Anda di halaman 1dari 5

Definisi disfungsi tuba eustachius

Panel setuju bahwa disfungsi tuba eustachius adalah sindrom dengan kumpulan tanda dan

gejala subjektif dari disfungsi tuba eustahius. Ini tidak menghalangi bahwa disfungsi tuba

eustachius juga bisa menjadi mekanisme untuk menjadi penyakit telinga tengah. Meskipun

dalam arti yang ketat disfungsi tuba eustachius adalah kegagalan untuk melakukan salah satu

fungsi tuba eustachius, Dalam praktek klinis, disfungsi tuba eustachius biasanya mengacu

masalah pada fungsi ventilasi dari tuba eustachius. Disfungsi tuba eustachius seperti

didefinisikan dengan gejala dan tanda-tanda disregulasi tekanan di telinga tengah. Panel setuju

untuk membedakan disfungsi tuba eustachius akut, dengan gejala dan tanda-tanda kurang dari 3

bulan, disfungsi kronis, gejala dan tanda-tanda lebih dari 3 bulan. Kami sepakat bahwa ada tiga

subtipe disfungsi tuba eustachius:

1. Dilatory Eustachian tube dysfunction

2. Baro-challenge-induced Eustachian tube dysfunction

3. Patulous Eustachian tube dysfunction

Dilatory Eustachian tube dysfunction dapat dibagi sebagai berikut:

1. obstruksi fungsional,

2. disfungsi dinamis (kegagalan otot),

3. obstruksi anatomis.

Menurut kode ICD-10 untuk disfungsi tuba eustachius adalah sebagai berikut: H68.0

Inflamatory Dilatory Eustachian tube dysfunction, H68.1 obstruksi dari tuba eustachius, H69.0

Patulous Eustachian tube dysfunction, H69.8 disfungsi lainnya dari tuba eustachius dan H69 0,9

bukan bagian disfungsi tuba eustachius. Kami mengusulkan bahwa kode ini kedepannya harus

mempertimbangkan sistem klasifikasi yang baru.


Riwayat klinis: gejala disfungsi tuba eustachius

Untuk mendiagnosa disfungsi tuba eustachius, pasien harus menunjukan gejala tekanan

yang tidak seimbang pada telinga yang bermasalah, gejala spesifik adalah perasaan telinga penuh

“aural fullness” atau “popping” atau rasa tidak nyamanan atau nyeri. Pasien mungkin juga

merasakan adanya tekanan, tersumbat atau sensasi di bawah air, berderak, berdenging,

autophony dan pendengaran seperti teredam.

Dilatory Eustachian tube dysfunction akut sering didahului oleh infeksi saluran pernapasan

atas, atau kadang-kadang oleh rhinitis alergi eksaserbasi, yang mungkin menyebabkan

peradangan di lumen tuba eustachius. Beberapa pasien mungkin memiliki riwayat otitis media.

Hal ini tidak jelas apakah etiologi Dilatory Eustachian tube dysfunction kronis merupakan

perpanjangan dari patologi yang sama yang mendasari Dilatory Eustachian tube dysfunction

akut, atau apakah mekanisme patologis lainnya mendasari gejala ini. Beberapa pasien dengan

Dilatory Eustachian tube dysfunction melaporkan harus berulang melakukan valsalva atau

manuver jaw-thurst dalam upaya untuk menghilangkan tekanan negatif di telinga tengah,

gambaran lainnya pasien menggambarkan tinnitus.

Pada baro-challenge-induced Eustachian tube dysfunction, perasaan penuh pada telinga,

popping atau rasa tidak nyaman/nyeri yang muncul, atau mendahului beberapa gejala yang

berkaitan dengan perubahan pada tekanan lingkungan. Gejala tersebut dapat mencul pada scuba-

diving atau pada kondisi penurunan ketinggian yang signifikan, namun dapat juga muncul pada

kondisi dimana terjadi fluktuasi tekanan pada lingkungan yang tidak terlalu tinggi. Pasien

biasanya tidak mengalami gejala tersebut saat pasien kembali pada ketinggian yang normal,
meskipun pada baro-challenge yang signifikan dapat menyebabkan efusi telinga tengah

sementara atau haemotimpanum

Patulous Eustachian tube dysfunction memiliki menifestasi gejala berupa rasa penuh pada

telinga (aural fullness) dan autophony. Manifestasi gejala dapat lebih ringan pada posisi supinasi

atau ketika mengalami infeksi saluran napas atas, namun dapat memburuk selama beraktivitas.

