Anda di halaman 1dari 27

Dyah Tri Handayani

NPM 1906428335

PRAKTIKUM IDK
PENYAKIT INFEKSI

Tujuan pembelajaran:
Setelah mengikuti topik ini mahasiswa mampu:

1. mengenali dan menggambarkan perubahan morfologi makroskopik dan


mikroskopik pada proses infeksi oleh bergabai agen penginfeksi; virus, bakteri,
jamur, cacing, protozoa, dll.

2. mendiskusikan mekanisme penyebab terjadi dan dampak dari proses- proses di


atas terhadap biologi, psikologi, sosial dan spiritual klien; dan

3. mendiskusikan implikasi dari perubahan tersebut terhadap tindakan


keperawatan.

SUMBER:
1.
h ttp://library.med.utah.edu/WebPath/CINJHTML/CINJIDX.html
2.
CD Patologi
3.
https://www.hiv.uw.edu/alternate

Perhatikan slide di bawah ini!

1
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
a. Gambaran apakah yang tampak?

Gambar di atas adalah gambar oral candidialis. Oral candidialis merupakan

infeksi oportunistikyang paling umum mempengaruhi mukosa oral. Pada

sebagian besar kasus, lesi tersebut disebabkan oleh jamur Candida albican.

Penyakit infeksi seperti ini dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menjadi

lemah oleh karena penyakit atau obat-obatan seperti prednison, atau ketika

antbiotik mengganggu keseimbangan alami mikroorganisme dalam tubuh.

b. Organ tersebut diambil dari penderita dengan infeksi primer apa?

Organ tersebut diambil dari penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Penderita HIV, memiliki gejala yang berat terutama di mulut atau kerongkongan.

Hal ini dapat membuat sakit dan sulit makan. Jika infeksi menyebar ke usus,

menjadi sulit menerima nutrisi yang cukup.

c. Disebut apakah golongan infeksi yang menyerang penderita dengan kondisi

imunosupresi?

Nama golongan infeksi yang menyerang penderita dengan kondisi imunosupresi

adalah infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik adalah penyakit yang

disebabkan oleh berbagai organisme, namun beberapa diantaranya tidak

2
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang

normal. Organisme-organisme penyakit ini sering hadir dalam tubuh tetapi

umumnya dikendalikan oleh sistem kekebalan tubuh yang sehat. Ketika

seseorang terinfrksi HIV mengembangkan infeksi oportunistik, tahapannya

masuk ke diagnosis AIDS

d. Bagaimana mekanisme infeksi tersebut bisa terjadi?

Candida albicans dengan mukosa yaitu hifa candida albicans memiliki

kemampuan untuk menempel erat pada eptel manusia dengan perantara

protein dinding hifa, hal ini memungkinkan karena protein ini memiliki susunan

asam amino mirip dengan substrat transaminase keratinosit mamalia sehingga

diikat dan menempel pada sel epithelial. Selain itu, pada jamur ini terdapat

nanoprotein yang mirip integrin vetebrata sehingga jamur mampu menempel ke

matriks ekstraseluler seperti fibronectin, kolagen dan laminin. Setelah

melakukan penempelan, kemudian candida albicans mengadakan kolonisasi

dan terjadilah infeksi. Pada proses selanjutnya dapat terjadi invasi ke jaringan

yang lebih dalam melalui perlekatan dengan endotel vaskuler, karena hifa

candida albicans mengeluarkan proteinase dan fosfolipase yang mencerna sel

epitel inang sehingga memudahkan untuk melakukan invasi

3
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
Perhatikan gambar-gambar di link berikut!

4
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
e. Gambaran apakah yang tampak?

Gambaran yang tampak adalah orang yang memiliki penyakit Kaposi’s

sarcoma

f. Apa ciri khas yang bisa diamati dari kelainan tersebut?

Ciri khas yang bisa diamati dari kelainan tersebut adalah penampakan

yang berwarna merah atau ungu mirip seperti memar. Bentuknya biasanya rata

terhadap kulit namun bisa juga menggumpal dan membentuk seperti benjolan.

