Anda di halaman 1dari 43

LAPORAN PRAKTEK PROFESI

PEKERJAAN :

PENGAWASAN ASSESMENT SMA NEGERI 2 BALAESANG

PANTAI BARAT KAB. DONGGALA

Disusun Oleh :

SELLI NOVIA

F221 15 077

PROGRAM STUDI S1 ARSITEKTUR

JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS TADULAKO

2019
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil alamin, syukur atas Kehadirat Allah SWT yang Maha Kuasa
karena berkat rahmat, hidayah, ridha dan kehendaknya penulis dapat menyelesaikan
Laporan Praktek Profesi ini yang judul pekerjaannya yaitu “Pengawasan Assesment
Sma Negeri 1 Balaesang ” yang merupakan salah satu syarat untuk lulus di mata
kuliah Praktek Profesi.

Pada kesempatan ini juga penulis menyampaikan terima kasih yang sedalam-
dalamnya kepada Dosen Pembimbing Ir. M Najib Massikki, M.M dan Ir. H.
Sarifuddin, M.T. yang telah banyak memberi masukan dan bimbingan mengenai
penyusunan Laporan Praktek Profesi.

Penulis juga mengharapkan, semoga Laporan Praktek Profesi ini dapat


memberikan manfaat bagi pembaca dan mahasiswa teknik arsitektur khususnya. Tak
pula juga penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kehilafan penulis
dalam proses pembuatan laporan ini baik yang sengaja maupun yang tidak disengaja
karena penulis percaya bahwa semua itu merupakan suatu proses dalam belajar
mengajar.

Palu, Desember 2019

Selli Novia
F221 15 077
DAFTAR ISI

Lembar Judul ................................................................................................


Lembar Pengesahan ......................................................................................
Kata Pengantar .............................................................................................
Daftar isi .......................................................................................................

BAB I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang......................................................................................
1.2. Maksud, Tujuan, dan Manfaat Praktek Profesi .........................................
1.2.1. Maksud ............................................................................................
1.2.2. Tujuan .............................................................................................
1.2.3. Manfaat ...........................................................................................
1.3. Lingkup Pembahasan ............................................................................
1.4. Metode ...............................................................................................
1.5. Sistematika Pembahasan .......................................................................

BAB II Tinjauan Umum Konsultan Pengawasan


2.1. Pengertian Konsultan Pengawas ..............................................................
2.2. Persyaratan Konsultan Pengawas .............................................................
2.3. Struktur Organisasi Konsultan Pengawas ..................................................
2.4. Tanggung Jawab Konsultan Pengawas .....................................................
2.5. Hak Dan Wewenang Konsultan Pengawas ................................................
2.6. Lingkup Tugas dan Proses Pekerjaan Konsultan Pengawas .........................
2.7. Proses Pengadaan Proyek Dan Badan Badan Yang Terlibat ........................
2.8. Hubungan Antara Pemberi Tugas/Proyek Dengan Konsultan .....................

BAB III Tinjauan Khusus Konsultan Pengawas CV. ART DECO


3.1. Latar Belakang Berdiri ...........................................................................
3.2. Bentuk Perusahaan ...............................................................................
3.3. Struktur Organisasi Perusahaan ..............................................................
3.4. Lingkup Bidang Usaha ...........................................................................
3.5. Cara Penaganan Pekerjaan dalam Perusahaan .........................................
3.6. Pengalaman perusahaan dalam bidang pelaksanaan ................................

BAB IV ANALISIS PENGAWASAN PELAKS NON FISIK DAN FISIK PROYEK


4.1. Analisis Pelaksanaan Non Fisik.......................................................
4.1.1. Latar Balakang Proyek .....................................................................
4.1.2. Waktu Pelaksanaan Proyek ...............................................................
4.1.3. Tujuan Proyek .................................................................................
4.1.4. Cara Mendapatkan Proyek dan Hubungan Kerja .................................
4.1.5. Lingkup Tugas Konsultan Pengawas Sesuai TOR ................................
4.1.6. Tahapan Teknis pelaksanaan ............................................................
4.1.7. Tinjauan Teknis Pelaksanaan Pekerjaan .............................................
4.1.8. Struktur Kerja Team Pelaksana .........................................................
4.1.9. Jenis dan macam Pekerjaan yang dilaksanakan ..................................
4.1.10. Pekerja Dan Jenis Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan ...........
4.1.11. Masalah-masalah dan pemecahannya ..............................................
4.2. Analisis Pelaksanaan Pengawasan Fisik .........................................
4.2.1. Pekerjaan Kolom dan Ringbalk ..........................................................
4.2.2. Pekerjaan Pemasangan Dinding ........................................................
4.2.3. Pekerjaan Plesteran dan Acian ..........................................................
4.2.4. Pekerjaan Pemasangan Plafond ........................................................
4.2.5. Pekerjaan Pemasangan Lantai ..........................................................
4.2.6. Pekerjaan Pagar ..............................................................................
4.2.7. Pekerjaan Pengecetan ......................................................................

BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan ...........................................................................................
5.2. Saran ..................................................................................................
LAMPIRAN
1. Profil Perusahaan ...........................................................................................
2. Gambar Kerja.................................................................................................
3. Rencana Kerja Dan Syarat-syarat (RKS) ...........................................................
4. Rencana Anggaran Biaya (RAB) .......................................................................
5. Foto-foto kegiatan pelaksanaan .......................................................................
6. Laporan Kemajuan Pekerjaan ..........................................................................
7. Daftar Hadir Praktek Profesi ............................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

1.2. Maksud, Tujuan, dan Manfaat Praktek Profesi


1.2.1. Maksud
1.2.2. Tujuan
1.2.3. Manfaat

1.3. Lingkup Pembahasan


Lingkup kuliah kerja praktik lapangan pada bidang Pengawasan, dalam
bidang mengawas dilapangan suatu proyek dimana praktikan terjun langsung
ke proyek melalui biro konsultan, dalam hal ini menyangkut bagaimana suatu
praktikan dapat turut serta melaksanakan dan membantu pekerjaan teknis
maupun non teknis mengenai terlaksananya proyek dilapangan, dengan
melaksanakan pekerjaan sebagai berikut: pemahaman gambar-gambar kerja,
pengawasan terhadap pekerjaan yang berjalan dilapangan (pengamatan
lapangan) dan pengambilan foto pekerjaan sebagai bukti pekerjaan
dilapangan berlangsung. Lingkup kegiatan yang akan dilaksanakan selama
kerja praktek adalah suatu lingkup pengawasan.

