Anda di halaman 1dari 20

Keselamatan Pasien dan Keselamatan Kerja

“Membedakan Berbagai Risiko dan Hazard K3 Pada Pasien Dan Perawat


Dalam Setiap Tahap Pemberian Asuhan Keperawatan”

Oleh :

Kelompok 1

Fanesa Vernanda (1911316001)


Dewi Rahayu Ningsih (1911316007)
Nella Kusuma Ariesti (1911316013)
Bella Andutina (1911316015)
Feryltriadi Mohammed(1911316016)
Tri Ulfa Amelda ( 1911316022)
Nanang Pramuyadi (1911316035)
Azzimaturrahma (1911316043)
Rifahatul Mahmuda (1911316048)
Yunia Zaida Putri (1911316049)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN
2019

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya
.sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Konsep Dasar Keperawatan. Dunia dan
Indonesaia dengan baik dan tepat pada waktunya.Dalam penyusunan makalah mungkin ada
sedikit hambatan.Namun berkat bantuan dukungan dari teman-teman serta bimbingan dari
dosen pembimbing.Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat membantu proses pembelajaran dan
dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca. Penulis juga tidak lupa mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak, atas bantuan,dukungan dan doa nya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membaca makalah ini
dan dapat mengetahui tentang Konsep Caring.Makalah ini mungkin kurang sempurna, untuk
itu kami mengharap kritik dan saran untuk penyempurnaan makalah ini.

Padang,Agustus 2019

Kelompok 5

i
i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................................ 1


Daftar Isi .......................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang ........................................................................................................... 2

B.Tujuan ......................................................................................................................... 3

BAB II PEMBAHASAN

A. Budaya Dalam Lingkup Kerja Perawat Dalam Peningkatan Kesehatan Pasien ....... 4
B. Penyebab Terjadinya Advense events terkait prosedur Invasif ............................... 5
C. K3 Dalam Keperawatan ........................................................................................... 5
D. Ruang Lingkup K3 Dalam Keperawatan .................................................................. 7
E. Kebijakan K3 Yang Berkaitan Dengan Keperawatan Di Indonesia ......................... 7
F. Konsep Dasar K3 sehat,kesehatan kerja,risiko & hazard dalam
Pemberian Asuhan Ke[erawatan ............................................................................... 8
G. Upaya Pencegahan Risiko dan Hazard Pada Tahap Pengkajian
Asuhan Keperawatan ................................................................................................. 10
H. Upaya Pencegahan Risiko dan Hazard Pada Tahap Perencanaan
Asuhan Keperawatan ................................................................................................. 10
I. Upaya Pencegahan Risiko dan Hazard Pada Tahan Implementasi
Asuhan Keperawatan ................................................................................................. 12
J. Upaya Pencegahan Risiko dan Hazard Pada Tahap Evaluasi
Asuhan Keperawatan ................................................................................................. 13

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan .............................................................................................................. 15
B. Saran ......................................................................................................................... 16

Daftar Pustaka ................................................................................................................. 17

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Caring merupakan fenomena universal yang memngaruhi cara manusia


berpikir, merasa, dan mempunyai hubungan dengan sesama. Sejak Florence
Nightingle, perawat harus mempelajari pelayanan dari berbagai filosofi dan
persepsi etik. Sejumlah ahli keperawtan membuat teoru caring karena penting
dalam praktik keperawatan( Potter& Perry, 2010).

Caring merupakan posisi sentral dalam praktik keperawatan, karena caring


memiliki pendekatan dinamis, dimana perawat bekrja untuk meningkatkan
kepeduliannya kepada pasien. Cairng merupakan jenis hubungan dan transaksi
yang diperukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan
melindungi pasien sebagai manusia, sehingga akan memengaruhi kesembuhan
pasien (Teting, dkk, 2018) .