Koposi’s sarcoma disebabkan oleh virus yang bernama human

herpesvirus 8 (HHV-8) atau disebut juga Kaposi’s sarcoma-associated

herpesvirus (KHSV). Virus ini dapat menyebar melalui buhungan seksual, sliva,

dan ditularkan oleh ibu pada anaknya saat melahirkan.

HHV-8 adalah virus yang biasa ditemui dan sebagian besar orang yang memiliki

virus ini akan memiliki Kaposi’s sarcoma. Namun hanya orang-orang dengan

sistem imun yang lemah atau secara genetik rentan terhadap virus ini yang bisa

menyebabkan kanker.

Kulit adalah tempat yang sering ditemui Kaposi’s sarcoma terutama

disekitar hidung, mulut, alat kelamin, dan anus. Selain di kulit, Kaposi’s sarcoma

juga bisa terjadi di organ dalam seperti paru-paru, hati dan usus.

5
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
Perhatikan slide berikut!

g. Gambaran apakah yang tampak?

Gambar yang tampak adalah bagian dari paru-paru dimana salah satu

rongganya dipenuhi oleh nanah

h. Apa jenis agen penginfeksi dan bagaimana patogenesis terjadinya kelainan

tersebut?

Nanah yang memenuhi rongga yang ada pada paru-paru ini adalah nanah

akibat infeksi oleh jamur khususnya jamur yang bernama Aspergillus. Gumpalan

nanah ini berstruktur padat karena terbentuk dari bagian hifa jamur.

Nama penyakit dari jamur Aspergillus ini adalah Aspergillosis. Sebenarnya

Aspergillosis bisa menyerang berbagai bagian tubuh, namun yang paling umum

adalah paru-paru. Aspergillosis menyebabkan:

 Reaksi Alergi

6
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
Orang yang memiliki asma tau cystic fibrosis bisa memiliki alergi

terhadap jamur aspergillus. Kondisi ini juga dikenal dengan nama allergic

bronchopulmonary aspergillosis.

 Aspergilloma
Kondisi dimana terdapat pertumbuhan jamur pada rongga di paru-paru

yang membentuk sebuah bola jamur (fungus ball). Pertumbuhan

aspergilloma ini bisa menyebabkan chronic pulmonary aspergillosis.

Rongga pada pau-paru bisa terbentuk akibat penyakit yang pernah

diderita sebelumnya seperti tuberculosis.

 Infeksi
Biasa juga disebut sebagai Invasive pulmonary aspergillosis. Ini adalah

bentuk aspergillosis yang paling parah dimana akibat infeksi menyebar

ke bagian tubuh yang lain seperti otak, hati, ginjal melalui pembuluh

darah. Hal ini biasanya terjadi pada seseorang yang sistem imunnya

lemah seperti orang-orang yang telah melalui proses kemoterapi.

Jamur Aspergillus ada dimana saja di sekitar kita. Tidak masalah bila kita

terpapar oleh spora aspergillus sehari-hari karena sistem kita akan

segera menghancurkan saat spora ini terhirup. Namun, bila sistem imun

kita lemah, spora dari aspergillus bisa berkembang dan menyebabkan

aspergillosis.

Perhatikan slide berikut!

7
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
i. Gambaran apa yang tampak?

Gambar ini adalah gambar pseudosit Toxoplasma gondii dalam miokardium

pada penderita AIDS. Toxo termasuk infeksi oportunistik yang menyerang orang

dewasa dengan Immunocompromised. Toxo juga dapat termasuk ke dalam

imuno kongenital.

j. Gambarlah pada lembar praktikum

k. Apa jenis agen penginfeksi dan bagaimana patogenesis terjadinya kelainan

tersebut (baik sebagai bentuk infeksi sekunder maupun kongenital)?

8
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
Penyakit toxoplasmosis biasanya ditularkan dari kucing atau anjing tetapi

penyakit ini juga dapat menyerang hewan lain seperti babi, sapi, domba, dan

hewan peliharaan lainnya. Walaupun sering terjadi pada hewan-hewan yang

disebutkan di atas penyakit toxoplasmosis ini paling sering dijumpai pada kucing

dan anjing. Untuk tertular penyakit toxoplasmosis tidak hanya terjadi pada orang

yang memelihara kucing atau anjing tetapi juga bisa terjadi pada orang lainnya

yang suka memakan makanan dari daging setengah matang atau sayuran

lalapan yang terkontaminasi dengan agent penyebab penyakit toxoplasmosis.

