Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PRAKTIKUM MESIN LISTRIK

“Praktikum Trafo 3 Fasa”

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH


MESIN LISTRIK

NAMA KELOMPOK I :
1. Ahmad Jamaruddin (1831120039)
2. Candra Tri Hastuti (1831120012)
3. Firman Yudistira (1831120062)
4. M. Riski Eman (1831120071)
5. Nungky Rusydah D’U (1831120054)
6. Thoriq Ariadi Gumelar (1831120043)

POLITEKNIK NEGERI MALANG


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI D3 TEKNIK LISTRIK
2019
I. PENGUJIAN TAHANAN ISOLASI

A. Tujuan

a. Untuk mengetahui secara dini kondisi isolasi trafo.


b. Untuk mengetahui kemungkinan adanya ganguan hubung singkat
c. Untuk memastikan transformator cukup aman untuk diberi tegangan.

B. Dasar Teori

Tahanan isolasi adalah tahanan ya


ng terdapat diantara dua kawat saluran yang diisolasi satu sama lain atau tahanan
antara satu kawat saluran dengan tanah (ground). Tahanan isolasi merupakan hal
yang harus diperhatikan saat memasang instalasi listrik dengan menggunakan
kawat tertutup. Demikian pula tahanan grounding juga harus diperhatikan. Kedua
hal tersebut oleh konsumen sering diabaikan sehingga sering berakibat fatal bagi
penggunanya. Oleh karena itu cara-cara pengukurannya perlu diketahui.
Pengujian transformator merupakan tahapan akhir dari suatu produksi
transformator. Pengujian tersebut bertujuan agar transformator hasil produksi
memenuhi standar yang ditentukan sebelum transformator tersebut dioperasikan.
Pengujian tersebut meliputi insulation resistance test, induced potential test,
dan applied potential test.
Oleh karena itu, salah satu cara meyakinkan bahwa trafo cukup aman untuk
diberi tegangan adalah dengan mengukur tahanan isolasinya.Dengan kita
mengetahui tahanan isolasi trafo maka itu akan memberikan jaminan keamanan
bagi trafo itu sendiri sehingga terhindar dari kegagalan isolasi. Hasil pengukuran
tahanan isolasi belitan trafo juga dipengaruhi oleh kebersihan permukaan isolator
bushing, suhu trafo, faktor usia dan kelembaban udara di sekitarnya.

Insulation resistance test bertujuan untuk mengetahui besar tahanan isolasi


antara belitan dengan ground atau antara dua belitan. Pengujian tersebut
menggunakan megger (Mega ohm meter). Metode yang umum dilakukan adalah
dengan memberikan tegangan dc dan kondisi isolasi dengan satuan Mega ohm.
untuk memperoleh hasil (nilai/besaran) tahanan isolasi trafo tenaga antara bagian
yang diberi tegangan (fasa) terhadap badan (Case) maupun antar belitan primer,
sekunder. Tahanan isolasi yang diukur merupakan fungsi dari arus bocor yang
menembus melewati isolasi atau melalui jalur bocor pada permukaan eksternal.
Pengujian tahanan isolasi ini dapat dipengaruhi suhu, kelembaban, dan jalur bocor
pada permukaan eksternal seperti kotoran pada bushing atau isolator. Megaohm
meter biasanya memiliki kapasitas pengujian 500, 1000, 2500, atau 5000 V DC.
C. Cara menggunakan megger
1. Cek batterai.
2. Lakukan cek and zero sesuai prosedur, kalibrasi saat megger off, jarum
skala harus tepat pada garis skala., bila tidak tepat, atur pointer ,zero (10)
pada alat ukur megger.
3. Lakukan electikal zero
4. Pasang kabel test megger pada terminal serta hubung singkatkan ujung
yang lain.
5. Letakkan saklar pemilih pada posisi 500
6. Letakkan saklar skala pemilih di posisi skala1
7. On kan megger, jarum akan bergerak dan harus menunjukkan tepat angka
di angka nol
8. Off kan megger dan ulangi pengecekan poin electrical zero
9. Pasang kabel test keperalatan yang akan diukur
10. Pilih tegangan ukur melalui saklar sesuai tegangan kerja alat yang di
ukur
11. On kan megger ,baca tampilan skalanya
Berikut adalah contoh standart pemberian tegangan pada megger pada pengukuran
tahanan isolasi transformator:

Pengukuran tahanan isolasi terdiri dari :


- Sisi kumparan HV – Ground
- Sisi kumparan LV – Ground.
- Sisi kumparan HV – sisi kumparan LV.
D. Alat dan Bahan

1. Transformator 3 phasa 5 kVA 1 buah


2. Insulation tester (megger) 1 buah
3. Kabel penghubung secukupnya

E. Rangkaian Percobaan

Gambar 3.1. Rangkaian percobaan tahanan isolasi sisi HV – ground

Gambar 3.2 Percobaan tahanan isolasi Sisi kumparan LV – ground


Gambar 3.3. Percobaan tahanan isolasi Sisi kumparan HV – sisi kumparan LV

F. Prosedur Percobaan tahanan isolasi

a. Alat dan Bahan dipersiapkan


b. Transformator telah dipastikan tidak terhubung dengan sumber tegangan.
c. Kondisi batrei pada megger telah diperiksa, kondisi batrei dipastikan
melewati “batrei good”
d. Peralatan dirangkai sesuai gambar rangkaian percobaan.
e. Megger dihubungkan secara pararel dengan titik yang akan diukur.
f. Hasil pengukuran pada megger dicatat pada tabel
g. Analisis dan kesimpulan dibuat dari hasil pengujian tahanan isolasi pada
transformator yang telah diuji tersebut.
G. Tabel Hasil Pengukuran Tahanan Isolasi

HV - Grounding
Ket Hasil
R- PE
S - PE
R - PE

LV – Grounding
Ket Hasil
r - PE
s - PE
r - PE

HV - HV
Ket Hasil
R-r
S-s
R-r
H. Tabel Hasil Pengukuran Tahanan Isolasi

HV - Grounding
Ket Hasil
R- S
S-T
R-T
R-N
S-N
T-N

LV – Grounding
Ket Hasil
r- s
s-t
r-t
r-n
s-n
t-n

HV - HV
Ket Hasil
R-r
S-s
R-r
II. PERCOBAAN TAHANAN KUMPARAN

A. Tujuan
1. Untuk mengetahui tahanan belitan transformator.
2. Untuk mengetahui dan memastikan sisi HV dan LV.
3. Mengetahui keseimbangan dan kontinuitas trafo.

B. Dasar Teori

1. Pengukuran Tahanan Kumparan

Pengukuran tahanan kumparan adalah untuk mengetahui berapa


nilai tahanan pada kumparan trafo yang akan menimbulkan panas bila
kumparan tersebut dialiri arus. Pengujian tahanan kumparan tersebut
dapat digunakan untuk membuktikan benar tidaknya keterangan sisi
HV dan LV yang ada pada name plate. Sisi HV memiliki banyak lilitan
dibanding dengan sisi LV sehingga besarnya tahanan belitan pada sisi
HV lebih besar dibanding pada sisi LV. Percobaan ini dilakukan
sebelum trafo dihubungkan.

Jika hambatan besar maka tegangan juga besar hal ini sesuai
dengan hukum Ohm : R=ρl/A
Dari rumus diatas dapat disimpulkan bahwa resistansi pada sisi HV
lebih besar dibanding LV. Dengan tes tersebut (pengukuran sebelum
dihubungkan) kita juga bisa mengetahui kontinuitas pada trafo tersebut.
Kita bisa mengetahui lilitan pada trafo tersebut dalam kondisi terputus
atau short.

