Anda di halaman 1dari 18

CRITICAL BOOK REVIEW

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah :


Ekonomi Pembangunan
Kepada Dosen Pengampuh :
Irsyad Lubis, SE, M.Soc, Sc, Ph.D

NAMA : AIGA FADILLAH


NIM : 187018028

MAGISTER ILMU EKONOMI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga saya mendapat kemudahan dan kelancaran dalam
menyelesaikan tugas Critical Book Review yang bertujuan untuk memenuhi tugas
wajib sebelum ujian MID Semester. Di dalam tugas yang telah saya selesaikan ini
terdapat identitas dari buku yang akan di-review beserta buku pembanding tersebut,
ringkasan,analisis kritikal beserta kelebihan dan kelemahan dari masing-masing
buku. Diharapkan tugas saya ini dapat berguna bagi setiap orang yang
membacanya .
Semoga resensi saya ini dapat bermanfaat . Ada pun nanti banyak kekeliruan
ataupun kesalahan dalam penulisan tugas ini, saya mohon kritik dan saran agar
Critical Book Review ini benar-benar berguna bagi para pembacanya,

Medan, 04 Mei 2019


Penyusun

Aiga Fadillah

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................. i


DAFTAR ISI ............................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
A. MANFAAT CRITICAL BOOK REVIEW ................................................................. 1

B. TUJUAN CRITICAL BOOK REVIEW .................................................................... 1

C. IDENTITAS BUKU YANG DIREVIEW .................................................................. 1

BAB II RINGKASAN ISI BUKU


A. BUKU WAJIB ........................................................................................................ 3

B. BUKU PEMBANDING ........................................................................................... 8

BAB III PEMBAHASAN


A. PEMBAHASAN ISI BUKU ................................................................................... 14

B. KELEBIHAN & KEKURANGAN BUKU ................................................................ 15

ii
BAB I PENDAHULUAN

A. MANFAAT CRITICAL BOOK REVIEW


Adapun manfaat yang diharapkan dari penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekonomi Pembangunan;
2. Menambah pengetahuan dan wawasan tentang grand teori ekonomi
pembangunan.

B. TUJUAN CRITICAL BOOK REVIEW


Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk lebih memahami intisari dari pembahasan dan kasus yang dijabarkan
bersama teori pembangunan;
2. Agar lebih menguasai konsep pembangunan ekonomi sehingga dapat
menerapkan kebijakan yang sesuai di kemudian hari;
3. Sebagai referensi dalam pelajaran.

C. IDENTITAS BUKU YANG DIREVIEW

IDENTITAS BUKU I
(Buku Wajib)
Judul Buku : Ekonomi Pembangunan
Penulis : Dr. Suryana, M.Si
Cetakan :1
Penerbit : Salemba Empat
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2000
Jumlah Hal : 138
Jumlah Bab : 8
Harga Buku : Rp 75.000
ISBN : 979-691-026-8

1
IDENTITAS BUKU II
(Buku Pembanding)
Judul Buku : Pembangunan Ekonomi (Economic Development)
Penulis : Michael P. Todaro dan Stephen C. Smith
Edisi : 11 Jilid 1
Alih Bahasa : Agus Dharma
Editor : Adi Maulana dan Novietha Indra Sallama
Penerbit : Erlangga
Kota Terbit : United Kingdom/Jakarta
Tahun Terbit : 2009, 2011
Jumlah Halaman : 518
Jumlah Bab :8
Harga Buku : Rp. 170.000
ISBN : 978-602-241-130-7

2
BAB II RINGKASAN ISI BUKU

A. BUKU WAJIB
Ringkasan Buku Pertama
Pembahasan pada buku Ekonomi Pembangunan penulis Dr. Suryana, M.Si secara
ringkas menerangkan teori-teori dan ruang lingkup ekonomi pembangunan.

