Anda di halaman 1dari 2

A.

Konsep Dasar Arthritis Rheumathoid

1. Definisi

Rheumathoid Arthritis adalah penyakit inflamasi sistemik kronis yang tidak

diketahui penyebabnya. Karakteristik Rheumathoid Arthritis adalah terjadinya

kerusakan dan proliferasi pada membran sinovial, yang menyebabkan kerusakan pada

tulang sendi, ankilosis dan deformitas. Lukman, 2013

Menurut pendapat Sjamsuhidajat (1997), Arthritis Rheumathoid merupakan

penyakit autoimun dari jaringan ikat terutama sinovial dan kausanya multifaktor.

Noer S (1996) mengatakan, arthritis rheumathoid merupakan suatu penyakit

inflamasi sistemik kronik yang walaupun manifestasi utamanya adalah poliartritis yang

progresif, akan tetapi penyakit ini juga melibatkan seluruh organ tubuh.

2. Etiologi

Penyebab utama kelainan ini tidak diketahui. Ada beberapa teori yang

dikemukakan mengenai penyebab Arthritis Rheumathoid, yaitu :

a. Infeksi Streptokokus hemolitikus dan Streptokokus non-hemolitikus

b. Endokrin

c. Autoimun

d. Metabolic

e. Factor genetic serta factor pemicu lingkungan

Pada saat ini, arthritis rheumathoid diduga disebabkan oleh factor autoimun dan

infeksi. Autoimun ini bereaksi terhadap kolagen tipe II; factor injeksi mungkin

disebabkan oleh virus dan organisme mikroplasma atau group difterioid yang

menghasilkan antigen kolagen tipe II dari tulang rawan sendi penderita.

Kelainan yang dapat terjadi pada suatu Arthritis Rheumathoid yaitu :

a. Kelainan pada daerah artikuler


1) Stadium I (stadium sinovitis)

2) Stadium II (stadium destruksi)

3) Stadium III (stadium deformitas)

b. Kelainan pada jaringan ekstra-artikuler

Perubahan patologis yang dapat terjadi pada jaringan ekstra-artikuler adalah :

1) Otot : terjadi miopati

2) Nodul Subkutan

3) Pembuluh darah perifer : terjadi proliferasi tunika intima, lesi pada pembuluh

darah arteriol dan venosa.

4) Kelenjar limfe : terjadi pembesaran limfe yang berasal dari aloiran limfe sendi,

hiperplasi folikuler, peningkatan aktivitas system retikuloendotelial dan

proliferasi yang mengakibatkan splenomegali.

5) Saraf : terjadi nekrosis fokal, reaksi epiteloid serta infiltrasi leukosit

6) Visera

3. Patofisiologi

Pada Arthritis Rheumathoid, reaksi autoimun terutama terjadi pada jaringan

sinovial. Proses fagositosis menghasilkan enzim-enzim dalam sendi. Enzim-enzim

tersebut akan memecah kolagen sehingga terjadi edema, proliferasi membran sinovial,

dan akhirnya membentuk panus. Panus akan menghancurkan tulang rawan dan

menimbulkan erosi tulang, akibatnya menghilangkan permukaan sendi yang akan

mengganggu gerak sendi. Otot akan turut terkena karena serabut otot akan mengalami

perubahan generasi dengan menghilangnya elastisitas otot dan kekuatan kontraksi.