Anda di halaman 1dari 13

ASKEP BILAS LAMBUNG

(PADA PASIEN KERACUNAN MAKANAN )

Disusun Oleh:

Eva Riyanti 17.014


III A

AKADEMI KEPERAWATAN ISLAMIC VILLAGE TANGERANG

Jl. Islamic Raya Kelapa Dua Tangerang 15810


Telepon/ Fax: 021-5462852, Website: www.akperisvill.ac.id
Email: info@akperisvill.ac.id, akperislamicvillage@yahoo.co.id
Tahun Akademik 2019/ 2020

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Askep Bilas Lambung” .
disusun untuk memenuhi tugas tambahan mata kuliah KGD.
Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaran dan
dapat menambah pengetahuan.
Kami menyadari bahwa dalam peyusunan asuhan keperawatan ini masih banyak
kekurangan. Oleh sebab itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dalam
penyempurnaan asuhan keperawatan selanjutnya.

Tangerang, 10 Oktober 2019

Penulis

1
DAFTAR ISI

Judul

Kata pengantar 1

Daftar isi 2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang 3

1.2 Tujuan penulisan 3

BAB II TINJAUAN TEORI

2.1 Tindakan Bilas Lambung 4

2.2 Asuhan Keperawatan Bilas Lambung 6

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan 11

3.2 saran 11

DAFTAR PUSTAKA

2
BAB I

PEMBAHASAN

1.1 Latar Belakang


Intoksikasi atau keracunan adalah mamsuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh
manusia yang menimbulkan efek merugikan pada yang menggunakannya. Keracunan
makanan bila seseorang mengalami gangguan kesehatan setelah mengkomsumsi makanan
yaitu terkontaminasi kuman atau racun yang dihasilkan oleh kuman penyakit. Kuman yang
paling sering mengkontaminasi makanan adalah bakteri. Kuman ini dapat masuk e dalam
tubuh ktta melalui maknan dengan perantara orang yang mengola makanan atau memang
berasal dari makanan itu sendiri akibat pengelolaan yang kurang baik.

Racun adalah zat/berbahan yang apabila masuk ke dalam tubuh melalui


mulit,hidung/inhalasi,suntikan dan absorbsi melalui kulit atau digunakan terhadap organisme
hidup dengan dosisrelatif kecil Kn merusak kehidupan/menganggu dengan serius fungsi
satu/lebih organ atau jaringan.

1.2 Tujuan umum


1. Mahasisaswa mampu mengetahui tentang Asuhan Keperawatan pada pasien dengan
bilas lambung.
2. Mahasiswa mampu mengetahui prosedur/tindakan bilas lambung.
1.3 Tujuan Penulisan
1. Agar mahasiswa mengetahui tentang Asuhan Keperawatan pada pasien
2. Agar mahasiswa mengetahui prosedur/tindakan bilas lambung..

BAB II

PEMBAHASAN

3
2.1 Tindakan Bilas Lambung

A. Pengertian

Bilas lambung adalah membersihkan lambung dengan cara memasukan dan


mengeluarkan air keluar dari lambung dengan menggunakan NGT.

B. Tujuan

1. Untuk pembuangan urgen subtansi dalam upaya menurunkan absorpsi sistemik.

2. Untuk mengosongkan lambung sebelum prosedur endoskopi.

3. Untuk mendiagnosis hemprogi lambung dan mengehentikan hemorogik.

C. Indikasi

1. pasien untuk keracunan.

2. Persiapan operasi lambung

3. Persiapan tindakan pembersihan lambung dll.

D. Prosedur Kerja

 Persiapan Alat

- Pipa sonde jocavess 1/0 kg berdiamterkan.

- gel pelumas

- stetoskop

- Corong besar

- Air & Ember

4
 Prosedur Tindakan

1. Baringkan pasien disisi kiri dalam posisi tiga perempat tengkurap diatas
ranjang/ranjang dorong dengan miring kebawah dan lepaskan gigi palsu
jika ada.

2. Lumati sonde lambung jacqoes 40 FG berdiameter 1cm.

3. Masukan sonde peroral kedalam lambung dengan tekanan lembut tetapi


mantap.

4. Pada pasien tidak kooperatif gunakan retractor gigi/pelindung mulut untuk


menghindari pasien mengigiit jari tangan operator/sonde itu sendiri.

5. Konfirmasi bahwa sonde ini dalam lambung dengan auskultasi diatas


lambung sementara memrupakan udara menuruni sonde ini.

