Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH KEPERAWATAN KOMUNITAS I

“POSYANDU LANSIA”

Oleh :
Kelompok III (B12-A)

1. Dwi Febriana (193223055)


2. Gusti Ayu Istri Vikanamurti (193223057)
3. I.G.A. Anggreni (193223059)
4. I Made Widhi Arthayasa (193223069)
5. Komang Ariyani (193223075)
6. Ni Kadek Lisna Andarini (193223079)
7. Ni Komang Ayu Widyasari (193223082)

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


STIKES WIRA MEDIKA PPNI BALI
2019
KATA PENGANTAR

Om Swastyastu
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah
memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga kami mampu
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.Adapun makalah ini merupakan salah
satu tugas dari Keperawatan Komunitas I. Selain itu kami menyusun makalah ini untuk
menambah wawasan untuk memahami tentang Posyandu Lansia.
Dalam menyelesaikan penulisan makalah ini, kami mendapat banyak bantuan
dari berbagai pihak dan sumber.Karena itu kami sangat menghargai bantuan dari semua
pihak yang telah memberi kami bantuan dukungan juga semangat, buku-buku dan
beberapa sumber lainnya sehingga tugas ini bisa terwujud.Oleh karena itu, melalui
media ini kami sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya dan jauh
dari kesempurnaan karena keterbatasan kemampuan dan ilmu pengetahuan yang kami
miliki. Maka itu kami dari pihak penyusun sangat mengharapkan saran dan kritik yang
dapat memotivasi saya agar dapat lebih baik lagi dimasa yang akan datang.

Om Santih, Santih, Santih Om

Denpasar, 9 November 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .......................................................................................... i


DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................................ 1
1.2 Rumuan Masalah ............................................................................................. 3
1.3 Tujuan ............................................................................................................. 3
1.4 Manfaat ........................................................................................................... 4
BAB II TINJAUAN TEORI ................................................................................. 5
2.1 Pengertian posyandu lansia ............................................................................. 5
2.2Tujuan posyandu lansia .................................................................................... 6
2.3 Sasaran ............................................................................................................ 8
2.4 Pelaksanaan ..................................................................................................... 8
2.5 Kader ............................................................................................................... 9
2.6 KMS ................................................................................................................ 11
BAB III PENUTUP .............................................................................................. 13
3.1 Kesimpulan .................................................................................................... 13
3.2 Saran ................................................................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 14

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Lanjut Usia adalah suatu wadah pelayanan
kepada lanjut usia di masyarakat, yang proses pembentukan dan pelaksanaannya
dilakukan oleh masyarakat bersama lembaga swadaya masyarakat (LSM), lintas sektor
pemerintah dan non-pemerintah, swasta, organisasi sosial dan lain-lain, dengan menitik
beratkan pelayanan kesehatan pada upaya promotif dan preventif. Disamping
pelayanan kesehatan, di Posyandu Lanjut Usia juga dapat diberikan pelayanan sosial,
agama, pendidikan,ketrampilan, olah raga dan seni budaya serta pelayanan lain yang
dibutuhkan para lanjut usia dalam rangka meningkatkan kualitas hidup melalui
peningkatan kesehatan dan kesejahteraan mereka.Selain itu mereka dapat beraktifitas
dan mengembangkan potensi diri.
Kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu), selama ini lebih banyak dikenal
untuk melayani kesehatan ibu dan anak. Padahal dalam pelayanan kesehatan di
puskesmas, ada juga jenis program posyandu lansia, yang dikhususkan untuk melayani
para lanjut usia. Pemerintah telah merumuskan berbagai peraturan dan perundang-
undangan, yang diantaranya seperti tercantum dalam UU No.23 Tahun 1992 tentang
Kesehatan, dimana pada pasal 19 disebutkan bahwa kesehatan manusia usia lanjut
diarahkan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kemampuannya agar
tetap produktif, serta pemerintah membantu penyelenggaraan upaya kesehatan usia
lanjut untuk meningkatkan kualitas hidupnya secara optimal.
Masa lanjut usia adalah masa dimana individu dapat merasakan kesatuan,
integritas, dan refleksi dari kehidupannya. Jika tidak, ini akan menimbulkan
ketimpangan dan bahkan dapat mengakibatkan patologis, semacam penyakit kejiwaan
(Latifah, 2010). Jika ini terjadi maka keadaan masyarakat juga terganggu, dimana
lansia sebagai penguat transformator nilai dan norma berkurang, baik secara kualitas
dan kuantitas. Banyak contoh yang terjadi dimasyarakat kita, dimana lansia berlaku
yang kurang sopan atau bahkan kurang beradab sehingga secara tidak langsung akan

