Anda di halaman 1dari 12

TUGAS FOTOGRAMETRI DIGITAL :

1. Resume Digital Photogrammetry Workstation (DPW)


2. Perbedaan Stereoplotter Analitik dan DPW

Disusun Oleh:
Rheza Tri Nugroho 03311740000010
Akhmad Barizik Hak 03311740000041
Alfian Bimanjaya 03311740000045

Mata Kuliah:
Fotogrametri Digital

Dosen Pengampu :
Agung Budi Cahyono, ST, M.Sc, DEA

DEPARTEMEN TEKNIK GEOMATIKA


FAKULTAS TEKNIK SIPIL LINGKUNGAN DAN KEBUMIAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA
2019
RESUME SOCET SET
GAMBARAN UMUM

SOCET SET®, aplikasi perangkat lunak pemetaan digital BAE Systems, digunakan untuk
fotogrametri presisi dan analisis geospasial. Perangkat lunak ini terkenal dengan kedalaman,
kinerja, dan kemampuannya yang tak tertandingi untuk mengambil data dari berbagai sumber
gambar pemerintah dan komersial. SET SOCET bekerja dengan sensor digital udara terbaru dan
termasuk algoritma pencocokan titik inovatif untuk triangulasi multi-sensor. Ini menawarkan
fungsionalitas yang kuat untuk triangulasi, ekstraksi DEM, ortorektifikasi, mosaik, dan
pengumpulan fitur. Selain itu, kemampuan ini mengurangi jam kerja melalui alur kerja yang
optimal, ujung ke ujung, menghasilkan penghematan biaya yang signifikan selama proses
pemetaan.

DEVELOPER/ TAHUN/ PERKEMBANGAN


Adapun identitas perkembangan SOCET SET adalah sebagai berikut.
1. Developer : BAE System
2. Tahun : 1990
3. Perkembangan :
SOCET SET diluncurkan sebagai produk komersial pada tahun 1990, tetapi sejarahnya
kembali ke workstation fotogrametri digital yang dikembangkan oleh Helava and Associates
untuk Badan Pemetaan Pertahanan Amerika Serikat pada 1980-an. Arsitektur solid SOCET
SET, banyak format data dan model sensor, algoritma yang tak tertandingi, dan rangkaian
fitur yang kaya adalah produk dari pengembangan selama lebih dari 25 tahun. Alat
fotogrametri serbaguna ini menangani proyek-proyek besar dengan mudah, memungkinkan
pengguna untuk merampingkan tugas pemetaan digital rutin yang membosankan dan
mengoptimalkan alur kerja mereka. Data yang dikumpulkan dan diproduksi oleh SOCET
SET dapat diekspor dalam berbagai format untuk pengguna akhir, atau untuk input ke
aplikasi lain. Produk raster dan vektor ini, yang berasal dari berbagai sumber gambar, banyak
digunakan di seluruh pemetaan, GIS, penginderaan jauh, visualisasi, dan komunitas
simulasi.

1
SPESIFIKASI DAN FUNGSI
Adapun spesifikasi yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi SOCET SET ini antara
lain adalah sebagai berikut.

Persyaratan Minimum Hardware dan OS komputer


 Windows XP SP2
 2GB RAM
 Single 1GHz processor
 7200 RPM hard drives
 OpenGL supported graphics card*

Konfigurasi Sistem yang disarankan


 Windows XP SP3, Vista SP1, Windows 7
 4GB RAM (8GB RAM on 64-bit**)
 Quad processor
 7200 RPM hard drives
 NVIDIA QUADRO FX 5000 or better

*Note : SOCET SET adalah aplikasi dengan sistem dasar 32-bit

SOCET SET memiliki beberapa fungsi utama antara lain adalah sebagai berikut.
 Impor data citra dan titik kontrol
 Persiapan model stereo (orientasi interior, triangulasi, rektifikasi)
 Mono-viewing dan Stereo-viewing
 Ekstrak DTM dan DSM menjadi data vektor
 Buat produk seperti orthophotos dan adegan perspektif
 Ekspor data fitur vektor dan data plot hardcopy.

