Anda di halaman 1dari 20

MODUL

MODUL
APLIKASI
PERANGKAT LUNAK
DAN PERANCANGAN
INTERIOR GEDUNG
Untuk Kelas XII
Oleh : Endri Sujoko, ST.

5 SKEMA WARNA
PADA DESAIN INTERIOR

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KONSTRUKSI DAN PROPERTI


KOMPETENSI KEAHLIAN
DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN
SMK NEGERI 1 MANDAU
2019
MODUL
APLIKASI PERANGKAT LUNAK DAN PERANCANGAN INTERIOR GEDUNG
UNTUK KELAS XII

3.19 Menerapkan prosedur pembuatan gambar dengan skema warna


4.19 Membuat gambar desain interior dengan skema warna

BIDANG KEAHLIAN :
TEKNOLOGI DAN REKAYASA

PROGRAM KEAHLIAN :
TEKNIK KONSTRUKSI DAN PROPERTI

KOMPETENSI KEAHLIAN :
DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN

Penyusun :

ENDRI SUJOKO, ST.


Email : endri sujoko@gmail.com

SMK NEGERI 1 MANDAU

Jl. Pipa Air Bersih Telp/Fax. (0765) 7034408

E-mail : smkn_1duri@yahoo.co.id

Web site : www.smk1mandau. sch.id


KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur penyusun panjatkan ke hadirat Illahi Robbi karena dengan
karunia-Nya peyusun dapat menyelesaikan modul panduan untuk latihan dan
pembelajaran Aplikasi Perangkat Lunak dan Perancangan Interior Gedung bagi para
siswa kelas XII SMK Negeri 1 Mandau

Pada saat ini dunia pendidikan di Indonesia selalu berkembang dan semakin
maju, hal ini dapat terbukti dengan ditetapkannya kurikulum baru yaitu Kurikulum
2013 SMK. Kurikulum ini mendorong siswa untuk beraktivitas tanpa batas, memberi
kebebasan kepada siswa untuk bertanya, mengeksplorari informasi serta
mengemukakan pendapat juga berdiskusi dalam kegiatan pembelajaran. Untuk
mendukung hal tersebut, maka dibutuhkan banyak referensi sebagai bekal siswa
untuk mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin, khususnya untuk
mata pelajaran Aplikasi Perangkat Lunak dan Perancangan Interior Gedung yang
menuntut suatu pemahaman yang luas dan berkembang.

Modul ini berisi rangkuman dari berbagai sumber referensi baik buku-buku
penerbit, artikel serta dari bahan yang ditayangkan di internet. Dalam modul ini
disajikan secara ringkas materi, latihan serta penugasan unjuk kerja untuk bahan
latihan siswa. Modul ini disusun untuk dimanfaatkan dalam kalangan sendiri,
semata-mata hanya untuk membantu siswa Kelas XII Desain Pemodelan dan
Informasi Bangunan dalam mendapatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan serta
dapat meningkatkan kompetensinya pada mata pelajaran Aplikasi Perangkat Lunak
dan Perancangan Interior Gedung.

Demikianlah semoga dengan tersusunnya modul ini dapat memberi manfaat


kepada siswa secara pribadi serta mendukung kelancaran kegiatan belajar
mengajar, juga lebih luasnya untuk meningkatkan mutu pendidikan di negara kita ini.

Duri, Mei 2019

Penyusun

Skema Warna dalam Desain Interior i


DAFTAR ISI

Kata Pengantar ...................................................................................................................... i

Daftar Isi ................................................................................................................................ii

Peta Kompetensi APLPIPG kelas XII .................................................................................... iii

KEGIATAN BELAJAR 1 ........................................................................................................ 1

KOMPOSISI BENTUK DALAM INTERIOR ........................................................................... 1

1.1 Bentuk Kotak ............................................................................................................... 1

1.2 Bentuk Lingkaran......................................................................................................... 2

1.3 Bentuk Segitiga ........................................................................................................... 3

LATIHAN SOAL................................................................................................................ 4

KEGIATAN BELAJAR 2 ........................................................................................................ 5

PRINSIP DESAIN INTERIOR ............................................................................................... 5

2.1 Unity and Harmony ...................................................................................................... 5

2.2 Balance (Keseimbangan) ............................................................................................ 5

2.3 Focal Point .................................................................................................................. 6

2.4 Ritme ........................................................................................................................... 6