1.4. Metode Praktek Profesi


Metode yang diterpkan pada kerja parktek profesi ini adalah sebagai berikut :
1. Metode Identifikasi, yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung
proses pelaksanaan pekerjaan di lapangan berdasarkan keadaan yang
terjadi pada saat kegiatan kerja praktik berlangsung.
2. Metode Wawancara, yaitu dengan melakukan tanya jawab dengan pihak
yang terkait dalam pengelolaan proyek untuk mendapatkan data-data yang
bersifat non teknis.
3. Metode Literatur, yaitu dengan melihat bahan kuliah dan petunjuk dari tim
dosen mata kuliah kerja praktik profesi serta berdasarkan laporan dari
senior yang telah menyelesaikan mata kuliah ini.

1.5. Sistematika Pembahasan


Adapun sistematika penulisan dalam laporan praktek profesi ini yaitu sebagai
berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini dibahas mengenai gambaran umum isi tulisan yang
meliputi latar belakang laporan, maksud, tujuan, dan manfaat
praktek profesi, lingkup pembahasan, metode praktek profesi,
dan sistematika pembahasan laporan praktek profesi.

BAB II TINJAUAN UMUM KONSULTAN PENGAWAS


pada bab ini berisi tinjuan umum tentang teori-teori konsultan
pengawas seperti pengertian konsultan pengawas, persyaratan
konsultan pengawas , struktur organisasi konsultan pengawas,
tanggung jawab konsultan pengawas, hak dan wewenang
konsultan pengawas, lingkup tugas dan proses, pekerjaan
konsultan pengawas, proses pengadaan proyek dan badan
badan yang terlibat, dan hubungan antara pemberi
tugas/proyek dengan konsultan.

BAB III TINJAUAN KHUSUS KONSULTAN PENGAWAS CV/PT.


Pada bab ini beirisi tentang tinjauan terhadap CV. ART DECO
sebagai konsultan pengawas. Adapun yang dibahas yaitu latar
belakang berdirinya, bentuk perusahaan, struktur organisasi
perusahaan, lingkup bidang usaha, cara penaganan pekerjaan
dalam perusahaan, dan pengalaman perusahaan dalam
bidang pelaksanaan.

BAB IV ANALISIS PENGAWASAN PELAKSANAN NON FISIK DAN FISIK


PROYEK
Pada bab ini membahas tentang Analisis Pelaksanaan Non
Fisik Dan Fisik Proyek seperti latar balakang proyek, waktu
pelaksanaan proyek, tujuan proyek, cara mendapatkan proyek
dan hubungan kerja, lingkup tugas kontraktor sesuai tor,
tahapan teknis pelaksanaan, tinjauan teknis pelaksanaan
pekerjaan, struktur kerja team pelaksana, jenis dan macam
pekerjaan yang dilaksanakan, pekerja dan jenis peralatan yang
digunakan dalam pekerjaan, masalah-masalah dan
pemecahannya,

BAB V PENUTUP
Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran yang telah
didipat selama melalakukan pengawasan bangunan.
BAB II
TINJAUAN UMUM KONSULTAN PENGAWAS

1.1. Pengertian Konsultan Pengawas


Konsultan adalah seorang tenaga profesional yang menyediakan jasa
kepenasihatan (consultancy service) dalam bidang keahlian tertentu, misalnya
akuntansi, pajak, lingkungan, biologi, hukum, dan lain-lain. Perbedaan antara
seorang konsultan dengan ahli biasa adalah sang konsultan bukan merupakan
pegawai perusahaan sang pengguna layanan (client), melainkan seseorang
yang menjalankan usahanya sendiri atau bekerja di sebuah perusahaan
kepenasihatan, serta berurusan dengan berbagai pengguna layanan dalam
satu waktu.
Konsultan pengawas adalah pihak yang ditunjuk oleh pemilik proyek
(owner) untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan. Konsultan pengawas
dapat berupa badan usaha atau perorangan. Perlu sumber daya manusia yang
ahli dibidangnya masing-masing seperti teknik sipil, arsitektur, mekanikal
elektrikal, listrik dan lain-lain sehingga sebuah bangunan dapat dibangun
dengan baik dalam waktu cepat dan efisien.

1.2. Persyaratan Konsultan Pengawas


Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas pada Kerangka
Acuan Kerja ini harus memperhatikan persyaratan-persyaratan sebagai
berikut:
a. Persyaratan Umum Pekerjaan
Setiap bagian dari pekerjaan pengawasan harus dilaksanakan secara benar
dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkandan
diterima dengan baik oleh Pemberi Tugas.
b. Persyaratan Obyektif
Pelaksanaan pekerjaan pengawasan teknis konstruksi yang obyektif untuk
kelancaran pelaksanaan, baik yang menyangkut macam, kualitas, dan
kuantitas dari setiap bagian pekerjaan sesuai standar hasil kerja
pengawasan yang berlaku.
c. Persyaratan Fungsional
Pekerjaan pengawasan konstruksi fisik harus dilaksanakan dengan
profesionalisme yang tinggi sebagai Konsultan Pengawas yang secara
fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja kegiatan.
d. Persyaratan Prosedural
Penyelesaian administrasi sehubungan dengan pekerjaan dilapangan harus
dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.
e. Persyaratan Teknis Lainnya
Selain kriteria umum diatas, untuk pekerjaan pengawasan berlaku pula
ketentuan-ketentuan seperti standar, pedoman, dan peraturan yang
berlaku, antara lain :
 Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan yang
bersangkutan,yaitu Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan beserta
kelengkapannya, dan ketentuan-ketentuan sebagai dasar
perjanjiannya.
 Yang termuat dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor :
45/PRT/M/2007 tanggal 27 Desember 2007 tentang,Pedoman Teknis
Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

1.3. Struktur Organisasi Konsultan Pengawas


Struktur organisasi merupakan manajemen atau pengelolaan suatu
proyek yang diperlukan untuk kelancaran atau keberhasilan suatu pekerjaan.
Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan
bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan –kegiatan yang berbeda-beda tersebut
di integrasikan (koordinasi). Selain dari pada itu struktur organisasi juga
menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan
penyampaian laporan.
Bagan Alir Struktur Organisasi Konsultan pengawas proyek
Sumber : google-image.com

Detail penjelasan bagan organisasi Konsultan pengawas:


1) Team leader
Tugasnya adalah memimpin dan mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan
kerja. Bertanggung jawab terhadap pengawasan pekerjaan secara
keseluruhan.
2) Site engineering
Tugasnya adalah memimpin dan mengkoordinator Inspector baik struktur
maupun ME (mekanikal-elektrikal) dilapangan. Bertanggung jawab
langsung kepada tim leader serta berkoordinasi dengan pemilik proyek dan
pelaksana pekerjaan.
3) Inspector (tim pengawas berkala)
Tugasnya adalah mengawasi dan memberi penjelasan serta arahan
tentang maksud dan tujuan setiap jenis pekerjaan sebagaimana yang telah
tercantum dalam rencana kerja baik kualitas, kuantitas dan waktu.
4) Struktur engineer (tenaga ahli struktur)
Tugasnya adalah melakukan pengawasan dan pengkoreksian terhadap
keseluruhan konstruksi bangunan yang dikerjaka, apakah sudah sesuai
dengan rencana kerja dan syarat-syarat serta gambar kerja.
5) Mechanical engineer (tenaga ahli mekanikal)
Tugasnya melakukan pengawasan dan koreksi terhadap pekerjaan
mekanikal bangunan yang dikerjakan, apakah sudah sesuai dengan
rencana kerja dan syarat-syarat serta gambar kerja.
6) Electrical engineer (tenaga ahli elektrikal)
Tugasnya melakukan pengawasan dan koreksi terhadap pekerjaan
elektrikal bangunan yang dikerjakan, apakah sudah sesuai dengan rencana
kerja dan syarat-syarat serta gambar kerja.
7) Administrasi
Tugasnya melaksanakan administrasi proyek dari awal hingga akhir agar
setiap dokumen yang terkait dengan proyek tersebut dapat
terdokumentasi secara rapai dan mudah untuk dicari.
8) Office boy
Tugasnya melayani kebutuhan yang berhubungan dengan pekerjaan
karyawan, misalnya: menyediakan makanan/minuman ringan, membantu
berkas-berkas yang ingin di foto copy, membersihkan kantor, juru kunci,
dll.
9) Driver
Tugasnya melayani antar jemput kebutuhan kantor.
10) Surveyor
Tugasnya membantu kegiatan survey dan pengukuran diantaranya,
pengukuran topografi lapangan dan melakukan penyusunan dan
penggambaran data-data lapangan.
1.4. Tanggung Jawab Konsultan Pengawas
Adapun tanggung jawab Konsultan Pengawas yaitu :
a. Tugas Operasional Konsultan Pengawas
Konsultan pengawas harus membuat uraian kegiatan secara rinci yang
sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan pelaksanaan yang
dihadapi di lapangan, yang secara garis besar adalah sebagai berikut :
Pekerjaan Persiapan
1) Menyusun program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pengawasan.
2) Memeriksa dan menyetujui Time Schedule/Bar Chart, S-Curve, Net
Work Planning dan Shop Drawing serta struktur organisasi kerja di
proyek yang diajukan oleh kontraktor pelaksana untuk selanjutnya
diteruskan kepada owner guna mendapatkan persetujuan.
3) Memberikan format-format standart (SOP) untuk pelaksanaan
konstruksi seperti : izin memulai pelaksanaan pekerjaan (Ijin untuk
Pekerjaan), persetujuan penggunaan material (Persetujuan
Material/peralatan/Sub-Kontraktor) dll.
4) Semua pekerjaan persiapan ini dilakukan pada saat kick off meeting
Bersama owner, konsultan pengawas dasn kontraktor pelaksana.

b. Uraian Teknis Pekerjaan Pengawasan Lapangan


1) Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum, pengawasan
lapangan,
2) koordinasi dan inspeksi kegiatan-kegiatan pembangunan agar
pelaksanaan teknis maupun administrasi teknis yang dilakukan dapat
secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk
kedua kalinya.
3) Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas dari bahan atau
komponen bangunan, peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan
pelaksanaan di lapangan atau ditempat kerja lainnya.
4) Mengawasi kemajuan pelaksanaan pekerjaan dan menerbitkan laporan
prestasi pekerjaan (weekly progress) untuk dapat diketahui oleh owner
serta mengambil tindakan yang tepat dan cepat dalam
pengendaliannya sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam spesifikasi
teknis, agar batas waktu pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadwal
yang ditetapkan dalam master schedule yang disetujui.
5) Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau
pengurangan biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada
ketentuan kontrak, untuk mendapatkan persetujuan dari owner.
6) Memberikan petunjuk, perintah sejauh tidak mengenai pengurangan
dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang
dari kontrak, dapat langsung disampaikan kepada pemborong, dengan
pemberitahuan tertulis kepada owner.

1.5. Hak dan Wewenang Konsultan Pengawas


Adapun hak dan kewajiban Konsultan Pengawas yaitu :
a. Menyelesaikan pelaksanaan pekerjaan dalam waktu yang telah ditetapkan.
b. Membimbing dan mengadakan pengawasan secara periodik dalam
pelaksanaan pekerjaan.
c. Melakukan perhitungan prestasi pekerjaan.
d. Mengkoordinasi dan mengendalikan kegiatan konstruksi serta aliran
informasi antara berbagai bidang agar pelaksana pekerjaan berjalan
lancar.
e. Menghindari kesalahan yang mungkin terjadi sedini mungkin serta
menghindari pembengkakan biaya.
f. Mengatasi dan memecahkan persoalan yang timbul di lapangan agar
dicapai hasil akhir sesuai kualitas, kuantitas serta waktu pelaksanaan yang
telah ditetapkan.
g. Menerima atau menolak material/peralatan yang didatangkan kontraktor.
h. Menghentikan sementara bila terjadi penyimpangan dari peraturan yang
berlaku.
i. Menyusun laporan kemajuan pekerjaan (harian, mingguan,bulanan).
j. Menyiapkan dan menghitung adanya kemungkinan pekerjaan
tambah/kurang.

