Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

LATIHAN GERAKAN ROM AKTIF DAN PASIF

KELOMPOK 1:
ADINDA DWI KARNITA 1511001
FARIKHA NUR MULYA SAPUTRI 1511004
LAILUL KHOTIMAH 19Ns002
OKKY CINTYA PERMATA DEWI 1511011
RINA WAHYU ANGGRAENI 1511012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
PATRIA HUSADA BLITAR
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN
LATIHAN GERAKAN ROM AKTIF DAN PASIF

Pokok bahasan : Mobilisasi Fisik


Sub pokok bahasan : Latihan Gerakan ROM Aktif dan Pasif
Hari/Tanggal : Sabtu, 05 Oktober 2019
Waktu : 11.00 - 11.20
Tempat : Ruang Stroke Center RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar

A. LATAR BELAKANG
Stroke merupakan penyakit yang paling sering menyebabkan cacat berupa kelemahan
wajah, lengan dan kaki pada sisi yang sama (hemiparase) disamping kecacatan lainnya.
Angka kejadian hemiparase semakin meningkat seiring dengan meningkatnya angka kejadian
stroke. Jumlah penderita stroke cenderung meningkat setiap tahun, bukan hanya menyerang
penduduk usia tua, tetapi juga di alami oleh mereka yang berusia muda dan produktif
(Yastroki, 2010).
Salah satu dampak yang terjadi pada penderita stroke adalah mengalami kelemahan
disalah satu sisi tubuh yang terpengaruh stroke. Kelemahan ini menimbulkan
ketidakseimbangan dan kesulitan saat beraktifitas karena kekuatan otot, keseimbangan dan
koordinasi gerak (Irdawati, 2008), oleh karena itu pasien stroke memerlukan rehabilitasi
untuk meminimalkan cacat fisik agar dapat menjalani aktifitas secara normal. Rehabilitasi
sedini mungkin secara cepat dan tepat sehingga membantu pemulihan fisik yang cepat dan
optimal. Serta menghindari kelemahan otot yang dapat terjadi apabila tidak dilakukan latihan
rentang gerak setelah pasien terkena stroke (Irfan, 2010).
Menurut Saraswati (2009), upaya pencegahan terjadinya stroke yaitu dengan
mengendalikan hipertensi. Jika stroke tidak di tangani dengan segera maka dapat berdampak
pada berbagai fungsi tubuh, diantaranya adalah deficit motorik berupa hemipirase. Kondisi
abnormal pembuluh darah otak, di tandai oleh adanya perdarahan di dalam otak atau
pembentukan embolus atau thrombus yang menyumbat arteri, mengakibatkan iskemik
jaringan otak yang kondisi normalnya diperdarahi oleh pembuluh darah (Maria dkk, 2011).
Bila stroke tidak ditangani maka akan mengalami kelemahan di salah satu tubuh. Kelemahan
ini bisa menimbulkan ketidakseimbangan dan kesulitan saat berjalan (Irdawati, 2008, dan
Levine, 2009).
Penderita Stroke dapat menyebabkan kelemahan anggota gerak dan di mobilisasi sedini
mumgkin ketika kondisi klinis neurologis dan hemodinamik penderita sudah mulai stabil.
Mobilisasi dilakukan secara rutin dan terus menerus untuk mencegah terjadinya komplikasi
stroke, terutama kontraktur. ROM merupakan salah satu bentuk latihan dalam proses
rehabilitasi yang dinilai cukup efektif untuk mencegah terjadinya kecatatan pada penderita
stroke.
Menurut Soekarno (2007) jika tidak dilakukan ROM maka akan terjadi kontraktur,
karena adanya atropi, kelemahan otot, sehingga otot memendek karena adanya lengkettan dari
kapsul sendi dan pembengkakan sendi, adanya spastic dari otot dan rasa sakit pada otot.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, Klien dan keluarganya diharapkan dapat
mengetahui dan memahami tentang Gerakan ROM, tujuan dari Gerakan ROM, prinsip
Gerakan ROM, klasifikasi Gerakan ROM, dan cara Gerakan ROM baik aktif maupun
pasif.
2. Tujuan Khusus
a. Klien dan keluarga mampu menyebutkan kembali pengertian dari ROM
b. Klien mampu menyebutkan tujuan dari Gerakan ROM.
c. Klien mampu menyebutkan prinsip dari gerakan ROM.
d. Klien dan Keluarga mampu menyebutkan klasifikasi dari ROM
e. Klien dan keluarga mampu mempraktekkan/ mendemonstrasikan cara gerakan ROM
pada ektremitas bawah

C. SASARAN
Keluarga dan pasien yang mengalami Hambatan mobilitas karena CVA di Ruang Stroke
Center RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar.

