper agar dapat berkontak rapat

dengan dinding kavitas. Kondensasi yang baik perlu

dilakukan untuk membuang kelebihan merkuri, karena

merkuri yang berlebihan dapat melemahkan struktur

amalgam dan menyebabkan porositas pada amalgam.

 Prosedur selanjutnya adalah carving yang dilakukan untuk

mendapatkan kontur, kontak dan anatomi yang sesuai

sehingga mendukung kesehatan gigi dan jaringan lunak di

sekitarnya.

 Setelah itu dilakukan pemolesan (polishing) dengan

burnisher untuk meminimalisir korosi dan mencegah

perlekatan plak.

 Pemolesan dilakukan 24 jam setelah penambalan, setelah

tambalan cukup kuat.

 Alat dan bahan

Bahan :

Liquid (air raksa), powder alloy spherical Amalgam dalam

capsule (bila menggunakan amalgamator)

Alat :

22
Mortar dan pastle Amalgam pistol Amalgam stopper Kassa Pinset

Model gigi yang sudah di preparasi

 Cara Kerja

- Manipulasi manual :

1. Siapkan mortar dan pastle

2. Tentukan rasio powder : liquid yaitu 1:1 lalu letakkan ke

kedalam mortar

3. Aduk dengan cara posisi pastle tegak lurus,putar

melawan jarum jam (triturasi)

4. Aduk sampai homogen, yaitu terjadi perubahan warna

menjadi lebih mengkilap dan sudah tidak menempel di

permukaan mortar.

5. Tuang amalgam yang sudah homogeny ke dalam mortar

yang sudah di letakkan kassa di atasnya

6. Peras amalgam dengan cara menjepitnya dengan pinset,

hati-hati jangan sampai tumpah.

7. Sisa merkuri akan mengalir ke tampungan dan di

dapatkan padatan yang siap diaplikasikan di atas cavitas.

8. Ambil amalgam dengan amalgam pistol dan letakkan ke

dalam kavitas

9. Tekan perlahan dengan amalgam stopper dan rapikan

permukaannya

10. Tunggu hingga setting ± 24 jam.

23
11. Langkah terakhir adalah finishing dan polishing

- Manipulasi dengan amalgamator ;

1. Ambil capsule danletakkan di dalam pengait dalam

amalgamator

2. Atur waktu pengadukan 16 detik

3. Tutup amalgamator

4. Tekan tombol start

5. Amalgamator akan otomatis berhebti setelah16 detik

berlalu.

6. Buka capsule dan tuang ke kassa. Amalgam siap untuk di

aplikasikandi dalam kavitas tanpa harus disaring terlebih

dahulu

 Prinsip kerja Restorasi Amalgam

1. Isolasi gigi dengan menggunakan rubber dam/cotton roll.

2. Buatlah outline kavitas,

3. Hilangkan semua jaringan karies dengan bur

berkecepatan rendah :

 Bur round: Membuat jalan masuk pada waktu

preparasi kavitas

 Bur fissure: Melebarkan dinding kavitas.

 Bur inverted cone: Meratakan dasar kavitas/

membuat retensi pada kavitas.

24
4. Bersihkan Cavitas menggunakan air bersih dengan

cotton pellet.

5. Buatlah sedikit adonan Zinc Phospat Cement untuk

melapisi retensi.

6. Masukkan adonan Zinc Phospat Cement ke dalam

kavitas.

7. Buatlah adonan Amalgam

8. Masukkan adonan Amalgam ke dalam kavitas dengan

amalgam pistol.

9. Gunakan amalgam carver untuk meratan tumpatan atau

tepi tumpatan dan burnisher untuk meratakan cavitas

supaya padat.

10. Setelah 24 jam lakukan pemolesan supaya tidak terjadi

celah antara tumpatan pada dinding kavitas.

b. Resin Komposit

 Komposisi Resin Komposit

- Bahan utama/Matriks resin

- Filler

- Coupling agent

- Penghambat polimerisasi

- Penyerap UV

- Opacifier

- Pigmen warna

25
 Teknik Restorasi komposit (penempatan di dalam kavitas) Setelah di

lakukan preparasi kavitas yang benar, maka suatu kavitas dapat

segera dilakukan penumpatan, berikut prosedurnya:

1. Sebelum dilakukan penumpatan, perlu dilakukan suatu

tinddakan perlindungan terhadap Dentin dan pulpa, hal ini

mencegah asam yang berasal dari etsa atau resinakan

menyebabkan iritasi pulpa. Zinc Okside eugenol bukan suatu

pilihan yang tepat,karena eugenol mengganggu polimerisasi

sebagian sistem resin dan cenderung membuat resin mnejadi

lunak. Maka bahan yang digunakan adalah kalsium hidroksida.

