Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

“Asuransi”

Disusun Oleh :

FITRI QALABI ILYAS (A021171003)


ANDI REZKY ANANDA AMALIA (A021171006)
NAUFAL PRATAMA PUTRA (A021171321)
AHMAD FAUZAN (A021171521)
AGNES HADELIN SEPTRIANI (A021171336)
HENI MOZABA KARUBABA (A021171703)

Mata Kuliah Manajemen Perbankan dan Lembaga Keuangan


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Hasanuddin
2019

1
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Yang Maha Esa, yang
atas rahmat dan bimbingan-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan
penyusunan Makalah ini. Shalawat beserta salam kepada Rasulullah SAW yang
telah mengantarkan umat dari masa kebodohan menuju masa terangnya ilmu
pengetahuan.
Makalah ini merupakan tugas mata kuliah Manajemen Perbankan dan
Lembaga Keuangan dengan judul “Asuransi”. Kami berterima kasih kepada
segenap pihak yang membantu dalam penyusunan makalah ini.
Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak baik pembaca
maupun penyusun. Kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan untuk
perbaikan dan penyempurnaan agar dapat menjadi pembelajaran kedepannya.

Makassar, 27 Oktober 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI

SAMPUL .................................................................................................................1
KATA PENGANTAR .............................................................................................2
DAFTAR ISI ............................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................4
1.1 Latar Belakang ...................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah ..............................................................................................5
1.3 Tujuan ...............................................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................6
2.1 Pengertian Asuransi .........................................................................................13
2.2 Jenis-jenis Asuransi..........................................................................................14
2.3 Keuntungan dari Asuransi ................................................................................14
2.5 Prinsip-prinsip Asuransi ...................................................................................15
2.6 Jenis-jenis Resiko .............................................................................................16
BAB III Penutup ...................................................................................................18
3.1 Kesimpulan ......................................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................19

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bank dan lembaga keuangan lainnya merupakan instrumen penting dalam
perekonomian. Salah satu hal yang mendasar adalah bank dan lembaga keuangan
lainnya adalah pembantu atau penopang ekonomi dari segi pendanaan. Hal ini
kemudian menjadi dasar pentingnya mengetahui bank sebgai pembantu masyarakat
atau perusahaan dalam hal simpan dan meminjam.
lembaga lainnya yang juga membantu perekonomian adalah asuransi.
Terkadang ada beberapa hal yang kita tidak dapat cegah maupun tahu yang datang
dan dapat menimbulkan masalah. Hal ini kemudian pentingnya dari manajemen
risiko untuk menghindari hal tersebut. salah satu alatnya adalah asuransi yang
menjamin apabila terjadi sesuatu yang kita tidak inginkan. Asuransi memberikan
jaminan atas risiko tersebut. Akibatnya asuransi dapat memberikan kelancaran
dalam perekonomian terutaman dalam aktivitas bisnis.
Hal inilah yang mendasari pentingnya Asuransi. Oleh karena itu dibutuhkan
pendalaman mengenai materi Asuransi sehingga dibuatlah makalah yang berjudul
“Asuransi” sebagai tugas dan pendalaman dari materi tersebut.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian asuransi?
2. Apa saja jenis-jenis asuransi?
3. Bagaimana keuntungan dari asuransi?
4. Apa saja prinsip-prinsip asuransi?
5. Apa saja jenis-jenis resiko?
6. Apa pengertian asuransi syariah?
7. Apa saja prinsip-prinsip asuransi syariah?
8. Apa perbedaan asuransi konvensional dengan asuransi syariah?

1.3 Tujuan
1. Mengetahui dan memahami pengertian asuransi.

4
2. Mengetahui dan memahami jenis-jenis asuransi.
3. Mengetahui dan memahami keuntungan dari asuransi.
4. Mengetahui dan memahami prinsip-prinsip asuransi.
5. Mengetahui dan memahami jenis-jenis resiko.
6. Mengetahui dan memahami pengertian asuransi syariah.
7. Mengetahui dan memahami prinsip-prinsip asuransi syariah.
8. Mengetahui dan memahami perbedaan asuransi konvensional dengan
asuransi syariah.

