Anda di halaman 1dari 9

PENGAMATAN STRUKTUR MORFOLOGI SERANGGA

ORDO DIPTERA

LAPORAN PRAKTIKUM
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Entomologi
yang dibimbing oleh Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si.

Oleh:
Offering GHL/Kelompok 5

Arik Anggara (160342606292)


Elsa Fitrianingtyas (170342615520)
Nur Fadlilah (170342615545)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PRODI S1 BIOLOGI
NOVEMBER 2019
A. Topik
Pengamatan ciri-ciri struktur morfologi serangga dari Ordo Diptera.

B. Waktu Pelaksanaan
Hari : Rabu
Tanggal : 30 Oktober 2019
Tempat: O5.109 Laboratorium Ekologi Universitas Negeri Malang.

C. Tujuan
Untuk mengetahui ciri-ciri struktur morfologi serangga dari Ordo Diptera.

D. Dasar Teori
Insekta atau serangga merupakan spesies hewan yang jumlahnya paling dominan di
antara spesies hewan lainnya dalam Filum Arthropoda (Rahadian dkk., 2009). Serangga
terdiri atas ratusan ribu jenis, bentuknya sangat bervariasi, ukurannya bermacam-macam
mulai dari yang mikroskopis sampai yang mikroskopis. Saat ini sudah berhasil diidentifikasi
dan diberi nama sekitar satu juta serangga (Hidayat dkk, 2004).
Sesungguhnya tubuh serangga terdiri tidak kurang 20 ruas. Enam ruas terkonsolidasi
membentuk kepala, tiga ruas membentuk toraks dan 11 ruas membentuk abdomen. Tidak
seperti halnya vertebrata, serangga tidak memiliki kerangka dalam, oleh karena itu tubuh
serangga ditopang oleh pengerasan dinding tubuh yang berfungsi sebagai kerangka luar
(eksoskleton). Proses pengerasan dinding tubuh tersebut dinamakan sklerotisasi. Dinding
tubuh atau kulit serangga disebut integument. Integument terdiri atas satu lapis epidermis
(yang dapat menghasilkan lapisan luar yang keras), selput (membran) dasar dan kutikula
(Lawrance et al. 1994; Mastrigt 2005). Serangga mampu menggigit dan mengunyah
makanannya. Tipe mulut penghisap memiliki bagian-bagian dengan bentuk seperti probosis
yang memanjang atau paruh dan melalui alat itu makanan cair dihisap. Tipe mulut penggigit
dilengkapi dengan rahang atas dan bahwa yang sangat kuat, contohnya mulut belalang dan
jangkrik. Tipe mulut penusuk-penghisap mempunyai rahang yang panjang dan runcing .
Contohnya nyamuk. Tipe mulut penghisap dilengkapi dengan alat seperti belalai panjang
yang dapat digulung, contohnya mulut kupu kupu. Tipe mulut penjilat dilengkapi dengan alat
untuk menjilat. Contohnya mulut lebah madu dan lalat (Jumar, 2000).
Diptera merupakan salah satu ordo serangga yang mempunyai banyak anggota,
terdapat dimana-mana dalam jumlah yang besar. Jenis serangga ini dapat dengan mudah
dibedakan dengan serangga lain karena mereka hanya mempunyai satu pasang sayap yang
bersifat membranus. Sayap belalang sangat kecil, membentuk suatu embelan kecil yang
disebut halter. Alat-alat mulutnya bervariasi, ada yang bertipe menusuk dan menghisap
(piercing-sucking), memotong dan menyerap (cutting-sponging) dan membasahi dan
menyerap (spoging) serta tanpa palpus labial. Mata majemuk besar, mesotoraks besar, tarsi
bersegmen 5 dan tanpa sersi.

E. Alat dan Bahan

Alat Bahan
1. Mikroskop Stereo 1. Kloroform
2. Jaring Serangga 2. Kapas
3. Jarum Pentul 3. Kantong Plastik
4. Jarum Kasur 4. Nyamuk dan Lalat Buah

F. Cara Kerja

Ditangkap beberapa serangga nyamuk dan lalat buah.

Dimasukkan kapas yang telah diberi klorofom kedalam kantong plastik.

Dimasukkan serangga yang telah ditangkap kedalam kantong plastik.

