Anda di halaman 1dari 3

PENILAIAN PRA-ANESTESI DAN SEDASI

No. Dokumen No. Revisi NO. REVISI


Halaman
RUMAH SAKIT 1/3
GRIAY HUSADA MADIUN

Ditetapkan
Tanggal Terbit
SPO Direktur
ANASTESI

dr.AHMAD THAMRIN, SP. JP


KH. 00.00.01

Penilaian pra anestesi :


Penilaian oleh dokter anestesi atau dokter peserta pendidikan dokter
spesialis anestesi pada pasien yang akan dilakukan tindakan anestesi dan
sedasi. Pada operasi terencana dilakukan sehari sebelumnya, sedang
operasi gawat darurat segera sebelum operasi.
PENGERTIAN
Penilaian Pra Sedasi :
Penilaian oleh tenaga medis yang kompeten, dokter anestesi atau dokter
peserta pendidikan dokter spesialis anestesi pada pasien yang akan
dilakukan tindakan sedasi. Pada tindakan terencana dilakukan sehari
sebelumnya, sedang operasi gawat darurat segera sebelum tindakan.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk :
1. Menentukan kondisi medis pasien termasuk status fisik ASA
sebelum dilakukan tindakan anestesi dan sedasi.

TUJUAN 2. Merencanakan pengelolaan anestesi dan sedasi sesuai dengan


kondisi pasien dan rencana pembedahan.
3. Mempersiapkan pasien dalam kondisi optimal pada saat menjalani
tindakan anestesi, sedasi ataupun pembedahan.

KEBIJAKAN

1. Setiap pasien yang akan menjalani anestesi dan sedasi harus


PROSEDUR
dilakukan penilaian pra anestesi.
2. Penilaian pra anestesi dan sedasi dilakukan oleh dokter spesialis
anestesi setelah menerima konsultasi atau jadwal tindakan yang
membutuhkan anestesi dan sedasi.

PROSEDUR 3. Pasien atau keluarga pasien sebelumnya diminta untuk


mempelajari dan mengisi formulir pra anestesi dengan dibantu
oleh perawat yang berisi antara lain :
PENILAIAN PRA-ANESTESI DAN SEDASI

No. Dokumen No. Revisi NO. REVISI


Halaman
RUMAH SAKIT 1/3
GRIAY HUSADA MADIUN

a. Identitas pasien
b. Riwayat kebiasaan, obat-obatan yang sedang dikonsumsi,
riwayat alergi, keluarga, penyakit pasien, operasi dan riwayat
anestesi sebelumnya.
4. Dokter anestesi mempelajari rekam medis dan formulir pra
anestesi dan sedasi yang telah diisi oleh pasien atau keluarga
serta hasil konsultasi yang tersedia terkait dengan resiko penyulit
dan rencana tindakan anestesi dan sedasi yang akan dilakukan.
5. Dokter anestesi melakukan penilaian pra anestesi dan sedasi
berdasarkan formulir pra anestesi dan sedasi, antara lain
anamnesis tentang kondisi umum dan riwayat penyakit,
pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta klasifikasi ASA
yang didokumentasikan dalam formulir penilaian pra anestesi
dan sedasi.
6. Dengan memperhatikan hasil penilaian pra anestesi dan sedasi
dan jenis operasi atau prosedur yang akan dijalani, dokter
anestesi memberikan penjelasan mengenai rencana tindakan
anestesi dan sedasi yang akan diberikan dan alternatifnya, risiko
dan faktor penyulit anestesi dan sedasi kemungkinan efek
samping intra maupun pasca anestesi dan sedasi. Penjelasan ini
didokumentasikan dalam formulir informed consent anestesi dan
sedasi.
7. Instruksi puasa, pemberian pre medikasi, maupun persiapan
khusus lain seperti persiapan darah untuk transfusi, pemeriksaan
atau konsultasi tambahan yang diperlukan, serta perawatan ICU
pasca operasi dijelaskan kepada pasien atau keluarga pasien dan
didokumentasikan dalam formulir penilaian pra anestesi.
8. Untuk tindakan terencana, penilaian dilakukan di poliklinik
anestesi, ruang rawat atau ruamh lain bila dibutuhkan.
9. Untuk tindakan cito / emergensi, penilaian dapat dilakukan dari
ruangan tempat pasien tersebut berada ataupun dilakukan di
PROSEDUR
ruang penerimaan pasien di kamar operasi.
10. Apabila ada perubahan kondisi pasien sejak dilakukan penilaian
sampai sebelum dilakukan tindakan anestesi dan sedasi (misal :
kesadaran, gangguan kardiorespirasi, perdarahan), bila perlu
akan dikomunikasikan kembali antara dokter anestesi, dokter
PENILAIAN PRA-ANESTESI DAN SEDASI

No. Dokumen No. Revisi NO. REVISI


Halaman
RUMAH SAKIT 1/3
GRIAY HUSADA MADIUN

operator, serta pasien dan keluarga mengenai kelayakan pasien


untuk tetap menjalani tindakan anestesi atau dilakukan
optimalisasi terlebih dahulu.
11. Semua penilaian pra anestesi dan sedasi didokumentasikan
dalam rekam medis pasien.

Instalasi Bedah Sentral (IBS), Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi


UNIT TERKAIT
Rawat Inap (IRNA), Intensive Care Unit (ICU), SMF terkait.