Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN

PRAKTIK KERJA INDUSTRI DI


PT. MADA WIKRI TUNGGAL
“Mengoperasikan Mesin Injection Moulding”
“Pembuatan Prodak CHR K 59 J #1”

Jl. Industri Pasir Gombong Sempuh Gardu

Disusun Oleh:
Nama : Adam Kesuma Wardana
Nis : 17066
Kelas : XII TP 3

TEKNIK MESIN PERKAKAS


SMK KARYA TEKNOLOGI JATILAWANG
Jl. Raya Kedungwringin No. 04 Jatilawang-Banyumas-Jawa Tengah

1
Lembaga Pengesahan Sekolah
Laporan Praktik Kerja Industri
Laporan unjuk kerja utama praktik kerja industri dan disahkan oleh pihak SMK KARYA
TEKNOLOGI JATILAWANG.

Hari :
Tanggal :

Jatilawang, 3 Agustus 2019


Penguji Pembimbing

(Ali Mursidi, S.T.) (Monelis w. Spd. M. Pd.)

Mengetahui
Kepala Program Keahlian
Teknik Pemesinan

(…………………………)

ii
Daftar isi:
Lembar Judul........................................................................................................................... i
Lembar pengesahan................................................................................................................ ii
Daftar isi................................................................................................................................. iii
Kata Pengantar....................................................................................................................... iv
Bab 1 Pendahuluan
A. Latar Belakang................................................................................................................. 1
B. Tujuan.................................................................................. ........................................... 2
Bab 2 Dasar Teori
A. Pengertian Injection Moulding..................... .................................................................. 3
B. Bagian-bagian mesin injection........................................................................................ 4
C. Proses injection moulding............................................................................................... 5
D. Macam-macam mesin..................................................................................................... 6
E. Macam-macam part........................................................................................................ 7
Bab 3 Praktik yang dilaksanakan
A. Gambar Kerja................................................................................................................. 8
B. Persiapan yang dilakukan............................................................................................... 9
C. Proses kerja................................................................................................................... 10
D. Keselamatan Kerja........................................................................................................ 11
Bab 4 Penutup
A. Kesimpulan.................................................................................................................... 12
B. Saran.............................................................................................................................. 13

iii
Kata Pengantar
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Praktek Kerja industri (PRAKERIN) dan
dapat menyusun laporan ini dengan baik guna memenuhi kelengkapan bukti belajar (evidence).
Laporan Praktek Kerja industri (PRAKERIN) ini dapat disusun dengan baik berkat
bantuan dari pihak-pihak yang telah memberikan bimbingan dan dukungan sebagai bahan
masukan untuk kami.Untuk itu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Akhmad Muthohar, S.T.sebagai Kepala Sekolah SMK Karya Teknologi Jatilawang
yang telah memberi kesempatan pada kami untuk melaksanakan Praktek Kerja industri
(PRAKERIN).
2. Pokja Prakerin, K3 dan Tim Penjajakan yang telah mempersiapkan administrasi, tempat
prakerin, serta memberikan pembekalan kepada siswa prakerin.
3. Kepala Bagian Organisasi SETDA yang telah memberikan ijin pada kami untuk
melaksanakan prakerin.
4. Terimakasih pada Guru pembimbing siswa prakerin dan pembimbing penulisan laporan
kegiatan di SMK Karya Teknologi Jatilawang
5. Semua pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung
sehingga penyusunan Laporan Praktek Kerja industri (prakerin) dapat terselesaikan.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kekeliruan dalam penulisan
laporan ini.Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari
pembaca.Akhirnya penulis mengucapkan terimakasih atas segala dukungan dan bantuan
sehingga laporan ini dapat tersusun dengan baik.

Jatilawang, 18 Juli 2019

Penulis

iv
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Prakerin atau Praktik Kerja Industri dilaksanakan untuk melatih dan memberikan
pengajaran kepada siswa dalam Dunia Industri atau Dunia Usaha yang relevan terkait
kompetensi keahlian masing masing. Selain itu prakerin juga bertujuan untuk memberikan
bekal ilmu dalam dunia kerja agar dimasa mendatang para siswa dapat bersaing dalam dunia
industri yang semakin ketat seperti saat ini, untuk mempersiapkan siswa agar memiliki
kemampuan teknis dengan wawasan yang luas dan fleksibel di era kemajuan teknologi dan
ilmu pengetahuan, meningkatkan mutu dalam Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta
mengasah dan mengimplementasikan materi yang diperoleh siswa dari sekolah masing masing
terkait jurusannya.
Kegiatan prakerin merupakan salah satu bentuk kegiatan dari sekian banyak visi dan
misi SMK Karya Teknologi Jatilawang dalam mempersiapkan siswa dan siswinya untuk
memasuki dunia industri dan dunia usaha (DI/DU) nantinya. Dunia industri dan dunia usaha
tersebut tentunya tidak dapat diperoleh dengan mudah, maka dari itu para siswa tidak hanya
dibekali dengan teori belajar saja tetapi juga pemahaman tentang lingkungan yang akan mereka
hadapi setelah lulus sekolah. Kegiatan prakerin dilaksanakan sesuai dengan kemampuan atau
kejuruan yang terdapat pada masing masing siswa.

