Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Setiap hari tubuh kita terus menerus menerima asupan karbohidrat dari
makanan yang kita makan, khususnya nasi. Nasi yang merupakan polisakarida
merupakan makanan sumber karbohidrat, dalam hal ini adalah kelompok amilum.
Amilum, atau bahasa sehari-harinya adalah pati terdapat pada umbi, daun, batang dan
biji-bijian.Amilum terdiri atas dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah
polimer dari glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20-28%) dan amilopektin. Pada saat
kita mengunyah nasi (amilum), maka dalam mulut terjadi suatu reaksi kimia, yaitu
pemecahan ikatan-ikatan pada amilum dengan bantuan enzim, dalam hal ini adalah
enzim amilase yang terdapat dalam saliva (air liur).

B. Rumusan masalah
1. Bagaimana proses makanan nasi, ubi, dan kentang yang matang ketika dikunyah?
2. Enzim apa yang berproses pada saat dikunyah?
3. Perubahan zat apa yang terjadi saat dikunyah?
4. Mengapa harus dikunyah sebanyak 32 kali?
5. Mengapa bahan percobaan berasal dari nasi, ubi, dan kentang tidak dengan
makanan lain?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses yang terjadi ketika
makanan dikunyah dan apa yang telah terjadi setelah makanan dikunyah.

1
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian enzim
Enzim adalah golongan protein yang paling banyak terdapat dalam sel hidup.
Sekarang, kira-kira lebih dari 2000 enzim telah teridentifikasi, yang masing-masing
berfungsi sebagai katalisator reaksi kimia dalam sistem hidup. Enzim Amilase adalah
suatu komponen yang sangat penting saat proses pencernaan makanan. Tanpa adanya
enzim ini karbohidrat yang kita konsumsi tidak akan bisa berubah menjadi gula yang
nanti pada akhirnya diubah menjadi ATP yang sangat penting dalam metabolisme
makhluk hidup. Selain berperan dalam proses pencernaan amilase juga memiliki
banyak peranan penting lainnya baik yang bisa dimanfaatkan dalam bidang industri,
kesehatan maupun untuk pembuatan makanan.

B. Jenis – jenis enzim


Berikut adalah penjelasan mengenai jenis jenis enzim :

1. Enzim metabolik – Enzim yang bekerja mengatur, mengontrol dan mengelola


kesehatan tubuh melalui jaringan tubuh, sel darah dan organ, yang berfungsi
sebagai Pertumbuhan, perkembangan dan perbaikan sel, Memelihara semua
jaringan organ tubuh, Menyusun banyaknya reaksi yang saling berbeda namun
dilakukan dalam waktu yang sama.

2. Enzim makanan – Enzim yang mengandung zat nutrisi yang berasal dari buah
buahan, sayuran hijau dan orange serta dari sumber makanan tambahan lain yang
berfungsi menghancurkan zat protein, melumatkan lemak, memecah karbohidrat
dan nutrisi lain menjadi senyawa dan partikel kecil bermanfaat yang dapat diserap
tubuh secara simbolik.

3. Enzim Pencernaan – Enzim pencernaan manusia yang bertugas menghancurkaan


daan mencerna segala makanan lalu menyerap nutrisinya untuk disebarkan
keseluruh jaringan tubuh.
Enzim pencernaan ada 4 bagian , diantaranya
1. Enzim amilolitik yaitu enzim yang berperan dalam proses peleburan
karbohidrat dan sari tepung gula
2. Enzim Lipolitik yaitu enzim yang berperan dalam proses peleburan asaam
lemak dan gliserol
3. EnzimProteolitik yaitu enzim yang berperan dalam proses peleburan protein
asam amino
4. Enzim Nucleolytic yaitu enzim yang berperan dalam proses peleburan Asam
nukleat

2
4. Enzim Renin – Berkaitan dengan kelenjar penghasil enzim diseputar dinding
lambung yang berguna untuk menyimpan protein dan nutrisi lain yang ada pada
produk susu agar manfaatnya dapat disebarkan keseluruh bagian tubuh.
5. Enzim pepton – Mempunyai kemampuan menhancurkan dan memecah protein
komplek agar dapat berubah menjadi molekul molekul pepton.