Bab 1 Prinsip Dan Konsep Dasar Ekonomi Pembangunan


Menurut definisi lama, pembangunan ekonomi adalah suatu proses yang
menyebabkan pendapatan per kapita suatu masyarakat meningkat dalam jangka
panjang. Dalam definisi baru, pembangunan ekonomi adalah suatu proses
multidimensional yang melibatkan perubahan besar secara sosial dalam ekonomi.
Ada tiga nilai hakiki pembangunan yaitu :
1. Perbaikan tingkat hidup;
2. Peningkatan harga diri;
3. Peningkatan kebebasan.
Strategi pembangunan ekonomi diarahkan untuk meningkatkan output,
penggunaan tenaga kerja, pengurangan ketimpangan, dan perubahan sikap mental
masyarakat dan lembaga yang ada.

Bab 2 Karakteristik Umum dan Struktur Kegiatan Ekonomi Negara-Negara


Sedang Berkembang
Pengelompokan negara berdasarkan tingkat kemajuannya adalah :
1. Negara dunia kesatu adalah negara maju yang ditopang oleh pengalaman
kemajuan ekonomi pertama sekali di dunia. Contoh: negara-negara di Eropa
Barat, Amerika Utara, Australia, dan New Zealand.
2. Negara dunia kedua adalah egara maju yang ditopang kemajuan ekonomi
sosialis setelah adanya negara dunia pertama. Contoh: Rusia, Polandia, dan
Chekoslovakia.
3. Negara dunia ketiga adalah negara sedang berkembang dengan pendapatan
per kapita kurang $ 200. Contoh: 118 negara di Asia, Afrika Tengah, Timur
Tengah, dan Amerika Latin.

3
4. Negara dunia keempat adalah negara terbelakang dan belum berkembang.
Contoh: sebagian besar negara-negara di Afrika.
Di lain hal, keterbatasan negara-negara berkembang meliputi :
1. Kecilnya jumlah mutlak kapita meterial;
2. Terbatasnya kapasitas dan keahlian produk;
3. Rendahnya investasi neto.
Akibatnya, negara-negara berkembang mempunyai sumber daya aalm yang belum
dikembangkan dan sumber daya manusia yang kurang potensial. Oleh karena itu,
untuk meningkatkan produktivitas, tabungan dalam negeri dan bantuan luar negeri
perlu dimobolisasi untuk mempercepat investasi baru dalam barang-barang modal
fisik. Pengembangan sumber daya manusia melalui investasi di bidang pendidikan
dan pelatihan.

Bab 3 Persoalan-Persoalan Dasar dalam Proses Pembangunan dan Faktor-


Faktor Yang Mempengaruhi serta Penghambat
Permasalahan pokok yang dihadapi negara sedang berkembang meliputi
kemiskinan, ketimpangan, dan pengangguran.pada akhirnya, keterbelakangan harus
didukung oleh kekuatan-kekuatan ekonomi dan sosial.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembangunan :
1. Sumber Daya Manusia
2. Sumber Daya Alam
3. Pembentukan Modal
4. Teknologi dan Kewirausahaan
Persyaratan umum pembangunan ekonomi :
1. Akumulasi modal, termasuk akumulasi baru dalam bentuk tanah, peralatan fisik
dan sumber daya manusia.
2. Perkembangan penduduk yang dibarengi dengan pertumbuhan tenaga kerja dan
kehliannya.
3. Kemajuan teknologi.
Faktor-faktor penghambat pada proses pembangunan :
1. Perkembangan penduduk yang tinggi dilengkapi ilmu pengetahuan yang rendah;
2. Perekonomian yang bersifat dualistik;
3. Tingkat pembentukan modal yang rendah;
4. Struktur ekspor yang berupa bahan mentah;
4
5. Proses sebab akibat kumulatif.