Infeksi janin dan neonatus dapat diperoleh secara transcervically (infeksi

menaik) atau transplasenta (infeksi hematologi).

• Infeksi transcervical, atau naik, melibatkan penyebaran infeksi dari saluran

serviks dan mungkin diperoleh dalam rahim atau selama kelahiran. Sebagian

9
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
besar infeksi bakteri (mis., Infeksi streptokokus α-hemolitik) dan beberapa

infeksi virus (mis., herpes simpleks) didapat

dengan cara ini. Secara umum, janin mendapatkan infeksi dengan "menghirup"

cairan ketuban yang terinfeksi ke paru-paru atau dengan melewati jalan lahir

yang terinfeksi selama pengiriman. Infeksi janin biasanya dikaitkan dengan

radang selaput plasenta (korioamnionitis) dan radang tali pusat (funisitis). Mode

penyebaran ini tipikal untuk pneumonia dan, pada kasus yang parah, sepsis dan

meningitis.

• Infeksi transplasental mendapatkan akses ke aliran darah janin dengan

melewati plasenta melalui vili korionik dan dapat terjadi kapan saja selama

kehamilan atau kadang-kadang, seperti halnya dengan hepatitis B dan manusia

virus immunodeficiency, pada saat pengiriman via transfusi ibu-ke-janin.

Sebagian besar parasit (mis., Toksoplasma, malaria) dan infeksi virus dan

beberapa bakteri infeksi (mis., dari Listeria dan Treponema) menunjukkan mode

penularan hematogen ini. Klinis manifestasi dari infeksi ini sangat bervariasi,

sebagian besar tergantung pada waktu kehamilan dan mikroorganisme yang

terlibat. Infeksi transplasental yang paling penting dapat dengan mudah diingat

oleh singkatan TORCH. Unsur-unsur kompleks TORCH adalah Toxoplasma (T),

virus rubella (R), cytomegalovirus (C), herpesvirus (H), dan sejumlah lainnya (O)

mikroba seperti Treponema pallidum. Agen-agen ini dikelompokkan bersama

karena mereka dapat membangkitkan manifestasi klinis dan patologis yang

serupa. Infeksi TORCH terjadi pada awal kehamilan dapat menyebabkan gejala

10
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
sisa kronis pada anak, termasuk pembatasan pertumbuhan, keterbelakangan

mental, katarak, dan kelainan jantung bawaan, sedangkan infeksi di kemudian

hari terutama terjadi pada kehamilan cedera jaringan disertai oleh peradangan

(ensefalitis, chorioretinitis, hepatosplenomegali, pneumonia, dan miokarditis).

Mikroba dapat menyebar di dalam tubuh dengan beberapa cara:

• Beberapa bakteri ekstraseluler, jamur, dan cacing mensekresikan enzim litik

yang merusak jaringan dan memungkinkan langsung invasi. Sebagai contoh, S.

aureus mengeluarkan hyaluronidase, yang menurunkan matriks ekstraseluler

antara host

sel. Mikroba invasif awalnya mengikuti bidang jaringan paling tidak resistensi

dan masuk ke bagian limfatik. S. aureus dapat melakukan perjalanan dari abses

terlokalisasi ke kelenjar getah bening. Hal tersebut dapat menyebabkan

bakteremia dan menyebar ke organ dalam (jantung, tulang).

• Mikroorganisme dapat menyebar dalam darah atau getah bening baik bebas

dalam cairan ekstraseluler atau di dalam sel inang. Beberapa virus (mis., Virus

polio, HBV), sebagian besar bakteri dan jamur, sebagian protozoa (mis.,

Trypanosoma Afrika), dan semua cacing diangkut dalam darah, bebas dalam

plasma. Leukosit dapat membawa virus herpes, HIV, mikobakteri, Leishmania,

dan Toxoplasma. Parasit Plasmodium dan Babesia dibawa dalam sel darah

merah.