Bahan ini diaplikasikan sebagai suatu lapisan yang tipis di

bawah resin, namun dalam aplikasi etsa dengan bahan asam

fosfat bahan ini dapat melarutkan calcium hidroksia sehingga

harus dilakukan basis ulang. Sehingga ditemukan temuan baru

sejenis ionomer kaca yang diaktifkan dengan sinar, dan bahan

ini sangat melekat dengan dentin sangat baik.

2. Setelah kavitas diberikan bahan pelapik untuk melidungi pulpa,

maka selanjutnya dilakukan prosedur pengetsaan. Bahan etsa

yang diaplikasikan pada email menghasilkan perbaikan anatara

permukaan email dan resin, karean etsa sendiri menghasilkan

permukaan email yang bersih, yang memungkinkan resin

membasahi pemukaan email lebih baik, selain itu etsa juga

menghasilkan permukaan email yang tidak teratur seperti porus

26
dengan bentuk lembah dan puncak, sehingga resin dapat

terkunci secara mekanis pada permukaan yang tidak teratur

tersebut. Tekniknya, bahan etsa yaitu berupa asam fosfor yang

diaplikasikan ke dalam kavitassekitar 15-20 detik menggunakan

cotton pellet atau brush kecil, tanpa diganggu kontaknya dengan

email dengan tidak menyeka atau menghapus permukaan

email.Kemudian etsa dibesihkan dengan air selama 30 detik

kemudian dikeringkan selama15 detik dengan alat pengering.

Alat pengering sendiri harus terjamin bebas dari kontaminasi.

Email yang telah teretsa dengan baik berwarna putih, jika belum

putih diduga etsa kurang adekuat, dan asam tersebut harus

diulangi lagi.

3. Prosedur selanjutnya adalah pengaplikasian bahan bonding.

Bahan bonding biasanya terdiri atas bahan matriks resin BIS-

GMA yang encer. Pengaplikasiannya dengan cara dentin diberi

bonding dengan kuas kecil ke dalam kavitas dan dinding email

selama 15 detik kemudian dibilas dengan air. Kelebihan air

dihilangkan dari permukaan dentin yang telah dietsa tanpa

merusak jala-jala kolagen.

4. Setelah prosedur etsa dan bonding, maka selanjutnya adalaah

penempatan bahan restorasi. Bahan dan alat yang dibutuhkan :

a.Strip Mylar

b.Blok kertas pad

27
c.Bahan komposit

d.Spatula agate

Strip Mylar dipersiapkan untuk mendapatkan kontur yang

diinginkan. Strip yang biasa dipakai dipotong setengah dari

panjangnya dan lebarnya dikurangi untuk mendapatkan strip

yang tidak lebih dari 1-2 mm di bawah tepi insisal. Strip

kemudianditempatkan pada posisinya yaitu diantara kontak dan

tepi gingival juga harustertutup. Resin komposit biasanya

dikemas dalam bentuk 2 pasta yaitu basis dan katalis.Kemudian

katalis dan basis dalam jumlah yang sama ditempatkan pada

kertas pad. Kemudian dicampu dengan spatula agate, kenapa

tidak digunakan glass slabe karenakomposit snagat abrasive

sehingga dapat mengetsa permukaan kaca, dan kenapa tidak

memakai spatula semen karena komposit dikhawatirkan dapat

beraksi dengan logamsehingga dapat merubah warna. Waktu

polimerisasi dari komposit sendiri singkat sehingga

pengaplikasian kedalam kavitas sendiri juga harus cepat, maka

adonan dicampur sampai homogeny dansiap ditempatkan

kurang lebih dalam waktu 30 detik. Kemudian alat beujung

plastic(plastic filling instrument) digunakan untuk membawa

komposit ke dalam kavitas.

5. Komposit diaktifkan dengan sinar. Restorsi yang melebihi 2.5

mm harus dimasukkan ke dalam kavitas selapis demiselapis,

28
karena penetrasi sinar sangat terbatas. Ujung sumber sinar

ditempatkan cukupdekat tetapi jangan sampai menyentuh

permukaan restorasi yang diaktifkan. Biasanya waktu

penyinaran yang dibutuhkan untuk tiap tepat sekita 40 detik.

