Anda di halaman 1dari 6

Prosedur Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir

oleh Adella Pratiwi, 1606918805, Mahasiswa PK 2 Kelas C3

1. Definisi
Pemeriksaan yang dilakukan secara head to toe pada bayi baru lahir
diawal sesudah persalinan dengan tujuan mendeteksi kelainan-kelainan yang
mungkin muncul (Kemenkes RI, 2010). Pemeriksaan fisik yang menyeluruh
dan sistematis merupakan komponen penting dalam perawatan bayi berisiko
tinggi (Hockenberry & Wilson, 2015).
2. Tujuan
 Mengevaluasi tahap perkembangan
 Mendeteksi tanda klinis mengenai penyakit pada bayi yang perlu
ditangani segera
 Mengambil data dasar untuk mementukan rencana tindakan
3. Kompetensi yang diperlukan
 Memahami anatomi dan fisiologi bayi baru lahir
 Memahami nilai normal pemeriksaan fisik pada bayi baru lahir
 Memahami teknik pemeriksaan fisik
4. Indikasi
 Bayi yang lahir dengan normal tanpa gangguan sistem pernapasan
 Bayi lahir prematur
 Bayi dengan faktor predisposisi penyakit
 Riwayat keluarga dengan kelainan genetik
 Bayi dengan status maternal berisiko
5. Kontraindikasi
Tidak ada
6. Komplikasi
Hipotermia
7. Alat-alat yang diperlukan
 Penlight  Termometer
 Sfigmomanometer  Handscoon
 Timbangan bayi  Meteran
 Stetoskop  Pengukur panjang badan
 Stopwatch  Bengkok
 Selimut Bayi
8. Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan
 Mencuci tangan sebelum melakukan pemeriksaan fisik pada bayi baru
lahir
 Sebelum kontak dengan bayi usahakan agar telapak tangan perawat
tidak dingin (dihangatkan)
 Memakai sarung tangan jika kontak dengan cairan tubuh bayi dan jika
ingin memasukkan tangan ke dalam mulut bayi
 Menjaga suhu bayi agar tetap hangat, seperti tidak perlu menelanjangi
bayi seluruh tubuh pada setiap tahap pemeriksaan. Buka hanya bagian
yang akan diperiksa atau diamati dalam waktu singkat untuk
mencegah kehilangan panas.
 Pemeriksaan fisik dilakukan saat bayi tenang dan dilakukan secara
sistematis
9. Prosedur
1) Persiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan
2) Menyapa keluarga klien dan memperkenalkan diri
3) Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan
4) Melakukan pemeriksaan fisik dimulai dari :
a) Pengkajian umum (APGAR score)
- Lihat warna kulit bayi secara keseluruhan apakah menunjukkan tanda
adanya sianosis
- Lihat aktivitas dan rentang gerak spontan apakah bayi bergerak aktif
tanpa dirangsang
- Lihat postur tubuh bayi melalui kesimetrisan tubuh, apakah kepalanya
lebih besar daripada tubuhnya
- Lihat dan cubit secara pelan untuk mengetahui tonus otot pada bayi,
- Ukur lingkar kepala bayi dengan menggunakan meteran. Normalnya 33-
35 cm
- Letakkan bayi di timbangan dengan diselimuti untuk mengukur panjang
dan berat badan bayi

(Ricci & Kyle, 2009)