6. Enzim pepsin – Enzim penting yang terletak didalam lambung yang berguna
untuk merubah protein dan nutrisi lainnya agar dapat diserap dengan baik lalu
disebarkan keseluruh jaringan tubuh.

7. Enzim Tripsin – Enzim yang mampu mengubah pepton menjadi zat asam amino
yang berguna untuk proses penyerapan protein oleh jaringan usus.

8. Enzim Sukrase – Enzim yang mampu mengubah sukrose menjadi glukosa dan
fruktosa yang sederhana. keberadaan enzim ini dihasilkan lewat saluran getah
usus halus.

9. Enzim Ptialin – Enzim yang terletak diseputar rongga mulut yang terletak pada
kelenjar air liur.yang berguna menagatur dan mengontrol zat tepung atau pati
menjadi glukosa yang naantinya diubah menjadi sebuah energi.

10. Enzim Laktase – Enzim yang menyusun sekaligus mengatur jalnnya enzim
menjadi laktosa menjadi galaktosa dan glukosa. kedua enzim tersebut akan
diserap menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh semua jaringan yang ada didalam
tubuh.

11. Enzim Peptidase – Enzim yang akan keluar bersama getah usus halus dan
mengubahnya menjadi sari protein penting yang dibutuhkan jaringan tubuh.

12. Enzim Isomaltase – Enzim yang dihasilkan oleh getah usus agar dapat
menggabungkan zat maltase menjadi kameltosa yang lebih efesien.

13. Enzim Ribonuklease – Enzim yang mampu melakukan penggandaan atau


replikasi DNA enzim yang sudah pasti menghasilkan RNA.

14. Enzim lipase – Fungsi enzim lipase yang bertugas menghancurkan dan mencerna
makanan lemak dan lipid untuk menjaga dan melindungi kantung empediu agar
tetap dalam keadaan normal.

15. Enzim Katalse – Berfungsi melindungi dan menjaga hati serta menetralisir gerak
dan pertumbuhan semua racun yang ada pada tubuh. Jika organ hati mengalami
gangguan maka racun yang memasuki tubuh sulit untuk dinetralisir dan dibuang
lewat urin dan keringat.

3
16. Enzim Arsinase – Berfungsi menyupali dan menyebarkan asam amino arginin
menjadi ornitin dan urea. Sifat zat ornitin sangat membatasi dan membelenggu
amonia dan karbon dioksida yang bersifat racun. Kemudian Ornitin dinetralisir
oleh hati agar racun daapat segera dihilangkan. (baca : fungsi hati)

17. Enzim Troponin – Berfungsi mengontrol dan mengatur otot jantung untuk
merespon sinyal yang diterima untuk reaksi atau kontraksi.

18. Enzim Aminotransferase alanin – Enzim yang ada pada sel hati, otot jantung,
ginjal dan otot rangka yang berfungsi melindungi dan meningkatkan kesehatan
tubuh dengan cara mereka masing masing.

19. Enzim Lisozim – yang berfungsi untuk menyaring, menghambat sekaligus


membunuh bakteri dengan cara menghancurkan dinding selnya. Enzim yang
berperan sebagai anti bakteri ini terdapat pada :
1. cairan mulut (saliva)
2. ASI (air susu ibu)
3. Cairan keringat
4. Airmata
5. Cairan minyak alami yang ada dibawah kulit

20. Enzim yang ada pada lensa mata – Enzim yang ada pada lensa mata berfungsi
melindungi dan mempertahankan fungsinya pada bagian bagian mata dari
degenerasi. Tetapi seiring bertambahnya usia Enzim akan menurun kualitas
fungsinya sehingga menyebabkan perubahan kimia terhadap protein yang
menjadikan koagulasi seperti kabut putih yang menghalangi penglihatan serta
jalan masuknya cahaya kedalam retina. ini biasa terjadi:
1. pada mata katarak
2. Mata keruh
3. Rabun ayam
4. Rabun senja
5. Rabun jauh
6. Rabun dekat

21. Enzim Lizosim – Lizosim adalah sekumpulan protein yang ada pada air mata
yang bermanfaat untuk melemahkan, menurunkan dan mematikan aktifitas kinerja
dari bakteri, karena air mata dapat bertindak sebagai anti biotik alami yang lebih
ampuh daripada obat mata. Lizosim bertindaak sebagai anti kekeringan yang
mampu melumasi permukaan retina agar tetap lembab dan terhindar dari iritasi
akibat masuknya debu dan partikel kecil lainnya.