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Asuransi


Di Indonesia pengertian Asuransi menurut UU No. 1 Tahun 1992
Tentang Usaha Asuransi adalah sebagai berikut: "Asuransi atau
pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana
pihak penganggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan
menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada
tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang
diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin
akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti,
atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal
atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan ".
Di dalam pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD)
disebut bahwa, “Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian
dengan mana seorang penangung mengikatkan diri kepada seorang
tertanggung, dengan menerima suatu Premi, untuk memberikan
penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan
keuntungan yang diharapakan, yang mungkin akan diderita karena suatu
peristiwa yang tak tertentu.” Berdasaarkan pengertian pasal 246 KUHD
dapat disimpulkan ada tiga unsur dalam Asuransi, yaitu:
1. Pihak tertanggung, yakni yang mempunyai kewajiban membayar
uang premi kepada pihak penanggung baik sekaligus atau
berangsur-angsur.
2. Pihak penanggung, mempunyai kewajiban untuk membayar
sejumlah uang kepada pihak tertanggung, sekaligus atau berangsur-
angsur apabila unsur ketiga berhasil.
3. Suatu kejadian yang semula belum jelas akan terjadi.

6
2.2 Jenis- Jenis Asuransi
Asuransi pada umumnya dibagi menjadi dua bagian besar yaitu:
Asuransi Kerugian dan Asuransi Jiwa.
1. Asuransi Kerugian terdiri dari:
a. Asuransi Kebakaran;
b. Asuransi Kehilangan dan Kerusakan;
d. Asuransi Pengangkutan;
e. Asuransi Kredit.
2. Asuransi Jiwa terdiri dari
a. Asuransi Kecelakaan;
b. Asuransi Kesehatan;
c. Asuransi Jiwa Kredit.

2.3 Keuntungan Asuransi


Keuntungan dari usaha asuransi untuk masing-masing pihak adalah sebagai
berikut:

1. Bagi Perusahaan Asuransi:

a. Keuntungan dari premi yang diberikan ke nasabah.

b. Keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain.

c. Keuntungan dari hasil bunga dari investasi di surat-surat


berharga.

2. Bagi Nasabah :

a. Memberikan rasa aman.

b. Merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik


kembali.

c. Terhindar dari resiko kerugian atau kehilangan.

d. Memperoleh penghasilan di masa yang akan datang

7
e. Memperoleh penggantian akibat kerusakan atau kehilangan.

2.4 Prinsip-Prinsip Asuransi


Pelaksanaan perjanjian asuransi antara perusahaan asuransi dengan
pihak nasabannya tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Setiap
perjanjian dilakukan mengandung prinsip – prinsip asuransi. Tujuan adalah
untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara
pihak perusahaan asuransi dengan pihak nasabahnya. Prinsip – perinsip
asuransi yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Insurable Interest merupakan hal berdasarkan hukum untuk
mempertanggungkan suatu risiko berkaitan dengan keuangan, yang
diakui sah secara hukum antara tertanggung dan suatu yang
dipertanggungkan dan dapat menimbulkan hal dan kewajiban
keuangan secara hukum. Semua ini tergambar dari kontrak asuransi.
2. Utmost Good Faith atau “itikad baik” dalam penetapan setiap suatu
kontrak haruslah didasarkan kepada iktikad baik antara tertanggung
dan penanggung mengenai seluruh informasi baik materi ril maupun
unmaterill.
3. Indeminity atau ganti rugi artinya mengendalikan posisi keuangan
setelah terjadi kerugian seperti pada posisi sebelum terjadi kerugian
tersebut. Dalam hal ini tidak berlaku bagi kontrak asuransi jiwa dan
asuransi kecelakaan karena prinsip ini didasarkan kepada kerugian
yang bersifat keuangan.
4. Proximate Cause adalah suatu sebab aktif, efisien yang
mengakibatkan terjadinya suatu peristiwa secara berantai atau
berurutan atau intervinsi kekuatan lain, diawali dan bekerja dengan
aktif dari suatu sumber baru dan independen.
5. Subrogation merupakan hal penanggung yang telah memberikan
ganti rugi kepada tertanggung untuk untuk menuntut pihak lain yang
mengakibatkan kepentingan suransi mengalami suatu peristiwa
kerugian. Aritnya dengan perinsip ini penggantian kerugian tidak
mungkin lebih besar dari kerugian yang benar-benar dideritanya.