Bab 4 Teori Umum Pembangunan Ekonomi dan Model-Model Penerapannya


Teori Klasik
1. Menurut Adam Smith, pembangunan merupakan proses perpaduan antara
pertumbuhan penduduk dan kemajuan teknologi.
2. Menurut David Richardo, pertumbuhan ekonomi merupakan proses tarik-
menarik antara law of diminishing return dengan kemajuan teknologi.
3. Menurut, Thomas Robert Malthus, dalam pembangunan ekonomi diperlukan
pembanguanan berimbang antara sektor pertanian, industri, dan perlunya
menaikkan permintaan efektif.
Teori Neo-Klasik
Menurut teori neo-klasik pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh perbaikan sumber
daya manusia dan teknologi, bukan oleh kapital.
Teori Pertumbuhan Ekonomi Modern
1. Menurut Rostow, pembangunan ekonomi adalah suatu transformasi masyarakat
tradisional menjadi modern melalui tahapan:
a. Masyarakat tradisional;
b. Prasyarat lepas landas;
c. Lepas landas;
d. Tahap kematangan;
e. Masyarakat berkonsumsi tinggi.
2. Menurut Kuznet, pertumbuhan ekonomi adalah kemampuan jangka panjang
untuk menyediakan berbagai jenis barang yang tumbuh atas dasar kemajuan
teknologi, kelembagaan, dan ideologis.

Bab 5 Teknologi, Sumber Daya Manusia, dan Sumber Daya Alam dalam
Pembangunan
Teknologi
Teknologi tepat guna adalah teknologi sederhana yang mudah dipahami dan
dipraktekkan. Teknologi ini berbasis produksi, menyerap tenaga kerja, dan
mempertimbangkan maslah-masalah sosial. Negara berkembang dapat memilih
teknologi tepat guna dengan cara alih teknologi. Apabila diikuti dengan adaptasi dan
inovasi yang sesuai akan membawa perbaikan dalam kegiatan ekonomi.
5
Sumber Daya Manusia
Ada empat pendekatan untuk mengatasi persoalan sumber daya manusia, yaitu :
1. Pendekatan koefisien input tetap, mengutamakan koefisien tingkat pendidikan
yang diperlukan oleh setiap sektor.
2. Pendekatan elastisitas, menggambarkan berapa banyak orang yang
berpendidikan dan berketerampilan khusus untuk menghasilkan output dengan
tingkat upah rendah.
3. Pendekatan program linear, estimasi produktivitas keterampilan dan pendidikan
setiap sektor apakah mampu memaksimumkan GNP.
4. Pendekatan tingkat pengembalian, investasi tingkat skill dan pendidikan yang
paling dibutuhkan.

Bab 6 Peranan Perdagangan dalam Pembangunan dan Masalah Hubungan


Internasional Bagi Negara Sedang Berkembang
Sumbangan perdagangan luar negeri terhadap pembangunan ekonomi adalah:
1. Memperluas pasar;
2. Menaikkan tingkat teknologi;
3. Menaikkan produksi barang yang laku di luar negeri.
Sedangkan masalah yang dihadapi dalam perdagangan luar negeri meliputi:
1. Hambatan kenaikan volume ekspor karena adanya persaingan;
2. Penurunan term of trade barang primer;
3. Terjadinya fluktuasi barang primer.

Bab 7 Kebijaksanaan Pembangunan Ekonomi


Teori ekonomi yang diajarkan pada negara-negara berkembang umumnya
merupakan teori ekonomi konvensional (berasal dari barat) yang mempunyai
karakteristik dan struktur negara industri yang telah maju. Karena struktur ekonomi
yang sangat berbeda, dengan sendirinya konsep dan prinsip teori tersebut tidak
dapat sepenuhnya menggambarkan problema negara-negara sedang berkembang.
Oleh sebab itu pada negara-negara yang sedang berkembang perlu memilih
kebijaksanaan yang tepat dan dapat diadakan penyesuaian-penyesuaiannya, yaitu
kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.

6
Kebijakan Fiskal
Yaitu kebijakan pemerintah dalam pengeluaran dan pendapatannya dengan tujuan
untuk menciptakan kesempatan kerja yang tinggi tanpa inflasi. Dengan kata lain,
semua tindakan yang dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi jalannya
perekonomian melalui perubahan pendapatan dan pengeluaran pemerintah. Ada
tiga instrumen kebijakan fiskal, yaitu :
1. Menaikkan pajak rumah tangga;
2. Mengurangi pengeluaran pemerintah;
3. Memberi rangsangan fiskal pada pengusaha tertentu.
Tujuan kebijakan fiskal adalah:
1. Mendorong laju investasi;
2. Mendorong investasi sosial;
3. Menstabilisasikan.