1
mengganggu ketentraman kehidupan bermasyarakat. Lansia di Indonesia, menurut
Depkomindo 2010, pada tahun 2008 berjumlah 23 juta orang, sedangkan lansia yang
terlantar mencapai 1,7 juta sampai 2 juta orang.
Seiring dengan semakin meningkatnya populasi lansia, pemerintah telah
merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan usia lanjut ditujukan untuk
meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia untuk mencapai masa tua
bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat sesuai dengan
keberadaannya. Kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu), selama ini lebih banyak
dikenal untuk melayani kesehatan ibu dan anak. Padahal dalam pelayanan kesehatan di
puskesmas, ada juga jenis program posyandu lansia, yang dikhususkan untuk melayani
para lanjut usia.Karena manula (manusia usia lanjut) juga memerlukan perhatian
khusus, mengingat perkembangan fisik dan mentalnya yang rentan dengan bermacam
masalah kesehatan. Sebagai wujud nyata pelayanan sosial dan kesehatan pada
kelompok usia lanjut ini, pemerintah telah mencanangkan pelayanan pada lansia
melalui beberapa jenjang.. Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk
masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang
digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.
Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui
pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program
Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan
organisasi sosial dalam penyelenggaraannya.
Kriteria keterlantaran yaitu, tidak/belum sekolah atau tidak tamat SD, makan
makanan pokok kurang dari 21 kali seminggu, makan lauk pauk berprotein tinggi
kurang dari 4 kali seminggu, memiliki pakaian kurang dari 4 pasang, tidak mempunyai
tempat tinggal tetap untuk tidur, bila sakit tidak diobati.Kartu Menuju Sehat (KMS)
adalah suatu alat untuk mencatat kondisi kesehatan pribadi lanjut usia baik fisik
maupun mental emosional. KMS digunakan untuk memantau dan menilai kemajuan
kesehatan lanjut usia yang dilaksanakan melalui kegiatan Posyandu Lanjut usia.
Dengan demikian, posyandu lansia sangat kita perlukan, dimana posyandu lansia ini

2
dapat membantu lansia sesuai dengan kebutuhannya dan pada lingkungan yang tepat,
sehingga para lansia tidak merasa lagi terabaikan didalam masyarakat.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimanakah Pengertian Posyandu Lansia?
2. Apa sajakah Tujuan Posyandu Lansia?
3. Bagaimanakah sasaran dalam posyandu lansia ?
4. Bagaimanakah Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan sistem 5 meja ?
5. Apakah pengertian kader, tugas dan pengorganisasiannya seperti apa?
6. Apakah pengertian KMS ?
7. Bagaimanakah tata cara pengisian KMS?

1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui Posyandu Lansia.
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Mampu mengidentifikasi pengertian posyandu lansia..
2. Mampu mengidentifikasi tujuan posyandu lansia.
3. Mampu mengidentifikasi sasaran posyandu lansia.
4. Mampu mengidentifikasi pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan
sistem 5 meja.
5. Mampu mengidentifikasi pengertian kader, tugas kader, dan
pengorganisasian dalam kader.
6. Mampu mengidentifikasi pengertian KMS.
7. Mampu mengetahui cara pengisian KMS.

