Anda di halaman 1dari 16

HAKIKAT SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya


Dasar
Dosen pengampu : Mohammad Sholeh, M.Pd.I.

Disusun oleh :
Hendi Hidayat NIM 1888201011
Andi Faizal NIM 1788201011

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


STKIP NAHDLATUL ULAMA INDRAMAYU
2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan kepada


makhluk-Nya, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk
Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-
Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
ini dengan judul ”Hakikat Sains, Teknologi dan Seni”. Makalah ini diajukan
untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengelolaan Pendidikan yang diempu oleh
Bapak dosen Mohammad Sholeh, M.Pd.I.

Dalam penyusunannya kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai


pihak, untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan yang begitu besar. Meskipun
kami berharap makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun pastinya
selalu ada kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran
pembaca agar makalah ini dapat lebih baik lagi.

Indramayu, April 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Penulisan ............................................................ 1
B.Rumusan Masalah ....................................................................... 1
C.Tujuan Penulisan .......................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN
A.Hakikat dan Makna Sains, Teknologi dan Seni............................ 3
B.Dampak Positif dan Negatif Iptek Bagi Negara........................... 7

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan .............................................................................. 12
B. Saran ......................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. .. 13

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam kehidupan saat ini, tidak dapat dilepaskan dari ilmu pengetahuan dan
teknologi. Semua orang dapat merasakan begitu banyak kemudahan yang dapat
dinikmati akibat perkembangan teknologi. Orang dapat melakukan perjalanan
jauh dalam waktu singkat dengan alat transportasi seperti pesawat terbang.
Manusia dapat melakukan komunikasi dengan orang lain yang berada di kota atau
negara lain dengan menggunakan telepon
Adapun seni atau lebih khusus meninjau tentang seni rupa modern,
umumnya hanya dinilai sebagai praksis filosofis yang justru identik dengan
berbagai ketidakpastian, penafsiran personal dan subjekivitas. Pertentangan
bipolar itu juga terkait dengan pandangan khalayak dimana satu sisi memahami
teknologi sebagai perwujudan nyata dari cita-cita kemajuan peradaban modern
secara kongkret, sehingga berdampak pada kehidupan manusia. Sementara di sisi
lain, melihat seni sebagai aktualisasi pengalaman batin, intuisi, dunia pra-reflektif
manusia dan khasanah rasa yang tak terjamah.
Namun disamping banyaknya manfaat yang telah diperoleh manusia, disisi
lain muncul pula dampak yang tak jarang dapat merugikan manusia dan sering
pula terjadi penyalahgunaan manfaat dan fungsi kemajuan teknologi bagi
kehidupan manusia. Walaupun sebenarnya dampak positif jauh lebih diharapkan
untuk dapat mengiringi perkembangan jaman. Serta pemanfaatan kemajuan sains,
teknologi, dan seni secara baik harus diterapkan sehingga dapat menjaga
kelestarian budaya bangsa.
B. Rumusan Masalah

Apa hakikat dan dampak Sains, Teknologi dan Seni?

C. Tujuan

Mengetahui hakikat dan dampak Sains, Teknologi dan Seni.

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. HAKIKAT DAN MAKNA SAINS, TEKNOLOGI, DAN SENI

1) Hakikat dan Makna Sains

Sains berasal dari bahasa latin ‘scientia’, artinya mengetahui dan belajar.
Kata sains di artikan ke dalam bahasa indonesia menjadi ilmu pengetahuan. Sains
adalah pengetahuan yang sistematis. Lebih jauh sains dapat dirumuskan sebagai
himpunan pengetahuan manusia yang dikumpulkan melalui suatu proses
pengkajian dan dapat diterima oleh ratio.

Dalam pemikiran barat, sains memiliki karakteristik yaitu, obyektif, netral,


dan bebas nilai, sekalipun sains diakui berpijak dari sistem nilai, tetapi sains bebas
dari adanya pertimbangan - pertimbangan nilai.

Ilmu selalu tersusun dari pengetahuan yang teratur, yang diperoleh dengan
pangkal tumpuan (obyek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional, logis,
empiris, umum, dan akumulatif. Teori pertama bertitik tolak adanya hubungan
dalil, dimana pengetahuan dianggap benar apabila dalil (preposisi) itu mempunyai
hubungan dengan preposisi yang terdahulu. Teori kedua, pengetahuan itu benar
apabila ada kesesuaian dengan kenyataan. Teori ketiga menyatakan, bahwa
pengetahuan itu benar apabila mempunyai konsekuensi praktis dalam diri yang
mempunyai pengetahuan itu.

