Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Keperawatan merupakan disiplin profesional yang dikenal melalui
bidang keilmuan spesifik dan nilai tentang komitmen sosial dan sifat
layanannya. Keperawatan muncul dengan perspektif unik yang didasarkan
pada perkembangan filosofi, riwayat masa lampau dan cakupan praktik
keperawatan yang terus meluas. Selain itu, pandangan global yang dianut
oleh mayoritas kelompok ilmu keperawatan membentuk suatu susunan
yang mengatur hubungan di antara beberapa teori guna mengembangkan
model konseptual dan teori – teori keperawatan sebagai kerangka kerja
pemberian layanan keperawatan secara komprehensif.
Dalam disiplin ilmu keperawatan, pengetahuan ilmiah terdiri atas
prinsip, teori, dan model konseptual, serta temuan penelitian dari
keperawatan dan disiplin terkait (Parker, 2005). Model konseptual
keperawatan diharapkan dapat menjadi kerangka berfikir perawat, sehingga
perawat perlu memahami beberapa konsep ini sebagai kerangka konsep
dalam memberikan asuhan keperawatan dalam praktek keperawatan.
Pengembangan teori di keperawatan adalah bagian yang perlu dikerjakan
untuk memajukan disiplin ilmu pengetahuan keperawatan. Teori
keperawatan menunjukkan fenomena yang menarik yang di kemukakan,
mengikuti banyak pertimbangan, sehingga logis, konsisten dan disesuaikan
dengan penemuan empiris dan didefinisikan secara operasional.
Pengembangan teori bukan kegiatan yang misterius, tetapi merupakan
usaha ilmiah yang dilakukan secara sistematis. Ketepatan pengembangan
teori keperawatan, merupakan prioritas untuk masa yang akan datang dari
disiplin dan praktik profesi keperawatan. Mengingat begitu pentingnya
mengetahui perkembangan teori dan model konseptual serta tingkatan teori,
maka penulis tertarik untuk menyusun makalah dengan topik
Pengembangan Empiris Tentang Teori/Model
1 Konseptual Keperawatan dan
analisis hubungan antara Teori/Model Konseptual Keperawatan dengan
filosofi dan paradigma keperawatan.
2

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum :
Mampu memahami, menjelaskan, dan menganalisa pengembangan
empiris tentang model konseptual dan teori keperawatan serta
hubungannya dengan falsafah, dan paradigma keperawatan.

1.2.2 Tujuan Khusus :


Makalah ini dibuat dengan tujuan :
1. Menjelaskan pengembangan empiris tentang model konseptual
dan teori keperawatan.
2. Menjelaskan tingkatan pengembangan teori keperawatan.
3. Menganalisa hubungan model konseptual atau teori keperawatan
dengan falsafah dan paradigma keperawatan.

BAB II
TINJAUAN KONSEP

2.1 Pengembangan Empiris Model Konseptual Keperawatan


Sebuah analisis terminologi digunakan untuk menggambarkan pengetahuan
tentang keperawatan saat ini yang meliputi komponen : metaparadigma, filosofi,,
model konseptual, teori, dan indikator empiris (Fawcett, 2005).

2.1.1 Filosofi

3
3

Filosofi dapat didefinisikan sebagai ungkapan yang mencakup


pengakuan secara ontology mengenai fenomena dalam suatu disiplin ilmu,
epistomologi menjelaskan bagaimana fenomena tersebut dapat dikenal dan
secara etik tentang apa yang menjadi nilai dalam setiap disiplin ilmu.
Secara ontology filosofi keperawatan memandang adanya manusia,
lingkungan, kesehatan, dan keperawatan. Secara epistomologi filosofi
keperawatan memberikan beberapa informasi tentang bagaimana seseorang
mampu mempelajari dunia dan bagaimana fenomena tersebut dapat
diketahui. Epistomologi secara langsung memberikan penjelasan
pengetahuan tentang manusia, lingkungan, kesehatan, dan keperawatan
dapat dikembangkan.

2.1.2 Model Konseptual


Model konseptual didefenisikan sebagai kumpulan konsep yang
umum dan abstrak dengan menempatkan fenomena suatu disiplin ilmu,
Dalil yang secara luas menggambarkan konsep tersebut yang secara umum
dan abstrak berhubungan dengan dua atau lebih konsep.
Model konseptual memberikan perspektif atau kerangka kerja
sebagai pola pikir kritis dan acuan dalam membuat keputusan bagi
perawat. (Tomey and Alligood, 2010). Model konseptual digunakan
sebagai kerangka konsep kerja yang mengarahkan suatu pandangan
keperawatan dalam tindakan yang akan dilakukan dalam memberikan
asuhan, menjadikan perawat peka terhadap apa yang terjadi dalam
memberikan asuhan keperawatan.
Model konseptual biasanya dikembangkan melalui tiga tahap yaitu
konseptual/formulasi, formalisasi model dan validasi, prosesnya dapat
dilakukan secara empiris atau intuitif, deduktif atau induktif. Model
konseptual menggambarkan asumsi, keyakinan, nilai dari pengembang
model terhadap fenomena yang diamati. Model konseptual terdiri dari
enam unit yaitu apa tujuan keperawatan, bagaimana konseptualisasi klien,
apa peran sosial perawat, apa masalah/kesukaran sumber, apa intervensi
4

yang dilakukan dan konsekuensi yang diinginkan (Peterson & Bredow,


2004).

2.1.3 Teori
Teori didefinisikan sebagai satu atau lebih konsep yang spesifik
dan konkrit yang diperoleh dari sebuah model konseptual, dalil yang ada
secara sempit menjelaskan tentang konsep, dan dalil yang ada secara
konkrit dan spesifik berhubungan dengan dua atau lebih konsep, telah
ditemukan middle-range theory.
Draper 1991 dalam Fountouki (2008) menjelaskan bahwa “nursing
theory is a tool”. Pernyataan ini menekankan bahwa teori keperawatan
sangat diperlukan. Drapper berfokus pada dua tujuan, dari teori
keperawatan, pertama teori keperawatan sebagai kerangka dalam
memahami beberapa bagian dari keperawatan di dunia dengan
mengidentifikasi fenomena relevan yang patut untuk diuji. Kedua,
mengidentifikasi tugas khusus keperawatan seperti mendalilkan sebuah
teori keperawatan yang ideal untuk dapat diaplikasikan.
Ada banyak teori keperawatan yang telah diformulasikan sejak
tahun 1970an yang dipelajari dan dipraktekkan oleh perawat setelah itu
direvisi dan dimodifikasi. Teori keperawatan harus dikembangkan dengan
menggunakan komponen teori keperawatan sebagai berikut :

1. Konsep, diperoleh dari persepsi individu atau berdasarkan pengalaman


individu. Teori keperawatan menekankan pada 4 konsep utama yang
dikenal sebagai konsep paradigma yang meliputi individu, lingkungan,
derajat kesehatan/penyakit, dan keperawatan.
2. Definisi yaitu penjelasan atau gambaran teori , konsep ataupun
komponen-komponen yang menyusun teori tersebut. Pernyataan di
dalam teori tersebut dapat diklasifikasikan sebagai defenisi yang
berhubungan dengan konsep tertentu. Dimana defenisi memberikan
penjelasan tentang konsep, hubungan pernyataan yang menegaskan
hubungan antara dua bagian atau lebih konsep atau variable. (Alligood
dan Tomey, 2010).
5

3. Proposisi didefinisikan sebagai pernyataan dua konsep atau lebih yang


menegaskan sebuah teori dengan mendeskripsikan, menjelaskan, dan
memprediksikan. Pernyataan proposisi dapat bersifat relasional maupun
nonrelasional. Pernyataan relasional dapat berupa korelasi atau kausal.
Pernyataan nonrelational meliputi deskripsi tentang sifat dan dimensi
konsep mengenai suatu istilah. (Meleis dalam Peterson and
Bredow,2004).
4. Asumsi merupakan pernyataan yang menjelaskan tentang konsep-
konsep atau menggabungkan konsep-konsep. Merumuskan sebuah teori
dalam menjelaskan dan memprediksikan fenomena.
Dalam perkembangan teori keperawatan saat ini, terdapat beberapa
pandangan yang mempengaruhi teori keperawatan itu sendiri.
Diantaranya yaitu:
No Penyusun Tujuan Kerangka Kerja
Teori Keperawatan Praktik
1 Hildegard Untuk Keperawatan adalah
E.Peplau mengembangkan proses yang penting
(1952) interaksi antara terapeutik dan
perawat dan klien interpersonal
(Peplau, 1952) (Peplau,1952).
Keperawatan
berpartisipasi dalam
menyusun struktur sistem
asuhan kesehatan untuk
memfasilitasi kondisi
yang dialami dan
kecenderungan manusia
untuk mengembangkan
hubungan interpersonal
(Mariner Tome, 1994)
2 Ernestine Untuk membantu Praktik keperawatan
Wiedenbach individual dalam berhubungan dengan
(1964) mengatasi masalah individu yang
6

yang berkaitan memerlukan bantuan


dengan karena adanya stimulasi
kemampuan untuk perilaku. Keperawatan
memenuhi tekanan klinik memiliki
atau kebutuhan komponen seperti
yang dihasil dari filosofi, tujuan, praktik,
suatu kondisi, dan seni (Chinn &
lingkungan, situasi Jaccobs, 1995)
atau waktu (Torres,
1986)
3 Myra Estrin Untuk melakukan Model adaptasi manusia
Levine (1966) konservasi kegiatan ini sebagai bagian dari
yang ditujukan satu kesatuan yang utuh
untuk didasarkan oleh “empat
menggunakan prinsip konservasi
sumber daya yang keperawatan” (Levine
dimiliki klien 1973)
secara optimal
Teori keperawatan juga terdiri dari konsep dan proporsi. Konsep telah
didefenisikan dengan spesifik dan preposisi sedikit lebih fokus
dibanding model konseptual. Perkembangan teori mencakupi isi dan
proses (Peterson & Bredow, 2004). Isi teori mencakup komponen-
komponen teori yang berkontribusi terhadap pembentukan teori, yaitu
konsep, defenisi, pernyataan hubungan dan rasional dari hubungan
tersebut. (Tomey & Alligood, 2010).Proses perkembangan teori terdiri
dari eksplorasi, analisis konsep, membangun hubungan dalam praktek
(Chin & Jacobs, 1983 dalam Paula & Kenney, 2009).

Sistem Penyusunan Teori :


Proses Aktivitas produk
Eksplorasi Mengidentifikasi nilai kepercayaan dan Filosofi
asumsi: keperawa
 Apa yang sebenarnya dilakukan tan
7

perawat (tindakan, keterampilan),


dan untuk siapa (individu, keluarga
dan komunitas)?
 Kapan (dalam kondisi seperti apa)?
 Dimana (di lingkungan seperti
apa)?
 Bagaimana (peran praktis,
penelitian)?
Analisis Mengidentifikasi dan menguraikan konsep Identifika
konsep utama: si konsep
 Keperawatan – tindakan, interaksi ,
proses
 Klien – individu, keluarga dan
komunitas
 Kesehatan – pemeliharaan,
penvegahan, pemulihan
 Lingkungan – Rumah sakit,
komunitas, klinik
Membangun Teori deskriptif Model
hubungan Menjelaskan interelasi diantara konsep konseptu
tetapi hubungan tersebut tidak dengan jelas al
didefenisikan diantara semua konsep
Menguji Teori Ekplanatorik Kerangka
hubungan Menjelaskan intelerasi diantara konsep kerja
utama, namun demikian keadekuatan teoritik
hubungan secara logis dan empiris
membutuhkan penjelasan lebih jauh
Memvalidasi Teori prediktif dan preskroptif Teori
hubungan Memberikan serangkaian konsep yang
dalam saling berhubungan dan pernyataan relasi
praktik yang loogis dan sesuai dengan pengujian
empiric dan yang menjelaskan atau
memprediksi fenomena
Sumber: (Chin & Jacobs, 1983 dalam Paula & Kenney, 2009)
8

Metode yang digunakan dalam pengembangan teori keperawatan yaitu


deduktif, induktif, dan retroduktif (Tomey & Alligood, 2010):
a. Deduktif merupakan bentuk penalaran logis dari umum ke spesifik.
Proses ini melibatkan sederetan pernyataan teoritis yang diperoleh
dari pernyataan – pernyataan umum atau aksioma. Hubungan –
hubungan teoritis yang abstrak digunakan untuk memperoleh
hipotesis empiris yang spesifik (theory then research strategy).
b. Induktif merupakan bentuk penalaran dari spesifik beralih ke umum.
Kejadian – kejadian khusus diamati dan dianalisis sebagai landasan
untuk merumuskan pernyataan teoritis umum (research then
research strategy ).
c. Retroduktif yaitu menggabungkan deduksi dengan induksi.
Retroduktif menggunakan analogi yang menghasilkan teori. Para ahli
teori memperbaiki pengembangan teori ketika mereka mengalihkan
aspek – aspek materi atau struktur teori tersebut ke dalam bidang
mereka untuk membentuk suatu teori baru.
Selama perkembangannya, teori telah diklasifikasikan
berdasarkan berbagai kriteria. Berdasarkan levelnya teori middle
range theory. Middle range theory yang lebih konkrit dan lebih jelas
cakupannya (Fawcett 2005).
Berdasarkan cara kerjanya dibagi menjadi empat tipe yaitu
nursing theory philosophies, nursing conceptual models, nursing
theories, dan middle range nursing theories (Tomey & Alligood,
2010; Chinn Maeona & Kramer, 2008).
Berdasarkan tujuan teori dibagi menjadi factor isolating
theories (descriptive), factor – relating theories(explanatory),
situation – relating theories (predictive),situation – producting
theories (prescriptive) (Dickhoff & James, 1995 dalam Peterson &
Bredow , 2004). Sementara itu Waljkker dan ayant (1995) dalam
McKenna (1997) mengidentifikasi empat level teori yaitu
matatheories, grand theory, mid – range theory dan practice theory.

2.1.4 Indikator Empiris


9

Paula J. Christensen dan Jannet V. Keney (2009) menjelaskan


pengetahuan empiris atau pengetahuan ilmiah didasarkan pada bukti-bukti
objektif yang didapatkan melalui pengindraan, dimana hal tersebut
membutuhkan validasi dan verifikasi. Dalam disiplin ilmu keperawatan,
pengetahuan ilmiah terdiri atas prinsip, teori, dan model konseptual, serta
temuan penelitian dari keperawatan dan disiplin terkait.
Para ahli juga menjelaskan bahwa empirisme adalah suatu aliran dalam ilmu
filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari
pengalaman manusia dan mengecilkan peranan akal. Ada dua ciri pokok
empiris yaitu : teori tentang makna dan teori pengetahuan.
Teori Pertama yaitu teori makna, pada aliran empirisme biasanya
dinyatakan sebagai teori tentang asal ilmu pengetahuan, yaitu asal usul idea
atau konsep. Pada abad pertengahan teori ini diringkaskan dalam rumus
nihil est in intellectu quod non prius fuerit in sensu (tidak ada sesuatu di
dalam pikiran kita selain di dahului oleh pengalaman). Sebenarnya
pernyataan ini adalah pernyataan tesis Locke yang terdapat di dalam
bukunya An essay concerning human understanding yang diterbitkannya
tatkala ia menentang ajaran idea bawaan / innate idea pada orang-orang
rasionalis.
“Jiwa itu, tatkala orang dilahirkan, keadaannya kosong, laksana kertas
putih atau tabula rasa, yang belum ada tulisan diatasnya, dan setiap idea
yang diperolehnya mestilah datang dari pengalaman”
John Locke (1690)
Teori Kedua yaitu teori pengetahuan, mengenai teori ini kaum
empiris berbeda pendapat dengan kaum rasionalis. Kaum rasionalis
berpendapat bahwa ada beberapa kebenaran umum seperti setiap kejadian
tentu mempunyai sebab, dasar-dasar matematika, dan beberapa prinsip dasar
etika, dan kebenaran-kebenaran itu benar dengan sendirinya yang dikenal
dengan istilah kebenaran a priori / secara harafiah diartikan dari yang
terakhir, frasa (Latin) ini digunakan sebagai sinonim untuk metoda
penalaran induktif yang diperoleh lewat intuisi rasional itu. Namun kaum
empiris menolak pendapat tersebut, menurul kaum empiris tidak ada intuisi
rasioanl itu. Semua kebenaran yang disebut tadi adalah kebenaran yang
10

diperoleh lewat observasi / kebenaran a posteriori, secara harafiah diartikan


sejak yang pertama, biasa frasa (Latin) ini digunakan sebagai sinonim untuk
metoda penalaran deduktif.
Kemudian tinjauan empiris juga melakukan evaluasi terhadap kelebihan
model konseptual dalam situasi praktik keperawatan, dan sebuah tinjauan
sistematik pada aplikasi dan hasil dari penerapannya. Carper (1987) dalam
Fitzpatrick 1989 juga mengemukakan, sebagai tambahan pada penilaian
empiris, didalamnya juga terdapat estetika atau “art of Nursing”, serta etika
atau “the moral knowledge of nursing” dan personal sebagai intuisi untuk
proses memahami.

Pada disiplin ilmu keperawatan hasil pengujian empiris dari falsafah


menghasilkan model-model konseptual, sementara pengujian empiris
terhadap model konseptual akan menghasilkan hal yang lebih konkrit yaitu
teori-teori keperawatan.

2.2 Middle Range Theory


Fawcett (2005) menggambarkan middle range theory sebagai teori
yang lebih konkret dari grand theory dan memberikan batasan konsep
dan preposisi dengan relatif lebih konkret dan spesifik. Middle range
theory memberikan cara penyelesaian masalah dan dapat diuji secara
empiris. Middle range theory membantu praktek dengan memfasilitasi
pemahaman tenatng perilaku klien, saran intervensi dan memberikan
penjelasan untuk keefektifan intervensi (Peterson & Bredow, 2004).
Setiap middle range theory menyebutkan fenomena yang spesifik
dengan lebih kongkrit atau kurang kongkrit dibanding middle range
theory lainnya yang menggambarkan apa itu fenomena, menjelaskan
mengapa fenomena terjadi atau memprediksi bagaimana cara fenomena
terjadi, sehingga middle range theory dapat dibedakan menjadi tiga tipe
yaitu descriptive theory, explanatory theory dan predictive theory. 1)
Desciptive theory merupakan tipe paling dasar dari middle range
theory, menggambarkan atau mengklasifikasikan sebuah fenomena dan
mungkin hanya mencakup satu fenomena atau konsep saja. Contohnya
11

Peplau’s theory of interpersonal realtionship. 2) Explanatory theory


merupakan teori yang menjelaskan hubungan antara dua atau lebih
konsep. Contohnya Watson’s theory of human caring. 3) Predictive
Theory menjelaskan lebih luas tentang hubungan antara konsep–konsep
atau pengaruh satu konsep terhadap konsep lainnya. Tipe ini
menunjukkan bagaimana perubahan- perubahan dalam suatu fenomena
terjadi. Contohnya Orlando’s theori of deliberative nursing process
(Fawcett, 2005). Contoh middle range theory lainnya yaitu Pender’s
health promotion in nursing practice, Beck’s postpartum depression
theory, dll (Peterson & Bredow, 2004).

Secara ringkas, tingkatan pengembangan teori dapat dijelaskan sebagai


berikut : Cakupannya lebih terbatas dan kurang abstrak
Menjelaskan fenomena spesifik atau konsep dan mencerminkan praktik
keperawatan


12

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Strategi
Strategi yang dapat dilakukan untuk memajukan pelayanan di bidang
keperawatan antara lain :
1 Meningkatkan kemampuan komunikasi perawat
2 Melaksanakan pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan
berpikir kritis.
3 Meningkatkan perilaku caring perawat
4 Menyesuaikan beban kerja dengan waktu kerja perawat
3.2 Analisis
Model konsep maupun teori keperawatan yang didasari filosofi sangat erat
hubunganya dengan paradigma keperawatan. Penerapan konsep maupun
teori keperawatan harus selalu dikawal oleh paradigma, sehingga
interaksinya jelas dan terarah. Interaksinya adalah sebagai berikut :

FALSAFAH
KEPERAWATAN

PARADIGMA MODEL
KEPERAWATAN KONSEPTUAL

MIDDLE
MIDDLE
RANGE
RANGE
THEORY
THEORY

THEORY
THEORY
13

Dari skema tersebut terlihat bahwa terdapat hubungan yang saling terkait
antara model konseptual / teori keperawatan dengan filosofi dan paradigma
keperawatan, dimana falsafah keperawatan merupakan sistem nilai yang
mendasari munculnya teori seperti Middle range theory.

Falsafah keperawatan sebagai keyakinan dasar dalam menerapkan teori


keperawatan terhadap metaparadigma keperawatan yang terdiri dari
manusia, lingkungan, kesehatan dan keperawatan. Dalam hal ini paradigma
dapat dijadikan parameter dasar dan kerangka kerja untuk mengatur sebuah
disiplin ilmu pengetahuan, hal ini berarti paradigma keperawatan akan
memberikan banyak kontribusi terhadap pengembangan teori-teori
keperawatan. Fungsi paradigma selain sebagai parameter adalah untuk
mengidentifikasi batas-batas materi subjek yang menjadi perhatian sebuah
disiplin ilmu, paradigma juga memberikan kesimpulan intelektual dan
tujuan sosial dalam penerapan disiplin ilmu.

Falsafah keperawatan yang merupakan landasan dasar praktik keperawatan


harus dimiliki oleh setiap perawat sebagai pedoman untuk berfikir,
mengambil keputusan dan bertindak. Falsafah ini juga terkait dengan model
konseptual keperawatan, yang diaplikasikan melalui metode ilmiah akan
menghasilkan teori-teori keperawatan baru. Teori-teori yang awalnya
bersifat abstrak akan menjadi konkret dengan melalui penelitian
menggunakan metode ilmiah, sehingga penerapanya dapat sesuai dengan
tujuan.
Dalam praktik middle range theory memfasilitasi pemahaman terhadap
prilaku klien, menekankan intervensi, dan menjelaskan tingkat efektifitas
sebuah intervensi. Melalui penelitian ilmiah middle range theory ini akan
menjadi lebih spesifik dan aplikatif yang dijabarkan dalam nursing practice.
Meskipun teori keperawatan relevan untuk praktik keperawatan tetapi tidak
semua teori dapat diterapkan dalam praktik. Marriner-Tomey (1994)
14

mendeskripsikan tentang teori bahwa “theoritical models of reality, often a


reality that is not directly observable”. Teori keperawatan dibuat
berdasarkan kondisi sesungguhnya di masyarakat, namun keadaan yang
sesungguhnya sering tidak diobservasi secara langsung, sehingga tidak
semua teori keperawatan dapat diaplikasikan secara langsung pada tatanan
praktik. Penerapan teori-teori keperawatan masih memerlukan kerangka
kerja yang lebih nyata dan lebih aplikatif, hal ini dapat dilakukan dengan
pemilihan yang teliti sehingga dapat menentukan intervensi dan tujuan
perawatan yang tepat.
15

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas, maka kesimpulan makalah adalah :
1. Falsafah Keperawatan yang meyakini manusai sebagai individu yang
unik dan holistik dan melalui Model konseptual keperawatan yang
berlandaskan paradigma keperawatan (manusia, sehat, kesehatan dan
lingkungan) pada akhirnya akan melandasi lahirnya teori – teori
keperawatan mulai dari yang paling abstrak (grand theory) sampai
dengan teori yang lebih konkret dan aplikatif (practice theory).
2. Teori-teori keperawatan akan selalu berkembang melalui pengalaman
empiris yang menunjang masing-masing bidang dan tujuan utama teori
keperawatan. Proses pengembangan teori keperawatan dapat meliputi
pengujian teori, memperbaiki teori maupun memodifikasi serta
menggunakan penelitian dalam penerapan teori tersebut.

4.2 Saran
Adapun saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut :
1. Perawat diharapkan mampu mengembangan ilmu yang menjadi satu
kewajiban dilandasi dengan ilmu pengetahuan / body of knowledge,
falsafah dan paradigma keperawatan.
2. Perawat diharapkan mampu terus mengembangkan riset dan menelaah
teori keperawatan guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan /
asuhan keperawatan.

21
16

DAFTAR PUSTAKA

Aligood, Martha R & Tomey, Marriner A,. (2014). Nursing Theorists and Their
Work 8th ed. St.Louis : Mosby Inc, USA

Aligood, Martha R & Tomey, Marriner A, . (2008). Nursing Theories Utilization


and Application 3rd ed. St.Louis : Mosby Inc, USA

Chinn & Kramer. (1995). Fundamental Of Nursing. Loussiana :Delmar a division


of Thomson Larning. Inc,USA

Fountouki A, & Theofanadis D. (2008). Nursing Theory A discussion on an


ambiguous concept. The International Journal of Caring Sciences vol 1
issue 1. http:www.internationaljournalofcaringsciences.org, diunduh
tanggal 24 September 2014.
Fawcett, Jacqueline. (2005). Contemporary Nursing Knowledge; Analisys and
Evaluation of Nursing Models and Theories. Philadelphia : Davis
Company, USA.

Locke, J. (1690). An Essay Concerning Human Understanding. Pennsylvania


State University, USA.

Meleis, Afaf Ibrahim. (2007). Theoritical Nursing; Development and Progress.


Philadelphia : Lippincott Williams& Wilkins, USA

Parker, Marilyn E.(2005). Nursing Theories and Nursing Practice. Philadelphia ;


Davis Company,USA.

Peterson, Sandra J and Bredow, Timothy S. (2004). Middle Range Theory


application to Nursing Research. Philadelphia : Lippincott Williams&
Wilkins, USA.