Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI DASAR

STRUKTUR DAN FUNGSI SEL SERTA JARINGAN

KELOMPOK 2

NADIA ALIMA FADHILLA 18304241032

ANISAH NUR AFIFAH 18304241033

AZIZAH NUR ISNAINI 18304241034

GILANG SINATA ERA YUDHA 18304241037

ELISA FEBY IFANI 18304244019

KELAS : PENDIDIKAN BIOLOGI C

JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2018
A. LATAR BELAKANG
Keanekaragaman flora dan fauna di dunia ini berjumlah sangat banyak. flora dan fauna
tersebut tentunya memiliki kemiripan satu sama lain. Walau terlihat mirip terkadang suatu
makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan bisa saja memiliki perbedaan. Khususnya pada
tumbuhan. Makhluk hidup ini terkadang jika hanya dilihat secara sekilas akan nampak sama,
namun apabila kita mencermati lebih jauh kita dapat menemukan perbedaan yang mencolok
dari tumbuhan yang mirip dengan tumbuhan itu.
Makhluk hidup yang menjadi objek untuk studi taksonomi tumbuhan adalah tumbuhan
yang mencakup tumbuhan yang sekarang masih hidup maupun tumbuhan dari masa lampau
yang sekarang tinggal sisa – sisanya saja. Kita perlu untuk melakukan pengelompokkan
terhadap tumbuhan karena untuk memudahkan manusia dalam mengenali tumbuhan yang dapat
dikonsumsi maupun yang tidak dapat dikonsumsi. Selain itu, pengelompokkan ini juga
bertujuan untuk melihat banyaknya macam tumbuhan di dunia ini.
Pengelompokkan untuk macam – macam tumbuhan disebut klasifikasi. Klasifikasi
bertujuan untuk menyederhanakan objek studi, pada hakekatnya tidak lain daripada mencari
keseragaman dalam keanekaragaman. Betapa pun besarnya keanekaragaman yang
diperlihatkan oleh suatu populasi, pastilah kita dapat menemukan kesamaan ciri – ciri atau sifat
– sifat tertentu. Kesamaan – kesamaan atau keanekaragaman itulah yang menjadi dasar dalam
mengadakan klasifikasi. Klasifikasi untuk tumbuhan memiliki beberapa metode, yaitu
taksonomi, kunci determinasi, dan dikotomi. Percobaan ini menggunakan metode klasifikasi
paling sederhana yaitu, dikotomi. Tujuannya untuk mengelompokkan tumbuhan yang dilihat
dari karateristik daunnya, serta agar dapat membentuk kunci determinasi dari hasil pengamatan
pada percobaan ini.

B. TUJUAN
1. Memahami prinsip atau dasar klasifikasi makhluk hidup
2. Mampu melakukan klasifikasi menggunakan dasar tertentu.

1
C. DASAR TEORI

Makhluk hidup yang ada di alam sangat beragam dan bervariasi. Untuk mempermudah
mengenal dan mempelajari keanekaragaman makhluk hidup yang ada di alam kita perlu
mengelompokkannya menjadi golongan-golongan yang dinamakan klasifikasi makhluk hidup
atau Taksonomi. Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan struktur dan fungsi
yang dimiliki.

Klasifikasi makhluk hidup memiliki serangkaian tahapan yaitu :

1. Pengamatan sifat makhluk hidup


Mengamati dan mengelompokkan berdasarkan tingkah laku, bentuk morfologi,
anatomi, dan fisiologi.
2. Pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada ciri yang diamati
Dasar pengelompokannya adalah ciri dann sifat atau persamaan dan perbedaan makhluk
hidup yang di amati.
3. Pemberian nama makhluk hidup

Sistem pemberian nama makhluk hidup yang sering dilakukan adalah dengan
menggunakan sistem tata nama ganda (Binominal nomenclature) yang di cetuskan oleh Carolus
Linnaeus (1707-1778) beliau menyandang gelar bapak taksonomi dalam bukunya Sistem
Natural menjelaskan sistem penamaan binomial nomenclature. Kata pertama menunjuk genus
dan kata kedua menunjuk spesies, contoh:

Rhizobium legumonossarium

Rhizobium merupakan penunjuk genus

Legumonossarium merupakan penunjuk spesies

Pemberian nama makhluk hidup ini dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Terdiri dari dua kata


2. Kata pertama diawali huruf besar, dan kata kedua semua huruf kecil
3. Jika huruf tegak di garis bawahi secara terpisah
4. Jika huruf miring (italic) tidak perlu digaris bawahi
5. Jika semua huruf besar, tidak perlu di garis bawahi

Para ahli sistematik atau taksonomi memutuskan untuk menetapkan ciri-ciri struktur
sebagai dasar untuk klasifikasi. Penggolongan pertama disebut “phylum” untuk hewan dan
2
“divisio” untuk tumbuhan. Penggolongan lebih lanjut menghasilkan tingkatan kelas, ordo,
familia, genus, spesies.

