Anda di halaman 1dari 7

Anisa Putri Dianti., Pengaruh Hprmon IAA Terhadap Pertumbuan Akar Tumbuhan, UNEJ.........

PENGARUH HORMON IAA TERJADAP PERTUMBUHAN AKAR


TUBUHAN
(Effect of IAA Hormone On Body Root Growth)
Anisa Putri Dianti, B
Pendidikan Mipa, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jember (UNEJ)
Jln. Kalimantan 37, Jember 68121
E-mail: anisa98putri@gmail.com

Abstrak
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dimulai dengan berkecambahnya biji. Kondisi lembab diperlukan untuk
aktifitas pemanjangan selserta cahaya berpengaruh pada pertumbuhan. Gen dibutuhkan untuk mengontrol sintesis protein
dan hormon berfungsi untuk mengatur pertumbuhan misalnya auksin, sitokinin, giberelin, asam traumalin, dan kalin.
Percobaan kali ini mengenai pengaruh hormone IAA terhadap pertumbuhan akar tumbuhan dimana praktikan
menggunakan alat dan bahan yang dapat menunjang keberlangsungan dari percobaan. Alat-alat yang digunakan yaitu
beaker glass, pisau, gelas ukur, dan penggaris atau meteran. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan yaitu tumbuhan
kacang hijau yang sudah berumur 5 hari, IAA yang memiiki konsentrasi 0,0 ppm, 1,0 ppm, 10 ppm, dan 100 ppm. Selain
itu terdapat larutan hara, dan aquades. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh beberapa konsentrasi
IAA terhadap pertumbuhan akar dan proses pertumbuhan akar tumbuhan. Dari tujuan tersebut telah di apatkan bahwa
konsentrasi IAA yang telah diberikan pada percobaan ini memiliki pengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan akar dan
proses pembentukan akar tumbuhan. Pada konsentrasi IAA rendah akan menyebabkan pemanjangan akar, namun jumlah
akar sedikit. Sedangkan pada konsentrasi IAA banyak akan menyebabkan penghambatan pemanjangan akar, namun jumlah
akar yang tumbuh akan semakin banyak.

Kata Kunci: hormon IAA, perumbuhan akar, auksin, konsentrasi.

Abstract
Growth and development in plants begins with the germination of seeds. Humid conditions are needed for elongation
activities as well as the light effect on growth. Genes needed to control protein synthesis and hormones function to regulate
growth such as auxin, cytokinins, gibberellins, traumalin acid, and kalin. The experiment this time is about the effect of the
IAA hormone on the growth of plant roots where the practitioner uses tools and materials that can support the continuity of
the experiment. The tools used are beaker glass, knives, measuring cups, and a ruler or meter. While the ingredients used
are green bean plants that are 5 days old, IAA which has concentrations of 0.0 ppm, 1.0 ppm, 10 ppm, and 100 ppm. In
addition there are nutrient solutions, and aquades. The purpose of this experiment was to determine the effect of several
IAA concentrations on root growth and plant root growth processes. From these objectives it has been stated that the
concentration of IAA given in this experiment has an influence on the speed of root growth and the process of plant root
formation. At low IAA concentrations will cause root lengthening, but the number of roots is small. While the IAA
concentration will cause a lot of root lengthening inhibition, but the number of roots that grow will be more and more.

Keywords: IAA hormone, root growth, auxin, concentration

Pendahuluan Pertumbuhan merupakan kenaikan massa dan volume


yang irreversible (tidak kembali ke asal) karena adanya
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dimulai tambahan substansi dan perubahan bentuk yang terjadi
dengan berkecambahnya biji. Kondisi lembab diperlukan selama pertumbuhan. Pertumbuhan berhubungan dengan
untuk aktifitas pemanjangan selserta cahaya berpengaruh perubahan pada kuantitas yang maknanya terjadi
pada pertumbuhan. Gen dibutuhkan untuk mengontrol perubahan pada jumlah dan ukuran sel tubuh yang
sintesis protein dan hormon berfungsi untuk mengatur ditunjukan dengan adanya peningkatan ukuran dan berat
pertumbuhan misalnya auksin, sitokinin, giberelin, asam seluruh bagian tubuh. Selama pertumbuhan terjadi
traumalin, dan kalin. Kualitas, intensitas, dan lamanya pertambahan jumlah dan ukuran sel. Proses pertumbuhan
radiasi yang mengenai tumbuhan mempunyai pengaruh ini diatur oleh pesan hormonal dan respon dari lingkungan
yang besar terhadap berbagai proses fisiologi tumbuhan (panjang hari, temperatur rendah, perubahan persediaan
Perkembangan struktur tumbuhan juga dipengaruhi oleh air). Pertumbuhan berikutnya disebut diferensiasi, yang
cahaya (fotomorfogenesis). Efek fotomorfogenesis ini dapat didefinisikan sebagai pengontrolan gen dan hormonal serta
dengan mudah diketahui dengan cara membandingkan lingkungan yang merubah struktur dan biokimiawi
kecambah yang tumbuh di tempat terang dengan kecambah perubahan ini terjadi pada hewan dan tanaman saat
dari tempat gelap [1]. berkembang. Pertumbuhan dalam arti terbatas
Anisa Putri Dianti., Pengaruh Hprmon IAA Terhadap Pertumbuan Akar Tumbuhan, UNEJ......... 2