11
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
• Sebagian besar virus menyebar secara lokal dari sel ke sel melalui replikasi

dan pelepasan virion infeksi, tetapi yang lain mungkin merambat dari sel ke sel

dengan menyebabkan fusi inang sel, atau dengan transportasi dalam saraf

(seperti virus rabies dan virus varicella-zoster).

Penyebaran patogen dalam darah dapat memiliki konsekuensi atau

konsekuensi yang mengerikan. Proses infeksi yang dalam darah bisa terjadi

secara tunggal dan besar (seperti abses atau TBC) atau multipel dan kecil

(seperti tuberkulosis milier atau Candida microabses). Invasi pathogen pada

aliran darah yang terjadi secara besar-besaran oleh bakteri dapat dengan cepat

menyebabkan sepsis fatal, bahkan pada orang yang sebelumnya sehat.

Manifestasi utama dari penyakit menular dapat muncul di situs yang jauh dari

titik masuknya mikroba. Sebagai contoh, virus varicella-zoster dan campak

masuk melalui saluran udara tetapi menyebabkan ruam di kulit; virus polio

masuk melalui usus tetapi membunuh neuron motorik yang menyebabkan

kelumpuhan. Parasit Schistosoma mansoni menembus kulit tetapi akhirnya

terlokalisasi di pembuluh darah portal sistem dan mesenterium, merusak hati

dan usus. Schistosoma hematobium terlokalisasi ke kandung kemih dan

menyebabkan sistitis. Virus rabies menyebar dari situs a menggigit binatang gila

ke otak dengan transportasi retrograde di neuron sensorik, di mana kemudian

menyebabkan ensefalitis dan kematian.

12
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
(Sumber : Kumar, 2013)

Perhatikan slide di bawah ini!

13
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
l. Gambaran apa yang tampak?

Gambar tersebut adalah Toxoplasma gondii abses yang terjadi pada otak. Pada

gambar terdapat lesi seperti cincin yang terlihat pada pemeriksaan radiologi ct-

scan. Toxoplasma gondii adalah parasit protozoa yang dapat mempengaruhi

manusia (Hull & Johnston, 2008)

m. Bagaimana mekanisme kerja agen penginfeksi sehingga bisa menimbulkan

kerusakan di otak?

Toxoplasma gondii masuk melalui tinja hewan, daging mentah atau proses

memasak yang kurang matang. Parasit yang terdapat dalam media tersebut

masuk dan akan menetap dikarenakan imun yang lemah. Berbeda dengan

orang yang sehat, sistem imun tubuhnya kaan melawan agen penginfeksi

tersebut. Parasit yang telah menetap di tubuh akan menyebar hingga ke otak.

Hal yang terjadi pada otak, otak akan membengkak dan membesar. Abses otak

yang terjadi merupakan infeksi di otak yang diselubungi kapsul dan terlokalisasi

pada satu atau lebih area di otak.

14
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
Perhatikan slide berikut!

n. Gambaran apa yang tampak?

Gambar tersebut merupakan kelenjar getah bening di messentrium. Di sebelah

kiri terlihat permukaan berwarna kuning kecoklatan. Nodus limfa ini diotong

melintang dan dipenuhi oleh organisme Mycobacterium Avium-Complex (MAC),

dan hal ini terjadi karena terdapat infeksi oportunistik pada penderita AIDS

dengan respon imun yang tidak bagus serta tidak terdapat granuloma fokal.

o. Menimbulkan kelainan apakan proses infeksi tersebut?

Infeksi akibat Mycobacterium Avium-Complex (MAC) ini terjadi pada penderita

AIDS dengan sistem imun yang lemah, akibatnya penyakit yang dialami

penderita AIDS tersebut semakin berkembang. Bagian yang terinfeksi

organisme MAC iniadalah paru-paru, saluran cerna dan tulang serta MAC dapat

menimbulkan deman, penurunan berat badan, diare dan kelelahan. Kelenjar

getah bening yang ada di leher dapat mengalami pembengkakan.