B. Tujuan
Tujuan praktek kerja industri antara lain:
1. Memiliki wawasan yang luas mengenai dunia usaha/industri.
2. Sebagai persiapan mental untuk bekerja.
3. Melatih keterampilan yang dimiliki siswa/siswi sehingga dapat bekerja dengan baik.
4. Memberi pengetahuan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian proses pendidikan.
5. Memiliki kemampuan bekerja yang sesuai dengan standar dunia usaha/dunia industri.

1
2

BAB II
DASAR TEORI
A. Pengertian Injection Moulding
Injeksi molding adalah metode pembentukan material termolastik di mana material
yang meleleh karena pemanasan diinjeksikan oleh plunger ke dalam cetakan yang didinginkan
oleh air sehingga mengeras.
Meskipun banyak variasi dari proses dasar ini, 90 persen injeksi molding adalah
memproses material termoplastik. Injection molding mengambil porsi sepertiga dari
keseluruhan resensi yang dikonsumsi dalam pemrosesan termoplastik.
Sekarang ini bisa dipastikan bahwa setiap kantor, kendaraan, rumah, pabrik terdapat
barang-barang dari plastik yang dibuat dengan cara injeksi molding, misalnya Cover handle
RR#1, Cover Handle RR, Cover Inner Lower K81, Cover FR Lower, cover inner upper, Cover
RR Senter dll.

Cover Handle RR#1 Cover Inner lower K81 Cover RR


Senter

Cover Handle RR Cover FR lower Cover inner


upper
3

B. Bagian-bagian mesin Injection


Unit Injeksi pada Mesin Injeksi Plastik

Unit Injeksi pada Mesin Injeksi Plastik.


Adapun bagian-bagian dari Unit Injeksi berdasarkan skema tersebut adalah.
 Hydrolic Motor [Motor Hidrolik], untuk memutar Screw
 Injection Cylinder [Silinder Injeksi], untuk menggerakkan Screw maju dan mundur
 Hopper, sebagai wadah Material Plastik sebelum masuk ke Barrel. Beberapa
aplikasi menempatkan Hopper Dryer di atas Injection Unit ini.
 Screw, berfungsi sebagai Feeder untuk menyupai material dari arah belakang atau dari
Hopper, dan juga berfungsi sebagai pengaduk material plastik dalam keadaan cair
sehingga pencampuran warna lebih merata. Untuk Screw standard bawaan mesin
kurang begitu maksimal di dalam proses pencampuran warna, sehingga kita perlu
Screw dengan pesanan khusus, atau juga bisa ditambah alat mixing yang dipasang
dibagian Hopper. Lebih lanjut mengenai Screw akan dibahas terpisah.
 Barrel [Tungku], yang berfungsi memanaskan material plastik hingga mencair
 Torpedo dan Check Ring atau Check Valve, yang berfungsi membuka aliran material
pada saat Charging dan menutup aliran material plastik pada saat injeksi berlangsung
 Heater Band, pemanas elektrik dengan bentuk sabuk
 Cylinder Head [Kepala Silinder], penghubung antara Nozle dan Barrel
 Nozle
 Carriage [Pembawa], sebagai dudukan unit injeksi dan juga ia sendiri duduk pada rel
slider
 Injection Unit Cylinder [Silinder Unit Injeksi], berfungsi menekan Nozle kepada
Sprue Bush dari cetakan terpasang
 Pressure Switch 2 [Saklar bertekanan bagian 2], aktif pada tekanan minimal 100
kg/cm² sebagai konfirmasi untuk melakukan proses injeksi dan juga untuk
memastikan material plastik tidak akan bocor pada saat proses injeksi berlangsung

C. Proses Injection moulding


Proses injection moulding memiliki beberapa proses sebagai berikut:
 Persiapan bahan
 Pemanasan bahan hingga titik lumer
 Material yang telah dilumerkan dikirim ke ujung injektor untuk disuntik ke dalam
cetakan
 Material masuk kedalam cetakan
4

 Perlahan hingga plastik membeku


 Cetakan dibuka untuk melepas hasil(part yang dihasilkan) produksi
 Pembersihan hasil produksi dari runner.