3
1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Mahasiswa Keperawatan
Makalah ini bisa bermanfaat bagi mahasiswa keperawatan untuk menambah ilmu
pengetahuan tentang posyandu lansia dapat digunakan sebagai refrensi tambahan
untuk mengetahui kesehatan di Indonesia.

1.4.2 Bagi Institusi Pendidikan


Makalah ini dapat bermanfaat sebagai refrensi di Institusi Pendidikan dan sebagai
bahan bacaan tentang posyandu lansia.

4
BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1 Pengertian Posyandu Lansia

Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di
suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, dan digerakkan oleh masyarakat dimana
mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Posyandu lansia merupakan kebijakan
pemerintah untuk pengembangan pelayanan kesehatan bagi lansia yang
penyelenggaraannya melalui program puskesmas dengan melibatkan peran serta para
lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya
( Erfandi, 2008).
Posyandu merupakan wadah kegiatan berbasis masyarakat untuk bersama –
sama menghimpun seluruh kekuatan dan kemampuan masyarakat untuk
melaksanakan, memberikan serta memperoleh informasi dan pelayanan sesuai
kebutuhan dalam upaya peningkatan status gizi masyarakat secara umum (Henniwati,
2008 ).
Menurut Notoatmodjo (2007), Posyandu lansia merupakan wahana pelayanan
bagi kaum lansia, yang dilakukam dari, oleh dan untuk kaum usila yang menitik
beratkan pada pelayanan promotif dan preventif, tanpa mengabaikan upaya kuratif dan
rehabilitative. Sementara menurut Pedoman Pengelolaan Kesehatan di Kelompok Usia
Lanjut, Depkes RI (2003), pelayanan kesehatan di kelompok usia lanjut meliputi
pemeriksaan kesehatan fisik dan mental emosional. Kartu Menuju Sehat (KMS) usia
lanjut sebagai alat pencatat dan pemantau untuk mengetahui lebih awal penyakit yang
diderita (deteksi dini) atau ancaman masalah kesehatan yang dihadapi dan mencatat
perkembangannya dalam Buku Pedoman Pemeliharaan Kesehatan (BPPK) usia lanjut
atau catatan kondisi kesehatan yang lazim digunakan di Puskesmas.
Sementara menurut Pedoman Pelaksanaan Posyandu Lanjut Usia, Komisi
Nasional Lanjut Usia (2010) disebutkan bahwa Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)
Lanjut Usia adalah suatu wadah pelayanan kepada lanjut usia di masyarakat, yang
proses pembentukan dan pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat bersama lembaga

5
swadaya masyarakat (LSM), lintas sektor pemerintah dan non-pemerintah, swasta,
organisasi sosial dan lain-lain, dengan menitik beratkan pelayanan kesehatan pada
upaya promotif dan preventif. Disamping pelayanan kesehatan, di Posyandu Lanjut
Usia juga dapat diberikan pelayanan sosial, agama, pendidikan, ketrampilan, olah raga
dan seni budaya serta pelayanan lain yang dibutuhkan para lanjut usia dalam rangka
meningkatkan kualitas hidup melalui peningkatan kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Selain itu mereka dapat beraktifitas dan mengembangkan potensi diri.
Penurunan kondisi fisik lanjut usia berpengaruh pada kondisi psikis. Dengan
berubahnya penampilan, menurunnya fungsi panca indra menyebabkan lanjut usia
merasa rendah diri, mudah tersinggung dan merasa tidak berguna lagi. Masalah
ekonomi yang dialami orang lanjut usia adalah tentang pemenuhan kebutuhan hidup
sehari-hari seperti kebutuhan sandang, pangan, perumahan, kesehatan, rekreasi dan
sosial. Dengan kondisi fisik dan psikis yang menurun menyebabkan lansia kurang
mampu menghasilkan pekerjaan yang produktif.
Di sisi lain mereka dituntut untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan hidup
sehari-hari yang semakin meningkat dari sebelumnya, seperti kebutuhan akan makanan
bergizi seimbang, pemeriksaan kesehatan secara rutin, perawatan bagi yang menderita
penyakit ketuaan dan kebutuhan rekreasi. Didalam posyandu lansia ini, para lansia
dilayani dan diberi kemudahan dalam pemeriksaan kesehatan mereka. Mereka hanya
diminta datang tanpa dipungut biaya sama sekali, begitu juga dengan lansia yang sudah
tidak sanggup lagi untuk berjalan jauh akan diantar ke tempat pelayanan atau dapat
juga dilayani dirumah mereka.

