Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS JURNAL DENGAN METODE PICOT

“JURNAL TENTANG OSTEOARTRITIS”

OLEH
KELAS A 10 C
KELOMPOK 3

1. I KOMANG KRISNA 163.212.540


2. I WAYAN LENTARA YASA 163.212.545
3. KADEK AYU KARLINA DEWI 163.212.547
4. NI NYOMAN AYU ARSE TRI DEWI PACUNG 163.212.576
5. NI WAYAN ADISTYA WIRAJAYA 163.212.580
6. NI KADEK DWI NOVI MIRAYANI 163.212.551
7. I PUTU SUARTAMA PUTRA 163.212.542
8. NI KOMANG AYU JULI OPENYANI 163.212.561

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


STIKES WIRA MEDIKA BALI
2019
HUBUNGAN OBESITAS DAN FAKTOR-FAKTOR PADA INDIVIDU DENGAN KEJADIAN
OSTEOARTHRITIS GENU
P:
Osteoarthritis merupakan penyakit paling banyak ditemukan di dunia, termasuk di Indonesia.
Penyakit ini menyebabkan nyeri dan disabilitas pada penderita sehingga mengganggu aktivitas
sehari-hari. Salah satu faktor risiko yang meningkatkan kejadian osteoarthritis genu adalah
obesitas.
I:
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan obesitas dan faktor-faktor pada individu
dengan kejadian osteoartrhritis genu di Rumah Sakit Islam Surabaya. Penelitian ini adalah
observasional dengan rancangan case control. Besarnya sampel adalah 64 yang terdiri dari 32
kelompok kasus dan 32 kelompok kontrol yang datang ke unit radiologi Rumah Sakit Islam
Surabaya untuk foto X-ray.Variabel terikat adalah kejadian osteoarthritis genu. Variabel bebas
adalah obesitas, jenis kelamin, umur,aktivitas fisik, kebiasaan merokok. 2
C:
tidak ada perbandingan
O:
Pasien yang positif mengalami osteoarthritis genu sebagai kelompok kasus, sedangkan pasien yang
tidak positif mengalami osteoarthritis genu sebagai kelompok kontrol, sehingga dapat diketahui
bahwa antara kelompok kasus dibanding kelompok kontrol nilainya 1: 1.2
T:
Januari 2014

ANALISIS KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG


OSTEOARTHRITIS DENGAN STATUS GIZI PADA LANJUT USIA DI DUSUN
TAMBAKBAYAN DEPOK KABUPATEN SLEMA
P:
mengetahui katakteristik individu dan tingkat pengetahuan tentang osteoartritis dengan status gizi
pada lanjut usia di dusun tambakbayan depok kabupaten sleman
Populasi pada jurnal ini adalah 175 lansia dan di dapatkan 64 sampel. Penelitian ini menggunakan
metode observasional analitik dengan rancangan cross-sectional
I:
teknik pengambilan data menggunakan analisis satu variabel untuk mengetahui hubungan tingkat
pengetahuan dengan satus gizi dengan analisis statistik spearman rank
C:
perbandingan pada jurnal ini adalah adanya hubungan antara tingkat pengetahuan tentang
osteoartritis pada lansia dengan status gizi di dusun tambak bayan depok sleman jakarta.
O:
berdasarkan hasil penelitian karakteristik individu didapat responden berusia 66-70 th sebesar 43,8%
yang berkelamin perempuan sebesar 59,4% sebagian besar berpendidikan smp, sma 25,0% sebagai
pedagang 29,7%
Dari hasil analisis univariat 76,6% responden mempunyai pengetahuan tentang osteartritis dengan
kategori baik.
T:
September 2016

PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) AKTIF TERHADAP KEKUATAN


OTOT EKSTREMITAS BAWAH PADA LANSIA DENGAN OSTEOARTHRITIS DI
WILAYAH KERJA PUSKESMAS KONI KOTA JAMBI
P:
kunjungan pasien lansia penderita arthritis di puskesmasKoni provinsi jambi meningkat sebesar
20,49% menjadi 629 kunjungan. Penderita Arthritis di PuskesmasKoni, tercatat sejumlah 276
orang berusia >60 tahun menderita Arthritis pada tahun 2014 hingga bulan Februari 2015 dengan
rata- rata 19,71% penderita perbulan (PuskesmasKoni, 2015).
I:
penatalaksanaan untuk osteoarthritis. Banyak terapi non farmakologi yang dapat dilakukan, salah
satunya yaitu fisioterapi, untuk mengurangi nyeri dan mempertahankan atau meningkatkan
kekuatan otot.Latihan dan aktivitas fisik pada lansia dapat mempertahankan kenormalan
pergerakan persendian, tonus otot dan mengurangi masalah fleksibilitas.
C:
perbandingan pada jurnal ini adalah terdapat pengaruh latihan range of motion(ROM) terhadap
peningkatan kekuatan otot lanjut usia di UPT pelayanan sosial lanjut usia (Pasuruan) Kec. Babat.
O:
Purposive Sampling yang adalah Latihan Range Of Motion (ROM) Aktif responden dimana
sampel ini berjumlah 15 pengambilan mempertimbangkan kriteria inklusi yang ada. Adapun
kriteria inklusif dalam penelitian ini adalah: 1). Bersedia menjadi responden. 2). Lansia yang tidak
sedang mengalami nyeri osteoarthritis. 3). Lansia penderita osteoarthritis yang berusia ≥60 tahun.
4). Lansia penderita osteoarthritis yang mengalami kelemahan otot dengan nilai kekuatan otot ≤ 4.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Range Of Motionaktif terhadap
kekuatan otot ekstremitas bawah pada lansia dengan osteoarthritis. Analisa data menggunakan
teknik analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji T- Dependen.
T:
November 2015

PENGARUH STRENGTHENING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS


NYERI LUTUT PADA PENDERITA OSTEOARTHRITI
P:
Penderita Osteoartritis lutut di Desa Tanjungrejo Kecamatan Margoyoso Pati sebanyak 46 orang.
Jadi sampel dalam penelitian ini 46 orang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan
intervensi : kelompok kontrol 23 orang dan kelompok intervensi 23 orang.
I:
Diberikan latihan strengthening exercis dikarenakan efek dari strengthening exercise tersebut
dapat meningkatkan kekuatan otot, juga dapat meningkatkan fleksibilitas otot untuk
memaksimalkan kerja otot. Pasien LBP (low back pain) yang berpartisipasi dalam program PRE
ekstensi menunjukkan penurunan yang signifigan pada nyeri dan gejala yang berhubungan dengan
kekuatan otot, daya tahan dan mobilitas sendi. Kelompok eksperimental diberi perlakuan berupa
Strengthening exercise selama 2 (dua) minggu dan dilakukan 3 (kali) dalam seminggu berdurasi
30 menit, sedangkan kelompok kontrol tidak diberi perlakuan. Pada kedua kelompok diawali
dengan pre test dan setelah pemberian perlakuan diadakan pengukuran kembali (post test).
Penelitian tentang Pengaruh Strengthening Exercise Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Lutut
Pada Penderita Osteoarthritis dilaksanakan di Desa Tanjungrejo Margoyoso Pati pada tanggal 8 –
20 Mei 2017.
C:
Nyeri lutut pada Osteoartritis pada kelompok control,sebelum dan sesudah tanpa melakukan
Strengthening Exercise dan Nyeri lutut pada Osteoartritis pada kelompok intervensi sebelum dan
sesudah melakukan Strengthening Exercises
O:
Nyeri lutut pada Osteoartritis pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah tanpa melakukan
Strengthening exercise rata-rata masyarakat mengalami nyeri lutut sedang sebanyak 17 orang
(73.9%). Nyeri lutut pada Osteoartritis pada kelompok intervensi sebelum melakukan
Strengthening exercise rata rata masyarakat mengalami nyeri lutut sedang sebanyak 17 orang
(73.9%) dan sesudah melakukan Strengthening exercise rata-rata masyarakat mengalami nyeri
lutut ringan sebanyak 16 orang (69.6%)
T:
Tahun 2017

KOMPRES HANGAT JAHE ATAUTANPAJAHE MENURUNKAN NYERI SENDI LUTUT


LANSIA
P:
Populasi dalam penelitian ini yaitu lansia yang menderita nyeri sendi lutut dengan jumlah 40 orang.
Sampel penelitian menggunakan total populasi berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi
yaitu sejumlah 40 responden dengan 20 responden mendapatkan perlakuan kompres hangat tanpa
tambahan bahan dan 20 responden lainnya mendapatkan perlakuan kompres hangat dengan
rebusan jahe. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bulugede Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal.
I:
Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pretest postest yang
dilakukan pada 40 responden lanjut usia. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi
skala nyeri muka.Uji statistik penelitian ini menggunakan Mann-Whitne
C:
20 responden mendapatkan perlakuan kompres hangat tanpa tambahan bahan dan 20 responden
lainnya mendapatkan perlakuan kompres hangat dengan rebusan jahe
O:
Tidakada beda kompres hangat tanpa tambahan bahan dan kompres hangat rebusan jahe terhadap
penurunan tingkat nyeri sendi lutut pada lansia
T:
Tahun 2016