Anda di halaman 1dari 2

JAMPERSAL DAPAT MENGURANGI RISIKO MENINGGALNYA IBU kehamilan, memberikan kemudahan pembiayaan pemeriksaan kehamilan dan

MELAHIRKAN pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Biasanya ibu hamil hanya
memeriksakan kehamilan saat pertama (K1), sedangkan kunjungan berikutnya
cenderung terhenti. Bidan merasakan secara profesional puas terhadap peningkatan
kinerja cakupan kunjungan pertama hingga keempat (K1 _ K4) dan pertolongan
PRO
persalinan tenaga kesehatan.
Jaminan Persalinan adalah jaminan pembiayaan pelayanan persalinan yang Promosi program Jampersal terus dilakukan pada masyarakat dengan berbagai
meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk acara dan pertemuan di tingkat Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa,
pelayanan Keluarga Berencana (KB) pasca persalinan dan pelayanan bayi baru PKK rukun tetangga (RT)/rukun warga (RW), pos pelayanan terpadu (posyandu),
lahir. "Sasaran program Jampersal adalah semua ibu hamil yang tidak mampu dan pelayanan kesehatan desa (PKD), dan pemberitahuan langsung dengan mendatangi
tidak memiliki jaminan kesehatan,” secara aktif para ibu hamil dan melahirkan.

Lebih lanjut dijelaskannya, Jampersal diberikan kepada ibu hamil yang berasal dari KONTRA
keluarga yang tidak mampu, agar bisa melaksanakan persalinan pada pelayanan Keluhan juga ditemukan pada persyaratan pengajuan klaim pelayanan yang rumit.
kesehatan dengan jaminan tersebut. Baik untuk transportasi atau pun biaya Semua bidan memahami semua persyaratan yang diperlukan seperti fotokopi
medisnya. Ditambahkannya, fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan identitas diri ibu, buku kesehatan ibu dan anak (KIA), lembar verifikator atau
jaminan persalinan di pelayanan kesehatan dasar melibatkan tidak hanya lembar pemantauan (partograf) yang telah terisi. Klaim diajukan setiap menjelang
Puskesmas tetapi melibatkan bidan praktek, klinik bersalin, dokter praktek yang akhir bulan secara kolektif dibawah koordinator puskesmas. Klaim yang tidak
bersedia kerjasama. "Sasaran adalah seluruh ibu hamil yang melakukan benar atau tidak lengkap dikembalikan untuk segera disempurnakan.Namun, para
pemeriksaan kehamilan (antenatal), persalinan, dan pemeriksaan masa nifas bidan mengeluhkan penggantian biaya pelayanan yang terlalu lama, karena dana
(sampai dengan 42 hari pascamelahirkan) dan Bayi Baru Lahir (sampai dengan tersebut akan digunakan untuk menutupi biaya pelayanan yang sudah diberikan,
usia 28 hari)," imbuhnya. Dengan demikian, kata Usman, kehadiran Jampersal meliputi obat dan bahan habis pakai.
diharapkan dapat mengurangi risiko kematian ibu dan anak, sehingga dapat
mengakselerasi tujuan pencapaian tujuan pembangunan (SDG's). Hambatan
Beberapa wilayah di Kabupaten Purbalingga merupakan kantong persalinan dukun
Angka Kematian ibu di Kabupaten Purbalingga tahun 2018 sebesar 75,05 per
bayi. Berbagai cerita tentang persalinan tenaga kesehatan tampaknya lebih
100.000 kelahiran hidup (11 kasus). Dilihat dari jumlah kasus, jumlah kematian
mendukung persalinan pada dukun bayi. Persalinan tenaga kesehatan hampir dapat
ibu pada tahun 2018 sama dengan jumlah kematian pada tahun 2017. Namun
dipastikan selalui disertai jahitan akibat robek jalan lahir, sebaliknya persalinan
Jumlah total ibu melahirkan pada tahun 2018 lebih banyak dibandingkan jumlah
dengan dukun bayi relatif lebih lancar dan aman tanpa sakit yang lama.
total ibu melahirkan pada tahun 2017. Sehingga nilai angka kematian ibu menjadi
Hambatan pada pelayanan nifas pascapersalinan normal adalah alat kontrasepsi
lebih kecil pada tahun 2018. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa AKI
dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang
mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu.
tidak selalu tersedia tepat waktu.
Setiap kebijakan jaminan persalinan untuk masyarakat harus memerhatikan
Kepuasan Bidan Desa
kepentingan bersama dan kepuasan bidan desa dan tenaga kesehatan di fasilitas
Menurut bidan, kebijakan Jampersal mengatasi permasalahan keengganan ibu
Rujukan. Implementasi kebijakan jaminan pembiayaan persalinan masyarakat
hamil dalam pelayanan antenatal dan mendorong ibu lebih rajin memeriksakan
perlu dukungan kesiapan petugas pelayanan kesehatan menjaga kualitas pelayanan.
Pemerintah perlu menghargai bidan di desa yang dipercaya sebagai ujung tombak
pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia. Ketidakpuasan bidan antara lain
terjadi akibat budaya pembayaran biaya pelayanan langsung oleh pasien yang telah
berjalan sejak lama dalam sistem pembayaran petugas pelayanan kesehatan di
Indonesia. Bidan lebih puas menerima pembayaran langsung dari pasien yang
bersalin, daripada menunggu pembayaran klaim persalinan Jampersal yang relatif
lama dan harus menyertakan beberapa persyaratan. Upaya mengubah perilaku
yang telah membudaya dalam masyarakat tidak mudah. Berbagai pendekatan
tentang metode pembayaran perlu disosialisasikan kepada bidan. Pendidikan
kesehatan di Indonesia perlu mendapat mata kuliah asuransi kesehatan dan sistem
pembayaran provider kesehatan.
Di beberapa kota layanan jampersal dihentikan karena kurangnya dana. Atas
pemberhentian program jampersal tersebut, maka warga miskin yang tidak terkafer
jaminan kesehatan nasional (JKN) harus mengeluarkan biaya sendiri, saat proses
persalinan di puskesmas atau polindes.