2.2 Tujuan Posyandu Lansia


a. Tujuan Umum
Meningkatkan derajat kesehatan lansia untuk mencapai masa tua yg bahagia &
berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat ( Depkes RI, 2003 )
b. Tujuan khusus
1. Meningkatkan kesadaran lansia untuk membina sendiri kesehatannya

6
2. Meningkatkan kemampuan & peran serta masyarakat dalam menghayati
dan mengatasi masalah kesehatan lansia secara optimal
3. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia
4. Meningkatnya jenis dan mutu pelayan kesehatan lansia

Menurut Erfandi (2008), Tujuan Posyandu Lansia secara garis besar dalah
1. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia dimasyarakat, sehingga
terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia.
2. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta
dalam pelayanan kesehatan, disamping meningkatkan komunikasi antara
masyarakat usia lanjut.

Dengan begitu akan menurunnya angka kematian lansia pada usia 50– 65 tahun
Sedangkan inovasi yang akan dilakukan yaitu:
1. Sosialisasi posyandu lansia ke masyarakat dan pendekatan ke keluarga lansia
Adanya sosialisasi ini tentunya sangat mendukung dalam memberikan pengertian
ke masyarakat mengenai pentingnya pos pelayanan terpadu lansia ini. Serta
pendekatan dalam keluarga lansia juga berpengaruh agar keluarga juga
memberikan dukungan untuk lansia supaya mereka mengikuti kegiatan dalam
posyandu ini. Selain dukungan tentunya ada usaha dari si anak untuk mau
mengantarkan lansia ke tempat pelayanan. Terlebih lagi sekarang ini banyak sekali
anak–anak yang tidak memperhatikan keadaan orang tuanya (lansia), yang mereka
tau memberikan makan tempat dan pakaian untuk lansia itu sudah cukup tanpa
memberikan adanya pemeriksaan kesehatan dan kondisi psikis lansia.
2. Jemput lansia atau tangani ditempat Apabila jarak rumah dengan tempat posyandu
jauh dan tidak memungkinkan lansia untuk pergi sendiri serta tidak ada kerabat
yang mengantar, maka lansia tersebut akan dijemput oleh petugas pelayanan secara
gratis. Dengan begitu tidak ada lagi yang dikhawatirkan lansia bagaimana caranya
untuk ketempat posyandu. Sedangkan tangani ditempat maksudnya adalah petugas
mengadakan pelayanan posyandu di rumah lansia karena tidak mampunya si lansia

7
untk berjalan dalam artian si lansia itu sudah tidak mampu lagi untuk melakukan
kegiatan apa– apa. Jadi, petugas hanya memeriksa tekanan darah, hemoglobin,
kandungan putih telur, kandungan gula dalam air seni serta penyuluhan kesehatan.
3. Pelayanan terpadu tanpa pungutan Posyandu lansia didirikan dan digerakkan tanpa
memungut biaya dari para lansia karena telah ada anggaran dari pemerintah untuk
dana kesehatan masyarakat khususnya lansia. Dengan begitu posyandu lansia akan
dapat menjangkau semua lapisan masyarakat baik lapisan bawah sekalipun.
Pelayanan yang diberikan juga sama rata tidak membeda– bedakan, karena lansia
tergolong mudah tersinggung apabila merasa dia dibedakan oleh petugas dan itu
justru akan memperburuk keadaan emosional si lansia.
4. Tengok lansia Selain pemeriksaan khusus ditempat posyandu atau di puskesmas
setempat, juga terdapat program menengok kegiatan lansia dirumah– rumah
mereka. Petugas dating kerumah lansia, meneliti apa saja yang dilakukan oleh
lansia dan bagaimana cara keluarga mereka mamperlakukan mereka dirumah.
Untuk mempermudah petugas dalam memberikan tindak lanjut dari lansia tersebut.