Patulous Eustachian tube dysfunction diduga disebabkan oleh tertutup seara abnormal pada tuba

eustachius; dengan demikian, itu mungkin dipicu oleh penurunan berat badan baru-baru ini,

meskipun dalam kebanyakan kasus tidak ada bukti yang mendasarinya. Biasanya pasien dengan

patulous eustachian tube dysfunction akan sering mendengus.

Penilaian klinis: tanda-tanda disfungsi tuba eustachius

Penilaian klinis akan bervariasi tergantung pada fasilitas pemeriksaan sudah tersedia atau

belum (misalnya dalam perawatan primer, timpanometri jarang tersedia). Idealnya penilaian

harus mencakup sebagai berikut:

1. otoscopy atau otomicroscopy,

2. timpanometri,

3. Rinne dan Weber, tes garpu tala atau Audiometri,

4. Nasopharyngoscopy (untuk memvisualisasikan pembukaan tuba eustacius).

Disepakati bahwa untuk mendiagnosa disfungsi tuba eustachius, gejala pasien pada

Dilatory Eustachian tube dysfunction harus disertai dengan adanya keluhan tekanan negatif di

telinga tengah yang dinilai oleh penilaian klinis, sebagai berikut:

1. otoscopic atau otomicroscopic. Hasil yang didapatkan menggambarkan retaksi dari

membran timpani dan/atau


2. Tympanogram yang mengindikasikan tekanan negatif dari telinga tengah.

Kemampuan pengisian udara telinga tengah pada Valsalva maneuver atau Toynbee

maneuver membuktikan beberapa derajat patensi tuba eustachius, tetapi hal ini tidak cukup

sensitive atau spesifik untuk mendiagnosis gangguan fungsi tuba eustachius.

Pada baro-challenge-induced eustachian tube dysfunction, pemeriksaan otoscopy dan

tympanometry mungkin normal pada tekanan atmosfer normal, sehingga diagnosis bergantung

pada riwayat pasien. Pada beberapa kasus baro-challenge-induced eustachian tube dysfunction,

efusi telinga tengah atau haemotympanum dapat tampak jelas.2 Pada Patulous Eustachian tube

dysfunction, pemeriksaan otoscopy atau tympanometry dari membran timpani dilakukan

bersamaan dengan bernapas.

Tympanometry mungkin tidak tersedia dalam pelayanan perawatan primer, di mana

diagnosis kasus disfungsi tuba eustachius adalah dengan hasil abnormal pemeriksaan otoskopi

atau mungkin dugaan. Jika gejala disfungsi tuba eustachius yang kronis (lebih dari 3 bulan) dan /

atau memburuk, rujuk ke pelayanan perawatan sekunder harus dipertimbangkan untuk

memastikan diagnosis dan untuk menentukan penyebabnya.

Pure tone audiometry harus mencakup ambang air and bone conduction. CHL ringan atau

sedang dapat ditemukan pada beberapa pasien dengan gangguan fungsi tuba eustachius.2

Pemeriksaan menggunakan Nasopharyngoscopy dapat memperlihatkan penyebab dari disfungsi

tuba eustachius, seperti inflamasi yang berdekatan dengan orifisium tuba eustachius, neoplasma,

jaringan parut atau lesi lainnya. Pemeriksaan radiologi tidak selalu memegang peran penting

dalam diagnosis gangguan fungsi tuba eustachius. Kombinasi dari gelaja klinis dan hasil

pemeriksaan dapat digunakan untuk mendiagnosis dan mengklasifikasikan gangguan fungsi tuba

eustachius.
Kombinasi gejala klinis dan tanda-tanda memungkinkan dari algoritma diagnostik untuk

diagnosis dan subklasifikasikan disfungsi tuba (gambar 1)