Anda di halaman 1dari 7

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


LAPORAN PRAKTIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
Semester VI Generator Penguat Terpisah Bella Citra Yovidiyanti
No. SK/EKO/PTE /00 Tanggal praktik : 19 Feb 2018 15501241046

1. KOMPETENSI
Mampu melakukan instalasi dan mengoperasikan alternator penguat terpisah.

2. ALAT DAN BAHAN


a. Genset 3 fasa 1 buah
b. Sumber tegangan DC variable 1 buah
c. Voltmeter AC/DC 2 buah
d. Ampermeter AC 1 buah
e. Ampermeter DC 3 buah
f. Cos Ø meter 1 buah
g. Papan hubung 1 buah
h. Saklar 3 fasa 7 buah
i. Ballast 125 W dan 250 W 6 buah
j. Kapasitor 6 µF, 10 µF, 14 µF 9 buah
k. Lampu pijar 150 watt 6 buah
l. Kabel jumper secukupnya

3. KESELAMATAN KERJA

- Bekerjalah dengan keadaan tanpa tegangan pada saat membuat rangkaian dan mengubah
rangkaian
- Pastikan seluruh pakaian yang anda kenakan kering
- Jauhkan peralatan yang tidak diperlukan dari tempat pengambilan data
- Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan

Dibuat oleh : Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen Diperiksa oleh :
TIM tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
Semester VI Generator Penguat Terpisah Bella Citra Yovidiyanti
No. SK/EKO/PTE /00 Tanggal praktik : 19 Feb 2018 15501241046

4. TEORI DASAR
Generator Serempak juga disebut generator arus bolak-balik atau disebut juga altenator, adalah
suatu mesin yang berfungsi mengubah daya mekaik menjadi daya listrik bolak-balik. Prinsip
dasar generator arus bolak-balik adalah hukum Faraday yang menyatakan bahwa jika
sebatang penghantar berada pada garis-gsris gaya magnet yang berubah-ubah, maka pada
penghantar tersebut akan terbentuk gaya gerak listrik (ggl).
Hubungan antara jumlah kutub (pasang kutub), frekuensi dan putaran generator adalah
sebagai berikut :
f = (p.n)/60

f : Frekuensi yang dihasilkan (Hz)


n : Jumlah putaran generator (rpm)
p : Jumlah pasang kutub

5. GAMBAR RANGKAIAN

LANGKAH KERJA

Dibuat oleh : Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen Diperiksa oleh :
TIM tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
Semester VI Generator Penguat Terpisah Bella Citra Yovidiyanti
No. SK/EKO/PTE /00 Tanggal praktik : 19 Feb 2018 15501241046

1) Pasanglah rangkaian generator penguat terpisah sebagai gambar yang ada dalam jobsheet.
2) Catatlah hasil pengamatan. Isilah data sesuai dengan tabel berikut
Bebani generator dengan beban resistif dengan menggunakan lampu pijar, dan catat hasil
pengamatan sesuai Tabel 7.1
Tabel 7.1. Generator dengan Beban Resistif

Tegangan Arus beban Cos Putar Kemagnetan


Beban Ø an Daya
V-R V-S V-T I-R I-S I-T leading (rpm)
V I(mA)
0 200 200 200 1920 110 200 32
LP. 150
195 195 195 1 0,2 0,7 0,99 1913 110 200 32
W
LP. 300
190 190 190 1,35 1,35 1,35 0,99 1905 110 200 32
W

3) Bebani generator dengan beban resistif-induktif dengan menggunakan lampu pijar dan
ballast. Catat hasil pengamatan sesuai Tabel 7.2
Tabel 7.2. Generator dengan Beban Resistif dan Reaktansi Induktif
Tegangan Arus beban Cos Kemagnetan
Putaran
Beban Ø
V-R V-S V-T I-R I-S I-T laggng
(rpm) V I(mA)
0 200 200 200 1920 110 200
LP. 150 W
185 185 185 1,3 1,4 1,4 0,62 1911 110 220
Bls. 125 W
LP. 150 W
175 175 175 1,9 2,1 2,3 0,42 1907 110 220
Bls. 250 W
LP. 150 W
165 165 165 2,51 2,9 2,85 0,44 1911 110 220
Bls. 375 W
LP. 300 W
180 180 180 1,75 1,85 1,8 0,8 1900 110 220
Bls. 125 W
LP. 300 W
173 173 173 2,2 2,35 2,4 0,63 1903 110 220
Bls. 250 W
LP. 300 W
150 150 150 2,7 3,1 2,95 0,47 1906 110 220
Bls. 375 W