Untuk sistem klasifikasi kingdom menurut Robert H. Whittaker dibagi menjadi lima
kingdom utama, yaitu:

 Kingdom Monera
Monera adalah makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti atau yang disebut
organisme prokariot.
Contoh: bakteri dan alga biru
 Kingdom Protista
Protista adalah organisme eukariot pertama atau yang paling sederhana yang sudah
memiliki membran inti sel yang biasanya memiliki alat gerak berupa flagella atau sillia.
Contoh : amoeba dan paramecium
 Kingdom Fungi atau Jamur
Fungi atau jamur adalah kelompok makhluk hidup yang memperoleh makanan
dengan cara menguraikan bahan organik makhluk hidup yang sudah mati. Jamur tidak
berklorofil, berspora, tidak mempunyai batang, akar, dan daun, bersifat saprofit, serrta
memiliki hifa. Jamur dibagi menjadi 6 filum, yaitu Chytridiomycota, Zygomycota,
Endomycota, Glomeromycota, Ascomycota, Basidiomycota, dan Deuteromycota
 Kingdom Plantae
Plantae atau tumbuhan adalah organisme eukariotik yang dapat membuat
makanannya sendiri dengan cara fotosintesis. Kingdom ini dibagi menjadi 3 kelompok,
yaitu, lumut atau Bryophyta, paku-pakuan atau Pteridophyta, tumbuhan biji atau
Spermatophyta.
 Kingdom Animalia
Animalia adalah organisme bersel banyak, memiliki inti sel, tidak berkloroplast,
tidak memiliki dinding sel, makhluk heterotrof. Terdiri dari dua filum, yaitu
1. Chordata: Vertebrata (pisces, amfibi,reptil, aves, mamalia)
2. Achordata: Avertebrata (porifera, coelentrata, annelida, dll)

Contoh klasifikasi pada tumbuhan padi (Oryza sativa)

Divisio: Spermatophyta

Kelas: Monocotyl

3
Ordo: Gramineales

Famili: Gramineae

Genus: Oryza

Spesies: Sativa

Sistem klasifikasi dibagi menjadi 3 macam, yaitu:

1. Sistem Buatan (artifisial)


Dasar klasifikasinya menggunakan sifat sifat morfologi, terutama alat reproduksi,
berdasarkan habitat atau perawakan.
Contoh: tumbuhan perdu, tumbuhan semak
2. Sistem Alami
Dasar klasifikasinya menggunakan banyak sedikitnya persamaan, terutama persamaan
sifat morfologi.
Contoh:
Berkaki empat: kuda, gajah
Hewan bisa terbang : burung, kelelawar
Tumbuhan berbulir: padi, gandum
3. Sistem Filogenik
Dasar klasifikasinya menggunakan jauh dekatnya kekerabatan antar takson, klasifikasi
ini melihat perbedaan dan persamaan sifat morfologi dan anatominya, juga menjelaskan
mengapa organisme semuanya memiliki kesamaan tatanan molekul dan biokimia, tetapi
berbeda dalam bentuk dan fungsinya. Filogenetiknya merujuk pada hubungan
evolusioner sejak jenis nenek moyang hingga cabang-cabang keturunannya. Sistem ini
mendasari klasifikasi modern.
Contoh: orang utan lebih dekat kekerabatannya dengan monnyet daripada manusia hal
itu didasarkan pada tes biokimia setelah ilmu pengetahuan berkembang pesat, terutama
ilmu pengetahuan tentang kromosom, DNA, dan susunan protein organisme.

4
D. ALAT DAN BAHAN

Alat dan Bahan :

1. Alat Dokumentasi
2. Alat tulis

E. CARA KERJA
1. Mengumpulkan individu – individu dengan membawa masing - masing 1 organ daun
dari 15 spesies yang tersedia
2. Menempatkan seluruh organ daun di atas meja
3. Memisahkan organ yang telah didapat dengan mengolompokkan setiap organ daun
menjadi kelompok lebih kecil berdasarkan kesamaan ciri tertentu
4. Melakukan pemisahan dan pengelompokkan langkah demi langkah (dengan dasar
tertentu pada tiap langkah) dengan terus – menerus sampai tidak bisa dipisah atau
dibuat kelompok yang lebih kecil lagi

5
F. HASIL PENGAMATAN

6
7
8
G. PEMBAHASAN

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada tanggal 2 Oktober 2018 pukul 11.10-
12.50 WIB di Laboratorium Biologi Dasar Universitas Negeri Yogyakarta mengenai Dasar
Klasifikasi Makhluk Hidup didapatkan data pengelompokkan organ daun dengan metode
dikotomi sebagai berikut:

o Daun 1, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :


 Bentuk daun membulat
 Permukaan daun berbulu
 Toreh daun terbagi
o Daun 2, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
 Bentuk daun tidak membulat
 Tepi daun tidak bergerigi
 Daun tunggal
 Pertulangan daun tidak sejajar
 Ujung daun meruncing
 Warna permukaan atas daun tidak hijau
o Daun 3, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
 Bentuk daun tidak membulat
 Tepi daun tidak bergerigi
 Daun tunggal
 Pertulangan daun tidak sejajar
 Ujung daun tidak meruncing
 Daun memiliki corak
o Daun 4, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
 Bentuk daun tidak membulat
 Tepi daun bergerigi
 Bangun daun tidak sudip
o Daun 5, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
 Bentuk daun tidak membulat
 Tepi daun bergerigi
 Bangun daun sudip
o Daun 6, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
 Bentuk daun tidak membulat
9
 Tepi daun tidak bergerigi
 Daun tunggal
 Pertulangan daun tidak sejajar
 Ujung daun tidak meruncing
 Daun tidak memiliki corak
 Warna permukaan bawah daun tidak hijau
o Daun 7, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
 Bentuk daun tidak membulat
 Tepi daun tidak bergerigi
 Daun tunggal
 Pertulangan daun sejajar
 Daging daun tidak perkamen
o Daun 8, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
 Bentuk daun tidak membulat
 Tepi daun tidak bergerigi
 Daun tunggal
 Pertulangan daun sejajar
 Daging daun perkamen
o Daun 9, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
 Bentuk daun tidak membulat
 Tepi daun tidak bergerigi
 Daun tunggal
 Pertulangan daun tidak sejajar
 Ujung daun tidak meruncing
 Daun tidak memiliki corak
 Warna permukaan bawah daun tidak hijau
o Daun 10, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
 Bentuk daun tidak membulat
 Tepi daun tidak bergerigi
 Daun tunggal
 Pertulangan daun tidak sejajar
 Ujung daun meruncing
 Warna permukaan atas daun hijau

10
o Daun 11, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
 Bentuk daun membulat
 Permukaan daun tidak berbulu
o Daun 12, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
 Bentuk daun tidak membulat
 Tepi daun tidak bergerigi
 Daun majemuk
 Ujung ibu tangkai daun bebas
 Anak daun berpasangan
o Daun 13, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
 Bentuk daun tidak membulat
 Tepi daun tidak bergerigi
 Daun majemuk
 Ujung ibu tangkai daun bebas
 Anak daun tidak berpasangan
o Daun 14, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
 Bentuk daun tidak membulat
 Tepi daun tidak bergerigi
 Daun majemuk
 Ujung ibu tangkai daun tidak bebas
o Daun 15, memiliki ciri – ciri sebagai berikut :
 Bentuk daun membulat
 Permukaan daun berbulu
 Toreh daun tidak terbagi

11
H. KESIMPULAN
Dari pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa makhluk hidup
di dunia sangat beragam jenis nya, maka dari itu adanya proses klasifikasi mahluk hidup
berguna untuk mencari dan menemukan kesamaan ciri – ciri atau sifat – sifat tertentu dari
makhluk hidup.
Dalam percobaan ini, digunakan metode klasifikasi dikotomi untuk
mengelompokkan karateristik tumbuhan dari daunnya dan membentuk kunci determinasi
dari metode dikotomi tersebut

12
I. DAFTAR PUSTAKA
Curtis, Helena. 1983. Biology, Fourth Edition. USA : Worth Publisher, INC.
Ramlawati, dkk. 2017. “Sumber Belajar Penunjang PLPG 2017 Mata Pelajaran IPA BAB II
Klasifikasi Makhluk Hidup. Jakarta : Direktorat Jendral Guru dan Tenaga
Kependidikan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Sadikin, Soetrisno. 1985. Buku Materi Pokok 1 Biologi Sebagai Ilmu. Jakarta : Depdikbud
Soenarno, Tjokro. 2010. Mudah dan Cepat Menghafal Biologi. Yogyakarta : Pustaka
Book Publisher
Reece, Jane B., Urry, Lisa A.Cain, Michael L. 2011. Campbell Biology. USA : Pearson
Education
Starr, Cecie, Taggart, Ralph, Evers, Christine, Starr, Lisa. 2009. Biology : The Unity and
Diversity of Life. USA : Brooks/Cole, Cengage Learning
Sutrian, Yayan. 2011. Pengantar Anatomi Tumbuh – Tumbuhan Tentang Sel & Jaringan.
Jakarta : PT Rineka Cipta

13
J. LAMPIRAN

DAUN 1 DAUN 2 DAUN 3

DAUN 4 DAUN 5 DAUN 6

14
DAUN 7 DAUN 8 DAUN 9

DAUN 11 DAUN 12
DAUN 10

15
DAUN 13 DAUN 14

DAUN 15

16