JENIS
Apabila ditinjau dari kempuan DPW SOCET SET, maka SOCET SET dapat
diklasifikasikan berdasarkan 5 kelas (Heipke(1995) dan Schenk(1999)), sebagai 3 kelas antara lain
sebagai berikut.

1. DPW Triangulasi Udara


SOCET SET memiliki proses kontrol gambar yang tepat yang memungkinkan akurasi yang
tak tertandingi. Model matematika yang ketat digunakan untuk mengaitkan titik pada suatu
gambar dengan lokasi dunia nyata mereka.
2. DTM DPW
SOCET SET membuat uat model terrain digital (DTM) dan model permukaan digital
(DSM) secara otomatis dengan berbagai alat untuk mengedit dan jaminan kualitas. Fitur

2
Automatic Terrain Extraction (ATE) memberikan kemampuan sepenuhnya otomatis
untuk mengekstrak data ketinggian dari citra stereo.
3. Orthogambar DPW
Modul Ortho menawarkan fungsionalitas yang fleksibel dan efisien untuk menghasilkan
ortofoto yang seimbang warna dan mosaik area luas

WORKFLOW
Adapun workflow dari pekerjaan fotogrametri digital dari SOCET SET ini antara lain
adalah sebagai berikut.

3
Penjelasan Workflow

1. Atur Parameter Kamera  Mengatur parameter orientasi interior kamera hasil kalibrasi
2. Import Data  Memasukkan data foto udara yang telah diakuisisi ke software SOCET SET
3. MST: Model Relatif  Memasukkan Ground Control Point (GCP) dan Tie Point (TP) untuk
koreksi geometrik gambar secara relative
4. MST: Model Absolut  Memasukkan Ground Control Point (GCP) dan Tie Point (TP) untuk
koreksi geometrik gambar secara absolut
5. Memeriksa Akurasi Model  Model yang telah dibuat diperiksa akurasinya untuk
mengetahui penyimpangan yang dihasilkan
6. Memperbaiki Gambar  Memperbaiki gambar yang masih memiliki penyimpangan setelah
proses Multi Sensor Triangulation
7. Membuat DEM  Membuat DEM dari hasil data foto yang telah diakuisisi. Kualitas
keseluruhan DEM berdasarkan akurasi absolut dan relatif.
8. Mengedit DEM  Mengedit DEM menjadi lebih halus atau mengedit DEM menjadi DTM.
Pada tahap ini bisa diketahui volume dari objek.
9. Membuat Orthophoto  Membuat orthophoto dari data foto udara yang telah dikoreksi secara
geometris (orthorectified) sedemikian rupa sehingga skala dan orientasi foto seragam dan
dapat dianggap setara dengan peta.
10. Export DEM dan Orthophoto  Menampalkan othophoto di atas DEM yang telah dibuat.
Ini adalah hasil akhir dari proses pengolahan data foto udara.

LISENSI

Pemberian Lisensi Software SOCET SET


Software ini memiliki lisensi non-eksklusif terbatas untuk menggunakan program, dalam bentuk
kode objek yang dapat diubah pada komputer tunggal (versi node locked licensed) atau pada satu
komputer jaringan pada satu waktu (floating licensed version).

Dengan ketentuan:
1. Penerima lisensi tidak memiliki hak untuk menetapkan, mensublisensikan, mentransfer,
menjaminkan, menyewakan, menyewakan, atau membagikan hak-haknya berdasarkan lisensi
atau perjanjian. Kecuali sebagaimana dan hanya sejauh diizinkan secara tegas oleh hukum
yang berlaku.
2. Penerima lisensi tidak boleh menyalin, mendekompilasi, merekayasa balik, membongkar,
memodifikasi, atau membuat karya turunan dari program ini.
3. Penerima lisensi dapat membuat satu (1) salinan program dalam bentuk yang dapat dibaca
mesin untuk tujuan cadangan; dengan ketentuan, bagaimanapun, bahwa penerima lisensi akan
mereproduksi setiap pemberi lisensi atau pemberitahuan hak cipta, merek dagang, dan paten
pihak ketiga pada program pada salinan cadangan tersebut.

