Anda di halaman 1dari 3

PENGELOLAAN LINEN

No. Dokumen : 01/C.4/SOP/


UPT.BLUD.PKM.GNS/
I/2018
SOP
No. Revisi : 00
Tanggal Terbit : 10 Januari 2018
Halaman :1/2
UPT BLUD Ns.Akmal Rosamali,S.Kep
PUSKESMAS NIP. 19711119 199203 1 006
GUNUNGSARI
Pengelolaan linen adalah suatu kegiatan yang dimulai dari pengumpulan linen kotor
1. Pengertian
masing-masing ruangan, pengangkutan, pencucian, penyeterilan, penyimpanan, dan
penggunaan kembali yang sudah bersih.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk pengolahan linen
2. Tujuan

3. Kebijakan Surat Keputusan Pemimpin UPT BLUD Puskesmas Gunungsari, No.


139/A.1/SK/UPT.BLUD.PKM/GNS/I/2018 tentang pedoman PPI.

4. Referensi PMK NO. 27 tahun 2017 tentang pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi

5. Prosedur 1. Alat :
a. APD (Masker, Sarung tangan non steril, Sepatu pelindung)
b. Mesin cuci
c. Mesin pengering
d. Setrika
e. Lap bersih kering
2. Bahan :
a. Cairan detergen
b. Cairan chlorine 0,5%
Pengangkutan linen
6. Langkah-langkah
1. Petugas menggunakan APD
2. Petugas mengangkut linen dengan hati-hati, linen yang kotor tidak boleh di
letakkan di lantai dan dalam wadah tertutup. Semua linen yang terkontaminasi
di masukan kedalam kantong plastic warna kuning, jika terdapat cairan tubuh
harus langsung dibungkus, dimasukan kantong kuning dan diangkut dengan
hati-hati agar tidak terjadi kebocoran. Semua linen kotor yang tidak
terkontaminasi di masukan kedalam kantong plastic warna hitam.
3. Petugas setelah menaruh linen diwadah, kemudian linen diangkut dengan troli
keruang untuk di cuci sesuai kantong plastic. Linen yang sudah digunakan
harus dibawa dengan hati-hati untuk mencegah kontaminasi permukaan
lingkungan atau orang-orang di sekitarnya.
4. Petugas membedakan transportasi/trolley linen bersih dan linen kotor harus
dibedakan, bila perlu diberi warna yang berbeda.

Penerimaan
1. Petugas menggunakan APD
2. Petugas melakukan pencatatan jumlah linen, kedua belah pihak pengirim
dan penerima harus memparaf pada buku expedisi.
Pengumpulan / pemisahan linen
1. Petugas mengunakan APD
2. Petugas memisahkan linen kotor terkontaminasi dan non
terkontaminasi /sesuai karateristik linen.
3. Petugas menyingkirkan semua bahan padat (misalnya feses) pada
linen yang kotor harus dihilangkan dan dibilas dengan air.

Proses pencucian
1. Petugas merendaman linen pada larutan klorin 0.5% selama 10
menit.
2. Petugas melakukan pembilasan pertama dilanjutkan pencucian
utama dengan detergen selama ± 15 menit.
3. Petugas kemudian melakukan pembilasan kedua dilanjutkan
dengan pencucian kedua selama ± 10 menit tanpa detergen.
4. Petugas melakukan pembilasan ketiga dilanjutkan dengan
pembilasan keempat akhir dengan memasukkan pelembut.

Proses pengeringan, penyetrikaan, pelipatan


1. Petugas menyiapkan linen yang sudah diperas dimasukkan
kedalam mesin pengering. Linen tipis ± 10-15 menit, linen
tebal ± 15- 20 menit
2. Petugas kemudian melakukan penyetrikaan
3. Petugas melakukan proses pelipatan dan penyortiran terhadap
linen yang rusak. Tempat pelipatan harus bersih jauh dari
daerah kotor agar linen tidak terkontaminasi

Proses penyimpanan
1. Petugas selalu menjaga kebersihan linen
2. Petugas menempatkan sesuai dengan jenis linen (steril, bersih)
3. Petugas kemudian melakukan pendistribusian linen, pendistribusian ke
ruangan-ruangan pukul 12.30 dan 17.00
7. Bagan Alir

Pengumpulan Proses
Penerimaan
/pemisahan linen pencucian

Proses pelipatan Proses Proses


penyetrikaan pengeringan

Proses
penyimpanan

1. Pengambilan linen kotor dari tempatnya tidak boleh dikibas kibaskan dan
8. Hal-hal yang
perlu tidak boleh diletakkan ke lantai terlebih dahulu, linen khusus harus
diperhatikan dimasukkan kedalam kantong yang telah tersedia.
2. Linen bersih dikirim dengan trolly khusus.

9. Unit Terkait Unit IGD dan Ranap


Poli Gigi
Unit KIA

10. Dokumen Terkait SOP IGD, SOP Ranap, SOP poli Gigi, Unia KIA

11. Rekam Historis No. Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai
Perubahan diberlakukan
1.

2.

Anda mungkin juga menyukai