Diamati secara umum bentuk morfologi tubuh serangga amatan.

Diamati pada tubuh serangga amatan: antena (tipe antena), mata (mata majemuk
dan mata tunggal), mulut (tipe mulut), thorax (jumlah segmen), sayap (jenis sayap,
posisi pada saat terentang dan pada saat terlipat, perlekatannya pada torax, stigma,
modus, venasi sayap), abdomen (jumlah segmen, cercus), serta kaki (bagian-
bagiannya, ciri khusus, jumlah tarsus)

Dicatat dan digambarkan pada laporan sementara.

G. Data Pengamatan
NO Gambar Literatur Gambar Hasil Praktikum

Sayap
1 Drosophila melanogaster ovipositoris

kaki

Abdomen

bristle

Mata majemuk Ocelli

Tipe kaki Ambulatorial


Tipe mulut Penjilat dan Penghisap
(https://ensiklopedialquran.files.com)

2 Anopheles mosquito
Mulut

Antena

kaki

sayap

(https://docplayer.info)

Ovipositoris

Mulut tipe penusuk dan penghisap


Kaki tipe Ambulatorial

H. Analisis Data
Berdasarkan hasil pengamatan pada bagian kepala terdapat satu pasang mata
majemuk, satu pasang antena. Pada bagian kaki terdapat femur, trochanter, coxa dan tibia
dengan tipe ambulatorial. Pada bagian sayap terdapat pterostigma, tepinya berupa costa, dan
triangle. Pada bagian thorax terdapat prototoraks dibagian atas, mesotoraks bagian tengah,
dan metatoraks bagian bawah. Bagian abdomen tedapat circus dan tanpa cerci diujung
abdomen.

