Anda di halaman 1dari 7

LAJU REAKSI

Disusun Oleh :
 Dinda Alvia
 Irgi Muttaqin
 Kelvin T.
 Marissa T.
 Ylva Meilona

SMA Negeri 2 Sibolga


Jalan Kapt.Pattimura Sarudik,Kec Sibolga
Selatan
NPSN :
10212130

TA 2017/2018
1. TUJUAN PRAKTIKUM
 Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
 Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan suhu terhadap laju reaksi.
 Dapat menyatakan besarnya perubahan yang terjadi dalam satu satuan
waktu.
 Mengamati pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi
 Mengamati pengaruh pemukaan bidang sentuh terhadap laju reaksi

2. ALAT & BAHAN

ALAT BAHAN
Sendok Makan Cuka 2 botol
Pinset Gula batu
Aqua gelas (8 buah) Gula pasir
Kain Lap Gula halus
Karet Garam halus
Lilin Air panas & air biasa
Pisang mengkal
Karbit

3.DASAR TEORI
Laju reaksi atau kecepatan reaksi menyatakan banyaknya reaksi kimia yang
berlangsung per satuan waktu. Laju reaksi menyatakan molaritas zat terlarut dalam
reaksi yang dihasilkan tiapdetik reaksi. Perkaratan besi merupakan contoh reaksi
kimia yang berlangsung lambat, sedangkan peledakan mesiu atau kembang api
adalah contoh reaksi yang cepat.

Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa factor seperti, luas permukaan sentuh,
suhu dan konsentrasi. Luas permukaan sentuh memiliki peranan yang sangat
penting dalam banyak, sehingga menyebabkan laju reaksi semakin cepat. Begitu
juga, apabila semakin kecil luas permukaan bidang sentuh, maka semakin kecil
tumbukan yang terjadi antar partikel, sehingga laju reaksi pun semakin kecil.
Karakteristik kepingan yang direaksikan juga turut berpengaruh, yaitu semakin
halus kepingan itu, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk bereaksi;
sedangkan semakin kasar kepingan itu, maka semakin lama waktu yang
dibutuhkan untuk bereaksi.
Suhu juga turut berperan dalam mempengaruhi laju reaksi. Apabila suhu
pada suatu reaksi yang berlangusng dinaikkan, maka menyebabkan partikel
semakin aktif bergerak, sehingga tumbukan yang terjadi semakin sering,
menyebabkan laju reaksi semakin besar. Sebaliknya, apabila suhu diturunkan,
maka partikel semakin tak aktif, sehingga laju reaksi semakin kecil.

Karena persamaan laju reaksi didefinisikan dalam bentuk konsentrsi reaktan


maka dengan naiknya konsentrasi maka naik pula kecepatan reaksinya. Artinya
semakin tinggi konsentrasi maka semakin banyak molekul reaktan yang tersedia
dengan demikian kemungkinan bertumbukan akan semakin banyak juga sehingga
kecepatan reaksi meningkat. Jadi semakin tinggi konsentrasi, semakin cepat pula
laju reaksinya.

4. PROSEDUR KERJA
a). Percobaan 1

 Gelas 1 diisi larutan cuka sekitar 100 ml lalu tambahkan garam


dapur 1 sendok makan setelah itu diaduk dan ukur waktu sampai
garam memang benar larut .
 Gelas 2 diisi 50 ml larutan cuka dan 50 ml air lalu tambahkan
garam dapur 1 sendok makan setelah itu aduk dan ukur waktu
pada saat garam benar larut .

b). Percobaan 2
 Gelas 1 diisi air biasa lalu tambahkan gula batu setelah itu ukur
waktu pada saat gula batu benar-benar larut.
 Gelas 2 diisi air biasa lalu tambahkan gula pasir setelah itu ukur
waktu saat gula halus larut dengan air.
 Gelas 3 diisi air biasa lalu tambahkan gula halus setelah itu
aduk dan ukur waktu sampai gula larut dengan air.

c). Percobaan 3

 Gelas 1 diisi dengan air panas lalu tambahkan gula pasir setelah
itu aduk dan ukur waktu pada saat gula pasir larut.
 Gelas 2 diisi oleh air biasa lalu tambahkan gula pasir 1 sendok
makan setelah itu ukur waktu nya hingga gula pasir larut

d).Percobaan 4

 Gula batu dicelupkan kedalam abu gosok lalu dibakar dengan lilin
ukur waktu nya sesaat gula batu mulai meleleh.
 Gula batu tanpa dicelupkan ke dalam abu gosok di bakar dengan
lilin lalu ukur waktu nya sesaat gula batu meleleh.

