Anda di halaman 1dari 15

01.

Tentukan kuat tarik maksimum elemen tarik berikut:

g + g1 - tw
g1

tw

g tw
+ g1 -
g1 2 2

tw

Contoh:

3 ½” 1 ½” 1 ½”
a
2 ¾“
b

e d
S15 x 50

Hitung kapasitas desain S-Shape berikut baut ¾ in dan baja A36.


PenyelesaianL:
Luas netto: An = Ag - (t x diameter lubang)

11..
Diameter lubang = ¾ + 1/8 = 7/8”
Garis ad: An = Ag - (t x diameter lubang)
= 14,7 – 4 (7/8) (0,622) = 12,52 in2
Garis abcd:
g tw 3,5 0,55
+ g1 - = + 2,75 – = 4,225 in
2 2 2 2
Lintasa b-c membentuk s2/ 4g sehingga:
7 (1,5)2
An = 14,7 – 4 (7/8) (0,622) – 2 (0,55) [8 - ] = 11,71 in2 (menentukan)
4(4,225)

Untuk penampang netto, φtPn = 0,75Fu Ae = 0,75. (58) .( 11,71) = 509 kips
Untuk penampang bruto, φtPn = 0,90FyAg = 0,90. (36) .( 14,7) = 476 kips
Kesimpulan: leleh pada penampang bruto menentukan dengan kapasitas rencana adalah
476 kips.

3. 2.1. Kasus Gaya tarik Disalurkan Oleh Las Memanjang


Bila gaya tarik hanya disalurkan oleh pengelasan memanjang ke komponen struktur
yang bukan pelat atau oleh kombinasi pengelasan memanjang dan melintang:
A = Ag , adalah luas penampang bruto komponen struktur (mm2)
3. 2.2. Kasus Gaya tarik Disalurkan Oleh Las Melintang
Bila gaya tarik hanya disalurkan oleh pengelasan melintang, maka A adalah jumlah luas
penampang neto yang dihubungkan secara langsung dan U = 1,0.
3. 2.3. Kasus Gaya tarik Disalurkan Oleh Las Sepanjang Dua Sisi
Bila gaya tarik disalurkan ke sebuah komponen struktur pelat dengan pengelasan
sepanjang kedua sisi pada ujung pelat, dengan l ≥ w:
A adalah luas pelat, dan untuk l ≥ 2w U = 1,0, untuk 2w ≥ l ≥ 1,5w U = 0,87, untuk 1,5w
> l > w U = 0,75
Keterangan:
l adalah panjang pengelasan (mm)
w adalah lebar pelat atau jarak antar sumbu pengelasan (mm)

22..
W

Las Transversal l Las Longitudinal

l = Panjang las  W
W = Jarak kedua las

Contoh:

L6 x 6 x 1/2

5½”

U = 1 - (x / L) = 1 – (1,68/ 5,5) = 0,695 ≤ 0,9 …………… (Ok)


Ae = U. Ag = 0,695 . (5,75) = 4 in2
3.6 . Perencanaan Batang ATrik
Contoh 3.9:
Sebuah batang tarik dengan panjang 5’9” harus menahan beban mati 18 kips dan beban
hidup 52 kips. Tentukan dimensi enampang jika digunakan penampang persegi dengan
mutu baja A36 dengan asumsi sambungan yang digunakan adalah baut diameter 7/8 in.
Penyelsaian:
Pu = 1,2D + 1,6L = 1,2 (18) + 1,6(52) = 104,8 kips
P 104,8
Dibutuhkan Ag = 0,9Fu = 0,9(36) =3,235 in2
y

Pu 104,8
Ae = = =2,409 in2
0,75Fu 0,75(58)
Jika dianggap Ae = An maka:

33..
7 1
Ag = An + Alubang = 2,409 + (8 + 8) t = 2,409 + t

Coba t = 1 in.
Ag = 2,409 + 1(1) = 3,409 in2
Rounding to the nearest 1/8 in, coba batang 1 x 3 ½ . Kontrol kelangsingan batang:
3,5 .(1)3
Imin = = 0,2917 in4
12
A = 1 (3,5) = 3,5 in2
Jika I = A . r2

Imin 0,2917
rmin = √ =√ = 0,2887 in
A 3,5
L 5,75
Maksimum r = = 239 < 300 ……….. Ok.
0,2887

Jadi digunakan batang 3 ½ x 1 in


Rencanakan batang sebagaimana Gambar berikut:
Sebuah batang tarik dengan panjang 15 ft harus menahan beban mati 35 kips dan beban
hidup 70 kips. Tentukan dimensi enampang jika digunakan siku tidak sama kaki dengan
mutu baja A36 dengan asumsi sambungan yang digunakan adalah baut diameter ¾ in.
Penyelsaian:
Pu = 1,2D + 1,6L = 1,2 (35) + 1,6(70) = 154 kips
P 154
Dibutuhkan Ag = ∅ Fu = 0,90 (36) = 4,753 in2
t y