D. Macam-macam mesin
 Mesin injection YIZUMI 450T

 Jepang Toshiba 450 T Digunakan Plastik Injection Moulding Mesin 450gs , Find
Complete Details about Jepang Toshiba 450 T

 Mesin injection plastik KAWAGUCHI 650T

 Mesin injection plastik FN4000T


5

E. Macam-macam part
 Cover Handle RR#1

 Cover FR Lower

 Cover Inner Upper #6

 Cover R L Step arm

 Cover License Light


BAB 3
PRAKTIK YANG DILAKSANAKAN
A. Gambar kerja
Cover Handle RR#1

B. Persiapan Yang dilakukan


1. Menggunakan sapu tangan melindungi dari prodak yang panas.
2. Menggunakan topi yang sudah disediakan.
3. Menggunakan masker, menghindari dari bau yang menyengat.
4. Menggunakan pakaian kerja sesuai prosedur.
5. Menggunakan sepatu sefti, melindungi kaki dari benda tajam.
6. Menggunakan kacamata pelindung jika diperlukan.

6
7

7. Kontrol semua bagian mesin, menghimbau terjadinya kerusakan/kekongsketan pada


bagian mesin.
8. Pastikan diarea mesin anda sudah rapi dan bersih.
9. Siapkan alat yang di perlukan (marking, cuter, label, plastik standar dan karbon jika
diperlukan).
10. Siapkan BOX NG dan BOX OK standar CHR-M
C. Proses Kerja
1. Wajib berdoa sebelum bekerja.
2. Mengecek mesin sebelum berjalan (running),
3. Hidupkan motor mesin, (tekan tombol motor pada layar monitor).
4. Majukan noozel/dekatkan noozel ke mold, (tekan tombol noozel pada layar monitor).
5. Pastikan tombol emergency pada posisi on.
6. Mengecek mold yang sudah terpasang di mesin, (memastikan jika didalam mold tidak
ada benda yang menempel/mold harus bersih).
7. Tekan tombol semi auto pada layar monitor.
8. Tutup pintu pada mesin, dan mulai melakukan/proses injection.
9. Buka pintu mesin dan mengambil part pada mesin jika mold sudah tebuka, (setelah
mesin melakukan/proses injection).
10. Tutup pintu mesin biar proses injection berlanjut, dan operator melakukan cek fisual
pada part.
11. Jika part dinyatakan OK mulai lakukan finishing, dan jika NG maka part harus
diletakan di BOX NG.
12. Proses selanjutnya, melakukan marking pada part sesuai prosedur yang sudah
ditentukan.
13. Jika sudah dilakukan cek fisual, finishing, marking, dan dinyatakan OK lalu di packing
masukan keplastik lalu ke BOX standar CHR-M yang sudah di sediakan.
14. Dan seterusnya.
15. Jika box sudah penuh, box letakan di depan mesin supaya diambil oleh helper finish
good/operator assy.
D. Keselamatan Kerja
1. Wajib berdoa sebelum bekerja.
2. Tubuh harus sehat/siap melakukan perkerjaan.
3. Topi yang sudah disediakan oleh perusahaan/PT.
4. Kacamata yang sudah disediakan.
5. Baju kerja/werpak.
6. Sapu tangan yang sudah disediakan.
7. Masker yang sudah disediakan.
8. Sepatu.
BAB 3
PENUTUP
 Kesimpulan

1. Praktek kerja industri sangat bermanfaat bagi para siswa, karena dalam praktek kerja
industri ini siswa benar-benar melakukan praktek kerja yang sesungguhnya, sehingga
jika siswa benar-benar melaksanakan dengan sungguh-sungguh maka akan sangat
berguna untuk menambah wawasan bagi masa depan siswa.
2. Dalam melaksanakan praktek kerja industri penyusun bisa melihat pentingnya
hubungan pemimpin dengan karyawan dan hubungan tersebut mempengaruhi hasil
kerja dan kepuasan pelanggan. Kepimpinan yang sangat baik dapat mengatur atau
memimpin karyawan sehingga bisa menghasilkan hasil yang maksimal.
3. Komunikasi didalam suatu dunia kerja ataupun organisasi. Apabila komunikasi terjadi
secara lancar dan efektif dapat menghasilkan hasil yang maksimal.
4. Didalam dunia kerja tidak hanya mengandalkan alat, tetapi juga otak yang sangat
berpengaruh.

 Saran

1. Kepada siswa yang melakukan praktek kerja industri diharapkan bersungguh-sungguh


dan konsekuen karena sangat bermanfaat bagi bekal untuk kemandirian usaha masa
depan.
2. Kepala bengkel praktek kerja industri hendaknya menerima dan memperlakukan para
peserta praktek kerja industri dengan baik.
3. Sekolah harus mengawasi siswa-siswi yang melakukan praktek kerja industri.
4. Siswa hendaknya dapat memilih tempat praktek kerja industri yang layak.