Anda di halaman 1dari 8

METODE PENELITIAN EKSPERIMEN

Dasar Teori Efek Stroop

OLEH

DIAH CANTIKA ADIL NUR

17710342002

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2019
DASAR TEORI

A. Efek Stroop

Efek Stroop pertama kali dirumuskan oleh John Ridley Stroop pada tahun

1935. Dalam disertasinya, Stroop mengombinasikan warna dan kata,

menciptakan sebuah situasi yang bertentangan. Eksperimen yang dilakukan

Stroop mengenai atensi selektif yang dapat dipelajari lewat pemrosesan visual.

Efek yang diamati dalam tugas Stroop adalah memberikan gambaran yang jelas

mengenai kemampuan atensi selektif.

Dalam eksperimen ini, Stroop meminta subjek untuk menanggapi

rangsangan yang bervariasi dalam dua dimensi, salah satunya subjek harus

mengabaikan. Subjek diperlihatkan kata-kata berupa nama warna yang ditulis

dengan tinta berwarna yang berbeda. Tugasnya adalah membaca kata, disini

subjek mengabaikan warna tinta. Terbukti bahwa warna tinta tidak

mempengaruhi waktu membaca kata. Namun, ketika tugasnya adalah menamai

warna tinta, subjek tidak mampu menekan efek dari bentuk kata. Ketika terjadi

pertentangan antara kata dengan tinta warna, subjek secara konsisten lebih

lambat untuk merespon dibandingkan jika kata sesuai dengan warna tinta,

contohnya kata “merah” ditulis dengan tinta merah.

Cohen, Dunbar & McClelland (1989) menyatakan bahwa efek Stroop

menggambarkan aspek fundamental dari atensi. Penjelasan paling sederhana

untuk efek Stroop bahwa perbedaan yang relevan adalah kecepatan mengolah
antara menamai warna dan membaca kata. Subjek secara konsisten lebih cepat

dalam membaca kata-kata daripada menamai warna.

Terdapat pendekatan yang lebih umum dalam menjelaskan efek Stroop

yang telah mempertimbangkan peran atensi dalam pengolahan. Pendekatan ini

mengacu pada perbedaan antara proses otomatis dan proses terkontrol. Proses

otomatis cepat dan tidak memerlukan atensi. Sebaliknya, proses terkontrol

relatif lambat dan membutuhkan atensi.

Posner dan Snyder (1975) menerapkan perbedaan antara proses yang

terkontrol dan otomatis kedalam tugas Stroop, dengan membuat tiga asumsi

sebagai berikut :

1. Membaca kata sebagai proses otomatis

2. Menamai warna sebagai proses terkontrol

3. Hasil dari kedua proses bertentangan, salah satu dari dua proses akan

melambat.

B. Atensi

1. Pengertian Atensi

Reber (2010:43) menyatakan bahwa atensi mengacu pada kepada aspek-

aspek selesktif dari persfekstif yang berfungsi sedemikian rupa secara instan,

diarahkan oleh organisasi kepada ciri-cir tertentu lingkungan dengan

menyingkirkan (secara relatif) ciri-ciri lainnya. Walgito (2010:110)

mengemukakan bahwa atensi merupakan pemusatan atau konsentrasi dari

seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada suatu objek atau sekumpulan
objek. Individu fokus terhadap stimulus yang dianggap menarik atensi,

sehingga apa yang diperhatikan betul-betul disadari oleh individu, dan akan

betul-betul jelas bagi individu yang bersangkutan. Atensi dan kesadaran

memiliki korelasi yang positif, semakin diperhatikan suatu objek akan semakin

disadari obejk itu dan makin jelas bagi individu.

Matsumoto (2009:59) mendefinisikan atensi sebagai suatu fokus yang

memiliki kesadaran terbatas pada stimulus tertentu yang diintervensi secara

mendalam. Atensi telah menjadi fokus penelitian sejak tahun 1960 dan berbagai

model telah dihasilkan untuk fitur tertentu. Suryabrata (2012:14) menyatakan

bahwa atensi merupakan sedikit atau banyak kesadaran yang menyertai suatu

kegiatan.

2. Jenis-jenis Atensi

Berdasarkan atas penelitian-penelitian bahwa atensi ada bermacam-macam,

sesuai dari segi mana perhatian itu akan ditinjau. Walgito (2010:112) membagi

jenis-jenis atensi dari sebab muncul menjadi dua, yaitu :

1. Atensi spontan adalah suatu atensi yang muncul dengan sendiri ketika

melihat suatu hal yang menarik secara spontan, atensi ini erat hubungannya

dengan minat individu.

2. Atensi tidak spontan adalah perhatian yang ditimbulkan dengan sengaja,

karena itu harus ada kemauan untuk menimbulkannya.

Dilihat dari banyak objek yang mampu dicakup, Walgito (2010:112)

membedakan atensi menjadi empat bagian, yaitu:


1. Atensi sempit merupakan perhatian individu pada suatu waktu hanya dapat

memperhatikan sedikit objek.

