Anda di halaman 1dari 4

BAB I

1.1.Latar Belakang

Salah satu senyawa fenolik adalah kresol,yang mempunyai nama IUPAC metilfenol,
dengan rumus molekul C7H8OH. Kresol terdapat sebagai isomer orto, meta dan para kresol.
Cresol termasuk senyawa fenol dengan struktur dasar berupa cincin hidrokarbon aromatik
yang memiliki gugus fungsi hidroksil dan metil. Cresol dapat berasal dari alam maupun dari
aktivitas manusia. Senyawa ini biasanya berasal dari minyak bumi atau tar batu bara,
digunakan secara luas pada industri kimia, petrokimia, pulp dan kertas, penyamakan kulit,
peleburan logam dan obat-obatan. Ditemukannya cresol di lingkungan perairan berhubungan
erat dengan hadirnya industri-industri tersebut. Cresol bersifat beracun bagi lingkungan
karena terbukti menghambat pertumbuhan, bahkan menurunkan jumlah mikroorganisme di
instalasi pengolahan air limbah.

Gambar. Isomer Cresol

Peningkatan konsentrasi cresol di lingkungan menjadi perhatian karena cresol bersifat


racun protoplasma dan merusak DNA. Selain di perairan, cresol dapat dijumpai pada hasil
pengujian udara ambien. Ortho-cresol (o-cresol) merupakan senyawa fenol termetilasi yang
kandungannya dalam udara paling tinggi dibanding senyawa fenol lainnya. Senyawa meta-
cresol (m-cresol) erat kaitannya dengan aktivitas manusia, sebab merupakan bahan campuran
dalam kosmetik, parfum, disinfektan, bahan peledak dan pestisida. Campuran antara m-cresol
dan para-cresol (p-cresol) digunakan dalam sintesis insektisida. Khusus untuk p-cresol
berpotensi memicu kanker pada manusia. Secara umum, konsentrasi cresol yang ada secara
alami di alam tidak berbahaya pada kesehatan. Potensi bahaya terhadap kesehatan akan mulai
teramati pada populasi yang hidup pada lingkungan dengan konsentrasi cresol yang tinggi dan
terpapar secara terus-menerus (Michałowicz dan Duda, 2006).
Cresol dengan segala sifat beracunnya, tergolong senyawa fenol yang relatif mudah
diuraikan dibanding senyawa nitrofenol dan fenol terklorinasi. Cresol dapat diuraikan oleh
organisme di dalam sistem lumpur aktif, permodelan dalam laboratorium yang menggunakan
agregat pasir, air tanah dan perairan pantai (Kahru dkk., 2002). Cresol dapat diuraikan oleh
mikrobia secara aerob dan anaerob (Wei dkk., 2016). Contoh penguraian cresol secara
anaerob dilakukan oleh Geobacter metallireducens DSM 7210 (Peters dkk., 2007), Azoarcus
buckelii DSM 14744 (Rudolphi dkk., 1991) dan Desulfosarcina cetonica DSM 7267 (Muller
dkk., 1999). Contoh mikroorganisme yang menguraikan cresol secara aerob adalah
Acinetobacter calcoaceticus NCIMB 8250 (Ehrt dkk., 1995), Escherichia coli TG1 (Fishman
dkk., 2004), Ralstonia pickettii PKO1 (Kukor dan Olsen, 1992), Pseudomonas sp. CP4
(Ahamad dkk., 2001), Pseudomonas sp. MS-1 (Toyama dkk., 2010), Pseudomonas putida 3,5
(Hopper dan Taylor, 1974), Pseudomonas putida F1 (Yu dkk., 2001), Pseudomonas putida
MTB6 (Huertas dkk., 2000), Pseudomonas putida T-57 (Faizal dkk., 2005), Pseudomonas
putida NCIMB 9866, Pseudomonas pseudoalcaligenes NCIMB 9867 (Hopper dan Taylor,
1975).

Monografi dari kresol

Kresol adalah campuran isomer kresol (o-, m-, p-) yang diperoleh dari ter batubara
atau minyak tanah. Kresol adalah desinfektan yang mirip dengan fenol. Tindakan pencegahan
yang sesuai harus dilakukan untuk mencegah penyerapan melalui kulit. Kresol telah banyak
digunakan dalam desinfektan untuk keperluan rumah tangga dan rumah sakit. Kresol sendiri
telah digunakan sebagai larutan sabun dan desinfektan umum, akan tetapi sebagian besar telah
diganti oleh desinfektan fenolik lain yang tidak terlaulu mengiritasi. Kresol tidak cocok untuk
desinfektan kulit dan luka. Kresol juga dapat digunakan sebagai pengawet antimikroba dalam
sediaan farmasi parenteral dan dalam beberapa formulasi topikal.

Pemerian kresol sendiri adalah cairan dengan sifat pembiasan tinggi, tidak berwarna
atau kekuningan sampai kuning kecoklatan, atau agak merah muda, lama kelamaan dan oleh
pengaruh cahaya warna menjadi lebih gelap. Bau kresol sendiri seperti fenol, kadang-kadang
bersifat empati-reumatic. Larutannya sendiri jenuh bersifat netral atau agak asam terhadap
lakmus. Berat jenis kresol 1,030 sampai 1,038.
Kelarutan untuk kresol sendiri adala agak sukar larut dalam air, biasanya membentuk
larutan keruh. Kresol sendiri larut dalam larutan alakali hidroksida, dan dapat bercampur
dengan etanol, diklorometana, eter, dan gliserol. Dan memiliki jarak destilasi tidak kurang
dari 90% terdestilasi antara suhu 1950 dan 2050.

Bahaya yang timbul akibat kresol diantaranya adalah :

1. Anemia akibat keracunan kresol berat


2. Peningkatan kadar imunotranferase yang ditandai setelah konsumsi kresol
3. Luka bakar
4. Gangguan fungsi hati berat
5. Cedera hepato seluler dengan hiperaminotrans-ferasemia
6. Keracunan yang menyebabkan kematian
DAFTAR PUSTAKA

1. Advisory Comittee of Existing Chemicals of the Association of German Chemist


(GDCh). 2003. m/p-Cresol Category. Jerman: UNEP Publication.
2. Farmakope Indonesi Edisi 4, Halaman 261 sampai 262. Jakarta : Departemen
Kesehatan, 1995.
3. Martindale thirtysixth Edition. Edited by Sean C Sweetman.