Anda di halaman 1dari 21

BEST PRACTICE

PEMBELAJARAN BERORIENTASI HOTS


MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING
(PBL)

Oleh:
Jamilah Susmawati, S.Pd
NIP19830315 201406 2 006
LEMBAR PENGESAHAN

Karya tulis dalam bentuk Best Practice dengan judul:

PEMBELAJARAN BERORIENTASI HOTS


MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING
(PBL)

Telah disahkan dan disetujui, pada:


Hari : Selasa
Tanggal : 29 Oktober 2019

Mengetahui Grabag, 29 Oktober 2019


Kepala Sekolah Penulis

Budiyono, S.Pd. Jamilah Susmawati, S.Pd.


NIP 19600710 198304 1 006 NIP.19830315 201406 2 006
BIODATA PENULIS

1 Nama Jamilah Susmawati


2 NIP 19830315 201406 2 006
3 NUPTK 4647761662300032
4 Jabatan Guru Kelas SD
5 Pangkat/Gol.Ruang IIIa/ Guru Pertama
6 Tempat, Tanggal Lahir Purworejo, 15 Maret 1983
7 Jenis Kelamin Perempuan
8 Agama Islam
9 Pendidikan Terkhir S1 PGSD
10 Unit Kerja SDN kedungkamal Dndikpora Kab Purworejo
11 Alamat Rumah Kedungkamal, Grabag, purworejo

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan ke Hadirat
Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas penyusunan Best Practice yang berjudul “Pembelajaran
Berorientasi Hots Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning
(PBL)”. Best Practice merupakan laporan uraian hasil pengalaman nyata seorang guru
dalam memecahkan masalah yang dijumpai sesuai dengan tujuan pembelajaran dan
memiliki nilai kebermanfaatan baik secara langsung untuk guru itu sendiri atau tidak
langsung meliputi peserta didik, masyarakat, dan teman sejawat lainnnya.
Penyusunan Best Practice ini dapat terselesaikan tentunya tidak terlepas adanya
bantuan dari berbagai pihak, baik teman – teman guru, kepala sekolah, maupun
pengawas, untuk itu diucapkan terima kasih.
Penulis menyadari bahwa penyusunan Best Practice ini masih terdapat banyak
kekurangan dan kelemahan di dalamnya. Sehingga, saran dan kritikan dapat menjadikan
penulis untuk lebih baik, demi kesempurnaan penyusunan Best Practice selanjutnya.

Kedungkamal, Oktober 2019

Penulis

Jamilah Susmawati

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN
BIODATA PENULIS
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Jenis Kegiatan
C. Manfaat Kegiatan
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Tujuan dan Sasaran
B. Bahan/Materi Kegiatan
C. Metode/Cara Melaksanakan Kegiatan
D. Alat/Instrumen
E. Waktu dan Tenpat Kegiatan
BAB III HASIL KEGIATAN
BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
B. Rekomendasi
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Foto-foto kegiatan
Lampiran 2 : RPP
Lampiran 3 : Bahan Ajar
Lampiran 4 : LKS
Lampiran 5 : Kisi-kisi soal pilihan ganda dan uraian
Lampiran 6 : Soal, kunci, dan pedoman penyekoran
Lampiran 7 : Lembar observasi proses pembelajaran
Lampiran 8 : Kuesioner motivasi belajar siswa
BAB I
PENDAHULUAN