D. PEMBAHASAN MATERI
1. Gerakan ROM
2. Tujuan dilakukan ROM
3. Prinsip dari gerakan ROM
4. Klasifikasi ROM

E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi

F. Media
1. Leaflet
2. Flip chart

G. KEGIATAN PENYULUHAN
No. Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Respon Peserta
1. Pembukaan 5 menit 1. Memberikan salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2. Menyimak
3. Menyampaikan pokok bahasan 3. Menyimak
4. Menyampaikan tujuan 4. Menyimak
2. Pelaksanaan 15 menit Penyampaian Materi 1. Peserta
1. Menjelaskan pengertian ROM mendengarkan
aktif dan pasif 2. Peserta
2. Menjelaskan tujuan ROM aktif memperhatikan
dan pasif 3. Peserta ikut
3. Menjelaskan prinsip ROM aktif mempraktikkan
dan pasif prosedur ROM
4. Menjelaskan klasifikasi ROM
aktif dan pasif
5. Menjelaskan cara gerakan ROM
aktif dan pasif
3. Penutupan 5 menit 1. Diskusi 1. Aktif bertanya
2. Evaluasi 2. Menjawab
3. Kesimpulan pertanyaan
4. Memberikan salam penutup 3. Memperhatikan
4. Menjawab salam

H. EVALUASI
1. Evaluasi Persiapan
a. Materi sudah siap dan dipelajari 2 hari sebelum dilakukan pendidikan kesehatan
dimulai
b. Media sudah siap 2 hari sebelumnya
c. Tempat sudah siap 4 jam sebelumnya
d. SAP sudah siap 4 hari sebelumnnya
2. Evaluasi Proses
a. Peserta memperhatikan penjelasan penyaji
b. Peserta Aktif bertanya dan mampu mendemonstrasikannya
c. Media dapat digunakan efektif
3. Pengorganisasian
a. Penyaji: Adinda Dwi Karnita
b. Moderator: Lailul Khotimah
c. Fasilitator: Farikha Nur Mulya Saputri
Okky Cintya Permata Dewi
Rina Wahyu Anggraeni
MATERI
LATIHAN GERAKAN ROM AKTIF DAN PASIF

A. DEFINISI
ROM adalah gerakan dalam keadaan normal dapat dilakukan oleh sendi yang
bersangkutan. (Suratun, dkk, 2008). Latihan range of motion (ROM) merupakan istilah baku
untuk menyatakn batasan gerakan sendi yang normal dan sebagai dasar untuk menetapkan
adanya kelainan ataupun untuk menyatakan batas gerakan sendi yang abnormal (Arif, M,
2008).
Latihan range of motion(ROM) adalah latihan yang dilakukan untuk mempertahankan
persendian atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggeraka persendian
secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus otot (Potter & Perry,
2005).

B. TUJUAN
Latihan ini memberikan manfaat yaitu :
1. Mempertahankan atau meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot
2. Memperbaiki tonus otot
3. Meningkatkan pergerakan sendi
4. Memperbaiki toleransi otot untuk latihan
5. Meningkatkan massa otot
6. Mengurangi kelemahan
7. Mencegah kontraktur dan kekakuan pada persendian

C. INDIKASI DILAKUKAN ROM


1. Stroke atau penurunan kesadaran
2. Kelemahan otot
3. Fase rehabilitasi fisik
4. Klien dengan tirah baring lama

D. KONTRAINDIKASI
1. Kelainan sendi atau tulang
2. Nyeri hebat
3. Sendi kaku atau tidak dapat bergerak
4. Trauma baru yang kemungkinan ada fraktur yang tersembunyi
E. PRINSIP GERAKAN ROM
1. ROM harus diulang pada tiap gerakan sebanyak 8 kali dan di lakukan sehari minimal 2
kali
2. ROM harus dilakukan perlahan dan hati-hati
3. Bagian – bagian tubuh yang dapat digerakkan meliputi persendian seperti leher, jari,
lengan , siku, tumit, kaki, dan pergelangan kaki
4. ROM dapat dilakukan pada semua bagian persendian atau hanya pada bagian-bagian
yang dicurigai mengalami proses penyakit

F. KLASIFIKASI ROM
1. Gerakan ROM Pasif
Latihan ROM yang dilakukan dengan bantuan perawat setiap gerakan.
Indikasinya adalah pasien semi koma dan tidak sadar, pasien usia lanjut dengan
mobilisasi terbatas, pasien tirah baring total, atau pasien dengan paralisis.
Gerakan yang dapat dilakukan meliputi:
a. Fleksi  Gerakan menekuk persendian
b. Ekstensi  yaitu gerakan meluruskan persendian
c. Abduksi  gerakan satu anggota tubuh ke arah mendekati aksis tubuh
d. Adduksi  gerakan satu anggota tubuh ke arah menjauhi aksis tubuh
e. Rotasi  gerakan memuatar melingkari aksis tubuh
f. Pronasi  gerakan memutar ke bawah
g. Supinasi  gerakan memutar ke atas
h. Inversi  gerakan ke dalam
i. Eversi  gerakan ke luar
2. Gerakan ROM Aktif
Latihan ROM yang dilakukan sendiri oleh pasien tanpa bantuan perawat dari
setiap gerakan yang dilakukannya. Indikasinya adalah pasien yang dirawat dan mampu
untuk ROM sendiri dan Kooperatif.
G. GERAKAN ROM PASIF DAN AKTIF
Latihan Pasif Anggota Gerak Atas
a. Fleksi dan ekstensi pergelangan tangan

b. Fleksi dan Ekstensi Siku

c. Pronasi dan Supinasi Lengan Bawah

d. Fleksi dan Ekstensi Bahu


e. Abduksi dan Adduksi Bahu

f. Rotasi bahu

Latihan Pasif Anggota Gerak Bawah


a. Fleksi dan Ekstensi Jari-jari kaki

b. Inversi dan Eversi Kaki


c. Fleksi dan ekstensi Lutut

d. Rotasi Pangkal Paha

e. Abduksi dan Adduksi Pangkal Paha

Latihan ROM Aktif


a. ROM aktif

b. ROM aktif bahu


c. ROM aktif siku

d. Latihan pergelangan tangan

e. Latihan jari-jari tangan