Menurut Watson (2006) dalam Potter & Perry (2010), caring dapat bersifat
spiritual.Caring dpat menjaga manusia melalui teknologi, sistem pelayanan
kesehatan berorientasi pengobatan.Tujuannya adalah pada hubungan perawat-
klien.Fokusnya adalah pada individu di belakang klien dan perawat,
yaituhubungan pelayanan.Hubungan terbentuk antara yang melakukan pelayanan
dan yang menerima pelayanan.

Perilaku caring dalam keperawatan sangat diperlukan, tetapi belum semua


perawat melayani pasien dengan caring, hal ini dapat dilihat dari perawat yang
bekerja diruang perawatan umum menunjukkan bahwa perawat lebih fokus pada
pelayanan kebutuhan biologis, dan kurang memperhatikan afektif pasien.

1
B. Tujuan
a. Tujuan Umum

Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang konep caring

b. Tujuan Khusus
1. Mahasiswa dapat menyebutkan dan menyampaikan pengertian caring
2. Mahasiswa dapat menyebutkan dan menyampaikan aplikasi caring
dalam kehidupan sehari-hari dan praktik keperawatan
3. Mahasiswa dapat menyebutkan dan menyampaikan tentang perbedaan
caring dan curing

2
BAB II
KERANGKA TEORI

A. Pengertian Caring
Swanson (1991) mendefinisikan caring sebagai suatu cara pemeliharaan
behubungan dengan menghargai orang lain, disertai perasaann memiliki dan
tanggung jawab (Fudamental, 2010)
Teori Swanson (1991) mendukung pernyataan bahwa caring merupakan inti
dari fenomenal keperawatan, tetapi tidak merupakan sesuatu yang unik terhadap
praktik keperawatan, teori Swanson berguna dalam memberikan petunjuk
bagaimana membangun strategi caring yang berguna dan efektif (jurnal
kesehatan, 2018).
Menurut Benner (2004) teori caring keperawatan memeiliki tema-tema
serupa pelyanan banyak melibatkan hubungan antar individu, hubungan pemberi
layanana dapat bersifat terbuka da tertutup (Fudamental, 2010)
Leininger (1991) Caring adalah tindakan yang diarahkan untuk membantu,
membimbing atau melakukan cara untuk membantu dalam pencapaian tujuan
tertentu, dengan cara mendukung individu lain atau kelompok dengan nyata atau
antisipasi kebutuhan untuk meningkatkan kondisi kehidupan manusia (Jurnal
kesehatan, 2018).
Caring adalah posisi sentral dalam praktik keperawatan, karena caring
memeiliki pendekatan dianamis, dimana perawat bekerja untuk meningkatkan
kepeduliannya kepada pasien. Dalam keperawatan, caring hal inti dan utama
dalam praktik keperawatan.Caring merupakan jenis jenis hubungan dan transaksi
yang diperlukan antara pemberi dan penerima asuhan untuk meningkatkan dan
melindungi pasien sebagai manusia, sehingga akan memperngaruhi kesembuhan
pasien (Teting, Bernanda, 2018).
Florance Nightingle (1860) mengatakan bahwa caring adalah tindakan yang
menunjukkan pemanfaatan lingkungan pasien dalam membantu penyembuhan,

3
memberikan lingkungan bersih, verifikasi yang baik, dan memberikan ketenangan
kepada pasien(jurnal kesehatan, 2018).

B. Aplikasi Caring Dalam Kehidupan Sehari-hari dan Praktik


Keperawatan
Perilaku caring dalam keperawatan sangat diperlukan, tetapi belum
semua perawat melayani pasien dengan caring, hal ini dapat dilihat dari
perawat yang bekerja diruang perawatan umum menunjukkan bahwa perawat
lebih fokus pada pelayanan kebutuhan biologis, dan kurang memperhatikan
afektif pasien.
Penerapan caring dalam praktik keperawatan adalah
a. Peningkatan pengetahuan dan pengertian tentang caring membantu
perawat mulai menganali dunia klien danmengubah cara pendekatan
pelayanan keperawatan mereka
b. Penggunaan caring dalam praktik pelayanan mendorong lebih banyak
pendekatan pelayanan keperawatan secara holistic.
c. Saat perawat melakukan pelayanan, mereka akan lebih mengenal klien
dan mendapatkan apa yang mereka butuhkan
d. Model caring melibatkan keterbukaan, komitmen dan hubungan perawat-
klien.