D. Latar Belakang Masalah


Pembelajaran tematik terpadu di SD sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013
merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan beberapa muatan pelajaran
dalam satu pembelajaran. Beberapa muatan, misalnya Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS
disatukan dalam tema yang sama kemudian disajikan dalam satu pembelajaran utuh
yang saling berkaitan.
Dalam praktik pembelajaran Kurikulum 2013 yang penulis lakukan selama ini,
penulis menggunakan buku siswa dan buku guru. Penulis meyakini bahwa buku tersebut
sudah sesuai dan baik digunakan di kelas karena diterbitkan oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. Ternyata, dalam praktiknya, penulis mengalami beberapa
kesulitan seperti materi dan tugas tidak sesuai dengan latar belakang siswa. Selain itu,
penulis masih berfokus pada penguasaan pengetahuan kognitif yang lebih
mementingkan hafalan materi. Dengan demikian proses berpikir siswa masih dalam
level C1 (mengingat), memahami (C2), dan C3 (aplikasi). Guru hampir tidak pernah
melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi
(higher order thinking skills/ HOTS). Penulis juga jarang menggunakan media
pembelajaran. Dampaknya, suasana pembelajaran di kelas kaku dan anak-anak tampak
tidak ceria.
Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa siswa diperoleh informasi bahwa
(a) siswa malas mengikuti pembelajaran yang banyak dilakukan guru dengan cara
ceramah’ (b) selain ceramah, metode yang selalu dilakukan guru adalah penugasan.
Sebagian siswa mengaku jenuh dengan tugas-tugas yang hanya bersifat teoritis. Tinggal
menyalin dari buku teks.
Untuk menghadapi era Revolusi Industri 4.0, siswa harus dibekali keterampilan
berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Salah satu model pembelajaran
yang berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013
adalah model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning/PBL. PBL
merupakan model pembelajaran yang mengedepankan strategi pembelajaran dengan
menggunakan masalah dari dunia nyata sebagai konteks siswa untuk belajar tentang
cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh
pengetahuan dan konsep esensial dari materi yang dipelajarinya. Dalam PBL siswa
dituntut untuk mampu memecahkan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari
(kontekstual). Dengan kata lain, PBL membelajarkan siswa untuk berpikir secara kritis
dan analitis, serta mencari dan menggunakan sumber pembelajaran yang sesuai untuk
memecahkan masalah yang dihadapi.
Setelah melaksanakan pembelajaran tematik terpadui dengan model PBL, penulis
menemukan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat. Lebih bagus dibandingkan
pembelajaran sebelumnya. Ketika model PBL ini diterapkan pada kelas V yang lain
ternyata proses dan hasil belalajar siswa sama baiknya. Praktik pembelajaran PBL yang
berhasil baik ini penulis simpulkan sebagai sebuah best practice (praktik baik)
pembelajaran berorientasi HOTS dengan model PBL.

E. Jenis Kegiatan
Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan praktik baik ini adalah kegiatan
pembelajaran tematik di kelas V untuk pasangan KD Bahasa Indonesia, dan IPA.

F. Manfaat Kegiatan

Manfaat penulisan pratik baik ini adalah meningkatkan kompetensi siswa dalam
pembelajaran tematik integratif yang berorientasi HOTS.

BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

F. Tujuan dan Sasaran


Tujuan penulisan praktik baik ini adalah untuk mendeskripsikan praktik baik
penulis dalam menerapkan pembelajaran berorientasi higher order thiking skills
(HOTS).
Sasaran pelaksanaan best practice ini adalah siswa kelas V semester 1 di SD
Negeri Kedungkamal sebanyak 18 orang.

G. Bahan/Materi Kegiatan
Bahan yang digunakan dalam praktik baik pembelajaran ini adalah materi kelas V
untuk tema globalisasi yag merupakan pembelajaran tematik gabungan KD Bahasa
Indonesia, dan IPA

Bahasa Indoesia
Menguraikan konsep-konsep yang saling berkaitan pada teks nonfiksi.
KD 3.7

Menyajikan konsep-konsep yang saling berkaitan pada teks nonfiksi ke dalam


KD 4.7 tulisan dengan bahasa sendiri.

IPA
Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan jaring-jaring makanan di
KD 3.5 lingkungan sekitar

Membuat karya tentang konsep jaring-jaring makanan dalam suatu ekosistem


KD 4.5

H. Cara Melaksanakan Kegiatan


Cara yang digunakan dalam pelaksanaan praktik baik ini adalah menerapkan
pembelajaran tematik terpadu dengan model pembelajaran problem based learning
(PBL).
Berikut ini adalah langkah-langkah pelaksanaan praktik baik yang telah dilakukan
penulis.
1. Pemetaan KD
Pemetaan KD dilakukan untuk menentukan pasangan KD yang dapat diterapkan
dalam pembelajara tematik. Berdasarkan hasil telaah KD yang ada di kelas V,
peulis memilih tema modernisasi untuk membelajarkan pasangan KD 3.7-4.7
muatan Bahasa Indoesia; KD 3.5 – 4.5 muatan muatan IPA di kelas V semester 1.
2. Analisis Target Kompetensi
Hasil analisis target kompetensinya sebagai berikut.
3. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetesi

IPK Bahasa Indoesia


3.7.1 Membuat beberapa pertanyaan
dengan menggunakan kata tanya yang berbeda secara baik dan
benar
4.7.1
Membuat teks nonfiksi dengan
pemikiran sendiri

IPA
3.5 .1 Menjelaskan hubungan
antarmakhluk hidup dalam jaring-jaring makanan pada suatu
ekosistem
3.5.2 Menunjukkan penyebab dan akibat
perubahan terhadap keberlangsungan hidup komponen
ekosistem di dalam sebuah jaring-jaring makanan

4.5.1 4.5.1 Membuat bagan tentang hubungan


antarmakhluk hidup dalam jaring-jaring makanan dalam
ekosistem.)

4. Pemilihan Model Pembelajaran


Model pembelajaran yang dipilih adalah problem based learning (PBL) .
5. Merencanakan kegiatan Pembelajaran sesuai dengan Model Pembelajaran
Pengembangan desain pembelajaran dilakukan dengan merinci kegiatan
pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan sintak PBL.
Berikut ini adalah rencana kegiatan pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan
model PBL.
Sintak Model Guru Siswa
Pembelajaran
Orientasi Masalah 1) . Guru menstimulasi siswa 1) Menyimak penjelasan
dengan beberapa guru dan menjawab
pertanyaan berikut. pertanyaan guru.
1) Apa yang membuat
orang-orang
menebang pohon di
hutan?
2) Apa yang membuat
orang-orang membuang
sampah di sungai-sungai?
3) Apakah akibat
perbuatan tersebut erhadap
lingkungan dan ekosistem
hutan dan sungai?
4) Bagaimana
peristiwa tersebut
memengaruhi kehidupan
masyarakat di sekitarnya
.
 Siswa dipilih secara
acak untuk
membacakan teks
bacaan (satu siswa
membaca satu
paragraf).Sebelum
melanjutkan ke
paragraf berikutnya,
stimulus siswa dengan
pertanyaan-
pertanyaan berikut:
 Apa yang dapat
kamu jelaskan
dari gambar
berikut?
 Apa yang
sebenarnya terjadi
dalam rantai
makanan
tersebut?
 Coba jelaskan
fungsi dari tiap-
tiap makhluk
hidup dalam
rantai makanan
tersebut.
 Melihat dari jenis
tanaman dan
hewan yang hidup
di dalamnya, di
ekosistem
manakah mereka
tinggal?

