Anda di halaman 1dari 1

Kelompok 7:

Gusti Ayu Intan Puspita Dewi (1707532088)


I Putu Artha Satria WIbawa (1707532099)
I Made Gilang Jhuniantara (1707532104)
I Gusti Ayu Ngurah Pradnyadevi Utami (1707532111)

PROSES POLITIK DALAM PENETAPAN STANDAR AKUNTANSI

Standar Akuntansi dalam perumusannya sepenuhnya berdasarkan pertimbangan konseptual,


namun kenyataannya dalam proses pembentukan standar akuntansi (standar setting process) tidak lepas
dari proses politik. Dalam penyusunan sebuah standar, terkait banyak pihak dengan berbagai latar
belakang, motivasi, dan memiliki kepentingan yang berbeda-beda baik itu investor, kreditor, manajemen,
auditor, pekerja, pemerintah dan lembaga penyusun standar. Dengan begitu unsur politik dapat berperan
dalam penyusunan suatu standar. Apabila proses penyusunan standar penuh dengan tekanan dari berbagai
pihak yang berkepentingan, bukanlah suatu hal yang mengejutkan karena adanya aspek economic
consequences. Pembuatan ekonomi yang melalui proses politik bisa berakibat pada pandangan
masyarakat terhadap standar akuntansi sebagai permainan politik saja dengan kepentingan masing-masing
di dalamnya. Sehingga perlu kehati-hatian dalam proses pembuatannya agar tidak berdampak negatif di
pandangan masyarakat
Proses penyusunan standar merupakan proses politik yang di dalamnya terdapat berbagai
pengaruh terhadap penyusun standar (Hodges & Mellett, 2002). Kondisi ekonomi, hukum, politik dan
lingkungan sosial di negara tersebutlah menjadi faktor-faktor yang memengaruhi pembuatan standar
akuntansi. Setiap negara mempunyai kondisi yang berbeda-beda sehingga tidak memungkinkan untuk
menggunakan standar akuntansi yang sama. The Interest Group Theory menyatakan keberadaaan
penyusun standar tidak terlepas dari pengaruh konstituen yang memperjuangkan kepentingannya melalui
penerbitan standar. Proses tersebut tercermin dari berbagai lobi yang dilakukan oleh konstituen seperti
dalam pembuatan standar akuntansi, karena dalam penyusunan sebuah standar, terkait banyak pihak
dengan berbagai latar belakang, motivasi, dan memiliki kepentingan yang berbeda- beda.
Di Indonesia sendiri standar akuntansi dikenal dengan nama Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) yang disusun oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) melalui due process
procedure. Namun, dari proses keterlibatan konstituen tersebut muncul permasalahan, seperti seberapa
besar pengaruh lobi konstituen, apakah terdapat perbedaan pengaruh di antara konstituen dalam
penyusunan PSAK, antara tanggapan yang bersifat substantif dan bersifat bahasa antar standar itu sendiri.
Dalam penyusunan standar, terdapat tanggung jawab pihak penyusun standar kepada setiap orang. Ada
aspek politik dalam akuntansi seperti halnya ada aspek politik secara fisik. Sehingga perlu hati-hati
apakah politik berperan atau tidak dalam penetapan standar akuntansi. Implikasinya, pihak penyusun
standar dimasa depan perlu memperhatikan isu ini karena berkaitan dengan kredibilitas akuntansi itu
sendiri. Pertimbangan politik bisa mempengaruhi formulasi standar akuntansi dan mempengaruhi
keputusan ekonomi individu dan akhirnya mempengaruhi tujuan ekonomi secara makro.
Konsekuensi Ekonomi adalah konsep yang menegaskan, meskipun implikasi dari teori pasar
sekuritas efisien, bahwa pilihan kebijakan akuntansi dapat mempengaruhi atau memberi dampak pada
nilai perubahaan. Pemahaman konsep konsekuensi ekonomi tentang pilihan kebijakan akuntansi adalah
penting dengan alasan: 1) Konsep tersebut menarik dalam kebenarannya. Banyak kejadian-kejadian
menarik dalam penerapan akuntansi berasal dari konsekuensi ekonomi. 2) Saran bahwa kebijakan
akuntansi tidak penting bertentangan dengan pengalaman akuntan. Banyak akuntansi keuangan berfokus
pada diskusi dan argumen tentang kebijakan akuntansi mana yang harus dipakai dalam kondisi yang
berbeda. Konsep konsekuensi ekonomi konsisten dengan pengalaman dunia nyata. 3) Adanya
konsekuensi ekonomi menimbulkan pertanyaan tentang mengapa mereka ada. Hal ini muncul dari
kontrak yang disetujui oleh perusahaan, khususnya kontrak kompensasi eksekutif dan kontrak hutang.

Pertanyaan:
1. Dibanding PSAK oleh DSAK dan SFAS oleh FASB, yang mana proses politiknya
berperan secara dominan dalam penyusunan standar?

Anda mungkin juga menyukai