menunjukkan pertambahan ukuran yang irreversibel, yang Auksin sebagai ZPT dapat mempercepat pertumbuhan
mencerminkan pertambahan protoplasma karena akar. Hormon dalam golongan auksin adalah IAA
bertambahnya jumlah dan ukuran sel. Jadi pertumbuhan (Indolacetic Acid), NAA (Naphtaleneacetic Acid), dan IBA
merupakan kuantitatif dalam jumlah sel [2]. (Indolebutyric Acid), yang bersifat rizokalin. Umumnya
Hormone tanaman mengatur atau mempengaruhi ZPT ini mengandung hormon yang lengkap seperti Rootone
berbagai proses seluler dan fisiologis, seperti pembelahan Up yang memiliki komposisi naftalen asetamide 0,067%,
sel, pembesaran sel, dormansi kuncup, pembungaan, metal-1-naftalen asetamida 0,13%, metal-1-naftalen asetat
pematangqn buah, dormansi benih, perkecambahan biji dan 0,033%, indol-3-butirat 0,057%, dan tiram 4% .
daunamputasi. Auksin, salah satu hormone tanaman, Kadar konsentrasi auksin yang umum diberikan adalah
merangsang diferensiasi floem dan xylem, inisiasi akar 0,01-10 ppm. Pemberian ZPT dengan konsentrasi yang
pada pemotongan batang, dan juga pengembangan cabang tinggi dapat memberikan pengaruh yang berlawanan dan
akar. Auksin memediasi tropisme (menekuk), respon hanya efektif jika diberikan pada konsentrasi rendah yaitu
terhadap gravitasi dan cahaya. Indole-3-acetic acid (IAA) 10-7-10-13 M. Pada konsentrasi yang tinggi sekitar 10 μM,
adalah auksin alami umum yang menunjukkan semuanya. ZPT dapat merusak bagian yang terluka.
Auksin melakukan tindakan dan secara luas mempengaruhi Istilah auksin (auxin) sebetulnya digunakan untuk
fisiologi timbuhan [3] menjelaskan segala jenis bahan kimia yang membantu
Zat pengatur tumbu pada tanaman yang tergolong dalam proses pemanjangan koleoptil, meskipun auksin
Auksin yaitu Indole Acetic Acid (IAA), Indole-3-butyric sesungguhnya memiliki banyak fungsi baik pada monokotil
acid (IBA), α-Naphthalene Acetic Acid (NAA) dan 2,4 maupun pada dikotil. Auksin alamiah yang diekstraksi dari
Dikhlorofenoksiasetat (2,4-D). Jenis dan konsentrasi pada tumbuhan merupakan suatu senyawa yang dinamai asam
pemberian auksin akan memberikan respon berbeda indolasetat (indoleacetic acid, IAA). Selain auksin alamiah
terhadap sistem perakaran [4]. ini, beberapa senyawa lain, termasuk beberapa senyawa
Zat pengatur tumbuh tanaman adalah senyawa organik sintetik, memiliki aktivitas auksin. Meskipun auksin
yang bukan hara, yang dalam jumlah sedikit dapat mempengaruhi beberapa aspek perkembangan tumbuhan,
mendukung, menghambat dan dapat merubah proses salah satu fungsinya yang paling penting adalah
fisiologis tumbuhan. Untuk mendapatkan hasil merangsang pemanjangan sel pada tunas muda yang
perbanyakan bibit yang baik selain perlu memperhatikan sedang berkembang.
media tumbuh, diperlukan zat pengatur tumbuh (zpt) untuk IAA merupakan salah satu senyawa auksin alami.
menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Auksin Terdapat beberapa auksin alami yang ditemukan pada
merupakan salah satu hormon yang dapat berpengaruh tumbuhan, yaitu 4-chloro-IAA dan phenylacetic acid,
terhadap pembentukan akar, perkembangan tunas, kegiatan namun tidak lebih aktif dibandingkn IAA. Selain auksin
sel-sel meristem, pembentukan bunga, pembentukan buah alami, terdapat juga auksin sintetis, yaitu 2,4 D (2,4-
