Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

“PERENCANAAN MASA DEPAN MAHASISWA FAKULTAS


KEDOKTERAN”

DISUSUN OLEH

NAMA : JUMIARSIH HIDAYAT


NIM :

JURUSAN KEDOKTERAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
201
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat, karunia, hidayah
serta petunjuk yang telah dilimpahkan-Nya. Sehingga saya dapat menyelesaikan makalah
tentanag “Perencanaan Masa Depan Mahasiswa Fakultas Kedokteran”.

Saya menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan makalah ini, masih banyak
kekurangan dan jauh dari sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun guna untuk memperbaiki dan menyempurnakan penulisan makalah
selanjutnya.

Ucapan rasa terima kasih yang tidak terhingga kepada semua pihak yang telah
membantu saya dalam penyelesaian penyusunan makalah ini. Akhir kata semoga dengan
disusunnya makalah ini, dapat memberikan manfaat kepada penulis khususnya, dan pembaca
pada umumnya.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Kendari, 6 Mei 2019


Penulis,

Jumiarsih Hidayat
BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Sewaktu masa SMA, kita semua pasti mengalami masa-masa kegalauan dalam
menentukan pilihan studi lanjut. Bermacam ragam penilaian kita saat itu, mulai dari memilih
universitas terbaik, memilih fakultas yang sesuai dengan minat dan bakat,mencocokkan hasil
try out dengan passing grade, sehingga kita bisa mencari tahu mudh tidaknya lulusan dalam
mencari pekerjaan.
Salah satu fakultas yang menurut banyak orang menjanjikan dalah fakultas
kedokteran. Karena beberepa orang beralasan bahwa masa depan mahasiswa fakultas
kedokteran itu sudah pasti. Sudah pasti menjadi dokter sehingga tidak perlu pusing dalam
memikirkan pekerjaan. Padahal masa depan itu sangat beragam, pilihannya tidak sesempit
antara dokter umum atau spesialis, dokter praktisi atau sekaligus dosen, tapi lebih luas
dripada itu.
Oleh karena itu, dalammakalah ini, saya akan membahas tentang perencaan masa
depan mahasiswa fakultas kedokteran.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penyusun merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apa yang dimaksud dengan perencaan masa depan?
2. Bagaimana cara menyusun perencanaan masa depan?
3. Bagaimana perencanaan masa depan mahasiswa fakultas kedokteran?

Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengertian perencaan masa depan?
2. Mengetahui cara menyusun perencanaan masa depan?
3. Mengetahui perencanaan masa depan mahasiswa fakultas kedokteran?
BAB II
ISI
1. Perencanaan
a. Pengertian perencanaan
Secara umum pengertian perencanaan adalah suatu proses menentukan hal-hal yang
ingin dicapai (tujuan) di masa depan serta menentukan berbagai tahapan yang diprelukan
untuk mencapai tujuan tersebut.
Pengertian perencanaan dapat juga didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang
terkoordinasi untuk mencapai tujuan tertentu pada kurun waktu tertentu. Dengan begitu, di
dalam perencanaan akan terdapat aktivitas pengujian beberapa arah pencapaian, mengkaji
ketidakpastian, mengukur kapasitas, menentukan arah pencapaian serta menentukan langkah
untuk mencapainya.
Pengertian perencanaan menurut para ahli;
a. Perencanaan adalah sutu proses penentuan tujuan organisasi dan kemudian
menyajikan dengan jelas strategi, taktik, dan operasi yang diperlukan untuk
mencapai tujuan organisasi secara menyeluruh.(Early Saundi, 2001)
b. Perencanaan adalah suatu cara rasional untuk mempersiapkan masa depan (Becker,
2008).
c. Perencanaan adalah suatu proses kontinu dari pengkajian, membuat tujuan dan
sasaran, dan mengimplementasikan serta mengevaluasi atau mengontrolnya
(Douglas)

b. Fungsi perencanaan
Pada dasarnya fungsi perencanaan adalah untuk membanu proses pengambilan
keputusan terbaik yang sesuai dengan tujuan organisasi. Pada pelaksanaannya, proses
perencanaan yang dilakykan seorang manajer harus menjawab pertanyaan 5W= 1H, yaitu:
What : apa tujuan yang ingin dicapai?
Why: mengap=a hal tersebut menjadi tujuan?
Where: dimana lokasi yang paling tepat untuk mencapai tujuan tersebut?
When: kapan pekerjaan harus diselesaikan agar tujuan tercapai?
Who: siapa orang yang tepat yang harus dipilih untuk melakukan pekerjaan yang
sesuai dengan tujuan?
How: bagaimana metode atau cara meleksanakan pekerjaan dalam upaya pencapaian
tujuan tersebut?
Intinya, perencanaan berfungsi untuk mencapai efektivitas dan efisiensi dalam
kegiatan. Dengan begitu dapat dilakukan upaya mengidentifikasi berbagai hambatan,
melakukan koreksi terhadap penyimpanan sesegera mungkin sehingga tujuan kita dapat
dikendalikan dengan baik.
c. Tujuan perencanaan
Setiap orang tentunya memiliki tujuan yang berbeda-beda, dan tentu saja perencanaan
yang dibuat juga akan berbeda. Namun, pada dasarnya tujuan melakukan perencanaan adalah
untuk:
- Mengantisipasi dan beradaptasi dengan segala perubahan yang terjadi.
- Memberikan arahan kepada adminitrator maupun non adminitrator agar bekerja sesuai
dengan rencana.
- Menhindari atau setidaknya meminimalisir potensi terjadinya tumpang tindih dan
pemborosan dalam pelaksanaan pekerjaan.
- Menetapkan standar tertentu yang harus digunakan dalam bekrja sehingga
memudahkan dalam pengawasan atau kontrol.