8
6. Contribution suatu perinsip dimana penanggungan berhak mengajak
penanggung – penanggung lain yang memiliki kepentingan yang
sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada seseorang
tertanggung, meskipun jumlah tanggungan masing – masing
penanggung belum tentu sama besar.
2.5 Jenis-Jenis Resiko
Dalam pertanggungan asurasni terdapat berbagai jenis risiko yang
dihadapi, besar kecilnya suatu risiko merupakan salah satu pertimbangan
besarnya premi asuransi yang harus dibayar. Dalam peraktinya risiko –
risiko yang timbul dari setiap pemberian usaha pertanggungan asuransi
adalah sebagai berikut :
1. Risiko murni, artinya bahwa ada ketidakpastian terjadinya sesuatu
kerugian atau dengan kata lain hanya ada peluang merugi dan bukan
suatu peluang keuntungan, contoh rumah mungkin akan terbakar,
atau mobil yang dikendarai akan tertabrak atau kapal dan muatanya
mungkin akan tenggelam. Jadi dalam hal ini kerugian terjadi atau
tidak terjadi sama sekali.
2. Risiko spekulatif, artinya risiko dengan terjadinya dua
kemungkinan, yaitu peluang untuk mengalami kerugian keuangan
atau memperoleh keuntungan dalam hal ini kemungkinan terjadi
kerugian atau keuntungan.
3. Risiko individu dibagi tiga macam :

a. Risiko pribadi, risiko kemampuan seseorang untuk memperoleh


keuntungan, akibat sesuatu hal seperti sakit, kehilangan pekerjaan
atau mati.

b. Risiko harta, risiko kehilangan harta apakah dicuri hilang atau


rusak yang menyebabkan kerugian keuangan.

c. Risiko tanggung gugat, yaitu risiko yang disebabkan apabila kita


menanggung kerugian seseorang dan kita harus membayar.
Contohnya kelalaian dijalan yang menyebabkan orang lain tertabrak
dan harus mengganti kerugian tersebut.

9
2.6 Pengertian Asuransi Syariah
Definisi asuransi syari'ah menurut Dewan Syariah Nasional adalah
usaha untuk saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang
melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru' yang memberikan pola
pengembalian untuk menghadapi risiko/ bahaya tertentu melalui akad yang
sesuai dengan syariah.
Asuransi Syariah adalah sebuah sistem dimana para partisipan/
anggota/ peserta mendonasikan/ menghibahkan sebagian atau seluruh
kontribusi yang akan digunakan untuk membayar klaim, jika terjadi musibah
yang dialami oleh sebagian partisipan/ anggota/ peserta. Peranan perusahaan
disini hanya sebatas pengelolaan operasional perusahaan asuransi serta
investasi dari dana-dana/ kontribusi yang diterima/ dilimpahkan kepada
perusahaan.
Asuransi syari'ah disebut juga dengan asuransi ta'awun yang artinya
tolong menolong atau saling membantu. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa
Asuransi ta'awun prinsip dasarnya adalah dasar syariat yang saling toleran
terhadap sesama manusia untuk menjalin kebersamaan dalam meringankan
bencana yang dialami peserta. Prinsip ini sesuai dengan firman Allah SWT
dalam surat Al Maidah ayat 2, yang artinya : "Dan saling tolong menolonglah
dalam kebaikan dan ketaqwaan dan jangan saling tolong menolong dalam
dosa dan permusuhan"

2.7 Prinsip Asuransi Syariah


1. Dibangun atas dasar kerjasama (taawun).
2. Asuransi syariat tidak bersifat mu’awadhoh, tetapi tabarru’ atau
mudhorobah.
3. Sumbangan (tabarru’) sama dengan hibah (pemberian) oleh karena itu
haram hukumnya ditarik kembali. Kalau terjadi peritiwa, maka diselesaikan
menurut syariat.
4. Setiap anggota yang menyetor uangnya menurut jumlah yang telah
ditentukan harus disertai dengan niat membantu demi menegakkan prinsip
ukhuwah.

10
5. Tidak dibenarkan seseorang menyetorkan sejumlah kecil uangnya dengan
tujuan supaya ia mendapat imbalan yang berlipat bila terkena suatu
musibah. Akan tetapi ia diberi uang jamaah sebagai ganti atas kerugian itu
menurut ijin yang diberikan oleh jamaah.
6. Apabila uang itu akan dikembangkan maka harus dijalankan menurut aturan
syar’i.

