Anda di halaman 1dari 10

HUBUNGAN ILMU ADMINISTRASI DENGAN ILMU SOSIAL

Dosen Pengampu : Muhammad Choirul Umam, S.PdI., M.Pd


Mata Kuliah : Pengantar Administrasi dan Management

Disusun oleh Kelompok 1

Anggota Kelompok 1:

1. Amarla Rachel Listi arta/ K7519003


2. Arifah Nur Hayati / K7519008
3. Dias Murtika Putri / K7519017
4. Dika Ayu Wulandari / K7519018
5. Dita Saopsanggi Pratiwi / K7519019
6. Elisa Estarini / K7519020
7. Endah Mayangsari / K7519021
8. Farida Nurlailatul / K7519027
9. Fatia Adibah Putri / K7519029
10. Gita Wulan Mayhesya / K7519031
11. Gita Yuliya Widyawati / K7519032
12. Hessa Fadhela Putri / K7519036
13. Hidyah Ila Agustina / K7519037
14. Isma Zakiyah Laily Nurdiana / K7519039

S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran


Fakultas Ilmu keguruan dan Ilmu Pendidikan
Semester Gasal Tahun 2019

UNIVERSITAS SEBELAS MARET


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala Rahmat, sehingga saya
dapat menyelesaikan makalah Pengantar Administrasi dan Management ini
yang mungkin sangat sederhana. Makalah ini berisikan tentang hubungan
antara ilmu administrasi dengan ilmu sosial lainnya. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat oleh pembaca dan acuan untuk menambah pengetahuan bagi para
pembaca.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kami harapkan
kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat
membangun untuk kesempurnaan makalah ini. Kami berterimakasih kepada
dosen pengampu yang sudah memberi kesempatan untuk melakukan
pembahasan tentang hubungan antara administrasi managemen dan organisasi.

Surakarta , Oktober 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………...……..........................................……...

DAFTAR ISI…………………………….............................................................

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang……………..………….………...........................................…….

Rumusan Masalah…..........……………………............................................

BAB II

PEMBAHASAN

A. Hubungan Administrasi dengan Ilmu Hukum......................................................


B. Hubungan Administrasi dengan Ilmu Politik..............................................................
C. Hubungan Administrasi dengan Ilmu Ekonomi.....................................................

BAB III

KESIMPULAN....................................................................................

SUMBER PUSTAKA…………………...…...….............................
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Administrasi sebagai suatu kegiatan bersama terdapat dimana-mana
selama ada manusia yang hidup dan bekerja sama dalam kelompok. Jika
kita melihat sebuah pabrik bekerja menghasilkan semacam benda sebagai
produknya, maka disitu kita melihat ada administrasi. Jika kita melihat
suatu lembaga yang melatih dan memberikan suatu pelajaran yang
akhirnya mereka mendapat sertifikat dari proses pendidikan itu, maka
disitu ada administrasi. Jika kita melihat sekelompok orang bersama-sama
memuja sesuatu sebagai perlambang kekuatan yang dianggap maha
kuasa atau mengurus kebutuhan rohani lainnya secara teratur, maka
disitu terdapat pula administrasi. Demikianlah seterusnya jika ada
kegiatan sekelompok orang secara teratur untuk mencapai tujuan
tertentu sebagai tujuan bersama, maka disitu ada administrasi. Selain itu
suatu organisasi memiliki keterkaitan kepada naungan administrasi,
dimana administrasi manajemen menjadi dasar pengembangan suatu
managemen didalam organisasi itu sendiri.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penyusun merumuskan rumusan
masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana hubungan ilmu administrasi dengan ilmu hukum ?
2. Bagaimana hubungan ilmu administrasi dengan ilmu politik ?
3. Bagaimana hubungan ilmu administrasi dengan ilmu ekonomi ?