d. Jenis perencanaan
Secara umum, perencanaan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu berdasarkan ruang
lingkupnya, berdasarkan tingkatannya, dan berdasarkan jangka waktunya. Adapun penjelasan
jenis-jenis perencanaan adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan Berdasarkan Ruang Lingkup
 Rencana strategis (strategic planning), yaitu perencanaan yang di dalamnya
terdapat uraian mengenai kebijakan jangka panjang dan waktu pelaksanaan yang
lama. Umumnya jenis perencanaan seperti ini sangat sulit untuk diubah.
 Rencana taktis (tactical planning), yaitu perencanaan yang di dalamnya terdapat
uraian tentang kebijakan yang bersifat jangka pendek, mudah disesuaikan
aktivitasnya selama tujuannya masih sama.
 Rencana terintegrasi (integrated planning), yaitu perencanaan yang di dalamnya
terdapat penjelasan secara menyeluruh dan sifatnya terpadu.
2. Perencanaan Berdasarkan Tingkatan
 Rencana induk (master plan), yaitu perencanaan yang fokus kepada kebijakan
organisasi dimana di dalamnya terdapat tujuan jangka panjang dan ruang
lingkupnya luas.
 Rencana operasional (operational planning), yaitu perencanaan yang fokus kepada
pedoman atau petunjuk pelaksanaan program-program organisasi.
 Rencana harian (day to day planning), yaitu perencanaan yang di dalamnya
terdapat aktivitas harian yang bersifat rutin.
3. Perencanaan Berdasarkan Jangka Waktu
 Rencana jangka panjang (long term planning), yaitu perencanaan yang dibuat dan
berlaku untuk jangka waktu 10 – 25 tahun.
 Rencana jangka menengan (medium range planning), yaitu perencanaan yang
dibuat dan berlaku untuk jangka waktu 5 – 7 tahun.
 Rencana jangka pendek (short range planning), yaitu perencanaan yang dibuat dan
hanya berlaku selama kurang lebih 1 tahun.

2. Cara Menyusun Masa Depan


a. Rencanakan Kehidupan dengan Lebih Baik
Mulai sekarang, coba untuk merencanakan kehidupan dengan lebih berhati-hati supaya Anda
tidak terlalu banyak melakukan kesalahan. Caranya, Anda harus bisa menyusun rencana masa
depan yang baik, supaya kehidupan Anda di kemudian hari pun baik.
Jika Anda sendiri mengalami kesulitan dalam merencanakan kehidupan, Anda bisa belajar
kepada orang terdekat, seperti keluarga, teman atau kerabat Anda.
Buatlah rencana masa depan tanpa adanya pengaruh dari banyak orang, karena hal ini akan
membuat Anda menjadi bingung. Ingat, yang menjalani masa depan adalah Anda sendiri,
bukan orang lain.

b. Tuliskan Impian Anda


Buatlah daftar impian Anda. Tuliskan satu persatu impian Anda. Apa yang Anda impikan
terjadi kepada hidup Anda?
Berikut ini tips cerdas yang bisa Anda lakukan, yaitu:
 Tuliskan dengan jelas, apa yang Anda inginkan, apa yang ingin Anda capai, apa yang
ingin Anda dapatkan di masa depan Anda?
 Tuliskan secara detail dengan waktu, tanggal dan tahun yang sudah menjadi target
Anda!
 Tempatkan impian dan masa depan tersebut di tempat yang sering Anda lihat.
Misalnya, tembok kamar, cermin, meja belajar atau meja kerja. Ini akan sangat
berguna membantu Anda untuk menstimulus otak dan tubuh supaya mendapatkan
respon untuk melakukan dan mencapai impian, tanpa Anda sadari.
 Jangan lupa berdoa dan berharap agar masa depan dan impian tersebut menjadi nyata.

c. Buat Skala Prioritas


Dari setiap impian dan target di masa depan yang ingin Anda capai, buatlah skala prioritas.
 Rencana masa depan dan impian mana yang paling penting?Rencana masa depan dan
impian mana yang lebih penting?
 Rencana masa depan dan impian mana yang penting?
Sekali lagi, Anda telah memiliki beberapa target di masa depan, hal selanjutnya adalah Anda
harus membuat skala prioritas, target mana yang akan Anda capai dalam waktu dekat.
Setidaknya, Anda memiliki timeline (rencana waktu) dan deadline (target waktu) tersendiri
agar Anda tidak membuang banyak waktu.

d. Nikmati Setiap Proses


Selanjutnya, yang perlu Anda lakukan adalah menikmati setiap proses yang terjadi saat
mencapai masa depan. Terkadang untuk menikmati setiap proses, memang tidaklah mudah,
apalagi untuk menikmati proses yang membuat Anda tidak bahagia. Pasti, akan banyak
pencobaan dan ujian yang datang. Jadikan hal ini sebagai sebuah tantangan bagi diri Anda
sendiri, apakah Anda benar-benar serius menginginkan kehidupan yang baik atau hanya
sekadar ingin, tapi tidak mau berusaha? Coba pertimbangkan jawabannya sendiri ya!

e. Belajar dari Kesalahan


Poin terakhir, yaitu belajar dari kesalahan. Mengapa kita perlu belajar dari kesalahan? Karena
kesalahan merupakan guru terbaik Anda. Anda harus bisa belajar dan jangan sampai
mengulangi kesalahan yang sama. Kesalahan tidak membuat Anda kalah, namun Anda akan
kalah jika Anda tidak belajar dari kesalahan tersebut.

Tips
 Mintalah orang tua atau konselor pembimbing memberikan masukan tentang
kemampuan terbaik yang Anda miliki dan cara memanfaatkannya. Mungkin Anda
tidak setuju, tetapi mereka sudah memiliki banyak pengalaman.
 Carilah informasi dalam jaringan (daring) sebanyak mungkin tentang cara
merencanakan masa depan agar Anda tahu apa yang perlu dilakukan.
 Rencanakan kesuksesan Anda sedini mungkin!
 Jangan menunggu sampai gagal baru mau menerima nasihat yang baik.
 Jangan pernah menyerah!
 Rencanakan masa depan seperti yang Anda inginkan, tetapi bersiaplah menangkap
peluang baru.
Peringatan
 Bangkit lagi jika mengalami kegagalan.
 Jangan pernah menyerah sebelum meraih cita-cita.
 Berpikir dahulu sebelum bertindak.
 Tumbuhkan kepercayaan diri.
 Bersikaplah selektif dalam berteman dan bersosialisasi. Jadilah diri sendiri, jangan
sekadar ikut-ikutan!
 Abaikan kritik yang tidak membangun dan tetap berfokus pada tujuan.

