Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA


DENGAN METODE SADARI

Kelompok 2, Kelas 4B

Disusun oleh :

Berliana Crishmawati 201702057

Dimas Septyan Pratama 201702060

Freditya Mahendra Putra 201702067

Irre Risa Formadana 201702072

Lina Malia Prihatiningtyas 201702078

Nur Rochma Mulia Irsyadi 201702087

Reka Riesta Ardiyanti 201702089

Yerlina Putri Idayati 201702101

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BHAKTI HUSADA MULIA MADIUN
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN
DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA
DENGAN METODE SADARI

Topik : Deteksi Dini Kanker Payudara


Subtopik : Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
Sasaran : Siswa kelas XII SMKN 2 MADIUN
Tempat : Di Aula SMKN 2 MADIUN
Hari/Tanggal : Sabtu, 13 Juli 2019
Waktu : 09.00 – 09.25 WIB (25 menit)

A. Latar Belakang
Apabila seseorang mempunyai faktor risiko kanker payudara belum tentu wanita
tersebut akan menderita kanker payudara, namun dapat meningkatkan kemungkinan wanita
tersebut terkena kanker payudara Faktor risiko utama kanker payudara berhubungan dengan
keadaan hormonal (khususnya estrogen) dan genetik (Rasjidi,2009:56-62). Seorang wanita
dikatakan berisiko tinggi bila pernah menderita kanker payudara sebelumnya dan bila
mempunyai ibu atau saudara perempuan yang menderita kanker payudara
(Benson&Pernoll,2008:492). Wanita yang orang tuanya memiliki riwayat kanker payudara
mempunyai risiko untuk berkembang menjadi kanker payudara adalah sebesar1,7 sampai
4,0 kali dibanding dengan populasi yang ada (Rasjidi,2009:62). Dapat disimpulkan bahwa
wanita yang berisiko tinggi kanker payudara adalah seorang wanita yang mempunyai faktor
genetik, yaitu seorang wanita yang mempunyai ibu atau saudara kandung perempuan yang
pernah menderita kanker payudara atau wanita tersebut pernah menderita kanker payudara.

B. Tujuan Intruksional Umum


Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 30 menit, diharapkan sasaran dapat
mengetahui dan mendemonstrasikan SADARI.
C. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan peserta diharapkan mampu :
1. Menjelaskan pengertian SADARI
2. Menyebutkan Tujuan dan Manfaat SADARI
3. Menjelaskan waktu pelaksanaan SADARI
4. Mengetahui Tanda-tanda yang perlu diwaspadai saat pemeriksaan payudara
5. Mengetahui Prosedur SADARI

D. Sasaran Pendidikan Kesehatan


Sasaran dari kegiatan penyuluhan ini adalah semua Siswa kelas XII SMKN 2
MADIUN.

E. Materi (Terlampir)

F. Metode
 Ceramah
 Tanya jawab

G. Media
1. Leaflet
2. Lembar balik
3. Pantum mamae

H. Setting Tempat

Penyuluh Fasilitator
peserta

observer
I. Pengorganisasian
a. Moderator : yerlina
b. Penyuluh : lina
c. Notulen : irre
d. Fasilitator : berliana

J. Kegiatan Penyuluhan
Tahap Waktu Kegiatan Metode
Orientasi 3 Menit 1. Mengucapkan salam Ceramah
2. Memperkenalkan diri
3. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
4. Menyebutkan materi yang akan
diberikan
5. Menyampaikan kontrak waktu
Kerja 24 Menit 1. Menjelaskan pengertian SADARI Ceramah dan
demonstrasi
2. Menjelaskan tujuan dan manfaat
SADARI
3. Menjelaskan waktu pelaksanaan
SADARI
4. Menjelaskan tanda-tanda yang
perludiwaspadai
5. Mendemonstrasikan SADARI
Terminasi 3 Menit 1. Memberikan kesempatan untuk Ceramah,
demonstrasi,
bertanya
dan tanya Jawab
2. Menjawab pertanyaan
3. Sasaran melakukan redemomonstrasi
4. Menyimpulkan materi yang telah
disampaikan
5. Memberi salam penutup
K. Rencana Evaluasi
1. Evaluasi dilaksanakan selama proses dan pada akhir kegiatan pendidikan kesehatan
dengan memberikan pertanyaan secara lisan sebagai berikut:
a. Menjelaskan pengertian SADARI
b. Menjelaskan tujuan dan manfaat SADARI
c. Menjelaskan waktu pelaksanaan SADARI
d. Menjelaskan tanda-tanda yang perlu diwaspadai
e. Mendemonstrasikan SADARI
2. Kriteria evaluasi
a. Evaluasi struktur
1) Menyiapkan SAP
2) Menyiapkan materi dan media
3) Kontrak waktu dengan sasaran
4) Menyiapkan tempat
5) Menyiapkan pertanyaan
b. Evaluasi proses
1) Sasaran memperhatikan dan mendengarkan selama pendidikan kesehatan
berlangsung
2) Sasaran aktif bertanya bila ada hal yang belum dimengerti
3) Sasaran memberi jawaban atas pertanyaan pemberi materi
4) Sasaran tidak meninggalkan tempat saat pendidikan kesehatan berlangsung
5) Tanya jawab berjalan dengan baik
6) Sasaran dapat mendemonstrasikan kembali
c. Evaluasi hasil
1) Pendidikan kesehatan dikatakan berhasil apabila sasaran mampu menjawab
pertanyaan dan mendemokan 80 % lebih dengan benar
2) Pendidikan kesehatan dikatakan cukup berhasil / cukup baik apabila sasaran
mampu menjawab pertanyaan antara 50 – 80 % dengan benar
3) Pendidikan kesehatan dikatakan kurang berhasil / tidak baik apabila sasaran hanya
mampu menjawab kurang dari 50 % dengan benar.
Lampiran Materi