Kebijakan Moneter
Yaitu kebijakan pemerintah untuk mempengaruhi jalannya perekonomian dengan
cara mempengaruhi permintaan dan penawaran uang. Instrumen kebijakan moneter
meliputi:
1. Reserve Ratio;
2. Politik Diskonto;
3. Credit Selective Control;
4. Open Market Operation.
Tujuan kebijakan moneter adalah mempercepat pembangunan.

Bab 8 Perencanaan Pembangunan Ekonomi


Beberapa pertimbangan dalam memilih perencanaan adalah:
1. Harus ada komisi perencanaan;
2. Data statistik yang akurat mengenai sumber ekonomi potensial;
3. Tujuan rencana untuk meningkatkan pendapatan nasional;
4. Penetapan sasaran dan prioritas baik secara global maupun sektoral;
5. Mobilisasi sumber-sumber internal dan eksternal;
6. Keseimbangan perencanaan;
7. Administrasi yang efisien dan tidak korup;
8. Kebijakan pembangunan yang tepat;

7
9. Memiliki teori konsumsi sendiri;
10. Dukungan dan partisipasi dari masyarakat.

Jenis-jenis model perencanaan adalah:


1. Model Agregatif (Macro Planning)
Model ini menggambarkan ekonomi secara keseluruhan dan mengusahakan
hubungan yang konsisten antara target pertumbuhan agregat ekonomi seperti
pertumbuhan, produksi, konsumsi, investasi, ekspor, dan impor.
2. Model Multisektoral
Model perencanaan ini dikenal dengan model input-output yang menunjukkan
bahwa di dalam perekonomian secara keseluruhan saling berhubungan dan
keterhgantungan industrial.
3. Model Desentralisasi
Model perencanaan yang diserahkan dari pusat di bidang tertentu secara
vertikal ke institusi dan lembaga di bawahnya dengan kewenangan dan
tanggungjawab dalam urusan tersebut.

B. BUKU PEMBANDING
Ringkasan Buku Kedua
Pembahasan pada buku Pembangunan Ekonomidari penulis Michael P. Todaro dan
Stephen C. Smith secara mendetail menekankan model dan studi kasus
pembangunan ekonomi dari berbagai negara di dunia.

BAB 1 Pengantar Pembangunan Ekonomi: Perspektif Global


Ilmu ekonomi pembangunan merupakan studi tentang upaya
mentransformasi perekonomian dari keadaan stagnan ke pertumbuhan, dan dari
status penghasilan rendah ke penghasilan tinggi, serta upaya menanggulangi
masalah kemiskinan absolut. Pada tahun 2000, PBB telah menyetujui delapan
Millenium Development Goal sebagai komitmen untuk meniadakan kemiskinan dan
mencapai tujuan pembangunan manusia lainnya pada tahun 2015. Yaitu sebagai
berikut :
1. Mengurangi kemiskinan dan kelaparan ekstrem;
2. Mencapai pendidikan dasar universal;
3. Meningkatkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan;
8
4. Mengurangi tingkat mortalitas anak-anak;
5. Meningkatkan kesehatan ibu;
6. Memerangi HIV/Aids, malaria, dan penyakit lainnya;
7. Menjaga kelestarian lingkungan hidup;
8. Membina kerja sama global bagi pembangunan.

