Anda di halaman 1dari 15

Pengertian Listrik Statis

Listrik statis adalah kumpulan muatan listrik dalam jumlah tertentu yang tetap

(statis), ketidakseimbangan muatan listrik di dalam atau permukaan benda. Muatan

listrik akan tetap ada sampai benda kehilangan dengan cara sebuah arus listrik

melepaskan muatan listrik.

Listrik statis adalah kelistrikan yang berhubungan dengan gejala kelistrikan yang

diam dan tidak mengalir. Aliran pada listrik statis berbeda dengan dinamis, jika

listrik statis dari satu tempat ke tempat lain hanya sekejap pada suatu tempat

tersebut.

Perhatikan gambar berikut ini:

Gambar dia atas adalah gambar perpindahan electron dari benda satu ke benda

lain.

 Muatan Listrik

Muatan listrik muncul karena adanya perpindahan elektron dari satu benda ke

benda lain. Terdapat 2 muatan listrik yaitu muatan positif dan muatan negatif,

dikatakan bermuatan positif apabila proton lebih banyak daripada jumlah elektron,

dan begitupun sebaliknya. Sedangkan benda yang tidak memiliki muatan disebut

netral.
Muatan listrik adalah muatan dasar yang dimiliki suatu benda, yang membuatnya

mengalami gaya pada benda lain yang berdekatan dan juga memiliki muatan listrik.

Simbol Q sering digunakan untuk menggambarkan muatan. Sistem Satuan

Internasional (SI) dari satuan Q adalah coulomb, yang merupakan 6.24 x

1018 muatan dasar.

 Jenis – jenis Muatan Listrik

Jenis muatan listrik diantaranya yaitu :

 Muatan Listrik Positif (Proton)

Menurut Benyamin Franklin, Muatan Listrik Positif umumnya bersifat

saling tolak menolak dengan suatu benda yang mmuatan, dan dalam hal ini

terjadi karena muatan positif itu sejenis sehingga akan beraksi saling tolak

menolak.

 Muatan Listrik Negatif (Elektron)

Menurut Benyamin Franklin, Muatan Listrik Negatif pada suatu benda

dapat dipastikan jika terdapat benda yang memiliki muatan negatif dan

saling tolak menolak dengan plastik yang memiliki muatan, maka dapat

dipastikan bahwa muatan benda tersebut negatif.

 Muatan 1 elektron = -1,6.10-19 coulomb

 Muatan 1 proton = +1,6.10-19 coulomb

Muatan listrik suatu benda ditentukan oleh jumlah proton dan elektron yang

dikandung benda tersebut.

 Jika suatu benda kelebihan elektron = kekurangan proton (Σ elektron > Σ

Proton), maka benda tersebut bermuatan negatif

 Jika suatu benda kekurangan elektron = kelebihan proton (Σ elektron < Σ

Proton), maka benda tersebut bermuatan positif


 Jika jumlah elektron = jumlah proton (Σ proton = Σ elektron) maka benda

tersebut tidak bermuatan (muatan netral)

 Sifat-sifat Muatan Listrik

 Muatan listrik yang sejenis akan saling tolak menolak dan muatan tidak

sejenis akan saling tarik menarik.

 Muatan Listrik merupakan besaran pokok fisika yang diukur dalam satuan

coulomb disimbolkan dengan (C). Satu coulomb sama dengan 6.24 x 1018 e

(e = muatan proton). Sehingga mautan yang dikandung oleh proton adalah

1,602 x 10-19 coulomb. Elektron memiliki muatan yang sama dengan

proton namun berbeda jenis (-)1,602 x 10-19 coulomb.

 Muatan listrik memiliki hukum kekekalan muatan. Gaya yang ditimbulkan

dua muatan memiliki karakter yang sama seperti gaya gravitasi yang

ditumbulkan dua buah benda dengan massa tertentu. Gaya antar muatan

juga bersifat konservatif dan terpusat.

 Hukum Coloumb

Sesuai dengan namanya Hukum Coulomb digagas oleh Charles Augustin de

Coulomb warga kebangsaan Perancis di tahun 1785. Meneliti hubungan gaya

listrik dengan dua muatan dan jarak antar keduanya dengan

menggunakan neraca puntir.