6. Sambung corong besar keujung proksimal sonde melalui pipa penghubung


dengan panjang yang tepat dari sudut isi lambung sebelum memulai
pembilasan ini.

7. Isi corong dengan 200-500 ml air hangat kuku dan masukan.

8. Rendahkan corong dibawah pasien dan sudut cairan kedalam ember


terpisah.

9. Untuk memperbaiki efesien pembilasan,pijat dengan lembut hypochon


drem kanan untuk mengeluarkan dan mencampur fragmen tablet.

10. Ulangi proses ini sampai cairan keluar jenih.

11. Ulangi proses denga hati-hati yntuk menutupnya diantara jari tangan
sehingga cairan yang dikandungnya tidak mengalir kedalam pharynt dan
diaspirasi.

5
12. Pada pasien keracunan periksa cairan yang keluar untuk mengenali obat
yang diminum dan diambil dalam vena untuk toksikologi,ia bisa terbukti
bermanfood dalam menilai keracunan untuk menunjukan kebutuhaan akan
terapi spesifik.

2.2 Asuhan Keperawatan

Tuan A di bawa kepuskesmas kertapati oleh istrinya setelah makan tempe . istri klien
mengatakan bahwa klien muntah 4 jam yang lalu setelah makan tempe bongkrek. kondisi
klien mengalami penurunan kesadaran somnolen, muntah, diare, dehidrasi dan pusing.
Dari hasil pengkajian sementara didapatkanTekanan darah : 100/60 mmHg , BB : 45 kg
(BB semula 55 kg) Nadi : 67 x/ menit (70-80 x/menit), RR : 23 x/menit (N:16-
20x/menit) Suhu : 360C (36,5-37,5 0C) istri klien mengatakan bahwa klien tidak
memiliki riwayat elergi sebelumnya.

A. PENGKAJIAN

Identitas klien

Nama klien : Tn. A

6
Usia : 26 tahun

Jenis kelamin : Laki-laki

Tanggal masuk : 14 febuari 2014

No. Register : 0903055

Diagnosa medik : Keracunan Makanan

1. Keluhan utama
Klien mengalami penurunan kesadaran yaitu somnolen, muntah setelah makan
tempe, pusing.
2. Airway

Terdapat sumbatan pada jalan nafas oleh sputum/lendir. RR : 23 x/ menit, cepat


dan dangkal.

3. Breathing

Pasien tidak mengalami gangguan pernafasan, Irama pernafasan : cepat,


Kedalaman : dangkal. RR : 23 x/ menit.

4. Circulation

Tekanan Darah pasien : 100/60 mmHg (kuat dan regular), Nadi : 67 x/menit,
capillary refill : <2 dtk="" sianosis="" span="" terdapat="" tidak="">, EKG
menunjukkan sinus bradikardia.

5. Disability

Reaksi pupil kiri/kanan (+) terhadap cahaya, besar pupil kanan 2/kiri 2

6. Tingkat kesadaran somnolen.

Pengkajian dilakukan alloanamnesa dengan keluarga klien

7. Riwayat Kesehatan Sekarang

Ibu klien mengatakan bahwa klien muntah 4 jam yang lalu setelah makan tempe
bongkrek.

8. Riwayat Kesehatan Dahulu

Ibu klien mengatakan klien belum pernah dirawat dirumah sakit.

7
9. Riwayat Kesehatan Keluarga

Dalam keluarga klien tidak ada keluarga yang mempunyai keluhan yang sama
dengan klien.

10. Anamnesa singkat

Ibu klien mengatakan bahwa klien tidak memiliki riwayat alergi.

11. Pemeriksaan head to toe


 Kepala : mesosephal, klien berambut lurus dan panjang, dan tidakrontok.
 Mata : besar pupil kanan kiri 2 dan reaksi pupil keduanya (+)terhadap cahaya
kunjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik.
 Telinga : bersih tidak terdapat serumen dan tidak mengalami gangguan
pendengaran
 Hidung : Bentuk hidungnya simetris, tidak terdapat polip pada hidung.
 Wajah : wajah klien tampak simetris.
 Mulut : tampak hipersekrasi kelenjar ludah, mukosa mulut basah, bibir basah
 Leher : Tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid
 Dada : Simetris, tidak ada kelainan bentuk, RR 23 x/menit, cepat dan dangkal,
HR 55x/menit, suara jantung s1 dan s2 tunggal.
 Abdomen : tidak ada nyeri tekan pada abdomen, tidak asites, tidak ada luka
memar, peristaltik usus 8x/mnit, perkusi hipertimpani.
12. Pemeriksaan tanda-tanda vital:
 Tekanan darah : 100/60 mmHg
 BB : 45 kg (BB semula 55 kg)
 Nadi : 67 x/ menit (70-80 x/menit)
 RR : 23 x/menit (N:16-20x/menit)
 Suhu : 360C (36,5-37,5 0C)