BAB 2 Pembangunan Ekonomi Komparatif


 Negara Industri Baru adalah negar-negar yang telah mencapai tingkat
pembangunan ekonomi yang relatif maju, yang memiliki sektor industri yang
dinamis dan substansial serta memiliki hubungan erat dengan sistem
perdagangan, keuangan, dan investasi internasional.
 Negara berkembang memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut:
1. Standar hidup dan produktifitas yang lebih rendah;
2. Tingkat modal manusia yang lebih rendah;
3. Tingkat ketimpangan dan kemiskinan absolut yang lebih tinggi;
4. Tingkat pertumbuhan penduduk yang lebih tinggi;
5. Fraksionalisasi sosial yang lebih besar;
6. Jumlah penduduk di pedesaan yang lebih besar namun memiliki tingkat
migrasi desa-kota yang lebih cepat;
7. Tingkat industrialisasi yang lebih rendah;
8. Kondisi geografis yang menghambat;
9. Sektor keuangan dan pasar lainnya yang kurang berkembang;
10. Dampak kolonial yang tersisa, contohnya berupa lembaga-lembaga yang
jelek dan sering bergantung secara eksternal.
 Negara paling tidak berkembang berdasarkan klasifikasi yang ditetapkan PBB
yaitu negara dengan tingkat pendapatan rendah, modal manusia rendah, dan
kerentanan ekonomi tinggi.

BAB 3 Teori Klasik Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan


1. Model pembangunan tahapan pertumbuhan.
Menurut Walt W. Rostow, sebuah negara bergerak melalui tahapan berurutan
dalam upaya mencapai kemajuan. Seperti yang dikemukakan Rostow dalam
bukunya The Stage of Economic Growth yakni, “Semua masyarakat, dalam

9
kaitannya dengan berbagai dimensi perekonomian, dapat dikelompokkan ke
dalam salah satu dari lima kategori: masyarakat tradisional, prakondisi sebelum
lepas landas untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, lepas landas,
tahapan menuju kematangan ekonomi, dan tahap konsumsi masal yang tinggi.
2. Model pertumbuhan Harrod-Domar
Model hubungan ekonomi fungsional yang menyatakan bahwa tingkat
pertumbuhan produk domestik bruto (g) bergantung langsung pada tingkat
tabungan nasional neto (s) dan berbanding terbalik dengan rasio modal-output
nasional (c).
3. Model dua sektor Lewis
Teori pembangunan yang mengemukakan bahwa surplus tenaga kerja dari
sektor pertanian tradisional ditransfer ke sektor industri modern yang
pertumbuhannya menyerap kelebihan tenaga kerja, mendorong industrialisasi,
dan menggerakkan pembangunan berkelanjutan.

BAB 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan


Teori pembangunan ekonomi pada awal abad ke-20 mengedepankan
komplementaris sebagai salah satu syarat perlu bagi pembangunan yang berhasil.
Komplementaritas adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan,
pekerja, atau organisasi yang memperkuat dorongan bagi agen lain untuk
melakukan tindakan serupa. Komplementaritas sering mencakup investasi yang
hasilnya bergantung pada investasi yang dilakukan para agen ekonomi lainnya.
Akibat jaringan itu, pembahasan tentang model dorongan besar yang
menunjukkan bahwa keputusan produksi yang diambil oleh perusahaan-perusahaan
sektor modern akan saling menguatkan. Sedangkan model cincin O memperlihatkan
bahwa nilai peningkatan keterampilan akan bergantung pada peningkatan serupa
oleh agen lainnya.
Sementara itu, perangkap keterbelakangan cenderung merupakan
kemiskinan yang menjadi ciri suatu wilayah dalam sepanjang waktu. Banyak pakar
pembangunan secara aktif mengkaji bahwa kebijakan pemerintah masih dapat
menolong sekalipun pemerintahannya tidak sempurna. Dengan kata lain, intervensi
mendalam diperlukan untuk menggerakkan perekonomian ke arah ekuilibrium dan
meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