Saat perawat melakukan praktik keperawatan pasien merasakan komitmen


perawat dan ingin masuk ke dalam hubungan yang diizinkan perawat untuk
mendapatkan pengertian tentang penyakit yang diderita klien. Suatu penelitian
pada pasien kanker menggambarkan pelayanan perawat sebagai “berhati
nurani” dan membuat “ pasien merasa anda selalu mendukung mereka
(Ridwan, 2000).

Melalui kehadiran, kontak mata, bahasa tubuh, nada suara, mendengarkan,


serta memiliki sikap postif dan bersemangat yang dilakukan perawat akan
membentuk suatu suasana keterbukaan dan saling mengerti (swanson, 1991).

4
Aplikasi caring dalam kehidupan sehari – hari

1. Memenuhi kebutuhan dasar pasien

Caring ditunjukkan melalui penatalaksanaan kebutuhan dasar klien


dimana kebutuhan fisik menjadi prioritas.Contohnya memandikan,
memakaikan pakaian, member makan dan mengangkat pasien.

2. Perawatan fisik membantu mengembangkan respon empati

Caring secara fisik member jalan untuk mengasuh dan mendukung


secara emosional dan psikologis

3. Hubungan yang optimis

Perawat mencoba mendorong moral klien dan ini menambah


semangatnya sendiri walaupun perawat mengetahui bahwa ia tidak
dapat jujur sepenuhnya tentang kondisi klien yang buruk dan masa
depan klien yang tidak pasti

4. Mengatakan pada klien untuk tidak khawatir

Meskipun perawat tahu bahwa kondisi klien tersebut kritis, perawat


harus mampu mengatakan pada kliennya untuk tidak khawatir dan
menekankan aspek – aspek positif atas kondisi klien yang kritis

5. Berupaya untuk tidak membeberkan informasi

Perawat berupaya untuk tidak membeberkan informasi yang dapat


memperburuk kondisi klien.

Aplikasi caring dalam praktik keperawatan

Caring penting untuk menentukan cara yang menjamin apakah atau kapan
perawat menjadi perawat professional. Sikap keperawatan yang berhubungan
dengan caring adalah kehadiran, sentuhan kasih saying, selalu mendengarkan

5
klien, memahami klien.Perawat melakukan caring dengan menggunakan
pendekatan pelayanan dalam setiap pertemuan dengan klien.

a. Kehadiran

Kehadiran adalah suatu pertemuan orang dengan orang yang


merupakan sarana untuk lebih mendekatkan dan menyampaikan mamfaat
caring, Frediksson (1999) menjelaskan bahwa kehadiran berarti “ ada di “
dan “ ada dengan “.” Ada di “ tidak hanya berarti kehadiran secara fisik,
tetapi juga termasuk komunikasi dan pengertian. Hubungan interpersonal
dari istilah “ ada di “ sepertinya bergantung pada fakta kalau perawat
sangat memperhatikan klien (Cohen, et al. 1994). “ Ada dengan “ juga
merupakan hubungan interpersonal. Perawat memberikan dirinya yang
berarti selalu bersedia dan ada untuk klien (Pederson, 1993). Melalui
kehadiran, kontak mata, bahasa tubuh, nada suara, mendengarkan, serta
memiliki sikap positif dan bersemangat yang dilakukan perawat, akan
membentuk suasana keterbukaan dan saling mengerti.