3. Menyusun Perencanaan Masa Depan Mahasiswa Fakultas Kedokteran


Menyandang status sebagai mahasiswa kedokteran adalah prestasi yang luar biasa
membanggakan. Orang akan memandangmu sebagai individu yang berpendidikan dan berkelas
tinggi. Sejak mendengar kabar bahwa kamu diterima di fakultas kedokteran, orang-orang akan mulai
memandangmu dengan cara yang berbeda. Mereka akan memberikan pujian, memberikan
semangat, dan mulai mengagumi dirimu. Tapi apa benar sebegitu kerennya status mahasiswa
kedokteran? Apa memang hanya karena menjadi mahasiswa kedokteran kamu sudah pantas untuk
dikagumi banyak orang?
Semua orang percaya dan yakin bahwa mereka yang bisa masuk di sekolah kedokteran pasti
adalah orang-orang terpilih yang kecerdasannya di atas rata-rata. Sudah bukan menjadi sesuatu
yang aneh kalau sekolah kedokteran menjadi bidikan banyak orang. Bahkan sejak kecil, ketika
ditanya cita-citanya ingin jadi apa kebanyakan akan menjawab menjadi dokter. Ini bukan hal yang
aneh sebenarnya karena mengingat profesi dokter memang menjanjikan masa depan yang cerah
bagi seseorang.
Sesulit apa sih menjadi mahasiswa kedokteran? Mulai dari ujian yang harus kamu lalui untuk
masuk ke sekolah kedokteran, itu pasti bukanlah ujian yang biasa. Kamu harus bisa memenuhi
standar nilai yang cukup tinggi untuk bisa menembus masuk ke sekolah kedokteran. Butuh usaha
yang tidak main-main kalau kamu benar-benar ingin menyandang status sebagai mahasiswa
kedokteran.
Selama ini dikenal dua jenis mahasiswa kedokteran. Pertama adalah mereka yang benar-
benar ingin dari lubuk hatinya untuk menggeluti dunia kedokteran dan yang kedua adalah mereka
yang masuk ke sekolah kedokteran karena orang tua. Keduanya memiliki sudut pandang penilaian
yang berbeda.
Masa depan Mahasiswa fakultas kedokteran memang sangat beragam. Tinggal
memilih. Tapi banyak teman teman yang masih galau dalam belajar. Belum mendapatkan
'feel' dalam belajar. Belum mendapat semangat/motivasi yang tetap dalam mencari ilmu.
diperkirakan salah satu sebabnya adalah: Belum terarah. Kita belum tahu kemana masa depan
kita nantinya. Ini mengakibatkan kita galau, karena kadang merasa sia sia jika belajar, 'ah
buat apa aku belajar makul ini. Nanti aku ngga jadi dokter ini kok'. Atau 'ah, yang penting
aku jadi dokter, nilai bagu, lulus tepat waktu. Apapun caranya mau itu nyontek kek, kujalani.
Yang penting jadi dokter'.
Ini sebenarnya pemikiran yang kurang benar. Hal ini hanya pelampiasan saja dari satu
masalah kita, yakni belum terarahnya masa depan kita. Memang seharusnya, kita perlu
belajar secara efektif dan efisien. Apa yang kita tidak perlukan nantinya tidak perlu dipelajari.
Sebelumnya ingin rincikan lama pendidikan kita sebagai mahasiswa FK hingga menjadi
dokter.