1.6. Lingkup Tugas dan Proses Pekerjaan Konsultan Pengawas


1.6.1. Lingkup Tugas
Lingkup tugas Konsultan Pengawas adalah memberikan layanan keahlian
kepada Owner (Pemberi Tugas) dan Tim Pengelola Teknis dalam
melaksanakan tugas-tugas koordinasi dan pengendalian seluruh kegiatan
teknis pembangunan tahap pelaksanaan konstruksi dan masa
pemeliharaan, baik yang menyangkut aspek manajemen maupun
teknologi.
1) Tahap Pelaksanaan Konstruksi
a. Mengevaluasi, mengkoordinasi dan mengendalikan program
kegiatan konstruksi yang disusun oleh Kontraktor yang terdiri atas
program pencapaian sasaran konstruksi, program penyediaan dan
penggunaan material, program penyediaan dan penggunaan
informasi, program penyediaan dan penggunaan dana.
Pembahasan : dalam hal ini pengawas bertugas untuk Sebelum
melaksanakan pekerjaan Kontraktor mengajukan contoh bahan
dari beberapa produk sesuai ketentuan dalam RKS kepada
Konsultan Pengawas, Tim Pemeriksa Pekerjaan dan Pelaksana
Kegiatan.
b. Memberikan instruksi-instruksi serta petunjuk-petunjuk yang perlu
kepada Kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan agar benar-benar
berlangsung sesuai dengan ketetapan-ketetapan kontrak.
Pembahasan : Pemberi tugas / Pelaksana Kegiatan dan Konsultan
Pengawas berhak mengeluarkan instruksi agar Kontraktor
membongkar pekerjaan apa saja yang telah ditutup untuk diperiksa
atau mengatur untuk mengadakan pengujian bahan – bahan atau
barang – barang baik yang sudah maupun yang belum dimasukkan
dalam pekerjaan atau yang sudah dilaksanakan. Biaya untuk
pekerjaan dan sebagainya menjadi beban kontraktor untuk
disempurnakan sesuai dengan dokumen kontrak. Selain itu,
Pemberi Tugas atau Pelaksana Kegiatan dan Konsultan Pengawas
berhak mengeluarkan instruksi untuk menyingkirkan dari tempat
pekerjaan, pekerjaan – pekerjaan, bahan – bahan atau barang –
barang apa saja yang tidak sesuai dengan dokumen kontrak.
c. Melakukan inspeksi dan pemeriksaan atas seluruh daerah kerja dan
semua instansi yang mendukung pelaksanaan pekerjaan.
d. Melaksanakan pengecekan terhadap material konstruksi yang
diperlukan untuk memperoleh jaminan bahwa pekerjaan sudah
dilaksanakan sesuai dengan spesifikasinya.
Pembahasan : dalam hal ini Konsultan Pengawas harus mengecek,
bahan bangunan / tenaga kerja lokal / setempat yang memenuhi
syarat teknis, sesuai dengan peraturan yang ada ( RKS ) dan
dianjurkan untuk dipergunakan dengan mendapatkan ijin tertulis
dari Konsultan Pengawas, Tim Pemeriksa Pekerjaan ( TPP ) dan
Pelaksana Kegiatan.
e. Memeriksa rencana kerja Kontraktor sehubungan dengan
peralatan-peralatan yang digunakan, lokasi-lokasi sumber material
konstruksi dan menjamin bahwa sifat dan kontrak dari material
tersebut adalah benar-benar memenuhi persyaratan dalam
spesifikasi.
Pembahasan : Kontraktor menjamin bahwa semua bahan
bangunan dan perlengkapan yang disediakan menurut dokumen
kontrak dalam keadaan baru dansemua hasil pekerjaan berkwalitas
baik, bebas dari cacat. Semua pekerjaan yang tidak sesuai dengan
standart ini dapat dianggap defectif ( rusak ).
f. Mengendalikan kegiatan konstruksi dengan melakukan
pengawasan pekerjaan meliputi:
 Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas,
kuantitas serta laju pencapaian progres pekerjaan.
 Mengawasi pekerjaan serta produknya, mengawasi ketetapan
waktu dan biaya konstruksi.
 Mengusulkan perubahan-perubahan serta penyesuaian di
lapangan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang terjadi
selama pekerjaan konstruksi.
Pembahasan : Bila dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas /
direksi lapangan, Rekanan /Kontraktor Pelaksana harus
membuat los kerja untuk tempat pekerja, sehingga terhindar
dari hujan, matahari dan angin.
 Menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan
konstruksi untuk pembayaran angsuran, pemeliharaan
pekerjaan, serta Serah Terima Pertama dan Kedua pekerjaan
konstruksi.
 Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala dan
membuat laporan bulanan atas pelaksanaan pekerjaan
Pengawasan dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan,
laporan harian, mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi
yang dibuat oleh Kontraktor.
 Mengkoordinir pembuatan gambar yang sesuai dengan
pelaksanaan di lapangan (as built drawing) untuk dipersiapkan
oleh Kontrakror.
 Menyusun dan mengevaluasi daftar kekurangan-kekurangan
dan cacat-cacat pekerjaan selama masa pemeliharaan.
 Membantu Tim Pengelola Teknik dalam penyusunan Dokumen
yang antara lain terdiri atas: Berita Acara Serah Terima Pertama
dan Kedua, gambar situasi dan gambar-gambar yang sesuai
dengan pelaksanaan di lapangan (as built drawing).
 Mempersiapkan serta menyampaikan kepada Tim Pengelola
Teknik untuk mendapat persetujuan mengenai perubahan
(variation order), bersama-sama dengan spesifikasi dan
gambar-gambar yang diperlukan, Perintah terhadap setiap
perubahan (variation order) yang mengakibatkan penambahan
atau perubahan biaya hanya dikeluarkan oleh Pemberi Tugas
atau pejabat yang dikuasakan.
 Memeriksa dan mensahkan semua gambar kerja (shop
drawings) yang dibuat oleh Kontraktor.
Pembahasan : Rekanan / Kontraktor Pelaksana harus
menyediakan dilokasi pekerjaan 1 ( satu ) Dokumen Kontrak
lengkap termasuk Gambar Bestek, Rencana Kerja dan Syarat-
syarat (RKS), Berita Acara Rapat Pekerjaaan, Time Schedule
yang telah disetujui oleh Pelaksana Kegiatan/Tim Pemeriksa
Pekerjaan/Konsultan Pengawas dalam masa pelaksanaan
pekerjaan.
 Membantu Tim Pengelola Teknis dalam negosiasi dengan
Kontraktor pada setiap perubahan harga yang mungkin terjadi
dan memberikan rekomendasi-rekomendasi yang diperlukan.
 Menyampaikan setiap persoalan teknis dan perancangan yang
mungkin timbul sehubungan dengan kontrak dan memberikan
rekomendasi cara penyelesaiannya.
 Mengevaluasi semua tuntutan mengenai pembayaran
tambahan atau perpanjangan waktu yang diajukan Kontraktor
dan memberikan rekomendasi mengenai hal tersebut kepada
Tim Pengelola Teknis.
 Membantu Tim Pengelola Teknis dalam penyelesaian setiap
perbedaan pendapat yang mungkin timbul dengan Kontraktor
dan memberikan pendapat terhadap setiap tuntutan yang
mungkin diajukan oleh Kontraktor dengan menyusun laporan-
laporan analisa sebagai dasar pertimbangan.
 Mengevaluasi seluruh hasil pekerjaan Kontraktor dalam rangka
serah Terima Pertama dalam memberikan rekomendasi
mengenai hal tersebut kepada Tim Pengelola Teknis.