Mengorganisasi 1) Siswa Siswa melaksanakan


dikelompokkan ke diskusi kelompok
dalam beberapa
kelompok.
2) Setiap kelompok
diminta untuk:
3) - Mencari pokok
pikiran dari tiap-tiap
paragraf.
4) - Membuat
pertanyaan
berdasarkan pokok
pikiran.
5) - Melengkapi tabel
yang ada.
6) Setelah setiap
kelompok selesai
melengkapi tabel
mereka, siswa
diminta tetap
bersama
kelompoknya untuk
melakukan kegiatan
selanjutnya
Membimbing 1) Mengamati Siswa melakukan
perubahan-
penyelidikan penyelidikan bersama
perubahan yang
ada di kelas mereka kelompok
dan diskusikan
bersama anggota
kelompok lain.
2) Membandingkan
perubahan di kelas
dengan perubahan
yang terjadi di
sebuah ekosistem.
3) Mencatat semua
perubahan yang
terjadi.
4) Membuat skenario
perubahan yang
terjadi dalam
sebuah ekosistem.
5) Mencatat
perubahan yang
akan mungkin
terjadi pada jaring-
jaring makanan di
ekosistem tersebut.
6) Merancang sebuah
diagram perubahan.
7) .
Mengembangkan Mendampingi siswa dalam 1) Menyusun laporan hasil
dan menyajikan mengembangkan dan kerja kelompok.
2) Mempresentasikan
laporan hasil karya menyajikan laporan hasil
hasil kerjanya dalam
kerja.
diskusi kelas.
3) Kelompok lain
memberikan tang-
gapan, mengajukan
pertanyaan, atau usul
terhadap hasil kerja
kelompok lain.
Menganalisis dan 1) Menganalisis dan 1) Menyimak penjelasan
mengevaluasi mengevaluasi hasil kerja guru.
2) Mengajukan
proses pemecahan siswa.
2) Memberi penguatan hasil pertanyaan dan atau
masalah.
belajar siswa. tanggapan bila belum
paham.
Pembelajaran setelah istirahat
Orientasi Masalah 1) Guru memberikan 1) Menyimak penjelasan
kesempatan kepada siswa guru.
untuk menceritakan hal-hal 2) Menjawab pertanyaan
baru yang dipelajarinya dari guru.
hasil presentasi kelompok.
Guru mengarahkan siswa
untuk memikirkan tentang
pengalaman dan
pengamatan mereka
terhadap sekeliling mereka
Mengorganisasi Guru meminta siswa 1) Duduk dalam
kembali duduk bersama kelompoknya.
2) Membagi tugas.
kelompoknya untuk
mengerjakan tugas
kelompok.
Membaca dan  Guru memimpin
diskusi untuk 1) Membuat catatan
menulis
memberikan
penting sesuai dengan
kesempatan siswa
bertanya tentang tugas yang harus
hasil presentasi dikerjakan.
kelompok.
 Guru memberikan
kesempatan kepada
siswa untuk
menceritakan hal-
hal baru yang
dipelajarinya dari
hasil presentasi
kelompok.
 Guru mengarahkan
siswa untuk
memikirkan tentang
pengalaman dan
pengamatan
mereka terhadap
sekeliling mereka.
Siswa diminta
menuliskannya
dalam tuisan yang
terdiri atas tiga
paragraf:
 Paragraf
pertama tentang
perubahan yang
mungkin terjadi
pada peristiwa
yang
diceritakan.
1) Paragraf kedua
menjelaskan tentang
akibat kegiatan dari
hasil pengamatan atau
pengalaman siswa
terhadap komponen
dalam ekosistem
tersebut.
2) Paragraf ketiga
menjelaskan tentang
dampak kegiatan terhadap
keadaan jaring-jaring
makanan di dalam
ekosistem tersebut.
3) Siswa diminta untuk
menulis menggunakan
kosakata baru dan ejaan
Bahasa Indonesia yang
benar.

Mengembangkan Mendampingi siswa 1) Mendiskusikan hasil


dan menyajikan menyelesaikan kerja simakan.
2) Mengerjakan tugas
laporan hasil karya kelompoknya.
yang disajikan dalam
LKS.
3) Mempresentasikan
hasil kerja kelompok.
4) Menanggapi presentasi
kelompok lain.
Menganalisis dan 1) Menganalisis dan 1) Menyimak penjelasan
mengevaluasi mengevaluasi hasil guru.
2) Mengajukan pertanyaan
proses pemecahan kerja kelompok.
masalah. 2) Memberi penguatan bila belum paham.
hasil belajar siswa.
3) Membimbing siswa
membuat simpulan
hasil belajar hari itu
mulai dari teks
eksplanasi, perubahan
sosial budaya dalam
rangka modernisasi,
dan cara mahluk hidup
beradaptasi dengan
lingkungannya.

6. Penyusunan Perangkat Pembelajaran


Berdasarkan hasil kerja 1 higga 5 di atas kemudian disusun perangkat
pembelajaran meliputi RPP, bahan ajar, LKS, dan instrumen penilaian. RPP
disusun dengan mengintegrasikan kegiatan literasi, penguatan pendidikan
karakter (PPK), dan kecakapan abad 21.

I. Media dan Instrumen


Media pembelajaran yang digunakan dalam praktik terbaik ini adalah Buku
pedoman Guru Tema ! Kelas V dan Buku Siswa Tema ! Kelas V Tematik terpadu
Kurikulum 2013 , Softeare pengajaran SD?MI untuk kelas V semester 1
Instrumen yang digunakan dalam praktik baik ini ada 2 macam yaitu (a) instrumen
untuk mengamati proses pembelajaran berupa lembar observasi dan (b) instrumen
untuk melihat hasil belajar siswa dengan menggunakan (a) tes tulis pilihan ganda
dan uraian singkat.

