Anda di halaman 1dari 6

https://www.academia.

edu/8884921/PEWARNAAN_BAKTERI
secara tipis di atas akuades. Smear yang tipis memberikan hasil pada gelas objek
dandihomogenkan .Selanjutnya dilanjutkan dengan tehnik pewarnaan. Pertama,menggunakan
Gram A yaitu kristal violet, bakteri tampak terwarnai ungu. Fungsi darigram A adalah
sebagai pewarna utama yaitu pewarna yang pertama kali digunakan. Baikbakteri gram positif
maupun gram negatif memberikan warna yang sama padapewarnaan dengan Gram A. Setelah
itu, diberikan perlakuan dengan Gram B yaitu iodin.Fungsi dari iodin adalah sebagai mordant
atau penguat warna. Kompleks UK-Y dapatterbentuk di dalam sel. Dengan begitu, warna dari
kristal violet tetap terjaga. Kemudiandilanjutkan dengan pemberian Gram C yaitu alkohol,
yaitu berfungsi sebagai pelunturwarna (dekolorisasi) dan dehidrasi sel. Pada saat itu, di dalam
dinding sel bakteriPseudomonas yang tersusun atas selapis sel yang tersusun atas lipid. Lipid
tereksitasidari dinding sel,pori-pori dinding sel bakteri mengembang. Kompleks UK-Y keluar
dari selsehingga sel menjadi tidak berwarna. Terakhir diberi pewarna tandingan yaitu
safranin.Pewarna tandingan dapat masuk apabila pewarna utamanya telah keluar dari
selbakteri. Bakteri pseudomonas dapat terwarnai merah. Dari uraian di atas, dapat
dilihatbahwa Pseudomonas putida memiliki karateristik mikroskopik sebagai berikut
yangdiamati di bawah mikroskop cahaya yaitu :

Gram-negatif;

Berbentuk kokoid (batang pendek);

Tidak membentuk spora.3. Pewarnaan gram pada Staphylococcus aureusPewarnaan gram


bertujuan untuk mengelompokkan bakteri kedalam bakteri negatif dan bakteri positif.
Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif, karena bakteritersebut tetap
mempertahankan zat warna kristal violet sewaktu proses pewarnaangram, sehingga koloni
bakteri tampak berwarna ungu atau biru. Pemberian alkoholberfungsi untuk dekolorisasi
bakteri, sehingga menyebabkan zat utama dalam selmuncul, namun pada bakteri
Staphylococcus aureus yang termasuk gram positif jaditidak terdekolorisasi, karena bakteri
tersebut memiliki membran plasma tunggal yang dikelilingi dinding sel tebal berupa
peptidoglikan sisanya berupa molekul lain berupamolekul lain bernama asam teikhuat. Pada
proses pewarnaan terakhir adalah denganpemberian safranin. Proses pewarnaan ini akan
menghasilkan bakteri dengan sel yangberwarna ungu tua atau biru, dan kapsul yang berwarna
biru terang. Staphylococcusaureus merupakan bakteri gram positif yang tidak menghasilkan
spora dan tidak motil,umumnya tumbuh berpasangan maupun berkelompok, dengan diameter
tiap sel 0,8

1,0 µm. Bakteri tersebut tumbuh optimum pada suhu 37º dengan waktu
pembelahan0,47/jam. Bakteri tersebut merupakan bakteri virulensi karena menghasilkan
kapsulyang tebal untuk melindungi diri dari fagositosis host, selain itu bakteri
tersebutmerupakan bakteri patogen.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pewarnaan gram
adalah sebagai berikut:1. Fase yang paling kritis dari prosedur pewarnaan gram adalah tahap
dekolorisasiyang mengakibatkan CV- iodine lepas dari sel. Pemberian alkohol jangan sampai
berlebihyang akan menyebabkan dekolorisasi yang berlebih sehingga sel gram positif
tampakseperti gram negatif. Namun juga jangan sampai terlalu sedikit dalam penetesan
alkohol

yang tidak akan melarutkan CV-iodine secara sempurna sehingga sel gram negatif seperti
gram positif.2. Preparasi pewarnaan gram terbaik adalah menggunakan kultur muda yang
tidaklebih lama dari 24 jam. Umur kultur akan berpengaruh pada kemampuan sel
menyerapwarna utama (CV), khususnya pada gram positif. Mungkin akan menampakkan
gramvariabel yaitu satu jenis sel, sebagian berwarna ungu dan sebagian merah
karenapengaruh umur.C. Pewarnaan Spora1. Pewarnaan Spora pada Bacillus
subtilisEndosopora tidak mudah diwarnai dengan zat pewarna pada umumnya, akan
tetapiapabila sekali diwarnai, zat warna tersebut akan sulit hilang. Hal inilah yang
menjadidasar dari metode pengecatan spora secara umum. Pada metode Schaeffer-Fulton
yangbanyak dipakai dalam pengecatan endospora, endospora diwarnai pertama
denganmalachite green dengan proses pemanasan. Larutan ini merupakan pewarna yang
kuatyang dapat berpenetrasi ke dalam endospora. Setelah perlakuan malachite green,biakan
sel dicuci dengan air lalu ditutup dengan cat safranin. Teknik ini akanmenghasilkan warna
hijau pada endospora dan warna merah muda pada selvegetatifnya.Bacillus subtilis memiliki
endospora, endospora lebih tahan lama meski dalam keadaanlingkungan ekstrim seperti
kering, panas, atau bahan kimia yang beracun. Selain itu,endospora juga lebih tahan terhadap
pewarnaan. Sekali berhasil diwarnai, spora sangatsukar untuk melepaskan zat warna sehingga
saat diberi warna dari saftranin tetapberwarna hijau karena spora sudah mengkiat malachit
green dan sulit mengikat warnayang diberikan kemudian.

VIII. KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa :1. Pewarnaan
mikroorganisme dapat dilakukan pengecatan gram, pengecatansederhana, dan pengecatan
spora.2. Pewarnaan sederhana digunakan untuk melihat bentuk dan struktur sel bakteridengan
menggunakan satu jenis pewarna seperti safranin atau kristal violet, sedangkanpewarnaan
gram digunakan untuk membedakan antara bakteri gram (+) dan gram (-)dengan lebih dari
satu zat warna.3. Bakteri gram negatif pada teknik pewarnaan akan menghasilkan warna
merah danbakteri gram positif akan menghasilkan warna ungu.4. Pengecatan spora dilakukan
dengan memberi warna pada endospora suatu bakteri.Zat pewarna yang digunakan pertama
adalah malachit green. Pengecatan sporadigunakan untuk mengetahui spora dengan sel
vegatatifnya.5. Pada preparasi smear, ketebalan smear sangat penting dalam pengamatan
dimikroskop. Smear yang baik hanya sekali, jika sudah kering, akan nampak lapisan
putihyang tipis.6.Fiksasi panas adalah teknik yang dilakukan supaya smear bakteri tidak
tercuci selamaprosedur pewarnaan. Fiksasi panas dilakukan dengan melewatkan secara cepat
smearyang dikering-anginkan dua-tiga kali pada api bunsen.
7. Pada bakteri Bacillus subtilis dan Staphylococcus aureus termasuk dalam gram positif
dikarenakan bakteri tersebut berwarna biru atau ungu pada pewarnaan safranin.Sedangkan
bakteri Pseudomonas putida termasuk dalam gram negatif dikarenakanbakteri tersebut
berwarna merah pada pewarnaan safranin.IX.