dan terhadap gugurnya daun dan buah. Pertumbuhan dichlorophenoxyacetic acid) dan NAA (naphthaleneacetic
tanaman dipengaruhi oleh dua faktor penting, yaitu faktor acid). IAA bergerak melalui sel-sel parenkim di korteks dan
genetis dan faktor lingkungan. Faktor genetis sangat jaringan pembuluh. Pada batang, IAA bergerak secara
menentukan kemampuan tanaman untuk memberikan basipetal, artinya IAA bergerak menuju dasar, bahkan jika
produksi yang tingii serta sifat penting lainnya seperti batang dibalikkan. Pada akar, IAA bergerak secara
kualitas hasil, ketahanan terhadap serangan hama dan akropetal, artinya bergerak menuju pucuk.
penyakit, kekeringan, dan lain-lain. Faktor lingkungan Pemajangan sel yang didapatkan dari permberian
yang mempengaruhi kehidupan dan perkembangan auksin / faktor yang disebabkan oleh auksin ini dilakukan
tanaman antara lain, temperatur, kelembapan, sinar dengan cara penambahan plastisitas dari dinding sel
matahari, susunan atmosfir, struktur tanah, reaksi tanah menjadi longgar, sehingga air bisa masuk ke dalam dinding
(pH), faktor biotis, dan penyediaan unsur hara [5]. sel dengan cara osmosis dan sel mengalami bisa
Hormon auksin mampu mengendurkan dinding sel pemanjangan. Selain jenis dari Auksin yang diberikan,
epidermis, sehingga dinding sel epidermis yang sudah pemanjangan akar juga bergantung kepada jumah dan
kendur menjadi mengembang, kemudian sel epidermis ini konsentrasi auksin yang telah diberikan. Bahwa zat
membentang dengan cepat, dan pembentangan ini pengatur tumbuh golongan auksin pada keadaan optimum
menyebabkan sel sub epidermis yang menempel pada sel dapat membantu pemanjangan akar, sedangkan pada kadar
epidermis juga mengembang. Hal ini dapat memudahkan yang lebih tinggi dapat menghambat pemanjangan akar,
air masuk ke dalam batang. Masuknya air ke dalam batang namun pemberian beberapa jenis dan konsentrasi Auksin
akan memacu proses perakaran [6]. tidak bisa memberikan pengaruh terhadap pertambahan
Auksin merupakan hormon yang pertama kali ditemukan jumlah daun stek pucuk Bayur [8].
pada tumbuhan dan merupakan salah satu dari agen
pemberian isyarat kimia yang mengatur perkembangan Metode Penelitian
tumbuhan. Umumnya auksin terdapat dalam bentuk asam
indole-3-acetic (IAA). Salah satu peran dari IAA pada Percobaan kali ini mengenai pengaruh hormone IAA
tanaman adalah sebagai hormon kunci dari berbagai aspek terhadap pertumbuhan akar tumbuhan dimana praktikan
pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pada kondisi menggunakan alat dan bahan yang dapat menunjang
yang rendah IAA mampu merangsang pemanjangan dari keberlangsungan dari percobaan. Alat-alat yang digunakan
akar, sedangkan pada kadar yang tinggi IAA bisa yaitu beaker glass, pisau, gelas ukur, dan penggaris atau
menghambat pemanjangan dari akar akar, namun dengan meteran. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan yaitu
IAA yang tinggi mampu merangsang peningkatkan jumlah tumbuhan kacang hijau yang sudah berumur 5 hari, IAA
akar lateral dan adventif [7 ]. yang memiiki konsentrasi 0,0 ppm, 1,0 ppm, 10 ppm, dan
100 ppm. Selain itu terdapat larutan hara, dan aquades.
Anisa Putri Dianti., Pengaruh Hprmon IAA Terhadap Pertumbuan Akar Tumbuhan, UNEJ......... 3

