Anda di halaman 1dari 19

TUGAS KOMUNITAS I

KONSEP TEORI PUSKESMAS

OLEH :
NI KOMANG AYU WIDYASARI
(193223082)

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


STIKES WIRA MEDIKA BALI
2019
KATA PENGANTAR

Om Swastyastu,

Puji syukur saya panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul "Konsep Teori Puskesmas". Makalah
ini saya tulis berdasarkan beberapa sumber.
Dalam menyelesaikan penulisan makalah ini, saya mendapat banyak bantuan dari berbagai
pihak dan sumber. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada pihak lain yang telah
membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini masih ada beberapa hal yang belum sempurna dan masih
memiliki beberapa kekurangan, baik segi penulisan dan penyajian.Untuk itu, saya sangat
berterima kasih jika ada pendapat, saran, maupun kritik yang bertujuan untuk membangun
kesempurnaan makalah ini. Dan saya berharap agar makalah ini dapat bermanfaat dan mampu
digunakan sebagai suatu penunjang dalam proses pembelajaran.

Om Santhi, Santhi, Santhi Om

Denpasar, 3 November 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………………………………………………………………………………..i


Daftar Isi ………………………………………………………………………………..ii

BAB I Pendahuluan …………………………………………………………………………....1


A. Latar Belakang …………………………………………………………………………..1
B. Rumusan Masalah ……………………………………………………………………….2
C. Tujuan…………………………………………………………………………………….2
D. Manfaat…………………………………………………………………………………...2

BAB II Pembahasan ……………………………………………………………………….…3


A. Pengertian Puskesmas………………………………………………………………….…3
B. Tujuan Puskesmas………………………………………………………………………..3
C. Visi Puskesmas…………………………………………………………………………...4
D. Misi Puskesmas……………………………………………………………………….….4
E. Fungsi Puskesmas………………………………………………………………………..4
F. 6 Program Pokok Puskesmas ……………………………………………………………5
G. Sepuluh Kasus Terbanyak di Puskesmas………………………………………………...9
H. Sistem Alur Rujukan Kesehatan Puskesmas……………………………………………10
I. Penanganan Keluarga Miskin…………………………………………………………..11
J. Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)……………………….12
K. Public Health Nursing (PHN)………………………………….……………………….13

BAB III Penutup ………………………………………………………………………..…15


A. Kesimpulan …………………………………………………………………………….15
B. Saran……………………………………………………………………………………15

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………16

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masalah kesehatan merupakan salah satu faktor kualitas hidup yang
mencerminkan pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Peningkatan bidang
kesehatan sangat penting untuk diperhatikan karena bidang ini sangat erat
kaitannya dengan pembangunan, khususnya pembangunan yang menyangkut
sumber daya manusia. Tanpa adanya kondisi yang sehat maka kualitas sumber
daya manusia yang tinggi sulit untuk tercapai. Usaha-usaha meningkatkan
kesehatan penduduk Indonesia lebih banyak dikerahkan pada pelayanan
kesehatan yang merupakan penanganan orang sakit, atau lebih tepat disebut
sebagai pengobatan. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan
mutu pelayanan kesehatan yang dilaksanakan melalui peningkatan mutu
pelayanan rumah sakit, puskesmas, puskesmas pembantu dan lembaga pelayanan
kesehatan lainnya (Depkes RI, 1997)

Puskesmas merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang


berinteraksi langsung kepada masyarakat yang bersifat komprehensif dengan
kegiatannya terdiri dari upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif
(Depkes RI, 1997/1998)

Puskesmas berperan dalam pembangunan berwawasan kesehatan di


wilayahnya dengan tujuan untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki perilaku
sehat (kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat); mampu menjangkau
pelayanan kesehatan bermutu, hidup dalam lingkungan sehat; dan memiliki
derajat kesehatan yang optimal, baik individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat. Dalam melaksanakan fungsinya, puskesmas berkewajiban
melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan
kesehatan di wilayah kerjanya

Pembangunan kesehatan mempunyai visi “Indonesia sehat” diantaranya


dilaksanakan melalui pelayanan kesehatan oleh puskesmas dan rumah
sakit. Selama ini pemerintah telah membangun puskesmas dan jaringannya di

1
seluruh Indonesia rata-rata setiap kecamatan mempunyai 2 puskesmas, setiap 3
desa mempunyai 1 puskesmas pembantu. Puskesmas telah melaksanakan
kegiatan dengan hasil yang nyata, status kesehatan masyarakat makin meningkat,
ditandai dengan makin menurunnya angka kematian bayi, ibu, makin
meningkatnya status gizi masyarakat dan umur harapan hidup (Kepmenkes,
2004).

B. Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari Puskesmas?
2. Apakah tujuan, visi, misi, fungsi dan program Puskesmas?
3. Apa sajakah kasus penyakit terbanyak di puskesmas?
4. Bagaimana sistem alur rujukan kesehatan puskesmas?
5. Bagaimana penanganan keluarga miskin?
6. Bagaimana sistem pencatatan pada puskesmas?
7. Apakah Public Health Nursing itu?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian puskesmas
2. Untuk mengetahui tujuan, visi, misi, fungsi dan program Puskesmas
3. Untuk mengetahui kasus penyakit terbanyak di puskesmas
4. Untuk mengetahui sistem alur rujukan kesehatan puskesmas
5. Untuk mengetahui penanganan keluarga miskin
6. Untuk mengetahui sistem pencatatan pada puskesmas
7. Untuk mengetahui Public Health Nursing

D. Manfaat
Makalah ini disusun agar dapat menjadi bahan referensi bagi mahasiswa sehingga
dapat lebih memahami tentang ilmu pelayanan puskesmas

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Puskesmas
Puskesmas adalah suatu unit organisasi fungsional yang secara profesional
melakukan upaya pelayanan kesehatan pokok yang menggunakan peran serta
masyarakat secara aktif untuk dapat memberikan pelayanan secara menyeluruh
dan terpadu kepada masyarakat di suatu wilayah kerja tertentu. Menurut
Kepmenkes RI No.128/Menkes/SK/II/2004 Puskesmas adalah UPTD Kesehatan
Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan
kesehatan di suatu wilayah kerja.
Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) adalah suatu organisasi kesehatan
fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang
juga membina peran serta masyarakat di samping memberikan pelayanan secara
menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk
kegiatan pokok. Menurut Depkes RI (2004).
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota
yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah
kerja (Effendi, 2009).
Pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas merupakan pelayanan yang
menyeluruh yang meliputi pelayanan kuratif (pengobatan), preventif
(pencegahan), promotif (peningkatan kesehatan) dan rehabilitatif (pemulihan
kesehatan). Pelayanan tersebut ditujukan kepada semua penduduk dengan tidak
membedakan jenis kelamin dan golongan umur, sejak dari pembuahan dalam
kandungan sampai tutup usia (Effendi, 2009).

B. Tujuan Puskesmas
Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas
adalah mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional, yakni
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi orang yang
bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas agar terwujud derajat kesehatan
yang setinggi-tingginya (Trihono, 2005).

3
C. Visi Puskesmas
Visi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas adalah
tercapainya Kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia sehat.
Kecamatan sehat adalah gambaran masyarakat yang hidup dalam lingkungan
dan perilaku sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan
yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya. Indikator kecamatan sehat meliputi:
1. Lingkungan sehat
2. Perilaku sehat
3. Cakupan pelayanan kesehatan yang bermutu.
4. Derajat kesehatan penduduk kecamatan

D. Misi Puskesmas
Adapun misi dari puskesmas adalah:
1. Menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya
2. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di
wilayah kerjanya
3. Memelihara dan meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan
pelayanan kesehatan yang diselenggarakan
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan
masyarakat beserta lingkungannya

E. Fungsi Puskesmas
Menurut Trihono (2005) ada 3 (tiga) fungsi puskesmas yaitu:
1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau
penyelenggaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan
dunia usaha di wilayah kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung
pembangunan kesehatan. Khusus untuk pembangunan kesehatan, upaya yang
dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan
pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan
pemulihan kesehatan.