MATERI SATUAN ACARA PENYULUHAN

A. Pengertian SADARI
Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah upaya yang dilakukan seorang wanita
untuk mengetahui adanya kelainan pada payudaranya. SADARI adalah pengembangan
kepedulian seorang wanita terhadap kondisi payudaranya sendiri, tindakan ini dilengkapi
dengan langkah-langkah khusus untuk mendeteksi secara awal penyakit kanker payudara
(Nisman,2011:25). Menurut (Tapan,2005:47) SADARI adalah tindakan pemeriksaan
payudara sendiri yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kelainan berupa benjolan pada
payudara sedini mungkin.
B. Tujuan SADARI dan Manfaat SADARI
1. Tujuan SADARI
Adapun tujuan dilakukannya SADARI menurut (Nisman,2011:27) adalah sebagai
berikut.
a. SADARI bermanfaat untuk mendeteksi kanker secara dini, sehingga kanker payudara
dapat terdeteksi pada stadium awal dan pengobatan secara dini akan meningkatkan
harapan hidup penderita kanker payudara.
b. Menurunkan angka kematian penderita kanker payudara, karena kanker yang
ditemukan pada stadium awal akan memberikan hidup lebih lama.
2. Manfaat SADARI
Metode SADARI merupakan langkah awal untuk mendeteksi adanya gejala kanker
payudara yaitu berupa tumor atau benjolan, sehingga dapat segera dilakukan tindakan
pengobatan dan pengangkatan tumor atau benjolan tersebut agar tidak berkembang menjadi
kanker. Menurut (Nisman,2011:27) keuntungan dari deteksi dini ini adalah untuk
mengurangi angka kematian pada wanita penderita kanker payudara, karena hampir 85%
benjolan atau tumor ditemukan oleh penderita melalui pemeriksaan SADARI yang benar.
Selain itu metode SADARI adalah metode yang termudah, tercepat, termudah, dan paling
sederhana yang dapat mendeteksi secara dini kanker payudara.
C. Waktu Pelaksanaan SADARI
Pemeriksaan payudara sendiri dilakukan sebulan sekali. Pemeriksaan ini dilakukan
tidak dilakukan ketika sedang menstruasi karena pada menstruasi payudara terasa kencang,
dan sebaiknya dilakukan beberapa hari setelah menstruasi berakhir, atau pilih tanggal yang
mudah diingat untuk melakukan pemeriksaan rutin.
D. Tanda-Tanda Yang Perlu Diwaspadai
Berikut ini merupakan tanda-tanda yang perlu diwaspadai saat kita memperhatikan
payudara (Ditjen PP&PL,2009):
1. Penambahan ukuran/besar yang tak biasa pada payudara
2. Salah satu payudara menggantung lebih rendah dari biasanya
3. Lekukan seperti lesung pipit pada kulit payudara
4. Cekungan atau lipatan pada puting
5. Perubahan penampilan puting payudara
6. Keluar cairan seperti air susu atau darah dari salah satu puting
7. Adanya benjolan pada payudara
8. Pembesaran kelenjar getah bening pada lipat ketiak atau leher
9. Pembengkakan pada lengan bagian atas
E. Cara Pemeriksaan SADARI
SADARI adalah cara yang mudah dilakukan wanita untuk mendeteksi adanya
benjolan atau tumor pada payudara. Pelaksaan pemeriksaan SADARI pada wanita usia
subur dapat dilakukan 7-8 hari setelah menstruasi, pada wanita pascamenopause dapat
dilakukan pada waktu tertentu setipa bulan, dan setiap wanita berusia di atas 20 tahun perlu
melakukan SADARI setiap bulan menurut (Long,1999 dalam Nisman,2011:26). Berikut
merupakan langkah-langkah pemeriksaan SADARI menurut (Rasjidi,2009:84-85):
1. Berdirilah di depan cermin agar dapat melihat payudara secara jelas.
2. Sambil kedua tangan di atas kepala, periksalah apakah ada kelainan berupa retraksi
(puting tertarik kedalam), inflamasi (peradangan), pembengkakan, atau kemerahan di
semua bagian pada kedua payudara.

3. Ulangi dengan kedua tangan diletakkan pada pinggul.

4. Raba kedua payudara dengan jari, dengan gerakan memijat, dirasakan apakah ada
benjolan. Berikan tekanan mulai dari kulit paling luar sampai ke dalam jaringan
payudara.

5. Kemudian periksalah pada puting payudara dan area sekitarnya , juga perlu ditekan
secara lembut untuk melihat apakah ada cairan yang keluar dari puting.
\

6. Dan ulangi pemeriksaan nomor 2 dengan posisi berbaring.


DAFTAR PUSTAKA

Benson&Pernoll. 2008. Buku Saku Obstetri & Ginekologi Edisi 9. Jakarta : EGC.
Ditjen PP&PL. 2009. Buku Saku Pencegahan Kanker Leher Rahim & Kanker Payudara. Jakarta
: Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular.
Nisman, W.A. 2011. Lima Menit Kenali Payudara Anda. Yogyakarta : Andi.
Rasjidi, I. 2009. Deteksi Dini Pencegahan Kanker Pada Wanita. Jakarta : CV Sagung Seto.
https://www.scribd.com/upload-
document?archive_doc=310438970&escape=false&metadata=%7B%22context%22%3A
%22archive_view_restricted%22%2C%22page%22%3A%22read%22%2C%22action%2
2%3A%22download%22%2C%22logged_in%22%3Atrue%2C%22platform%22%3A%2
2web%22%7D, diakses pada tanggal 30 Juni 2019