2.5 Detail ........................................................................................................................... 7

2.6 Skala dan Proporsi ...................................................................................................... 7

2.7 Warna.......................................................................................................................... 8

LATIHAN SOAL.............................................................................................................. 16

PENUGASAN ................................................................................................................. 17

LAYOUT PENUGASAN .................................................................................................. 17

INFORMATION SHEET ...................................................................................................... 18

JOB SHEET ........................................................................................................................ 20

WORK SHEET .................................................................................................................... 21

EVALUATION SHEET ........................................................................................................ 22

Skema Warna dalam Desain Interior ii


PETA KOMPETENSI

Aplikasi Perangkat Lunak dan Perancangan Interior Gedung


Kelas XII

KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR


KI-3 3.15 Memahami prinsip dasar gambar 3D
Memahami, menerapkan, 3.16 Menerapkan perintah pengambaran 3D
menganalisis, dan mengevaluasi 3.17 Menerapkan material editor penggambaran 3D
tentang pengetahuan faktual, 3.18 Menganalisis hasil rendering penggambaran
konseptual, operasional dasar, dan 3D
metakognitif sesuai dengan bidang dan 3.19 Menerapkan prosedur pembuatan gambar
lingkup kerja Desain Pemodelan Dan dengan skema warna
Informasi Bangunan pada tingkat 3.20 Menerapkan prosedur pembuatan gambar
teknis, spesifik, detil, dan kompleks, pencahayaan buatan (Artificial)
berkenaan dengan ilmu pengetahuan, 3.21 Menerapkan prosedur pembuatan gambar
teknologi, seni, budaya, dan humaniora akustik ruang
dalam konteks pengembangan potensi 3.22 Menerapkan elemen-elemen, material, model
diri sebagai bagian dari keluarga, dan aksesoris disetiap ruang
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat 3.23 Menerapkan prosedur pembuatan lay out
nasional, regional, dan internasional. desain interior
3.24 Menerapkan prosedur pembuatan maket desain
interior
3.25 Mengevaluasi hasil maket desain interior

KI-4 4.15 Menyajikan prinsip dasar gambar 3D


Melaksanakan tugas spesifik dengan 4.16 Mengoperasikan perintah penggambaran 3D
menggunakan alat, informasi, dan 4.17 Membuat gambar 3D menggunakan fungsi
prosedur kerja yang lazim dilakukan material editor
serta memecahkan masalah sesuai 4.18 Memeriksa hasil rendering penggambaran 3D
dengan bidang kerja Desain 4.19 Membuat gambar desain interior dengan skema
Pemodelan Dan Informasi Bangunan. warna
Menampilkan kinerja di bawah 4.20 Membuat gambar desain interior dengan
bimbingan dengan mutu dan kuantitas pencahayaan buatan (Artificial)
yang terukur sesuai dengan standar 4.21 Membuat gambar desain akustik ruang
kompetensi kerja. Menunjukkan 4.22 Membuat desain interior dengan elemen-
keterampilan menalar, mengolah, dan elemen, material, model dan aksesoris disetiap
menyaji secara efektif, kreatif, produktif, ruang
kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, 4.23 Menggambar lay out desain interior
dan solutif dalam ranah abstrak terkait 4.24 Membuat maket desain interior
dengan pengembangan dari yang 4.25 Memeriksa hasil maket desain interior
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah
pengawasan langsung. Menunjukkan
keterampilan mempersepsi, kesiapan,
meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah
konkret terkait dengan pengembangan
dari yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik di
bawah pengawasan langsung.

Skema Warna dalam Desain Interior iii


KEGIATAN BELAJAR 1
KOMPOSISI BENTUK DALAM INTERIOR

Bentuk dasar dalam desain interior yang perlu di kuasai adalah bentuk- bentuk
dasar, karena dari bentuk- bentuk dasar ini lah suatu rancangan desain dimulai. Diawali
dengan tahapan menggambar disinilah peran bentuk dasar diaplikasikan sampai pada
tahapan pelaksanaan desain nantinya. Tetapi dalam perkembangannya bentuk-bentuk
dasar ini nantiny akan berkembang menjadi bentuk- bentuk yang lebih dinamis lagi.
Bentuk-bentuk yang tadinya monoton telah dikembangkan dengan kreatif sesuai
dengan fungsinya. Tetapi dalam perkembangannya nanti bentuk- bentuk kreatif ini
merupakan suatu inovasi yang sangat baik guna mengatasi kejenuhan akan bentuk dan
desain konvensional. Selain bentuk kotak ada juga banyak bentuk-bentuk yang sudah
dikenal cukup luas, lingkaran, segitiga, dll

