Anda di halaman 1dari 13

UJI CANGKOK DAN SAMBUNG

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

Oleh : Syahtian Suprayogi

NIM : 512015005

FAKULTAS PERTANIAN DAN BISNIS

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

SALATIGA

2015
I. TUJUAN
1. Untuk mempelajari dan mengetahui cara mencangkok, dan untuk mengetahui
pertumbuhan akar cangkokan.
2.Untuk mengetahui pengaruh media cangkokan terhadap pembentukan perakaran.

II. DASAR TEORI


Pembiakan vegetatif adalah suatu metode perbanyakan tanaman dengan
menggunakan bagian tanaman itu sendiri (bagian-bagian vegetatif yakni akar, batang
dan daun) tanpa melibatkan proses pembuahan sehingga sifat tanaman induk dapat
dipertahankan dan diturunkan ke tanaman anakan (Hartman dan Kester 1983). Salah
satu teknik pembiakan vegetatif adalah grafting, yaitu suatu seni menyambung bagian
dari satu tanaman (sepotong pucuk) ke bagian tanaman lain (rootstock) sedemikian
rupa sehingga tercapai persenyawaan dan kombinasi ini terus tumbuh membentuk
tanaman baru (Mahlstede dan Haber 1957; Hartman dan Kester 1978). Pembiakan
vegetatif dengan grafting memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan
pembiakan generatif. Salah satu keuntungan dari grafting ialah banyak digunakan
untuk produksi bibit yang akan ditanam di kebun benih dan bermanfaat untuk
penyelamatan kandungan genetik tanaman (Sukendro, 2007).

Menyambung atau enten, yang telah di kenal dan dipraktikan sejak beberapa
abad, adalah suatu cara menyambung potongan suatu tanaman pada batang yang telah
berakar dari suatu tanaman lain. Beberapa cara pembiakan aseksual lain, pada
potongan yang disambungkan tidak terjadi regenerasi organ-organ baru tetapi
merupakan suatu kesatuan dengan batang yang berakar tadi. Batang berakar tempat
potongan di sambungkan di sebut tanaman bawah. Akar kadang-kadang juga
digunakan sebagai tanaman bawah. Potongan-potongan yang disambungkan disebut
tanaman atas, atau tunas okulasi. Seluruh bagian atas dari tanaman bawah dibuang dan
digantikan dengan tunas okulasi atau tanaman bawah. Banyak jenis tanaman buah-
buahan yang sukar di perbanyak dengan setek, runduk, anakan dan cangkok, tetapi
mudah di perbanyak dengan penyambungan dan penyusunan, misalnya pada manggis,
belimbing dan sebagainya (Rahardja, 2003 ).
Pertautan sambungan juga ditentukan kompatibilitas antara batang bawah dan
entris sebagai batang atas. Dari hasil pengamatan tidak terlihat adanya gejala
inkompatibilitas antara batang bawah dengan batang atas. Menurut Rochimin dan
Harjadi (1973) bahwa inkompatibilitas adalah keadaan kegagalan batang atas dan
batang bawah membentuk pohon gabungan. Menurut Harmann dkk., (1997) gejala-
gejala inkompatibilitas diantaranya adalah kegagalan membentuk sambungan dalam
persentase yang tinggi, daun menguning, pertumbuhan vegetatif menurun, mati pucuk
dan tanaman merana, tanaman mati belum pada waktunya, perbedaan nyata dalam
kecepatan tumbuh atau ketegapan tumbuh antara stock (batang bawah) dan scion
(batang atas), dan perbedaan pertumbuhan pada sebagian batang atas atau sebagian
batang bawah sambungan (Hamid, 2011).

Penyediaan bahan tanaman unggul dan bermutu pada tanaman jambu mete
dapat dilakukan melalui perbanyakan secara vegetatif dengan teknik sambung pucuk
(grafting). Teknik tersebut merupakan alternatif terbaik saat ini dalam menyediakan
bahan tanaman jambu mete (Pitono 1997). Sambung pucuk adalah teknik perbanyakan
tanaman dengan menggabungkan batang bawah dari pohon induk terseleksi dan
adaptif di daerah setempat dengan batang atas darivarietas unggul hasil penelitian
yang berproduksi tinggi. Keberhasilan penelitian sambung pucuk telah banyak
dilaporkan(Saefudin,2009).

Mencangkok adalah cara memperbanyak tanaman dimana pembentukan akar


pada calon tanaman baru terjadi ketika masih melekat pada tanaman induknya. Air dan
mineral tetap diangkut melalui xylem ke tunas / cabang yang dicangkok. Dengan
demikian, hasil perbanyakan dengan cara mencangkok lebih tinggi daripada hasil
perbanyakan denga stek. Ada 2 macam cara mencangkok yang sering dilakukan pada
tanaman tertentu (Ismiyati Sutarto,1994).