Prosedur kerja yang harus dilakukan untuk percobaan ini 20 0,5


yaitu pertama, mengambil 4 tumbuhan kacang hijau 21 0,3
kemudian memotong bagian hipokotilnya di dalam air dan 22 0,4
merendamnya dalam larutan IAA selama 2 jam. Kedua, 23 0,4
setelah 2 jam memindahkan tumbuhan kacang hijau 24 0,4
25 0,4
tersebut ke dalam beaker glass yang telah berisi larutan
0,0 2 9 1 I,7 0,73
hara dan menyimpannya di tempat yang terang selama 1 ppm 2 1,4
minggu. Ketiga, mengamati proses terbentuknya akar pada 3 0,6
bagian hipokotil yang mendapat perlakuan IAA kemudian 4 0,4
menghitung jumlah dan panjang akr yang ada. Keempat, 5 0,5
rancangan percoban yang digunakan adalah Rancangan 6 0,3
Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sesuai jumlah 7 0,6
kelompok. Terakhir, menganalisis data hasil pengaatan 8 0,4
dengan menggunakan SPSS. Karena data tidak terlalu 9 0,7
banyak maka penghitungan rata-rata dilakukan secara 1,0 2 5 1 1 0,6
ppm 2 0,5
manual yaitu dengan cara:
3 0,5
4 0,5
Rata-rata =
5 0,5
10 2 4 1 0,2 0,275
ppm 2 0,3
Hasil Penelitian 3 0,4
Hasil dari segala prosedur kerja yang telah dilakukan 4 0,2
100 2 13 1 0,2 0,32
adalah sebagai berikut:
ppm 2 0,3
Perlak Ulang Jumlah Akar Panjang Rata-rata
3 0,5
-uan -an akar ke- akar Panjang
4 0,5
(cm) akar (cm)
5 0,4
0 ppm 1 6 1 0,5 0,41
6 0,3
2 0,5
7 0,3
3 0,5
8 0,3
4 0,5
9 0,3
5 0,3
10 0,5
6 0,2
11 0,3
1,0 1 9 1 0,1 0,35
ppm 12 0,2
2 0,1
13 0,1
3 0,2
0,0 3 5 1 0,5 0,22
4 0,9
ppm 2 0,2
5 0,7
3 0,2
6 0,2
4 0,1
7 0,1
5 0,1
8 0,3
1,0 3 11 1 0,4 0,36
9 0,6
ppm 2 0,2
10 1 4 1 0,6 0,68
ppm 3 0,5
2 0,8
4 0,6
3 0,8
5 0,5
4 0,5
6 0,4
100 1 25 1 0,3 0,32
ppm 7 0,4
2 0,5
8 0,3
3 0,4
9 0,2
4 0,5
10 0,2
5 0,3
11 0,3
6 0,3
7 0,4 10 3 8 1 0,8 0,32
8 0,2 ppm 2 0,1
9 0,3 3 0,4
10 0,2 4 0,3
11 0,1 5 0,4
12 0,4 6 0,3
13 0,1 7 0,2
14 0,2 8 0,1
15 0,2 100 3 19 1 0,1 0,2
16 0,1 ppm 2 0,1
17 0,2
3 0,1
18 0,3
19 0,5 4 0,2
5 0,2
6 0,2
Anisa Putri Dianti., Pengaruh Hprmon IAA Terhadap Pertumbuan Akar Tumbuhan, UNEJ......... 4

7 0,2 12 0,45
8 0,2 13 0,4
9 0,2 14 0,55
10 0,2 15 0,6
11 0,2 16 0,4
12 0,3 17 0,3
13 0,3 18 0,4
14 0,3 19 0,4
15 0,2 20 0,4
16 0,2 21 0,2
17 0,2 22 0,2
18 0,2 23 0,3
19 0,2 24 0,3
0,0 4 9 1 1 0,46 24 0,4
ppm 2 0,9 0,0 5 5 1 0,5 0,24
3 0,8 ppm 2 0,3
4 0,4 3 0,1
5 0,1 4 0,1
6 0,1 5 0,2
7 0,3 1 3,5
8 0,3 2 3
9 0,3 3 1,3 1,75
1,0 4 11 1 0,6 0,53 4 1,7
ppm 2 0,8 5 0,3
3 1 6 0,7
4 0,2 10 5 6 1 0,4 2,85
5 0,7 ppm 2 2,6
6 0,4 3 2,3
7 0,3 4 2,8
8 0,6 5 2,7
9 0,6 6 2,7
10 0,4 100 5 1 1 0,1 0,1
11 0,3 ppm
10 4 17 1 0,7 0,68 0,0 6 4 1 0,5 0,43
ppm 2 0,4 ppm 2 0,5
3 0,4 3 0,3
4 0,8 1,0 6 1 1 0,5 0,5
5 1 ppm
6 0,6 10 6 - - - -
7 0,8 ppm
8 0,8 100 6 4 0,2 0,275
9 0,8 ppm 0,2
10 0,8 0,5
11 1 0,2
12 1,2
13 0,7 Pembahasan
14 0,6
15 0,3 Pada praktikum ini kami melakukan percobaan
16 0,6 mengenai tentang pengaruh hormon IAA terhadap
17 0,2 pertumbuhan akar yang menggunakan alat berupa beaker
100 4 25 1 0,4 0,32 glass yang digunakan sebagai tempat media (larutan hara
ppm 2 0,3 dan hormon IAA) dan tanaman uji yaitu tumbuhan kacang
3 0,3 hijau berumur 5 hari, gelas ukur digunakan untuk
4 0,25 mengukur larutan hara dan aquades, penggaris atau
5 0,25 meteran digunakan untuk mengukur tanaman atau akar
6 0,2 tanaman jika mengalami proses pertumbuhan, pisau
7 0,2 digunakan untuk memotong bagian hipokotil dari tanaman
8 0,25 kacang hijau. Kemudian bahan yang digunakan adalah
9 0,2 tanaman kacang hijau sebagai tanaman uji pada praktikum
10 0,25 ini, IAA merupakan golongan atau jenis dari auksin yang
11 0,1 merupakan zat pengatur tumbuh yang dapat mempercepat
pertumbuhan akar dan mempengaruhi pertambahan
Anisa Putri Dianti., Pengaruh Hprmon IAA Terhadap Pertumbuan Akar Tumbuhan, UNEJ......... 5