1.1. Bentuk Kotak

Bentuk kotak diaplikasikan dalam bentuk dua dimensi dan tiga dimensi, seperti pada
bentuk pola lantai yang digunakan untuk interior. Sedangkan bentuk lainnya adalah dalam
penerapan ornemen interior seperti lukisan yang memiliki bentuk segi empat yang juga
dijadikan sebagai pelengkap sebuah interior.

Gambar 1. 1 Bentuk kotak dapat divariasikan seperti di atas dalam bentuk keramik
mosaik (sumber : ideaonline.co.id)

Selain itu bentuk kotak juga diminati dalam desain interior modern minimalis seperti pada
bentuk furniture dan pola-pola lantai, dinding dan langit-langit dengan bentuk kotak-kotak,
yang tampil tanpa embel-embel dekorasi apapun dan dibiarkan polos.

Gambar 1. 2 Bentuk Kotak diaplikasikan pada Ambalan Dinding


(sumber : ideaonline.co.id)

Skema Warna dalam Desain Interior 1


1.2. Bentuk Lingkaran

Bentuk lingkaran dikembangkan dalam bentuk tiga dimensi menjadi bentuk bola, tabung,
kerucut, dan bentuk lainnya. Dari bentuk lingkaran ini juga benda fungsional dalam interior di
kembangkan bentuknya menjadi lebih kreatif dan tampil lebih menarik, salah satunya dalah bentuk
lingkaran yang digunakan untuk furniture seperti bentuk sofa.
Dalam sebuah interior bentuk lingkaran tidak saja hanya diaplikasikan dalam bentuk utuh,
bentuk-bentuk lain seperti setengah lingkaran seperempat lingkaran atau lingkaran dalam bentuk
yang berbeda seperti bentuk elips juga diaplikasikan dalam bentuk yang lebih menarik lagi. Dengan
menggunakan kreativitas bentuk lingkaran ini merupakan bentuk yang banyak diolah untuk
menghasilkan sebuah inovasi desain yang menarik.

Gambar 1. 3 Sebuah sofa berbentuk lingkaran (sumber : ideaonline.co.id)

Bentuk lingkaran juga diaplikasikan sebagai pola dalam elemen utama ruang seperti pola
untuk lantai, dinding, dan langit-langit. Bentuk lingkaran ini digunakan dalam berbagai ukuran, untuk
pola lantai di ruang bergaya klasik biasanya pola lantai lingkaran diaplikasikan dengan ukuran besar
dan di beri hiasan gambar dekoratif dengan susunan yang simetris antar tiap pola, dan terbuat dari
berbagai material dan warna-warna yang berbeda berbeda.

Gambar 1. 4 Bentuk bulat diterapkan pada dinding

Gambar 1. 5 Bentuk bulat diterapkan pada Gambar 1. 6 Bentuk bulat diterapkan pada
furniture meja lampu

Skema Warna dalam Desain Interior 2


1.3. Bentuk Segitiga

Bentuk segitiga banyak diaplikasikan dalam bentuk atap, di daerah yang memiliki
iklim tropis bentuk atap pelana merupakan bentuk yang banyak diaplikasikan dalam
bangunan. Bentuk atap pelana memiliki bentuk dasar segitiga yang ngat berguna untuk
mengatasi permasalahan iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi.
Selain pada bentuk atap segitiga juga menjadi dasar bentuk piramida dan kerucut
dalam bentuk tiga dimensi. Bentuk segi tiga ini nantinya banyak dikembangkan dalam
bentuk dua dimensi saja tetapi juga dalam bentuk benda tiga dimensi. Banyak aplikasi yang
sangat indah dengan bentuk segitiga ini.

Gambar 1. 7 Aplikasi bentuk segitiga pada dinding

Gambar 1. 8 Partisi segitiga dari kaca yang mengikuti bentuk tangga memberikan
bentuk yang tidak biasa pada kebanyakan partisi yang ada.
(sumber : jakartaindonetwork.co.id)

Skema Warna dalam Desain Interior 3


LATIHAN SOAL 1

1. Sebutkan contoh aplikasi komposisi bentuk kotak pada ruang ruang rumah tinggal!

………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………….