4
Tipe Lisensi
 Lisensi Abadi
Pemberian lisensi yang tidak terbatas durasinya. Jangka waktu perjanjian ini untuk lisensi abadi
akan berlanjut kecuali dan sampai diakhiri sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian.
 Lisensi Jangka
Pemberian lisensi yang durasinya terbatas, durasinya seperti yang ditunjukkan dalam pesanan atau
dokumen pembelian. Jangka waktu perjanjian ini untuk lisensi jangka akan berlanjut selama
periode lisensi kecuali dan sampai diakhiri sesuai dengan ketentuan perjanjian.

5
PERBEDAAN STEREOPLOTTER ANALITIK DAN DPW
Saat ini, plotter analitik atau stereoworkstation digital digunakan untuk fotogramteri stereo.
Sistem-sistem tersebut memiliki prinsip kerja yang sama.

Stereoplotter Analitik

Gambar 1 Prinsip plotter analitik

Prinsip stereoplotter analitik


Menggunakan perangkat masukan yang sesuai, seperti tetikus 3D, tanda apung bergerak dalam
ruang model 3D dalam koordinat naik ∆X, ∆Y, dan ∆Z. Menggunakan persamaan kolinearitas dan
parameter orientasi interior dan eksterior XYZ yang diubah secara bertahap posisi diubah menjadi
posisi gambar yang sesuai x′, y′ dan x″, y″. Kedua gambar tersebut dipindahkan secara real-time
dengan peralatan servo-motor atau digital panning. Koordinat mesin dari tanda fidusia atau garis
réseau, yang menentukan sistem referensi kamera, diukur secara monokuler, nilainya dikalibrasi
diketahui. Parameter dihitung untuk transformasi bidang yang akan membawa koordinat mesin
dalam nilai yang dikalibrasi.

6
Gambar 2 Plotter analitik Leica SD 2000

Prosedur Orientasi
Biasanya, parameter orientasi eksterior ditentukan oleh salah satu dari prosedut berikut ini:
 Orientasi dua langkah
Parameter ditentukan dalam dua langkah terpisah orientasi relatif dan orientasi absolut.
Setelah orientasi relatif berhasil, model dapat ditetapkan dengan benar dalam sistem koordinat
model tiga dimensi yang diinginkan.
 Transfer parameter orientasi yang diketahui
Jika parameter orientasi eksterior diketahui dari perhitungan sebelumnya, maka dapat
diketahui dimuat baik untuk gambar tunggal atau untuk stereomodel. Biasanya bagian
orientasi luar akan ditentukan oleh titik ikat triangulasi.

Rekonstruksi Objek
Instrumen stereo analitik memungkinkan pengukuran 3D hanya dari titik-titik objek. Poligon
dicatat sebagai garis dan area diwakili oleh grid titik padat (model permukaan digital).
Untuk mengukur struktur objek linear, plotter analitik dapat diubah menjadi mode pengukuran
kontinu. Dalam mode ini, koordinat titik objek didaftarkan secara terus menerus setelah
peningkatan waktu atau posisi tetap dari tanda mengambang yang digerakkan sepanjang fitur
linear oleh operator

Digital Photogrammetric Workstation (DPW)


DPW atau digital stereo-workstation tidak memiliki sistem pembawa gambar mekanis.
Sebagai gantinya, gambar yang didigitasi ditampilkan dan dipindahkan secara digital pada monitor
stereo yang sesuai. Setiap gambar dapat dipindahkan relatif ke tanda pengukuran yang terdapat di

7
atasnya. Dengan demikian, tanda pengukuran, gambar, atau keduanya secara bersamaan, dapat
dipindahkan.

Penglihatan stereotoskopik diperoleh melalui pemisahan gambar optik atau elektronik.