panjang batang, pertumbuhan, diferensiasi dan hasil yang memiliki panjang akar 0,73 cm dan banyak akar
percabangan akar, perkembangan buah, dominansi apikal, mencapai 9. Kemudian untuk perlakuan 1 ppm, didapatkan
fototropisme dan geotropisme. IAA merupakan auksin hasil yang memiliki panjang akar 0,6 cm dengan jumlah
utama dalam tubuh tumbuhan yang disintesa dari asam mencapai 5. Kemudian untuk perlakuan 10 ppm
amino dengan bantuan enzim IAA-oksidase. Hasil sintesa didapatkan hasil yang memiliki panjang akar 0,275 cm dan
tersebut menghasilkan auksin dengan konsentrasi yang jumlah akar mencpai 4. Kemudian dengan perlakuan 100
lebih rendah, diantaranya IAN (Indolaseto nitril), TpyA ppm didapatkan hasil yang memiliki panjang akar 0,32 cm
(asam Indolpiruvat) dan IAAId (Indolasetatdehid). Pada dan jumlah akar mencapai 13.
fase reproduktif, hormon auksin lebih banyak ditemukan Kemudian pada kelompok 3, dengan perlakuan IAA 0,0
dalam serbuk sari, buah dan biji. Selain auksin alami, ppm didapatkan hasil yang memiliki panjang akar 0,22 cm
terdapat pula auksin sintesis. Larutan hara digunakan dan jumlah akar mencapai 5. Kemudaian untuk perlakuan
untuk memenuhi nutrisi pada tanaman kacang hijau yang 1 ppm didapatkan hasil yang memiliki panjang akar 0,36
diuji. cm dengan jumalah akan mencapai 11, pada perlakuan 10
Prosedur kerja pada praktikum ini yaitu, pertama ppm didapatkan hasil yang memiliki panjang akar 0,32 cm
menumbuhkan biji kacang hijau selama 1 minggu, dan jumlah akar mencapai 8. Untuk perlakuan 100 ppm
kemudian mengambil 16 tumbuhan kacang hijau, didapatkan hasil yang memiliki panjang akar 0,2 cm
memotong bagian hipokotilnya di dalam air. Pemotongan di dengan jumlah akar mencapai 19. Kemudaian pada
dalam air ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya udara kelompok 4 dengan perlakuan IAA 0,0 ppm didapatkan
didalam pebulu Xilem apabila terdapat udara pada pembulu hasil yang memiliki panjang akar 0,46 cm dengan jumlah
Xilem maka dapat mengganggu pengangkutan larutan akar mencapai 9. Untuk perlakuan dengan 1 ppm
hara. Hal ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan di didapatkan hasil yang memiliki panjang akar 0,53 cm
dalam tumbuhan tersebut. Apabila hal itu tidak dilakukan dengan jumlah akar mencapai 11, untuk perlakuan 10 ppm
maka ketersediaan air dan unsur hara di dalam tumbuhan didapatkan hasil yang memiliki panjang akar 0,68 cm dan
akan berkurang sehingga saat melakukan praktikum hasil jumlah akar mencapai 17. Sedangkan untuk perlakuan
yang didapat tidak valid. Kemudian merendamnya dalam dengan 100 ppm didapatkan hasil yang memiliki panjang
larutan IAA selama 2 jam konsentrasi IAA yang digunakan akar 0,32 cm dan jumlah akar mencapai 25.
adalah 0 ppm, 1 ppm, 10 ppm, 100 ppm. Setelah 2 jam Kemudian pada kelompok 5 dengan perlakuan IAA 0,0
memindahkan ke beaker glass (digantikan dengan botol ppm didapatkan hasil yang memiliki panjang akar 0,24 cm
plastik capcin) yang berisi larutan hara. Fungsi sedangkan untuk jumlah akar mencapai 5. Pada perlakuan
perendaman dalam unsur hara bertujuan untuk memberikan dengan menggunakan 1 ppm didapatkan hasil yang
nutrisi pada tanaman agar tanaman tidak mati dengan memiliki panjang akar 1,75 cm dan jumlah akar mencapai