2) Tahap Pemeliharaan
a. Menyiapkan dalam periode sebelum dan setelah Serah Terima
pertama setiap paket pekerjaan dan mengawasi pelaksanaan
perbaikan.
b. Membuat laporan dan merinci bagian-bagian perbaikan/rehabilitasi
kekurangan yang telah dilaksanakan.
c. Melakukan pengawasan selama masa pemeliharaan.
Pembahasan : Penentuan atau batasan pekerjaan dilaksanankan
kontraktor bersama – sama Konsultan Pengawas, Direksi /
PengawasDinas Bangunan dan Tim Pemeriksa Pekerjaan.
d. Membantu Tim Pengelola Teknik/Owner dalam menyiapkan Berita
Acara Serah Terima Kedua/Terakhir pekerjaan.
e. Menginstruksikan Kontraktor agar membuat, memeriksa dan
mempertanggung jawabkan dokumen tersebut.
f. Membuat laporan akhir Proyek yang berisi seluruh kegiatan
pelaksanaan selama Proyek berlangsung termasuk Final Account.
Pembahasan : Apabila pekerjan telah selesai atau Kontrak berakhir,
Kontraktor penyedia jasa harus segera menyerahkan hasil
pekerjaannya dengan baik sesuai dengan kontrak kepada
Pelaksana.
1.6.2. Proses Pekerjaan Konsultan Pengawas
Konsultan Pengawas dalam menjalankan tugasnya diperlukan
pula oleh Pengelola Kegiatan agar fungsi dan tanggung jawab Konsultan
Pengawas dapat terlaksana dengan baik, dan menghasilkan keluaran
sebagaimana yang diharapkan oleh Pemberi Tugas.
Konsultan Pengawas harus membuat uraian kegiatan secara
terinci yang sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan
pelaksanaan yang dihadapi dilapangan yang secara garis besar adalah
sebagai berikut :
1. Pekerjaan Persiapan
a. Menyusun program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan
pengawasan.
b. Memeriksa Time Schedule / Bar Chart, S-Curve, dan Net Work
Planningyang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana untuk
selanjutnya diteruskan kepada Pengelola Kegiatan untuk mendapat
persetujuan.
2. Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan
a. Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum, pengawasan
lapangan, koordinasi dan inspeksi kegiatan kegiatan pembangunan
agar pelaksanaan teknis yang dilakukan dapat secara terus
menerus sampaidengan pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya.
b. Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas dari bahan
atau komponen bangunan, peralatan dan perlengkapan selama
pekerjaan pelaksanaan dilapangan atau ditempat kerja lainnya.
c. Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang
tepat dan cepat, agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai
dengan jadwal yang ditetapkan.
d. Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau
pengurangan pekerjaan yang dapat mempengaruhi biaya dan
waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak, untuk
mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas.
e. Memberi petunjuk, perintah sejauh tidak mengenai pengurangan
dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak
menyimpang dari kontrak, dapat langsung disampaikan kepada
Pemborong, dengan pemberitahuan tertulis kapada Pemberi Tugas.
f. Memberi bantuan dan petunjuk kepada Pemborong dalam
mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan
pembangunan.

3. Konsultasi
a. Melakukan konsultasi kepada Pemberi Tugas untuk membahas
segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa
pembangunan.
b. Mengadakan rapat lapangan secara berkala sedikitnya dua kali
dalam sebulan, dengan Pemberi Tugas, Perencana dan Pemborong
dengan tujuan untuk membicarakan masalah dan persoalan yang
timbul dalam pelaksanaan, kemudian membuat risalah dan
mengirimkan kepadasemua pihak yang bersangkutan,serta sudah
diterima paling lambat 1 minggu kemudian.
c. Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap
mendesak.

4. Laporan
a. Memberi laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis
teknologis kepada Pemberi Tugas, mengenai volume, Prosentase
dan nilai bobot bagian - bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan
oleh pemborong.
b. Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan, dan
dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui.
c. Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai, jumlah tenaga
kerja dan alat yang digunakan.
d. Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh
Pemborong terutama yang mengakibatkan tambah atau
berkurangnya pekerjaan, dan juga perhitungan serta gambar
konstruksi yang dibuat oleh Pemborong (Shop Drawings).

5. Dokumen
a. Menerima dan menyiapkan berita acara sehubungan dengan
penyelesaian pekerjaan di lapangan, serta untuk keperluan
pembayaran angsuran.
b. Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan
dilapangan serta penambahan atau pengurangan pekerjaan guna
keperluan pembayaran.
c. Mempersiapkan formulir, laporan harian, mingguan dan bulanan,
Berita Acara kemajuan pekerjaan, penyerahan pertama dan kedua
sertaformulir - formulir lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan
dokumen pembangunan.

1.7. Proses Pengadaan Proyek dan Badan-Badan yang Terlibat


1.7.1. Proses Pengadaan Proyek
1.7.2. Badan-Badan yang Terlibat

1.8. Hubungan antara Pemberi Tugas/Proyek dengan Konsultan


BAB III
TINJAUAN KHUSUS KONSULTAN PENGAWAS CV/PT.