Pu 154
Ae = = = 3,54 in2
∅t Fu 0,75(58)
Ae perlu 3,54
Jika digunakan nilai U rata-rata maka An perlu = = = 4,165 in2
U 0,85
L 15 (12)
Jari-jari inersia 300 = = 0,600 in
300
7
An = Ag - 2 ( ) t = Ag - 1,75t
8
Ag perlu = An perlu + 1,75t = 4,165+1,75t
Dua kemungkinan Ag yaitu:
Ag = 4,165 + 1,75t atau 4,753 in2

44..
t Ag perlu Profil Ag aktual Rmin
(in) (in2) (in2) (in)
¼ 4,75 -
5/16 4,75 -
3/8 4,82 -
L8 x 6 x
7/16 4,93 5,93 1,31
7/16
½ 5,04 L7 x 4 x ½ 5,25 0,872
L6 x 4 x
9/16 5,15 5,31 0,866
9/16
5/8 5,26 L6 x 4 x 5/8 5,86 0,864

Gunalakan L7 x 4 x ½
Trek Stang dan Kabel
Khusus kasus ini kelangsingan batang tidak menjadi pertimbnagan pada konstruksi ikatan
angin dan kabel yang berfungsi ebagai batang tarik. Rod dan kabel sering digunakan pada
sruktur gantung (atap maupun jembatan). Rods juga sering digunakan sebagai sistim
bresing (pengaku). Gambar 3.21 menunjukkan sistim koneksi pada rods atau kabel. Dalam
hal ini berlaku peraman:
Pn = As Fu = 0,75 Ab Fu
As = stress area (Luas penampang efektif)
Ab = luas penampang nominal

55..
Kabel Pelat Baja Anchor Socket

Elemen
Struktur

Open socket

Pelat Baja Kabel


Open socket connection

Trek
Trek Stang Stang

Las

Nominal strength disajikan dalam Tbael 3.2 Sc. J.36 AISC Spec. Dengan resistence factor
t = 0,75.
Contoh soal:
Sebuah rod digunakan sebagai brecing yang harus menahan beban tarik berupa beban mati
2 kips dan beban hidup 6 kips. Berapa ukuran rod yang dibutuhkan jika digunakan baja
A36.
Penyelesaian:
Beban terfaktor : Pu = 1,2 (2) + 1,6 (6) = 12 kips
t Pn  Pu
t (0,75Fu) Ag  Pu
𝑃𝑢 12
Agperlu = 𝐴𝑔 𝑝𝑒𝑟𝑙𝑢 = = 0,75 (0,75)(58) = 0,3678 𝑖𝑛2
∅𝑡 (0,75)𝐹𝑢

66..
Dari Ag = 0,25 d 2, maka
4 (0,3678)
𝑑= √ = 0,648 in
𝜋

Jadi digunakan 1 batang Threaded road diameter 3/4 in (Ag = 0,442 in2 )
Batang Tarik Pada Rangka Atap:

Bracing
Bay

Trek Stang Gording Kuda-kuda

BENTANG

3. 1. Penampang Tersusun
3.3.1 Umum
Komponen struktur tarik tersusun yang terdiri dari dua elemen utama atau lebih yang
diharapkan berperilaku sebagai sebuah komponen struktur.
3.3.2 Beban rencana untuk sambungan
Jika komponen struktur tarik tersusun dari dua elemen utama atau lebih,
sambungan antar elemen harus direncanakan mampu untuk memikul gaya-dalam akibat

77..
bekerjanya gaya-gaya luar termasuk momen lentur (jika ada). Beban terfaktor untuk batang
berterali, dan beban terfaktor rencana maupun momen lentur (jika ada) untuk plat kopel
harus dibagi merata diantara bidang sambung yang sejajar dengan arah gaya.
3.3.3 Komponen tersusun dari dua buah profil yang saling membelakangi
Komponen struktur tarik tersusun dari dua profil sejenis yang saling membelakangi baik
secara kontak langsung ataupun dengan perantaraan plat kopel dengan jarak yang
memenuhi syarat, harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
1) Komponen struktur tarik dengan profil yang terpisah harus dihubungkan dengan:
a. dengan las atau baut pada interval tertentu sehingga kelangsingan untuk setiap elemen
tidak melebihi 240; atau
b. dengan sistem sambungan yang direncanakan sedemikian sehingga komponen struktur
tersebut terbagi atas paling sedikit tiga bentang sama panjang. Sistem sambungan harus
direncanakan dengan menganggap bahwa pada sepanjang komponen struktur terdapat gaya
lintang sebesar 0,02 kali gaya aksial.
2) Komponen struktur tarik dengan profil yang bersinggungan langsung dan saling
membelakangi. Profil-profil tersebut harus memenuhi ketentuan yang disyaratkan dalam
Butir 3.3.3(1b).
3.4 Komponen struktur tarik dengan penghubung
Komponen struktur tarik tersusun dari dua buah profil yang dihubungkan dengan terali
atau pelat kopel harus memenuhi:
1) Kelangsingan komponen dengan memperhitungkan jarak antar elemen penghubung,
tidak lebih dari 240 untuk komponen struktur utama, dan tidak lebih dari 300 untuk
komponen sekunder;
2) Tebal elemen penghubung tidak kurang dari 0,02 kali jarak antara garis sambungan
pelat penghubung dengan komponen utama;
3) Panjang pelat kopel tidak kurang dari 0,67 kali jarak antara garis sambungan pelat
kopel dengan komponen utama;
4) Pelat kopel yang disambung dengan baut harus menggunakan paling sedikit dua buah
baut yang diletakkan memanjang searah sumbu komponen struktur tarik.
3. 2. Batang Tarik dengan Sambungan Pen