I. Pembahasan
Tubuh serangga terdiri dari tiga bagian utama yaitu kepala, thoraks dan abdomen.
Kutikula dibangun oleh lapisan epikutikula, eksokutila dan endokutikula. Kepala dibangun
oleh cranium di mana terletak mulut, antena dan mata. Thoraks terdiri dari tiga yaitu segmen
prothoraks, mesothoraks, dan metathoraks. Pasangan struktur organ reproduksi terdapat pada
bagian abdomen. Serta untuk mendukung proses kehidupannya, serangga memerlukan
kesetimbangan dalam makan dan pencernaan, pernafasan, peredaran, ekskresi, syaraf
danreproduksi. Saluran makanan serangga terdiri dari foregut, midgut dan hindgut. Zat
makanan yang diperlukan serangga adalah karbohidrat, asam amino, air dan mineral. Organ
ekskresi serangga yang penting adalah tubulus malpighi dan rektum. Serangga mempunyai
sistem peredaran darah terbuka, darah mengalir, dalam homosol. Untuk berespirasi, serangga
menggunakan system trakea yang berhubungan dengan spirakel. Serangga dibagi menjadi
tiga kategori yaitu visceral, segmental dan apendage. Serangga bergerak dengan berjalan,
merangkak dan terbang (Adun, 2013).
Diptera berasal dari kata Di artinya "dua" dan pteron berarti "sayap". Diptera artinya
serangga yang hanya mempunyai sepasang sayap depan sebab sepasang sayap belakangnya
telah berubah bentuk menjadi bulatan yang disebut dengan "halter". Sayap ini berfungsi
sebagai alat keseimbangan pada saat terbang, alat untuk mengetahui arah, dan juga alat
pendengaran. Stadium larva Diptera disebut "tempayak" atau "belatung" atau "set". Larva
tidak mempunyai kaki, dan hidupnya di tempat-tempat yang lembap atau basah.
Perkembangan hidup Diptera adalah "holometabola" (telur - larva - pupa - imago). Tipe alat
mulut larva bersifat menggigit-mengunyah, sedang imagonya memiliki alat mulut menusuk-
mengisap atau menjilat-mengisap. Jenis serangga golongan Diptera yang sering merusak
tanaman, antara lain lalat bibit kedelai (Agromyza phaseoli Tryon); lalat buah (Bactrocera
sp.); lalat penggerek batang padi (Atherigona exigua); lalat bibit padi (Hydrellia philippind);
hama ganjur (Orseolia oryzae Wood Mason) (Borror, 2005).
1. Nyamuk
Nyamuk adalah serangga yang termasuk dalam ordo Diptera. Ukuran telur memiliki
panjang 0,5-0,8 mm (Soalani, 2010). Nyamuk mengalami tahapan daur hidup yang
menyerupai rantai yang membentuk siklus. Urutan daur hidup tersebut terdiri dari: telur, larva
(jentik), pupa dan nyamuk dewasa. Setiap tahapan perkembangan nyamuk menunjukkan
perubahan yang khusus. Perubahan inilah yang menyebabkan nyamuk termasuk golongan
hewan yang bermetamorfosis sempurna (Adun, 2013).
Dalam bahasa Inggris, nyamuk dikenal sebagai "Mosquito", berasal dari sebuah kata
dalam bahasa Spanyol atau bahasa Portugis yang berarti lalat kecil. Penggunaan kata
Mosquito bermula sejak tahun 1583. Di Britania Raya nyamuk dikenal sebagai gnats. Pada
nyamuk betina, bagian mulutnya membentuk probosis panjang untuk menembus kulit
mamalia (atau dalam sebagian kasus burung atau juga reptilia dan amfibi untuk menghisap
darah. Nyamuk betina memerlukan protein untuk pembentukan telur, kebanyakan nyamuk
betina perlu menghisap darah untuk mendapatkan protein yang diperlukan. Nyamuk jantan
berbeda dengan nyamuk betina, dengan bagian mulut yang tidak sesuai untuk menghisap
darah (Jumar, 2000).
Ukuran tubuh nyamuk antara 4 mm - 13 mm dan rapuh atau mudah patah. Pada
bagian kepala terdapat probosis yang halus dan memiliki ukuran yang melebihi panjang
kepala. Pada nyamuk betina digunakan untuk menghisap darah, sedangkan pada nyamuk
jantan untuk menghisap bahan-bahan cair seperti cairan tumbuh-tumbuhan, buah-buahan dan
juga keringat. Sayap nyamuk panjang dan langsing, mempunyai vena yang permukannya
ditumbuhi sisik-sisik sayap (wing scales) yang letaknya mengikuti vena. Pada pinggir sayap
terdapat sederetan rambut yang disebut fringe. Tubuh nyamuk terdiri atas kepala, dada dan
perut. Terdapat sepasang antena berbentuk filiform yang panjang dan ramping. Sepasang
antena digunakan untuk membedakan jenis kelamin pada nyamuk dewasa. Antena pada
nyamuk jantan berambut lebat (plumose) dan pada nyamuk betina jumlah rambutnya lebih
jarang (pilose) (Jumar, 2000).
Tubuh terdiri atas 10 segmen abdomen berbentuk silinder yang terdiri atas 10 ruas. 2
ruas yang terakhir berubah menjadi alat kelamin. Sepuluh segmen adalah bagian perut,
biasanya yang terlihat segmen pertama hingga segmen ke delapan, dan pada segmen-segmen
terakhir biasanya termodifikasi menjadi alat reproduksi. Diantara antena dan probosis
terdapat sepasang palpus yang terdiri dari 5 ruas, yang digunakan untuk mendeteksi
karbondioksida dan tingkat kelembaban. Nyamuk betina mempunyai probosis yang lebih
panjang dan tajam. Tubuh membungkuk serta memiliki bagian tepi sayap yang bersisik. Dada
terdiri atas protoraks, mesotoraks, dan metatoraks. Mesotoraks merupakan bagian dada yang
terbesar yang digunakan untuk menyesuaikan tubuhnya saat terbang. Sayap nyamuk
berukuran panjang, tidak berwana (transparan) dan terdiri atas percabangan-percabangan
(vena) dan dilengkapi dengan sisik. Sebagian besar torax yang tampak (mesonotum), diliputi
bulu halus. Bulu ini berwarna putih/kuning dan membentuk gambaran yang khas untuk
masing-masing spesies. Posterior dari mesonotum terdapat skutelum yang pada anophelini
bentuknya melengkung (rounded) dan pada culicini membentuk 3 lengkung (trilobus).
Nyamuk mempunyai 3 pasang kaki (hexapoda) yang melekat pada toraks dan tiap kaki terdiri
dari 1 ruas femur, 1 ruas tibia dan 5 ruas tarsus (Adun, 2013).