2. Sebutkan contoh aplikasi komposisi bentuk lingkaran pada ruang ruang rumah
tinggal!

………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………….

3. Sebutkan contoh aplikasi komposisi bentuk segitiga pada ruang ruang rumah tinggal!

………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………….

Skema Warna dalam Desain Interior 4


KEGIATAN BELAJAR 2

PRINSIP DESAIN INTERIOR


Dalam mempelajari desain interior diperlukan penguasaan sejumlah pengetahuan
yang berkait dengan aspek kebutuhan manusia didalam ruang sebagai makhluk individual
maupun sosial. Pengetahuan yang dimaksud mencakup : sejarah desain, psikologi,
sosiologi, ergonomi, konstruksi bangunan, fisika teknik,metodologi dan estetika. Selain
pemahaman terhadap pengetahuan yang mendukung diperlukan juga penguasaan
keterampilan dalam proses perancangan desain interior antara lain kemampuan membuat
program, kemampuan membuat presentasi desain, kemampuan komunikasi dan
sebagainya.

2.1. Unity and Harmony

Yaitu suatu ruangan dianggap sebagai suatu kesatuan dimana semua elemen yang ada saling
melengkapi dan berkesinambungan satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan komposisi
yang seimbang.
Ketika memulai sebuah desain, desainer interior perlu memikirkan rumah sebagai suatu
totalitas, serangkaian ruang dihubungkan oleh ruang dan tangga. Oleh karena itu tepat bahwa gaya
umum dan tema berlaku untuk semua ruangan. Ini bukan untuk mengatakan bahwa semua elemen
desain interior harus sama tetapi mereka harus bekerja sama dan saling melengkapi satu sama lain
untuk memperkuat seluruh komposisi.

2.2. Balance (Keseimbangan)

Sesuai dengan judulnya, Keseimbangan berarti tidak “berat” sebelah. Tidak terlalu condong ke
sisi sebelah kanan atau kiri atau atas dsb. Aksen pun harus memiliki keseimbangan dengan
lingkungan sekitarnya. Style keseimbangan terbagi 3 yaitu: simetris, asimetris, dan radial.

Keseimbangan Simetris :
Keseimbangan simetris terjadi apabila berat visual dari elemen-elemen desain terbagi secara
merata baik dari segi horizontal maupun vertikal. Gaya ini mengandalkan keseimbangan berupa dua
elemen yang mirip dari dua sisi yang berbeda. Kondisi pada keseimbangan simetris adalah gaya
umum yang sering digunakan untuk mencapai suatu keseimbangan dalam desain. Meskipun mudah
untuk diterapkan, keseimbangan simetris sulit untuk membangkitkan emosi dari pembaca visual
karena terkesan “terlalu direncanakan”. Kesimbangan simetris juga biasa disebut dengan
keseimbangan formal.

Gambar 2. 1 Contoh Interior Ruang yang Simetris

Skema Warna dalam Desain Interior 5


Keseimbangan Asimetris :
Keseimbangan asimetris terjadi ketika berat visual dari elemen desain tidak merata di poros
tengah halaman. Gaya ini mengandalkan permainan visual seperti skala, kontras, warna untuk
mencapai keseimbangan dengan tidak beraturan. Seringkali kita melihat sebuah desain dengan
gambar yang begitu besar diimbangi dengan teks yang kecil namun terlihat seimbang karena
permainan kontras, warna, dsb. Keseimbangan asimetris lebih mungkin untuk menggugah emosi
pembaca visual karena ketegangan visual dan yang dihasilkannya. Ketegangan asimetris juga biasa
disebut dengan keseimbangan informal.

Gambar 2. 2 Contoh Interior Ruang yang Asimetris

Keseimbangan Radial:
Adalah ketika semua element desain tersusun dan berpusat di tengah. Misalnya:
Tangga berbentuk spiral.

2.3. Focal Point

Focal point disini maksudnya adalah aksen yang menjadi daya tarik ruangan. Bisa satu
atau lebih, tapi jangan semua. Misalnya focal point pada ruangan adalah jendela besar yang
ada di ruangan, perapian atau bisa juga lukisan.

2.4. Ritme

Dalam desain interior, ritme adalah semua pola pengulangan tentang visual. Ritme
didefinisikan sebagai kontinuitas atau pergerakan terorganisir.

