Anda di halaman 1dari 3

1.

Kualitas Insan Akademis

a. Berpendidikan tinggi, perpengetahuan luas, mampu berfikir rasional, objektif,

dan kritis.

b. Memiliki kemampuan teoritis dan mampu memformulasikan apa yang

diketahui dan dirasakan. Dia selalu berlaku dan menghadapi suasana

sekelilingnya dengan penuh kesadaran.

c. Sanggup berdiri sendiri dalam lapangan ilmu pengetahuan sesuai dengan

jurusan ilmu yang dipilihnya, baik teoritis maupun keterampilan teknis dan

sanggup bekerja secara ilmiah, yaitu secara bertahap, teratur, dan mengarah

pada tujuan sesuai dengan prinsip-prinsip perkembangan.

2. Kualitas Insan Pencipta: Insan Akademis, Pencipta

a. Sanggup melihat kemungkinan-kemungkinan lain yang lebih daripada apa

yang sekedar ada, dan bergairah besar untuk mencipta bentuk-bentuk baru

yang lebih baik dan bermanfaat dengan bertolak dari apa yang ada (ciptaan

Allah).

b. Jiwanya penuh dengan gagasan-gagasan kemajuan, selalu mencari perbaikan

dan pembaruan.

c. Bersikap independen dan terbuka, tidak isolatif, insan ini menyadari dengan

bersikap demikian potensi kreatifnya akan dapat berkembang dan

menemukan bentuk yang seindah-indahnya.

d. Dengan ditopang kemampuan akademisnya, dia mampu melaksanakan kerja

kemanusiaan yang disemangati ajaran Islam.


3. Kualitas Insan Pengabdi: Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi

a. Ikhlas dan sanggup berkarya untuk kepentingan orang banyak atau untuk

sesama manusia.

b. Sadar bahwa tugas insan mengabdi bukannya hanya membuat dirinya baik,

tetapi juga membuat kondisi sekelilingnya menjadi baik.

c. Insan akademis, pencipta, dan pengabdi adalah insan yang pasrah pada cita-

citanya, ikhlas mengamalkan ilmunya untuk kepentingan sesama.

4. Kualitas Insan yang bernafaskan Islam: Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi yang

bernafaskan Islam

a. Islam telah menjiwai dan memberi pedoman pada setiap gerak lakunya tanpa

memakai merek Islam. Insan ini berkarya dan mencipta sejalan dengan misi

dan nilai-nilai Islam universal. Islam sudah menafasi dan menjiwai karya-

karyanya.

b. Ajaran Islam telah berhasil membentuk “unity of personality” dalam dirinya.

Napas Islam telah membentuk pribadinya yang utuh tercegah dari “split per-

sonality”. Tidak pernah ada dilema antara dirinya sebagai warga bangsa dan

dirinya sebagai muslim. Insan ini telah mengintegrasikan masalah suksesnya

pembangunan nasioanl bangsa ke dalam suksesnya perjuangan umat Islam

Indonesia dan sebaliknya.

5. Kualitas Insan yang bertanggungjawab atas terwujudnya Masyarakat Adil Makmur

yang diridhai Allahswt: Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi yang bernafaskan Islam

dan bertanggungjawab atas terwujudnya Masyarakat Adil Makmur yang diridhai


Allahswt

a. Berwatak sanggup memikul akibat-akibat dari perbuatannya sadar bahwa

dalam menempuh jalan yang benar diperlukan keberanian moral.

b. Spontan dalam menghadapai tugas, responsif dalam menghadapi persoalan-

persoalan, dan jauh dari sikap apatis.

c. Penuh rasa tanggung jawab dan rasa takwa kepada Allahswt yang menggugah
untuk mengambil peranan aktif dalam suatu bidang dalam mewujudkan

masyarakat adil makmur yang diridhai Allahswt

d. Korektif terhadap setiap langkah yang berlawanan dalam usaha mewujudkan

masyarakat adil dan makmur.

e. Percaya kepada diri sendiri dan sadar akan kedudukannya sebagai “khalifah

fil ardh” yang harus melaksanakan tugas-tugas kerja kemanusiaan.