Anda di halaman 1dari 6

PETROLOGI b.

Bentuk Kristal
i. Isometrik
MATERI:
1. Mineral dan Batuan, Batuan beku, Batuan sedimen.
2. Media berpori: Porositas, evolusi porositas, Serapan
permukaan, Kekasaran permukaan.
3. Media heterogen: Skala micro, mini, macro, perhitungan
sifat-sifat efektif, Perkolasi, Perkolasi melalui medium
retak.
4. Perilaku mekanis batuan kering; tegangan-regangan,
deformasi, perilaku elastik, fracture, plastisitas.
5. Aliran fluida; Hukum darcy dan permeabilitas, model
permeabilitas.
6. Perilaku mekanis batuan tersaturasi fluid; Linear
poroelastik, fracture, plastisitas.
7. Sifat-sifat akustik; Kecepatan gelombang elastik,
redaman, kecepatan anisotrop, Konduktivitas listrik. ii. Non-Isometrik
8. Sifat-sifat dielektrikum. Konduktivitas termal, Sifat- sifat
Magnetik.

BAB 1
MINERAL & BATUAN

Mineral: bahan padat anorganik yang terdapat secara alamiah,


yang terdiri dari unsur-unsur kimiawi dalam perbandingan
tertentu, dimana atom-atom didalamnya tersusun mengikuti
suatu pola yang sistimatis.

Sifat – Sifat Fisik Mineral


1. Sifat Kristal
a. Perawakan Kristal (Habit)
i. Meniang atau Berserabut (Elongated habit)
 Meniang (Columnar)
 Menyerat (Fibrous)
 Menjarum (Acicular)
 Menjaring (Recticulate)
 Membenang (Filiform)
 Merambut (Capillary)
 Mondok (Stout)
 Membintang (Stellated)
 Menjari (Radiated)
ii. Lembaran tipis (Flattened habit)
 Membilah (Bladed) 2. Sifat Optik
 Memapan (Tabular) a. Kilap (Luster): kemampuan refleksi cahaya
 Membata (Blocky) i. Metallic
 Mendaun (Foliated) ii. Sub Metallic
 Memencar (Divergent) iii. Non-Metallic
 Membulu (Plumose)  Vitreous/Glassy: Kilap kaca (kalsit, kuarsa,
halit)
iii. Membutir (Rounded habit)
 Dull/Earthy: Kilap Tanah (kaolin, limonit,
 Mendada (Mamillary)
bentonite)
 Membulat (Colloform)  Adamantine: Kilap intan (intan/diamond)
 Membulat jari (Colloform radial)  Pearly: Kilap Mutiara (talc, dolomit,
 Membutir (Granular) muscovite, tremolite)
 Memisolit (Pisolitic)  Resinous: Kilap damar/resin
 Stalaktit (Stalactitic)  Silky: Kilap Sutra (asbes, aktinolit, gypsum)
 Mengginjal (Reniform)  Greasy: Kilap Lemak (talc, serpentine)
 Waxy: Kilap Lilin (serpentine, cinnabar)
b. Kemampuan meneruskan cahaya
i. Opaque: tidak mampu meneruskan cahaya
ii. Translucent: mampu meneruskan cahaya
c. Warna (Color)
i. Mengandung besi: Gelap ii. Hackly: pecahan seperti besi, runcing-runcing
ii. Mengandung alumunium: Cerah tajam serta kasar tak beraturan atau seperti
d. Cerat/Gores (Streak): adalah warna asli dari mineral bergerigi
apabila mineral tersebut ditumbuk (dihancurkan) iii. Splintery: pecahan mineralnya hancur menjadi
sampai halus kecil-kecil dan tajam menyerupai benang atau
i. Pirit yang warnanya kuning emas meninggalkan berserabut
garis hitam iv. Fibrous: pecahan seperti serat-serat
ii. Hematit (Fe2O3) yang berkilap kelogam–logaman v. Even: pecahan mineral dengan permukaan
atau memberi garis merah darah bidang pecah kecil-kecil dengan ujung pecahan
iii. Fluisvat memberikan garis putih (mineral yang masih mendekati bidang datar
berwarna terang tetapi memberi garis putih) vi. Uneven: pecahan mineral menunjukkan
permukaan bidang pecahnya kasar dan tidak
3. Sifat Kekuatan teratur
a. Kelenturan (ketahanan terhadap deformasi) vii. Earthy: pecahan mineral hancur seperti tanah
i. Brittle: mudah hancur ketika di palu, mineral
terikat secara ionik 4. Sifat Kemagnetan
ii. Malleable: menjadi pipih ketika di palu, terikat a. Feromagnetik: daya magnet kuat, unsur logam tinggi
secara metalik b. Paramagnetik: daya magnet lemah
iii. Sectile: dapat dipotong tipis-tipis c. Diamagnetik: tidak punya daya magnet, non logam
iv. Ductile: dapat ditarik dan bertambah panjang,
tidak akan kembali seperti semula Sifat – Sifat Kimia Mineral
v. Elastic: dapat dibengkokkan dan kembali ke 1. Mineral Silikat: banyak mengandung Silikon & oksigen
bentuk semula
vi. Flexible: dapat dilengkungkan kemana-mana
b. Kekerasan (dalam skala mohs)