J. Waktu dan Tempat Kegiatan


Praktik baik ini dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2019 2019 bertempat di
kelas V SD Negeri Kedungkamal
BAB III
HASIL KEGIATAN

A. Hasil
Hasil yang dapat diilaporkan dari praktik baik ini diuraikan sebagai berikut.
1. Proses pembelajaran tematik yang dilakukan dengan menerapkan model
pembelajaran PBL berlangsung aktif. Siswa menjadi lebih aktif merespon
pertanyaan dari guru, termasuk mengajukan pertanyaan pada guru maupun
temannya. Aktifitas pembelajaran yang dirancang sesuai sintak PBL megharuskan
siswa aktif selama proses pembelajaran.
2. Pembelajaran tematik yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran
PBL meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer knowledge.
Setelah membaca, meringkas, dan mendiskusikan teks eksplanasi tentang
modernisasi, siswa tidak hanya memahami konsep teks eksplanasi (pengetahuan
konseptual) dan bagaimana membuat ringkasan yang benar (pengetahuan
prosedural), tetapi juga memahami konsep modernisasi.
3. Penerapan model pembelajaran PBL meningkatkan kemampuan siswa untuk
berpikir kritis.
Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi siswa untuk bertanya dan menanggapi
topik yang dibahas dalam pembelajaran.
Dalam pembelajaran sebelumnya yang dilakukan penulis tanpa berorientasi
HOTS suasana kelas cenderung sepi dan serius. Siswa cenderung bekerja sendiri-
sendiri untuk berlomba menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Fokus guru
adalah bagaimana siswa dapat menyelesikan soal yang disajikan; kurang peduli
pada proses berpikir siswa. Tak hanya itu, materi pembelajaran yang selama ini
selalu disajikan dengan pola deduktif (diawali dengan ceramah teori tentang
materi yang dipelajari, pemberian tugas, dan pembahasa), membuat siswa
cenderung menghapalkan teori. Pengetahuan yang diperoleh siswa adalah apa
yang diajarkan oleh guru.
Berbeda kondisinya dengan praktik baik pembelajaran tematik berorientasi HOTS
dengan menerapkan PBL ini. Dalam pembelajaran ini pemahaman siswa tentang
konsep teks eksplanasi dan cara mahluk hidup menyesuaikan diri benar-benar
dibangun oleh siswa melalui pengamatan dan diskusi yang meuntut kemampuan
siswa untuk berpikir kritis.
4. Penerapan model pembelajaran PBL juga meningkatkan kemampuan siswa dalam
memecahkan masalah (problem solving). PBL yang diterapkan dengan
menyajikan teks tulis dan video berisi permasalahan kontekstual mampu
mendorong siswa merumuskan pemecahan masalah.
Sebelum menerapkan PBL, penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
buku guru dan buku siswa. Meskipun permasalahan yang disajikan dalam buku
teks kadang kala kurang sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa, tetap saja
penulis gunakan. Jenis teks yang digunakan juga hanya pada teks tulis dari buku
teks.
Dengan menerapkan PBL, siswa tak hanya belajar dari teks tulis, tetapi juga dari
video serta diberi kesempatan terbuka untuk mencari data, materi dari sumber
lainnya.
B. Masalah yang Dihadapi
Masalah yang dihadapi terutama adalah siswa belum terbiasa siswa belajar dengan
model PBL. Dengan tujuan untuk mendapat nilai ulangan yang baik guru selalu
mengguakan metode ceramah, siswa pun merasa lebih percaya diri menghadapi
ulangan (penilaian) setelah mendapat penjelasan guru melalui ceramah.
Masalah lainnya adalah guru tidak mempunyai kompetensi yang memadai untuk
membuat video pembelajaran. Padahal selain sebagai media pembelajaran,. Video
juga merupakan bentuk teks audiovisual yang juga harus disajikan sesuai dengan
rumusan KD.