Gambar 2. 3 Efek visual yang diberikan wallpaper memberikan nuansa yang berbeda.

Skema Warna dalam Desain Interior 6


Gambar 2. 4 Contoh Ritme pada bookshelves

Gambar 2. 5 Contoh ritme pada pembuatan tangga

2.5. Detail

Detail disini mulai dari pemilihan sakelar, tata cahaya, letak pot bunga dsb. Detail
biasanya tidak jelas tetapi mereka harus benar sehingga meningkatkan nuansa
keseluruhan ruangan.

2.6. Skala dan Proporsi

Kedua prinsip desain yang berjalan beriringan, karena keduanya berhubungan dengan
ukuran dan bentuk. Sebenarnya masih berhubungan dengan konsep keseimbangan dan
aksen yang telah dipaparkan sebelumnya saya rasa, namun kali ini lebih kepada ukuran.
Misalnya ukuran kursi tamu dan meja tamu yang seimbang. Apabila mejanya terlalu tinggi,
maka pengguna kursi akan merasa tidak terlalu nyaman dengan desain meja tersebut.

Skema Warna dalam Desain Interior 7


2.7. Warna

Unsur ini salah satu yang memegang peranan penting dalam menghasilkan nuansa dan
mood suatu ruangan.

Gambar 2. 6 Contoh komposisi warna


model 1 Gambar 2. 7 Contoh komposisi
warna minimalis

Gambar 2. 8 Contoh komposisi warna


interior kamar tidur dominan hitam dan Gambar 2. 9 Contoh komposisi warna
putih pada interior anak remaja

Gambar 2. 11 Contoh komposisi warna


Gambar 2. 10 Contoh komposisi warna
pada interior kamar tidur anak lelaki
interior kamar tidur

Skema Warna dalam Desain Interior 8


Warna

Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna
(berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut.
Kelompok Warna :
1. Warna netral, adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna
atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna
ini merupakan campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam
komposisi tepat sama.
2. Warna kontras atau komplementer, adalah warna yang berkesan berlawanan
satu dengan lainnya. Warna kontras bisa didapatkan dari warna yang
berseberangan (memotong titik tengah segitiga) terdiri atas warna primer dan
warna sekunder. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula membentuk kontras
warna dengan menolah nilai ataupun kemurnian warna. Contoh warna kontras
adalah merah dengan hijau, kuning dengan ungu dan biru dengan jingga.
3. Warna panas, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di
dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi
simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang
dekat.
4. Warna dingin, adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di
dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol
kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna dingin mengesankan jarak yang jauh.

Warna menjadi properti visual yang melekat pada semua bentuk. Warna memiliki
tiga dimensi :
• Jenis warna (hue)
Atribut yang kita gunakan untuk mengenali dan menjelaskan warna, seperti
merah atau kuning.
• Nilai
Tingkat terang atau gelap warna bila dibandingkan dengan hitam dan putih.
• Saturasi
Pekat atau pucatnya warna : ini tergantung pada jumlah hue dalam warna
tertentu.

Skema Warna dalam Desain Interior 9


Warna sering terbagi ke dalam kategori hangat dan dingin. Merah, oranye, dan
kuning dianggap sebagai warna hangat yang maju. Sedangkan biru, hijau, dan ungu adalah
warna dingin dan cenderung redup. Warna netral seperti abu-abu dapat menjadi hangat
(kecokelat-cokelatan) atau dingin (kebiru-biruan). Warna yang tua dan dingin terlihat
berkontraksi, warna yang muda dan hangat cenderung meluas dan meningkatkan ukuran
jelas objek tertentu, khususnya ketika dilihat menentang latar belakang yang gelap.

Ketika digunakan di dalam ruang bidang tertutup, nilai yang muda, hue dingin, dan
warna keabu-abuan terlihat menyusutkan dan meningkatkan jarak yang jelas. Karena itu,
mereka dapat digunakan untuk meningkatkan kejelasan ruang kamar dan meningkatkan
panjang, lebar, atau tinggi relatif langit-langit.

Hue hangat terlihat meluas. Nilai yang tua dan warna saturasi (jenuh) menyatakan
kedekatan. Sifat-sifat ini dapat digunakan untuk mengurangi skala ruang, atau dalam cara
yang ilusioner, memperpendek dimensi ruang. Kombinasi warna yang disukai cenderung
mengikuti trend fashion, dengan palet warna tertentu sangat erat terkait dengan waktu atau
ruang tertentu.