Mencangkok tanaman adalah salah satu cara teknik memperbanyak tanaman


buah dalam pot, selain itu kualitas buahnya sama dengan induknya dan juga
pohonnya tidak terlalu tinggi. Tanaman yang bisa dicangkok antara lain: jambu, jambu
air, mangga, sawo, dan lain-lain (Wilkins, 1991).

Mencangkok atau okulasi adalah teknik pengembangbiakan tanaman yg sangat


cocok utk di tanam di dalam pot. Di samping karena qualitas buahnya terjaga sama spt
induknya juga nantinya pohon tumbuh tidak terlalu tinggi. Pohon yg dikembangbiakan
dg teknik cangkok tidak akan mempunyai akar tunggang.(Ansown, 1989). Beberapa
tanaman tertentu memilki kemampua untuk memperanyak diri dengan pencangkokan
yang terjadi secara alami, yaitu sulur dan anakan terutama pad tanaman yang
berbentuk roset (Wahyuni, Sri, 1998).

Cabang pilihan yang akan dicangkok dikelupas kulit cabangnya kirakira 7 cm.
Kambium pada cabang dikerik hingga bersih sampai bagian yang dikerik tidak lagi
terasa licin tapi kasar. Pengelupasan kulit cabang ini dimaksudkan untuk memutus
aliran hara dari batang ke cabang sehingga akar dapat terbentuk pada cabang yang
dicangkok. Kemudian pada ujung potongan kulit cabang atas, pasta Rooton F
dioleskan. Pengolesan tersebut dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan akar.
(Wahid, 2000).

III. ALAT dan BAHAN

ALAT
1. Pisau atau cutter
2. Tali rafia
3. Kertas warp
4. Lidi
5. Tisu

Bahan

1. Tanah humus
2. Tanaman yang akan dicangkok dan di sambung

IV. CARA KERJA


Cangkok
1. Menyiapkan pisau/cutter,kertas transparan, tali rafia dan tanah humus..
2. Batang atau cabang dipilih yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
3. Menyayat/menghilangkan kulit dan cambium pada batang atau cabang tersebut
sepanjang ± 10 cm.
4. Memberi media pada bagian yang luka secukupnya dengan tanah humus kemudian
dibalut atau tutupi dengan plastik transparan.
5. Menjaga kelembapan media dengan cara menyiram air.

Sambung

1. Batang pohon yang bagus dan mata tunas pohon disiapkan.


2. Kupas pada bagian batang dengan persegi misalnya 2x2 cm.
3. Kupas dan bersihkan lendirnya.
4. Tempelkan mata tunas yang telah disediakan ke pohon tersebut.
5. Ikat dengan tali rapia dengan rapi.
6. Tunggu proses pertumbuhannya sekitar selama 2 minggu berikutnya.
V. HASIL PENGAMATAN

no hari/tanggal gambar keterangan


1 cangkok 1 (jambu)

Belum ada
perkembangan signifikan
2 cangkok 2(jambu)

Belum ada

07/11/2015 perkembangan siknifikan


3 sambung 1(jeruk)

Batang yangdisambung
pada bagianscion agak
melengkung
4 sambung 2(jambu)

Tidak ada
perkembangan signifikan
no hari/tanggal gambar keterangan
1 cangkok 1(jambu)

Belum ada
perkembangan
2 cangkok 2(jambu)

Belum ada
perkembangan
3 9/11/2015 sambung 1(jeruk)
Batang sambung
pada scion
semakin
melengkung
4 sambung 2(jambu)

Daun agak layu


Tetapi tidak selayu
tanaman
sambung1
no hari/tanggal gambar keterangan
1 cangkok 1(jambu)

Tidak ada
perkembangan
2 cangkok 2(jambu)

Tidak ada
perkembangan
3 11/11/2015 sambung 1(jeruk)

Scionlayu dan
daun mengkerut
4 sambung 2(jambu)

Tanaman mulai
layu
no hari/tanggal gambar keterangan
1 cangkok 1(jambu)

Tidakada tanda
tanda-tanda
pertumbuhan akar
2 cangkok 2(jambu)
Tidakada tanda
tanda-tanda
pertumbuhan
akar
3 16/11/2015 sambung 1(jeruk) Scion berwarna
kehitaman,Palisade
dan scion sudah
tidak berwarna
hijau
4 sambung 2(jambu)

Daun sangat
kering, batang
scion layu
no hari/tanggal gambar keterangan
1 cangkok 1(jambu)
Tidakada tanda
tanda-tanda
pertumbuhan
akar
2 cangkok 2(jambu)
Tidakada tanda
tanda-tanda
pertumbuhan
akar
3 17/11/2015 sambung 1(jeruk)