pemberian unsur hara akan membuat nutrisi tanaman 6. Untuk perlakuan 10 ppm didapatkan hasil yang memiliki
tersebut akan tercukupi. Hal ini tumbuhan dapat hidup panjang akar 2,85 dan jumlah akar mencapai 6, sedangkan
tidak terlepas dari adanya nutrisi esensial yang dibutuhkan, pada 100 ppmdidapatkan hasil yang memiliki panjang akar
dimana nutrisi esensial tersebut didapatkan dari pemberian 0,1 cm dan jumlah akar mencapai 15. Kemudian pada
unsur hara. Lalu menyimpan pada tempat yang terang kelompok 6, dengan perlakuan 0,0 ppm didapatkan hasil
selama 1 minggu. Penyimpanan di tempat terang bertujuan yang memiliki panjang akar 0,43 cm serta jumlah akar
untuk tanaman bisa mendapatkan cahaya secara maksimal mencapai 3. Pada perlakuan 1 ppm didapatkan hasil yang
sehingga mampu melakukan fotosintesis sehingga tanaman memiliki panjang akar 0,5 cm dengan jumlah akar
dapat hidup. Berikutnya mengamati proses terbentuknya mencapai 1. Kemudian pada perlakuan 10 ppm tumbuhan
akar pada bagian hipokotil yang mendapat perlakuan IAA, telah mengalami kematian sehingga panjang akr yang di
selanjutnya menghitung jumlah dan panjang akar yang ada. dapatkan adalah 0 dan begitupun dengan jumlah akar.
Rancangan percoban yang digunakan adalah rancangan Untuk perlakuan 100 ppm didapatkan hasil yang memiliki
acak lengkap (RAL) dengan ulangan sesuai jumlah panjang akar 0,275 dan jumlah akar mencapai 4.
kelompok. RAL bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan Dari Kurva terlihat hasil terendah terdapat pada
dari akar dan jumlah akar pada perlakuan di tempat yang perlakuan dengan konsentrasi 0 ppm (kontrol), 1 ppm, lalu
sama yaitu tempat terang. Prosedur kerja yang mengalami kenaikan pada konsentrasi IAA 10 ppm,
terakhir adalah menganalisis data hasil pengamatan dengan Sedangkan pada konsentrasi IAA 100 ppm sangatlah tinggi
software SPSS. jika dibandingkan dengan konsentrasi yang lain. Dari
Hasil yang kami peroleh dari percobaan ini sesuai grafik tersebut, dapat diketahui bahwa hasil percobaan
dengan hasil pengamatan adalah pada kelompok 1 dengan sesuai dengan teori. Bahwa pada kondisi yang rendah IAA
perlakuan IAA 0,0 ppm didapatkan hasil yang memiliki mampu merangsang pemanjangan dari akar, sedangkan
akar paling panjang 0,41 cm dan dan memiliki akar pada kadar yang tinggi IAA bisa menghambat
sebanyak 6. Lalu untuk perlakuan menggunakan pemanjangan dari akar akar, namun dengan IAA yang
konsentrasi 1 ppm didapatkan hasil yang memiliki akar tinggi mampu merangsang peningkatkan jumlah akar
paling panjang 0,35 cm dan jumlah akar mencapai adalah lateral dan adventif [9].
9, untuk perlakuan 10 ppm didapatkan hasil yang memiliki Adanya pertumbuhan akar pada bagian hipokotil yang
akar paling panjang 0,68 cm dan jumlah akar mencapai 4. telah dipotong dikarenakan adanya kerja dari IAA terhadap
Untuk 100 ppm, didapatkan hasil yang memiliki panjang akar. Mekanisme kerja auksin di pengaruhi cahaya dan
akar 0,32 cm dan jumlah akar mencapai 25. Lalu pada Auksin akan sangat aktif jika dia tidak terkena cahaya. Hal
kelompok 2 dengan perlakuan IAA 0,0 ppm didapatkan ini menyebabkan adanya fototropisme pada tumbuhan.
Anisa Putri Dianti., Pengaruh Hprmon IAA Terhadap Pertumbuan Akar Tumbuhan, UNEJ......... 6