b) Tanda-tanda vital :
- Ukur suhu bayi menggunakan termometer yang diletakkan di aksila. Suhu
pada anak bayi yang normal berkisar antara 36.5-37°C
- Ukur heart rate bayi selama 1 menit. Nilai normalnya 120-140x/menit
- Ukur kecepatan napas bayi selama 1 menit. Nilai normalnya 30-
60x/menit
- Ukur tekanan darah bayi. Nilai normalnya 65/41 mmHg
c) Kepala
- Amati dan ukut anterior fontanel bayi. Nilai normal ketika dilakukan
palpasi yaitu 4-5 cm
- Amati dan ukut posterior fontanel bayi. Nilai normal ketika dilakukan
palpasi yaitu 0.5-1 cm
- Fontanel lembut, datar dan tegas ketika dipalpasi
d) Mata
- Amati warna mata bayi. Lensa mata bisa berbeda beda warnanya namun
yang terpenting tidak terdapat air mata jika bayi tidak menangis
- Amati kesimetrisan kedua mata, berada dalam satu garis lurus
- Pupil berespon ketika diberikan cahaya
- Refleks kedip sebagai respon menerima sentuhan atau cahaya, sekaligus
mendeteksi blink reflex
e) Telinga
- Amati posisi dan struktur tulang disekitar telinga.
f) Hidung
- Amati bentuk hidung bayi, pastikan lubang hidung utuh
- Amati apakah hidung bayi banyak sumbatan dan lendir putih yang tipis.
Bersihkan jika terdapat hal tersebut
g) Mulut dan tenggorokan
- Inspeksi langit-langit mulut bayi apakah melengkung utuh dan tinggi
- Inspeksi frenulum lidah dan bibir atas
- Inspoeksi refleks mengisap apakah kuat dan terkoordinasi
- Inspeksi tangisan bayi apakah kuat atau lemah
h) Leher
- Inspeksi leher bayi apakah pendek, tebal, dan biasanya dikelilingi oleh
lipatan kulit
i) Dada, paru-paru dan jantung
- Amati kesimetrisan dinding dada bayi
- Amati pola bernapas bayi apakah teratur/tidak, cepat/lambat, ada suara
tambahan/tidak
j) Abdomen
- Amati bentuk dan kesimetrisan abdomen
- Amati tali pusat bayi apakah pembuluh darahnya lengkap
- Lakukan auskultasi untuk mengetahui bising usus pada bayi
- Lakukan palpasi untuk mengetahui letak ginjal dan hati
k) Genitalia Perempuan
- Amati bentuk labia, klitoris dan meatus uretra apakah mengalami
pembengkakan
- Amati adanya vernix caseosa antara labia
- Kaji buang air kecil dalam waktu 24 jam
l) Genitalia Laki-laki
- Amati pembukaan uretra yang berada di ujung penis
- Palpasi skrotum selalu ada testis. Skrotum biasanya besar, edema,
terjumbai dan ditutupi rugae serta
m) Bagian belakang dan rektum
- Palpasi bagian tulang belakang apakah teraba massa atau tidak
- Inspeksi daerah rektum, apakah anus ada dan sempurna atau tidak
n) Ekstremitas
- Inspeksi jari-jari apakah lengkap
- Inspeksi gerakan ekstremitas apakah aktif atau tidak
- Lakukan CRT untuk melihat sianosis pada bayi baru lahir
- Palpasi nadi apakah teraba dan kuat, atau justru lemah
5) Catat hasil temuan dalam form dokumentasi
6) Pastikan bayi dalam posisi nyaman kembali
10. Keamanan

Memperhatikan selama pemeriksaan bayi tidak mengalami hipotermi


karena terkena air dari tangan pemeriksa yang basah ataupun tubuh bayi yang
tidak menggunakan pakaian terlalu lama.

11. Hal yang harus dilaporkan dan didokumentasikan

Mencatat seluruh hasil pemeriksaan: hasil APGAR, hasil anamnesa


terhadap ibu, hasil pemeriksaan antropometri, hasil pemeriksaan tanda-tanda
vital, dan hasil pemeriksaan head to toe.
DAFTAR PUSTAKA

Hockenberry, M. J., & Wilson, D. (2015). Wong’s nursing care of infants and
children, 10th edition. St. Louis, Missouri: Elsevier Mosby.

Kementrian Kesehatan RI. (2010). Buku saku pelayanan kesehatan neonatal


esensial: Pedoman teknis pelayanan kesehatan dasar. Jakarta.

Ricci, S. S., & Kyle, T. (2009). Maternity and pediatric nursing . Philadelphia:
Lippincot William and Wilkins .