b. Sentuhan
Pasien menghadapi situasi yang memalukan, menakutkan, dan
menyakitkan. Apapun gejalanya atau yang dirasakan, klien akan melihat
perawat untuk mendaptkan bantuan menggunakan sentuhan merupakan
salah satu cara penedekatan yang menenangkan di mana perawat dapat
mendekatkandiri dengan klien utnuk memberikan perhatian dan
dukungan.
Sentuhan akan membawa perawat dan klien kedalam suatu hubungan.
Sentuhan dapat berupa kontak dan non-kontak (Fredrikson,
1999).Sentuhan kontak seperti kontak langsung kulit dengan kulit,
sedangkan sentuhan non-kontak adalah kontak mata.Sulit untuk
membedakan keduanya. Keduanya digambarkan dalam tiga kategori:

6
sentuhan berorientasi-tugas, sentuhan pelayanan, sentuhan perlindungan
(Fredriksson, 1999).
Sentuhan caring adalah suatu bentuk komuniaksi non verbal yang
dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan klien, meningkatkan
harga diri dan memperbaiki orientasi tentang kenyataan (Boyek dan
Watson, 1994).
Sentuhan perlindungan adalah suatu bentuk sentuhan yang digunakan
untuk melindungi perawat dan/atau klien (Fredriksson, 1999). Bentuk
nyata dari dari sentuhan perlindungan adalah mencegah terjadinya
kecelakaan dengan cara menjaga dan mengingatkan klien supaya terhidar
dari jatuh. Sentuhan perlindungan juga merupakan bentuk sentuhan yang
melindungi perawat secara emosional.
c. Mendengarkan
Caring melibatkan interaksi interpersonal dan hokum sekadar
percakapan resiprokal antara dua orang. Dalam suatu hubungan pelayanan
perawatan membangun kepercayaan, membuka topic pembicaraan, dan
mendengarkan apa yang klien katakan. Mendengarkan merupakan kunci,
karena hal itu menunjukkan perhatian penuh dan ketertarikan perawat.
Mendengarkan termasuk “mengerti” apa yang klien katakana, dengan
memahami dan mengerti apa yang klien katakana, dengan memahami
danmengerti maksud klien serta memberikan respon baik terhadap lawan
bicara (Kemper, 1992). Saat individu sedang sakit, dia biasanya
mempunyai kisah yang ingin diceritakan tentang penyakitnya itu.
d. Memahami klien
Suatu proses caring yang dikemukakan Swanson (1991) adalah
memahami klien. Konsep tersebut terdiri atas pemahaman perawat
terhadap klien tertentu dan pemilihan ingtervensi berikutnya (Radwin,
1995).Pemahaman klien merupakan gerbang penentu pelayanan, sehingga
antara klien dan perawat terjalin suatu hubungan yang baik dan saling
memahami.

7
e. Caring dalam spiritual
Kepercayaan dan harapan individu mempunyai pengaruh terhadap
kesehatan fisik seseorang. Spiritual menawarkan rasa keterikatan yang
baik, baik melalui hubungan intrapersonal atau hubungan dengan dirinya
sendiri, interpersonal atau hubungan dengan orang lain dan lingkungan,
serta transpersonal atau hubungan dengan Tuhan. Hubungan caring
terjalin dengan baik apabila antara perawat dank lien dapat memahami
satu sama lain sehingga keduanya bisa menjalin hubungan yang baik
dengan melakukan hal seperti mengerahkan harapan bagi klien dan
perawat, mendapatkan pengertian tentang gejala penyakit atau perasaan
yang diterima klien, membantu klien dalam menggunakan sumber daya
social, emosional atau spiritual.
f. Perawatan keluarga
Keluarga merupakan sumber daya penting.Keberhasilan intervensi
keperawatan sering bergantung pada keinginan keluarga untuk berbagi
informasi dengan perawat untuk menyampaikan terapi yang dianjurkan.
Menjamin kesehatan klien dan membantu keluarga untuk aktif dalam
proses penyembuhan klien merupakan tugas penting anggota keluarga.
Menunjukkan perawatan keluarga dan perhatian kepada klien membuat
suatu keterbukaan yang kemudian dapat membentuk hubungan yang baik
dengan anggota keluarga klien.