Dari hasil tes tersebut juga bisa dijadikan indikator untuk trafo
3 fasa, apakah trafo 3 fasa tersebut dalam keadaan setimbang atau tidak
ditinjau dari sisi nilai tahanan kumparannya. Pembandingan dilakukan
pada tiga hasil tes tahanan kumparan (fasa R,S,T dengan netralnya)
ketika trafo sudah dihubungkan. Jika ketiga hasil tes tersebut hasilnya
hampir sama, maka trafo tersebut bisa dikatakan dalam keadaan
seimbang. Karena jika masing-masing tahanan kumparan pada tiap fasa
hampir sama, maka rugi-rugi yang terjadi ketika kumparan dialiri arus
juga sama. Pengujian tahanan kumparan sesuai aturan yang diterapkan
pada SPLN’50 1982 atau pada IEC 76 (1976).

2. Ohm meter

Ohm meter merupakan instrument elektronika yang berfungsi


untuk mengetahui nilai resistansi suatu beban elektronika atau
komponen elektronika. Ohm meter pada umumnya digunakan untuk
mengukur nilai resistansi suatu resistor. Dalam artikel ini fokus
membahas tentang konsep dasar dari sebuah OHM Meter tipe seri dan
Ohm Meter tipe Shunt.

Cara menggunakan ohm meter :


1. Hubungkan kedua probe.
2. Atur adjusment zero sehingga jarum penunjuk menunjukkan angka
nol.
3. Hubungkan probe ke dua titik yang hendak diukur resistansinya.

Berdasarkan model rangkaian seperti diatas kita dapat


menyimpulkan jika ohm meter digunakan untuk mengukur resistansi
suatu beban dalam keadaan bertegangan, artinya resistor yang berada
dalam kumparan akan menerima nilai tegangan dari luar yang besarnya
diluar kemampuan resistor sehingga ohm meter yang digunakkan dapat
rusak.

C. Daftar Peralatan

Trafo 3 phasa 5 kVa 1 Buah


Mili ohm meter 1 Buah
Kabel banana Secukupnya
Kabel skun Secukupnya

D. Rangkaian Percobaan
Kondisi Tidak Terhubung

Sisi HV – Grounding

Sisi HV – LV Hubungan Y-y


Ohm
meter
E. Prosedur Percobaan
1. Alat dan bahan disiapkan.
2. Transformator telah dipastikan tidak terhubung dengan sumber
tegangan.
3. Alat ukur yang akan dipakai dikalibrasi terlebih dahulu.
4. Alat dan bahan dirangkai sesuai dengan gambar rangkaian percobaan.
5. Ohm-meter dihubungkan dengan terminal sesuai pada tabel.
6. Hasil pengukuran yang tertera pada Ohm meter dicatat pada tabel.

F. Tabel Hasil Percobaan


Hubungan Y-y (Trafo 2)

Kondisi Tidak Terhubung

Pengukuran Sisi High Voltage Pengukuran Sisi Low Voltage


Tap Hasil Tap Hasil
Phasa Tegangan Pengukuran Phasa Tegangan Pengukuran
(V) (Ω) (V) (Ω)

R–N r–n

S–N s–n

T–N t–n

Kondisi Terhubung

Pengukuran Sisi High Voltage Pengukuran Sisi Low Voltage


Tap Hasil Tap Hasil
Phasa Tegangan Pengukuran Phasa Tegangan Pengukuran
(V) (Ω) (V) (Ω)
R–N r–n

S–N s–n

T–N t–n
III. PERCOBAAN PERBANDINGAN BELITAN

A. Tujuan
1. Untuk mengetahui perbandingan jumlah kumparan sisi tegangan tinggi
(HV) dan sisi tegangan rendah (LV) pada setiap tapping, sehingga
tegangan output yang dihasilkan oleh trafo sesuai dengan yang
dikehendaki.

B. Dasar Teori

Pengujian perbandingan belitan transformator bertujuan untuk


memastikan nameplate yang ada pada traformator dengan hasil percobaan
sama atau tidak melebihi standart yang diberikan. Toleransi yang diijinkan
adalah 0.5% dari rasio tegangan (IEEE C57.125.1991)

Dengan mengabaikan rugi tahanan dan adanya fluks bocor serta


rugi-rugi lainnya maka dapat diketahui besar angka transformasi sebagai
berikut :

𝑉𝑝 𝑁𝑝
= =a
𝑉𝑠 𝑁𝑠

Jika : a > 1 = transformator step down


a < 1 = transformator step up
Dimana :
Vp = tegangan masuk / tegangan sisi primer (volt)
Vs = tegangan keluar / tegangan sisi sekunder (volt)
Np = jumlah lilitan sisi primer
Ns = jumlah lilitan sisi sekunder
a = rasio perbandingan / angka transformasi
angka transformasi karena trafo dianggap ideal maka semua rugi /
losses di dalam trafo dapat diabaikan dan didapatkan persamaan angka trafo
.
C. Daftar Peralatan

Trafo 3 phasa 5 kVa 1 Buah


Voltmeter 1 Buah
Variable Voltage (power pack) 1 Buah
Kabel banana Secukupnya
Kabel skun Secukupnya

D. Rangkaian Percobaan
Hubungan Y-y (Trafo 2)

R r

V V

S s

V V V V

T t

E. Prosedur Percobaan
1. Alat dan bahan disiapkan.
2. Alat ukur yang akan dipakai dikalibrasi terlebih dahulu.
3. Alat dan bahan dirangkai sesuai dengan gambar rangkaian percobaan.
4. Sisi incoming transformator (HV) dihubungkan dengan power
supply.
5. Baca dan catat hasil pengukuran yang ditunjukkan oleh alat ukur pada
tabel data percobaan

F. Tabel Hasil Percobaan


Hubungan Y-y (Trafo 2)

Name Plate Trafo

Phasa VHV LL (volt) Phasa VLV LL (volt) a


R–S r–s
S–T s–t
T–R t–r

Hasil Pengukuran

Phasa VHV LL (volt) Phasa VLV LL (volt) a


R–S r–s
S–T s–t
T–R t–r
IV. PENGUJIAN OPEN CIRCUIT
A. Tujuan
• Diharapkan mahasiswa mampu unutuk menegtahui daya yang hilang
akibat adanya rugi besi ( rugi histerisis dan edy current)
• Diharapkan mahasiswa mengetahui besarnya arus yang menimbulkan
rugi besi
• Ddiharapkan mahasiswa mampu mengetahui dan menguur parameter
Rc dan Xm dari pengujian rugi inti besi dan dan arus beban

B. Teori Dasar
Tranformator menerapkan hukum induksi faraday . Menurut hukum ini suatu
gaya listrik melalui garis lengkung yang tertutup, adalah berbanding lurus
dengan perubahan persatuan waktu daripada arus induksi atau flux yang
diingkari oleh garis lengkung itu

Selain hukum Faraday , transformator menggunakan hukum lorenz seperti


terlihat pada gambar di bawah i
Apabila ada arus listrik bolak balik yang mengalit mengelilingi suatu inti
besi maka inti besi itu akan berubah menjadi magnit dan apabila magnit
tersebut dikelilingi oleh suatu belitan maka pada kedua ujung belitan tersebut
akan terjadi beda tegangan mengelilingi magnit , maka akan timbul gaya
gerak listrik(GGL).

Dan prinsip induksi elektromagnetik yang didapatkan tersebut makak


dapat dituliskan suatu perbandingan trranformasi, bahwa nilai tegangan yang
dikeluarkan tergantung dari jumlah belitan yang yang berada pada
transformator

Pengujian Transformator Tanpa Beban


Pada saat sisi sekunder dari transformator tidak diberi beban,tegangan sisi
primer hanya akan mengalirkan arus pada rangkaian primer yang terdiri dari
impedansi bocor primer Z1 = R1 + JX1 karena umumnya Z1 jauh lebih kecil
Zm, maka Z1 biasa diabaikan tanpa menimbulkan suatu kesalahan yang
berarti, rangkaian ekuivalennya