e).Percobaan 5

 Karbit ditaburi di atas pisang yang belum masak lalu dibungkus


dengan kain dan diikat, dibiarkan 3 hari berikutnya.
 Pisang yang belum masak tanpa karbit dibungkus kain dan
diikat,biarkan pada 3 hari berikutnya
5. PEMBAHASAN PRAKTIKUM

Percobaan Pembahasan
Percobaan 1

 Larutan cuka 100ml+garam sekitar 3 Larutan cuka


menit /180 detik.
 Larutan cuka 50ml+air 50ml+garam mempunyai suhu yang
sekitar 1 menit 15 detik /75 detik.
lebih rendah jika
dibandingkan dengan
air dan itu yang
membuat larutan cuka
yg dicampur dengan air
lebih mudah melarutkan
garam.
Percobaan 2
 Air biasa 100ml+gula batu sekitar 4
Hal ini karena gula
menit 45 detik/285 detik pasir halus memiliki
 Air biasa 100ml+gula pasir sekitar 1
menit 15 detik/75 detik. ukuran partikel yang
 Air biasa 100ml+gula halus sekitar 55
detik. lebih kecil sehingga
memiliki permukaan
sentuh yang luas
dibandingkan gula batu
dan gula pasir. Jadi
makin kecil ukuran zat
terlarut makin besar
kelarutan zat tersebut.
Percobaan 3
Kenaikan suhu menyebabkan
 Air panas 100ml+gula pasir 1 sendok
makan sekitar 25 detik energi kinetik partikel zat
 Air biasa 100ml+gula pasir 1 sendok bertambah sehingga partikel pada
makan sekitar 1 menit 10 detik/70 detik. suhu yang tinggi bergerak lebih
cepat dibandingkan pada suhu
rendah. Kondisi ini menyebabkan
terjadinya tumbukan antara
partikel zat terlarut dengan
partikel pelarut.
Percobaan 4 Tapi ketika kita
 Gula batu+abu gosok yg
lumuri dengan abu
dicelupkan
Sekitar 30 detik gosok, kemudian kita
 Gula batu+dibakar bakar, kita akan
(tanpa ada abu gosok)
mendapati gula
sekitar 35 detik
batunya dapat
terbakar! Ini karena
abu gosok yang
menempel pada gula
batu bersifat sebagai
katalisator dalam
proses pembakaran
gula batu. Sehingga
gula batu kini telah
menjadi “gula api”.
Kesalahan pada saat
Percobaan 5 pisang yang hendak di
 Pisang yang dikarbit yg
karbit
disimpan selama 3 hari belum
penaruhan/penaburan
masak
 Pisang yg tidak di karbit karbit tidak pada pangkal
disimpan selama 3 hari juga pisang mengkal tetapi
belum masak cuma dilumuri saja dan
membuat pisang tidak
masak dalam 3 hari
tersebut .
Pisang yang tidak di karbit
jelas belum masak karena
kurang waktu dalam
pematangan pisang yang
kurang hari
6. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi laju
rekasi yaitu:
 Semakin tinggi konsentrasi, maka laju rekasi semakin
cepat. Semakin rendah konsentrasi, maka laju reaksi
semakin lambat.
 Peningkatan suhu akan mempercepat laju reaksi.
 Semakin luas permukaan, maka laju reaksi akan semakin
cepat.
 Katalis yang ditambahkan akan mempercepat laju reaksi.
7. DAFTAR PUSTAKA
 Jambu,Idung.2012.”Laju Reaksi”.[online].Tersedia:
http://laporanwoylaporan.blogspot.co.id. Yang direkam
pada 25 Juli 2012 9:48.[18 November 2017].
 Solihat,N.Aini.2014.” Laporan Praktikum Kimia
Dasar Reaksi-Reaksi Kimia”.[online].Tersedia:
http://laporannurainisolihat.blogspot.co.id. Yang
direkam pada 25 Juli 2014 08:12.[18 November 2017].
 Kelapa,C.Tunas..2012.”Gudang Fisika”. [online].
Tersedia: http://fisikaasik-gudangfisika.blogspot.co.id.
Yang diakses pada 08 Januari 2012 12.44[ 21
November 2017].
 Triumiana,D.Ayu.2013.”Membakar Gula Batu”.
[online].Tersedia: http://mawarkucantik.blogspot.co.id.
Yang diakses pada 04 Mei 2013 07.30[21 November
2017].
 Widiayaka.2013.”Kelarutan Garam”.[online].
Tersedia: http://widiyaka.blogspot.co.id. Yang diakses
pada 03 Februari 2013 08.01[21 November 2017].