a. Mineral Feromagnesium: banyak mengandung besi &


magnesium
 olivine,
 augite,
 hornblende,
c. Belahan (Cleavage): arah pecah dari suatu mineral  biotite, dll
akibat bidang lemah susunan atomnya yang terikat b. Mineral Non-Ferromagnesium
secara lemah  muskovit,
 feldspar,
 orthoclase,
 kuarsa, dll

d. Pecahan (Fracture): bentuk retak/pecah dari suatu


mineral
i. Conchoidal: pecahan halus & melengkung
menyerupai pecahan botol atau kulit bawang
2. Mineral non-Silikat
a. Mineral Oksida
b. Mineral Sulfida
c. Mineral Karbonat

Gambar:
Daur batuan 2. Ukuran Butir
a. Phaneritic (Coarse-Grained): mineral berukuran
kasar, mendingin secara lambat
b. Porphyritic: kristal besar (phenocryst) tersisip dalam
matriks kristal berukuran kecil (groundmass),
pendinginan secara lambat membentuk fenokris,
lalu sangat cepat membentuk groundmass
c. Glassy Texture: seperti kaca, mendingin dengan
sangat cepat, sehingga belum terjadi kristalisasi
d. Pyroclastic(Fragmen): dihasilkan dari material
letusan gunung api (tuff)
e. Aphanitic (Fine-Grained): mineral berukuran halus,
mendingin secara cepat
f. Pegmatitic: ukuran kristal berukuran lebih dari 1 cm
3. Bentuk kristal
a. Euhedral: kristal sempurna
BATUAN BEKU adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma b. Subhedral: kristal kurang sempurna
yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses c. Anhedral: kristal tidak sempurna
kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif 4. Kombinasi bentuk kristal
(plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif a. Unidiomorf/Automorf : sebagian besar kristalnya
(vulkanik). dibatasi oleh bidang kristal/bentuk kristal euhedral
b. Hypidiomorf/Hypautomorf: euhedral & subhedral
Struktur batuan beku (bedasarkan tempat pembekuannya): c. Allotriomorf/Xenomorf: bentuk anhedral
1. Ekstrusif/Lelehan (pembekuan di permukaan bumi) 5. Keseragaman antar ukuran butirnya
a. Masif: masa batuan terlihat seragam a. Equigranular: ukuran butir hampir sama
b. Sheeting joint: terlihat seperti lapisan b. Inequigranular: ukuran butir
c. Columnar joint: terpisah polygonal
d. Pillow Lava: bergumpal - gumpal, proses
pembentukan di lingkungan air
e. Vesikular: banyak lubang akibat pelepasan gas saat
pembekuan
f. Amigaloidal: lubang terisi dengan mineral lain
g. Struktur Aliran: kesejajaran mineral pada arah
tertentu akibat suatu aliran fluida