Pembentukan ilmu akan berhadapan dengan obyek yang merupakan bahan


dalam penelitian, meliputi obyek material sebagai bahan yang menjadi tujuan
penelitian bulat dan utuh, serta obyek formal, yaitu sudut pandang yang
mengarahkan kepada persoalan yang menjadi pusat perhatian. Langkah-langkah
dalam memperoleh ilmu dan objek ilmu meliputi rangkaian kegiatan dan
tindakan. Dimulai dengan pengamatan, yaitu suatu kegiatan yang diarahkan

2
kepada fakta yang mendukung apa yang dipikirkan untuk sistemasi, kemudian
menggolong-golongkan dan membuktikan dengan cara berfikir analitis, sintesis,
induktif, dan deduktif. Yang terakhir ialah pengujian kesimpulan dengan
menghadapkan fakta-fakta sebagai upaya mencari berbagai hal yang merupakan
pengingkaran. Ilmu sains adalah ilmu yang dapat (hasil pengamatan yang
sesungguhnya) kebenarannya dan dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-
kaidah tertentu berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga
pengetahuan yang dipedomani boleh dipercayai, melalui eksperimen secara teori.

Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan


sikap ilmiah yang meliputi empat hal:

- Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga mencapai pengetahuan ilmiah
yang obyektif

- Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi


supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap
hipotesis yang ada.

- Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tidak dapat diubah maupun
terhadap alat indera dan budi yang digunakan mencapai ilmu

- Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori, maupun aksioma terdahulu telah
mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.

Permasalahan ilmu pengetahuan meliputi arti sumber, kebenaran


pengatahuan, serta sikap ilmuwan itu sendiri. Ilmu pengetahuan mencakup ilmu
pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan, dan meliputi segala
usaha penelitian dasar dan terapan serta pengembangannya. Penelitian dasar
bertujuan utama menambah pengetahuan ilmiah, sedangkan penelitian terapan
adalah untuk menerapkan secara praktis pengetahuan ilmiah. Pengembangan
diartikan sebagai penggunaan sistematis dari pengetahuan yang diperoleh
penelitian untuk keperluan produksi bahan-bahan, cipta rencana sistem metode

3
atau proses yang berguna, tetapi yang tidak mencakup produksi atau
engineeringnya

Sains merupakan penekanan kepada sumbangan pemikiran manusia dalam


menguasai ilmu pengetahuan itu, dan ini terdapat dalam seluruh alam semesta.
Proses mencari kebenaran serta mencari jawaban atas persoalan – persoalan
secara sistematik dinamakan pendekatan saintifik dan ia menjadi landasan
perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting peradaban
manusia.

2) Hakikat dan Makna Teknologi

Istilah teknologi berasal dari kata techno dan logos, kata yunani kuno ‘techne’
berarti seni kerajinan. Dari techne kemudian lahirlah perkataan ‘technikos’ yang
berarti orang yang memiliki keahlian tertentu. Dengan berkembangnya
keterampilan seseorang yang menjadi semakin baik karena menunjukkan suatu
pola, langkah, dan metode yang pasti, keterampilan tersebut menjadi lebih ahli.

Menurut Ellul istilah teknik digunakan tidak untuk mesin, teknologi atau
prosedur untuk memperoleh hasilnya, melainkan totalitas metode yang dicapai
secara rasional dan mempunyai efisiensi (untuk memberikan tingkat
perkembangan) dalam setiap bidang aktivitas manusia. Jadi teknik menurut Ellul
adalah berbagai usaha, dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah
distandardisasi dan diperhitungkan sebelumnya.

Teknologi adalah realitas kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. Secara
penguasaan mencakup dunia fisik dan biologis, tetapi secara luas mencakup
teknologi sosial pembangunan sehingga teknologi adalah metode sistematis untuk
mencapai tujuan insani, sedangkan teknologi makna subyektif adalah keseluruhan
peralatan dan prosedur yang disempurnakan, sampai kenyataan bahwa teknologi
adalah segala hal, dan segala hal adalah teknologi.

Luasnya berbagai bidang teknik digambarkan Ellul sebagai berikut:

4
Pertama, teknik meliputi bidang ekonomi, artinya teknik mampu
menghasilkan barang-barang industri. Dengan teknik mampu mengkonsentrasikan
capital sehingga terjadi sentralisasi ekonomi. Bahkan ilmu ekonomi sendiri
terserap oleh teknik.