B. Diagnosa
a. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan obstruksi jalan nafas
b. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake tidak
adekuat ( Anoreksia, Mual dan Muntah )

C. Intervensi

Tgl/jam NOC NIC


Setelah dilakukan tindakan 1. Jaga kepatenan jalan
keperawatan 1 x 24 jamdiharapkan nafas : buka jalan nafas,

8
bersihan jalan nafas menjadi efektif suction, fisioterapi dada
dengan kriteria hasil: sesuai indikasi
NOC 1 : Status Pernapasan : 2. Identifikasi
Pertukaran Gas tidak akan terganggu di kebutuhan insersi jalan
buktikan dengan : nafas buatan
Kesadaran composmentis, TTV 3. Monitor status
menjadi normal, pernafasan menjadi respirasi : adanya suara
normal yaitu tidak mengalami nafas nafas tambahan.
dangkal 4. Identifikasi sumber
alergi : obat,makan an,
dll, dan reaksi yang biasa
terjadi
5. Monitor respon
alergi selama 24 jam
6. Ajarkan/ diskusikan
dgn klien/keluraga untuk
menghindari alergen
7. Ajarkan tehnik nafas
dalam dan batuk efektif
8. Pertahankan status
hidrasi untuk
menurunkan viskositas
sekresi
9. Kolaborasi dgn
Tim medis : pemberian
O2, obat bronkhodilator,
obat anti allergi, terapi
nebulizer, insersi jalan
nafas, dan pemeriksaan
laboratorium: AGD

Setelah dilakukan tindakan Pengelolaan nutrisi


keperawatan selama 1 x 24 jam 1. Ketahui kesukaan
pemenuhan nutrisi dapat makanan pasien

9
adekuat/terpenuhi dengan kriteria 2. Tentukan
hasil : kemampuan pasien untuk
Status Gizi Asupan Makanan dan memenuhi kebutuhan
Cairan ditandai pasien nafsu makan nutrisi
meningkat, mual dan muntah hilang, 3. Timbang berat badan
pasien tampak segar pasien dalam interval
Status yang tepat
Gizi; Nilai Gizi terpenuhidibuktikan 4. Pantau kandungan
dengan BB meningkat, BB tidak turun. nutrisi dan kalori pada
catatan asupan
5. Tentukan motivasi
pasien untuk mengubah
kebiasaan makan
Bantuan menaikkan berat
badan
1. Diskusikan dengan
ahli gizi dalam
menentukan kebutuhan
protein
2. Diskusikan dengan
dokter kebutuhan
stimulasi nafsu makan,
makanan pelengkap,
pemberian makanan
melalui slang.
3. Rujuk ke dokter
untuk menentukan
penyebab perubahan
nutrisi
4. Rujuk ke program
gizi di komunitas yang
tepat, jika pasien tidak
dapat membeli atau
menyiapkan makanan
10
yang adekuat

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Intokkasih atau keracunan merupakan masuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh
manusia yang menimbulkan efek merugikan pada yang menggunakannya. Keracunan
makanan adalah penyakit yang tiba-tiba dan yang mengejutkan yang dapat terjadi setelah
menelan makanan atau minuman yang terkontaminasi. Saluran pencernaan terdiri dari mulut
tenggorokan(faring),kerongkongan,lambung,usus halus,usus besar,rektum dan anus. Sistem
pencernaan juga meliputi organ – oragan yang terletak diluar saluran pencernaan,yaitu
pankreas,hati dan kandung empedu.

3.2 Saran

Dengan terselesaikannya tugas makalah ini kami berharap para pembaca dapat
memahami tentang Asuhan Keperawatan pasien dengan keracunan makanan. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat untuk pembuat pembaca lebih mengetahui dan menambah
wawasan tentang Asuhan Keperawatan pasien dengan keracunan makanan.

11
DAFTAR PUSTAKA

https://nurasmalaadyah.blogspot.com

12