Anda di halaman 1dari 2

DNA MITOKONDRIA

Warisan Extranuclear terkait dengan organel sitoplasma memenuhi telah persyaratan sebelumnya
dan layak mendapat penjelasan meskipun organel hanya mewakili proporsi yang sangat kecil
dari materi genetik , mungkin beberapa ratus gen berdasarkan jumlah DNA fungsional .
mitokondria di saat organisme hidup muncul dari yang sudah ada sebelumnya . Mitokondria
menyediakan hewan tingkat tinggi dan tanaman dengan mempertahankan energi sel melalui
proses oksidatif dari asam kritik dan siklus asam lemak . Genom mitokondrial kecil dan kode
hanya untuk jumlah terbatas dari struktur dan fungsi . Mitokondria mengandung aparat sintesis
protein khas dengan ribosom tertentu, tRNA aminoasil tRNA sintetase . Mitokondria memiliki
kerapatan 1,683 g/cm3 dan kandungan GC dari 21 persen sedangkan DNA nuklir memiliki
densitas 1,699 g/cm3 dan GC konten 40 persen . Ragi kromosom harus menentukan sebagian
enzim yang berhubungan dengan strain ragi mitokondria DNA.petite dengan DNA yang rusak
terus mensintesis DNA mitokondria abnormal. Hal ini menunjukkan bahwa protein yang
dibutuhkan untuk replikasi DNA mitokondria tidak dikodekan oleh DNA mitokondria
.Mitokondria DNA biasanya ada molekul melingkar relatif kecil yang dapat dengan mudah
diisolasi dan dikarakterisasi . Struktur DNA dari mitokondria sangat kekal pada hewan yang
lebih tinggi .

plastida ini juga mempunyai DNA sendiri dan berkembang dari proses endosimbiosis, dalam hal
ini cyanobacteria. Biasanya plastida berbentuk kloroplas, yang mengandung klorofil dan
menghasilkan energi melaluifotosintesis seperti halnya cyanobacteria. Plastida lain terlibat dalam
menyimpan makanan. Meskipun plastida mungkin memiliki satu asal, tidak semua grup yang
memiliki plastida berkerabat dekat. beberapa eukariota mendapatkannya dari yang lain dengan
endosimbiosis penelanan sekunder.
Sel eukariotik mempunyai dua buah isoenzim malate dehydrogenase yang berupa mitokondria
(m-MDH) dan plastida (bahasa Inggris: cytoplasmic) (s-MDH). Enzim ini berfungsi untuk
konfigurasi isomer L pada asam malik (bahasa Inggris: malate). Inhibitor enzim ini adalah ATP,
ADP, AMP, tiroksin,yodium sianida, and molekul yodium.[1].

DNA kloroplas dan pertahanan terhadap antibiotic


Pada percobaan ruth sager, percobaannya dilakukan pada chlamidomonas yang di tempatkan
pada antibiotic streptomisin menunjukkan bahwa sebagian besar bakteri mati namun ada
beberapa bakteri sekitar seperjuta bakteri mampu bertahan dan menggandakan diri. Dan bakteri
tersebut menjadi mutan. Sembilan puluh persen dari mutan tersebut memiliki gen di intinya dan
sisanya tidak memiliki kromosom didalam intinya. Ternyata kromosom tersebut hanya ada di
kloroplas. Dan mutan tersebut mampu mewariskan sifatnya terhadap anakannya. Namun
perkawinan seksual dikendalikan oleh gen kromosomal. Perkawinan pada chlomidomona terjadi
bila alga + bertemu dengan alga -. Ketika alga + ‘(female) yang mempunyai gen resisten
terhadap antibiotik, maka anakan dari alga tersebut resisten terhadap antibiotic. Begitu juga
sebaliknya. Bila alga + tidak resisten maka anakan tersebut juga tidak memiliki gen resisten
terhadap antibiotic. Namun hal ini bertentangan dengan hokum mendel. Diduga gen
nonkromosomal SR itu untuk mengkode genotip yang resisten sedangkan SS itu untuk yang
sensitive. Namun pada kenyataan gen tersebut diturunkan dari satu induk saja.

Pertanyaan :
 Apa yang menyebabkan bakteri tersebut menjadi resisten terhadap antibiotic ?
 Apakah DNA didalam mitokondri atau plastid mampu menjadi DNA mutan ?