2. Intrusif/Plutonik (pembekuan di dalam bumi)


a. Konkordan (struktur sejajar dengan batuan
sekitarnya)
i. Sill: berupa lembaran
ii. Laccolith: berbentuk kubah, cembung ke atas
iii. Lopolith: berbentuk kubah, cembung ke bawah
iv. Paccolith: menempati sinklin/antiklin yang
terbentuk sebelum intrusi
b. Diskordan (struktur memotong batuan sekitarnya)
i. Dyke: bentuk tabular/memanjang
ii. Batolith: ukuran sangat besar, kedalaman tinggi
iii. Stock: mirip batolith tapi lebih keciL

Tekstur batuan beku bedasarkan


1. Tingkat Kristalisasi
a. Holokristalin: seluruhnya oleh kristal
b. Hipokristalin: campuran kristal & gelas Klasifikasi batuan beku bedasarkan:
c. Holohyalin: seluruhnya dari gelas 1. Bedasarkan Tempat pembentukan & ukuran butir:
a. Plutonik: di perut bumi, ukuran butir besar >1mm 1. Aliran Lava: lelehan pijar di permukaan, berasal dari
b. Hypabisal: tidak jauh dari perut bumi magma.
c. Vulkanik: di permukaan bumi Jenis Jenis Lava:
2. Bedasarkan Warna mineral: a. Lava Basaltis: mafis, suhu tinggi, viskositas rendah
a. Mafic/basaltic: gelap & banyak Mg dan Fe (olivin, b. Lava Andesitis: susunan antara basaltis &
piroksen, amphibol, biotit) intermediet, kental, tak mampu mengalir jauh.
b. Felsic/Granitic: terang & banyak feldspar & Silika c. Lava Rhyolitis: sangat kental, membeku sebelum
(feldspar, muskovit, feldspatoid) terjadi erupsi
c. Intermediet/Andesitic: warna antara mafic & felsic 2. Gas & Uap: CO2, N, Cl, SO2
3. Bedasarkan Warna batuan beku: 3. Piroklastika: fragmen-fragmen pijar (halus hingga bongkah
a. Leucocratic: mafic <30% (terang) besar). Kelompok piroklastika:
b. Meocratic: mafic 30-60% a. Bom vulkanik: >64mm
c. Melanocratic: mafic 60-90% (gelap) b. Lapili: 64-2mm. Jika membeku disebut laipli
d. Hypermalatic: mafic > 90% (sangat gelap) anglomerat/breksia
4. Bedasarkan Kandungan SiO2: c. Debu vulkanik: <2mm. jika membatu disebut dengan
a. beku asam (acid): SiO2 > 65% (granit, riolit) Tufa
b. beku menengah (intermediet): 65-52% (Diorit, 4. Lahar. Ada 2 jenis:
andesit) a. lahar panas
c. beku basa (basic), 52-45% (gabro, basalt) b. lahar dingin: belum terkonsolidasi, terkumpul di
d. beku ultrabasa (ultrabasic): <30% bagian puncak & lereng, saat hujan menjadi dingin
5. Bedasarkan Denistas & Spesific Gravity dan terbawa sebagai aliran pekat & densitas tinggi
a. Densitas: massa per volume
b. Spesific Gravity: rasio berat mineral dengan berat Batuan Piroklastika: merupakan batuan beku ekstrusif yang
air dengan volume yang sama terbentuk dari hasil erupsi gunungapi. Kelompok batu
piroklastika:
1. Batupasir Tuff: berukuran <2mm. ada 3 kelas:
a. Tuff Hablur
b. Tuff Vitrik
c. Tuff Litik
2. Agglomerat: berukuran >64mm

Hal yang mempengaruhi ukuran Kristal:


1. Kecepatan pembekuan batu
2. Banyaknya unsur silika
3. Jumlah gas terlarut dalam magma

Tabel Reaksi Bowen: merupakan proses diferensiasi magma


(penurunan temperature magma yang terjadi secara perlahan
yang diikuti dengan terbentuknya mineral

Material Gunung Api


Bahan yang dikeluarkan saat erupsi gunung api
SEDIMEN & BATUAN SEDIMEN Besar-kecilnya porositas suatu batuan akan menetukan
kapasitas penyimpanan fluida reservoir.
Sedimen: partikel yang dapat ditransport oleh aliran fluida yang
kemudian diendapkan sebagai sedimen.

