Anda di halaman 1dari 7

MENGHITUNG JEJAK KARBON AKTIVITAS INDIVIDU

DAN PENGURANGANNYA
Sindi L Sebayang, [ Ayu Putri Ningsih, S.Si, M.Si ]
Program Studi Pendidikan Biologi
Lestarisindi559@gmail.com [ Ayuputriningsih@unimed.ac.id ]

ABSTRAK
Semakin banyak dan beragam aktivitas manusia, maka semakin banyak emisi karbon yang
dibuang ke lingkungan. Besarnya akumulasi emisi karbon akibat aktivitas manusia dalam
waktu tertentu disebut jejak karbon atau carbon footprint. Jejak karbon sering dijadikan
acuan untuk mengukur berapa banyak emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh suatu
aktivitas atau oleh suatu proses produksi barang atau jasa. Dalam penelitian jejak karbon
individu (penulis) dengan menggunakan web dari kalkulator jejak karbon yaitu
http://iesr.or.id/carboncalculator. Data informasi diambil dari kegiatan sehari-hari untuk
dihitung jejak karbonnya. Total jejak karbon harian yang didapatkan adalah 6,974.61 gram
CO2 dan dilakukan pengurangan menjadi 5,740.08 gram CO2. Kemudian total jejak karbon
tahunan yang didapatkan adalah 2,545,730.91 gram CO2-ek dan dilakukan komitmen
pengurangan menjadi 2,095,130.20 gram CO2-ek dan total pengurangan dalam setahun
adalah 450,600.71 gramCO2-ek. Dari perhitungan jejak karbon di atas setiap individu sudah
mengetahui banyaknya kontribusi emisi gas rumah kaca yang dihasilkannya, diharapkan
dalam pemahaman ini setiap individu sadar akan mengurangi jejak karbonnya untuk
lingkungan hidup yang lebih baik.

Kata Kunci : gas rumah kaca (GRK), Jejak karbon, energy listrik rumah

1. Pendahuluan
Dampak emisi karbon sebagai penyebab utama dari perubahan iklim telah
menimbulkan kekhawatiran dan menjadi tantangan bagi masyarakat internasional.[1].
Setiap individu dalam aktivitasnya sehari-hari seperti kegiatan konsumsi, berkendaraan,
berolahraga, rekreasi akan menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2), karena sebagian
besar aktivitas individu tersebut membutuhkan sumber energy yang berasal dari bahan
bakar fodsil seperti minyak bumi, gas alam, dan batubara, dan ektraksi sumber daya alam
lainnya[2].
Semakin banyak dan beragam aktivitas manusia, maka semakin banyak emisi karbon
yang dibuang ke lingkungan. Besarnya akumulasi emisi karbon akibat aktivitas manusia
dalam waktu tertentu disebut jejak karbon atau carbon footprint. Jejak karbon sering
dijadikan acuan untuk mengukur berapa banyak emisi gas rumah kaca yang dihasilkan
oleh suatu aktivitas atau oleh suatu proses produksi barang atau jasa[2].
Semua aktivitas seperti konsumsi energy listrik ( penggunaan peralatan dapur, alat
cukur, penggunaan perangkat elektronik), sampah harian (sampah organic, kertas HVS,
botol air minum dalam kemasan (AMDK) dan penggunaan alat transportasi (kendaraan
bernotor dan mobil) dapat menghasilkan karbon dioksida (CO2)[2].
Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa peningkatan jejak karbon sebagai
dampak dari aktivitas individu manusia sangat signifikan pengaruhnya terhadap
peningkatan gas karbon dioksida di atmosfir bumi.
Untuk mengetahui berapa besar sumbangan jejak karbon individu ini terhadap
peningkatan gas karbon dioksida dan upaya-upaya pengurangan yang dapat dilakukan
untuk pemulihan lingkungan hidup dapat digunakan sebuah web yang digunakan untuk
menghitung sumbangan jejak karbon individu yang bernama kalkulator jejak karbon yang
dipegang oleh Institute for Essential Service Reform. Web tersebut dapat dilihat di
http://iesr.or.id/carboncalculator .
Melalui perhitungan ini, diharapkan dapat dihitung jejak karbon individu orang
Indonesia dan dapat diberikan pemahaman kepada individu-individu agar secara sadar
berpatisipasi membatasi jejak karbon yang dihasilkannya. Melihat hal tersebut mengkaji
jumlah kontribusi jejak karbon individu dari kegiatan sehari—hari menjadi sangat penting.