4
2. Pusat pemberdayaan masyarakat
Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka
masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki
kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat
untuk hidup sehat, berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan
kesehatan termasuk sumber pembiayaannya, serta ikut menetapkan,
menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan.
3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama
Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan
tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.
Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggungjawab
puskesmas meliputi :
a. Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi (privat
goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan
kesehatan perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharan kesehatan dan
pencegahan penyakit.
b. Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat publik (public
goods) dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan
pemulihan kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat disebut antara lain
adalah promosi kesehatan,pemberantasan penyakit, penyehatan lingkungan,
perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga, keluarga berencana,
kesehatan jiwa masyarakat serta berbagai program kesehatan masyarakat
lainnya.
F. 6 Program Pokok Puskesmas
1. Promosi Kesehatan
a. Pengertian
Penyuluhan kesehatan masyarakat adalah upaya untuk memberikan
pengalaman belajar atau menciptakan kondisi bagi perorangan, kelompok dan
masyarakat, dalam berbagai tatanan, dengan membuka jalur komunikasi,
menyediakan informasi, dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap dan perilaku, dengan melakukan advokasi,pembinaan suasana
dan gerakan pemberdayaan masyarakat untuk mengenali, menjaga/memelihara,
meningkatkan dan melindungi kesehatannya.
5
b. Tujuan
Tercapainya perubahan prilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam
membina dan memelihara prilaku sehat, serta berperan aktif dalam upaya
mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.
c. Sasaran
- Pelaksanaan posyandu dan pembinaan kader
- Penyuluhan Kesehatan individu dan kelompok
Contoh: penyuluhan PHBS, vitamin A, narkoba, P2M, HIV, malaria, diare,
penggunaan Jamkesmas

2. Kesehatan Lingkungan
a. Pengertian
Bahaya potensial terhadap kesehatan yang diakibatkan oleh lingkungan dapat
bersifat fisik, kimia maupun biologi. Sejalan dengan kebijaksanaan’Paradigma
Sehat’ yang mengutamakan upaya-upaya yang bersifat promotif, preventif dan
protektif. Maka upaya kesehatan lingkungan sangat penting.
b. Tujuan
Kegiatan peningkatan kesehatan lingkungan bertujuan terwujudnya kualitas
lingkungan yang lebih sehat agar dapat melindungi masyarakat dari segala
kemungkinan resiko kejadianyang dapat menimbulkan gangguan dan bahaya
kesehatan menuju derajat kesehatan keluarga dan masyarakat yang lebih baik.
c. Kegiatan
Kegiatan-kegiatan utama kesehatan lingkungan yang harus dilakukan
Puskesmas meliputi:
1. Penyehatan air
2. Penyehatan makanan dan minuman
3. Pengawasan pembuangan kotoran mannusia
4. Pengawasan dan pembuangan sampah dan limbah
5. Penyehatan pemukiman
6. Pengawasan sanitasi tempat umum
7. Pengamanan polusi industri
8. Pengamanan pestisida
9. Klinik sanitasi
6
3. Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular
Pengertian
a. Penyakit Menular
Adalah penyakit yang disebabkan oleh agent infeksi atau toksinnya, yang
beraasal dari sumber penularan atau reservoir, yang ditularkan/ ditansmisikan
kepada pejamu (host) yang rentan.
Cara Penularan Penyakit Menular
Dikenal beberapa cara penularan penyakit menular yaitu:
1. Penularan secara kontak
2. Penularan melalui vehicle seperti melalui makanan dan minuman yang tercemar
3. Penularan melalui vektor
4. Penularan melalui suntikan, transfusi, tindik dan tato.
Surveilans Evidemiologi Penyakit Menular adalah suatu kegiatan
pengumpulan data/informasi melalui pengamatan terhadap kesakitan/kematian
dan penyebarannya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya secara sistematik,
terus menerus dengan tujuan untuk perencanaan suatu program, mengevaluasi
hasil program, dan sistem kewaspadaan dini.
b. Program Pemberantasan Penyakit Menular
1. Program imunisasi
2. Program TB paru dengan kegiatan penemuan penderita TBC
3. Program malaria dengan angka insiden malaria (AMI)
4. Program ISPA dengan frekuensi penemuan dan penaggulangan pneumonia
5. Program diare meliputi frekuensi penanggulangan diare
6. Program rabies
7. Program Surveilans
8. Pemberantasan P2B2 demam berdarah
4. Kesehatan Keluarga dan Reproduksi
a. Pengertian
Kesehatan Keluarga adalah wujud keluarga sehat, kecil bahagia dan sejahtra dari
suami istri, anak dan anggota keluarga lainnya (UU RI no 23 th 1992)
Kesehatan Reproduksi adalah kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang utuh bukan
hanya bebas dari penyakit dan kecacatan, dalam segala aspek yang berhubungan
dengan sistem reproduksi, fungsi serta prosesnya.(WHO)
7
b. Tujuan
Meningkatkan kesadaran kemandirian wanita dan keluarganya dalam mengatur
biologik keluarga termasuk fungsi reproduksinya serta berperan serta aktif dalam
mencegah dan menyelesaikan masalah kesehatan keluarga serta meningkatkan
kualitas hidup keluarga
Kegiatan pelayanan reproduksi adalah:
1. Kesehatan Ibu Dan Anak
2. Kesehatan Anak Usia Sekolah
3. Kesehatan Remaja, termasuk pencegahan serta penanganan PMS (Penyakit
Menular akibat Hubungan Seks, HIV/AIDS)
4. Keluarga Berencana
5. Kesehatan Usia Lanjut (Program Pengembangan Puskesmas)
c. Indikator keberhasilan
Indikator keberhasilan program di wilayah kerja dinilai dari:
1. Angka Kematian Bayi
2. Angka Kematian Ibu
3. Prosentase Ibu Hamil Yang Mempunyai Berat Badan Dan Tinggi Yang Normal
4. Prosentase Ibu Hamil Dengan Anemia
5. Prosentase Balita Dengan Berat Badan Dan Tinggi Sesuai Umur

5.Perbaikan Gizi masyarakat


a. Pengertian
Adalah kegiatan untuk mengupayakan peningkatan status gizi masyarakat dengan
pengelolaan terkoordinasi dari berbagai profesi kesehatan serta dukungan peran
serta aktif masyarakat
b. Program
Upaya Perbaikan Gizi Puskesmas meliputi:
1. Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK)
2. Upaya Perbaikan Gizi Institusi (UPGI)
3. Upaya Penanggulangan Kelainan Gizi Yang Terdiri Dari:
a) Pencegahan Dan Penanggulangan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium
(GAKY)
b) Pencegahan Dan Penanggulangan Anemia Besi (AGB)

8
c) Pencegahan Dan Penanggulangan Kurang Kalori Energi Protein (KEP) Dan
Kurang Energi Kronis (KEK)
d) Pencegahan Dan Penaggulangan Kekurangan Vitamin A (KVA)
e) Pencegahan Dan Penaggulangan Masalah Kekurangan Gizi Mikro Lain
f) Pencegahan Dan Penaggulangan Masalah Gizi Lebih
4. Sistem Kewaspadaan Pangan Dan Gizi (SKPG)
c. Sasaran
Sasaran upaya perbaikan gizi adalah kelompok-kelompok yang beresiko
menderita kelainangizi antara lain:
1. Bayi, anak balita, anak pra sekolah dan anak usia sekolah
2. Wanita Usia Subur (WUS) termasuk calon pengantin (cantin), ibu hamil, ibu
nifas
3. Menyusui, dan usia lanjut (usila)
4. Semua penduduk rawan gizi (endemik)
5. Semua anak dan dewasa mempunyai masalah gizi
6. Pekerja penghasilan rendah.
6. Penyembuhan Penyakit dan Pelayanan Kesehatan
a. Pelayanan Medik Rawat Jalan
b. Pelayanan Kedaruratan Medik
c. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut

G. Sepuluh Kasus Terbanyak di Puskesmas


Berdasarkan laporan tahunan Dinas Kesehatan Kota Denpasar tahun 2018
1. Acute Nasopharyngitis (Common Cold)
2. Acute Pharingitis
3. Essential Primary Hipertension
4. Necrosis of pulp
5. Fever
6. Headache
7. Dyspepsia
8. Other arthritis
9. Non insulin dependent diabetes mellitus
10. Caries of dentist

9
H. Sistem Alur Rujukan Kesehatan Puskesmas
Azas rujukan digunakan sebagai sarana pelayanan kesehatan tingkat pertama,
kemampuan yang dimiliki oleh puskesmas terbatas. Padahal puskesmas berhadapan
langsung dengan masyarakat dengan berbagai permasalahan kesehatannya. Untuk
membantu puskesmas menyelesaikan berbagai masalah kesehatan tersebut dan juga
untuk meningkatkan efisiensi, maka penyelenggaraan setiap upaya puskesmas (wajib,
pengembangan dan inovasi) harus ditopang oleh azas rujukan (Trihono, 2005).
Rujukan adalah pelimpahan wewenang dan tanggung jawab atas kasus atau masalah
kesehatan yang diselenggarakan secara timbal balik, baik secara vertikal dalam arti
dari satu strata sarana pelayanan kesehatan ke strata sarana pelayanan kesehatan
lainnya, maupun secara horizontal dalam arti antar sarana pelayanan kesehatan yang
sama (Trihono, 2005).
Sesuai dengan jenis upaya kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas ada
dua macam rujukan yang dikenal yakni:
a.Rujukan Upaya Kesehatan Perorangan
Cakupan rujukan pelayanan kesehatan perorangan adalah kasus penyakit. Apabila
suatu Puskesmas tidak mampu menanggulangi satu kasus penyakit tertentu, maka
Puskesmas tersebut wajib merujuknya ke sarana pelayanan kesehatan yang lebih
mampu (baik horizontal maupun vertikal). Sebaliknya pasien pasca rawat inap yang
hanya memerlukan rawat jalan sederhana, dirujuk ke Puskesmas.
Rujukan upaya kesehatan perorangan dibedakan atas tiga macam :
1) Rujukan kasus untuk keperluan diagnostik, pengobatan, tindakan medik
(misal operasi) dan lain-lain.
2) Rujukan bahan pemeriksaan (spesimen) untuk pemeriksaan laboratorium
yang lebih lengkap.
3) Rujukan ilmu pengetahuan antara lain mendatangkan tenaga yang lebih
kompeten untuk melakukan bimbingan tenaga Puskesmas dan atau pun
menyelenggarakan pelayanan medik di Puskesmas.

b.Rujukan Upaya Kesehatan Masyarakat


Cakupan rujukan pelayanan kesehatan masyarakat adalah masalah kesehatan
masyarakat, misalnya kejadian luar biasa, pencemaran lingkungan, dan bencana.
10
Rujukan pelayanan kesehatan masyarakat juga dilakukan apabila satu Puskesmas
tidak mampu menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat wajib dan
pengembangan, padahal upaya kesehatan masyarakat tersebut telah menjadi
kebutuhan masyarakat. Apabila suatu Puskesmas tidak mampu menanggulangi
masalah kesehatan masyarakat dan atau tidak mampu menyelenggarakan upaya
kesehatan masyarakat, maka Puskesmas wajib merujuknya ke dinas kesehatan
kabupaten/ kota.
Rujukan upaya kesehatan masyarakat dibedakan atas tiga macam :
1) Rujukan sarana dan logistik, antara lain peminjaman peralatan fogging,
peminjaman alat laboratorium kesehatan, peminjaman alat audio visual, bantuan
obat, vaksin, bahan-bahan habis pakai dan bahan makanan.
2) Rujukan tenaga, antara lain dukungan tenaga ahli untuk penyidikan kejadian
luar biasa, bantuan penyelesaian masalah hukum kesehatan, penanggulangan
gangguan kesehatan karena bencana alam.
3) Rujukan operasional, yakni menyerahkan sepenuhnya kewenangan .dan
tanggungjawab penyelesaian masalah kesehatan masyarakat dan atau
penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat (antara lain Usaha Kesehatan
Sekolah, Usaha Kesehatan Kerja, Usaha Kesehatan Jiwa, pemeriksaan contoh air
bersih) kepada Dinas kesehatan kabupaten/kota. Rujukan operasional
diselenggarakan apabila Puskesmas tidak mampu.

