Anda di halaman 1dari 3

Judul Proposal : Perencanaan dan Perancangan Agro Techno Park di Pelaga

Badung
Nama : Wildan Rois Al Mi’Dam
NIM : 1662121009
Kelas : A1
 Pada sinopsis ini jelaskan secara singkat namun substansional tentang judul tugas akhir
yang akan di ajukan kepada pengampu Seminar Proposal Arsitektur dengan substansi ini
adalah sebagai berikut.
1. Issue atau permasalahan
- Permasalahan pada daerah Badung Utara kurangnya dari pengeleloaan pertanian
yang kurang dan teknologi yang digunakan kurang memadai, sehingga harga jual
kalah dengan harga jual dari luar Bali

- Dikutip dari web balipost.com menjelaskan tentang Badung Kaji Pengembangan


Agro Techno Park Di Petang, I Wayan Suambra mengatakan “Arahan bapak
bupati lakukan kegiatan-kegiatan yang dapat membanggakan petani untuk
menjadi petani dengan penghasilan yang lebih baik tumbuh kembangkan kembali
dan perkuat kepercayaan petani kepada pemerintah,” ujar Suambara, belum lama
ini. Dikatakan, agrobisnis kopi akan menjadi langkah awal dalam pengembangan
Agro Techno Park di wilayah Petang.

2. Data-data atau informasi-informasi yang menunjang issue atau permasalahan tersebut


- Dikutip dari jurnal Seminar Nasional Sains dan Teknologi (Senastek),Denpasar
Bali 2015, Kajian Pengembangan Desa Wisata Di Kabupaten Badung. Wilayah
Badung Utara dikenal mengedepankan pembangunan sektor pertanian,
berbedadengan wilayah Badung Selatan dapat dikatakan lebih dari 90%
mengandalkan sektor jasa pariwisata. Secara teoritis tidak terlihat terjadi
ketertinggalan di Badung Utara, tetapi jika dicermatiterkesan terjadi kesenjangan
pembangunan ketika dihubungkan dengan faktor-faktor ekonomi
dankesejahterahaan. Secara singkat dapat disampaikan pesatnya pembangunan
pariwisata di Badung Selatan tidak sama halnya dengan pembangunan
pertanian/perkebunan di Badung Utara. Artinya, pembangunan sektor pertanian di
Badung Utara masih lambat dan diperlukan percepatan akselerasi. Kondisi ini
disebabkan oleh banyak faktor seperti masih menggunakan pola tanam
tradisional, belum memaksimalkan diversifikasi pertanian, petani belum mampu
mencukupi kebutuhan pasar, minimnya minat generasi muda untuk terjun di
sektor pertanian dan belum tercapainya sinergi antarsektor seperti sektor
pariwisata bersama sektor pertanian.

- Dikutip dari web balipost.com, Suambara mengatakan meminta waktu dalam


beberapa bulan ke depan untuk merumuskan kerja sama para petani kopi dengan
pihak swasta tersebut. “Pada Tahun 2019 nanti Bupati Badung melalui Badan
Litbang akan menyusun Master Plan pembangungan dan pengembangan Agro
Techno Park di Kecamatan Petang yang terintegrasi dan konperhensif,” terangnya.
Untuk diketahui, Agro Techno Park adalah sebuah kawasan pertanian terpadu
yang didalamnya terdapat berbagai aktifitas pendukung pertanian, misalnya
seperti area pertanian, area peternakan, perkebunan, serta area pengolahan pasca
panen.

3. Tujuan perencanaan dan perancangan topik tersebut atau pada bagian ini mampu
menggambarkan ide/gagasan awal dari perencanaan dan perancangan tersebut
- Untuk memajukan perkembangan daerah pertanian
- Meningkatkan kawasan tersebut menjadi kawasan pariwisata
- Menurunkan jumlah pengangguran
4. Kelompok fungsi dan fasilitas-fasilitas dari masing-masing kelompok fungsi tersebut
5. Kelompok civitas/pengguna yang menjadi sasaran
- Masyarakat lokal
- Pemerintah
- Wisatawan asing/ lokal
6. Lokus proyek perencanan dan perancangan serta jelaskan karakteristik dari lokus
tersebut dalam menunjang topik
- Desa Pelaga termasuk Wilayah Kecamatan Petang, Kabupaten Badung yang
memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia maupun
kelembagaan yang ditunjang oleh sarana dan prasana yang ada, cukup mendukung
dalam rangka melaksanakan program pembangunan. Desa Pelaga merupakan
daerah dataran tinggi dengan orbitasi/jarak adalah 7 km dari ibukota kecamatan
Petang, 35 km dari ibukota Kabupaten dan 45 km dari ibukota Propinsi. Luas
tanah yang ada di Desa Pelaga adalah 3.545,204 ha, dengan ketinggian 700-1100
m dari permukaan laut, tergolong dataran tinggi, dengan curah hujan 1.664,
kelembaban udara 6% dengan suhu rata-rata harian 250C.
 Pada bagian akhir sebutkan referensi-referensi yang akan digunakan dalam penyusunan
proposal dengan topik/judul yang telah ditentukan. Pergunakan “APA Style”