2. Kajian Pustaka dan Pengembangan Hipotesis


Setiap aktivitas manusia selalu memberikan pengaruh terhadap lingkungan, salah satu
diantaranya adalah aktivitas tersebut memberikan sumbangan emisi gas rumah kaca,
secara langsung (seperti membakar sampah) maupun tidak langsung (seperti
menggunakan listrik dari PLTU). Gas rumah kaca yang diemisikan inilah yang kemudian
menyebabkan panas yang masuk ke bumi menjadi terperangkap di atmosfer bumi
sehingga menyebabkan terjadinya pemanasan global. Banyaknya emisi gas rumah kaca
akibat aktivitas manusia inilah yang disebut sebagai jejak karbon (carbon footprint)[3].
Jejak karbon ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu jejak karbon primer (primary carbon
footprint) dan jejak karbon sekunder (secondary carbon footprint). Jejak karbon primer
merupakan jejak karbon yang ditimbulkan dari proses pembakaran langsung bahan bakar
fosil, misalnya saja pemakaian kendaraan bermotor. Sedangkan jejak karbon sekunder,
merupakan jejak karbon yang ditimbulkan dari proses siklus produk-produk yang
digunakan, dari pembuatan hingga penguraian. Contoh dari jejak karbon sekunder ini
adalah produk-produk yang dikonsumsi sehari-hari (biasanya berupa makanan), sehingga
semakin banyak produk yang dikonsumsi maka jejak karbonnya akan semakin besar[3].
Pada masa kini, kecenderungan manusia untuk memperoleh hidup yang
nyaman mendorong lahirnya kebiasaan hidup (lifestyle) yang berdampak buruk terhadap
lingkungan. Kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi terutama mobil dibandingkan
dengan kendaraan umum atau kendaraan tanpa mesin, penggunaan pendingin udara atau
pemanas ruangan secara berlebihan, dan penggunaan perangkat elektronik berbasis listrik
untuk membantu pekerjaan rumah tangga sehari-hari secara berlebihan adalah kebiasaan
hidup modern[4].
Faktanya hampir seluruh kegiatan kita berkontribusi terhadap kenaikan emisi gas
rumah kaca di atmosfer. Hal ini terjadi karena sebagian besar aktivitas manusia
membutuhkan sumber energi yang saat ini sebagian besar masih berasal dari bahan bakar
fossil seperti: minyak bumi, gas alam dan batubara; dan ekstraksi sumber daya alam
lainnya. Pembakaran bahan bakar fossil untuk memenuhi kebutuhan energi manusia
dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari berkontribusi terhadap hampir 2/3 emisi gas
rumah kaca yang diproduksi secara global[4].
Beberapa contoh tentang Jejak Karbon
1. Apabila kita mengendarai mobil yang berbahan bakar bensin atau solar (yang
merupakan energi yang tidak terbarukan) dari satu tempat ke tempat lain, maka
aktivitas ini akan menghasilkan emisi CO2 dalam jumlah tertentu. Perjalanan sejauh
1 km akan menghasilkan emisi sebanyak 200 gram CO2
2. Penggunaan energi listrik untuk keperluaan sehari-hari misalnya penerangan,
menggerakan atau menyalakan perangkat pribadi (notebook, HP, PDA, dsb)
dapat memproduksi emisi CO2 yang bersumber dari pembakaran bahan bakar fossil di
pembangkit listrik. Untuk setiap penggunaan lampu berdaya 10 Watt yang dinyalakan
selama 1 jam, maka CO2 yang dihasilkan adalah 9,51 gram.
3. Apabila kita mulai mengurangi penggunaan kertas untuk kebutuhan pencetakan
(printing), maka kita bisa mengurangi sekitar 226,8 gram CO2 per lembarnya. Oleh
karena itu, melakukan pencetakan dokumen secara bijaksana, menggunakan kertas
pada dua sisinya akan sangat membantu memangkas emisi gas rumah kaca dari
produksi kertas[4].