Penyinaran dilakukan dari 3 arah yaitu labila atau bukal, lingual

atau palatal, dan dari arahoklusal. Kemudian selanjutnya

letakkan komposit selapis lagi dan diaktifkan sinar lagi, hingga

restorasi sudah menutup kavitas.

6. Pemolesan dapat langsung dilakukan setelah komposit

diaktifkan dengan sinar. Pemolesan menggunakan rubber cups

khusus komposit atau juga dapat menggunakanArkansas stone

yang dialiri dengan air.

c. Glass Ionomer Cement

 Komposisi Powder dan liquid

 Powder :

1. Silikon Oxida

2. Aluminium Oxida

3. Kalsium Fluoride

 Liquid : Asam Poliakrilat 40-50 %

P : L = 1 : 1 atau 3,6: 1

29
 Adapun Cara Pengadukan Bahan Tumpat Glass Ionomer ( GI )

adalah sbb :

 Satu sendok bubuk diletakkan pada papper pad, lalu dibagi

menjadi dua bagian yang sama, kemudian letakkan satu tetes

liquid disebelah bubuk itu.

 Botol cairan dipegang sebentar dalam keadaan horizontal

untuk mengeluarkan udara dari bagian ujungnya dan kemudian

dalam posisi vertikal dikeluarkan satu tetes cairan pada papper

pad. Bila perlu botol ditekan sedikit, tapi cairan jangan

tertekan keluar.

 Mula-mula cairan disebarkan dengan spatula pada suatu

permukaan sebesar 1,5 cm. Pengadukan dimulai dengan

mencampur setengah dari bubuk dengan cairan yang

menggunakan spatula.

 Bubuk dicampur dengan gerakan menggulung sehingga

partikel-partikel bubuk secara perlahan-lahan terbasahi tanpa

tersebar.

 Jika seluruh bubuk telah basah, bagian kedua dicampur dalam

adukan tersebut setelah itudiaduk kuat sambil menjaga agar

adukannya tetap berupa satu kesatuan massa.

 Pengadukan harus selesai 20– 30 detik, hasil adukan yang baik

harus licin seperti permenkaret.

30
 Penumpatan dapat langsung dilakukan pada cavitas tanpa

preparasi terlebih dahulu,digunakan Vaseline agar tambalan

tidak mudah melengket dan untuk menghaluskan.

31
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Penambalan gigi adalah suatu prosedur medis yang dilakukan oleh dokter

gigi untuk mengembalikan fungsi gigi akibat kerusakan gigi, seperti fraktur gigi,

pembusukan gigi (karies), atau akibat trauma lain pada permukaan gigi

(kebiasaan mengigit kuku, kebiasaan mengertakkan gigi).

Jenis bahan tumpatan yang sering digunakan dalam bidang kedokteran

gigi ialah resin komposit, semen ionomer kaca (GIC) dan amalgam.

Macam-Macam Bahan Tambalan Gigi:

1. Tumpatan Sementara

a. Fletcher

b. Gutta percha

c. Semen seng fosfat

d. Semen oksida seng eugenol

2. Tumpatan Semipermanen

a. Tumpatan silikat

3. Tumpatan Permanen

a. Amalgam

b. Komposit

c. Glass Ionomer Cement

32
B. Saran

Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya

penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas

dengan sumber-sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat dipertanggung

jawabkan.

33
DAFTAR PUSTAKA

http://delinara.blogspot.com/2016/11/macam-macam-tumpatan-gigi.html

http://www.kerjanya.net/faq/12103-tambal-gigi.html

http://nisrinadentistry.blogspot.com/2016/11/macam-macam-restorasi-dan-
bahan.html

http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/8316

http://ebeltim.blogspot.com/2012/10/glass-ionomer.html

http://mr-dentist.blogspot.com/2017/03/macam-macam-semen-kedokteran-
gigi.html

https://dokumen.tips/documents/teknik-restorasi-komposit.html

https://docplayer.info/41318692-Pengambilan-gutta-percha-point-menggunakan-
bahan-pelarut-minyak-jeruk-yang-dikombinasi-dengan-instrumen-manual.html

https://www.academia.edu/17249250/Macam_Bahan_Pengisi_Saluran_Akar

https://dokumen.tips/documents/sop-penambalan-amalgam.html

https://www.scribd.com/document/229742003/Manipulasi-Dental-Amalgam

http://maisy-dentist.blogspot.com/2012/05/amalgam.html

https://www.scribd.com/doc/137864173/Penambalan-Dengan-Art

34