Disini ada dua jalur, yakni jalur pendidikan akademik dan jalur pendidikan profesi.
Keduanya tidak begitu berhubungan. Namun bisa dikombinasikan. Jadi silahkan pilih ingin
menempuh salah satu atau keduanya. Menurut beberapa artikel, perbedaan antara keduanya
adalah, jika menempuh jalur akademik, ia akan menjadi seorang pakar. Sedangkan jika
menempuh pendidikan profesi, ia akan menjadi seorang ahli. Pakar dan ahli tidak sama.
Pakar itu mengetahui seluruh seluk beluk ilmu itu dari teorinya hingga praktiknya.
Sedangkan ahli hanya mengetahui sebagian teori, namun praktiknya sangat mumpuni. Itulah
perbedaan keduanya.
Berdasarkan beberapa bacaan dan pengalaman beberapa narasumber, mahasiswa
fakultas kedokteran pada umumnya memiliki 4 perencanaan masa depan. Seperti yang
terlihat pada gambar dibawah ini. Diantaranya lanjut sekolah, bekerja, menjadi dokter
profesional atau menjadikan dokter sekedar hobi.
1. Ambil S2
Setelah lulus Sarjana Kedokteran, tidak melanjutkan ke profesi dokter, namun
langsung mengambil S2 dan kemudian jadi dosen. Namun ada juga yang mengambil dengan
bidang yang sama sekali berbeda. Misalnya, setelah lulus S.Ked, mengambil Magister Ilmu
Komunikasi. Lalu bekerja di rubrik kesehatan Media Massa. Tapi terlalu ekstrim.
2. Langsung kerja
Setelah lulus Sarjana Kedokteran langsung melamar pekerjaan. S.Ked hanya sebagai
syarat kualifikasi telah sarjana saja. Ini juga ekstrim.
3. Dokter sebagai Hobi
Saya kira setiap orang ingin ini. Dokter hanya sebagai hobi, bukan pekerjaan utama.
Disini saya tekankan bahwa yang dimaksud dokter sebagai hobi adalah tidak menyandarkan
penghasilan pada pekerjaan sebagai dokter. Dengan kata lain dokter adalah pekerjaan kedua.
Pekerjaan pertamanya lah yang menjadi sumber penghasilannya. Kebanyakan orang yang
menempatkan dokter sebagai hobi, adalah wirausahawan. Sebagai wirausahawan yang sudah
mumpuni, dia tidak perlu mencari penghasilan dari pekerjaan sebagai dokter. Menjadi Dokter
biasanya hanya sarananya untuk beramal atau mengabdi pada masyarakat. Namun perlu
diingat bahwa untuk wirausahawan yang menjadikan dokter sebagai hobi ini juga tidak
mudah jalannya. Tentu dalam mendirikan usahanya itu banyak lika likunya yang kadang
bahkan lebih kejam daripada perjalanannya menjadi dokter. Tertarik?
4. Dokter Profesional
Ini adalah orang yang menempatkan pekerjaan Dokternya sebagai sumber
penghasilan utamanya. Ada beberapa tipe. Yakni dokter Struktural, Staf, Farmasi,
Fungsional.
a. Dokter Struktural
Untuk mahasiswa kedokteran yang tidak bisa duduk diam, senang berorganisasi,
gemar bersosialisasi dan punya kepemimpinan yang baik, ini adalah pilihan yang
direkomendasikan. Dokter struktural ini menjalankan tugasnya sebagai Manager. Dokter
yang menjadi direktur Rumah Sakit, menjadi kepala Puskesmas, adalah contoh dokter
struktural. Bahasa kasarnya, orang orangnya adalah yang senang rapat, rapat, dan rapat. Soal
penghasilannya jangan ditanya. Biasanya lumayan besar kok (kata dosen saya :D) Tips buat
Mahasiswa FK, kalo pengen jadi dokter struktural, rajin rajin ikut organisasi kampus atau
ekstra kampus. Insyallah manfaatnya besar kok. Dan direkomendasikan mengenyam
pendidikan S2 Administrasi Rumah Sakit (MARS) atau Manajemen Rumah Sakit (MMRS)
sebagai bekal dalam memimpin RS nantinya.
b. Dokter Staf
Staf disini maksudnya staf di Fakultas Kedokteran, atau bahasa awamnya menjadi
pengajar atau peneliti. Dokter staf ini tingkat akademiknya harus tinggi. Tidak perlu
mengenyam pendidikan profesi, hanya butuh pendidikan akademik saja. Untuk menjadi
dosen misalnya minimal perlu mengenyam pendidikan S2 dahulu. Jika prestasinya sebagai
dosen terus meningkat, pihak fakultas biasanya akan menyekolahkan dosen ke jenjang yang
lebih tinggi, seperti spesialis atau S3. Dan jika memenuhi syarat, dosen yang telah
mengenyam S3 dapat dianugrahi gelar Professor sebagai gelar akademis tertinggi. Bidang
ilmu dokter staf ada banyak. Untuk S2 dalam bidang Kedokteran bisa menempuh Program
Magister Biomedik (kepakaran yang ada biasanya : Pakar Anatomi, Fisiologi, Histologi,
Biokimia, Farmakologi, Mikrobiologi, Biologi Kedokteran, Imunologi, Parasitologi,
Patobiologi, Sains Reproduksi Kedokteran, Sains Transfusi, Onkologi, dll) , Ilmu Gizi,
Pendidikan Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Kerja, Kedokteran Keluarga,
dll. Bisa juga mengambil S2 diluar ilmu Kedokteran seperti Magister Hukum, Manajemen,
Bahkan Agama. Tidak masalah. Masalah penghasilan, tergantung dari jabatan, pendidikan,
penelitian, serta waktu mengajarnya. Semakin tinggi 4 faktor tersebut, semakin tinggi
penghasilannya. Untuk menjadi dokter staf ini modalnya adalah prestasi akademiknya harus
tinggi, yang tercermin dalam Indeks Prestasi. Nah, jadi buat teman teman yang ingin menjadi
Dokter Staf, belajar dan nilainya ditingkatkan yaa
c. Dokter Farmasi
Ini adalah dokter yang bekerja di pabrik farmasi. Saya kurang memahami tugas dokter
farmasi ini. Kata dosen saya, tugasnya antara lain melakukan riset, atau mempromosikan
produk dari pabrik farmasi. Dokter ini sering berkeliling dalam tugasnya, seringkali ke luar
negeri. Penghasilannya? Tentu besar, karena digaji pabrik farmasi
d. Dokter Fungsional
Dokter ini menjalankan tugasnya sebagai 'dokter sebenarnya', yakni melayani pasien,
berperan dalam health provider. Sebagaimana yang kita tahu, dokter adalah jalur profesi.
Tingkatan dalam pendidikan profesi ini ada 3. Yang pertama adalah Pendidikan Profesi
Dokter. Biasanya kita sebut Pendidikan Klinik/ Co Ass. Output pendidikan ini adalah Dokter
Umum. Dokter umum ini tugasnya sangat general dan terbatas kompetensinya. Maka untuk
meningkatkan kompetensi, dokter umum dapat mengikuti Program Pendidikan Dokter
Spesialis 1 (PPDS 1). Dokter PPDS 1 ini biasanya kita sebut residen. Output dari PPDS 1 ini
adalah Dokter Spesialis, yang lebih kompeten dalam melakukan tindakan medik di
bidangnya dan lebih spesifik keilmuannya. Bidang yang diambil dalam PPDS ada 2
golongan. Golongan pertama yaitu golongan besar, seperti Penyakit dalam, Bedah, Anak,
dan ObsGyn. Golongan kedua adalah Golongan kecil seperti Anestesi, Forensik, Kulit dan
Kelamin, dll. Biasanya golongan besar lah yang paling diminati, paling susah, paling killer,
dan paling luas cabang ilmunya. Selain mengikuti PPDS 1, dokter umum juga dapat
menekuni kursus tertentu untuk meningkatkan kompetensinya. Misalnya kursus kecantikan,
kursus bantuan hidup/kegawatdaruratan, kursus herbal seperti akupuntur, dll. Dokter
Spesialis yang menjadi staf, dapat lebih memperdalam dan lebih men-spesifik-kan ilmunya
lagi lewat PPDS 2 atau pendidikan untuk menjadi Konsultan. Di beberapa bidang yang luas,
seperti Penyakit dalam, Anak, Bedah, dan ObsGyn, konsultan ini lebih di spesifikkan lagi
bidang ilmunya. Namun di beberapa bidang lain tidak. Untuk menjadi Dokter spesialis, ada
beberapa faktor yang harus dipenuhi jika mau di terima PPDS. Berikut:
1) Institusi Jika yang melamar dari institusi seperti TNI/Polri, kemungkinan sangat besar
diterima. Namun jika menjadi PNS TNI/Polri, kita tidak bisa menentukan spesialisasi mana
yang akan kita ambil. Semua tergantung kebutuhan institusi.
2) Ekonomi Biaya harus dipersiapkan dengan matang. Di Indonesia, PPDS masih University
Based sehingga tidak di gaji, malah membayar. Di luar Negeri, PPDS adalah Hospital Based.
Residen tidak membayar, malah di bayar, meskipun setara asisten dokter
3) Nilai tes Nilai tes sangat penting. Apapun Faktor di atas jika nilai tes nya jelek tentu tidak
akan diterima. Disini yang ditekankan adalah pengetahuan tentang spesialisasinya. Maka
sejak dari sekarang, hendaknya kita sudah mendalami kesukaan kita masing masing.
Misalnya, besok ingin mengambil bedah, maka dari sekarang kita harus sudah banyak
membaca tentang bedah.
4) Attitude Ini harus, sudah kewajiban. Di FK, attitude nomor 1
5) Jangan ambisius Pesan dosen saya, jika mengambil spesialisasi, jangan ambisius. Misal
jika ingin melamar Obsgyn, sudah 2x tidak diterima, maka terima saja. Jangan di teruskan.
Cari spesialisasi yang lain.