I. Penanganan Keluarga Miskin


Jamkesmas ( akronim dari Jaminan Kesehatan Masyarakat ) adalah sebuah
program jaminan kesehatan untuk warga Indonesia yang memberikan
perlindungan sosial dibidang kesehatan untuk menjamin masyarakat miskin dan
tidak mampu yang iurannya dibayar oleh pemerintah agar kebutuhan dasar
kesehatannya yang layak dapat terpenuhi.Program ini dijalankan
oleh Departemen Kesehatan sejak 2008. Program Jaminan Kesehatan Masyarakat
(Jamkesmas) diselenggarakan berdasarkan konsep asuransi sosial. Program ini
diselenggarakan secara nasional dengan tujuan untuk: mewujudkan portabilitas
pelayanan sehingga pelayanan rujukan tertinggi yang disediakan Jamkesmas
dapat diakses oleh seluruh peserta dari berbagai wilayah. Dan agar terjadi subsidi
silang dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi
masyarakat miskin
11
J. Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP)
Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) merupakan kegiatan
dan pelaporan puskesmas secara menyeluruh dengan konsep wilayah kerja
puskesmas, dengan tujuan agar semua data dari hasil kegiatan puskesmas dapat di
catat serta di laporkan ke jenjang di atasnya sesuai kebutuhan secara benar, berkala,
dan teratur guna menunjang pengelolalaan upaya kesehatan masyarakat.
Pelaporan terpadu Puskesmas menggunakan tahun kalender yaitu dari bulan
Januari sampai dengan Desember dalam tahun yang sama. Adapun formulir Laporan
yang digunakan untuk kegiatan SP2TP adalah: 1) Laporan bulanan, yang mencakup:
Data Kesakitan (LB.1), Data Obat-Obatan (LB.2), Gizi, KIA, Imunisasi dan
Pengamatan Penyakit menular (LB.3) serta Data Kegiatan Puskesmas (LB.4); 2)
laporan Sentinel, yang mencakup: Laporan Bulanan Sentinel (LB1S) dan, Laporan
Bulanan Sentinel (LB2S); 3) Laporan Tahunan, yang mencakup: Data dasar
Puskesmas (LT-1), Data Kepegawaian (LT-2) dan, Data Peralatan (LT-3). Laporan
Bulanan (LB) dilakukan setiap bulan dan baling lambat tanggal 10 bulan berikutnya
dikirim ke Dinas Kesehatan Dati II. Laporan bulanan sentinel LB1S dan LB2S setiap
tanggal 10 bulan berikutnya dikirim ke Dinas Kesehatan Dati II, Dati I dan Pusat
(untuk LB1S ke Ditjen PPM dan LB2S ke Ditjen Binkesmas), sedangkan Laporan
Tahunan (LT) dikirim selambat-lambatnya tanggal 31 januari tahun berikutnya.
Khusus untuk laporan LT-2 (data Kepegawaian) hanya di isi bagi pegawai yang
baru/belum mengisi formulir data Kepegawaian (Ahmad, 2005).
Ada juga jenis laporan lain seperti laporan triwulan, laporan semester dan laporan
tahunan yang mencakup data kegiatan progam yang sifatnya lebih komprehensif
disertai penjelasan secara naratif. Yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkan
semua jenis data yang telah dibuat dalam laporan sebagai masukan atau input untuk
menyusun perencanaan puskesmas ( micro planning) dan lokakarya mini puskesmas
(LKMP). Analisis data hasil kegiatan progam puskesmas akan diolah dengan
menggunakan statistic sederhana dan distribusi masalah dianalisis menggunakan
pendekatan epidemiologis deskriptif. Data tersebut akan disusun dalam bentuk table
dan grafik informasi kesehatan dan digunakan sebagai masukkan untuk perencanaan
pengembangan progam puskesmas. Data yang digunakan dapat bersumber dari

12
pencatatan masing-masing kegiatan progam kemudian data dari pimpinan puskesmas
yang merupakan hasil supervisi lapangan (Tiara, 2011).
Dinas kesehatan kabupaten/kota mengolah kembali laporan puskesmas dan
mengirimkan umpan baliknya ke Dinkes Provinsi dan Depkes Pusat. Feed back
terhadap laporan puskesmas harus dikirimkan kembali secara rutin ke puskesmas
untuk dapat dijadikan evaluasi keberhasilan program. Sejak otonomi daerah mulai
dilaksanakan, puskesmas tidak wajib lagi mengirimkan laporan ke Depkes Pusat.
Dinkes kabupaten/kotalah yang mempunyai kewajiban menyampaikan laporan
rutinnya ke Depkes Pusat (Muninjaya, 2004).

K. Public Health Nursing (PHN)


Perawatan kesehatan masyarakat adalah praktek mempromosikan dan
melindungi kesehatan masyarakat menggunakan pengetahuan dari keperawatan,
sosial, dan ilmu kesehatan masyarakat.
Perawatan kesehatan masyarakat adalah proses yang sistematis dimana
kesehatan dan perawatan kesehatan kebutuhan populasi dinilai untuk
mengidentifikasi sub-populasi, keluarga dan individu yang akan mendapat manfaat
dari promosi kesehatan atau yang berisiko penyakit, cedera, cacat atau kematian
dini.
Sebuah rencana untuk intervensi dikembangkan dengan masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan yang teridentifikasi yang memperhitungkan sumber daya yang
tersedia, berbagai kegiatan yang berkontribusi terhadap kesehatan dan pencegahan
cedera penyakit, cacat, dan kematian dini. rencana tersebut dilaksanakan secara
efektif, efisien dan adil.
Evaluasi dilakukan untuk menentukan sejauh mana intervensi berdampak pada
status kesehatan individu dan populasi. Hasil dari proses yang digunakan untuk
memengaruhi dan mengarahkan pengiriman saat perawatan, penyebaran sumber
daya kesehatan, dan pengembangan lokal, regional, negara, dan kebijakan kesehatan
nasional dan penelitian untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit.
proses yang sistematis ini didasarkan pada dan konsisten dengan:

1. Kekuatan masyarakat, kebutuhan dan harapan

2. Pengetahuan ilmiah saat ini

3. Sumber daya yang tersedia

13
4. Kriteria diterima dan standar praktik keperawatan

5. Tujuan lembaga, filosofi dan tujuan

6. Partisipasi, kerjasama, dan pemahaman dari populasi.

Layanan dan organisasi lainnya dalam masyarakat dianggap, dan perencanaan


dikoordinasikan untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya secara efektif
dan meningkatkan hasil.

Fokus utama keperawatan kesehatan masyarakat adalah untuk meningkatkan


kesehatan dan mencegah penyakit untuk seluruh kelompok penduduk. Ini mungkin
termasuk membantu dan memberikan pelayanan kepada anggota individu dari
populasi. Ini juga mencakup identifikasi individu yang mungkin tidak meminta
perawatan tetapi yang memiliki masalah kesehatan yang menempatkan diri dan
orang lain dalam masyarakat yang beresiko, seperti orang-orang dengan penyakit
menular. Fokus keperawatan kesehatan masyarakat tidak pada penyediaan
perawatan langsung kepada individu dalam pengaturan masyarakat. Perawat
kesehatan masyarakat mendukung penyediaan perawatan langsung melalui proses
evaluasi dan penilaian kebutuhan individu dalam konteks kelompok populasi
mereka. Perawat kesehatan masyarakat bekerja sama dengan penyedia lain dari
perawatan untuk merencanakan, mengembangkan, dan sistem pendukung dan
program di masyarakat untuk mencegah masalah dan memberikan akses ke
perawatan.

BAB III
PENUTUP

14
A. Kesimpulan
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan
kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan
kesehatan di wilayah kerja (Effendi, 2009). Tujuan puskesmas yaitu
mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional, yakni
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi orang
yang bertempat tinggal di wilayah kerja puskesmas agar terwujud derajat
kesehatan yang setinggi-tingginya (Trihono, 2005). Melalui visi misi dan
program kerja yg sudah ditetapkan pemerintah diharapkan terwujud nyata
tujuan peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan
masyarakat disebut antara lain adalah Promosi kesehatan, kesehatan
lingkungan, pencegahan pemberantasan penyakit menular, kesehatan keluarga
dan reproduksi, perbaikan gizi masyarakat, penyembuhan penyakit dan
pelayanan kesehatan yg lebih dikenal dg 6 program dasar puskesmas/basic six.
Melalui visi misi dan program kerja yg sudah ditetapkan pemerintah
diharapkan terwujud nyata tujuan peningkatan derajat kesehatan masyarakat

B. Saran
Semoga dengan makalah ini mahasiswa keperawatan agar bisa
memahami dan mempelajari lebih dalam lagi tentang sistem pelayanan
puskesmas.

DAFTAR PUSTAKA

15
Trihono. 2005. Manajemen Puskesmas Berbasis Paradigma Sehat. Jakarta: CV
Sagung Seto

Departemen Kesehatan RI. 2005. Profil Kesehatan Indonesia 2003

Departemen Kesehatan RI. 2005. Rencana Strategis Departemen Kesehatan


2005-2009. Jakarta

Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan.


2003. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 364/MenKes/SK/III/2003 tentang
Laboratorium Kesehatan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.Jakarta,
Indonesia

Departmen Kesehatan. 2007. Direktorat Jendral Bina pelayanan Medik Standar


Minimal Pelayanan Kesehatan Gigi Puskesmas. Jakarta

Depkes, Visi, Misi, Kebijakan dan strategi Pembangunan Kesehatan menuju


Indonesia sehat 2010, Jakarta, 1999
https:/dinkes.denpasarkota.go.id/uploads/download/download 192207090740
LaporanTahunanDinasKesehatanKotaDenpasar2018.pdf

16