1. Pengaruh warna
- Warna dan desain
Bicara soal warna, elemen ini begitu berperan dalam penciptaan desain yang baik.
Warna hadir dalam bentuk dan corak yang beragam dalam setiap objek desain. Pada
jenis material tertentu, warna bahkan bisa mempertegas tekstur suatu objek. Warna
hadir dalam desain, baik pada elemen utama seperti dinding, plafond, dan lantai, dan
juga pada elemen pelengkap lain yang tak kalah pentingnya. Memainkan warna pada
elemen-elemen desain ini akan menciptakan suasana tertentu, memberi kesan,
member karakter atau jiwa, menghasilkan sensasi, mempertegas komposisi dan
proporsi.
- Warna, karakter, dan kesehatan
Warna memiliki kekuatan yang sangat besar untuk memengaruhi karakter, emosi,
dan kejiwaan seseorang. Kekuatan itu tercipta dalam bentuk getaran, yang secara
sadar maupun tidak akan direspon oleh tubuh. Respon tubuh tiap orang tidak selalu
sama. Hal ini dibedakan dari usia, karakter, kondisi psikologis, dan aktivitas yang
akan dilakukan. Warna bisa membuat orang merasa lebih muda, lebih tua, lebih aktif
maupun lebih pasif.

Warna merupakan elemen paling kuat di dalam ruangan yang akan memengaruhi
keseluruhan suasana dan kondisi. Jika salah diaplikasikan, ruangan tidak akan nyaman
untuk beraktivitas dan akan gagal menjalankan fungsinya.

Sifat Warna :
Secara sifat, warna bisa dibedakan menjadi warna hangat (merah, oranye, kuning)
dan warna dingin (biru, ungu, hijau). Setiap jenis, punya karakternya masing-masing.
• Biru
Biru memberikan efek tenang. Mewarnai ruangan menggunakan berbagai variasi
warna biru dipercaya dapat menurunkan tekanan darah. Warna ini juga menurunkan
suhu ruangan dan menimbulkan efek ruangan yang lebih besar, cocok digunakan di
kamar tidur.

Skema Warna dalam Desain Interior 10


• Merah
Merah meningkatkan kerja otak dan produksi adrenalin dalam darah. Namun warna
ini juga mempersempit ruangan dan meningkatkan suhu. Merah bagus untuk aksen
di ruangan.
• Hijau
Hijau mencerminkan kehidupan dan merupakan warna yang paling efektif untuk
relaksasi. Warna ini menurunkan ketegangan, menciptakan rasa nyaman, dan
memperbesar ruangan, cocok diterapkan di kamar mandi dan kamar tidur.
• Oranye
Memberi kesan ceria, membangkitkan semangat, dan meningkatkan selera makan.
Warna oranye cocok diaplikasikan di ruang makan.
• Kuning
Warna ini paling mencolok sehingga banyak dipakai untuk papan pengumuman
penting. Warna kuning bisa memberikan energi sehingga cocok diterapkan di ruang
bermain anak.

2. Aplikasi warna

Warna-warna lembut sangat cocok untuk ruang yang berukuran tidak terlalu luas.
Seperti: pink lembut, krem, biru muda, ungu, hijau muda dan warna-warna lembut lainnya.
Warna krem adalah salah satu warna paling netral dan bisa dipadukan dengan berbagai
warna lain seperti merah dan hitam. Warnanya yang lembut, tidak menyakitkan mata dan
bisa menjadi latar belakang yang cantik di dalam ruangan. Warna-warna lembut ini biasanya
di gunakan pada dinding ruang tamu, ruang keluarga, atau kamar tidur.

Untuk ruang makan nuansa warna yang paling pas untuk diterapkan adalah warna
cerah seperti oranye. Warna ini akan menggugah selera makan siapapun yang sedang
bersantap.

Untuk dapur sebuah rumah tinggal dapat menggunakan warna marun pada
dindingnya untuk memancarkan kesan anggun sekaligus hangat. Selain memberikan kesan
anggun, warna ini dipilih agar kesan yang ditimbulkan gelap namun juga tidak terlalu terang.
Agar tidak terlalu monoton, penambahan warna lain seperti putih dan hitam juga dapat
membantu memberi kesan anggun pada sebuah dapur.