Berikut adalah beberapa Spesialisasi dari ilmu kedokteran


1) Ilmu Penyakit Dalam (Interna)
Adalah cabang ilmu kedokteran yang sangat luas. Ilmu penyakit dalam mempelajari
tentang penyakit non bedah pada dewasa. Beberapa cabang ilmu penyakit dalam telah
menjadi spesialisasi tersendiri. PPDS Ilmu Penyakit dalam rata rata ditempuh dalam 9
semester/ 4,5 tahun. Gelar: Sp.PD. Subspesialis penyakit dalam mempunyai beberapa
peminatan. Antaralain: a) Alergi Imunologi (KAI) b) Metabolik Endokrin (KEMD) c) Gastro
Entero Hepatologi (KGEH) d) Hematologi Onkologi Medik (KHOM) e) Kardiovaskuler
(KKV) f) Psikosomatik (KPsi) g) Rheumatologi (KR) h) Penyakit Tropis dan Infeksi (KPTI)
i) Geriatri (KGer) j) Pulmonologi (KP) k) Ginjal Hipertensi (KGH) l) Hepatologi (KH)
Pendidikan Subspesialis ditempuh dalam 2-3 tahun Organisasi: PAPDI (Perhimpunan
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia) Beberapa cabang ilmu penyakit dalam yang
telah menjadi spesialisasi tersendiri antara lain:
a) Ilmu Kedokteran Jantung dan Pembuluh darah (Kardiovaskuler)
Adalah spesialisasi yang menangani pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh
darah. Memiliki kemampuan untuk melebarkan atau memasang cincin pada penyempitan
pembuluh darah koroner yang menyebabkan serangan jantung, memasang alat pacu jantung,
dan berbagai tindakan invasif lainnya. Lama pendidikan spesialisasi ini adalah 10 semester/ 5
tahun. Gelar: Sp.JP Subspesialis: Sp.JP(K) -Intervensi Kardiologi dan Elektrofisiologi -
Ekokardiografi -dll Organisasi: PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular
Indonesia
b) Ilmu Kedokteran Paru dan Respirasi (Pulmonologi)
Adalah spesialisasi yang menangani berbagai penyakit paru. Lama pendidikan PPDS
ini adalah 7 semester/ 3,5 tahun. Gelar: Sp.P
Subspesialis: Sp.P(K) -Infeksi paru -Onkologi paru dan mediastinum -Pulmonologi
intervensi dan gawat napas -Asma dan PPOK -Penyakit paru kerja dan Lingkungan -
Imunologi Respirasi -Faal Paru Klinik
Organisasi: PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia)
c) Ilmu Kedokteran Saluran Kemih (Urologi)
Adalah spesialisasi yang menangani penyakit dan kelainan di saluran kemih. Lama
pendidikan spesialisasi ini adalah 10 semester/ 5 tahun. Gelar: Sp.U
Sub Spesialis: Sp.U(K) -Urologi Anak -Tumor Urologi -Urologi Wanita -Urologi
Andrologi -Batu Saluran Kemih -Prostat -Urologi Rekonstruksi -Gangguan Fungsi Berkemih
Organisasi: IAUI (Ikatan Ahli Urologi Indonesia)
2) Ilmu Kesehatan Anak (Pediatri)
Adalah spesialisasi kedokteran yang berkaitan dengan bayi dan anak. Luas bidang ini
hampir sama dengan Penyakit dalam, hanya saja menangani pasien anak. Lama pendidikan
spesialisasi ini adalah 8 semester/ 4 tahun. Gelar: Sp.A
Subspesialis: Sp.A(K) a) Tropik Infeksi b) Respirologi c) Gastro Hepatologi d)
Pediatri Gawat Darurat e) Hematologi Onkologi f) Pediatrik Sosial g) Endokrinologi h)
Nefrologi i) Alergi Imunologi j) Perinatologi k) Kardiologi l) Neurologi m) Nutrisi
Metabolik n) Pencitraan o) Kesehatan Remaja
Organisasi: IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)
3) Ilmu Bedah (Surgery)
Adalah Ilmu yang menangani penyakit atau luka dengan operasi manual dan
instrumen. Organisasi yang menaungi seluruh organisasi bedah di Indonesia adalah IKABI
(Ikatan Ahli Bedah Indonesia) Bedah Umum (General Surgery) Adalah pokok dari
spesialisasi bedah sebelum bercabang ke spesialisasi bedah lain. Lama pendidikan
spesialisasi bedah umum adalah 10 semester/ 5 tahun. Organisasi: PABI (Perhimpunan Ahli
Bedah Umum Indonesia) Gelar: Sp.B
Subspesialis antara lain: a) Bedah Digestif (KBD) b) Bedah Onkologi ((K)Onk)
Adalah spesialisasi yang melayani pembedahan tumor dan kanker. Organisasi: PERABOI
(Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia) c) Bedah Plastik (KBP) d) Bedah Kepala
Leher((K)KL) e) Trauma ((K)Trauma) f) Bedah Vaskuler (KBV) g) Bedah Thorax
Kardiovaskuler (KBTKV)
Terdapat pula cabang ilmu bedah yang telah menjadi spesialisasi tersendiri di
Indonesia. Antaralain:
a) Bedah Anak (Pediatric Surgery) Adalah spesialisasi yang melayani pembedahan
pada pasien anak. Lama pendidikan 10 semester. Gelar: Sp.BA
Subspesialis: Sp.BA(K)
Organisasi: PERBANI (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Anak Indonesia)
b) Bedah Urologi (Urologic Surgery) Spesialisasi yang melayani pembedahan pada
saluran kemih, seperti ginjal, alat alat kelamin, dll. Lama pendidikan spesialisasi ini 10
semester/ 5 tahun. Gelar: Sp.U / dulu Sp.BU
Subspesialis: Sp.U(K)
Organisasi: IAUI (Ikatan Ahli Urologi Indonesia)
c) Bedah Digestif (Digestive Surgery) Spesialisasi bedah untuk penyakit organ-organ
pencernaan seperti usus, hati, pankreas, kantong empedu. Gelar: Sp.BD
Subspesialis: Sp.BD(K)
Organisasi: IKABDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia)
d) Bedah Thorax Kardiovaskuler (Cardiothoracis Surgery) Spesialisasi yang