3.1. Latar Belakang Berdiri


3.2. Bentuk Perusahaan
3.3. Struktur Organisasi Perusahaan
3.4. Lingkup Bidang Usaha
3.5. Cara Penanganan Pekerjaan dalam Perusahaan
3.6. Pengalaman Perusahaan dalam Bidang Pelaksanaan
BAB IV
ANALISIS PENGAWASAN PELAKSANAN NON FISIK DAN FISIK PROYEK

1.1. Analisis Pelaksanaan Non Fisik


4.1.1. Latar Belakang Proyek
Bangunan Assesment merupakan salah satu istilah dari bangunan
rehab atau bangunan yang kurang layak huni sehingga diadakan sebuah
pemulihan gedung kembali mulai dari struktur bangunan sampai dengan
pekerjaan arsitekturalnya.
Sama halnya dengan bangunan di SMA Negeri 2 Balaesang yang
berada di Pantai Barat Kab. Donggala mengalami kerusakan akibat gempa,
intensitas kerusakan bagunan mulai dari kerusakan ringan sampai kerusakan
berat. Di mana dari faktor ini mengakibatkan terhambatnya proses belajar
mengajar di Sekolah Menengah Atas tersebut.
Sehingga melalui proyek rehabilitasi ini memberikan harapan kepada
pelajar dan guru untuk melanjutkan proses belajar mengajar di dalam ruang
kelas dengan kondusif dan layak.

1.1.2. Waktu Pelaksanaan Proyek


Pekerjaan proyek pembangunan/rehab sekolah Sma Negeri 2 Balaesang,
Pantai Barat Kabupaten Donggala dilaksanakan dalam 120 hari kalender.

1.1.3. Tujuan Proyek


Tujuan pembangunan rehab Gedung SMA Negeri 2 Balaesang adalah
memulihkan kembali kondisi Gedung yang kurang layak huni menjadi layak
dan nyaman untuk wadah dalam proses belajar mengajar yang lebih
kondusif.
1.1.4. Cara Mendapatkan Proyek dan Hubungan Kerja
Untuk mendapatkan proyek pembangunan rehabiltasi Gedung sekolah SMA
Negeri 2 Balaesang, CV. ART DECO terlebih dahulu mengikuti proses tender
atau lelang.

1.1.5. Lingkup Tugas Konsultan Pengawas Sesuai TOR


Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan Pengawas
adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku serta Gambar Kerja,
Perincian Penawaran, Rencana Kerja dan Syarat-Syarat yang merupakan
satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Kontrak Pemborongan Jasa
Konstruksi. Lingkup kegiatan tersebut antara lain meliputi :
a. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi
yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan.
b. Menyusun field engineering kondisi awal dan rekayasa lapangan
(penyesuaian rencana awal dan kondisi/kebutuhan lapangan), sebagai
syarat utama tagihan pekerjaan konsultan pengawas.
c. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas,
kuantitas, dan laju pencapaian volume/realisasi fisik sampai dengan
serah terima pekerjaan konstruksi.
d. Memberhentikan (sementara) pelaksanaan pekerjaan yang tidak
sesuai/memenuhi spesifikasi.
e. Mengumpulkan data dan informasi dilapangan untuk memecahkan
persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi.
f. Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala dengan
Pelaksana kontraktor dan unsur pengawas, membuat laporan mingguan
dan bulanan pekerjaan pengawasan, dengan masukan hasil rapat-rapat
lapangan, laporan harian, mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi
yang dibuat oleh kontraktor konstruksi.
g. Menyelenggarakan rapat secara berkala dengan unsur pelaku proyek
terkait.
h. Menyusun berita acara kemajuan pekerjaan dan perhitungan volume
pekerjaan (back up data), serta berita acara serah terima pertama
pekerjaan konstruksi.
i. Meneliti gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing) yang diajukan
oleh kontraktor konstruksi untuk disahkan oleh pejabat pembuat
komitmen (PPK) kegiatan konstruksi.
j. Meneliti gambar-gambar yang telah sesuai dengan pelaksanaan (as-
built drawing) sebelum serah terima pertama.
k. Menyusun laporan secara periodik (rekapitulasi pelaksanaan pekerjaan
dua mingguan yang meliputi permasalahan/kendala di lapangan dan
resume pekerjaan) kepada PPK.

4.1.6. Tahapan Teknis Pelaksanaan Pekerjaan


4.1.7. Tinjauan Teknis Pelaksanaan Pekerjaan
4.1.8. Struktur Kerja Team Pelaksana
4.1.9. Jenis dan Macam Pekerjaan yang Dilaksanakan
1) Pekerjaan Kolom dan Ringbalk
2) Pekerjaan Pemasangan Dinding
3) Pekerjaan Plesteran dan Acian
4) Pekerjaan Pemasangan Plafond
5) Pekerjaan Pemasangan Lantai
6) Pekerjaan Pengecetan
7) Pekerjaan Pagar
8) Pekerjaan Akhir dan lain-lain
4.1.10. Pekerjaan dan Jenis Peralatan yang Digunakan dalam Pekerjaan
a. Pekerjaan
b. Jenis Peralatan yang Digunakan
No Nama Alat Gambar Fungsi
1. Palu/Martil Digunakan untuk
menempa paku
pada papan atau
kayu.

Gambar 4.1. Palu/Martil


Sumber : Dokumentasi Lapangan

2. Gergaji Digunakan untuk


memotong kayu
atau papan.

Gambar 4.2. Gergaji


Sumber : Dokumentasi Lapangan

3. Gerobak Digunakan untuk


mempermudah
mobilitas bahan
baku bangunan
seperti pasir,
bata, kerikil,dll.

Gambar 4.3. Gerobak


Sumber : Dokumentasi Lapangan
4. Ember &  Ember
Cetok digunakan untuk
mengangkut
agregrat
bangunan yang
telah jadi.
 Cetok digunakan
Gambar 4.4. Ember dan Cetok
untuk mengambil
Sumber : Dokumentasi Lapangan
campuran semen
dan pasir.
5. Meteran Digunakan untuk
mengukur seperti
mengukur kayu
atau beton.

Gambar 4.5. Meteran


Sumber : Dokumentasi
Lapangan

6. Skop Digunakan untuk


mengeruk pasir
dan sebagai alat
pengaduk
agregat.

Gambar 4.6. Skop


Sumber : Dokumentasi Lapangan
7. Bodem &  Bodem
Betel digunakan untuk
membongkar
dan
menghancurkan
tembok dan juga
sebagai alat
Gambar 4.7. Bodem dan Betel pemukul ketika
Sumber : Dokumentasi Lapangan
memasang
patok saat
membuat
Bowplang.
 Betel digunakan
untuk
memangkas
atau membuat
lubang pada
tembok.
8. Wadah Digunakan untuk
Plesteran membantu
pekerja
menempatkan
plesteran atau
acian.

Gambar 4.8.
Sumber : Dokumentasi Lapangan
9. Roskam Digunakan untuk
meratakan
acian/mortal
halus di
permukaan beton.