4
22. Enzim Bradikinin – Enzim Bradikinin mampu mempengaruhi kelenjar keringat
yang menyebabkan cairan keringat mengurai dalam bentuk garam dan urea dari
dalam kapiler darah kemudian dikirim melalui permukaan kulit dan terbentuklah
yang namanya keringat. Cairan keringat bermanfaat sebagai penyembuh luka,
pengontrol keseimbangan kelembaban kulit dan dapat memblokir aktifitas bakteri.
Cairan keringat dapat bertindak sebagai antibiotik alami yang lebih baik daripada
pemakaian hand body lotion.

23. Enzim Lisozim – Air susu ibu bersifat penyembuh alami yang lebih ampuh
daripada imunisasi bayi yang biasa dilakukan oleh manusia, karena ASI sarat
dengan nutrisi yang sanggup memberikan pertahanan dan perlindungan kuat
terhadap kesehatan dan pertumbuhan bayi, mampu mengatasi infeksi melalui sel
fagosit (pembunuh sel bakteri ) dan Imuniglobulin (antibodi). ASI mengandung
dari berbagai bentuk zat kekebalan tubuh yang bisa dijadikan antibiotik alami dan
kinerjanya didukung oleh kinerja enzim Lisozim dan bahkan Enzim Lisozim
sudah menjadi bagian yang mengikat dari ASI yang gunanya agar ASI selalu sehat
dan terhindar dari serangan bakteri.

24. Enzim yang ada pada minyak alami kulit – Kulit adalah benteng untuk
menghambat dan memperlambat aktifitas pertumbuhan virus dan bakteri.
Kemudian ada enzim yang menyertai minyak alami kulit yaitu Enzim fagosit yang
fungsinya membunuh bakteri dengan zat antibiotiknya. Bagian bagian kulit
memiliki minyak alami yang tersembunyi dibawah kulit dekat sel kolagen yang
berfungsi untuk melembabkan kulit didalam kondisi cuaca apapun dan mengatur
volume keringat agar racun yang keluar bersama keringat dapat segera disaring
agar tidak menjadi tumpukan bakteri.

25. Enzim saliva yang ada pada air liur – Air liur berfungsi mempercepat dan
mempermudah penghancuran dan pencernaan yang terjadi secara kimiawi. Air liur
mampu mempercepat pembuhan luka dan memperbaiki jaringan kulit yang rusak
karena infeksi, karena cairan air mengandung antibiotik alami.

5
C. Zat yang terkandung di dalam makanan

1. Protein

Protein tersusun dari unsur-unsur karbon, hydrogen, oksigen, nitrogen,


dan kadang-kadang ditambah sulfur dan fosfat. Protein banyak terdapat pada
tumbuhan, seperti pada biji-bijian terutama pada kacang-kacangan dan gandum,
juga terdapat pada hewan seperti daging, telur, ikan, susu, ayam, dan sebagainya.
Protein dari tumbuhan disebut protein nabati, sedangkan yang berasal dari hewan
disebut protein hewani. Fungsi protein antara lain sebagai berikut :
a. Sebagai penghasil kalori setelah karbohidrat dan lemak
b. Membangun jaringan baru
c. Mengganti sel-sel yang rusak
d. Menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh

Jika karbohidrat dan lemak sudah tidak ada maka protein akan diubah
menjadi energi. Tiap-tiap 1 gram protein jika dibakar akan menghasilkan 4,1
kilokalori. Protein sangat dibutuhkan bagi anak-anak yang sedang tumbuh, ibu
hamil, dan orang yang sembuh dari penyakit (untuk mengganti sel-sel yang rusak
akibat penyakit), Bagi orang yang sudah tidak mengalami pertumbuhan,
kebutuhan protein lebih sedikit. Jika protein yang masuk ke dalam tubuh dalam
jumlah berlebih, sisanya tidak dapat disimpan dalam tubuh, sehingga harus
dikeluarkan dari tubuh setelah dirombak terlebih dahulu.