Skema Warna dalam Desain Interior 11


Untuk perkantoran yang merupakan bangunan formal biasanya menggunakan
warna-warna yang lebih netral, seperti : krem, hitam, dan putih. Warna-warna netral ini
biasanya dipilih untuk warna dinding sedangkan untuk furniturenya biasanya disesuaikan
dengan kebutuhan pengguna. Untuk memberi kesan yang tidak terlalu monoton biasanya
dipilih juga beberapa furniture dengan warna-warna yang agak mencolok seperti merah,
coklat tua dan oranye.

Ada beberapa tips yang dapat digunakan untuk warna interior perkantoran :

• Biru
Memberikan kesan lembut dan teduh. Warna biru melambangkan keharmonisan,
kedamaian, serta keteguhan. Bila di aplikasikan pada ruangan Anda, perasaan
nyaman dan aman akan timbul. Warna ini sangat baik diterapkan pada ruangan yang
terlalu terang.
• Hijau
Sangat teduh di mata, Warna hijau berkesan natural dan memberikan kesegaran.
Hijau cocok digunakan dalam segala ruangan di kantor Anda.
• Kuning
Menghadirkan suasana hangat, riang dan menambah kesan luas pada ruang-ruang
sempit. Warna kuning mencerminkan sifat kreatif, intelek serta kepemimpinan.
Kuning adalah warna yang paling cocok dipergunakan untuk ruangan pertemuan.
• Merah
Aksen cantik yang bersifat terbuka serta akrab. Warna merah memberikan kesan
berani dan cerah. Merah dan gradasinya seperti maroon dan burgundy cocok untuk
diaplikasikan ke ruang resepsionis kantor Anda.
• Ungu
Warna ini mempunyai karakter yang penuh kekuatan, sehingga bila ingin
mempergunakan nuansa warna ini pada ruang kantor Anda pilih warna ungu pastel
yang lebih lembut.
• Putih
Merupakan warna yang bersifat netral, tepat untuk digunakan sebagai warna dasar
sehingga suasana nyaman dapat dirasakan pada kantor Anda.

Skema Warna dalam Desain Interior 12


Kombinasi Warna

Lingkaran Warna

1. Kombinasi Warna Monokromatik


Warna monokromatik merupakan
perpaduan beberapa warna yang
bersumber dari satu warna dengan nilai dan
intensitas yang berbeda. Misal : hijau jika
dikombinasikan dengan warna hijau dengan
nilai dan intensitas yang berbeda akan
menciptakan suatu perpaduan yang
harmonis dan menciptakan kesatuan yang
utuh pada desain.

Warna polikromatik artinya beberapa warna yang digradasikan sampai


putih.akromatik, artinya pergerakan warna dari hitam ke putih.

Contoh Penerapan :

Skema Warna dalam Desain Interior 13


2. Kombinasi Warna Analog

Warna analog merupakan kombinasi dari warna-warna terdekat. Misal : warna


merah akan serasi dengan warna oranye, dan oranye akan terlihat harmonis
dengan warna kuning. Begitu juga jika kuning dipadukan dengan hijau atau biru jika
dipadukan dengan ungu, dan ungu jika dikombinasikan dengan pink.

Contoh Penerapan :

3. Kombinasi Warna Kontras

Komplementer Split Komplementer

Double Komplementer Triad

Skema Warna dalam Desain Interior 14


WARNA KOMPLEMENTER
Warna komplementer adalah dua warna yang saling berseberangan (memiliki sudut
180°) di lingkaran warna. Dua warna dengan posisi kontras komplementer
menghasilkan hubungan kontras paling kuat. Misalnya jingga dengan biru.

WARNA SPLIT KOMPLEMENTER


Warna split komplementer adalah dua warna yang saling agak berseberangan
(memiliki sudut mendekati 180°). Misalnya Jingga memiliki hubungan split
komplemen dengan hijau kebiruan

WARNA DOUBLE KOMPLEMENTER


Warna tetrad komplementer disebut juga dengan double komplementer, adalah
empat warna yang membentuk bangun segi empat (dengan sudut 90°).

WARNA TRIAD KOMPLEMENTER


Warna triad komplementer adalah tiga warna di lingkaran warna yang membentuk
segitiga sama kaki dengan sudut 60°.

Contoh Penerapan :

Skema Warna dalam Desain Interior 15