Hukum ini menjelaskan tentang hubungan antara gaya yang muncul antara

dua titik muatan, yang dipisahkan oleh jarak tertentu, dengan nilai muatan

dan jarak pisah antar keduanya. Satuan internasional untuk muatan listrik

diberi nama C (Coulomb) untuk mengenang jasanya.


Gambar diatas merupakan neraca puntir yang digunakan oleh Coulomb

yang mirip dengan neraca puntir Cavendish yang digunakan pada percobaan

gravitasi.

Hukum Coulomb mempunyai persamaan dengan hukum gravitasi newton,

persamaan itu terletak di perbandingan kuadrat yang terbalik dalam hukum

newton. Perbedaannya yaitu gaya gravitasi selalu tarik-menarik, sedangkan

gaya listrik selain bisa tarik-menarik juga bisa tolak-menolak.

Hukum coulomb pada dasarnya menyatakan muatan listrik yang sejenis

akan tolak-menolak, dan yang sejenis akan tarik-menarik. Besar gaya

Coulomb tergantung pada besar masing-masing muatan (Q1 dan Q2) serta

kuadrat jarak antara dua muatan (r2)

Dari percobaan yang dilakukan oleh Charles Augustin de Coulomb dia

menyimpulkan bahwa:

”Besar gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua benda

bermuatan listrik berbanding lurus dengan muatan masing-masing benda

dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda

tersebut.”
Saat dua muatan sejenis didekatkan satu sama lain akan terdapat gaya

yang saling menolak yang mencegah kedua muatan itu bersatu. Lain halnya

dengan dua buah muatan yang berbeda muatan saat didekatkan akan timbul

gaya saling tarik-menarik. Gaya tarik-menarik dan gaya tolak-menolak ini

disebut gaya elektrostatis.

Rumus yang berlaku dalam muatan listrik adalah rumus yang dimatematiskan

dari hukum coulomb.

Maka secara sistematis dirumuskan dengan:

Keterangan:

F = gaya tarik manarik/tolak menolak (newton)

q = muatan listrik (coulomb)

r = jarak antara kedua muatan

k = konstanta = 1/4πεo = 9 x 109 N.m2/C2

εo = permitivitas listrik dalam ruang hampa/udara = 8,85 x 10-12 C2/Nm2

Apabila medium muatan bukan pada medium vakum atau udara maka besar

gaya antaran muatan q1 dan q2 akan lebih kecil.

F udara/vakum < F medium

Hal tersebut dikarenakan nilai permisivitas listrik pada medium bukan udara

lebih besar. Permisivitas εo diganti dengan ε yaitu :


ε = εr εo
Dalam vakum nilai εr adalah 1, sedangkan dalam udara εr adalah 1,0006.

Dengan demikian gaya coloumb dalam medium rumusnya yaitu:

Saling Tarik Menarik

Saling tolak-menolak

 Contoh soal Hukum Coloumb

1. Dua buah muatan besarnya Q1 dan Q2 berada pada jarak r memiliki gaya

Coulomb sebesar Fc. Berapa besar gaya Goulomb, jika:

a. Muatan pertama diperbesar 6x

b. Jarak kedua muatan diperbesar 4x


 Medan Listrik
Medan listrik ialah dampak yang terjadi oleh adanya muatan listrik, mislnya

elektron, ion maupun proton dalam ruangan yang ada di sekelilingnya. Medan

listrik mempunyai satuan N/C (Newton/Coulomb). Medan listrik biasanya dituntut

dalam bidang ilmu fisika dan bidang terkait dan menurut tidak langsung juga di

bidang elektronika yang sudah menggunakan medan listrik ini dalam kawat

konduktor.

Definisi lain dari medan listrik ialah suatu ruangan di sekeliling objek

bermuatan listrik, apabila suatu benda bermuatan listrik berada di dalam

ruangan tersebut akan memiliki gaya listrik.

Medan listrik tergolong dari medan vektor, sehingga untuk membuktikan

arah medan listrik dijelaskan sama dengan arah gaya yang dialami oleh

muatan positif, apabila berada dalam secara acak tempat di dalam medan

tersebut. Arah medan listrik yang terangkat oleh benda bermuatan positif

dijelaskan keluar dari benda, sebaliknya arah medan listrik yang terangkat

benda bermuatan negatif dijelaskan masuk ke benda.