Media Transport: air (fluvial), angin (aeolian), es (glasial

Ada tiga cara pengangkutan:


1. Suspension: pada sedimen yang sangat kecil (air & angina)
2. Bed load: sedimen relative lebih besar (menggelundung, Ada 2 jenis porositas pada batuan reservoir:
menggeser, mendorong sedimen lainnya) 1. Porositas absolut: persentase volume pori-pori total
3. Saltation: meloncat, pada sedimen berukuran pasir, aliran terhadap volume batuan total (bulk volume).
fluida mampu menghisap & mengangkut sedimen.

Proses sedimentasi: proses pengerasan yang meliputi: 2. Porositas efektif: persentase volume pori-pori yang saling
1. Kompaksi/Pemadatan (Compaction) berhubungan terhadap volume batuan total (bulk volume).
2. Sementasi/Pengeleman (Cementation) Porositas efektif yang digunakan dalam perhitungan
3. Litifikasi/Pembatuan (Lithification karena dianggap sebagai fraksi volume yang paling efektif

Ciri-Ciri Batuan Sedimen:


1. Berlapis/Stratification
2. Umumnya mengandung fosil
3. Memiliki struktur sedimen
4. Tersusun atas butiran fragmen hasil transportasi

Batuan Sedimen dapat terbentuk dengan 2 cara:


1. Terbentuk dalam cekungan pengendapan (tidak mengalami
proses pengangkutan)  Autochtonous (batuan evaporit/
halit dan batugamping)
2. Mengalami proses transportasi (berasal dari luar cekungan) Klasifikasi Porositas bedasarkan waktu & cara terjadinya:
 Allochtonous (batupasir, konglomerat, breksi, batuan 1. Porositas Primer: terbentuk saat batuan sedimen
epiklastik) terendapkan (konglomerat, batupasir & gamping)
2. Porositas Sekunder: terbentuk sesudah batuan sedimen
Klasifikasi Batuan Sedimen terendapkan. Ada 3 golongan:
1. Bedasarkan Ukuran Butir a. Porositas Larutan: pori terbentuk karena proses
Menggunakan skala wentworth dan skala phi pelarutan batuan
b. Rekahan, Celah, Kekar: pori terbentuk karena
pergerakan struktur batuan akibat variasi beban
(lipatan, patahan/sesar)
c. Dolomitasi: proses transformasi batugamping (CaCO3)
menjadi dolomite (CaMg(CO3)2). Dengan reaksi kimia:
2CaCO3 + MgCl3  CaMg(CO3)2 + CaCl2. Batugamping
yang terdolomitasi punya porositas lebih besar dari
batu gamping itu sendiri
Faktor yang mempengaruhi porositas
1. Ukuran Butir (Grain Size): semakin kecil ukuran butir,
rongga makin kecil
2. Bentuk Butir (Sphericity): bentuk butir jelek, porositas
besar.
3. Pemilahan (Sortasi):
4. Komposisi Mineral
Dengan rumus yang digunakan adalah: 5. Sementasi
D = diameter partikel 6. Kompaksi
D0 = diameter rujukan yang setara dengan 1 mm
φ = adalah skala phi

2. Bedasarkan Komposisi

MEDIA BERPORI
Porositas: Perbandingan antara volume ruang yang terdapat
dalam batuan yang berupa pori-pori terhadap volume batuan
secara keseluruhan, biasanya dinyatakan dalam fraksi.