15
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
Perhatikan slide berikut!

p. Gambaran apa yang tampak?

Ini adalah sekumpulan cacing Ascaris lumbricoides yang diambil dari usus

orang dewasa. Cacing ascaris merupakan cacing terbesar di golongan

nematoda. Cacing ini menyebabkan terjadinya infeksi ascariasis (cacingan).

Ascariasis terjadi karena tertelannya telur-telur cacing ascariasis, larva cacing

ini dapat menembus dinding usus halus menuju pembuluh darah atau limfe

yang kemudian mengalir ke jantung. Di usus halus, larva akan berubah menjadi

cacing dewasa yang mampu hidup 1-2 tahun. Infeksi yang berat dapat

menyebabkan penyumbatan usus. Gangguan yang muncul biasanya mual,

kurang nafsu makan dan diare.

q. Bagaimana mekanisme agen penginfeksi tersebut menyebabkan kerusakan?

Menurut Soegijanto (2005) cacing dewasa dapat menimbulkan kerusakan atau

penyakit dengan menyumbat usus atau cabang-cabang saluran empedu

sehingga mempengaruhi nutrisi hostes (inang). Cacing dewasa akan memakan

sari makanan hasil pencernaan manusia. Anak-anak terinfekai yang memiliki

pola makan yang tidak baik dapat mengalami kekurangan protein, kalori atau

16
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
vitamin A, yang akhirnya akan mengalami pertumbuhan lambat. Adanya cacing

dalam usus halus menyebabkan keluhan yang tidak jelas seperti nyeri perut dan

kembung. Obstruksi usus juga dapat terjadi walaupun jarang yang dikarenakan

massa cacing pada manusia khususnya anak-anak yang terinfeksi berat. Infeksi

ini dimulai mendadak dengan nyeri perut kolik berat dan muntah, yang dapat

berbercak empedu, gejala ini dapat memburuk dengan cepat dan menyertai

perjalanan yang serupa dengan obstruksi usus akut dengan etiologi lain.

Perhatikan slide di bawah ini!

r. Gambaran apakah yang tampak?

Gambar ini merupakan permukaan mukosa kolon yang terinfeksi oleh

organisme Trichuris trichiuria (cacing cambuk). Trichuris trichiuria adalah

termasuk nematoda usus yang dinamakan cemeti atau cacing cambuk, karena

tubuhnya menyerupai cemeti dengan bagian depan yang tipis dan bagian

belakangnya yang lebih tebal. Cacing ini pada umumnya hidup di sekum

manusia, sebuah infeksi berat cacing ini dapat menyebabkan kolitis dengan

perdarahan.

17
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
s. Bagaimana mekanisme agen penginfeksi tersebut menyebabkan colitis dan

hemorrhage?

Cacing trichuris trichiuria ini memasukan kepalanya dalam mukosa usus hingga

dapat menjadi trauma yang menimbulkan iritasi dan dapat mengakibatkan

peradangan di mukosa usus (colitis), selain itu akibatnya dapat menimbulkan

peradarahan (Hemorage). Selain itu juga cacing ini menghisap darah dari

manusia sehingga dapat mengakibatkan anemia. Untuk penderita pada anak-

anak dengan infeksi trichuris trichiuria yang berat dan menahun menunjukan

gejala-gejala diare yang dapat diselingi dengan sindrom disentri, anemia, nyeri

ulu hati, berat badan menurun dan kadang-kadang rektum menonjol melewati

anus (prolapsus rektum), terutama pada anak-anak atau wanita dalam masa

persalinan. Kerusakan mekanik di mukosa usus oleh cacing dewasa dan respon

alergi disebabkan oleh jumlah cacing yang banyak, jumlah infeksi, dan

kesehatan umum manusia itu sendiri.

18
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
Perhatika slide berikut!

t. Gambaran apa yang tampak?