menangani bedah pada organ dada, termasuk jantung dan pembuluh darah, serta paru-paru.
Lama pendidikan spesialis ini adalah 10 semester/ 5 tahun. Gelar: Sp.BTKV
Subspesialis:Sp.BTKV(K)
Organisasi: HBTKI (Himpunan Bedah Thorax Kardiovaskuler Indonesia)
e) Bedah Saraf (Neurosurgery) Spesialisasi yang menangani pembedahan saraf
seperti otak, tulang belakang, dan saraf lainnya. Lama pendidikan PPDS ini adalah 11
Semester/ 5,5 tahun. Gelar: Sp.BS
Subspesialis: Sp.BS(K)
Organisasi: PERSPEBSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Saraf Indonesia)
f) Bedah Orthopedi (Orthopedic Surgery) Adalah spesialisasi yang menangani
pembedahan tulang, otot dan ligamen (jaringan yang menyambung otot dan tulang), serta
keadaan yang diakibatkan oleh trauma atau luka akibat kecelakaan, bencana dan sebagainya.
Lama pendidikan PPDS ini 9 semester atau 4,5 tahun. Gelar: Sp.OT
Subspesialis: Sp.OT(K) -Bedah Tangan -Bedah bahu dan siku -Rekonstruksi sendi
total (Artroplasti) -Ortopedi anak -Bedah kaki dan pergelangan kaki (Podiatri) -Bedah tulang
belakang (Spine) -Onkologi Muskuloskeletal -Bedah Kedokteran Olahraga -Trauma
Ortopedi
Organisasi: PABOI (Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi
Indonesia)
g) Bedah Plastik (Plastic Surgery) Adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang
bertujuan untuk merekonstruksi atau memperbaiki bagian tubuh manusia melalui operasi
kedokteran. Lama pendidikan spesialisasi ini adalah 10 semester. Gelar: Sp.BP
Subspesialis: Sp.BP(K) -Kraniofasial -Bedah Mikro -Bedah Tangan -Luka bakar -
Rekonstruksi pasca ablasi tumor -Bedah Genitalia Eksterna -Bedah Estetika
Organisasi: PERAPI (Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia)
4) Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan (Obstetri Gynecology)
Adalah ilmu yang mempelajari tentang kandungan dan penyakit sistem reproduksi
wanita. Lama pendidikan spesialisasi ini adalah 9 semester. Gelar: Sp.OG
Subspesialis: a) Janin dan ibu hamil/ Feto-maternal (KFM) b) Fertilitas Endokrinologi
Reproduksi (KFer) c) Uroginekologi rekonstruksi d) Obstetri Ginekologi Sosial e) Onkologi
Ginekologi (KOnk) f) Kesehatan Reproduksi g) Ginekologi spesialistik
Organisasi: POGI (Perkumpulan Obstetri Ginekologi Indonesia)
5) Ilmu Bius (Anestesiologi dan Reanimasi)
Adalah spesialisasi yang melayani pembiusan serta perawatan gawat darurat. Lama
pendidikan 7 semester Gelar: Sp.An
Subspesialis: a) Intensive Care (KIC) b) Bedah Kardiovaskuler (KAKV) c) Anestesi
Lokal (KNA) d) Anestesi Pediatri (KAP) e) Anestesi Endokrin (KMN) f) Anestesi Regional
(KAR) g) dll
Organisasi: IDSAI (Ikatan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Reanimasi Indonesia)
PERDATIN (Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia)
6) Ilmu Penyakit Saraf (Neurologi)
Adalah spesialisasi yang menangani penyakit-penyakit saraf atau terkait dengan
fungsi otak, saraf tulang belakang, dan saraf tepi. Penyakit-penyakit seperti stroke,
kelumpuhan, ayan atau epilepsi adalah contoh penyakit yang ditangani oleh spesialisasi ini.
Lama pendidikan 8 semester. Gelar: Sp.S
Subspesialis: Sp.S(K) -Serebrovaskular, Neurosonologi, dan Neurologi Intervensi -
Neurotrauma -Neuroinfeksi dan Imunologi -Epilepsi -Neurofisiologi Klinis -Neuromuskular,
Saraf Perifer -Neurobehaviour -Neurogeriatri -Neurorestorasi -Neuro-oftalmologi -Neuro-
otologi -Neuro-intensif (KIC) -Neuropediatri -Neurokomunitasi
Organisasi: PERDOSSI (Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia)
7) Ilmu Kesehatan Jiwa (Psikiatri)
Adalah spesialisasi yang menangani pasien-pasien jiwa (gila), gangguan mental
lainnya. Lama pendidikan 8 semester. Gelar: Sp.KJ
Subspesialis: Sp.KJ(K) -Neuropsikiatri dan Psikometri -Psikoterapi -Psikiatri Anak
dan remaja -Psikiatri Geriatri -Psikiatri Adiksi -Consultation-Liaison Psychiatry -Psikiatri
Forensik -Psikiatri Komunitas, Rehabilitasi Psikiatri dan Trauma Psikososial
Organisasi: PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia)
8) Ilmu Penyakit Mata (Ophtalmology)
Adalah spesialisasi yang mempelajari tentang penyakit mata dan penglihatan. Lama
pendidikan 7 semester. Gelar: Sp. M
Subspesialis: Sp.M(K) -Kornea & Bedah Refraktif -Infeksi dan Immunologi -Vitreo-
Retina -Strabismus -Neuro Oftalmologi -Glaukoma -Pediatrik Oftalmologi -Refraksi -
Rekonstruksi -Onkologi mata
Organisasi: PERDAMI (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia)
9) Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher (Ear Nose Throat
(Otolaryngology) - Head Neck Surgery)
Adalah spesialisasi yang mempelajari tentang penyakit di bagian telinga, hidung,
tenggorok serta kelainan kelainan fungsinya, juga melakukan pembedahan pada bagian
kepala dan leher. Lama pendidikan 8 semester Gelar: Sp.THT-KL
Subspesialis: Sp.THT-KL(K) -Otologi -Neurotologi -Rinologi -Laringo-Faringologi -
Onkologi Kepala Leher -Plastik Rekonstruksi -Bronkoesofagologi -Alergi Imunologi -THT