Daun scion sudah


mati
4 sambung 2(jambu)

Tanda-tanda
kehidupan
hampirtidak ada
no hari/tanggal gambar keterangan
1 cangkok 1(jambu)
Tidak ada tanda-
tanda
pertumbuhan
akar
2 cangkok 2(jambu)
Tidakada tanda
tanda-tanda
pertumbuhan
akar
3 18/11/2015 sambung 1(jeruk)

Daunscion sudah
mati
4 sambung 2(jambu)

Dauan scion suad


mati

VI. PEMBAHASAN
Dalam praktikum kali ini kita akanmembahas bagaimana cara melakukan
perkembang biakan vegettif buatan. Yaitu dengan sistem cangkok dan sambung.
Pembiakan tanaman dengan cara mencangkok ialah mengusahakan perakaran dari
suatu cabang tanaman tanpa memotong cabang tanaman tersebut dari pohon
induknya. Beberapa jenis tanaman buah-buahan di Indonesia dapat dikembangkan
dengan cara pencangkokan ini. Caranya ialah dengan mengerat batang atau cabang
tanaman yang akan dicangkok secara melingkar di dua tempat yang jaraknya 5 -10
cm. Kulit pada bagian yang kita kerat tersebut dikupas sampai pada bagian
kayunya, sehingga lapisan kambiumnya hilang sama sekali. Selanjutnya pada bagian
yang kita kupas tersebut ditutup dengan tanah (sebaiknya tanah campur pupuk
kandang), kemudian dibalut dengan plastik warp.

Pembiakan tanaman dengan cara menyambung ialah Batang atas yang


disambungkan ditutup dengan kantong plastik bening kemudian diikat. Tujuan
pemberian kantong plastik ini adalah untuk menjaga kelembaban udara di sekitar
sambungan. Bibit tanaman yang sudah disambung sebaiknya di tempatkan pada
tempat yang teduh dengan sinar, dan jangan ditempatkan pada tempat yang terkena
sinar matahari langsung. Maka dari itu tempat pembibitan perlu diberi naungan.
Setelah 2 minggu sambungan biasanya telah keluar tunas baru, ini sebagai tanda
sambungan berhasil. Bila sambungan tidak berhasil biasanya ditandai dengan adanya
kering batang. Setelah sambungan benar-benar jadi maka kerudung plastik dapat
dibuka. Pelepasan ikatan sambungan dilakukan bila tepi bagian bawah tali pengikat
batang bawah membengkak. Hal ini menandakan bahwa sambungan telah betul-betul
kuat.

VII. KESIMPULAN

Pebanyakan tanaman secara vegetatif dengan menggunakan metode cangkok


dan sambung mudah dilakukan (memanfaatkan bagian-bagian tanaman seperti batang,
cabang, ranting, pucuk, daun, umbi, dan akar) untuk menghasilkan tanaman yang baru
yang sifatnya sama dengan tanaman induknya atau memiliki sifat yangunggul
melebihi induknya didalam pelaksanaannya tidak memerlukan teknis yang khusus
karena pada umumnya stek ini mudah dilakukan. Namun pada percobaankali ini tidak
berhasil nampakpada hasil eksperimen cangkok dan sambung yang tidak berkembang
bahkan ada yang mati. Dikarenakan memotongnya idak benar dan alat yang digunakan
tidak steril.
VIII. DAFTAR PUSTAKA

Hamid, N. Yusran. 2011. Keberhasilan Okulasi Varietas Jeruk Manis Pada


Berbagai Perbandingan Pupuk Kandang. Jurnal Media Litbang Sulteng Vol IV (2) :
97 – 104.

Saefudin. 2009. Kesiapan Teknologi Sambung Pucuk Dalam Penyediaan


Bahan Tanaman Jambu Mete. Jurnal Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka
Tanaman Industri. Vol. 1(7) : 150 – 155.

Sukendro, Andi. 2010. Study of Vegetative Propagation on Intsia bijuga


(Colebr.) O.K. with Grafting. Jurnal Silvikultur Tropika. Vol. 24(7): 6 – 10.

Sutarto, ismiyati. 1994. Tekhnik Perbanyakan Vegatatif pada Tanaman Hias


Semak, Perdu dan Pohon. Info Holtikultura : 6-7

Rahardja, P.C. 2003. Aneka Cara Memperbanyak Tanaman. Agromedia


Pustaka: Surabaya

Wahid. 2000. Media Bahan Perkembangan Vegetatif. Agro Jurnal 4-5:


Surabaya

Wahyuni, Sri. 1998. Pengembangan Vegetatif Mencangkok. Agro Jurnal 59:


Surabaya
Wilkins. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman.Gajah Mada: Yogyakarta