Fototropisme adalah peristiwa membengkoknya batang diberikan. Salah satu komposisi yang dapat diberikan yaitu
tanaman ke arah datangnya cahaya. Hal ini terjadi akibat auksin dan sitokinin. Auksin adalah zat tumbuh yang
dari adanya perbedaan rangsangan dari perpanjangan sel ditemukan pada ujung batang akar, dan pembentukan
akibat dari adanya penyebaran auksin yang tidak merata bunga yang berfungsi sebagai pengatur pembesaran sel dan
dan tidak diproduksinya auksin pada bagian yang terkena memicu pemanjangan sel di daerah belakang meristem
cahaya. Lalu pada bagian yang tidak terkena cahaya makan ujung. Sitokinin disintesis dari akar dan di transfer melalui
akan aktif memproduksi auksin sehingga terjadi pembuluh angkut ke daun. Pada daun tersebut sitokinin
penimbunan auksin disana. Penimbunan auksin pada sisi merangsang aktivitas pembelahan sel. Sitokinin merupakan
yang tidak terkena cahaya dapat membuat pemanjangan sel zat pengatur tumbuhan turunan adenine yang berfungsi
yang lebih pada sisi tersebut sehingga akan membuat untuk merangsang pembelahan sel dan diferensiasi mitosis
batang membengkok ke arah datangnya cahaya. Dalam [12].
mempengaruhi pemanjangan sel–sel akar tanaman
khususnya akar kerj auksin, yaitu auksin menginisiasi Kesimpulan dan Saran
pemanjangan sel dengan cara mempengaruhi pengendoran
/pelenturan dinding sel. Auksin akan memacu protein
tertentu yang ada di membran plasma sel Kesimpulan dari percobaan kali ini yaitu Pada beberapa
untuk memompa ion H+ ke dinding sel. Lalu Ion H+ ini konsentrasi IAA yang telah diberikan pada percobaan ini
mengaktifkan enzim tertentu sehingga memutuskan memiliki pengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan akar
beberapa ikatan silang hidrogen rantai molekul selulosa dan proses pembentukan akar tumbuhan. Bila pemberian
penyusun dinding sel. Sel tumbuhan auksin terlalu banyak mampu menghambat pemanjangan
kemudian memanjang akibat air yang masuk secara akar namun meningkatkan jumlah akar, sedangkan Jika
osmosis. Setelah pemanjangan ini, sel terus tumbuh pemberian IAA sedikit maka seharusnya pertumbuhan
dengan mensintesis kembali material dinding sel dan panjang akar akan semakin cepat dan jumlah akar sedikit.
sitoplasma. Auksin diproduksi oleh koleoptil ujung tunas. Tapi pada percobaan ini telah terjadi kegagalan jumlah IAA
Pengaruh auksin yang lain adalah dominasi apikal, yaitu yang banyak seharusnya akan menginisiasi perpanjangan
pertumbuhan ujung apikal dan penghambatan akartetapi pada percobaan ini konsentrasi IAA yang banyak
pertumbuhan tunas lateral. Auksin memiliki peranan yang malah mendapatkan hasil yang lebih rendah.
penting dalam inisiasi akar pada kultur in vitro. Auksin Saran untuk percobaan kali ini yaitu pada praktikum ini
berperan dalam memacu pembentukan akar lateral dari terdapat kegagalan yaitu tumbuhan banyak yang mati. Hal
kalus yang belum terdiferensiasi [10]. tersebut dikarenakan kesalahan praktikan yang tidak
Faktor yang menyebabkan terjadinya kesalahan yaitu mengontrol tumbuhan tersebut. Oleh karena itu,
ketika pemotongan akar dilakukan pemotongan hingga diharapkan bagi praktikan lebih serius dalam melakukan
tidak terdapat akar primernya atau terlalu sehingga akar- praktikum dan benar-benar merawat tumbuhan uji coba
akar sekundernya tidak ada dan menyebakan akar tidak dengan baik sehingga dapat meminimalisir kegagalan.
dapat tumbuh dan tumbuhan mati. Selain itu factor ainnya
adalah kurangnya pengontrolan dari tumbuhan. Daftar Pustaka
Pertumbuhan tanaman sangat berkaitan dengan kondisi
[1] Haryanti, S., & Budihastuti, R. (2015). Morfoanatomi,
lingkungannya. Beberapa factor lingkungan yang Berat Basah Kotiledon dan Ketebalan Daun Kecambah
mempengaruhi pertumbuhan tanaman antara lain intensitas Kacang Hijau (Phaseolus vulgaris L.) pada Naungan
cahaya, suhu, dan kelembapan. Oksigen sangat penting yang Berbeda. ANATOMI FISIOLOGI, 23(1), 47-56.
bagi pertumbuhan dan fungsi sel tanaman. Jika oksigen [2] Supartini, Yupi.2004.Konsep Dasar Keperawatan
tidak tersedia dalam media perakaran, tanaman berpotensi Anak.Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
mengalami hipoksia dan anoksia. Dalam jangka panjang [3] Lwin, Khin M., Moe M. Myint., Tar Tar., & Wai Z.
berpotensi menyebabkan kematian. Energy yang Moe A. 2012. Isolation Of Plant Hormone (Indole-3-
dibutuhkan untuk pertumbhan akar dan penyerapan ion Acetic Acid IAA) Producing Rhizobacteria and study
berasal dari respirasi yang membutuhkan oksigen. Tanpa On Their Effects On Maize Seedling. Engineering
oksigen yang mencukupi respirasi, penyerapan air dan ion Journal. 16 (5), 137-144.
berhenti dan akar tanaman mati. Kandungan oksigen yang [4] ,[8]Apriliani, A., Noli, Z. A., & Suwirmen, S. (2015).
ideal dalam larutan nurisi maupun media perakaran Pemberian Beberapa Jenis Dan Konsentrasi Auksin
mampu meningkatkan kinerja perakaran, khususnya Untuk Menginduksi Perakaran Pada Stek Pucuk Bayur
berkaitan dengan kecepatan penyerapan air dan hara (Pterospermum javanicum Jungh.) Dalam Upaya
mineral [11]. Perbanyakan Tanaman Revegetasi. Jurnal Biologi
Zat pengatur merupakan substansi organic yang secara Universitas Andalas, 4(3). 178-187.
alami diproduksi oleh tanaman, bekerja mempengaruhi [5] Patma, U. P. U., Agustina, L. A. P. P. L., Putri, P. P. L.
proses fisiologi tanaman dalam konsentrasi rendah. Zat A. P., & Siregar, L. A. M. (2013). Respon media tanam
dan pemberian auksin asam asetat naftalen pada
pengatur tumbuh dapat merangsang pertumbuhan stek
pembibitan aren (Arenga pinnata
(akar dan tunas). Zat pengatur tumbuh merupakan senyawa
Merr). AGROEKOTEKNOLOGI, 1(2).
organic non nutrisi yang apabila diberikan dalam jumlah [6] Shofiana, A. (2013). Pengaruh pemberian berbagai
yang sedikit sudah dapat mempengaruhi pertumbuhan konsentrasi hormon IBA (Indole Butyric Acid)
tanaman. Meski demikian setiap tanaman memiliki respon terhadap pertumbuhan akar pada stek batang tanaman
yang berbeda terhadap jenis dan komposisi ZPT yang
Anisa Putri Dianti., Pengaruh Hprmon IAA Terhadap Pertumbuan Akar Tumbuhan, UNEJ......... 7