2. Lemak

Lemak juga merupakan sumber energi setelah karbohidrat. Lemak juga


tersusun atas unsur C, H, dan O tetapi energi yang ditimbulkan lebih banyak
dibandingkan dengan karbohidrat. Lemak dapat menghasilkan 9,3 kilokalori
setiap pembakaran 1 gram lemak. Pada umumnya diperlukan 0,5 – 1 gram untuk
setiap kilogram berat badan. Coba, berapa gram zat lemak yang dibutuhkan
tubuhmu setiap hari? Makanan yang mengandung lemak ada yang berasal dari
tumbuhan dan ada pula yang berasal dari hewan. Lemak yang berasal dari
tumbuhan disebut lemak nabati, contohnya : kacang-kacangan, minyak kelapa,
avokad, margarin dan sebagainya. Lemak yang berasal dari hewan disebut lemak
hewani, contohnya: susu, lemak daging, telur, minyak ikan, dan sebagainya.Ada
pun fungsi lemak antara lain :
a. Sebagai sumber energi setelah karbohidrat.
b. Sumber pelarut vitamin A, D, E, K
c. Melindungi organ-organ tubuh yang penting (seperti: mata, jantung, ginjal,
usus, dan lainnya).
d. Melindungi tubuh terhadap suhu yang rendah.

6
Makanan yang berlemak sangat dibutuhkan bagi anak-anak pada masa
pertumbuhan, tetapi bagi orang yang sudah dewasa dan sudah tua jika terlalu
banyak makanan yang berlemak akan mengganggu kesehatannya. Lemak
mengandung kolesterol yang penting dalam membentuk membrane sel dan
hormone tetapi jika kelebihan zat lemak, maka kolesterol akan mengendap di
dalam dinding pembuluh darah, sehingga menjadi sempit dan menyebabkan
tekanan darah menjadi tinggi. Kelebihan lemak juga dapat ditimbun di bawah
kulit sehingga menyebabkan kegemukan.

3. Karbohidrat.

Karbohidrat adalah sumber energi utama yang mengandung unsur karbon


(C), hidrogen (H), dan Oksigen (O2). Makanan yang mengandung karbohidrat
antara lain tepung dan gula. Zat tepung terdapat pada nasi, sagu, ketela pohon,
roti, kentang, ubi, dan lain-lain. Sedangkan gula terdapat pada buah-buahan,
sayur, dan susu. Karbohidrat dapat menghasilkan energi. Tiap 1 gram karbohidrat
jika dibakar menghasilkan energi 4 – 4,1 kilokalori. Energi yang dihasilkan
digunakan untuk aktifitas tubuh sehari-hari. Energi yang dibutuhkan tiap-tiap
orang jumlahnya berbeda-beda hal ini tergantung pada macam kegiatan, jenis
kelamin, usia, dan berat badan. Perhatikan contoh berikut:

Orang yang bekerja keras dengan banyak mengeluarkan keringat


membutuhkan energi lebih banyak dibandingkan orang yang bekerja di kantor
yang tidak banyak mengeluarkan keringat. Anak muda lebih banyak
mengeluarkan energi dibandingkan orang tua, sebab anak muda umumnya lebih
banyak melakukan kegiatan fisik dibandingkan orang tua, laki-laki pada umumnya
lebih banyak membutuhkan energi daripada perempuan, sebab laki-laki lebih
banyak melakukan aktivitas yang membutuhkan fisik dibandingkan perempuan.

Berat badan pun sangat memengaruhi kebutuhan energi, karena orang


yang lebih berat jumlah sel-selnya lebih banyak dibandingkan yang lebih ringan.
Sel merupakan makhluk hidup terkecil yang membutuhkan energi. Untuk aktivitas
sel tersebut, misalnya untuk penebalan sel dan untuk kegiatan di dalam sel. Oleh
karena itu, orang yang lebih berat lebih banyak membutuhkan energi
dibandingkan yang lebih ringan.

Jika karbohidrat yang dimakan ada kelebihan, maka karbohidrat di dalam


tubuh akan disimpan di dalam hati, darah, dan otot menjadi glikogen hati,
glikogen otot, dan glikogen darah (gula darah). Karbohidrat dalam tubuh juga
dapat diubah menjadi lemak.