Menghitung Jejak Karbon akan membantu individu dan kelompok untuk mengetahui
seberapa besar produksi emisi karbon yang dihasilkan pada satu waktu periode tertentu.
Untuk melakukan perhitungan tersebut, alat bantu seperti kalkulator Jejak Karbon
diperlukan. Pengukuran jejak karbon bertujuan untuk mengetahui besaran emisi gas
rumah kaca yang dihasilkan dari gaya hidup dan konsumsi langsung terhadap barang dan
jasa oleh individu atau kelompok. Kadang ada juga yang menghitung dengan pendekatan
yang berbeda atau lebih rinci. Contoh penghitungan Jejak Karbon yang paling sederhana
adalah: 1) konsumsi energi, biasanya tenaga listrik; 2) perjalanan dengan menggunakan
motor/mobil, atau 3) perjalanan dengan menggunakan pesawat[4]
3. Metode pengamatan
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24 Oktober 2019 di Laboratorium computer
biologi Universitas Negeri Medan. Data dikumpulkan berupa informasi kegiatan individu
sehari-hari kemudian meletakkan data tersebut dengan memasukkan data pada web
http://iesr.or.id/carboncalculator dengan langkah pertama melakukan registrasi nama
beserta email ( nama yang dicantumkan adalah nama penulis yaitu Sindi Lestari Sebayang
dan email yang digunakan adalah Lestarisindi559@gmail.com) dan perintah lainnya pada
kolom registrasi. Kemudian langkah berikutnya nya adalah memasukkan seluruh data
informasi kegiatan individu yang dilakukan sehari-hari seperti penggunaan listrik, dll.
Setelah data diisi sesuai dengan perintah, langkah selanjutnya adalah melakukan perintah
pengurangan pemakaian sumber energi yang kita pakai sehari-hari, setelah itu dilakukan
pengunduhan data yaitu data sumber energy yang kita gunakan dan upaya pengurangan
pemakaiannya.
4. Hasil dan Pembahasan
Hasil dari perhitungan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh Sindi Lestari Sebayang
Tabel 1. Baseline penggunaan lampu
No Jenis Lampu Daya Waktu
1 Neon – CFL (lampu garasi) 15 watt 0.6 jam
2 Neon – CFL (lampu teras) 15 watt 10 jam
3 Neon – CFL (lampu ruang tengah) 15 watt 1 jam
4 Neon - CFL (Lampu ruang tengah) 15 watt 1 jam
5 Neon – CFL (lampu ruang keluarga) 15 watt 4 jam
6 Neon – CFL (lampu kamar) 15 watt 1 jam
7 Neon – CFL (lampu dapur) 15 watt 2 jam
8 Neon – CFL (lampu kamar) 15 watt 2 jam
9 Neon – CFL (lampu kamar mandi) 15 watt 1 jam
10 Neon – CFL (lampu kamar) 15 watt 2 jam
Baseline emisi lampu 63.01 gram CO2
Pada penggunaan lampu total emisi gas rumah kaca dalam sehari adalah 63.01 gram CO2.
Dalam bagian penggunaan lampu tidak dilakukan pengurangan.

Tabel 2. Baseline Penggunaan Peralatan Rumah Tangga


Jenis peralatan Waktu
Mesin Cuci 4 jam
Mesing pengering 4 jam
Setrika 0.5 jam
Kipas angin 0.5 jam
Baseline emisi peralatan rumah tangga 3,020.14 gram CO2

Tabel 3. Pengurangan emisi peralatan rumah tangga


Jenis peralatan Waktu
Mesin Cuci 3 jam
Mesing pengering 3 jam
Setrika 0.5 jam
Kipas angin 0.5 jam
Baseline emisi peralatan rumah tangga 2,277.38 gram CO2
Total Pengurangan emisi peralatan rumah tangga 742.76 gram CO2

Pada penggunaan peralatan rumah tangga total emisi gas rumah kaca yang dihasilkan
dalam sehari adalah 3,020.14 gram CO2. Dalam hal ini dilakukan komitmen pengurangan
waktu pemakaian sumber energy menjadi 2,277.38 gram CO2 dengan total pengurangan
adalah 742.76 gram CO2.

Tabel 4. Baseline Penggunaan Peralatan Hiburan


Jenis peralatan Waktu
TV (LCD 32”) 1 jam
Baseline emisi peralatan rumah tangga 85.38 gram CO2

Pada penggunaan TV emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dalam sehari adalah 85.38
gram CO2. Dalam hal ini tidak dilakukan pengurangan.