C. Perbedaan caring dan curing

Dalam memberikan asuhan keperawatan secara total kepada klien caring dan
curing adalah dua aspek yang harus dipadukan (Julia, 1995). Dalam UU No. 23
tahun 1992 menyebutkan bahwa penyembuh penyakit dilaksanakan oleh tenaga
dokter dan perawat melaului kegiatan pengobatan dan/ atau keperawatan
berdasarkan ilmu keperawatan. Caring merupakan tugas primer perawat
sedangkan curing merupakan tugas sekunder perawat.Caring adalah inti dari

8
kemampuan perawat bekerja dengan individu dalam pendekatan melalui terapi
dan penuh rasa tanggung jawab.

Caring bersifat spesifik dan bergantung pada hubungan perawat klien.Dalam


caring lebih dititik beratkan pada kebutuhan dan respon klien untuk ditanggapi
dengan pemberian perawatan.Sedangkan di dalam curing lebih memperhatikan
penyakit yang diderita serta penanggulangannya.Curing merupakan komponen
didalam caring. Karena didalam caring termasuk salah satunya adanya kolaborasi
dengan tim kesehatan lainnya untuk membantu penyembuhan klien. Perbedaan
caring dan curing dapat dilihat lebih jelas dari diagnosis, intervensi dan tujuan.

Dalam caring terdapat diagnosis keperawatan yang merupakan suatu kegiatan


mengidentifikasi masalah dan penyebab berdasarkan kebutuhan dan respon klien,
sedangkan didalam curing terdapat diagnosis medis yaitu suatu bentuk kinerja
yang mengungkapkan penyakit yang diderita klien.Selain itu dapat juga dilihat
dari intervensinya.Intervensi keperawatan (caring) yaitu membantu klien
memenuhi masalah klien baik fisik, psikologis, social dan spiritual dengan
tindakan keperawatan yang meliputi intervensi keperawatan, observasi,
pendidikan kesehatan dan konseling.Sedangkan intervensi curing lebih
melakukan tindakan pengobatan dengan obat dan tindakan operatif. Tujuan caring
adalah untuk membantu pelaksanaan rencana pengobatan / terapi dan membantu
klien beradaptasi dengan masalah kesehatan, mandiri memenuhi kebutuhan
dasarnya, mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan dan fungsi tubuh, sedang
kan tujuan curing adalah menentukan dan menyingkirkan penyebab penyakit atau
mengubah problem penyakit dan penangannya.

9
BAB III

SKENARIO ROLE PLAY TENTANG APLIKASI CARING

Pada suatu hari ada seorang klien yang mengeluh tentang keadaannya
beberapa hari terakhir.

Dokter : Selamat pagi mbak? Apa yang dirasakan mbak?

Pasien : Begini dok, saya mengalami demam, pusing, mual, nyeri otot dan

diare sehingga saya tidak nafsu makan sama sekali dan badan saya

lemas dok.

Dokter : Sudah berapa lama mengalami keadaan tersebut?

Pasien : Sudah seminggu terakhir ini dok.

Dokter : Kalau begitu saya periksa dulu ya

Pasien : Iya, silahkan dok

Dokter : Begini mbak, suhu badan anda 40 derajat celcius dan tekanan

darahnya 70/100 dan itu keadaan yang harus dirawat secara intensif, apakah keluarga
menyetujui jika pasien di rawat inap?

Keluarga (bapak) : Apakah tidak bisa dirawat jalan saja dok?

Dokter : Itu terserah Bapak, saran saya pasien harus dirawat inap, karena
keadaan pasien demamnya sangat tinggi dan tekanan darah rendah serta tidak nafsu
makan maka dari itu pasien harus diinfus agar terpenuhi nutrisi makanannya.

Keluarga : Ya sudah dok, untuk kesembuhan anak kami, anak kami bersedia
menjalani rawat inap, tolong dirawat dengan sebaik-baiknya.

Dokter : Saya akan mengusahakan semaksimal mungkin. Ners, mohon untuk


bantuannya untuk merawat pasien ini dengan baik ya. Kami akan melakukan uji lab
agar penyakitnya teridentifikasi.

Perawat 1 : baik dok.

10
Setelah dokter melakukan pemeriksaan, perawat melakukan penginfusan
terhadap pasien.

Perawat 1 : Selamat siang, perkenalkan nama saya Ilfi, kalau boleh tahu nama
mbak siapa?

Pasien : Siang juga sus, nama saya Mela.

Perawat 1 : Baik mbak Mela, selama menjalani perawatan saya yang akan
menemani mbak Mela dan membantu proses penyembuhan. Permisi kali ini pada
perawatan pertama, saya akan memasang jarum infus pada tangan mbak Mela,
sebentar ya mbak saya akan menyiapkan alat infusnya.

Perawat 1 : (menyiapkan alat alat untuk menginfus) mbak Mela sekolah dimana?

Pasien : Saya kuliah di Universitas Jember sus, jurusan keperawatan.

Perawat 1 : Keren sekali mbak Mela, sudah semester berapa?

Pasien : Baru semester satu sus.

Perawat 1 : Baik mbak Mela, karena alat-alat infus sudah siap saya akan segera
memasang infus.

Pasien : Iya sus. Tapi sakit nggak sus, soalnya saya takut dengan jarum
suntik.

Perawat1 : Tenang saja mbak Mela, saya akan memasangnya pelan-pelan,


sakitnya hanya seperti digigit semut.

Pasien : Ya sudah silahkan sus.

(Perawat melakukan tindakan memasang infus kepada pasien Mela)

Setelah selasai dilakukan pemasangan infus, perawat kedua menghampiri


keluarga untuk melakukan penyuluhan tentang penyakit yang dialami pasien.

Perawat 2 : Selamat siang bapak, ibu, adik. Saya perawat Anggun yang telah
mengidentifikasi keadaan pasien yang bernama mbak Mela

Keluarga (bapak) : o.. iya suster Anggun. Bagaimana keadaan anak saya?

Perawat 2 : Dari hasil uji lab mbak Mela mengalami tifus, yang merupakan
penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhosa

11
Keluarga (adik) : Apa sus? Apa itu salmon phosa?

Perawat 2 : Bukan salmon phosa adik, tapi salmonella thyphosa

Keluarga (adik) : sal – mo- ne-la thy-po-sa?

Perawat 2 : Iya benar sekali adik. Itu merupakan bakteri penyebab thypus,
biasanya penderita akan merasakan lemas, diare.

Keluarga (ibu) : Itu penyebabnya apa ya sus?

Perawat 2 : Itu disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi kurang bersih dan
pola makan yang tidak teratur. Mungkin karena mbak Mela masih mahasiswa baru
jadi mbak Mela belum bisa memilah makanan yang bersih dan pola makan mbak
Mela yang tidak teratur.

Keluarga (ibu) : ohh.. begitu ya sus, padahal saya sudah selalu mengingatkan Mela
untuk selalu makan dengan teratur. Tapi anak itu susah dibilangi, ada aja alasan untuk
menolak makan. Katanya mau diet ehh malah ujung-ujungnya masuk rumah sakit.

Keluarga (adik) : Iya itu sus, mbak Mela harus dimarahi mama dulu baru mau makan.

Perawat 2 : Adik ikut bilangi ya..kakaknya suruh makan yang teratur.

Keluarga (adik) : Siap sus.

Perawat 2 : Bapak ibu sudah paham kan tentang sakitnya mbak Mela.

Keluarga (bapak) : Iya sudah paham sus. Terimakasih

Perawat 2 : Iya sama-sama bapak ibu adik, kalau begitu saya permisi dulu mau
melanjutkan pekerjaan yang lain. Terimakasih atas waktunya. Selamat siang

Keluarga : Sama-sama sus. Selamat siang juga.