Kedua, teknik meliputi bidang organisasional seperti administrasi,


pemerintahan, manajemen, hukum, dan militer. Contohnya dalam organisasi
negara, bagi seorang teknisi, negara hanyalah merupakan ruang lingkup untuk
aplikasi alat-alat yang dihasilkan teknik. Negara tidak sepenuhnya bermakna
sebagai ekspresi kehendak rakyat tetapi dianggap perusahaan yang harus
memberikan jasa dan dibuat berfungsi secara efisien.

Ketiga, teknik meliputi bidang manusiawi, seperti pendidikan, kerja,


olehraga, hiburan, dan obat-obatan. Teknik telah menguasai seluruh sector
kehidupan manusia. Manusia semakin harus beradaptasi dengan dunia teknik dan
tidak ada lagi unsur pribadi manusia yang bebas dari pengaruh teknik. Pada
masyarakat teknologi, ada tendensi bahwa kemajuan adalah suatu proses
dehumanisasi secara perlahan-lahan sampai akhirnya manusia takhluk pada
teknik.

Secara hierarki teknologi dibedakan menjadi tiga macam teknologi, yaitu :

a. Teknologi modern, jenis teknologi mempunyai ciri – ciri antara lain: padat
modal, mekanis elektrik, menggunakan bahan impor, berdasarkan penelitian
mutakhir dan lain – lain.

b. Teknologi madya, jenis teknologi mempunyai ciri – ciri antara lain: padat
karya, dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat, menggunakan alat setempat,
berdasarkan penelitian.

c. Teknologi tradisional, jenis teknologi mempunyai ciri – ciri antara lain:


bersifat padat karya (menyerap banyak tenaga kerja), menggunakan keterampilan
setempat, menggunakan alat setempat, menggunakan bahan setempat, dan
berdasarkan kebiasaan dan pengamatan.

5
3) Hakikat dan Makna Seni

Seni adalah suatu nilai hakiki yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan
manusia. Dalam seluruh sejarah kebudayaan manusia pun ditandai dengan seni
manusia sebagaimana terungkap dalam berbagai ragam karya seni. Manusia
adalah pencipta lingkungannya. Maka sejak awal mulanya, manusia adalah sang
artis, seniman. Karya seni merupakan wujud dari keseluruhan serta keagungan
hati manusia. Seni memang tiada lain dari keindahan yang terpancar dari segi
batin halus, maka seni merupakan aktif - kreatif - dinamis; suatu kekuatan yang
dapat menghidupkan dan memperkaya batin manusia dan masyarakat. Seni adalah
nilai yang secara kreatif mendorong manusia ke arah pemenuhan martabat
manusia sebagai manusia.

Seni juga merupakan segi batin masyarakat, yang juga berfungsi sebagai
jembatan penghubung antara kebudayaan yang berlainan coraknya. Seni berperan
sebagai jalan untuk memahami kebudayaan suatu masyarakat. Kehadiran karya
seni selalu mengandaikan kehadiran suatu masyarakat yang berjiwa kreatif,
dinamis, dan agung. Memahami seni suatu masyarakat berarti memahami aktivitas
vital masyarakat yang bersangkutan dalam momen yang paling dalam dan kreatif.
Oleh sebab itu, seni adalah produk sosial.

Jadi, hakikat dan makna sains, teknologi, dan seni bagi manusia yaitu bisa
dilihat dari pemaparan berikut:

Sains dan teknologi saling membutuhkan, karena sains tanpa teknologi bagai
pohon tanpa buah, sedangkan teknologi tanpa sains bagaikan pohon tak berakar.
Sains hanya mengajarkan fakta dan non fakta pada manusia, ia tidak mampu
mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia. Jadi fungsi
sains hanya mengkoordinasikan semua pengalaman-pengalaman manusia dan
menempatkannya kedalam suatu sistem yang logis, sedangkan fungsi seni
memberi semacam persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan
menempatkan suatu keberaturan padanya. Proses - proses kreatif yang hadir dari
seni, seharusnya bisa menjadi stimulan yang baik bagi para saintis/teknokrat dan

6
seniman Indonesia untuk lebih memahami proses perubahan budaya di
masyarakat berkaitan dengan adaptasi dan aplikasi seni dan teknologi. Kolaborasi
diantara pihak - pihak tersebut akan mengembalikan praksis seni dan teknologi
pada fitrah sebagai techne.