Tabel 5. Baseline Penggunaan Komunikasi


Jenis peralatan Waktu
Charger Handphone 2 jam
Laptop 2 jam
Baseline emisi peralatan rumah tangga 102.45 gram CO2
Pada penggunaan Komunikasi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dalam sehari
adalah 102.45 gram CO2. Dalam hal ini tidak dilakukan pengurangan

Tabel 6. Baseline Sampah


Jenis sampah Waktu
Sampah organik 400 gram
Sampah kertas 5 lembar
Sampah plastic (AMDK) 5 botol
Baseline emisi sampah 2,996.88 gram CO2

Pada penggunaan sampah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dalam sehari adalah
2,996.88 gram CO2. Dalam hal ini tidak dilakukan pengurangan.

Tabel 7. Baseline Transportasi Darat


Transportasi Waktu
Jenis kendaraan Umum
Tipe kendaraan Angkot
Perhitungan berdasarkan Jarak
Jarak/biaya 25 km
Jumlah Penumpang 10
Baseline emisi transportasi darat 40.09 gram CO2

Pada penggunaan transportasi darat emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dalam
sehari adalah 40.09 gram CO2. Dalam hal ini tidak dilakukan pengurangan.

Dari hasil perhitungan dengan menggunakan kalkulator jejak karbon dapat dihitung
total emisi harian dan total emisi tahunan sebagai berikut :

Tabel 8. Total Emisi Harian


Jenis Jumlah
Perhitungan profil awal emisi 6,974.61 gram CO2
Perhitungan pengurangan emisi 5,740.08 gram CO2
Total pengurangan emisi 1,234.52 gram CO2
Total biaya listrik 3,775.93 gram CO2

Tabel 9. Total emisi Tahunan


Jenis Jumlah
Perhitungan profil awal emisi 2,545,730.91 gram CO2
Perhitungan pengurangan emisi 2,095,130.20 gram CO2
Total pengurangan emisi 450,600.71 gram CO2
Total biaya listrik 1,378,214.91 gram CO2
Dari total yang didapatkan adalah emisi tahunan yang dihasilkan dalam setahun adalah
2,545,730.91 gram CO2-ek dan dilakukan komitmen pengurangan menjadi
2,095,130.20 gram CO2-ek, dengan total pengurangan sebesar 450,600.71 gramCO2-
ek.
5. Kesimpulan dan Keterbatasan
Dari hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa :
1. Total gas emisi rumah kaca yang dihasilkan dalam sehari adalah 6,974.61 gram CO2
dan dilakukan pengurangan menjadi 5,740.08 gram CO2
2. Total pengurangan emisi gas rumah kaca sehari adalah 1,234.52 gram CO2
3. Total gas emisi rumah kaca yang dihasilkan dalam setahun adalah 2,545,730.91 gram
CO2-ek dan dilakukan komitmen pengurangan menjadi 2,095,130.20 gram CO2-ek
4. Total pengurangan emisi gas rumah kaca dalam setahun adalah 450,600.71 gramCO2-
ek.
Dari perhitungan jejak karbon di atas setiap individu sudah mengetahui banyaknya
kontribusi emisi gas rumah kaca yang dihasilkannya, diharapkan dalam pemahaman ini
setiap individu sadar akan mengurangi jejak karbonnya untuk lingkungan hidup yang
lebih baik.

Referensi
[1] Septyn S., Endro S., Pertiwi A., 2017, Kajian Jejak Karbon Dari Aktivitas Kampus Di
Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang, Jurnal Teknik Lingkungan, Vol 6 No 1,
Hal 1-9.
[2] Arif Dwi Santoso, 2017, Jejak KArbon Individu Pegawai di Instansi Pemerintah Studi
Kasus Pegawai Pemerintah di Kawasan Puspiptek Tangerang Selatan, Jurnal Teknik
Lingkungan, Vol 18, No 2, Juli, Hal 233-240.
[3] Biru. 2017. Jejak Karbon di Https://www.biru.co.id (diakses 29 Oktober 2019).
[4] Iesr. Tentang Jejak Karbon di Https://www.iesr.or.id (diakses 29 Oktober 2019)