2. Lalat Buah (Droshopilla Melanogaster)


Warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian
belakang. Berukuran kecil, antara 3-5 mm. Urat tepi sayap (costal vein) mempunyai dua
bagian yang terinteruptus dekat dengan tubuhnya. Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu,
memiliki 7-12 percabangan. Crossvein posterior umumnya lurus, tidak melengkung. Mata
majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwana merah. Terdapat mata oceli pada bagian
atas kepala dengan ukuran lebih kecil dibanding mata majemuk. Thorax berbulu-bulu dengan
warna dasar putih, sedangkan abdomen bersegmen lima dan bergaris hitam. Sayap panjang,
berwarna transparan, dan posisi bermula dari thorax (Chairinnissa, 2012). Sedangkan ciri-ciri
yang membedakan Drosophila jantan dan betina antara lain :

Metamorfosis pada Drosophila termasuk metamorfosis sempurna, yaitu dari telur –


larva instar I – larva instar II – larva instar III – pupa – imago. Perkembangan dimulai segera
setelah terjadi fertilisasi, yang terdiri dari dua periode. Pertama, periode embrionik di dalam
telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur dan ini terjadi dalam
waktu kurang lebih 24 jam. Dan pada saat seperti ini, larva tidak berhenti-berhenti untuk
makan (Silvia, 2003) Periode kedua adalah periode setelah menetas dari telur dan disebut
perkembangan postembrionik yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu larva, pupa, dan imago
(fase seksual dengan perkembangan pada sayap). Formasi lainnya pada perkembangan secara
seksual terjadi pada saat dewasa (Silvia, 2003).

J. Kesimpulan
Diptera mempunyai ciri hanya menggunakan sepasang sayap tipis yang fungsional
untuk terbang, sementara sepasang lain hanya sebagai pembantu penstabil atau sebagai
detektor kecepatan udara (atau dikenal dengan istilah halterer). Walaupun banyak serangga
yang bisa terbang, tetapi hanya diptera yang dianggap sebagai lalat sejati karena karakter ini.
Diptera memiliki mata faset yang besar jika dibanding tubuhnya. Antenanya bisa pendek
(Brachycera) maupun panjang (Nematocera).

K. Diskusi
1. Ciri-ciri morfologi secara umum apa sajakah yang dimiliki oleh serangga yang
termasuk dalam ordo Diptera ?
2. Apakah perbedaan alat mulut antara lalat saprofit dan lalat parasite ?

Jawab:

1. Hanya mempunyai sepasang sayap depan sebab sepasang sayap belakangnya telah
berubah bentuk menjadi bulatan yang disebut dengan "halter", Mengalami
metamorfosis sempurna. Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat
dan mengisap, membentuk alat mulut seperti belalai disebut probosis.
2. Lalat Saprofit : mulutnya tipe penjilat dan penghisap
Lalat Parasit : mulutnya penusuk dan penghisap

Daftar Rujukan

Adun Rusyana, Zoologi Invertebrata; Teori dan Praktik, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2013),
hlm. 154.
Borror, D.J. Triplehorn, C.A. dan Johnson, N.F. 2005. Study of Insects. 7 th Edition.
Thomson Brooks/Cole. Australia, Canada, Singapura, Spain, United Kingdom,
United Stated.

Chairunnissa, Mutiara. 2012. Pengamatan Drosophila melanogaster.

Hidayat, O., Sutarno, N., Suhara., Sanjaya, Y. 2004. Dasar-Dasar Entomologi. Bandung:
Universitas Pendidikan Indonsia

Jumar, Entomologi Pertanian, (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), hlm. 155.

Lawrence, J.F., and Britton, E.B. 1994. Australian Beetles. Australia : Melbourne University
Press.

Rahadian dkk., 2009. Keanekaragaman Arthropoda Di Gudang Beras. Jurnal HPT Vol. 03
No.02.

Silvia Triana. 2003. “Pengaruh Pemberian Berbagai Konsentrasi Formaldehida Terhadap


Perkembangan Larva Drosophila”. Bandung: Jurusan Biologi Universitas
Padjadjaran.