Untuk mewujudkan medan listrik diperankan oleh garis-garis gaya listrik, yakni

garis lengkung yang dibayangkan sebagai jalan yang dibangun oleh muatan positif
yang didorong dalam medan listrik. Garis gaya listrik tidak mudah terpotong, karena

garis gaya listrik ialah garis khayal yang berasal dari benda bermuatan positif dan

akan berhenti di benda yang bermuatan negatif. Dibawah ini adalah contoh skema

gaya listrik, antara lain sebagai berikut:

Medan listrik adalah suatu medan yang disebabkan oleh adanya muatan

listrik yang representasi dalam dalam kehidupan sehari-hari berupa medan

yang disebabkan oleh suatu benda yang bertegangan. Hal ini dengan jelas

diterangkan dalam persamaan Maxwell I yang diturunkan dari hokum Gauss untuk

medan listrik dan medan magnetik.

V ⋅ε ⋅ E = ρ

V ⋅D = ρ

V⋅B=0

∇ = operator del (vektor differensial)

E = kuat medan listrik

D = kerapatan flux listrik

ρ = kerapatan muatan yang menyebabkan timbulnya D dan E


B = kerapatan fluks magnetic

 Sifat Medan Listrik

Berikut ini merupakan beberapa sifat dari medan listrik antara lain sebagai

berikut:

1. Skema gaya listrik tidak mudah terpotong.

2. Skema gaya listrik sering menuju radial berhenti dari muatan positif dan

bertemu menuju muatan negatif.

3. Bertambah rapat skema gaya listrik pada suatu tempat, sehingga medan

listrik pada tempat tersebut bertambah kuat dan sebaliknya.

 Rumus Medan Listrik

Rumus medan listrik dapat memasuki melewati Hukum Coulomb yaitu gaya

antara dua titik muatan, berikut rumusnya dibawah ini:

Menurut persamaan tersebut, gaya pada salah satu titik muatan berlawan

lurus dengan besar muatannya. Medan listrik dinyatakan secara suatu konstan

persamaan antara muatan dengan gaya. Berikut rumusnya:

Demikian, medan listrik itu bersandar pada posisinya. Suatu medan ialah

sebuah vektor yang bersandar pada vektor yang lain. Medan listrik bisa di

dapat menjadi gradien dari potensial listrik. Apabila beberapa muatan yang

dibagikan menciptkan potensial listrik, sehingga gradien potensial listrik bisa

ditetapkan.
 Garis-garis Medan Listrik

1. Memvisualisasikan pola pola-pola medan listrik adalah dengan

menggambarkan garis-garis dalam arah medan listrik listrik.

2. Vector medan listrik di sebuah titik titik, , tangensial tangensial

terhadap garis garisgaris medan listrik listrik.

3. Jumlah garis garis-garis per satuan luas permukaan yang tegak lurus

garis garis-garis medan listrik listrik, , sebanding dengan medan listrik

di daerah tersebut.

Arah medan listrik dari suatu benda bermuatan listrik dapat digambarkan

menggunakan garis-garis gaya listrik. Sebuah muatan positif memiliki garis

gaya listrik dengan arah keluar dari muatan tersebut. Adapun, sebuah muatan

negatif memiliki garis gaya listrik dengan arah masuk ke muatan tersebut.

Besar medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik dinamakan kuat

medan listrik. Jika sebuah muatan uji q’ diletakkan di dalam medan listrik dari

sebuah benda bermuatan, kuat medan listrik E benda tersebut adalah besar

gaya listrik F yang timbul di antara keduanya dibagi besar muatan uji. Jadi,

dituliskan :
F = E q’

Kuat medan listrik juga merupakan besaran vektor karena memiliki arah,

maka penjumlahan antara dua medan listrik atau lebih harus menggunakan

penjumlahan vektor. Arah medan listrik dari sebuah muatan positif di suatu

titik adalah keluar atau meninggalkan muatan tersebut. Adapun, arah medan

listrik dari sebuah muatan negatif di suatu titik adalah masuk atau menuju ke

muatan tersebut.

 Kuat Medan Listrik

Gaya Coulomb di sekitar suatu muatan listrik akan membentuk medan

listrik. Dalam membahas medan listrik, digunakan pengertian kuat medan.