Komunitas
Organisasi: PERHATI-KL (Perhimpunan Dokter Spesialis THT-KL)
10) Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin (Dermatologi)
Adalah spesialisasi yang menangani penyakit dan kelainan di kulit serta kelamin.
Beberapa terkonsentrasi pada kecantikan dan kosmetik. Lama pendidikan 7 semester. Gelar:
Sp.KK
Subspesialis: Sp.KK(K) -Tumor dan Bedah Kulit -Dermatologi Kosmetik -Alergi
Imunologi -Dermatomikologi -Infeksi Menular Seksual -Dermatologi Anak -Divisi Morbus
Hansen -Divisi Patologi Anatomi -Dermatologi Umum
Organisasi: PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
Indonesia)
11) Ilmu Kedokteran Kehakiman (Forensik & Medikolegal)
Adalah spesialisasi yang bertugas menangani ilmu kedokteran yang berhubungan
dengan penegakan hukum. Lama pendidikan 6 semester. Gelar: Sp.F
Subspesialis: Sp.F(K) -Forensik Klinik -Patologi Forensik -Medikolegal
Organisasi: PDFI (Perhimpunan Dokter Spesialis Forensik Indonesia)
12) Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik (Medical Rehabilitation)
Adalah spesialisasi yang melakukan rehabilitasi fungsi-fungsi fisik dan organ yang
mengalami gangguan akibat kondisi dan penyakit tertentu misalnya pasien pasca stroke yang
kesulitan berbicara dan berjalan, pasien dengan fungsi paru yang menurun akibat penyakit
paru kronis atau menahun dan lain-lain. Lama pendidikan 10 semester. Gelar: Sp.RM
Subspesialis: Sp.RM(K)
Organisasi: PERDOSRI (Perhimpunan Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi Medik
Indonesia)
13) Ilmu Kedokteran Olahraga (Sports Medicine)
Adalah spesialisasi yang menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk
meningkatkan kesehatan, kebugaran, prestasi dan produktivitas kerja. Lama pendidikan 7
semester. Gelar: Sp.KO
Organisasi: PDSKO (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga)
14) Ilmu Kedokteran Kerja (Okupasi)
Adalah spesialisasi yang menerapkan ilmu kedokteran dengan pendekatan
komprehensif melalui kedokteran promotif, prenventif, kuratif dan rehabilitatif terhadap
tenaga kerja individual dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya, dan sesama komunitas
pekerja lainnya. Lama pendidikan 6 semester. Gelar: Sp.OK
Organisasi: PERDOKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi
Indonesia)
15) Radiologi
Adalah spesialisasi yang melakukan pemeriksaan image atau gambar-gambar medis
seperti foto rontgen, CT-Scan, MRI, dan prosedur-prosedur lain untuk membantu
mendiagnosis penyakit pasien dan pada keadaan tertentu mengobati pasien. Dokter ini juga
memberikan terapi radiasi untuk pasien penderita kanker. Lama pendidikan 7 semester.
Gelar: Sp.Rad
Subspesialis: Sp.Rad(K) -Onkologi Radiasi -Imaging Payudara -Neuroradiologi -
Radiologi Intervensional dan Kardiovaskuler -Radiologi Muskuloskeletal -Radiologi Traktus
Digistivus -Kedokteran Nuklir -Radiologi Anak -Radiologi Kepala dan Leher -Radiologi
Toraks -Radiologi Traktus Urinarus dan Genital
Organisasi: PDSRI (Perhimpunan Dokter Spesialis Radiologi Indonesia)
Terdapat Subspesialisasi yang telah menjadi spesialisasi tersendiri. Yaitu: Onkologi
Radiasi Adalah spesialisasi yang memberikan terapi radiasi untuk pasien penderita kanker.
Lama pendidikan 7 semester. Gelar: Sp.OnkRad Organisasi: PORI (Perhimpunan Dokter
Spesialis Onkologi Radiasi Indonesia)
16) Patologi Anatomi
Adalah spesialisasi yang bekerja di laboratorium, memeriksa sel dan jaringan tubuh.
Sebagai contoh apabila seseorang memiliki benjolan di payudara, maka dokter spesialis ini
bisa mengambil contoh benjolan tersebut untuk diperiksa untuk menentukan apakah benjolan
tersebut jinak atau ganas. Sering dokter spesialis bidang lain mengirim contoh jaringan ke
Sp.PA untuk mendapatkan masukan tentang diagnosis dan pengobatan pasiennya. Lama
pendidikan 6 tahun. Gelar: Sp.PA
Subspesialis: Sp.PA(K) -Patologi Kulit -dll
Organisasi: IAPI (Ikatan Ahli Patologi Indonesia)
17) Patologi Klinik
Adalah spesialisasi yang bertugas di laboratorium untuk memeriksa dan
menginterpretasi pemeriksaan laboratorium pasien, contohnya pemeriksaan darah,
pemeriksaan cairan otak, pemeriksaan lab yang lain. Biasanya mereka tidak membuka
praktek sendiri dengan gelar spesialisnya, tapi kadang mereka berpraktek sebagai dokter
umum. Lama pendidikan 8 semester. Gelar: Sp.PK
Subspesialis: -Hematologi dan Hemostasis (KH) -Kardiovaskuler (KKV) -Bank darah
& Transfusi -Infeksi & Penyakit tropik -Metabolic-endokrin -Alergi-imunologi -Onkologi -
Respirasi -Urologi -Gastroentero Hepatologi
Organisasi: PDS PATKLIN (Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik
Indonesia)
18) Mikrobiologi Klinik (Clinical Microbiology)
Adalah spesialisasi yang mengidentifikasi kuman yang menyebabkan penyakit pada
pasien. Lebih banyak bekerja di laboratorium. Lama pendidikan 6 semester. Gelar: Sp.MK
Subspesialis: Sp.MK(K) -Mikrobiologi umum -Imunologi -Biologi Molekuler -
Antibiotika
