Anda di halaman 1dari 5

SKENARIO :Sesak Nafas disertai mengi

Seorang laki-lakiberusia 20 tahun datang ke IGD puskesmas dengan keluhan sesak nafas terus
menerus. Sesak timbul setelah bermain futsal, tidak berkurang dengan istirahat. Pasien sering tiba-
tiba sesak saat udara dingin, marah-marah dan sakit batuk pilek. Sesak biasanya sembuh dengan obat
salbutamol. Pasien adalah sorang mahasiswa. Jika tidak sesak pasien bisa kuliah secara normal.
Didapatkan penyakit serupa pada keluarganya. Pada pemeriksaan fisik tampak sesak, kerja otot bantu
nafas meningkat, auskultasi didapatkan bunyi mengi ( wheezing ). Dokter memberikan terapi inhalasi
salbutamol, budesonide dan bromhexin, pasien membaik dengan terapi tersebut. Pasien
diperbolehkan rawat jalan, diberi 3 macam obat (bronkodilator, kortikosteroid, mukolitik) dan diberi
edukasi untuk menghindari faktor pencetus dan melakukan olahraga renang. Hasil spirometri
FEV1/FVC :65 %

Step 1

1. WHEEZING : keluhan nafas seperti bersiul dgn nada tinggi sering menyertai sesak nafas,
biasanya karena penyempitan saluran nafas
2. Spirometri : pemeriksaaan utk menentukan obstruksi saluran nafas, baik beratnya maupun
reversibilitasnya serta untuk mmenilai hasil pengobatan atau monitoring
3. FEV1 : force expiration volume ( vol udara yg dapat dihembuskan keluar dari paru dalam 1 s
dgn inhalasi maksimal)
4. FVC : force vital capacity ( vol udara yang dapat dihembuskan keluar dr paru tapi secara
maksimal, tidak dihitung dalam 1 s)
STEP 2

1. Mengapa sesak timbul setelah bermain futsal?


2. Mengapa terdengar bunyi wheezing?
3. Mengapa sesak tiba tiba saat udara dingin, marah marah dan sakit batuk pilek?
4. Bagaimana Anatomi dan fisiologi system pernafasan?
5. Bagaimana pathogenesis dari scenario?
6. Bagaimana etiologi dari scenario?
7. Bagaimana factor resiko dari seknario?
8. Bagaimana mekanisme kerja salbutamol?
9. Bagaimana patofisiologi dari scenario?
10. Apa diagnosis dan dd nya?
11. Bagaimana pemeriksaan penunjangnya?
12. Bagaimana penatalaksanaan dari kasus tersebut?
13. Mengapa sesaknya terus menerus?
14. Apa kaitannya penyakit serupa pada keluarga dengan penyakit pada pasien?
15. Apa hubugan olahraga renang denagn keluhan pasien?

STEP 3
1. Bagaimana Anatomi dan fisiologi system pernafasan?
Anatomi
Udara masuk ke paru paru melalui rongga hidung, lalu ke faring  laring  trachea 
bronkus  bronkiolus  bronkiolus terminalis  bronkiolus respiratorik  duktus alveolaris
 sacus alveolaris  alveolus

Fisiologi
a. Ventilasi paru
Pertukaran udara antara atmosfer dengan alveolus paru , udara masuk ke paru saat
tekanan paru < tekanan atmosfer, shg vol paru harus ditingkatkan, karena vol dan tekanan
berbanding terbalik, shg saat inhalasi terjadi kontraksi otot interkostalis eksterna untuk
mengangkat kosta dan juga kontraski diafragma

b. Respirasi eksternal
Pertkaran udara antara kapiler paru dgn alveolus, oksigen berdifusi dr alveolus (dar yang
tekanan tinggi ke rendah ) tekanan di alveolus 105mmHg , yg dikapiler tekananya 40
mmHg . sedangkan CO2 berdifusi dari darah kapiler ke alveolus , di kapiler tekanan CO2
45mmHg, yang dialveolus tekanannya 40 mmHg
c. Transport
Hb mengikat O2
d. respirasi internal /difusi
Pertkaran antara kapiler sistemik dgn jaringan, kapiler sistemik tekanan O2 nya 100
mmHg, kemudian O2 nya berdifusi ke jaringan yg tekananya 40mmHg, tekanan CO2
dijaringan 45mmHg kemudai dia diffuse kekapiler yg tekananya 40mmHg

Anatomi
a. saluran pernapasan atas
- naras anterior
- cavum nasii
- naras posterior
- nasofaring
- orofaring
- Laringofaring
- laring

b. saluran pernapasan bawah


- trachea
- bronkus principalis
- bronkus sekunder
- bronkus segmentalis
- bronkus terminalis
- brinkus respiratorius
- ductus alveolaris
- sacus alveolaris
- alveoli
PARU
a. system konduksi
hanya pernafasan saja dari nares anterior ke brpnkus terminalis
b. system respirasi
terjadi pertukaran gas, dari bronkus respiratory hingga alveoli

PERNAPASAN DADA

Kontraksi otot totl antar tulang rusuk  tl rusuk terangat  vol rongga dada membesar 
tekanan paru2 turun  udara masuk paru2