Gambaran yang tampak adalah berupa organisme parasit yang dilihat

menggunakan mikroskop. Pada gambar A tampak telur-telur kutu tersebar

hampir di seluruh helai rambut. Gambar B memperlihatkan wujud konkrit dari

Pediculus hamnus var capitis (Ph. Capitis) atau biasa disebut kutu kepala,

sedangkan pada gambar C memperlihatkan wujud konkrit dari Phthirus pubis

atau biasa disebut kutu pubis atau utu kelamin.

Pada gambar A dapat dilihat bahwa telur kutu berwarna putih dan mempunyai

oper culum 0,6-0,8 mm disebut “nits”. Bentuknya lonjong dan memiliki perekat,

sehingga dapat melekat erat pada rambut. Sedangkan pada gambar B,

memeperlihatkan bentuk kutu dewasa dimana berbentuk piph dan memanjang,

berwarna putih abu-abu, kepala ovoid bersudut, abdomen terdiri dari 9 ruas,

thorax dari khitir seomennya bersatu. Pada kepala tampak sepasang mata

sederhana di sebelah lateral, sepasang antena pendek yang terdiri atas lima

ruas dan proboscis, alat penusuk yang dapat memanjang. Tiap ruas thorax yang

19
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
bersatu mempunyai sepasang kaki kuat yang terdiri dari 5 ruas dan berakhir

sebagai satu sapit menyerupai kait yang berhadapan dengan tonjolan tibia

untuk berpegangan erat pada rambut.

u. Bagaimana organisme tersebut dapat merugikan manusia?

Kutu sangat merugikan penderita karena merupakan serangga parasit yang

bertahan hidup dengan cara memakan darah organisme yang ditumpanginya

(Ordo Anoplura). Pediculus humanus capitis juga disebut ektoparasit

dikarenakan hidup untuk menginfeksi manusia

Infeksi karena kutu kepala tampak pada telur-telur yang dapat dilihat nyata pada

pangkal rambut, kebanyakan di belakang telinga dan di tengkuk sebagai bintik-

bintik putih yang sangat mirip ketombe. Sengatan kutu menimbulkan rasa gatal

terus menerus dan tidak dapat diredakan. Rasa gatal yang luar biasa ini

disebabkan oleh muntahan air liur kutu di kulit kepala yang membasahi daerah

sekitarnya. Kutu tersebut mengigit, mencakar dan menghisap darah di kulit

kepala menimbulkan kuman yang makin gataldan ingin menggaruk lebih keras

sehingga meninggalkan bekas luka di kulit kepala. Selain itu kutu sangat

merugikan bagi kesehatan rambut si penderita, karena dapat menyebabkan

kondisi rambut yang mudah rusak dan rontok karena nutrisi untuk rambut yang

didapatkan dari makanan bisa dihisap oleh kutu rambut.

20
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
v. Mengapa penyebarannya mudah? dan mengapa pemberantasannya cenderung

sulit?

Penyebaran kutu sangat mudah dan pemberantasannya cenderung sulit

bahkan mampumembuat frustasi tenaga medis. Pada kutu kepala,

penyebarannya sangat cepat. Kutu kepalatidak bisa terbang tapi memiliki kaki

yang bisa loncat cukup jauh sehingga adanya kutu padaorang berdekatan

memudahkan kutu rambut berpindah tempat. Kutu kepala semakin

banyak jumlahnya karena dalam sekali bertelur bisa mencapai 150 telur per

hari sehingga akan sulituntuk menghilangkannya jika sudah terlanjur

banyak.Siklus hidupnya : Telur akan menetas menjadi nimfa dalam waktu 5-10

hari sesudahdikeluarkan oleh induk kutu rambut. Sesudah mengalami 3 kali

pergantian kulit, nimfa akan berubah menjadi kutu rambut dewasa dalam waktu

7-14 hari. Dalam keadaan cukup makanankutu rambut dewasa dapat hidup 27

hari lamanya.Kutu rambut senang dengan rambut tebal, tidak terawat, lembab,

dan berminyak yang banyakterjadi pada anak-anak yang belum bisa

merawat rambutnya sendiri dengan benar. Kutu rambut juga senang hidup di

lingkungan kumuh dan kotor. Kutu juga akan terdapat pada genangan airkotor

dan tercemar yang seringkali menjadi sarang penyakit.Sedangkan pada kutu

kelamin biasanya akan menular dan menyebar mudah melalui keringatsaat

melakukan kontak tubuh atau hubungan seksual. Penularan dari orang tua

kepada anaklebih mungkin terjadi melalui rute pemakaian handuk, pakaian,

tempat tidur atau closets yangsama secara bergantian. Kutu kelamin sangat

menyukai daerah rambut kemaluan dan anal.Pada pasien laki-laki, kutu dan telur

21
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
juga dapat ditemukan pada rambut di daerah perut, kumisdan janggut.