Pada dasarnya, teknik-teknik berikut digunakan:

 Layar terpisah
Kedua gambar ditampilkan berdampingan pada monitor standar dan dilihat secara
stereoskopis menggunakan sistem optik sederhana yang mirip dengan stereoskop cermin.
Tanda mengambang tetap diperlukan, karena gambar bergerak. Operator terpaksa duduk
dalam posisi tetap di depan monitor.
 Anaglyph (pemisahan kromatik)
Biasanya gambar diwarnai merah dan hijau, dan dilihat melalui kacamata yang terdiri dari
filter warna merah dan hijau. Prinsip ini hanya berguna untuk gambar level abu-abu.
Penglihatan stereoskopis dimungkinkan pada jarak dan sudut penglihatan yang besar, dan
untuk sejumlah orang secara bersamaan
 Tampilan gambar bergantian
Gambar kiri dan kanan ditampilkan secara bergantian dalam mode pengalihan cepat
(frekuensi> 100 Hz). Operator memakai kacamata yang memiliki jendela yang disinkronkan
sehingga hanya gambar yang saat ini ditampilkan yang terlihat untuk mata yang sesuai.
Melihat stereotoskopik dimungkinkan dalam ruang kerja besar di depan monitor.
 Tampilan gambar terpolarisasi
Di depan monitor dipasang filter LCD yang mempolarisasikan gambar secara berbeda dalam
setiap fase perpindahan gambar. Operator memakai kacamata dengan filter polarisasi yang
sesuai untuk membuat eparasi kedua gambar. Kontrol elektronik untuk kacamata ini tidak
diperlukan.
 Tampilan auto-stereoskopik (mikro-prisma)
Dalam hal ini gambar stereoskopis ditampilkan dalam kolom gambar yang terpisah (kolom
genap untuk gambar kiri dan kolom ganjil untuk gambar kanan). Di atas permukaan monitor
dipasang sistem mikro-prisma vertikal yang membelokkan gambar kolom ke arah tampilan
spasial yang diinginkan. Efek stereoskopik dapat diamati tanpa bantuan tambahan; resolusi
gambar stereoskopik setara dengan setengah dari resolusi monitor. Pergerakan operator dapat
dikompensasi dengan penyesuaian gambar dan prisma otomatis (pencari mata) sehingga
menciptakan ruang kerja besar di depan monitor
 Kacamata monitor LCD
Operator memakai kacamata dengan dua monitor mini LCD yang terpisah. Stereoviewer
semacam ini digunakan sebagian besar untuk aplikasi realitas virtual.

8
Gambar 3 Perkiraan desain monitor stereo

Dibandingkan dengan sistem analog, stasiun kerja stereo digital (lihat, misalnya, Gambar 3)
menawarkan berbagai manfaat:

 tampilan informasi gambar (raster) dan grafik (vektor) secara simultan dimungkinkan.
 beberapa workstation dapat dihubungkan oleh jaringan agar memiliki akses paralel ke materi
gambar yang sama.
 satu sistem terintegrasi yang umum dapat berfungsi sebagai komparator, plotter analitik,
penyearah atau stasiun kerja grafis.
 prosedur orientasi dan pengukuran titik, garis dan permukaan dapat diotomatisasi.

Gambar 4 Stereo workstation digital Leica/Helava DPW 770

9
Dalam sumber lain, secara ringkas terdapat dua perbedaan utama antara DPW dan stereoplotter
analitik.

 Pertama, input data yang digunakan, data digital untuk diolah DPW lebih bersifat dinamis.
 Kedua, perubahan yang dibawa oleh sistem fotogrametri digital yang berupa potensi untuk
pengukuran otomatis, dan penyelarasan citra (image matching) yang sederhana tidak
sebagaimana stereoploter analitik. Pengukuran otomatis dan teknik penyelarasan citra
merupakan dua hal yang memiliki nilai tambah teknologi digital baru yang sangat berarti bagi
fotogrametri.

Gambar 5 Penyelarasan citra stereo digital dan pengukuran tinggi


menggunakan Leica/Helava DPW (menggunakan kamera Kodak DCS420
dengan f = 15 mm dan m = 15)

10
Daftar Pustaka
Agouris, P., Doucette, P., & Stefanidis, A. (1997). Automation and digital photogrammetric
workstations. 949–981.

Amrizal. 2015. Modul Guru Pembelajar: Paket Keahlian Teknik Geomatika. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
BAE Systems. 2008. SOCET SET User Manual

Luhmann, Thomas, dkk. 2011. Close Range Photogrammetry: Principles, techniques and
applications. Britania Raya: Whittles Publishing.

11