88..
Komponen struktur tarik dengan sambungan pen harus direncanakan menurut Butir 3.1.
Komponen yang disambung seperti pada Gambar 10.1 harus memenuhi persyaratan
tambahan sebagai berikut:
1) Tebal komponen struktur tanpa pengaku yang mempunyai lubang sambungan pen
harus lebih besar atau sama dengan 0,25 kali jarak antara tepi lubang pen ke tepi
komponen struktur yang diukur dalam arah tegak lurus terhadap sumbu komponen
struktur. Batasan ini tidak berlaku untuk tebal lapisan-lapisan yang menyusun komponen
struktur tarik yang digabung menggunakan baut;

2) Luas irisan pada bagian ujung komponen struktur tarik di luar lubang pen, sejajar,
atau di dalam sudut 45° dari sumbu komponen struktur tarik, harus lebih besar atau sama
dengan luas bersih yang diperlukan oleh komponen struktur tarik;
3) Jumlah luas sebuah lubang pen, pada potongan tegak lurus sumbu komponen tarik,
harus lebih besar atau sama dengan 1,33 kali luas bersih yang diperlukan oleh komponen
struktur tarik;
4) Plat pen yang direncanakan untuk memperbesar luas bersih komponen struktur, atau
untuk menaikkan daya dukung pen, harus disusun sehingga tidak menimbulkan
eksentrisitas dan harus direncanakan mampu menyalurkan gaya dari pen ke komponen
struktur tarik.
Kombinasi Beban:
1) 1,4 D 1
(2a) 1,2 D + 1,6 L + 0,5 La
2
(2b) 1,2 D + 1,6 L + 0,5 H
(3a) 1,2 D + 1,6 La + 0,5 L
4
(3b) 1,2 D + 1,6 La + 0,8 W

99..
(3c) 1,2 D + 1,6 H + 0,5 L
(3d) 1,2 D + 1,6 H + 0,8 W
(4a) 1,2 D + 1,3 W + 0,5 L + 0,5 La
(4b) 1,2 D + 1,3 W + 0,5 L + 0,5 H
4
(4c) 1,2 D - 1,3 W + 0,5 L + 0,5 La
(4d) 1,2 D - 1,3 W + 0,5 L + 0,5 H
(5a) 1,2 D + 1,0 E + 0,5 L
2
(5c) 1,2 D – 1,0 E + 0,5 L
(6a) 0,9 D + 1,3 W
(6b) 0,9 D – 1,3 W
4
(6c) 0,9 D + 1,0 E
(6d) 0,9 D – 1,0 E

Perencanaan batang tarik:


Diketahui dari hasil analisa struktur rangka diperoleh Numax = 1328 kg (Kombinasi 3c),
panjang batang (L) = 2631 mm. Rencana profil yang memenuhi syarat!
Penyelesaian:
Coba profil 40.40.3
A1 = 233,6 mm2 (Dari tabel profil baja)
i1x = 12,3 mm
i1η = 7,9 mm (minimum)

Geser Tarik

29,1

10,9

20 30 d1 = 10 mm 𝑥̅ =10,9

Anggap luas perlemahan ± 15% = 0,15 . 233,6 = 34,5 mm2 (= luas lubang)
d1 = [(34,5)/ (3)] ⎯ 2 = 9,5 mm
d = d1 + 2 mm = 9,5 + 2 = 11,5 mm
A1netto = 0,85 . (233,6) = 198,56 mm2

1100..
(a) Kondisi Leleh (φt = 0,9 Fy = 240 MPa)
φtNn = 0,9.Ag .Fy
= 0,9. (2 . 233,6) . 240 = 100915 N
= 10091,5 kg > Nu (=1328 kg) ……………….. OK!