BAB II

PEMBAHASAN

A. Hubungan Ilmu Administrasi dengan Ilmu Hukum


Ilmu hukum dalam perpustakaan hukum dikenal dengan nama
“Jurisprudence” yang berasal dari kata “Jus”, Juris” yang artinya hukum atau hak.
“Prudence” berarti melihat kedepan atau mempunyai keahlian, dan arti umum dari
Jurisprudence adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hukum.
Ilmu hukum, yaitu suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari
norma- norma dan kaidah-kaidah yang hidup di dalam masyarakat. Kelangsungan
hidup yang teratur serta perkembangan yang dinamis dari administrasi, hanya dapat
dijamin apabila ia taat pada hukum tertulis atau tidak tertulis yang berlaku. Ilmu
hukum yang mempelajari norma-norma dan kaidah-kaidah hidup di dalammasyarakat
memberi input yang besar dalam perkembangan studi administrasi. Salah satucabang
ilmu hukum yang mempererat huubungan antara administrasi dengan ilmu hukum
ialahdalam disiplin ilmu Hukum administrasi Negara.
Hukum Administrasi Negara itu merupakan hukum khusus hukum
tentang organisasi negara dan hukum perdata sebagai hukum umum. Pandangan
ini mempunyai dua asas yaitu pertama, negara dan badan hukum publik lainnya
dapat menggunakan peraturan-peraturan dari hukum perdata, seperti peraturan-
peraturan dari hukum perjanjian. Kedua, adalah asas Lex Specialis derogaat Lex
generalis, artinya bahwa hukum khusus mengesampingkan hukum umum, yaitu
bahwa apabila suatu peristiwa hukum diatur baik oleh Hukum Administrasi Negara
maupun oleh hukum Perdata, maka peristiwa itu diselesaikan berdasarkan Hukum
Administrasi negara sebagai hukum khusus, tidak diselesaikan berdasarkan hukum
perdata sebagai hukum umum.Terjadinya hubungan antara Hukum Administrasi
Negara dengan Hukum Perdata apabila :
1) saat atau waktu terjadinya adopsi atau pengangkatan kaidah hukum
perdata menjadi kaidah hukum Administrasi Negara.
2) Badan Administrasi negara melakukan perbuatan-perbuatan yang dikuasasi
oleh hukum perdata .
3) Suatu kasus dikuasai oleh hukum perdata dan hukum administrasi negara
maka kasus itu diselesaikan berdasarkan ketentuan-ketentuan Hukum
Administrasi Negara.

B. Hubungan Ilmu Administrasi dengan Ilmu Politik


Ilmu Politik, yaitu suatu ilmu yang mempelajari percaturan kekuatan dan kekuasaan
dalam masyarakat. Pada dasarnya administrasi adalah “policy execution”. Dengan demikian
administrasi harus meletakkan dirinya kapada politik karena yang satu merupakan kontinuasi
dari yang lain.
Hubungannya ada 4 yaitu :
1. Hubungan antara administrasi negara dan ilmu politik telah berjalan lama, karena secara
praktis tidak ada batas yang tegas antara politik dan administrasi.
2. Orientasi politik dalam studi administrasi negara meletakkan administrasi negarasebagai satu
elemen dalam proses pemerintahan. Administrasi negara dipandangsebagai satu aspek dari
proses politik dan sebagai bagian dari sistem pemerintahan.
3. Munculnya dikhotomi politik-administrasi sebenarnya merupakan gerakan koreksi terhadap
buruknya karakter pemerintah
Dalam perkembangannya, orientasi politik dalam studi administrasi negara dikombinasikan
dengan orientasi manajerial yang dikenal dengan orientasi politik-manajerial, dan orientasi
sosio-psikologis yang dikenal dengan orientasi politik-sosio-psikologis.
Administrasi negara dapat menempati tempat di jantung gerakan demokratisasi politik, asal
memenuhi paling tidak tiga persyaratan :
a. Mampu melakukan perencanaan strategis yang menyeluruhseperti yang dilakukan di Taiwan
seperti yang dikemukakan Sun dan Gargan.
b. mempunyaistrukturorganisasi yang tidakterlaluhirarkisdanparokialseperti yang dikemukakan
O’Toole.
c. membebaskan diri dari pendekatan dan kulturmiliteristik dalam melakukan pelayanan publik.
Mengenai perencanaan strategis, Indonesia mempunyai pengalaman dan institusi
perencanaan seperti Bappenas di tingkatpusat, dan Bappeda di tingkatdaerah.
Salah satu konsep Ilmu Politik adalah negara, dan negara merupakan objek studi bagi
Ilmu Administrasi Negara yang memandang bahwa negara adalah organisasi modern yang
membutuhkan sistem administrasi (pengorganisasian) secara profesional demi mengatur
kehidupan masyarakat agar menjadi lebih baik. Berbagai solusi cerdas sebaga iupaya
memecahkan persoalan masyarakat di godok agar dapat dirumuskan serangkaian alternatif
kebijakan yang dapat dipilih oleh para policy maker melalui proses politik yang sudah
dijelaskan dalam bagan di atas. Serangkaian alternatif kebijakan tersebutlah yang kitakenal
dengan nama Kebijakan Publik yang dalam teknis pelaksanaannya, Ilmu Administrasi
Negaralah yang berperan sangat penting.
Ahli-ahli ilmu politik memberikan sumbangan dalam pengalokasian kekuasaan dan
wewenang, juga penyusunan konflik. Pandangan mereka yang paling diperhatikan adalah
tentang bagaimana seseorang memanipulasi kekuasaan (to manipulate power) untuk
kepentingan diri sendiri. Semakin banyak kitabelajar tentang politik (politics), kekuasaan
(power) dankonflik (conflict) merupakan realitas dalam aktivitas organisasi. Hubunga nantara
keduanya sangat erat sekali bahkan sangat sulit dibedakan, sebab kebanyakan apa yang
dilakukan administrasi negara dimulai dengan konsep-konsep ilmu Politik. Namun ada
perbedaan administrasi negara yang dapat kita lihat disini adalah Ilmu politik merupakan teori
dan pihak lain sebagai suatu penerapan (praktek).