Keesokan harinya, dokter dan perawat kembali mengunjungi pasien Mela


untuk mengontrol keadaan pasien Mela.

Dokter : Selamat pagi mbak Mela. Bagaimana keadaanya?Apakah sudah


membaik?

Pasien : Selamat pagi juga dok. Alhamdulillah sudah lebih membaik dari
kemarin.

Dokter : Syukurlah kalau sudah lebih baik. Masih ada keluhan apa?

12
Pasien : Masih lemas dan pusing dok.

Dokter : Ya sudah buat istirahat saja. Nanti saya beri obat lagi ya.

Beberapa saat kemudian, perawat 1 memasuki ruangan pasien Mela untuk


memberikan obat.

Perawat 1 : Selamat pagi mbak Mela. Bagaimana keadaannya?

Pasien : Pagi juga sus. Alhamdulillah lebih baik sus.

Perawat 1 : Alhamdulillah kalau sudah membaik mbak Mela. Saya kasih obat ya
mbak supaya mbak lekas sembuh.

Pasien : Hehehe, Iya sus silahkan.

Setelah 4 hari dilakukan perawatan inap, pasien telah sembuh dan diijinkan
pulang oleh pihak rumah sakit.

Dokter : Gimana Mbak ? Sudah enakan ?

Pasien : Iya dok Alhamdulillah sudah enakan, sudah tidak demam lagi,
pusingnya juga sudah berkurang, pokoknya sudah enakan kok dok.

Dokter : Oh Alhamdulillah mbak, saya periksa dulu ya.

Pasien : Iya dok

Perawat :Dari hasil pemeriksaan dokter mbaknya sudah boleh pulang,


demamnya sudah turun 36 derajat celcius, tekanan darahnya sudah normal 120/80.
Boleh pulang dah mbak. Kangen rumah ya ?Hehehe.Untuk keluarganya mohon
diperhatikan anaknya ya.

Keluarga (ibu) : Iya dok Saya akan jaga anak saya tercinta ini.

Perawat : Dijaga ya mbak kesehatannya jangan sampai kambuh lagi jangan


lupa makan yang teratur.

Pasien : Iya sus terimakasih.

Perawat : Jangan lupa untuk administrasinya ya.

Keluarga (ayah) : Oh iya itu kewajiban saya, terimakasih ya sus, dok.

13
Dokter dan suster : Sama sama

Pasien pun boleh dipulangkan dan selang beberapa hari pasien pun sudah sembuh
total.

14
BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan
Caring merupakan posisi sentral dalam praktik keperawatan, karena
caring memiliki pendekatan dinamis, dimana perawat bekrja untuk
meningkatkan kepeduliannya kepada pasien. Cairng merupakan jenis
hubungan dan transaksi yang diperukan antara pemberi dan penerima asuhan
untuk meningkatkan dan melindungi pasien sebagai manusia, sehingga akan
memengaruhi kesembuhan pasien (Teting, dkk, 2018) .

Perilaku caring dalam keperawatan sangat diperlukan, tetapi belum semua


perawat melayani pasien dengan caring, hal ini dapat dilihat dari perawat yang
bekerja diruang perawatan umum menunjukkan bahwa perawat lebih fokus
pada pelayanan kebutuhan biologis, dan kurang memperhatikan afektif pasien.

B. Saran
Di harapkan agar semua perawat mengerti dengan konsep caring dan
perawat mampu untuk mengaplikasikan prilaku caring kepada lingkungan
terutama kepada pasien.

15
DAFTAR PUSTAKA

Potter & Perry. 2010. Fudamental Keperawatan. Salemba Medika: Jakarta

Purwaningsih, Diah Fitri. 2018. Perilaku caring perawat pelaksana di ruang rawat
ina. Jurnal Ilmiah Kesehatan: STIK Indonesia Jaya Palu

Teting, Bernarda, dkk. 2018. Teori Caring dan Aplikasi Dalam Pelayanan
Keperawatan. Ebook Perpustakaan Nasional: Yogyakarta

16