10
BAB 5 Kemiskinan, Ketimpangan, dan Pembangunan
Ketimpangan
Distribusi pendapatan perorangan adalah ukuran yang paling umum digunakan para
ekonom untuk mengukur ketimpangan. Kurva Lorenz adalah cara untuk
menganalisis statistik pendapatan individu. Semakin jauh garis Lorenz melengkung
dari garis diagonal (garis pemerataan sempurna), semakin besar ketimpangan yang
terjadi.
Kemiskinan
Seperti halnya dengan ukuran ketimpangan, terdapat sejumlah kriteria yang
disepakati secara luas dalam menentukan ukuran kemiskinan. Yaitu prinsip
anonimitas, independensi penduduk, monotonisitas, dan sensivitas distribusional.
Pembangunan
Simon Kuznets mengemukakan bahwa pada awal tahapan pertumbuhan
perekonomian, distribusi pendapatan akan cenderung memburuk, hanya pada
tahapan berikutnyalah distribusi itu akan membaik. Ia memjelaskan negara bergerak
dari perekonomian tradisional ke perekonomian modern dengan memperluas sektor
modernisasi dan hasil investasi pendidikan yang awalnya meningkat ketika sektor
modern sedang tumbuh.

BAB 6 Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan Ekonomi: Penyebab,


Konsekuensi, dan Kontroversi
Perangkap populasi Malthus menjelaskan pertambahan penduduk akan
berhenti dengan sendirinya ketika sumber daya penopang hidup yang meningkat
menurut deret hitung tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia yang
jumlahnya meningkat menurut deret ukur. Oleh sebab itu, Malthus berpendapat
bahwa satu-satunya cara untuk menghindari timbulnya kondisi taraf hidup yang
sangat rendah atau kemiskinan absolut adalah mendorong setiap orang agar
melakukan pengendalian moral dan membatasi jumlah anak.
Ada lima kebijakan khusus yang dapat diterapkan negara berkembang untuk
menurunkan tingkat kelahiran yaitu:
 Membujuk penduduk untuk memiliki keluarga kecil melalui media massa dan
proses pendidikan.
 Meningkatkan program keluarga berencana.

11
 Memanipulasi insentif dan disinsentif ekonomi.
 Memaksa warga negara untuk memiliki keluarga kecil melalui peraturan
perundang-undangan.
 Meningkatkan status sosial dan ekonomi perempuan untuk menciptakan suatu
kondisi dimana perkawinan ditunda dan mengurangi jumlah anak.

BAB 7 Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota: Teori dan Kebijakan


Tingkat migrasi desa-kota di negara berkembang telah melebihi tingkat
penciptaan lapangan kerja perkotaan. Migrasi memperburuk ketidakseimbangan
melalui dua cara. Pertama, dari sisi penawaran, migrasi internal meningkatkan
jumlah pencari kerja di perkotaan relatif terhadap pertumbuhan penduduk perkotaan
secara tidak proporsional. Kedua, dari sisi permintaan, upaya menciptakan lapangan
kerja di perkotaan umumnya lebih sulit dan memerlukan biaya besar ketimbang
upaya menciptakan lapangan pekerjaan di pedesaan.
Lima implikasi kebijakan terhadap Migrasi
 Meminimalkan ketidakseimbangan antara peluang ekonomi di perkotaan dan di
pedesaan.
 Pengadaan lapangan kerja di perkotaan bukanlah solusi.
 Perluasan pendidikan yang tidak merata akan mendorong migrasi dan
pengangguran.
 Subsidi upah dan penetapan harga tradisional akan kontraproduktif.
 Program-program pembangunan pedesaan terpadu harus didorong.

BAB 8 Modal Manusia: Pendidikan dan Kesehatan dalam Pembangunan


Ekonomi
 Kesehatan dan pendidikan adalah investasi yang dibuat untuk orang yang sama.
 Modal manusia yang lebih besar dapat meningkatkan pengembalian atas
investasi pendidikan karena:
 Kesehatan adalah faktor penting berkenaan dengan tingkat kehadiran di
sekolah.
 Orang-orang yang sehat lebih mampu memanfaatkan pendidikan secara
produktif dalam kehidupannya.

12
 Modal pendidikan yang lebih besar dapat meningkatkan pengembalian atas
investasi kesehatan karena:
 Banyak program kesehatan yang bergantung pada keterampilan yang dipelajari
di sekolah.
 Sekolah mengajarkan kesehatan dan kebersihan pribadi dasar.
 Peningkatan efisiensi produktif dari investasi pendidikan memperbesar
pengembalian atas investasi yang mempertinggi harapan hidup.