Sementara pada anak-anak mereka biasanya ditemukan di bulu mata

w. Jika Anda sebagai perawat bertugas di daerah dengan kasus tersebut tinggi apa

yang akan Anda kerjakan?

Infeksi oleh kutu menyebabkan risiko infeksi sekunder, sehingga perawat

berhakmeningkatkan kualitas sumber daya untuk menjaga klinik dan rumah sakit

agar selalu dalamkeadaan bersih, terutama selama terjadi wabah penyakit di

suatu daerah yang tinggi akan

kasus penyebaran kutu. Seperti melakukan penggantian sprey, sarung bantal ata

u karpet secara berkala, juga dengan pemberian edukasi kepada klien untuk

menjaga pola hidup bersih agarterhindar dari serangan kutu seperti bagaimana

cara memilih shampoo yang tepat, bagaimanacara merawat rambut yang baik,

bagaimana menjaga kebersihan tempat-tempat yang biasamenjadi sarang

penyakit, sampai bagaimana penggunaan barang-barang yang tidak

selamanya barang-barang tersebut dapat dipakai bersama-sama atau

bergantian.Pada kasus kutu kelamin, upaya preventif dari perawat ialah dengan

melakukan penyuluhankepada pasutri yang akan melakukan hubungan seksual

agar selalu memperhatikan kehigenisanalat vitalnya dalam keadaan tidak terlalu

lembab agar kadar pH nya tidak berlebih hinggamenimbulkan iritasi dan menjadi

kuman, juga dengan memperhatikan kondisi closets agarselalu dalam keadaan

bersih. Atau dalam penanggulangannya, perawat juga dapat berperandalam

22
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
membunuh bibit kutu dengan penyemprotan pestisida atau penempatan kapur

barussebagai langkah penumpasan serangga merugikan

Di bawah ini adalah website yang berisi contoh booklet tentang penyakit infeksi.

Booklet tersebut ditujukan untuk masyarakat umum/klien dengan menggunakan

bahasa sederhana. Buka dan pahami isinya!

https://drive.google.com/file/d/0B_zrsCXLykV9NWp4N2JYc2VfZ0E/view

x. Apa saja tes diagnostik yang digunakan pada penyakit infeksi dan bagaimana

peran berbagai berbagai pemeriksaan diagnostik dalam penegakkan diagnosa

medis infeksi?

Tes laboratorium

23
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
Cek darah

Seorang analis kesehatan mengambil darah dengan cara memasukan jarum


melalui vena dan biasanya dilakukan pada lengan klien.

Cek urin.

Tes ini tidak menyakitkan sama sekali, klien hanya perlu memasukan urinnya
kepada suatuwadah. Sebelumnya klien diinstruksikan untuk membersihkan area
kelamin dengan antisepticagar tidak ada kontaminasi di dalam urin.

Usapan tenggorokan.

Contoh usapan dari tenggorokan klien atau daerah lembab lainnya diambil untuk
diperiksakemudian.

Cek Feses

Klien akan diberikan wadah khusus untuk menempatkan feses mereka agar dapat
di cek bilaterdapat parasit atau mikroorganisme lain.

Spinal tap (lumbar puncture).

Klien akan diambil cairan tulang belakangnya dengan menggunakan jarum.

ImagingX-rays

Prosedur ini tidak menyakitkan memperlihatkan bagian tubuh klien dengan


menggunakansinar-X untuk menghasilkan gambar struktur di dalam tubuh klien.