7
BAB II
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan waktu

Tempat : SMA Negeri 1 Majene, Ruang Kelas XII MIPA I

Tanggal, Waktu : 24 Agustus 2018, 09:45 WITA

B. Alat dan Bahan :


Alat :
1. Sendok
2. Wadah

Bahan :

1. Nasi putih
2. Kentang rebus
3. Ubi rebus

C. Prosedur Kerja :
1. Cobalah mengunyah nasi sebanyak 32 kali dan rasakan sensasi rasa yang muncul
dalam mulutmu.
2. Lakukan hal yang sama dengan mengganti nasi dengan kentang kukus dan ubi
kukus.
3. Bandingkan sensasi rasa yang dapat kamu rasakan dalam mulutmu setelah
mengunyah nasi, kentang kukus, dan ubi kukus.

D. Hipotesis penelitian
Makanan adalah sesuatu yang dapat dimakan dan berguna bagi tubuh. Fungsi
makanan antara lain sebagai sumber atau penghasil energi, sebagai pembangun tubuh,
sebagai pelindung, sebagai pertahanan tubuh, menjaga tubuh dari kondisi stress,
meningkatkan intelegensi, dan memelihara fungsi reproduksi. Makanan yang kita
makan terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.
Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda.
Karbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari. Salah satu
contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi. Protein digunakan oleh
tubuh untuk membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun tubuh kita. Lemak
digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energi.

8
Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan
memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita
membutuhkan energi. Berikut zat-zat yang terkandung dalam makanan yang
diperlukan oleh tubuh.
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang
menyediakan 4 kalori (17 kilojoule) energi pangan per gram. Pemecahan karbohidrat
(misalnya pati) menghasilkan monosakarida dan disakarida, terutama glukosa.
Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel.
Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme
lipid. Karena pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat
tergantung pada glukosa.
Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan.
Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan
yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen (pati
hewan) dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan
sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat
dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat juga menjadi
sumber energi cadangan, lemak tak pernah secara langsung dikonversi menjadi
glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan
karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa.

9
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAAN

A. HASIL PENGAMATAN
BAHAN
SEBELUM DIKUNYAH SETELAH DIKUNYAH
MAKANAN

Nasi Hambar Manis

Kentang Manis Pahit

Ubi jalar Manis Manis

B. PEMBAHASAN
Dari hasil percobaan yang kami lakukan kami merasakan perubahan rasa pada
bahan makanan setelah dikunyah. Dimana nasi yang awalnya hambar menjadi manis,
kentang yang awalnya manis menjadi pahit, dan ubi jalar yang awalnya manis tetap
manis.
Hal ini terjadi karena jika makanan yang mengandung karbohidrat yang
dikunyah sebanyak 32 kali kunyahan, maka akan timbul rasa manis. Rasa manis itu
timbul ketika awalnya berbentuk zat pari kompleks (polisakarida) di pecah oleh enzim
menjadi zat gula yang lebih sederhana (monosakarida). Polisakarida tidak terlalu
manis namun monosakarida seperti terasa manis di lidah kita.
Enzim ini berasal dari kelompok enzim karbohidrase. Karbohidrase adalah
enzim-enzim yang mengkatalisis karbohidrat untuk memecah senyawa karbohidrat
rumit sepetri maltosa, laktosa, dan sakarosa sehingga produknya bisa menjadi gula
sederhana, seperti glukosa dan fruktosa.
Pemecahan menjadi gula sederhana atau monosakarida sangat penting karena
tubuh manusia hanya bisa menyerap gula yang sederhana saja. Sehingga karbohidrat
yang rumit harus dipecah dahulu dalam pencernaan.
Contoh dari karbohidrase adalah maltase. Maltase merupakan maltosa menjadi
glukosa yang lebih kecil senyawanya. Glukosa inilah yang membuat rasa manis saat
makanan di kunyah sebanyak 32 kali.

10
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil adalah ketika makanan dikunyah sebanayak
32 kali semua akan mengalami perubahan rasa dikarenakan zat pari kompleks
(polisakarida) di pecah oleh enzim menjadi zat gula yang lebih sederhana
(monosakarida).

B. Saran
Saat melakukan percobaan ini makanlah makanan bahan percobaan sebanyak
mungkin karena makanan yang dikunyah tidak akan terasa jika makanan yang
dimakan sedikit yang masuk ke mulut

11