Gambar 4.9. Roskam


Sumber : Dokumentasi Lapangan

10. Kasutan Digunakan untuk


menghaluskan
atau meratakan
campuran yang
sudah
ditempelkan di
Gambar 4.10. Kasutan
dinding atau
Sumber : Dokumentasi Lapangan
lantai.
11. Ayakan Digunakan untuk
memisahkan pasir
yang diinginkan
berdasarkan
ukurannya.

Gambar 4.11. Ayakan


Sumber : Dokumentasi Lapangan
12. Tangga Digunakan untuk
Kuda-Kuda membantu para
pekerja bangunan
pada pekerjaan
dinding bagian
atas.
Gambar 4.12. Tangga
Sumber : Dokumentasi Lapangan

13. Kuas Roll Digunakan untuk


memepercepat
proses
pengecetan
permukaan
dinding dan
plafond yang luas
Gambar 4.13. Kuas Roll
Sumber : Dokumentasi Lapangan dan rata.
14. Tali & Besi  Tali digunakan
untuk penanda
pembatas
ukuran seperti
pemasangan
pada lantai
Gambar 4.14. Tali dan Besi keramik.
Sumber : Dokumentasi Lapangan  Besi digunakan
untuk pematok
ukuran yang
telah ditentukan.
4.1.11. Masalah-Masalah dan Pemecahannya
1) Keterlambatan Pengadaan Material
Keberadaan bahan bangunan merupakan hal vital dalam pelaksanaan
proyek untuk menjamin setiap pekerjaan dapat selesai sesuai waktu
yang dijadwalkan. Keterlambatan dalam pengadaanya berarti terjadi
kemunduran waktu pelaksanaan, untuk mengatasinya pihak kontraktor
dapat bekerja sama dan menjalin hubungan baik dengan supplier yang
siap mengirim bahan dan alat tepat waktu sesuai kesepakatan kedua
belah pihak.

2) Penempatan Bahan/ Material Bangunan yang Cukup Jauh


Mobilisasi bahan/material atau biasa disebut Droping Material harus di
tempatkan pada lokasi yang mudah dijangkau dalam pelaksanaan
pekerjaan. Sehingga kontaktor harus memperhitungkan dan
merencanakan akses jalan masuk, serta tetap menjaga kelancaran
lalulintas sekitar proyek, dan keamanan proyek. Dimana akses material
di dalam lingkungan SMA Negeri 2 Balaesang terhalang oleh beberapa
tenda yang digunakan untuk tempat belajar sementara. Sehingga untuk
mengatasinya pihak kontraktor terebih dahulu memberitahukan ke
pihak sekolah untuk relokasi tenda tersebut.
1.2. Analisis Pelaksanaan Pengawasan Fisik
4.2.1. Pekerjaan Persiapan
Pada pekerjaan persiapan dalam rehab bangunan SMA Negeri 2
Balaesang yaitu dengan pembongkaran beberapa material bangunan yang
tidak layak digunakan kembali dan digantikan dengan material yang baru,
seperti :
1) Pembongkaran Lantai

Gambar 4.15. Salah Satu Ruang Kelas dengan Kondisi Lantai yang retak
Sumber : Dokumentasi Lapangan

Sebagian besar lantai pada bangunan SMA Negeri 2 Balaesang di


bongkar karena retak akibat gempa. Proses pebongkaran menggunakan
alat Bodem dan Linggis yang kedua alat ini sangat berfungsi untuk
menghancurkan material lantai yang keras.

Gambar 4.16. Proses Pembongkaran Lantai


Sumber : Dokumentasi Lapangan
2) Pembongkaran Dinding

Gambar 4.17. Kondisi Awal Dinding Bangunan


Sumber : Dokumentasi Lapangan

Pembongkaran pada dinding bangunan di SMA Negeri 2 Balaesang


memiliki 2 tahap yaitu :
 Pembongkaran keseluruhan dinding karena pertimbangan dinding
yang sudah tidak terikat dengan kolom bangunan sehingga
mengalami kemiringan dengan demikian dinding tersebut harus di
bongkar seluruhnya.
 Pemahatan terhadap dinding yang retak karena pertimbangan dinding
masih layak pakai dengan bantuan alat Betel dan Bodem yang
mempermudah dalam pemangkasan dinding.

Gambar 4.18. Proses Pembongkaran dan Pemahatan Dinding


Sumber : Dokumentasi Lapangan
3) Pembongkaran Plafond
Hampir sebagian besar material plafond di beberapa bangunan SMA
negeri 2 Balaesang di bongkar karena sudah rusak dan banyak yang
berjatuhan sehingga tidak memungkinkan lagi untuk digunakan kembali.

Gambar 4.19. Kondisi Awal Plafond yang Akan Dibongkar


Sumber : Dokumentasi Lapangan

1.2.2. Pekerjaan Kolom dan Ringbalk


a. Kolom Praktis
Kolom Praktis adalah kolom yang berfungsi sebagai pengikat
dinding agar dinding stabil. Pekerjaan kolom praktis dipasang bersamaan
dengan pasangan bata dengan rangkaian tulangan secara vertical.
Kemudian memasang bekisting di setiap sisi tulangannya.
Kolom Praktis di bangunan SMA Negeri 2 Balaesang memiliki
ukuran 15/15 cm dengan tulangan beton 10 SNI dan menggunakan begel
6 SNI, dengan jarak begel 15 cm. Campuran yang digunakan pada kolom
praktis yaitu 1 : 3.
Gambar 4.20. Pembuatan Kolom Praktis
Sumber : Dokumentasi Lapangan

b. Ringbalk
Ringbalk berfungsi sebagai pengikat pasangan bata dan juga
untuk meratakan beban dari struktur yang berada diatasnya, seperti
beban yang diterima oleh kuda-kuda.
Pekerjaan Ringbalk pada bangunan SMA Negeri 2 Balaesang
menggunakan dimensi 15 cm dengan tulangan 10 SNI dan begel 6 SNI.
Jarak antara begel yaitu 15 cm dengan campuran 1 : 3.