Organisasi: PAMKI (Perhimpunan Ahli Mikrobiologi Klinik Indonesia)
19) Parasitologi Klinik
Adalah spesialisasi yang mengidentifikasi parasit yang menyebabkan penyakit pada
pasien. Lama pendidikan 9 semester. Gelar: Sp.ParK
Subspesialis: -Helmintologi -Protozoologi : Protozoa Usus & Malaria -Entomologi -
Mikologi
Organisasi: PDS PARKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Parasitologi Klinik
Indonesia)
20) Gizi Klinik
Adalah spesialisasi yang menangani perawatan gizi pada penyakit seperti pada
diabetes, kegemukan dan keadaan-keadaan lain yang memerlukan penanganan gizi. Lama
pendidikan 6 semester Gelar: Sp.GK
Organisasi: PDGKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia) PDGMI
(Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Medik Indonesia)
21) Akupuntur Klinik
Adalah spesialisasi yang menerapkan ilmu akupuntur kedalam kedokteran medis. Lama
pendidikan 6 semester. Gelar: Sp.AK
Organisasi: PDA (Perhimpunan Dokter Spesialis Akupuntur Klinik)
22) Ilmu Khasiat Obat (Farmakologi Klinik)
Adalah spesialisasi yang mempelajari efek-efek dari obat-obatan pada sukarelawan
sehat dan pasien. Pada akhirnya, hasil dan efek samping dari ibat-obatan dapat diketahui dan
dibandingkan. Lama pendidikan 6 semester. Gelar: Sp.FK
Subspesialis: Sp.FK(K)
Organisasi: PERDAFKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Farmakologi Klinik
Indonesia)
23) Ilmu Kesehatan Pria (Andrologi)
Adalah spesialisasi yang menangani kelainan-kelainan terkait hormon seksual dan
fertilitas pada laki-laki. Lama pendidikan 6 semester. Gelar: Sp. And
Organisasi: PERSANDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia)
24) Ilmu Kedokteran Nuklir (Nuclear Medicine)
Adalah spesialisasi ilmu kedokteran yang dalam kegiatannya menggunakan radioaktif
terbuka, baik untuk diagnosis maupun dalam pengobatan penyakit, atau dalam penelitian.
Lama pendidikan 7 semester. Gelar: Sp.KN
Organisasi: PKNI (Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia)
25) Ilmu Kedokteran Kedaruratan (Emergensi Medik)
Adalah spesialisasi dengan kemampuan multidisiplin untuk bekerja di ruang
emergensi dengan standar yang tinggi, berperan sebagai penghubung antara masyarakat yang
membutuhkan pelayanan, dengan berbagai spesialis yang akan memberikan pelayanan
definitif. Lama pendidikan 8 semester. Gelar: Sp.EM
Organisasi: PERDAMSI (Perhimpunan Dokter Ahli Emergensi Indonesia) Program
Pendidikan Dokter Spesialis ini belum mendapat akreditasi dari MKIK
26) Ilmu Kedokteran Penerbangan
Adalah spesialisasi yang ruang lingkupnya adalah bandara dan staf nya, pesawat,
hingga luar angkasa. Lama pendidikan 9 semester. Gelar: Sp.KP
Organisasi: PERDOSPI (perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan
Indonesia)
27) Ilmu Kedokteran Kelautan (Hyperbaric Medicine)
Sedang diwacanakan. Adalah spesialisasi yang menangani bidang kesehatan maritim
/pelabuhan/pekerjaan lepas pantai dan kesehatan pesisir. Gelar: Sp.KL
Organisasi: PERDOKLA (Perhimpunan Kedokteran Kelautan)
28) Ilmu Geriatri
Sedang diwacanakan Gelar: Sp.Ger
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa Secara umum pengertian perencanaan
adalah suatu proses menentukan hal-hal yang ingin dicapai (tujuan) di masa depan serta
menentukan berbagai tahapan yang diprelukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Cara menyusun masa depan dengan rencanakan kehidupan dengan lebih baik, tuliskan
impian anda, buat skala prioritas, nikmati setiap proses dan belajar dari kesalahan.
Masa depan Mahasiswa fakultas kedokteran memang sangat beragam. Tinggal
memilih. Disini ada dua jalur, yakni jalur pendidikan akademik dan jalur pendidikan profesi.
Keduanya tidak begitu berhubungan. Namun bisa dikombinasikan. Jadi silahkan pilih ingin
menempuh salah satu atau keduanya.
Berdasarkan beberapa bacaan dan pengalaman beberapa narasumber, mahasiswa
fakultas kedokteran pada umumnya memiliki 4 perencanaan masa depan. Seperti yang
terlihat pada gambar dibawah ini. Diantaranya lanjut sekolah, bekerja, menjadi dokter
profesional atau menjadikan dokter sekedar hobi.

Saran
Dengan kekurangan makalah sederhana ini yang jauh dari kata-kata sempurna, kami sebagai
penulis sangat mengharapkan masukan dari semua pihak terutama bagi pembaca untuk
kebaikan makalah kami mendatang. Bagi pembaca kami menyarankan untuk mengetahui
banyak referensi berkaitan dengan materi ini, dengan tujuan agar tercapainya pemahaman
yang benar tentang Perencanaan Masa Depan Mahasiswa Fakultas Kedokteran.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.kompasiana.com/nabilcuy/552abcaaf17e619938d623de/masa-depan-mahasiswa-
kedokteran
http://www.berkuliah.com/2016/07/mahasiswa-cara-menjadi-mahasiswa-kedokteran-yang-
sukses.html
https://id.wikihow.com/Merencanakan-Masa-Depan-yang-Sukses
https://www.finansialku.com/menyusun-rencana-masa-depan/
https://www.maxmanroe.com/vid/manajemen/pengertian-perencanaan.html