2.3 SASARAN
Sasaran Posyandu Lansia
1. Sasaran langsung
Kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun), kelompok usia lanjut (60 tahun keatas),
kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke atas)
2. Sasaran tidak langsung
Keluarga dimana usia lanjut berada, organisasi sosial yang bergerak dalam
pembinaan usia lanjut, masyarakat luas

2.4 Pelaksanaan kegiatan dengan menggunakan sistem 5 meja yaitu:


1. Meja 1: Pendaftaran
Mendaftarkan lansia, kemudian kader mencatat lansia tersebut. Lansia yang sudah
terdaftar di buku register langsung menuju meja selanjutnya.

8
2. Meja 2: Kader melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan
darah
3. Meja 3: Pencatatan (Pengisian Kartu Menuju Sehat)
Kader melakukan pencatatan di KMS lansia meliputi : Indeks Massa Tubuh,
tekanan darah, berat badan, tinggi badan.
4. Meja 4: Penyuluhan
Penyuluhan kesehatan perorangan berdasarkan KMS dan pemberian makanan
tambahan.
5. Meja 5: Pelayanan medis
Pelayanan oleh tenaga professional yaitu petugas dari Puskesmas/kesehatan
meliputi kegiatan : pemeriksaan dan pengobatan ringan.

2.5 KADER LANSIA


1. Pengertian Kader Lansia
Kader adalah seorang tenaga sukarela yang direkrut dari, oleh dan untuk
masyarakat, yang bertugas membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Keberadaan
kader sering dikaitkan dengan pelayanan rutin di posyandu. Padahal ada beberapa
macam kader bisa dibentuk sesuai dengan keperluan menggerakkan partisipasi
masyarakat atau sasarannya dalam program pelayanan kesehatan.
Kader posyandu, menurut Departemen Kesehatan RI (2006) adalah seseorang
atau tim sebagai pelaksana posyandu yang berasal dari dan dipilih oleh masyarakat
setempat yang memenuhi ketentuan dan diberikan tugas serta tanggung jawab untuk
pelaksanakan, pemantauan, dan memfasilitasi kegiatan lainnya (Henniwati, 2008).

2. Tugas Kader Lansia


Secara umum tugas-tugas kader lansia adalah sebagai berikut :
a. Tugas-Tugas Kader
1) Tugas sebelum hari buka Posyandu (H - Posyandu) yaitu berupa tugas – tugas
persiapan oleh kader agar kegiatan pada hari buka Posyandu berjalan dengan
baik.