Techne yang merupakan proses kreatif seni dan ilmu pengetahuan juga telah
melahirkan teknologi yang tidak hanya modern tetapi juga memenuhi berbagai
kebutuhandan keinginan manusia. Dan setiap orang akan berusaha setiap langkah
untuk mendapatkan kemudahan. Kemudahan itu didapatkan dari kreativitas seni
dan ilmu pengetahuan yang menghasilkan teknologi, misalnya:

a. Penggunaan teknologi nuklir, orang dapat membuat rektorat nuklir yang


dapat menghasilkan zat-zat radio aktif, yang dimanfaatkan untuk keperluan.
Misalnya untuk keperluan bidang kesehatan (sinar rontgen), memperbaiki bibit
pada bidang pertanian, dll.

b. Teknologi pengendalian air sungai, misalnya dengan membuat irigasi


modern sehingga petani mendapatkan kemudahan memperoleh air. Bendungan
dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Alat rumah tangga mempermudah ibu-
ibu melaksanakan tugasnya di dapur, seperti alat-alat masak.

c. Dalam dunia pendidikan, teknologi juga dapat membuat macam-macam


media pendidikan, seperti OHP, slide, TV, dll yang mempermudah para pendidik
melaksanakan tugasnya.

B. DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI PERKEMBANGAN IPTEK


BAGI NEGARA

1. Bidang Ekonomi

Ø Dampak positif

- Produktivitas dunia industri semakin meningkat kemajuan teknologi akan


meningkatkan kemampuan produktivitas dunia indusstri baik dari aspek teknologi
industri maupun pada aspek jenis industri.

7
- Pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat

- Pekerja menamah skil dan pengetahuan yang dimiliki

- Membuka lapangan kerja

- Berkembangnya internet banking, sms banking, dan e-commerce

Ø Pengaruh negatif

- Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak memiliki kualivikasi


yang sesuai dengan yang dibutuhkan

- Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi
akan juga mlahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan,
konsumtif, boros, dan memilih jalan pintas yang instan.

Contoh:

- Dengan adanya iptek, hasil alam daerah-daerah dapat dijual kepada daerah lain
yang membutuhkan demi pertumbuhan ekonomi daerah tersebut dan pemenuhan
kebutuhan daerah lain.

- Dengan adanya iptek, suatu daerah yang memiliki sumber day alam yang besar
dapat menjadi lapangan pekerjaan.

2. Bidang Politik

Ø Dampak Positif

- Memberikan dorongan besar bagi konsolidasi demokrasi di banyak negara

- Meningkatkan hubungan diplomatik antara negara

- Mengakan nilai-nilai demokrasi

- Memperluas dan meningkatkan hubungan dan kerja sama antar daerah

- Adanya peranan besar rakyat dalam pengembangan pemerintahan

8
- Kegiatan komunikasi untuk keperluan politik dengan menggunakan
teknologi informasi menyebabkan samapinya berita dengan cepat, dilakukan
secara efisien dan nyaman.

Ø Dampak negatif

- Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses


pembangunan

- Timbulnya gelombang demokratisasi yaitu damaan akan kebebasan

- Adanya ancaman disintegrasi bangsa dan negara yang akan menggoyahkan


NKRI

- Semakin meningkatnya nilai-nilai politik individu, kelompok, oposisi,


diktater mayoritas atau tiraini minoritas.

- Timbulnya fanatisme rasial, etnis, dan agama dalam forum organisasi

- Timbulnya unjuk rasa yang semakin berani dan terkadan mengabaikan


kepentingan umum

- Adanya konspirasi internasional, yaitu pertentangan kekuasaan dan


percaturan politik

- Lunturnya nilai-nilai politik yang berdasarkan kepada semangat


kekeluargaan, musyawarah mufakat dan gotong royong.

Contoh ; Pernyataan gubernur Jakarta dikarenakan teknologi dapat menyebarluas


dan membentuk opini bahwa hal itu merupakan penistaan agama dan
dimanfaatkan oleh beberapa oknum untuk kepentingan politik untuk menjatuhkan
Gubernur Jakarta.

3. Bidang Sosial

Ø Pengaruh positif

9
- Dengan adanya kemajuan tekologi, dapat mempermudah komunikasi antar
manusia dari suatu tempat ke tempat lain sehingga dapat mempersatukan
meskipun berda di tepat yang berbeda

- Sosialisasi kebijakan pemerintah dapat lebih cepat disampaikan kepada


masyarakat serta informasi yang ada dimasyarakat dapatt lagsung dipublikasikan
dan diterima oleh masyarakat.

Ø Pengaruh negatif

- Dengan makin pesatnya komunikasi, membuat bentuk komunikasi


berubah. Yang asalnya berkomunikasi secar langsung menjadi tidak lagi sehingga
hal ini dapat menyebabkan hampa dan tidak ada nilai kebersamaan

- Dapat membuat seseorang menjadi individualis. Ia jarang bergaul dengan


orang-orang disekitarnya sehingga kurangnya rasa persatuan dalam dirinya
terhadap masyarikat lain.