13
BAB III PEMBAHASAN

A. PEMBAHASAN ISI BUKU


Ukuran Pembangunan
 Dalam buku utama, dijelaskan bahwa ukuran pembangunan adalah pendapatan
per kapita dan tingkat kesejahteraan. Sehingga dalam materi ini terdapat
pembahasan cara menghitung Pendapatan Nasional, Indeks Harga Konsumen,
dan Indeks Harga Produsen.
 Dalam buku pembanding, indikator dasar pembangunan adalah pendapatan riil,
kesehatan, dan pendidikan.

Pengelompokkan Negara Berdasarkan tingkat kemajuannya.


 Dalam buku utama, terdapat empat golongan yaitu negara dunia pertama (negara
kapitalis yang maju perekonomiannya), negara dunia kedua (negara sosialis yang
maju perekonomiannya), negara dunia ketiga (negara sedang berkembang), dan
negara dunia keempat (negara terbelakang).
 Dalam buku pembanding, penggunaan istilah negara sedang berkembang dan
akan berkembang sangat bervariasi. Kategori negara dunia ketiga (negera
berkembang) disebut sebayak dua kali yaitu pada halaman 9 (bab 1) dan 52 (bab
2).

Teori Kuznets
 Dalam buku utama, fokus utama pembahasan teori Kuznets adlaah tentang
pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi modern adalah
kemampuan jangka panjang untuk menyediakan berbagai jenis barang yang
tumbuh atas dasar kemajuan teknologi, kelembagaan, dan ideologis.
 Dalam buku pembanding, penggunaan teori Kuznetsuntuk menjelaskan fenomena
ketimpangan. Bahwa pada awal tahapan pertumbuhan perekonomian, distribusi
pendapatan akan cenderung memburuk, hanya pada tahapan berikutnyalah
distribusi itu akan membaik. Ia memjelaskan negara bergerak dari perekonomian
tradisional ke perekonomian modern dengan memperluas sektor modernisasi dan
hasil investasi pendidikan yang awalnya meningkat ketika sektor modern sedang
tumbuh.

14
B. KELEBIHAN & KEKURANGAN BUKU
Buku Utama (Suryana)
Kelebihan buku adalah:
 Memiliki catatan kaki yang sangat membantu.
 Pada Bab I terdapat materi pembahasan dan perhitungan Pendapatan Nasional,
Indeks Harga Konsumen, dan Indeks Harga Produsen.
 Terdapat pengertian dari istilah penting di bagian samping pinggir halaman buku.
 Terdapat rangkuman di akhir bab.
 Poin-poin penting dapat ditarik dengan mudah karena sistematis penulisan yang
rapi.
Kekurangan buku adalah:
 Judul bab sangat panjang.
 Materi yang dijelaskan kurang memberikan studi kasus atau contoh nyata akan
suatu peristiwa. Dengan kata lain, buku sepenuhnya berisi tentang teori saja.
 Visual buku kurang menarik.

Buku Pembanding (Todaro)


Kelebihan buku adalah:
 Mengaitkan teori kepada fakta dan fenomena dunia nyata yang membuat
pembaca dapat membayangkan langsung implikasi dari setiap model, teori, dan
penjabaran materinya.
 Tampilan visual buku menarik.
 Fakta dan fenomena di dunia nyata juga dibarengi dengan sejumlah data
pendukung.
 Terdapat catatan dan saran bacaan lebih lanjut di akhir bab.
 Terdapat pengertian dari istilah penting di bagian samping pinggir halaman buku.
 Memiliki banyak grand theory.
Kekurangan buku adalah:
 Buku Todaro memuat banyak sekali fakta dan fenomena di dunia nyata erkait
pembangunan dan pertumbuhan negara-negara. Sehingga pembahasan menjadi
panjang dan buku dibagi kepada dua jilid terpisah.
 Dengan penjelasan yang amat panjang, terkadang sulit diambil kesimpulan
mengenai satu subbab materi.

15