Dibuat oleh : Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen Diperiksa oleh :
TIM tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
Semester VI Generator Penguat Terpisah Bella Citra Yovidiyanti
No. SK/EKO/PTE /00 Tanggal praktik : 19 Feb 2018 15501241046

4) Bebani generator dengan beban resistif-kapasitif dengan menggunakan lampu pijar, ballast
dan kapasitor . Gunakan kapaistor 6 µF, 10 µF, dan,14 µF dan catat hasil pengamatan
sesuai Tabel 7.3

Tabel 7.3. Generator dengan Beban Resistif, Reaktansi Induktif, dan Kapasitif
Cos Kemagneta
Tegangan Arus beban Putaran
Beban Ø n
(rpm)
V-R V-S V-T I-R I-S I-T lagging V I(mA)
0 200 200 200 1906 110 225
LP. 150 W
Bls. 125 W 195 195 195 1,2 0,5 1 0,98 1896 110 225
C. 14 µF
LP. 150 W
Bls. 250 W 190 190 190 1,3 0,97 1,35 0,86 1891 110 225
C. 20 µF
LP. 150 W
Bls. 375 W 180 180 180 1,7 1,5 1,7 0,68 1893 110 225
C. 24 µF
LP. 300 W
Bls. 125 W 195 195 195 1,75 1,5 1,5 0,99 1881 110 225
C. 14 µF
LP. 300 W
Bls. 250 W 185 185 185 1,8 1,6 1,8 0,94 1885 110 225
C. 20 µF
LP. 300 W
Bls. 375 W 180 180 180 1,9 2 2,05 0,74 1884 110 225
C. 24 µF

TUGAS
a. Jelaskan karakteristik dari generator penguat terpisah.
Karakteristik tegangan (V) pada generator penguat terpisah relatif konstan dan tegangan
akan menurun sedikit ketika arus beban (I) dinaikkan. Sedangkan untuk karakteristik dari
generator penguat terpisah antara lain :

Dibuat oleh : Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen Diperiksa oleh :
TIM tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
Semester VI Generator Penguat Terpisah Bella Citra Yovidiyanti
No. SK/EKO/PTE /00 Tanggal praktik : 19 Feb 2018 15501241046

1) saat eksitasi penuh (Ie 100%) dan saat eksitasi setengah (Ie 50%). Ie adalah arus eksitasi
dan I adalah arus beban. Tegangan output generator akan sedikit turun jika arus beban
semakin besar.
2) Kerugian tegangan akibat reaksi jangkar
3) Penurunan tegangan akibat resistansi jangkar dan reaksi jangkar, selanjutnya
mengakibatkan turunnya pasokan arus penguat ke medan magnet, sehingga tegangan
induksi menjadi kecil.
b. Pada pengambilan data Tabel 7.3, capasitor mana yang paling baik digunakan?
Dilihat dari hasil tabel 7.3 capasitor yang paling baik digunakan adalah capasitor 14 µF. Hal
ini karena pada percobaan yang dilakukan menggunakan beban kapasitif (capasitor 14 µF)
cos phi yang dihasilkan sebesar 0,99 (mendekati 1).
c. Lakukan analisis dan buatlah kesimpulan dari hasil praktikum.
1) Analisis :
Berdasarkan dari hasil tabel 7.1 generator dengan beban resistif apabila tidak
berbeban maka tegangan menunjukkan 200 Volt dan putarannya 1920 rpm. Ketika diberi
beban menggunakan lampu pijar 150 Watt, tegangan menurun menjadi 195 Volt, cos phi
= 0,99 dan putarannya 1913 rpm. Saat beban ditambah menggunakan lampu pijar 300
Watt, tegangan menurun menjadi 190 volt dan putaran 1905 dengan besar cos phi yang
masih sama. Untuk arus dan tegangan kemagnetan selama kegiatan praktik memiliki hasil
yang sama, yaitu sebesar 110 Volt dan 200mA.