2. Atensi luas merupakan atensi individu yang pada suatu waktu dapat

memperhatikan banyak objek sekaligus. Individu yang sedang berada pada

suatu tempat keramaian, maka akan cenderung memerhatikan setiap

individu yang ditemui pada tempat tersebut.

3. Atensi terpusat merupakan suatu keadaan individu yang pada satu waktu

hanya mampu memfokuskan atensi pada objek tertentu, seperti atensi

sempit yang tidak terlalu memerhatikan objek-objek lain yang ada disekitar.

4. Atensi terbagi-bagi merupakan suatu keadaan individu yang mampu

memerhatikan lebih dari satu objek dalam satu waktu, cenderung sama

dengan individu yang memiliki atensi luas.

Dilihat dari fluktuasi perhatian, Walgito (2010:113) membagi atensi

menjadi dua jenis, yaitu:

1. Atensi statis merupakan suatu keadaan indvidu yang mampu memerhatikan

suatu objek tertentu dengan statis pada waktu tertentu, sehingga memiliki

kecenderungan sukar memindahkan atensi dari satu objek ke objek lain.

2. Atensi dinamis merupakan suatu keadaan individu yang dengan mudah

dapat memindahkan atensi dari satu objek ke objek lainnya pada waktu

tertentu dan memfokuskan atensi dari objek yang satu ke objek yang lain.
3. Fungsi Atensi

Sternberg (2003:80) mengemukakan empat fungsi utama atensi :

1. Atensi terbagi merupakan keadaan individu yang berusaha mengerjakan

lebih dari satu pekerjaan tanpa memerhatikan objek yang menjadi pusat

perhatian dan menyesuaikan penempatan stimulus yang sesuai dengan

kebutuhan.

2. Kewaspadaan dan pendeteksian sinyal merupakan suatu keadaan individu

yang harus mewaspadai adanya sinyal yang mampu menarik atensi yang

dianggap berbahaya dari stimulus lain. Jika individu berada dalam suatu

lingkungan yang baru, maka segala anggota badan akan berada dalam

keadaan sigap dan waspada stimulus lain yang dianggap tidak sesuai dan

mencurigakan.

3. Penelusuran merupakan suatu keadaan individu yang sedang berada pada

situasi mencari stimulus khusus yang dianggap penting.

4. Atensi selektif merupakan keadaan individu memilih stimulus yang telah

tersedia secara selektif, mengabaikan segala hal yang tidak penting dan

memilih stimulus yang menarik atensi. Pemilihan stimulus tertentu dapat

membuat individu fokus pada stimulus yang dikhususkan saja. Matsumoto

(2009:463) menyatakan bahwa atensi fokus pada beberapa stimulus dan

bukan objek lain, sehingga pemusatan atensi akan lebih besar pada objek

tertentu.
4. Faktor-faktor

Ahmadi (2003:150) mengemukakan faktor-faktor yang memengaruhi

atensi, yaitu:

1. Pembawaan merupakan suatu keadaan individu yang memiliki sebuah

atensi pada suatu objek karena dipengaruhi oleh pembawaan tertentu.

2. Latihan dan kebiasaan merupakan suatu keadaan atensi timbul karena

adanya latihan yang dilakukan oleh individu, sehingga menjadi suatu

kebiasaan yang lakukan secara berulang-ulang.

3. Kebutuhan merupakan suatu keadaan individu yang memiliki kebutuhan

untuk mencapai suatu tujuan sehingga muncul keinginan untuk memenuhi

kebutuhan tersebut.

4. Kewajiban merupakan suatu keadaan individu yang merasa memiliki

kewajiban untuk bertanggung jawab pada kondisi tertentu.

5. Keadaan jasmani merupakan suatu keadaan proses persepsi dan atensi

individu yang dipengaruhi oleh kondisi fisik individu tersebut.

6. Suasana sekitar merupakan suatu keadaan individu yang dipengaruhi oleh

lingkungan sekitar saat melakukan persepsi maupun atensi.


Daftar Pustaka

Ahmadi, A. 2003. Psikologi umum. Jakarta: Rineka Cipta.

Kantowitz, B. H., Henry, L. R., & David, G. E. 2009. Experimental psychology (9th

ed.). Wadsworth: Cengage Learning.

Macleod, C. M. 1991. Half a Century of Research on the Stroop Effect: An Integrative

Review. Psychological Bulletin, Vol. 109, No. 2, 163-203

MacLoed, C. M. 2015. The Stroop Effect. Canada: Department of Psychology,

University of Waterloo.

Reber, A. S. & Reber, E. S. 2010. Kamus Psikologi. (Terjemahan oleh Yudi Santoso,

S.Fil). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sternberg, R. J. 2003. Cognitive psychology 3rd ed.. Wadsworth: Thomson Learning.

Suryabrata, S. 2012. Psikologi pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.

Ummi, N. (2017). EFEKTIVITAS ENCLOTHED COGNITION DALAM

MENINGKATKAN SELECTIVE ATTENTION SISWA JURUSAN KEPERAWATAN

SMKS KESEHATAN NUSANTARA KABUPATEN PINRANG (Doctoral

dissertation, Universitas Negeri Makassar).

Walgito, B. 2010. Pengantar psikologi umum. Yogyakarta: Andi.