C. Cara Mengatasi Masalah


Agar siswa yakin bahwa pembelajaran tematik dengan PBL dapat membantu
mereka lebih menguasai materi pembelajaran, guru memberi penjelasan sekilas
tentang apa, bagaimana, mengapa, dan manfaat belajar berorientasi pada
keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills/HOTS).
Pemahaman dan kesadaran akan pentingnya HOTS ajkan membuat siswa
termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu, kesadaran bahwa belajar
bukan sekadar menghafal teori dan konsep akan membuat siswa mau belajar
dengan HOTS.
Kekurangmampuan guru membuat video pembelajaran dapat diatasi dengan
mengunduh video sesuai dengan KD yang akan dibelajarkan baik dari youtube
maupun dari Rumah Belajar. Dengan demikian, selain menerapkan kegiatan
literasi baca = tulis, siswa juga dapat meningkatkan literasi digitalnya.
BAB IV
Simpulan dan Rekomendasi
C. Simpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
1. Pembelajaran tematik dengan model pembelajaran PBL layak dijadikan praktik
baik pembeljaran berorientasi HOTS karena dapat meingkatkan kemampuan
siswa dalam melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan
masalah.
2. Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis
dan cermat, pembelajaran tematik dengan model pembelajaran PBL yang
dilaksanakan tidak sekadar berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan
PPK, literasi, dan kecakapan abad 21.

D. Rekomendasi
Berdasarkan hasil praktik baik pembelajaran tematik dengan model pembelajaran
problem based learning (PBL), berikut disampaikan rekomendasi yang relevan.
1. Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku siswa dan
buku guru serta jaring-jaring tema yang telah disediakan, tetapi berani
melakukan inovasi pembelajaran tematik yang kontekstual sesuai dengan latar
belakang siswa dan situasi dan kondisi sekolahnya. Hal ini akan membuat
pembelajaran lebih bermakna.
2. Siswa diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam
belajar, tidak terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar dengan cara ini
akan membantu siswa menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan
lama (tidak mudah lupa).
3. Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut
melaksanakan pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif sekolah,
seperti penyediaan sarana da prasarana yang memadai dan kesempatan bagi
penulis utuk mendesiminasikan praktik baik ini aka menambah wawasan guru
lain tentang pembelajaran HOTS.
DAFTAR PUSTAKA

Lampiran 1:

A. Langkah-langkah penilaian hasil kajian:

1. Cermati tugas yang diberikan kepada peserta pembekalan pada LK-9!


2. Berikan nilai pada hasil kajian berdasarkan penilaian anda terhadap hasil kerja peserta
sesuai rubrik berikut!

B. Kegiatan Praktik

1. Memuat Lembar Judul


2. Memuat Halaman Pengesahan yang ditanda tangani Kepala Sekolah
3. Memuat Biodata Penulis dengan lengkap
4. Memuat Kata Pengantar, Daftar Isi dan Daftar Lampiran
5. Menguraikan Latar Belakang Masalah dari kesenjangan harapan dengan kenyataan
yang ada dengan jelas
6. Menguraikan jenis dan manfaat kegiatan dengan jelas
7. Memuat tujuan dan sasaran, Bahan/Materi Kegiatan, Metode/Cara Melaksanakan
Kegiatan, Alat/Instrumen, Waktu dan Tenpat Kegiatan dengan jelas
8. Menguraikan hasil kegiatan dengan penjelasan hasil yang diperoleh, masalah yang
dihadapi dan cara mengatasi masalah tersebut dengan jelas
9. Memuat simpulan dan rekomendasi yang relevan
10. Memuat daftar pustaka sesuai materi yang dituangkan
11. Memuat lampiran yang dilengkapi dokumentasi, instrumen dan hasil pembelajaran
Rubrik Penilaian:
Nilai Rubrik

90  nilai  100 Sebelas aspek sesuai dengan kriteria

80  nilai  90 Sembilan aspek sesuai dengan kriteria, dua aspek kurang sesuai

70  nilai  80 Tujuh sesuai dengan kriteria, empat aspek kurang sesuai

60  nilai  70 Lima sesuai dengan kriteria, enam aspek kurang sesuai

<60 Empat aspek sesuai dengan kriteria, tujuh aspek kurang sesuai