Dibuat oleh : Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen Diperiksa oleh :
TIM tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
Semester VI Generator Penguat Terpisah Bella Citra Yovidiyanti
No. SK/EKO/PTE /00 Tanggal praktik : 19 Feb 2018 15501241046

Hasil tabel 7.2 gnerator dengan beban resistif dan reaktansi induktif
menggunakan lampu pijar (150 & 300 watt) dan ballast (125, 250 & 375 watt). Jika tidak
berbeban besarnya tegangan dan putaran sama dengan tabel 7.1 tanpa beban. Ketika
diberi beban lampu pijar 150 watt dan ballast 125 watt, tegangan turun menjadi 185 volt,
cos phi 0,62 dan putarannya 1911 rpm. Ketika ballast yang digunakan sebesar 250 watt,
tegangan menurun menjadi 175 volt, cos phi 0,42 dan putaran 1907rpm. Saat ballast yang
digunakan sebesar 375 watt maka tegangan semakin menurun menjadi 165 volt, cos phi
0,44 dan putaran 1911rpm.
Beban dinaikkan lagi dengan menggunakan lampu pijar sebesar 300 watt. Saat
beban lampu pijar ditambah dengan ballast sebesar 125 watt tegangannya menjadi 180
volt, cos phi 0,8 dan putaran 1900rpm. Beban pada ballast ditambah menjadi 250 watt
maka tegangan turun menjadi 173 volt, cos phi 0,63 dan putaran 1903rpm. Beban ballast
ditambah lagi sehingga menjadi 375 watt, sehingga besarnya tegangan 150 volt, cos phi
0,47 dan putaran 1906rpm. Untuk arus dan tegangan kemagnetan selama kegiatan praktik
memiliki hasil yang sama, yaitu sebesar 110 Volt dan 220mA.
Tabel 7.3 generator dengan beban resistif, reaktansi induktif dan kapasitif
menggunakan beberapa variasi beban. Saat tidak berbeban tegangan sebesar 200 volt dan
putarannya 1906rpm. Saat beban resistif 150 watt, reaktansi induktif 125 watt dan
kapasitif 14µf, tegangan menjadi sebesar 195 volt, cos phi 0,98 dan putaran 1896 rpm.
Beban resistif 150 watt, reaktansi induktif 250 watt dan kapasitif 20µf, tegangan turun
menjadi 190 volt, cos phi 0,86 dan putaran 1891rpm. Beban resistif 150 watt, reaktansi
induktif 375 watt dan kapasitif 24µf, tegangan menjadi 180 volt, cos phi 0,68 dan putaran
1893rpm.
Beban resistif diubah menjadi 300 watt, reaktansi induktif 125 watt dan kapasitif
14µf, tegangan berubah menjadi 195 volt, cos phi 0,99 dan putaran 1881rpm. Beban
resistif sama, reaktansi induktif 250 watt dan kapasitif 20µf, tegangan menjadi 185 volt,
cos phi 0,94 dan putaran 1885rpm. Beban resistif sama, reaktansi induktif 375 watt dan
kapasitif 24µf, tegangan turun menjadi 180volt, cos phi 0,74 dan putaran 1884rpm.

Dibuat oleh : Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen Diperiksa oleh :
TIM tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
LAPORAN PRAKTIK PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
Semester VI Generator Penguat Terpisah Bella Citra Yovidiyanti
No. SK/EKO/PTE /00 Tanggal praktik : 19 Feb 2018 15501241046

2) Kesimpulan
Pada percobaan terlihat bahwa beban resistif memiliki cos phi = 1. Untuk beban
induktif putaran generator berbanding lurus dengan besar reaktansi induktif. Untuk
beban kapasitif sendiri, putaran generator berbanding terbalik dengan besarnya beban
kapasitif. Dari rumus yang ada diatas dapat diketahui jika besarnya frekuensi
dipengaruhi oleh jumlah putaran. Apabila putaran turun maka frekuensi juga akan turun.
Pada hasil percobaan yang sudah dilakukan, banyaknya putaran cenderung stabil setiap
ada penambahan beban, jadi dapat disimpulkan juga apabila frekuensi yang dihasilkan
juga cenderung stabil.

Dibuat oleh : Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dokumen Diperiksa oleh :
TIM tanpa ijin tertulis dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta