Anda di halaman 1dari 9

NEBULIZER

DISUSUN OLEH :
MUHAMMAD KHAIRIL FIRDAUS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) MUHAMMADIYAH ACEH


PRODI TEKNIK ELEKTROMEDIK
2019/2020
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………

DAFTAR ISI……………………………………………………………...

BAB I PENGERTIAN NEBULIZER

1.1 Penjelasan Nebulizer……..…………………………………………....

1.2 Jenis – jenis Nebulizer….……………………………………………...

BAB II CARA PEMAKAIAN NEBULIZER

1.3 Nebulizer Untuk Asma……………………………………….………..

1.3.1 Fungsi Lain Nebulizer…………………………………………..

BAB III PERAWATAN ALAT NEBULIZER

1.4 Cara Perawatan Alat Nebulizer………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………….
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
telah melimpahkan rahmat-Nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga
makalah ini bisa selesai pada waktunya.

Terima kasih juga saya ucapkan kepada teman-teman yang telah berkontribusi
dengan memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik dan
rapi.

Saya berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca.
Namun terlepas dari itu, saya memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata
sempurna, sehingga saya sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat
membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.
BAB I

PENGERTIAN NEBULIZER

Nebulizer adalah alat atau mesin pengubah cairan obat menjadi uap untuk
kemudian dihirup oleh paru-paru dan membuka saluran pernapasan yang
menyempit. Nebulizer terdiri dari mesin kompresor, wadah untuk menampung
cairan obat, selang penghubung kompresor dan wadah cairan obat, lalu corong atau
masker untuk menghirup udara yang dihasilkan oleh kompresor.

Nebulizer terdiri dari dua jenis berdasarkan sumber daya penggeraknya, yakni
nebulizer listrik dan nebulizer baterai. Alat ini utamanya digunakan oleh penderita
asma kronis karena uap yang dihasilkan lebih sedikit ketimbang inhaler sehingga
obat bisa lebih cepat sampai ke paru-paru.

Jenis-Jenis Nebulizer

Fungsi nebulizer adalah meredakan serangan asma. Terdapat 3 jenis nebulizer


yang bisa Anda temukan di pasaran, yakni nebulizer compressor, nebulizer
ultrasonic, dan nebulizer mesh. Ketiganya memiliki fungsi yang sama. Perbedaan
terletak di daya tahan produk, perawatan, jenis dan ukuran obat yang dapat diproses,
efisiensi alat (dari segi pemakaian dan portabilitas), serta beberapa faktor lainnya.

1. Nebulizer Compressor

Jenis nebulizer yang pertama adalah nebulizer compressor. Cara


pakai nebulizer compressor ini adalah dengan menggunakan daya listrik. Aliran gas
bertekanan tinggi kemudian mengubah obat cair menjadi uap untuk selanjutnya
dihirup oleh pasien.

Dibandingkan dengan jenis nebulizer lainnya, alat nebulizer compressor ini paling
murah harganya, namun memiliki suara yang kencang saat dioperasikan. Idealnya,
nebulizer digunakan selama 10-20 menit sekali pemakaian.
2. Nebulizer Ultrasonik

Nebulizer jenis ultrasonik mengandalkan getaran dengan frekuensi tinggi


guna mengubah cairan obat menjadi uap. Berbeda dengan nebulizer compressor,
nebulizer ultrasonik ini tidak menghasilkan suara berisik saat dioperasikan, pun
ukurannya yang lebih kecil sehingga mudah dibawa kemana-mana.

Nebulizer ultrasonik menggunakan tenaga baterai sebagai sumber dayanya, yang


bisa diisi ulang dengan listrik jika daya baterai lemah atau habis. Selain itu, nebulizer
ultrasonik ini memiliki durasi pengobatan yang lebih cepat dibanding nebulizer lain,
yakni hanya sekitar 6 menit sekali pengobatan.

Sayangnya, nebulizer ultrasonik tidak efektif jika digunakan untuk mengkompres


cairan obat kental atau obat suspensi.

3. Nebulizer Mesh

Mesh nebulizer atau nebuliser mesh adalah jenis nebulizer yang


memanfaatkan gelombang ultrasonik guna mengkonversi obat cair menjadi uap.
Caranya dengan melewati lubang mesh, yakni lubang yang terbuat dari kawat atau
benang. Pada nebulizer mesh, uap yang dihasilkan sangat halus, melebihi dua tipe
nebulizer sebelumnya.

Nebulizer mesh adalah jenis nebulizer paling efisien secara ukuran dan cara pakai.
Selain itu, nebulzer mesh tidak berisik saat dinyalakan. Nebulizer mesh
menggunakan baterai sebagai sumber dayanya. Untuk itu, harga nebulizer jenis ini
adalah yang termahal dari semua tipe nebulizer yang dijual di pasaran.
BAB II

CARA PAKAI NEBULIZER UNTUK MEREDAKAN ASMA

Nebulizer adalah alat yang berfungsi untuk meredakan penyakit asma. Berikut
ini cara pakai nebulizer yang baik dan benar sehingga manfaatnya bisa dirasakan
dengan baik.

 Bersihkan tubuh Anda terlebih dahulu, terutama di bagian tangan. Ini guna
mencegah kuman ikut masuk ke dalam paru-paru saat menyentuh nebulizer
 Siapkan obat yang hendak dikonsumsi, kemudian masukkan ke dalam
wadah yang ada di nebulizer
 Jika dokter menyarankan Anda untuk turut menyertakan cairan saline,
maka sertakan bersama obat
 Tempatkan corong atau masker di atas wadah, lalu sambungkan wadah dan
mesin nebulizer
 Pasang masker pada wajah menutupi mulut dan hidung dengan erat dan
jangan sampai ada celah untuk uap bisa keluar
 Nyalakan nebulizer, tarik napas perlahan melalui hidung dan buang
perlahan melalui mulut
 Lakukan sampai tidak ada lagi uap yang keluar

Durasi pemakaian nebulizer ini umumnya berkisar antara 15-30 menit, bergantung
pada seberapa cepat proses pembukaan saluran napas yang menyempit tersebut

FUNGSI NEBULIZER SELAIN MEREDAKAN ASMA

Selain asma, ternyata fungsi nebulizer juga untuk mengatasi sejumlah gangguan
pernapasan lainnya. Berikut adalah fungsi nebulizer selain meredakan asma.
1. Meredakan Sinusitis

Penyakit sinusitis adalah radang yang terjadi di area sinus dan hidung. Guna
meredakan gejala sinusitis seperti nyeri hidung dan hidung tersumbat, peneliti
menyarankan untuk menggunakan nebulizer, khususnya nebulizer ultrasonic.

Nebulizer ultrasonik juga disebut ampuh untuk mengatasi infeksi bakteri yang
mendasari penyakit sinusitis ini.

2. Cystic Fibrosis

Nebulizer dipercaya efektif mengatasi cystic fibrosis. Cystic fibrosis adalah


penyakit kelainan genetic yang mengakibatkan tubuh tidak dapat mengendalikan
garam dan air di dalam sel. Efeknya, paru-paru akan diselimuti lendir yang
menyebabkan kita sulit bernapas.

Fungsi nebulizer adalah untuk menyalurkan obat yang bertugas untuk


melenyapkan lendir tersebut. Nebulizer menjadi solusi hemat bagi penderita cystic
fibrosis guna menyembuhkan penyakitnya. Namun, control dari dokter juga
diperlukan disini agar tidak menimbulkan bahaya dan inefektivitas.

3. Bronkiektasis

Terakhir, fungsi nebulizer selain mengatasi asma ialah mengobati


bronkiektasis. Bronkiektasis adalah bentuk peradangan saluran napas yang
disebabkan oleh infeksi bakteri. Sama seperti cystic fibrosis, bronkiektasis juga
menghasilkan banyak lendir berbahaya yang dapat menganggu kinerja sistem
pernapasan.

Nebulizer berperan untuk mengantarkan obat yang akan membersihkan lendir-


lendir tersebut sehingga sistem pernapasan dapat kembali bekerja normal.
BAB III

PERAWATAN ALAT NEBULIZER

Perawatan rutin harus Anda terapkan agar fungsi nebulizer bisa optimal. Ini
juga demi menjaga keawetan alat nebulizer yang Anda miliki. Berikut tips merawat
nebulizer yang patut untuk Anda praktikan.

 Pasca digunakan, bersihkan masker/mouthpiece dan wadah obat dengan


air bersih (usahakan air hangat)
 Keringkan menggunakan lap bersih hingga kering total. Atau, Anda bisa
menghidupkan alat nebulizer. Udara yang dikeluarkan oleh alat akan
mempercepat proses pengeringannya
 Simpan di tempat yang steril dan tidak lembab. Kalau perlu, masukkan ke
dalam kotak khusus untuk menjaga keawetan fungsinya
 Guna memaksimalkan perawatan, setiap 3 hari sekali Anda bisa
merendam komponen-komponen nebulizer di dalam air hangat yang telah
dicampur cuka, diamkan selama 1 jam, lalu angkat dan keringkan
 Ganti selang secara berkala guna menghindari infeksi kuman yang
mungkin bersarang di dalamnya.
DAFTAR PUSTAKA

https://doktersehat.com/nebulizer/

https://tinikstikes.blogspot.com/2018/10/makalah-nebulizer.html