Pada umumnya percobaan beban nol dilakukkan dengan alat ukur


diletakan di sisi tegangan rendah dengan besarnya tegangan yang diberikan
sama dengan tegangan nominal. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan
sebagai berikut :
- Bekerja pada sisi tegangan tinggi lebih berbahaya;
- Alat-alat ukur tegangan rendah lebih mudah didapat

C. Alat dan Bahan


a. Tranformator 3 phasa 5 Kva 1 buah
b. Ampermeter 1 buah
c. Voltmeter 1 buah
d. Waltmeter 1 buah
e. Kabel penghubung secukupnya
D. Gambar Rangkaian Percobaan

E. Prosedur pengujian rugi besi dan arus beban nol ( Open circuit)
1. Alat dan bahan dipersiapkan
2. Alat ukur yang akan digunakan dikalibrasi terlebih dahulu
3. Alat dan bahan di rangkai sesuai dengan gambar percobaan diatas
4. Kumparan pada sisi oncomin dihubungkan dengan sumber tegangan
5. Tegangan yang masuk pada sisi incoming diatur sesuai dengan tegangan
nominal 220V
6. Tegangan pada sisi LV dan HV diukur sesuai tabel percobaan
7. Nilai arus dan gaya pada sisi LV diukur mengguanakan metode
pengukuran daya 3 phasa mengunakan 2 wattmeter 1 phasa .
8. Hasil pengukur dicatat pada tabel pengkuran

F. Tabel hasil pengujian rugi besi dan arus beban nol pada transformator
V. PERCOBAAN SHORT CIRCUIT

A. Tujuan : 1. Mencari rugi tembaga saat arus nominal


2. Mengetahui parameter transformator 3 phasa
3. Mengetahui tegangan impedansi

B. Dasar Teori :
Percobaan kumparan dari trafo yang dihubung singkat dan tegangan
digunakan pada kumparan lain. Sisi tegangan tinggi menjadi sisi masukan yang
dihubungkan dengan sumber tegangan .
Percobaan ini bertujuan untuk menentukan impedansi ekuivalen Z𝑒1 dan
Z𝑒2 reaktans bocor ekuivalen diperkecil menjadi nol, sehingga hanya impedansi
Zek = Rek + Xek yang membatasi arus. Karena harga Rek dan Xek ini relative
kecil, harus dijaga agar tegangan yang masuk ( Vhs ) cukup kecil sehingga arus
yang dihasilkan tidak melebihi arus nominal.
Untuk melakukan percobaan short circuit lebih baik menggunakan trafo
step down karena jika kita melakukan percobaan short circuit, kita akan lebih
banyak melakukan percobaan di bagian HV dari trafo tersebut.
C. Daftar Peralatan

1. Trafo 3 phasa 5 kVa 1 buah


2. Voltmeter 1 buah
3. Ampere meter 1 buah
4. Wattmeter 1 phasa 2 buah
5. Variable Voltage (power pack) 1 buah
6. Kabel banana secukupnya
7. Kabel Nip secukupnya
8. Test Circuit

D. Rangkaian Percobaan (Star-star)


E. Prosedur Percobaan Short Circuit

1. Alat dan bahan dipersiapkan


2. Alat ukur yang akan digunakan dikalibrasi terlebih dahulu
3. Alat dan bahan dirangkai sesui dengan gambar percobaan
4. Terminal pada sisi outgoing transformator dihubungkan semua
5. Sisi incoming transformator diberi supply
6. Arus nominal pada sisi HV diukur menggunakan amperemeter
7. Arus pada sisi HV / incoming diatur sehingga mendekati arus nominal
S = √3𝑉. 𝐼
I = S / √3 𝑉 = 5000 / √3 400 = 7,5 A
Arus nominal = 12,5 A
8. Daya pada sisi HV diukur dengan menggunakan metode 2 wattmeter 1