Ilmu politik memberikan sumbangan objektif dari sisi teori dan prakteknya, salah
satunya bagaimana pengalokasian wewenang, politik dan penyusunan konflik, hal ini lah yang
memberikan sumbangan pemahaman teori dalam ilmu administrasi untuk menelaah lebih
dalam realitas sebuah organisasi. Dalam sisi prakteknya bisa kita lihat pada bagaimana suatu
birokrasi dan metode metode yang diberlakukan pada suatu adminstrasi dalam suatu
pemerintahan, dari kedua hal tersebut ilmu administrasi bisa kita artikan bahwa ilmu
administrasi memiliki essensial dengan ilmu hukum.

C. Hubungan Ilmu Administrasi dengan Ilmu Ekonomi

Ekonomi berasal dari kata Yunani oikos yang berarti "keluarga, rumah tangga"
dan nomos, atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai
"aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga". Menurut seorang ahli
ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), ilmu ekonomi atau
ekonomi politik (politicale conomy) adalah suatu studi tentang kegiatan-kegiatan yang
dengan atau tanpa menggunakan uang, mencakup atau melibatkan transaksi-
transaksi pertukaran antarmanusia.
Ilmu Ekonomi, suatu ilmu yang mempelajari kebutuhan manusia yang selalu
tidak terbatas dengan alat-alat pemuasan yang selalu terbatas. Administrasi pun
bergerak atas prinsip yang sama karena tujuan organisasi pada hakikatnya tidak
terbatas sedangkan sumber-sumber yang tersedia atau mungkin tersedia selalu
terbatas. Ditinjau dari segi tujuan dan alat ini, antara ilmu ekonomi dan ilmu
administrasi berbeda hanya ditinjau dari segi objeknya saja.
Hubungan administrasi negara dengan ilmu ekonomi yaitu efisiensi merupakan
tujuan administrasi Negara. Efisiensi dapat dicapai dengan cooperation (kerjasama)
dan competition (kompetisi). Dalam ilmu ekonomi dikemukakan bahwa dalam
memenuhi kebutuhannya, manusia selalu berkompetisi dan membutuhkan
kerjasama.
Berdasarkan definisi-definisi ilmu administrasi Negara, bahwa administrasi negara
berfungsi melakukan penataan dan pengaturan sistem ekonomi dalam suatu
otoritas/pemerintahan agar terwujud efisiensi dalam tata kelola perekonomian.
Sedangkan keadaan ekonomi suatu negara menunjukkan indikator keberhasilan
penerapan administrasi Negara oleh pemerintah Negara tersebut.
Administrasi Negara juga bertujuan untuk mencapai kesejahteraan umum.
Kesejahteraan umum sangat berkaitan dengan ekonomi. Bagaimana manusia
berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhannya dengan sumber daya/alat
pemuas kebutuhan yang terbatas.
Pada hakekatnya administrasi Negara berarti keterlibatan Negara dalam masyarakat.
Orientasi administrasi Negara adalah non-profit. Di sini terlihat bahwa pelaku
administrasi Negara berusaha menciptakan pengaturan agar suatu lembaga non-
profit oriented mampu menciptakan kemakmuran pada masyarakat tanpa
menghasilkan kerugian bagi lembaga itu sendiri, contohnya Puskesmas dan Kantor
Pos. Kesinergian ilmu ekonomi dan ilmu administrasi Negara sangat berperan di sini.
Hubungan antara ilmu ekonomi dan ilmu administrasi Negara juga terjadi
dalam penyusunan anggaran belanja suatu Negara. Di Indonesia disebut APBN
(Anggaran Pembiayaan dan Belanja Negara). Administrasi Negara berperan sebagai
pengambil kebijakan dalam rancangan dan persetujuan APBN. Begitu pula sebaliknya,
ilmu ekonomi menentukan para alat administrasi Negara dalam menentukan APBN
karena APBN harus dibuat berdasarkan keadaan ekonomi Negara dan kebutuhan-
kebutuhan Negara, mulai skala prioritas kecil sampai besar.
yang sangat etar, saling melengkapi dan bahkan kadang – kadang sering overloping
(tumpang tindih) antara yang satu dengan yang lain. Administrasi bisa menjadi alat
ekonomi untuk mencapai sasaran yang diinginkan dan sebaliknya, ekonomi dapat
digunakan sebagai alat administrasi sehingga tercapainya tujuan yang
direncanakan.seorang pemimpin bisa memberikan solusi bagi masyarakatnya dalam
mengatur management publik dalam hal ini kebutuhan masyarakat akan barang dan
jasa, karena peran pemerintah tak lepas dari yang namanya penstabil perekonomian
negara.
BAB IV