Untuk medan gaya Coulomb, kuat medan listrik adalah vektor gaya Coulomb

yang bekerja pada satu satuan muatan yang kita letakkan pada suatu titik

dalam medan gaya ini, dan dinyatakan dengan :

Muatan yang menghasilkan medan listrik disebut muatan sumber. Misalkan

muatan sumber berupa muatan titik q. Kuat medan listrik yang dinyatakan

pada suatu vektor posisi terhadap muatan sumber tsb, adalah medan pada

satu satuan muatan uji. Bila kita gunakan Muatan yang menghasilkan medan

listrik disebut muatan sumber.

Misalkan muatan sumber berupa muatan titik q. Kuat medan listrik yang

dinyatakan pada suatu vektor posisi terhadap muatan sumber tsb, adalah
medan pada satu satuan muatan uji. Bila kita gunakan Muatan yang

menghasilkan medan listrik disebut muatan sumber.

Misalkan muatan sumber berupa muatan titik q. Kuat medan listrik yang

dinyatakan pada suatu vektor posisi terhadap muatan sumber tsb, adalah

medan pada satu satuan muatan uji.


Kuat medan listrik juga merupakan besaran vektor karena memiliki arah,

maka penjumlahan antara dua medan listrik atau lebih harus menggunakan

penjumlahan vektor. Arah medan listrik dari sebuah muatan positif di suatu

titik adalah keluar atau meninggalkan muatan tersebut. Adapun, arah medan

listrik dari sebuah muatan negatif di suatu titik adalah masuk atau menuju ke

muatan tersebut.

 Contoh medan listrik dalam kehidupan sehari-hari

 Generator Van de Graff

Muatan listrik yang diperoleh melalui cara menggosok.Untuk memperoleh

muatan listrik yang sangat besar digunakan generator Van de Graff.

Gesekan antara pita karet dan roda pemutar menyebabkan pita karet

bermuatan listrik. Muatan listrik ini ditampung pada bola logam.Distribusi

muatan listrik ini terdapat pada permukaan luar bola yang berongga.

 Penggumpal Asap

Alat ini membersihkan partikel-partikel abu hasil pembakaran gas, sehingga

mengurangi pencemaran udara. Alat penggumpal asap ini terdiri dari kawat

dan pelat logam, kawat dibuat bermuatan negatif, partikel abu ketika

melewati kawat akan bermuatan negatif. Pelat logam dibuat bermuatan

positif sehingga akan menarik partikel abu yang bermuatan negatif.

Gumpalan-gumpalan partikel abu itu kemudian jatuh ke dasar cerbong

sehingga mudah dibersihkan. Teknik penggumpal asap ini sering digunakan

dalam pabrik baja, pabrik semen, dan industri kimia yang banyak

mengeluarkan asap.

 Cat Semprot
Butiran cat dari aerosol menjadi bermuatan ketika bergesekan dengan

mulut pipa semprot dan udara. Bila benda yang dicat diberi muatan

berlawanan, maka butiran cat akan tertarik ke badan benda. Metode ini

sangat efektif, efisien, dan murah.

 Mesin Fotocopy

Mesin fotocopy menggunakan daya tarik muatan listrik berbeda. Suatu pola

muatan positif pada pelat tadi, mencitrakan bidang hitam yang akan

digandakan, menarik partikel bermuatan negatif dari bubuk hitam halus

yang disebut toner, toner tersebut jadi bermuatan negatif karena

berhubungan dengan butir-butir gelas kecil di baki pengembang. Pola toner

dipindahkan ke atas secarik kertas kosong dan dipanggang di atasnya.

 Printer Laser

Ketika drum yang bermuatan positif berputar, laser bersinar melintasi

permukaan yang tidak bermuatan. Laser akan menggambar pada kertas yang

bermuatan negatif. Setelah melewati drum yang berputar kertas akan

melewati fuser. Pada bagian fuser ini kertas akan mengalami pemanasan, hal

ini yang menyebabkan kertas terasa panas pada saat keluar dari printer.

Printer laser lebih cepat, lebih akurat, dan lebih ekonomis.

 Contoh Soal Medan Listrik

1. Sebuah bawaan uji +15.105 C diletakkan dalam sbuah medan listrik. Jika

gaya yang bergerak pada bawaan uji tersebut adalah 0,6 N. Berapa besar

medan listrik pada bawaan uji tersebut?

Pembahasan:

F = 0.8 N

q = +15.105 C

Jawaban:
E = F/q

E = 0.6/15.105 C

E = 6.104 / 15 = 4000 N/C

Anda mungkin juga menyukai