9
2) Tugas pada hari buka Posyandu (H Posyandu) yaitu berupa tugas-tugas untuk
melaksanakan pelayanan 5 meja.
3) Tugas sesudah hari buka posyandu (H + Posyandu) yaitu berupa tugas - tugas
setelah hari Posyandu.
b. Tugas-Tugas Kader Pada Pelaksanaan Posyandu Lansia
Tugas-tugas kader Posyandu pada H - atau pada saat persiapan hari Posyandu,
meliputi :
1) Menyiapkan alat dan bahan : timbangan, tensimeter, stetoskop, KMS, alat
peraga, obat-obatan yang dibutuhkan, bahan/materi penyuluhan dan lain-lain.
2) Mengundang dan menggerakkan masyarakat, yaitu memberi tahu para lansia
untuk datang ke Posyandu, serta melakukan pendekatan tokoh yang bisa
membantu memotivasi masyarakat (lansia) untuk datang ke Posyandu
3) Menghubungi kelompok kerja (Pokja) Posyandu yaitu menyampaikan rencana
kegiatan kepada kantor desa dan meminta memastikan apakah petugas sector
bisa hadir pada hari buka Posyandu.
4) Melaksanakan pembagian tugas : menentukan pembagian tugas diantara kader
Posyandu baik untuk persiapan untuk pelaksanaan
3. Organisasi Kader Lansia
1) Pemeriksaan kesehatan secara berkala : pendataan, screening, pmeriksaan
kesehatan (gizi, jiwa, lab), pengobatan sederhana, pemberian suplemen
vitamin, PMT
2) Peningkatan olahraga
3) Pengembangan ketrampilan :kesenian, bina usaha
4) Bimbingan pendalaman agama
5) Pengelolaan dana sehat
6) Pendanaan Kadar Lansia

10
4. Pendanaan Kader
Pendanaan bisa bersumber dari anggota kelompok Posbindu, berupa iuran atau
sumbangan anggota atau sumber lain seperti donatur atau sumber lain yang tidak
mengikat
2.6 KMS
Kartu menuju sehat (KMS) adalah suatu alat untuk mencatat kondisi kesehatan
pribadi usia lanjut baik fisik maupun mental emosional. Kegunaan KMS untuk
memantau dan menilai kemajuan Kesehatan Usia Lanjut yang dilaksanakan di
kelompok Usia Lanjut atau Puskesmas. KMS ini disimpan oleh lansia berserta keluarga
dan selalu dibawa pada setiap kunjungan ke Puskemas atau Posyandu Lansia. Jadi
secara sederhana KMS ialah berfungsi seperti rapor pada anak sekolahan, hanya saja
KMS diisi setiap bulan. Berikut ini akan dijabarkan mengenai kegunaan KMS Lansia,
antara lain :
1. Memantau dan menilai kemajuan kesehatan pada lansia. Kita bisa memantau
apakah para lansia semakin sehat atau justru semakin menurun kesehatannya.
Ketika kita tahu bahwa kesehatannya menurun, kita bisa seger mencari tahu apa
saja penyebabnya sehingga kita bisa menanggulanginya secara dini.
2. Menemukan secara cepat penyakit yang diderita pada lansia. Ketika penyakit cepat
kita ketahui, maka kita bisa segera menanggulanginya bahkan bisa mencegahnya
untuk menjadi semakin parah.
3. Sebagai bahan informasi bagi usia lanjut dan keluarganya dalam memlihara dan
meningkatkan kesehatannya. Kartu ini membuat kita bisa mengevaluasi bagaimana
pola hidup yang dijalani para lansia. Apakah mereka cukup sehat atau terjadi
kekurangan gizi. Hal ini tentu menjadi evaluasi para keluarga sebagai pemantau
para lansia.

Tata Cara pengisian KMS :


1. KMS berlaku 2 tahun, diisi oleh petugas kesehatan

11
2. Pada kunjungan pertama, diperiksa semua jenis tes yg tertera, sedangkan pada
kunjungan ulang cukup diperiksa sekali sebulan, kecuali untuk tes laboratorium
diperiksa setiap 3 bulan (Hb, Urine, Protein)
3. Isi identitas lansia. Tulis identitas lengkap lansia pemilik KMS yang terdapat pada
halaman luar bagian kanan. Coretlah data yang tidak sesuai. Lalu ukur tinggi dan
catat semua identitas sesuai tempat yang disediakan. Tanggal berkunjung. Isi
tanggal dan bulan pada kolom kunjungan pertama, dan seterusnya setiap bulannya.
Apabila lansia berhalangan hadir pada salah satu bulan, kosongkan kolom untuk
bulan tersebut dan isi di bulan berikutnya.