Kesimpulan
Ilmu administrasi merupakan fenomena masyarakat modern dengan objek materialnya
adalah manusia yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yang mengandung
banyak sifat ilmu social dalam metode studinya, sehingga ilmu administrasi tergolong sebagai
salah satu cabang ilmu sosial, seperti halnya dengan ilmu politik, ilmu hokum, ilmu ekonomi,
ilmu sosiologi, ilmus ejarah, ilmu jiwa social, dan sebagainya.
Atmosudirdjo (1962:28) mengemukakan bahwa, ilmu pengetahuan dibagi kedalam ilmu
pengetahuan teoretik (pure sciences) dan ilmupengetahuan praktika (applied science), dan
ilmu administrasi tergolong dalami lmu-ilmu pengetahuan praktika. Ilmu pengetahuan
praktika dibagi lagi menurut sistematika Djojo digoeno dalam golongan ilmu-ilmu
pengetahuan normatika dan ilmu-ilmu pengetahuan teleologis. Norma tifialah aspek-aspek
mengenai factor manusia, hubungan antar manusia, jiwa, moril, disiplin, dan sebagainya.
Teleologis atau teknis ialah aspek administrasi dari sarana yang bukan manusia, misalnya:
penganggran belanja, administrasi keuangan, kearsipan, pengembangan metode kerja,
klasifikasi jabatan dan sebagainya.
Siagian (1985:21) mengemukakan bahwa dari garis perkembangan ilmu pengetahuan itu
sejak zaman Yunani Kuno hingga sekarang semuanya disebut filsafat. Dari Filsafat itu sehingga
timbul tiga cabang yaitu:
1. Ilmu-ilmu eksakta, seperti ilmu Kimia, Matematika, Fisika, dan lain sebagainya.
2. Ilmu-ilmu Sosial, seperti: Ilmu Hukum, Ekonomi, IlmuPolitik, dan sebagainya.
3. Humanioraseperti: music, senitari, senirupa, sastra, dan lain-lain.
Ilmua dministrasi tergolong kedalam ilmu-ilmu sosial/ilmu terapan manfaatnya hanya ada
apabila prinsip-prinsip, rumus-rumus, dan dalil-dalilnya diterapkan untuk meningkatkan
perikehidupan manusia.
Sumber Pustaka

Budiardjo, Miriam. Dasar-Dasar Ilmu Politik.PT Gramedia. Jakarta. 2008.


P. Siagian, Sondang. Filsafat Administrasi. PT Bumi Aksara. Jakarta. 2011.
S.H, Soeroso. Pengantar Ilmu Hukum. Sinar Grafika. Jakarta. 2006.
Surie,H.G.IlmuAdministrasiNegara,suatubacaanpengantar.PT.Gramedia.
Jakarta. 1986.
Syafiie, Inu Kencana. SistemAdministrasi Negara.Bumi Aksara. 2003 .
Syafri, Wirman. Studi tentang Administrasi Publik. Erlangga. Jatinangor. 2012.
Thoha, Miftah. Ilmu Administrasi Publik Kontemporer. Kencana. Jakarta. 2008.
Tri Prasetya, Joko. Ilmu Budaya Dasar. Rineka Cipta. Jakarta. 2009.
Aci, Ria. 2012. Letak Ilmu Administrasi Dalam Ilmu Ilmu Pengetahuan Pada Umumnya.
http://riaaci.blogspot.com/2012/09/letak-ilmu-administrasi-pada-ilmu-umum.html .

Anda mungkin juga menyukai