Ekspirasi

Relaksasi otota anta tulang rusuk  tl trusuk tertekan  vol rongga dada mengecil  tekanan udara
paru naik  Udara keluar dari paru2

PERNAPASAN PERUT

Kontraksi otot diafragma yg tadinya melengkung jadi mendatar  vol rongga dada meningkat 
tekanan udara di paru turun  inspirasi

Yang mempengaruhi pernapasan :

- otot : saat kontraksi menyebabkan bronkusnya spasme  obstruksi saluran


pernapasan --> ventilasi  sesak nafas
- saraf parasimpatis : bronkokontriksi
- paparan zat kimia : O2 diikat Hb, saat ada zat2 kimia lain dia mengurangi dari
pengikatan hb terhadap o2
-
2. Mengapa sesaknya terus menerus?
Inflamasi
Allergen ditangkap APC, apc berikatan dgn sel Th  sekresi Interleukin dan sitokin , dan
aktivasi neutrophil eosinophil  mengeluarkan mediator inflamasi ( histamine, prostaglandin
, bradikinin ) dimana dia menyebabkan obstruksi(penyumbatan) saluran napas seperti
permebilitas dinding vaskuler, edem

Marah2 : kenaikan hormone glukokortikoid contoh nya kortisol, kortisol nurunin system
kekebalan tubuh ( menurunkan NK)  OBSTRUKSI

Factor pencetus ( marah2 ,d ingin) rx antigen  pelepasan mediator inflamasi  obstruksi


saluran napas menyebabkan
- Peningkatan kontraksi otot  bronkospasme
- Meningkatkan permeabilitas kapier  cairan mudah merembes
- Meningkatkan sekresi mucus (melindungi saluran napas)  edem

Obstruksi saluran napas  hipoventilasi  tidak terjadi pertukaran udara  sesak

Macam macam sesak nafas

3. Mengapa sesak timbul setelah bermain futsal?


Asma prosesnya yaitu sensitivisasi ( jamur, asap rokok dll ) stelah pajanan kedua  inflamasi
 hiperreaktivitas bronkus
Aktivitas fisik merupakan faktorpencetus setelah inflamasi

Futsal  buuth energy tinggi , pada asma tjd obstruksi saluran  OR berat terjadi pertukaran
O2 dan CO2  pertukaran bertambah susah

Kenapa hanya pada orang tertentu dia bisa terkena asma setelah terpajan kedua kalinya
aoleh suatu allergen ?

4. Mengapa sesak tiba tiba saat udara dingin, marah marah dan sakit batuk pilek?
Marah2 : kenaikan hormone glukokortikoid contoh nya kortisol, kortisol nurunin system
kekebalan tubuh ( menurunkan NK)  OBSTRUKSI
Batuk pilek : meningkatkan mediator mediator inflamasi
Dingin : hipersensitivitas bias dipengaruhi oleh udara dingin

5. Mengapa terdengar bunyi wheezing?


Penyempitan saluran pernapasan  wheezing

Saluran peranpasan besar ( menyebabkan mengi ) dan kecil ( menyebabkan batuk, sesak
napas)
Obstruksi saluran napas  saluran napas mengecil 
Ekspirasi  hiperinflasi ( co2 dalam paru tidak bisa dikeluarkan sepenuh nya , karena udah
obstruksi ditambah eskpirasi, udara dibparu masuh banyak  asidosis metabolic, saat asam
lebih tinggi drpd basa  sesak nafas

Perbedaan suara tambahan pada paru?


6. Apa kaitannya penyakit serupa pada keluarga dengan penyakit pada pasien?
- Jalur imunologi : IgE
Ibu terkena asma  antibody IgE yg selalu ada ditubuh  antibody igE
tersalurkan antibody tsb  shg menularkan asma
- Jalur saraf otonom

Macam macam hipersensitivitas

7. Apa hubugan olahraga renang denagn keluhan pasien?


Saat renang kontraksi otot dada terlatih  pertukaran udara bias lebih banyak
8. Apa diagnosis dan dd nya?
Diagnosis : asma
Dd : - bronchitis kronik
- Emfisema paru

Apa persamaan dan perbedaannya?

9. Bagaimana etiologi dari scenario?


- hipersensitivitas
10. Bagaimana factor resiko dari seknario?
- Pajanan zat zat kimia
- Debu
- Stress
- Hormone
- Aktivitas
- Obat obatan
- Udara dingin
-
11. Bagaimana pathogenesis dari scenario?
- Sebagai penyakit inflamasi
- hiperaktivitas saluran napas : inflamasi saluran napas menyebabkan
hipersensitivitas , kerusakan epitel ( epitel bronkus utk bronkodilator, saat dia
rusak nnti bias menyebabkan bronkokontriksi)
12. Bagaimana patofisiologi dari scenario?

13. Bagaimana mekanisme kerja salbutamol, budesonide, dan bromhexin?


14. Bagaimana pemeriksaan penunjangnya?
SPIROMETRI
PVR : ngecek arus puncak ekspirasi
15. Bagaimana penatalaksanaan dari kasus tersebut?