2.8 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah


Secara garis besar, misi utama asuransi konvensional adalah misi ekonomi
dan misi social. Sedangkan dalam asuransi syariah misi yang di emban adalah misi
aqi’dan, misi ibadah, misi ekonomi dan misi pemberdayaan umat.
Dalam asuransi syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah yang berfungsi
untuk mengawasi pelaksanaa operasional perusahaan agar terbebas dari praktik-
praktik yang bertentangan dengan prinsip syariah. Dan dalam asuransi
konvensional tidak ada dewan pengawas sehingga dalam praktiknya tidak diawasi
dan kemungkinan pelaksanaannya tidak sesuai dengan kaidah syariah.
Akad yang ada dalam asuransi konvensional didasarkan pada jual-beli
sedangkan akad dalam asuransi syariah didasarkan pada tolong-menolong.
Invenstasi dana dalam asuransi konvensional bebas tetapi masih dalam batas-
batas perundang-undangan dan tidak dibatasi oleh halal-haramnya objek atau
system yang digunakan. Beda halnya dengan investasi dana asuransi syariah.
Investasi dilakukan dengan batas perundang-undangan, sepanjang tidak
bertenangan dengan prinsip syariah. Bebas dari riba dan tenpat investasi yang
terlarang.
Selain itu, dana yang terkumpul dari premi peserta asuransi konvensional
seluruhnya menjadi milik perusahaan dan perusahaan bebas menginvestasikan dana
tersebut kemana saja. Sedangkan dana yang terkumpul dari peserta asuransi syariah
dalam bentuk iuran atau kontribusi sepenuhnya milik peserta. Perusahaan hanya
berperan sebagai pemegang amanah dalam mengelola dana tersebut.
Tidak ada pemisahan dana dalam asuransi konvensional. Pada beberapa
produk tertentu dapat mengakibatkan dana hangus. Dalam asuransi syariah ada
pemisahan dana yaitu dana ta’barru, derma dan dana peserta sehingga tidak
mengenal dana hangus.

11
Adanya transfer of risk dalam asuransi konvensional atau terjadinya transfer
resiko dari nasabah keped menanggung (perusahaan). Lain halnya dalam asuransi
syariah yang mengenal adanya sharing of risk yang berarti terjadinya proses saling
menanggung antara satu peserta dengan peserta lain.
Sumber dana klaim dalam asuransi konvensional dari rekening perusahaan.
Perusahaan akan menanggung resiko dari peserta asuransi. Ini terjadi karena segala
resiko sudah ditransfer dari nasabah ke perusahaan. Sumber dana klaim dalam
asuransi syariah dari rekening ta’barru, yaitu peserta saling menanggung. Jika salah
satu peserta mengalami musibah, maka peserta lain akan ikut menanggung resiko.
Dalam asuransi konvensional. Seluruh keuntungan yang didapat adalah milik
perusahaan. Sedangan dalam asuransi syariah keuntungan tidak sepenuhnya milik
perusahaan tetapi dibagi antara peserta dan perusahaan. Sesuai dengan prinsip bagi
hasil.

12
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih,
dengan mana pihak penganggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan
menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung
karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau
tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita
tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk
memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya
seseorang yang dipertanggungkan. Melalui asuransi dapat memberikan
ketenangan dan kemudahan dalam hidup yang penuh risiko ini, Dengan asuransi
kita tidak perlu cemas dengan risiko yang akan datang karena sudah ada
perusahaan yang menanggungnya sesuai perjanjian yang disepakati sebelumnya.

13
Daftrar Pustaka

Guntara, Deny. 2016. Asuransi dan Ketentuan-ketentuan Hukum yang


Mengaturnya. Universitas Buana Perjuangan Karawang. Jurnal
Justusi Ilmu Hukum, 1(1): 2528-2638

Ratnasari, Sri Langgeng. 2012. Perbankan dan Lembaga Keuangan Lainnya.


UPN Press: Surabaya

https://www.academia.edu/5664871/Makalah-asuransi

https://www.academia.edu/6572346/MAKALAH_ASURANSI

14