24
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
computerized tomography Scan
CT scan digital menggabungkan X -ray diambil dari berbagai sudut yang berbeda
untukmenghasilkan gambar penampang tulang, organ dan jaringan lunak lainnya
(alodokter, 2015).Gambar CT mengungkapkan lebih detail daripada biasa sinar-X.

magnetic resonance imaging


MRI adalah teknik yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk
membuatgambaran yang detail dari organs dan jaringan yang ada di dalam tubuh.

Biopsi
Biopsi adalah pengambilan jaringan yang berada di organ internal untuk di periksa.
Namunsekarang teknik biopsy sudah dapat menggunakan jarum sehingga hanya
bagian cairan sajayang diambil

y. Berikan komentar atau kesimpulan setelah Anda membaca booklet tersebut

Menurut saya booklet ini sangat bagus sekali. Menampilkan informasi yang

komprehensif tentang proses infeksi. Walaupun cukup lengkap penjelasannya,

namun bahasa yang digunakan cukup sederhana, sehingga mahasiswa dapat

mudah mengerti.

Penyakit infeksi adalah kelainan yang disebabkan oleh organisme contohnya

bakteri, virus, fungi atau parasit. Beberapa penyakit infeksi dapat menyebar

melalui manusia ke manusia dan beberapa menyebar melalui gigitan serangga

atau makanan dan air yang terkontaminasi organisasi di lingkungan.

25
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
Manifestasi klinis dan gejala bergantung dari organisme apa yang menginfeksi

namun seringkali demam dan kelelahan. Sebagai pencegahan terhadap penyait

infeksi dapat dilakukan vaksin, seperti penyakit cacar dan meales.

Pemeriksaan infeksi juga dapat dilakukan seperti yang telah dipaparkan diatas

dan pengobatannya tergantung dari organisme yang menyebabkannya.

z. Secara umum, setelah Anda belajar patologi infeksi, apa yang perlu

diperhatikan perawat dalam merawat penderita?

HIV/AIDS adalah sebuah penyakit yang menyerang sistem imun manusia.

Perjalanan penyakit HIV / AIDS dimulai dengan terinfeksinya manusia dengan

Human Immune deficiency virus (HIV) dan akan berkembang secara kronik

menjadi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Hal ini ditandai dengan

hancurnya sel-sel limfosit T

Aspek perawatan fisik bagi perawat meliputi universal precautions, pengobatan

infeksi sekunder dan pemberian ARV, pemberian nutrisi dan istirahat. Menurut

Depkes (2008) Universal precaution ini saat ini dikenal dengan kewaspadaan

standar, kewaspadaan standar tersebut dirancang untuk mengurangi risiko

penyakit menular pada petugas kesehatan baik dari sumber infeksi yang

diketahui maupun yang tidak diketahui.

26
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com
Prinsip-prinsip universal precaution meliputi

1. menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh. Bila menangani cairan

tubuh pasien, tenaga kesehatan harus menggunkan alat pelindung berupa

srung tangan, masker, kacamata pelindung, penutup kepala, apron dan

sepatu boot. Penggunaan alat pelindung diri disesuaikan dengan jenis

tindakan yang dilakukan.


2. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan, termasuk

setelah melepas sarung tangan


3. Dekontaminasi cairan tubuh pasien
4. Memakai alat medis sekali pakai atau mensterilkan semua alat yang dipakai

(tercemar). Tidak memakai jarum suntik lebih darisatu kali dan tidak

memasukaknya kembali ke dalam penutup jarum atau dibengkokkan.


5. Memelihara kebersihan tempat pelayanan kesehatan
6. Membuang limbah yang tercemar bagi cairan tubuh secara benar dan aman.

FORUM DISKUSI/ONLINE:
1.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas lalu pos-kan jawaban Anda ke
forum diskusi (jawaban harus disertai referensi)
2.
Beri respons terhadap jawaban minimal 2 anggota kelompok yang lain
3.
Tanyakan hal-hal yang Anda belum jelas mengenai topik minggu ini pada
forum diskusi dan beri respons terhadap pertanyaan anggota kelompok
yang lain

Selamat belajar............

27
PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial :: http://www.docudesk.com