buah naga (Hylocereus undatus). LenteraBio, 2(1),


101-105.
[7] , [9] Danapriatna, N. (2015). Faktor yang
Mempengaruhi Biosintesis IAA oleh
Azospirillum. Majalah Ilmiah SOLUSI, 1(02).
[10] Munarti., Surti K. 2014. Pengaruh Konsentrasi IAA
dan BAP Terhadap Pertumbuhan Stek Mikro Kentang
Secara In Vitro. Jurnal Pendidikan Biologi. Vol. 1(1):
1-8.
[11] Krisna, B., Putra, E. E. T. S., Rogomulyo, R., &
Kastono, D. 2017. Pengaruh Pengayaan Oksigen dan
Kalsium Terhadap Pertumbuhan Akar dan Hasil Selada
Keriting (Lactuca sativa L.) pada Hidroponik Rakit
Apung. Vegetalika. 6 (4): 14-27.
[12] Hidayati, R. I., & Subroto G. 2018. Pertumbuhan Bibit
kopi (Coffea sp.) Hasil Sambung Hipokotil Sebagai
Respon Pemberian Macam dan Konsentrasi Zat
Pengatur Tumbuh. Agritrop: Jurnal Ilmu-Imu
Pertanian (Journal of Agriculture Science). 16 (1):
149-163.