- Membuat peluang masuknya hal-hal berbau pornografi, pornoaksi, dan


lain-lain

- Terjadinya kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat misalnya


kemajuan kehidupan ekonomi yang telalu menekankan kepada upaya pemenuhan
berbagai keinginan meterial dapat memecah persatuan antara masyarakat
dikarenakan kecenderungan seseorang untuk memenuhi keinginannya dalam
mencoba hal-hal baru secara maksimal

4. Bidang Budaya

Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat besar pengaruhnya dalam


kehidupan berbudaya. Teknologi sendiri dapat muncul dari ilmu pengetahuan
yang selalu berkembang dari zaman ke zaman.

Ø Pengaruh positif

10
- Dampak positif dalam pembentukan kebudayaan salah satunya adalh
semakin berkembangnya daya pikir individu dalam suatu bidang, baik itu dalam
bidang ekonomi, politik, pendidikan, dan sebagainya. Selain itu, kemampuan
individu dalam mencari informasi atau mengumpulkan data untuk bahan diskusi
dapat mereka dapatkan dengan cara cepat dan akurat melalui media yang berbasis
teknologi. Dari kedua hal di atas pengaruh dalam pembentukan kebudayaan akan
dengan sendirinya muncul di dalam lingkungan masyarakat sebagai masyarakat
modern.

Ø Pengaruh negatif

- Penyalahgunaan media teknologi sebagai sarana pencarian hal-hal yang


tidak ada hubungannya dengan ilmu pengetahuan. Hal itu dapat membentuk
kebudayaan yang rendah akan moral dan sumber daya manusia yang tidak
berkualitas.

Contoh;

Masyarakat indonesia bagian Timur dapat mencari melalui internet kebudayaan –


kebudayaan – kebudayaan lain seperti tarian daerah.

Dari dampak diatas, dapat disimpulkan bahwa pengaruh IPTEK dalam


beberapa bidang kehidupan tergantung dari kemampuan individu dalam menilai
dampak yang ditimbulkan pada dirinya sendiri maupun dalam masyarakat. Jika
seseorang dapat mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi dengan sebaik-
baiknya, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang maju dan berdasarkan aturan
dan moral yang seharusnya.

BAB III

11
PENUTUP

A. Kesimpulan

Setiap kebudayaan selalu terdapat ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi,
yang digunakan sebagai acuan untuk menginterpretasikan dan memahami
lingkungan beserta isinya, serta digunakan sebagai alat untuk mengeksploitasi,
mengolah, dan memanfaatkannya untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Ilmu
selalu tersusun dari pengetahuan yang teratur, yang diperoleh dengan pangkal
tumpuan (obyek) tertentu dengan sistematis, metodis, rasional, logis, empiris,
umum, dan akumulatif. Teknologi dibagi menjadi teknologi modern, teknologi
madya, teknologi tradisional. Sains dan teknologi saling membutuhkan, karena
sains tanpa teknologi bagai pohon tanpa buah, sedangkan teknologi tanpa sains
bagaikan pohon tak berakar, karena tujuan sains dan teknologi adalah untuk
memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya. Sedangkan fungsi seni
memberi semacam persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan
menempatkan suatu keberaturan padanya.

Iptek dalam beberapa bidang kehidupan tergantung dari kemampuan individu


dalam menilai dampak yang ditimbulkan pada dirinya sendiri maupun dalam
masyarakat. Jika seseorang dapat mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi
dengan sebaik-baiknya, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang maju dan
berdasarkan aturan dan moral yang seharusnya

B. Saran

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kata
sempurna, untuk itu penulis menerima kritik serta saran yang membangun dari
para pembaca.

12
Daftar Pustaka
Asri Manggalawati, dkk. 2011. Manusia, Sains, Teknologi dan Seni.
Makalah. Surabaya: FKIP Matematika, Universitas PGRI Surabaya. Dikutip
dari
https://www.academia.edu/7128749/Makalah_ISBD_Manusia_Sains_Teknolo
gi_dan_Seni
Lutfi Anggraini, dkk. 2015. Hakikat dan Makna Sains, Teknologi, dan
Seni Bagi Manusia. Makalah. Dikutip dari
http://duniaisbd.blogspot.com/2015/12/makalah-hakikat-dan-makna-
sains.html?m=1
Sumaya Wulandari. Pengaruh Positif Dan Negatif Dari
Perkembangan Iptek Bagi Negara. Dikutip dari
https://www.academia.edu/36544285/PENGARUH_POSITIF_DAN_NEGATI
F_DARI_PERKEMBANGAN_IPTEK_BAGI_NEGARA

13