Kegiatan hidup sehari-hari. Isilah kolom ini sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.
Ada 3 kategori bagi lansia yaitu :
1. Mandiri (kategori C), keadaan ketika lansia sanggup melakukan kegiatan sehari-
hari tanpa bantuan dari keluarga sama sekali.
2. Ada gangguan (kategori B), keadaan lansia dimana ada gangguan dalam
melaksanakan kegiatan sehari-hari sehingga butuh bantuan.
3. Ketergantungan (kategori A), berisi ketika lansia sama sekali tidak mampu
melakukan kegiatan sehari-hari.

12
BAB III
PENUTUP

2.1 Kesimpulan
Posyandu lansia merupakan suatu fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di
desa-desa yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya bagi
warga yang sudah berusia lanjut. Posyandu lansia adalah wahana pelayanan bagi kaum
usia lanjut yg dilakukan dari, oleh, dan untuk kaum usia yg menitikberatkan pada
pelayanan promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitative.
Posyandu lansia merupakan upaya kesehatan lansia yg mencakup kegiatan yankes yg
bertujuan u/ mewujudkan masa tua yg bahagia dan berdayaguna. Penurunan kondisi
fisik lanjut usia berpengaruh pada kondisi psikis. Dengan berubahnya penampilan,
menurunnya fungsi panca indra menyebabkan lanjut usia merasa rendah diri, mudah
tersinggung dan merasa tidak berguna lagi. Masalah ekonomi yang dialami orang lanjut
usia adalah tentang pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari seperti kebutuhan
sandang, pangan, perumahan, kesehatan, rekreasi dan sosial. Kader posyandu, menurut
Departemen Kesehatan RI (2006) adalah seseorang atau tim sebagai pelaksana
posyandu yang berasal dari dan dipilih oleh masyarakat setempat yang memenuhi
ketentuan dan diberikan tugas serta tanggung jawab untuk pelaksanakan, pemantauan,
dan memfasilitasi kegiatan lainnya. Kartu menuju sehat (KMS) adalah suatu alat untuk
mencatat kondisi kesehatan pribadi usia lanjut baik fisik maupun mental emosional.
Kegunaan KMS untuk memantau dan menilai kemajuan Kesehatan Usia Lanjut.

3.2 Saran

Sebaiknya para pembaca menumbuhkan niat untuk lebih mencari tahu tentang
informasi mengenai “Posyandu Lansia ” tanpa mengacu pada satu referensi. Kami
berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran terhadap makalah penulis
yang masih banyak kekurangan dan perlu perbaikan.

13
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI. (2006) dalam Henniwati. 2008. Faktor-Faktor yang


Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan Posyandu Lanjut Usia di Wilayah Kerja
Puskesmas Kabupaten Aceh Timur [tesis]. Medan: Program Pasca Sarjana, Universitas
Sumatera Utara. USU e-Repository @2009.

Erfandi. 2008. Pengelolaan Posyandu Lansia. http:// puskesmas-oke.blogspot.com.

Henniwati. 2008. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan


Posyandu Lanjut Usia di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Aceh Timur [tesis].
Medan: Universitas Sumatera Utara. USU e-Repository @2009.

Latifah, Nurul. (2010). Urgensi Posyandu Lansia. http://bataviase.co.id

Subijanto, dkk. (2011). Pembinaan Posyandu Lansia Guna Pelayanan Kesehatan


Lansia. Surakarta : Fakulas Kedokeran Universitas Sebelas Maret.
http://posyandulansia.pdf.co.id.

Latifah, Nurul. (2010). Urgensi Posyandu Lansia.

Subijanto, dkk. (2011). Pembinaan Posyandu Lansia Guna Pelayanan Kesehatan


Lansia. Surakarta : Fakulas Kedokeran Universitas Sebelas Maret.

https://www.scribd.com/document/347562787/makalah-posyandu-lansia. Diakses
pada tgl 30 Oktober 2018

14