(b) Kondisi Fracture (φf = 0,75 Fu = 370 MPa)


x̅ 10,9
U = 1- ≤ 0,9 = 1 - = 0,64 ≤ 0,9 ………… U = 0,64
L 30

φfNn = φf . Fu . Ae = φf Fu . (U. An)


= 0,75 . 370 . 0,64 . (2 .198) = 703296 N
= 70329,6 kg > Nu (= 1328 kg) ……………….. OK!

(c) Geser blok


Tarik fraktur : Fu . Ant = (370) . [29,1 − 0,5 . (9,5 + 2)].(3) = 25918,5 N
Tarik geser : 0,6Fu .Anv = 0,6.(370) .[50 − 1,5 .(9,5 + 2)].(3) = 21811,5 N
Tarik fraktur menentukan
φfRbs = 0,75 . (0,6Fy Agv + Fu Ant )
= 0,75 . {0,6 . 240 .50.3 + 370 .[29,1 − 0,5 .(9,5 + 2)]. 3}
= 35638,9 N = 3564 kg
Jadi tahanan geser blok adalah
φfRbs = 2 . 3564 kg = 7128 kg > Nu (= 1328 kg) ……………….. OK!
Kontrol Kelangsingan:
ix = iy = 12,3 mm ; iη = 7,9 mm

l 2631
= = 213 < 240 ……..………………… OK
ix 12,3

l 2631
= = 333 > 240 ………………………Tidak OK
iη 7,9

1111..
Gunakan kopel ditengah maka
L/2 2631 / 2
= = 167 < 240 ……………….Ok → Pasal 7.6.4
iη 7,9

Contoh: Hitung luas netto dari batang tarik berikut baut berdiameter 19 mm. Lubang dibuat
dengan metode punching.

T 21 mm T

6 x 100 mm

Luas bruto, Ag = 6 x 100 = 600 mm2


Lebar lubang = 19 + 2 = 21 mm
An = Ag – (Lebar lubang x tebal pelat)
= 600 – (21 x 6) = 474 mm2 < 85% Ag (= 510 mm2)

Hitung An minimum dari batang tarik berikut jika diketahui diameter baut 25 mm dan
dimensi profil L 100 . 150. 10:

a
60
60 b
55
105

d c 75 75 60

75 75

Luas bruto, Ag = 2420 mm2 (dari tabel profil baja)


Lebar lubang = 25 + 2 = 27 mm
Potongan ad:

1122..
An = 2420 – 2. (10). (27) = 1880 mm2
Potongan abd:
(10).(75)2 (10).(75)2
An = 2420 – 3 (10). (27) + + = 1978 mm2
4.(60) 4.(105)

Potongan abc:
(10).(75)2 (10).(75)2
An = 2420 – 3 (10). (27) + + = 1978 mm2
4.(60) 4.(105)

Syarat: An ≤ 85% Ag ( 0,85 . 2420 = 2057 mm2)


Jadi An = 1880 mm2

Hitung An minimum dari batang tarik berikut jika diketahui diameter baut 16 mm dan
dimensi profil CNP 20:
50 + 30 + 8,5 = 71,5

50

100

50

4@ 50 30

a b

Luas bruto, Ag = 3220 mm2 (dari tabel profil baja)


Lebar lubang = 16 + 2 = 18 mm
Potongan a:
An = 3220 – 2. (11,5). (18) – (8,5).(18) = 2653 mm2
Potongan b:

1133..
(11,5+8,5)⁄
502 . 2
2 50 .(8,5)
An = 3220 – 2 (11,5). (18) – 2 (8,5).(18) + + = 2640,54 mm2
4.(71,5) 4.(100)

Syarat: An ≤ 85% Ag ( 0,85 . 3220 = 2737 mm2)


Jadi An = 2640,54 mm2
Contoh:
Pelat 10 x 150 mm dihubungkan dengan las. Ahitung tahanan tarik rencana jika mutu baja
BJ 41 (Fy = 250 MPa, Fu = 410 MPa)

PLAT 10 x 250 mm

150 PLAT 10 x 150 mm

200

(a) Kondisi Leleh


φt = 0,9
Fy = 250 MPa
φtNn = 0,9 .(10). (150). (250)
= 337500 N = 33,75 Ton
(b) Kondisi Fracture
φf = 0,75
1,5w = 225 mm > l = 200 mm > w = 150 mm  U = 0,75
Fu = 370 MPa
φfNn = φf .Fu .Ae = φf Fu . (U. An) = (0,75).(410).[0,75 .(150 .10)] = 345938 N
= 34,594 Ton
Jadi tahanan tarik konstruksi tersebut = 33,75 Ton
Contoh:

dimana U = 1 - ≤ 0,9
L

1144..
1155..