Gambar 4.21. Pengecoran Ringbalk


Sumber : Dokumentasi Lapangan
1.2.3. Pekerjaan Pemasangan Dinding
Dinding memiliki fungsi sebagai pembatas ruang luar dan ruang dalam,
penyokong atap dan langit-langit, dll.
Pekerjaan Dinding pada bangunan SMA Negeri 2 Balaesang
menggunakan material Batu Bata dan campuran siar yang digunakan 1 : 3.
Alasan pihak kontraktor dan konsultan memilih batu bata karena memiliki
keunggulan dari material lain seperti :
a. Lebih tahan lama dan lebih kuat dibandingkan batako berkat adanya
pembakaran dalam proses pembuatannya.
b. Lebih mudah diangkut karena ukuran batu bata tidak besar.
c. Mudah dipasang, siapapun bisa memasang batu bata tanpa pengetahuan
khusus.
d. Batu bata lebih mampu menyesuaikan diri dengan suhu di luar rumah,
sehingga suhu ruangan akan lebih nyaman.
e. Tahan api.
f. Pemasangan batu bata tidak memerlukan perekat khusus.
g. Jarang terjadi retak pada dinding yang terbuat dari batu bata.

Gambar 4.22. Pemasangan Dinding


Sumber : Dokumentasi Lapangan
1.2.4. Pekerjaan Plesteran dan Acian
Pekerjaan Plesteran dan Acian berfungsi sebagai bahan pelapis atau
untuk melindungi dinding dari rembesan air maupun dari kondisi cuaca,
menambah kekuatan dinding, serta memperhalus permukaan dinding.
Sebelum pelaksanaan pekerjaan plesteran dilakukan, bagian dinding yang
akan dipasangi plesteran dibasahi atau disiram air terlebih dahulu kurang
lebih dua jam sebelum pekerjaan plesteran dilakukan untuk memberikan
kelembaban yang baik pada dinding. Setelah itu campuran plester yang telah
jadi di aplikasikan ke dinding barulah kemudian acian sebagai lapisan akhir
dari struktur dinding.

Gambar 4.23. Membasahi Dinding Sebelum Diplester


Sumber : Dokumentasi Lapangan

Pekerjaan Plesteran dan Acian pada bangunan SMA Negeri 2 Balaesang


di aplikasikan pada dinding yang baru dibuat dan pada dinding yang retak.
Pekerjaan plesteran menggunakan bahan semen yang dicampur dengan
pasir dengan perbandingan campuran 1 : 3 sedangan Pekerjaan acian
menggunakan bahan dari semen dan kapur 1 Pcs : 7 Kpr yang dicampur
dengan air dengan perbandingan tertentu.
Gambar 4.24. Pengaplikasian Plesteran pada Dinding
Sumber : Dokumetasi Lapangan

1.2.5. Pekerjaan Pemasangan Plafond


Plafond digunakan sebagai penutup langit-langit atap sehingga
keindahan dan menimbulkan rasa aman ketika melintas dibawahnya.
Pekerjaan Plafond di SMA Negeri 2 Balaesang ada yang hanya
mengganti material penutupnya saja dan ada juga rangka dan material
penutupnya diganti seluruhnya karena tidak layak digunakan kembali.
Material plafond yang digunakan di bangunan SMA Negeri 2 Balaesang yaitu
Tripleks 5 mm dan menggunakan rangka plafond dengan ukuran kayu 5/5
cm sedangkan pola ukuran tripleks yang digunakan yaitu 60 x 120 cm. Dalam
pekerjaan plafond pekerja dibantu dengan alat-alat seperti gergaji, martil,
pensil, meteran, dan paku yang merupakan alat-alat yang cukup penting
dalam pekerjaanya.
Gambar 4.25. Pekerjaan Rangka Palfond dan Penutup Plafond
Sumber : Dokumetasi Lapangan

1.2.6. Pekerjaan Pemasangan Lantai


Lantai berfungsi menahan naiknya air tanah ke bagian bangunan,
menambah nilai artistik ruang, membuat kesan mewah suatu ruangan, dll.
Pekerjaan lantai di bangunan SMA Negeri 2 Balaesang menggunakan
material keramik dengan ukuran 40 x 40 cm dengan campuran 1 : 3.
Sebelum pemasangan keramik terlebih dahulu keramik di rendam di air
beberapa menit agar keramiknya lebih tahan lama kemudian barulah
keramik dipasang.

Gambar 4.26. Proses Pemasangan Keramik


Sumber : Dokumetasi Lapangan
1.2.7. Pekerjaan Pagar
Pekerjaan pagar di SMA Negeri 2 Balaesang yaitu sepanjang 300 m.
Material barrier yang digunakan yaitu pasangan batu bata dengan dimensi
kolom yang digunakan 20/20 cm sedangkan campuran yang digunakan
untuk plesteran 1 : 3 dan acian 1 Pc : 7 Kpr.

Gambar 4.27. Pemasangan Pagar


Sumber : Dokumetasi Lapangan

1.2.8. Pekerjaan Pengecetan


Pengecetan merupakan pekerjaan finishing dari sebuah bangunan
fungsi dari pengecetan ini adalah sebagai outer atau skin dinding ruangan
sehingga dinding tidak gampang berlumut.
Pekerjaan pengecetan di bangunan SMA Negeri 2 Balaesang hampir
semua dinding bangunan dicat kembali. Selain dinding bangunan,
pengecetan juga dilakukan di plafond sebagai finishing dari pekerjaan
plafond.

Gambar 4.28. Pengecetan pada Plafond


Sumber : Dokumetasi Lapangan
BAB V
PENUTUP

5.1. Kesimpulan
Pelaksanaan KKP (kuliah kerja praktek) profesi kali ini, dalam bidang
Pengawasan dilaksankanan kurang lebih 2 bulan tersebut praktikan memperoleh
banyak pengetahuan dan informasi yang berhubungan dengan disiplin ilmu
arsitektur, khususnya dalam bidang pengawasan suatu proyek. Dari pengalaman
dan informasi tersebut dapat kami tarik kesimpulan bahwa:
1. Umum
Dalam pelaksanaan praktek pengawasn ini banyak sekali manfaat bagi
mahasiswa untuk dijadikan sebagai bahan mengamatan dan bahan
perbandingan antara teori-teori yang sudah didapa dibangku kuliah dengan
kenyataan yang sebenarnya dilapangan selama proses pengawasan.
2. Khusus
Yang harus kita ketahui dalam tahap pengawasan adalah :
a. Mengetahui nama-nama atau istilah-istilah pekerjaan yang ada
dilapangan;
b. Peran sebuah kelompok kerja (team work) dituntut untuk saling
bekerjasama agar dalam pengawasan bisa terawasi dengan baik.
c. Mahasiswa telah mendapatkan pengalaman kerja yang nantinya akan
menjadi bekal di dunia kerja yang sesungguhnya.

5.2. Saran