F. Tabel Data
Tabel Hasil Percobaan Short Circuit
𝐻𝐻𝑉 (Volt) 𝐼𝐿𝑉 (nominal)(A) 𝑃1 𝑃2 𝑃𝑡𝑜𝑡 𝑅𝑒𝑘 𝑋𝑒𝑘 𝑍𝑠𝑐
(watt) (watt) (watt) Ω Ω Ω
R-S S- T- R S T
T R

R-N S- T-
N N
VI. PERCOBAAN TRANSFORMATOR 3 PHASA ANGKA JAM

Vektor tegangan primer dan sekunder sebuah transformator sangat tergantung


pada cara melilit kumparannya. Pada transformer Tiga Fasa arah tegangan
menimbulkan perbedaan fasa. Arah dan besar perbedaan fasa tersebut
menyebabkan adanya berbagai kelompok hubungan pada transformator. Untuk
penentuan kelompok hubungan ini dipergunakan tiga jenis tanda atau kode, yaitu :

• Tanda Kelompok sisi tegangan tinggi terdiri atas kode R, S, dan T.


• Tanda Kelompok sisi tegangan rendah terdiri atas kode r, s , dan t.

Tujuan percobaan percobaan angka jam :


1. Mengetahui apakah fungsi dan aplikasi dari angka jam transformator
2. Mengetahui bagaimana cara menentukan angka jam trafo 3 phasa
3. Mengetahui cara menentukan angka jam dengan 3 metode.

Dalam menentukan Angka Jam Trafo 3 Phasa terdapat lima macam metode yaitu :

1. Analisa arus dari gambar rangkaian trafo 3 phasa.


2. Membaca tabel pengukuran dari data sheet trafo (buku TERCO)
3. Perhitungan kombinasi GGL HV & LV
4. Pengukuran menggunakan Osciloscope
5. Tabel Kebenaran DC
1. Menghubungkan TERMINAL R-r sebagai referensi
2. Menentukan arah GGL pada setiap lilitan HV dan LV
3. Menggambar Vektor sisi primer
4. Menggambar vector sisi sekunder sesuai dengan hub terminal

Metode 2 : Membaca tabel pengukuran dari data sheet trafo (bukuTERCO)


KELOMPOK HUBUNGAN
JAM TEGANGAN

0 Tt < Ss = Ts > Tt < RS

1 Tt < Ss >Ts =Tt < RS

2 Tt < Ss > Ts <Tt < RS

3 Tt < Ss >Ts <Tt > RS

4 Tt < Ss > Ts <Tt > RS


5 Tt = Ss >Ts < Tt > RS

6 Tt > Ss =Ts < Tt > RS

7 Tt > Ss <Ts = Tt > RS

8 Tt> Ss < Ts > Tt >= RS

9 Tt> Ss < Ts > Tt < RS

10 Tt< Ss <Ts > Tt < RS

11 Tt = Ss < Ts > Tt < RS

Alat dan bahan :


1. Volt meter 1 buah
2. kabel Jepit 7 buah
3. Kabel Banan 7 buah
4. Trafo 5kVA 1 buah
Rangkaian Percobaan
Prosedur percobaan angka jam :

1. Tentukan alat percobaan sesuai dengan tujuan & tugas percobaan.


2. Semua peralatan dirangkai sesuai dengan gambar percobaan dibawah.
3. Supplay tegangan sebesar 220 V (Vline – line) dimasukkan pada rangkaian
percobaan.
4. Ukur tegangan antar terminal sisi tegangan rendah dan sisi tegangan tinggi,
baik tegangan line-line atau line-netralnya.
5. Hubungkan terminal A dan a sebelum dilaksanakan pengukuran.
6. Supplay tegangan sebesar 220 V (V line-line) dimasukkan pada rangkaian
percobaan.
7. Tegangan pada terminal: C-c, B-c, C-b, dan A-B diukur.
8. Tentukan angka jam transformator 3 phasa tersebut dengan melihat tabel
kelompok angka jam.
9. Catat hasil percobaan
10. Analisa hasil percobaan
Data Percobaan

Koneksi voltage
Group Number
T-t S-t T-s R–
S
Y-y

Analisa :